I Wanna Love You [Part 1]


Image

Author : GSD

Title  : I Wanna Love You [ Until You’re Mine Sequel ] 1

Cast : Cho Kyuhyun, Han Hye Jin, Park Eun Hye, Kang Eun Soo, Kim Kibum, Lee Sungmin

Genre : Romance

Rating : PG 13

Length : Chaptered

Aku Terbangun, Kaget—kelopak mataku terbuka lebar—dan terkejap. Cahaya kelabu muram, cahaya matahari yang seperti biasa selalu tersaput mendung. Paling tidak selama beberapa hari ini karena cuaca pada langit Korea sedang tak menentu.

Cahaya matahari itu sedikit menggantikan kabut suram dan menjadikannya terang  benderang didalam mimpiku.

Hanya mimpi, ujarku dalam hati. itu tadi… hanya mimpi kan?

Aku menarik nafas dalam-dalam kemudian terlonjak lagi saat alarm ku berbunyi. terlalu nyaring hingga terdengar menjengkelkan. Seseorang pasti menaikan volumenya lagi tanpa sepengetahuanku.

Kuubah posisiku menjadi duduk, bersandar pada Headboard Ranjang. Memikirkan lagi semua yang terjadi sambil mengacak wajahku. masih terasa suram.

Perlahan, Heebum berjalan dengan gaya-berjalan-ala kekucingan yang sok nya dan merangkak naik keatas kasurku. Berhenti pada pangkuanku. Reflex, tanganku terarah mengusap bulu halusnya.

Dia berkelit manja dipangkuanku. Memejamkan matanya, menikmati usapanku sambil pelan-pelan meletakan kepalanya, malas. Membuatku bertanya-tanya sendiri, memangnya senyaman apa rasanya berada disana?

Dengan tangan yang masih bekerja aktif, aku mencoba memikirkan lagi apa yang sebenarnya terjadi. Tentang semuanya, ditambah dengan mimpiku tadi—Apa Itu benar? aku masih bingung memilah antara mimpi dan kenyataan saat ini, sampai bocah setan itu menyembulkan kepalanya takut-takut dipintu kamarku yang entah-sejak kapan-terbuka.

Hyung, sudah bangun?” pertanyaan retoris yang tidak harus kujawab. Dia sudah melihatku ‘hidup’ begini padahal.

“ne.” Tapi pada akhirnya, aku tetap memilih untuk menjawabnya juga.

Dia lalu menghampiriku perlahan. Merangkak naik keatas ranjangku dengan susah payah, karena tingginya sama seperti kurcaci. Dan ranjangku hampir sama tingginya, dengan keningnya saat ini.

Setelah Hyun Gi berada diatas ranjangku dengan selamat, ia segera melakukan kebiasaannya. Hal yang selalu dilakukannya jika sudah berada diatas ranjangku. Berguling kesana kemari, menjelajahi tiap sisi benda persegi ini tanpa lelah.

Heebum, sahabat setia-sependeritaan-seperjuangannya itu, mengikuti aktifitas pemiliknya tersebut hingga mereka terlihat seperti saudara kembar saja.

Aku tersenyum tipis melihatnya. Yaah.. disamping sifat menyebalkannya, toh anak ini masih terlihat begitu menggemaskan bagiku. kalau tidak sedang bertingkah aneh saja, dia terlihat imut.

Aku mengacak rambutku sesaat, dan menyibakan selimutku. Bangkit.

Kurenggangkan otot ditubuhku agar terasa lebih rileks. Membuka sliding door kaca dihadapanku lebar-lebar, dan membiarkan udara pagi menggantikan udara malam yang sudah tak sepatutnya bertahan dikamarku.

“Hyung!” panggil Hyun Gi dibelakangku. Aku menggumam pelan, menjawabnya. Aku masih sibuk dengan korden-korden tipis yang menghalangi masuknya udara segar disini.

“apa Noona cantik itu temanmu?”

Satu alisku terangkat dengan sendirinya. Noona Cantik?

“dokter Heebum kemarin itu!!” Hyun Gi kembali menjelaskan seakan tahu ketidakpahaman ku terhadap pertanyaannya.

Noona Cantik…? Dokter Heebum?

Kujatuhkan tubuhku disofa single pada sudut kamarku, dekat pintu balkon yang sedang terbuka lebar disini. memutar kembali otakku.

 “…..OMO! H—Hye Jin?”

“K—Kyuhyun?”

“kenapa kau—?? ini.. kau?”

“ah!!” kesadaranku kembali setelah melalang buana menelusuri simpanan memori didalam kepalaku tentang kejadian hari kemarin. Itu bukan mimpi.

Sekarang aku baru yakin kalau itu bukanlah mimpi.

“itu.. temanmu, Hyung?” Hyun Gi tampak sangat bersemangat. Aku mengangguk perlahan menjawabnya.

Walau diselimuti kebingungan atas apa yang terjadi, tapi yang kulihat kemarin itu benar. paling tidak, cakaran Heebum yang tercetak jelas dilenganku karena kemarin ia menolak untuk mendapatkan injeksi dari ‘dokter cantiknya’ itu menyadarkanku kalau.. semuanya nyata.

Aku masih tidak percaya kalau kita akan kembali bertemu. tidak dalam kondisi seperti ini. karena dibayanganku, setelah kejadian memilukan yang mau tidak  mau tercetak sangat jelas diotakku, beberapa tahun lalu—perpisahan kami, kami akan bertemu dalam kondisi yang berbeda.

Maksudku—siapa yang tidak ingat dengan impiannya untuk menjadi seorang model? model papan atas? Lalu tiba-tiba melihatnya berbalutkan jas putih dengan stetoskop yang melingkar dilehernya, juga masker yang sempat menutupi sebagian wajahnya, tidak kusangka dia akan menjadi seorang dokter.

Karena pertama, setahuku, jurusan kuliahnya sebelumnya adalah Bisnis. Dari bisnis belok ke-kedokteran.. itu terlalu jauh hingga tidak terbayangkan olehku.

Kedua, siapapun akan tahu bagaiama gadis itu sama sekali-tidak pernah menyukai apapun, yang berhubungan dengan medis. tidak rumah sakit, tidak juga dengan berbagai obat-obatan. Tidak pernah. Dan kukira tidak akan pernah.

Ketiga, karena kurasa tidak mungkin saja dengan kapasitas otak minimalisnya itu. ingat kan terakhir kali dia panic karena transkripnya yang diserang Negara Api membabi buta?

Pada intinya, itu semua tidak mungkin.

Tapi ternyata, mungkin. Karena terjadi.

Benar-benar terjadi.

Author’s side

Kyuhyun melewatkan sarapan nya dalam diam. Hanya mulutnya saja yang tidak bekerja seperti biasanya. Otaknya, masih terus berputar tanpa henti.

Nasi goreng daging buatan Ahra seakan terlihat tak menarik baginya saat ini, lalu hewan menyebalkan yang selama ini dianggapnya mengganggu, malah terlalu menarik perhatiannya.

Manic matanya, memparhatikan kemana Heebum pergi. kedapur, kehalaman belakang, berputar disekitar sofa hingga akhirnya berhenti tepat dibawah kursi Hyun Gi.

Aktifitas nyamannya seketika berhenti saat telapak dingin milik Ahra mendarat dikeningnya. Sambil menelusuri wajah dongsaeng kesayangannya itu penuh selidik, Ahra terlihat menimbang.

“tidak demam” gumam Ahra sangat yakin.

“ish~ Noona!”

“ada apa denganmu?”

“ada apa denganku?”

Ahra memutar bola matanya jengah sata Kyuhyun menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi. ia menuangkan Jus Jeruk karton kedalam dua gelas kosong dengan isi seimbang, lalu memberikannya satu pada Hyun Gi, dan satunya pada Kyuhyun.

“kau terlihat aneh..” jawab Ahra akhirnya. Kini, dia sibuk menyendokan suapan nasi kedalam mulutnya disaat Kyuhyun menggumamkan kutukan-kutukannya. Merasa tidak terima dikatakn aneh, walau sebenarnya begitulah kenyataannya.

“kenapa kau memandangi Heebum seperti itu?”

Seperti tersengat listrik, tubuh itu langsung menegap, “seperti itu, seperti apa?” balasnya tidak terima dengan nada pertanyaan Ahra. Terdengar mendominasi.

“seperti ingin memakan hewan itu! kau tahu? kau menyeramkan!!”

“mwo?” Kyuhyun memicingkan matanya kemudian.

Desisan singkat meluncur dua detik kemudian dari bibir tebal disana, sembari menggeluti sarapannya lagi tanpa semangat, Kyuhyun sesekali masih mengamati Heebum.

Ahra seperti telah angkat tangan menangani dongsaeng satu-satunya ini hingga pada akhirnya, ia hanya membiarkan Kyuhyun melakukan apa saja yang kyuhyun ingin lakukan. Asal tidak benar-benar memakan Heebum saja.

Tidak ada percakapan lagi setelahnya. Hanya suara keramik, sendok dan garpu yang saling beradu. Ditambah sedikit senandungan yang Hyun Gi lantunkan disela kunyahannya.

“apa dia sudah sehat?” Kyuhyun memecah keheningan. Dagunya, mengarah pada Heebum, membuat penghuni meja makan mengerti maksud pertanyaannya.

Ahra mengangguk ragu, “mungkin.. entahlah. Mana kutahu? Kan kau yang kemarin kesana!” imbuh Ahra kembali bertanya. Menuntut penjelasan. “bagaimana?”

Kyuhyun kembali mengamati Heebum, namun kini tidak terlalu dihayatinya. “molla. sepertinya sih sudah terlihat baik-baik saja.”

“katanya hanya perlu diberi Vitamin saja. iyakan Hyung?” Hyun Gi mencari dukungan, menoleh pada Kyuhyun.

“ha? Vit—ngg.. ne!” jawab Kyuhyun gugup. Namun cepat. Masih kembali mengingat kebenaran ucapan bocah empat tahun tersebut.

Semula Ahra memandangi dua pria dihadapannya sangat teliti, seperti mendapatkan sebuah konspirasi tak terucapkan disana. Namun setelahnya, wanita berusia 28 tahun itu menganggukan kepalanya hati-hati.

“biar eomma hubungi rumah sakitnya, membuatkan janji dulu” sahut Ahra, sambil tangannya meraba sisi meja makan, menggapai ponselnya.  Matanya masih memandangi Kyuhyun dan Hyun Gi seksama.

“…..ne. sepertinya kemarin dikatakan perlu diberikan vitamin lagi. jadi bagaimana?” Ahra tampak serius dengan percakapan ditelepon saat ini, sedangkan Kyuhyun, diam-diam sibuk mengawasi.

mwo? Apa itu tidak masalah?” Ahra menyela dengan sangat cepat. Air wajahnya terlihat begitu menimbang. Pandangannya lalu teralih pada Heebum jauh didepannya.

arrasseo. Biar kupikirkan dulu. ne. ne. kamsahamnida

Diletakannya gadget canggih itu dan mengamati putranya seksama. “Hyun Gi, hari ini dokter Hye Jin tidak ada jadwal. Kalau kau mau Heebum tetap diberi Vitamin, dia akan ditangani oleh dokter yang berbeda. Bagaimana?”

“Andwae!!” pekik Kyuhyun tiba-tiba.

Ahra dan Hyun Gi seketika mendelik. Terkejut.

“Ya~!!!” Ahra melempar sebogem Jeruk ditangannya pada Kyuhyun. “kau ini kenapa sih?” tukasnya sebal.

“aku bertanya dengan anakku! Kenapa kau yang sewot begitu?”

“bukan begitu.. maksudku—aku hanya…” Kyuhyun Gugup, mencari berjuta alasan dari dalam kepalanya. Berusaha membuat Ahra yang semula curiga, kembali normal.

“jangan bermain-main dengan Nyawa. Walaupun hanya hewan, mereka juga punya perasaan. Jangan sembarangan begitu. memindah tangankan kehidupan pada banyak tangan. Kembalikan saja Heebum pada orang yang pertama kali merawatnya. Lagipula, dokter yang baru, belum tentu paham betul dengan apa yang sebenarnya terjadi kan?” jelas Kyuhyun panjang.

Ia lalu membuang nafas leganya saat mendapatkan alasan yang tepat dan masuk diakal. Sekali lagi, acungan empat jempol untuk daya kerja Otaknya yang luar biasa.

Ahra terlihat kembali menimbang, dan mengangguk setengah detik kemudian. “kau benar juga. lebih baik begitu. kalau begitu jangan lupa kembali ke Rumah sakit itu lusa, ne?” pesan Ahra pada Hyun Gi.

Kyuhyun kembali mendelik, “m—mwo? Lusa?”

“iya. Lusa. jadwal Dokter itu kan lusa.”

Itu terlalu lama! pikir Kyuhyun lagi dalam hati, hingga ia memeras kembali otaknya, “Noona, apa itu.. tidak terlalu memakan waktu?”

“maksudmu?”

“bagaimana kalau Heebum sampai sakit lagi? Hyun Gi pasti panic!. Heebum itu kan satu-satunya yang selalu bersama dengan anakmu itu. kau sibuk, aku sibuk, Ji Yong Hyung hampir tidak pernah pulang malah, dan eomma-appa, selalu bepergian. Kau tidak kasihan pada anakmu ini? hm?” Tukas Kyuhyun dengan mimic sengaja dibuat-buat. Terlihat menyedihkan, agar lebih meyakinkan disaat Ahra mulai panic. Memikirkan kehidupan anak semata wayang yang sering ditinggalkannya bekerja.

“Heebum harus ditangani dengan cepat, Noona!”

Ahra kembali terdiam. Berfikir. Lalu… “biar kuminta tempat Tinggal Dokter Hye Jin saja kalau begitu”

BINGO!

Dan senyuman kemenangan Kyuhyun kembali terukir dengan sangat jelas.

Sementara itu….

“Hye Jin!” pria berlesung pipi itu mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Hye Jin mendesah lega dan tersenyum. Lalu berjalan menghampirinya.

mianhae, tadi itu jalanan benar-benar ramai. Aku jadi—“

Gwaenchana. Aku mengerti. Aku juga terlambat. Kau saja yang tidak tahu” potong pria tersebut cepat. Berharap membuat suasana hati gadis berparas cantik disana tenang, tapi tetap saja tidak membuat Hye Jin mengurangi rasa tidak-enak, yang menyergapi hatinya.

“benarkah?”

“mm.”

“jam berapa kau sampai?”

ngg…empat?”

Hye Jin mendesah. Bahu tegap itu kembali terkulai, “tetap saja..” cibirnya kemudian.

Kenyataan bahwa ia terlambat satu setengah jam sendiri terasa bagai dosa yang tak termaafkan. Dan mengingat pria dihadapannya telah menunggunya selama satu setengah jam? Bukankah itu terdengar sangat jahat? Sedangkan ia selalu kesal, meledak-ledak jika saja dirinyalah yang berada pada posisi pria tersebut.

“Hei, sudahlah. Aku tidak masalah dengan itu. lagipula aku sendiri juga tidak sadar kalau aku menunggu ‘selama’ itu!”

Hye Jin tersenyum kecut. Tidak tahu harus bicara apalagi, untuk membalas kebaikan melimpah untuknya kali ini.

“yaah… tapi kalau kau masih merasa tidak enak, dan bersikeras untuk menebusnya… mungkin kau bisa memberikan sesuatu kepadaku.” torehnya sambil tersenyum malu-malu.

“dompetku tertinggal diapartemen. Aku baru saja sadar. Dan aku sudah memesan kopi ini. jadi bagaimana…” ucapnya. Merunduk. Menyembunyikan wajah super tampan yang tak seharusnya disembunyikan. Dia terlalu tampan dan terkesan mengabaikan pemberian tuhan.

Kening halus itu perlahan tapi pasti memunculkan kerutan seiring goresan tawa penuh cibiran terlontar. “kau? bilang saja kau sedang tidak punya uang. Pantas saja kau tidak marah saat aku terlambat seperti ini. alibimu bagus sekali tuan Choi!” ledek Hye Jin. tertawa puas hingga perutnya sakit.

“Ya~ aku tidak bilang aku tidak punya uang. Aku bilang, dompetku tertinggal!”

“yayaya~ terserah kau saja.”

“Ya!! kau tidak percaya?”

“aku tidak bicara seperti itu!”

“kalau begitu berhenti tertawa! Dan buang ekspresi seperti itu! apa-apaan itu?!” serunya tidak terima.

Sama sekali diabaikan oleh Hye Jin. gadis itu tetap terbahak-bahak sepuasnya. Beberapa pengunjung resto memperhatikan mereka dengan tanda tanya dikening. Tentu saja diabaikan oleh dua makhluk yang sedang sibuk dengan ‘urusan’ mereka itu.

“aish! Sudahlah! Kau membuang waktu saja! hentikan tawamu itu! aku sibuk! Kau masih membutuhkan bantuanku tidak?” ancaman ringan itu sukses menghentikan tawa Hye Jin.

Gadis itu mengangguk seperti robot. “kalau begitu selesaikan dengan cepat!” tukas namja bermarga Choi itu berpura-pura kesal.

Hye Jin terdiam ditempatnya, tidak mengerti dengan kalimat ‘selesaikan dengan cepat’ maksud dari pria tampan disana, hingga pria tersebut menghela nafas beratnya, lalu memutar mata malas.

“kau bilang kau ingin makan dulu?! kalau begitu cepat pesan sesuatu!”

“ah! Ne!” Hye Jin terlonjak saat ingatan tentang ‘perut keroncongannya’ itu kembali. ia mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Memanggil salah seorang pelayan lalu membuka buku menu yang diberikan pelayan tersebut. memilih menu untuk ‘late lunch’ nya karena ia terlalu sibuk dengan tugas-tugasnya sebelum ini.

Hye Jin menghentikan kerja matanya pada nomor enam pada buku menu tebal ditangannya, dan mengalihkannya pada siwon. Namja tampan, dihadapannya.

“kau tidak memesan?” tanyanya penuh selidik.

“ani.”

“aku yang traktir ini lho!” ucap Hye Jin mempertegas bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan disini. apapun itu, yang membuat pria ini diam saja dan hanya memperhatikan dirinya menggeluti buku menu sendirian.

“Yaaa!”

31 thoughts on “I Wanna Love You [Part 1]

  1. Ini sequelnya until you’re mine yang diposting di sujuff itu ya? Akhirnya nemu juga. Aku nyari dimana-mana. Until you’re mine nya yang itu soalnya gantung banget

  2. Lihat deh kelakuan Kyuhyun, jd kasian sama keponakannya. Hahaha konyol banget sih. Apalagi waktu nyamain Hyun gi sama Heebum XD. Jadi kesetanan sendiri pengen ketemu Hyejin. Waduh, Siwon siaepanya Hyejin nih?

  3. Ada tuan choi ? Benarkah ? Makin seru tuan cho kalaau saingannya itu tuan choi ? Pasti galau deh kalau di suguhin ff casnya mereka hahaha keep writing author ! 🙂

  4. Waaah penasaran, gmna selanjutnya cerita mereka.
    Aku masih ga ngerti di part 2 atau 3 gtu pas ada adegan kisseu dipantai itu kyuhyun lg sma eunhye apa eun soo ? Soalnya kaya typo gtu

  5. itu siwon siapanay hye jin?????
    knpa dia tba” mncul??
    gmana nsib kyuhyun???
    pnsraan…….
    keep writing ya thor sekuelnya kren g klaha sma until you’re mine..

  6. Hai hai kaak *tebar bunga* baru sempet berkunjung lagi nih, pas aku cari sequel untuk you’re mine eh ternyata udah ada dari lama haha baru sadar *bego* cuman kok si hye jin malah jadi dokter hewan yaa, biar bisa obatin kyu ya #plak.. Btw alay banget yaa kyu pas bagian “jangan bermain-main dengan Nyawa. Walaupun hanya hewan, mereka juga punya perasaan. Jangan sembarangan begitu. memindah tangankan kehidupan pada banyak tangan. Kembalikan saja Heebum pada orang yang pertama kali merawatnya. Lagipula, dokter yang baru, belum tentu paham betul dengan apa yang sebenarnya terjadi kan?” jelas Kyuhyun. Padahal itu kan modus doang haha.. Wah semalaman mau baca ini deh aku.. Sukaa kak sukaa banget 🙂

  7. Kyuhyun ada saingannya wkwkwkwkwkwkwk ayo lho kejar hyejin amp dapet, ga dapet juga syukurin :p kayanya mesti siap2 mati penasaran, di tulisannya kaga ada kata end T.T

  8. Huwahhhh..ddaebakkk.. Ahahaha semoga kyu cepet balikan amha hyejin..
    Huwahhh mian author-nim bru smpet komen,, dlu sih di part 3 Until you’re mine tpp kgak sempet dan juga aku lngsung bca part 3 nya.. Hehhehe Mian author-nim ..

  9. dasar modus tuh kyuhyun,hahahahaha. Tu siwon ama hyejin gak punya hubungan kan ?? Kasian liat kyuhyun merana sendirian. Hehe

  10. Seneng nih sequel akhirnya muncul gumawo authornim kyu konyol banget,hyejin ma siwon ada hubungan apa ya bakalan seru nih ceritanya lanjut

  11. wowo…kyu msh antara prcya n ga..klo dy brtmu hyejin…bahkn mpe sgtuny soal heebum..bkin ahra heran dg tingkh dongsaeng ny tu…
    but..sp ni choi…kksih hyejin kah???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s