Missing [Part 2]


Image

Author: Galuh Sekarini Dewantari.

Title: Missing. [2]

Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Park Songjin, Lee Donghae, Lee Gyuwon.

Rating: PG 13.

Length: Chaptered.

Genre: Romance, Tragedy, Family.

Rasa sakit itu ada banyak macam dan jenisnya. Ada juga rasa sakit yang tidak mungkin mampu kau cabut. Hingga pada akhirnya, kau terjebak disatu pilihan saja yaitu menikmatinya dalam diam.

 

Songjin sedang sibuk membolak-balik majalah resep masak miliknya ketika Siwon dan Kyuhyun tengah sibuk bertarung balap mobil begitu sengit dan membuat jempol-jempol mereka berolah raga dengan bergerak gesit tanpa henti.

Matanya berbinar memandangi sebuah gambar yang terlihat begitu menggiurkan.

“aku mau masak!” pekik Songjin kemudian membuat dua pria disana berhenti menggeluti joystick mereka dan langsung berteriak histeris, “JANGAN!!” seru Kyuhyun dan Siwon bersamaan.

Mata Siwon mendelik panic. Sedangkan Kyuhyun langsung melompat menangkap tubuh istrinya, membawa kembali untuk duduk disofa. Menguncinya didalam dekapan penuh paksaan. Bukan sayang.

“yaaa! ini apa—Akh! Ya! lepas! Kau mau membunuhku?!” erang Songjin memberontak. Bergerak kesana kemari berusaha melepaskan diri. Tetap saja tidak bisa. Penjara Cho Kyuhyun sudah diaktifkan sejak dua detik yang lalu.

“kau lapar? Kita makan diluar saja, eo? Eo?” kyuhyun memamerkan aegyo nya, tapi malah membuat Songjin merinding. “ya~ —hentikan itu!” perintah Songjin kemudian.

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, “makan diluar saja.” pintanya kini memohon. Memelas. Merengek. Apapun itu. Sekuat tenaga melakukan berbagai  cara agar Songjin mengugurkan niatnya untuk menyentuh dapur.

“memangnya kenapa sih? Aku bosan makan diluar terus! Minggir sana!!” Songjin menyikut tubuh Kyuhyun berkali-kali membuat pria  bertubuh tinggi itu meringis kesakitan dengan nyeri pada perutnya.

Sedetik, membuat Songjin mampu kabur dari belenggu siksaan Kyuhyun, tapi lagi dengan tangkas, Siwon beralih menjepit tubuh kurus itu hingga terhimpit diantaranya dan Kyuhyun.

Kakinya lalu naik mendarat pada pangkuan Songjin dan Kyuhyun. mengunci lagi.

“aish! Yaaa!! kalian ini kenapa sih? Minggirrrrrr!!!” Songjin berteriak dengan volume maximalnya. Membuat kuping siapa saja yang berada disana pasti langsung berdengung sakit.

“Songjin!” Kyuhyun mendelik sambil menutup telinganya rapat-rapat. Menjauhkan dari penyiksaan lainnya. “sudah kubilang jangan berteriak seperti itu lagi!”

Songjin menciut sesaat pada hantaman mata tajam Kyuhyun, lalu merengut, mencoba membuat wajahnya terlihat begitu menyeramkan. Hanya sayangnya, bukannya Kyuhyun takut, tapi malah membuat pria itu terbahak. Begitu juga dengan Siwon.

“ada restoran baru didekat sini. Bagaimana kalau coba kesana saja?” Siwon menawari. Kyuhyun langsung setuju dengan memberikan jutaan anggukan. Tentu saja dia akan lebih memilih menjejalkan lambungnya dengan makanan cepat saji atau makanan apapun itu asal bukan hasil kerja tangan Songjin.

“ayo kesana!” Kyuhyun berseru lalu bangkit dan berjalan meninggalkan Songjin bersama Siwon berjalan beriringan.

“harus ada seseorang yang menyadarkan gadis itu kalau masakannya menakutkan.” Gumam Kyuhyun bergidik ngeri dengan bulu kuduk meremang.

“menakutkan.” Tambah Siwon, lalu terhenti dan memandangi Kyuhyun nanar.

“mwo?”

“kau yang harus mengatakannya, bodoh! Kau suaminya!”

“Shiero! Aku belum mau jadi duda.”

“Aigoo~ apa kalian sudah sejauh itu?” Siwon menggoda, lalu mulai menggelitiki Kyuhyun dengan penuh semangat, “apa saja yang sudah kalian lakukan? Bagaimana dengan malam pertama kalian? hah? Hah?” tanyanya penasaran.

“apa kalian sudah melakukannya? Bagaimana itu? ceritakan!! Ya~! ceritakan!!” paksa Siwon penuh semangat lagi. tidak perduli dengan Kyuhyun yang sudah terbirit lebih dulu meninggalkan pria bertubuh atletis itu.

Cho Kyuhyun’s side

Siwon Hyung terus saja menghujaniku dengan pertanyaan tentang kehidupanku bersama Songjin. Apa-apaan dia? itu kan Privasi! Dan lagi, apa pentingnya dia tanya-tanya seperti itu?

“kau menikah saja dulu, baru nanti kau akan tahu—“ jawabku malas. Sedikit terdengar ambigu membuat pria jelmaan kuda ini kembali menumpahkan pertanyaannya padaku.

“memangnya seperti apa?”

“seperti apa, bagaimana?”

“ya itu.. seperti apa rasanya?”

“mana kutahu.”

“kenapa begitu?”

“karena aku juga belum melakukannya! Ish!” bodoh!

“bohong—“ selanya cepat.

Kutadahkan wajahku kepadanya, lalu menjejalkan beef burger kedalam mulutku penuh-penuh.  “apa aku terlihat seperti sedang berbohong?” tanyaku datar.

Siwon Hyung meneliti wajahku seksama, lalu “ya. kau bohong!” jawabnya polos. Astaga!!

“Hyung! untuk apa aku berbohong denganmu?”

“karena kau tidak ingin berbagi kebahagiaan denganku. katakan saja bagaimana semua itu terjadi. apa sulitnya sih?” ia kembali merengek. “siapa yang melakukannya lebih dulu?!”

Ish, Rasanya aku ingin terjun kedalam jurang saja menanggapi Casanova ini. harus dengan cara apalagi aku mengatakan kepadanya kalau kami memang belum melakukan hal ‘itu?’

Dia saja yang tidak tahu kalau malam pertama kami malah kami habiskan dengan bertanding game console sampai matahari terbit dan kami benar-benar pingsan karena kelelahan.

Dan begitupun dengan malam-malam selanjutnya. Walau pada kenyataannya kami tetap menghabiskan banyak malam didalam ruangan yang sama karena kami tidak pernah berusaha memisahkan kamar kami, Kami tidak pernah membahas, memaksa, atau bahkan mencoba untuk melakukan hal itu.

Karena pertama tentu saja akan terasa sangat canggung. Kedua, kami sama-sama belum siap. Ketiga, aku tidak tahu harus memulainya dari mana. Keempat, aku belum ingin. kelima serta alasan-alasan seterusnya, akan berbunyi sama seperti alasan pertama.

Tapi percuma saja menjelaskan hal itu. diotaknya sekarang mungkin sudah berkelebat berbagai hal-hal mesum yang aku sendiri tidak ingin tahu apa. Cih!

Songjin akhirnya selesai dengan pesanannya. Ia mengambil posisi disampingku, lalu meletakan nampan berisi ayam lengkap dengan kentang gorengnya dimeja. Cengar-cengir memandangi makanannya lalu perlahan mencomot kentang goreng miliknya lebih dulu.

“makanmu banyak, tumben.” Tegur Siwon Hyung. pertanyaan yang sama dengan milikku. Tapi aku lebih memilih untuk mendiamkannya saja dari pada repot-repot membahas dan berakhir dengan perdebatan ala Songjin yang tidak akan ada ujungnya.

“aku lapar.” Songjin menjawab singkat dengan mulut penuh.

Siwon Hyung mendekatkan tubuhnya kemeja, mengarah pada gadis disampingku ini dan memandanginya lekat-lekat. Lalu matanya jatuh pada perut Songjin, “kau tidak sedang hamil kan?” tanyanya polos.

Aku dan Songjin secara reflex menyemburkan isi mulut kami. Songjin terbatuk berkali-kali. Tangannya memukul-mukul dadanya sendiri, sedangkan aku langsung meneguk habis minumanku.

“Hyung!” aku mendelik.

“wae? Aku kan hanya bertanya saja. tidak ada salahnya kan bertanya? Lagipula kalian sudah menikah selama enam bulan, masak Songjin tidak ada perubahan juga? kau ini benar-benar payah, Kyuhyun-ah!” cibirnya. Aku mendelik lagi. kali ini lebih lebar karena kanan kiri kami ternyata menganggap percakapan ini menarik, lalu ikut menoleh untuk mengamati. Sial!

“ya~ Songjin, kau benar-benar yakin kau tidak sedang hamil?” tanyanya lagi dengan tampang tak berdosa. Ya Tuhan, bunuh saja orang ini.

Songjin masih berusaha menghentikan batuknya dengan minum banyak-banyak. Setelahnya, ia ikut menampilkan ekspresi yang sama sepertiku pada Hyung gila ini. “Oppa!” ujarnya sambil menggebrak meja. Lebih ekstrem dariku ternyata.

“kubilang kan aku hanya tanya. Kulihat tubuhmu sedikit lebih gemuk. Perutmu jadi agak menonjol. Tidak salah kan kalau aku berfikir kau sedang hamil?”

Reaksi berbeda dari yang kuperkirakan terjadi, Songjin bukannya meneruskan percakapan tentang kehamilan burung ini, malah jadi mengamati tubuhnya sendiri.

“aku….gemuk?” ucapnya seperti menimbang. tangannya lalu menyentuh perutnya sendiri. “yang benar?”

Aku mendesah. Sepertinya ini akan panjang.

Kulirik Siwon Hyung, tersangka utama dalam kasus ini. Pria itu juga sama sepertiku. Terkejut, tapi juga bingung. Seperti merasa bersalah telah bicara seperti itu. tapi apa gunanya? Sudah tahu Songjin ini gadis yang labil. Harusnya tidak perlu membahas tentang berat badan kan kalau sedang bersama dengannya? Dia sendiri tahu kalimat ‘keramat’ itu sejak dulu, tapi dengan bodohnya tadi, diungkapkan dengan blak-balakan. Tolol memang.

“maksud Siwon Hyung itu, dia pikir didalam perutmu itu sudah ada bayi. Makannya jadi membesar. nyatanya kan, bukan bayi yang ada disana. Tapi lemak.” Tandasku meluruskan. Mau diapakan lagi? dihentikan atau tidak, topic tentang berat badan ini pasti akan terus berlangsung sampai satu pekan kedepan. Jadi yasudahlah~

“mwo?” Songjin menoleh padaku dengan rahang terjatuh. Aku menjejalkan kentang goreng kedalamnya banyak-banyak. “lemak. Kau dengar? Le-Mak!” ujarku padanya.

Aku terkekeh pelan, aku selalu menikmati kepanikan Songjin dan seperti sekarang ketika dia mulai kembali mengamati perutnya lagi.

Ayolah, perutnya memang membesar. Sedikit. Hanya sedikit saja dan itu pasti karena kebiasaan baru kami bertanding game console sampai pagi dengan berjuta makanan ringan sebagai pelengkap.

Harus kuakui pertambahan bobot tubuhnya itu karenaku juga. tapi juga tidak bisa menyalahkanku seratus persen. Aku sudah berjuta-juta kali mengingatkannya untuk berolah raga. Membuang lemaknya itu setelah pesta kalori yang kami lakukan. Tapi dia sendiri yang malas. Bangunnya saja selalu siang.

Selalu melewatkan kuliah paginya karena masih terlalu mengantuk. Dia ini contoh manusia malas. Jadi dia tidak bisa menyalahkanku!! tidak!

“apa sebesar itu?” ia kembali berucap. Sama sekali mengabaikanku dan Siwon Hyung. ia masih mengamati tubuhnya seksama.

“ya. besar. benar-benar besar. mengerikan.” Sindirku. Dasar berlebihan. Tonjolannya itu bahkan tidak akan terlihat jika dia tidak dengan sengaja menunjukan-nya pada semua orang.

Tidak akan ada yang sadar kalau bobot tubuhnya meningkat dan perut datarnya itu memiliki sebuah tonjolan kecil. tapi dia mendramatisir-nya. membuat seakan ini adalah musibah besar.

Tubuhnya lalu terkulai lemas, bibirnya manyun dan kuyakin pikirannya sudah berjalan kesana kemari. Songjin memasukan beberapa potong kentang goreng lagi kedalam mulutnya, namun setengah detik kemudian mendorong nampannya.

“kenapa?” tanyaku tanpa menoleh padanya.

“tiba-tiba aku jadi kenyang.”

“tidak mau lagi?” kini aku menoleh sempurna padanya. Mataku berbinar memandangi nampannya yang masih begitu penuh dengan surga dunia.

Songjin menggeleng, lalu dengan cepat kusambar nampan itu setelah sebelumnya aku bisa melihat kilatan yang sama pada mata Siwon Hyung.

“bagus. Sering-sering saja kau begini.” Aku terkekeh puas. baguslah. Porsi makanku sepertinya akan bertambah setelah ini. hahaha!!

Author’s side

Choi Siwon menggaruk kepalanya tak sama sekali tidak sedang gatal. Ia hanya terlalu bingung dengan apa yang harus dilakukannya saat ini. ini sudah hampir satu jam, tapi belum ada keputusan apapun yang didapatnya. Sedangkan sang Ayah sudah menanti keputusan sejak dua hari yang lalu.

Asisten pribadinya mengundurkan diri sejak empat hari yang lalu. praktis, seluruh jadwal serta perihal sepele lainnya yang seharusnya tidak menjadi urusannya, kini menjadi urusannya.

Membuatnya begitu kerepotan hingga melalaikan banyak pekerjaan dan berbagai rapat penting. Tentu saja itu membuat Ayahnya marah dan memaksanya untuk mencari asisten pengganti. Secepatnya.

Sekarang semua sudah terselesaikan. Setelah membuka lowongan, masuk ratusan gadis yang bersedia menjadi Asistennya. Namun kemudian, masalah lain malah muncul.

Salah satu dari ratusan pelamar disana adalah Lee Gyuwon. Wanita yang pernah masuk dalam kehidupan Kyuhyun, namun dengan kejamnya bisa membuang pria tampan itu ketika mendapatkan pria yang lain.

Membuat Kyuhyun menghempaskan seluruh hatinya setelah bertahun-tahun lebih memilih untuk memendam rasa cintanya saja, dan memilih bungkam setiap kali berpapasan dengan Wanita berdarah Jepang itu.

Lalu sekarang, ia kembali datang walau memang bukan untuk Kyuhyun. memohon pada Siwon agar memberinya sebuah penghidupan setelah baru sepekan Siwon tahu bahwa kini Gyuwon telah menjadi Yatim piatu. Orang tuanya meninggal dalam kecelakaan beruntun dan bisnis yang ditinggalkannya bisa begitu saja dirampas oleh orang kepercayaan sang ayah.

“Hyung, appa mencarimu.” Kyuhyun menyembulkan kepalanya dipintu kaca buram ruang kerja Siwon. Siwon semakin panic.

Bukan panic karena dipanggil sang Ayah, tapi karena tiba-tiba Kyuhyun muncul didepan wajahnya. “Kyu—“

“ya?” Kyuhyun yang baru akan pergi kembali mundur dan memunculkan kepalanya lagi.

“bisa kita bicara sebentar?”

Kening datar Kyuhyun berkerut seiring langkahnya masuk kedalam ruang kerja dengan dominasi warna hitam putih itu, Lalu duduk disofa sudut dekat tembok kaca tebal. Dari sana, dia bisa dengan jelas melihat ribuan kendaraan yang berlalu lalang tanpa henti, Seperti semut karena dilihat dari ketinggian lantai tigapuluh dua.

Siwon ikut menghempaskan tubuh disofa hitam disana. “hhh—lelahnya.” Ia bergumam sambil mengendurkan dasinya.

“ya, aku bisa lihat itu.” timpal Kyuhyun setelah sesaat mengamati wajah Siwon yang begitu kusut, lalu kembali mengalihkan pandangannya pada mobil-mobil dibawahnya.

“Kyu—apa kau tahu kalau orang tua G…yuwon—“ siwon mengigiti bibir bawahnya. Sedikit takut untuk berucap. Namun setelah melihat reaksi Kyuhyun yang begitu datar, ia kembali menarik nafasnya, “meninggal.”

“MWO?” Kyuhyun mendelik. Langsung menoleh pada Siwon begitu cepat. “Hyung!”

“sepertinya kau tidak tahu.” ucap Siwon menanggapi reaksi Kyuhyun yang begitu mengejutkan.

“kenapa? ada apa? Bagaimana bisa? Kapan?” seluruh pertanyaan penuh rentetan menerjang Siwon. Ia sampai harus melebarkan lima jarinya didepan wajah Kyuhyun untuk menghentikan Pria itu bicara. Atau setidaknya berhenti menampilkan raut panic berlebihan seperti itu.

“kecelakaan mobil beruntun. Aku tidak tahu pastinya, sepertinya sudah terjadi cukup lama. tapi aku baru tahu beberapa hari yang lalu.” jelas Siwon. Tangannya kembali terangkat saat Kyuhyun sudah membuka mulutnya lagi.

“dan beberapa hari yang lalu juga, Gyuwon mendatangiku. Sepertinya dia tahu tentang lowongan Asisten Pribadi-ku ini, dan dia… kau tahu—ngg.. melamar.” Tutur Siwon lagi ragu. Memperhatikan Kyuhyun yang terlihat sudah tidak tenang.

“bukannya Ayahnya itu pemilik bisnis Properti besar di Jepang?”

“ya, tapi sayang diambil alih oleh orang kepercayaannya sendiri.”

“Brengsek.” Geram Kyuhyun kesal. Tangannya mengepal menahan amarah. Wajahnya hampir memerah sepenuhnya karena emosi yang tertumpuk. Keningnya lalu kembali berkerut

“Hyung, kau bilang, orangtuanya meninggal karena apa? Kecelakaan beruntun? Lalu—perusahaannya diambil alih oleh orang kepercayaan ayahnya? Kenapa itu terdengar tidak asing ditelingaku? Apa mungkin itu sebuah kematian yang direncanakan?” Ujar Kyuhyun. menyangkutkan segala logikanya menjadi terhubung pada satu benang merah.

“aku juga memikirkan hal yang sama. Tapi itu bukan urusan kita. Kepolisian sudah mengambil alih masalah ini. dan sekarang, kau tahu.. Gyuwon tidak memiliki apa-apa lagi selain tempat tinggal, yang sebentar lagi juga akan disita oleh bank. Atau malah sudah disita? Aku tidak tahu.”

“…jadi?”

“jadi, aku berfikir bagaimana kalau aku menerima Gyuwon sebagai Aisten Pribadiku.” Siwon memotong kalimatnya lagi dan mencoba memahami arti raut wajah Kyuhyun yang setiap detiknya bisa berubah dengan drastic.

“itu bagus. Setidaknya dia memiliki penghasilan dan bisa hidup layak.” Ujar Kyuhyun.

Siwon mengangguk, “dan…aku juga berencana, untuk memberikan tempat sementara bagi Gyuwon sampai dia mampu untuk setidaknya menyewa tempat tinggal sendiri.”

“maksudmu?”

“kau mengerti maksudku, Kyu.” Sahut Siwon cepat setelah Kyuhyun baru saja melakukan aksi pura-pura bodohnya, untuk menyembunyikan keterkejutannya. Seperti biasa.

Kyuhyun menarik udara disekitarnya banyak-banyak, lalu membuangnya perlahan. Pikirannya langsung kacau saat nama Lee Gyuwon kembali memasuki wilayah kosong dihatinya. Lagi. tidak tahu harus bersikap seperti apa untuk menanggapi hal yang diharapkan hanya sebuah mimpi ini baginya.

“terserah kau saja, hyung. itu rumahmu. Tempatmu. Milikmu.” Ujar Kyuhyun datar.

“Kyu..”

“aku sudah punya tempatku sendiri kan?” tukas Kyuhyun dengan maksud pada rumah mewah, mungil nya yang berada tak jauh dari pusat kota.

Siwon mendesah, “aku mengerti. Aku hanya tidak ingin kau berfikiran yang macam-macam. Aku hanya ingin membantu Gyuwon. Tapi aku juga tidak ingin membuat adikku merasa sulit karena hal ini.” ungkap Siwon tulus.

Kyuhyun tersenyum, “tenang saja. aku tidak apa-apa. Lakukan saja apa yang menurutmu benar. lagipula aku dan Gyuwon…. Kami sudah tidak memiliki apa-apa lagi. semuanya sudah selesai. Sekarang hanya tinggal aku dan Songjin.”

“benar. hanya tinggal kau dan Songjin. Kau bertanggung jawab penuh Kyuhyun-ah. Karena itu kalau kau sampai membuat gadisku itu menangis, kau mati, Cho Kyuhyun!” ancam Siwon dengan tangan terkepal dan menampilkan wajah pura-pura kesal.

“gadismu? Cih!” Kyuhyun berdecak tidak terima.

“ya dia juga gadisku. Dia satu-satunya gadisku sejak dulu sampai sekarang. kau tidak bisa merebutnya. Enak saja!”

“ya, gadismu. Dulu. sekarang dia milikku. Dan aku tidak merebutnya darimu. Lebih baik kau urus saja gadismu yang lain, eo?” sindir Kyuhyun sambil bangkit dari duduknya dan merenggangkan tubuhnya yang kaku.

“siapa?” siwon bertanya sambil memutar-mutar isi kepalanya.

“Gyuwon. Hahahaha!” tandas Kyuhyun dan langsung berlari terbirit menghindari kejaran Siwon.

***

“Tadaaaaa!!!” Songjin membentangkan tangannya didepan meja makan yang menyuguhkan beberapa menu masakan hasil percobaannya seharian ini.

Mata Kyuhyun membulat. Tubuhnya langsung kaku. Bulu kuduknya meremang seketika, “kau mau memubunuhku, hah?” matanya tidak pernah berhenti memandangi berbagai mangkok dengan isi berbagai macam menu.

Terihat menggoda, tapi pasti akan langsung mati jika dimakan. Batin Kyuhyun dalam hati. kepalanya menggeleng cepat.

“Shiero! Aku lebih baik menahan laparku dari pada harus menelan racun-racun ini.” ucap Kyuhyun tanpa berusaha membuat sindiran itu terdengar lebih halus ditelinga.

Kebanyakan gadis pasti akan langsung menangis dengan ucapan sinis Kyuhyun, namun tidak pada Songjin yang malah menyambar, dan langsung menarik dasi Kyuhyun kuat-kuat.

“makan!!” tuntutnya penuh kekejaman. “aku sudah membuatnya susah payah! Kau harus menghargai kerja kerasku!!”

“Song—jin” Kyuhyun bicara dengan wajah memerah kehabisan udara. Membuat Songjin mengendurkan tarikannya, tanpa melepas Kyuhyun dari jeratannya.

“sudah kubilang aku tidak mau. dan siapa juga yang menyuruhmu masak? Tidak ada! Bukannya biasanya kita makan malam bersama diBistro? Kenapa tiba-tiba kau merusak semuanya?” Protes Kyuhyun tidak terima. Merasa kesal dengan sambutan luar biasa sepulangnya ia dari kantor.

Lelah. Tubuhnya serasa remuk karena seharian bekerja. Dan Songjin berhasil membuat setengah nyawanya melayang pegi setelah melihat berbagai racun dimeja makan. merasa menyesal karena sudah membeli rumah dengan perangkat dapur begitu lengkap. Harusnya dapur dicoret saja dari kebutuhannya mengingat selama ini mereka juga sudah menggantungkan hidupnya pada restoran-restoran dekat rumah mereka.

Apalagi yang bisa diharapkan dari pasangan anti kompor seperti mereka? masak air saja habis kering tak bersisa, apalagi memasak jenis yang lain? Ingin membuat rumah terbakar habis?

“aku menghabiskan waktu istirahat ku hanya untuk membuat semua ini! kau harus memakannya! Keterlaluan! Kau ini suami macam apa? Cih!!”

“siapa yang minta? Aku?”

“aku.” ucap Songjin pelan, mengaku. Kyuhyun menyeruakan senyuman sinisnya sambil menjentikan jari. “Nah!” ucapnya penuh kemenangan.

Telunjuknya mengarah pada seluruh mangkuk-mangkuk dimeja, “kau sudah membuang-buang makanan kalau begini ceritanya. Sebanyak ini, mau diapakan? Tidak akan ada makhluk hidup yang mau memakan racun ini.”

Songjin berdecak kesal menanggapi komentar Kyuhyun walau dalam hatinya, juga ikut mengiyakan ucapan Pria berkulit putih susu ini. setuju, dan membayangkan makhluk hidup malang seperti apa lagi yang langsung akan mengalami berbagai kesulitan setelah menikmati masakannya. Kasihan~

“aku mau makan diluar saja.” Kyuhyun beranjak pergi dengan cepat, lalu berhenti diambang pintu saat sadar Songjin tidak ada disekitarnya.

“Ya~ Ppali!!” desaknya. Cacing-cacing diperutnya sudah membuat konser tunggal mereka sejak tadi.

“aku kenyang. Aku sudah makan tadi.”

Kyuhyun melotot terkejut, “makan..memakan—itu?”

“Ish, aku belum mau mati.” desah Songjin kesal, “makan diBistro, tentu saja. tadi.”

“tentu saja begitu.” Kyuhyun bertolak pinggang, “kau enak-enakan makan diluar, tapi kau menyuguhkanku racun-racun itu. kau keterlaluan Songjin!”

Songjin tidak mampu tersenyum untuk menampilkan rasa sesalnya. Juga tidak bisa mengucapkan kalimat lain selain diam. Hasrat ingin memasak itu muncul tiba-tiba saja sepulang kuliah saat melihat berbagai buku resep tergeletak diatas meja santai.

“Ppali!!” Kyuhyun berteriak lagi.

“apa?”

“kau membiarkanku makan sendiri? astaga Songjin! Kau ini istri macam apa? Suamimu pulang malam-malam, lelah, tapi kau malah menyambutnya dengan tumpukan racun. Lalu setelah itu kau membiark—“

“iya-iya. Aku tahu. dasar cerewet!!” geram Songjin bangkit dan berjalan menghampiri Kyuhyun. tangannya yang bebas langsung menarik dasi Kyuhyun lagi dan menyeret pria itu seperti sapi untuk mengikutinya. “ayo cepat!”

***

Kyuhyun mengunyah daging didalam mulutnya dengan cepat dan langsung menelannya. Lalu kembali memasukan kloter lain-nya kedalam mulutnya. Songjin sampai bergidik ngeri melihatnya.

“Ya~ pelan-pelan, nanti kau tersedak. Kau ini seperti tidak pernah bertemu makanan sepanjang hidupmu saja.” sindir Songjin dan meneguk Jus Brokoli-nya lagi.

Kini Kyuhyun yang bergidik ngeri melihat cairan hijau itu terlihat naik perlahan dari sedotan berwarna putih lalu masuk kedalam mulut Songjin, hingga kemudian ditelan gadis itu sampai habis.

“sayuran itu sehat. Serat bisa membantu menghilangkan lemak, kau tahu?”

Kyuhyun melirik Songjin dari sudut matanya. Mencela informasi yang sudah berjuta-juta kali Songjin katakan setiap detik saat gadis itu tengah menikamti sayuran hijaunya.

“tidak. aku tidak tahu.” balas Kyuhyun sarkatis. Ia kembali mengunyah Steak-nya hikmat. “aku tidak pernah tahu kalau sayuran bekerja dengan semestinya pada tubuhmu. Nyatanya, kau masih terlihat gemuk.” Tutur Kyuhyun acuh.

Songjin menggeram kesal, namun tak menampik kalimat Kyuhyun sedikitpun. Kendati ribuan ton jus sayur telah masuk kedalam tubuhnya, perutnya tetap saja tak berhenti menampilkan tonjolan mungil itu.

“aku tidak mengerti dengan wanita. Kenapa mereka selalu mengeluhkan tentang berat badan? Seperti dunia akan hancur kalau bobot naik tiba-tiba?”

“kalau kau mau tahu, kau harus jadi wanita dulu!”

“Cih!”

“kau tidak tahu rasanya. Memiliki tubuh indah itu impian banyak wanita. Bukankah wanita juga akan terlihat lebih menarik dengan tubuh yang indah?”

“tubuh indah itu relative. Bagiku, tubuh kurus kering seperti tusuk gigi itu malah menjijikan. Kau menginginkannya? Ish.. aku geli melihatnya.” Kyuhyun mengeryitkan wajahnya. Bertingkah seakan hal itu benar-benar mengganggu hidupnya. “yang penting sehat.” Tambah Kyuhyun acuh.

“kau itu salah satu contoh wanita labil yang kumaksud! Memangnya bobotmu itu naik sampai berapa ton sih? Paling juga hanya dua—tiga kilogram saja. Kenapa kau memusingkannya sih?” tanya Kyuhyun heran. Dan juga tidak habis pikir.

“kau tidak akan mengerti, Kyuhyun-ah!” sahut Songjin kesal. Berusaha menjawab seringan mungkin untuk mengurangi adanya perdebatan sengit.

“ya. aku memang tidak mengerti. Yang aku tahu hanya nanti suatu saat, tubuhmu itu juga akan menggelembung seperti gajah saat kau mengandung. Lalu setelah itu, Apa kau akan kesal dengan hal itu? siapa yang akan kau salahkan kalau tubuhmu sudah seperti itu? janin didalam tubuhmu? Kau akan jadi ibu terkejam sedunia kalau begitu!”

Wajah Songjin memanas seketika. warna kepiting rebus kini sudah pindah memenuhi wajah cantik yang ia sembunyikan didalam tundukan dengan rambut panjang yang menutupi sebagian wajahnya.

Terlalu malu untuk membahas kehamilan. Dengan Kyuhyun? Oh tuhan!

Siapa yang akan disalahkan jika nanti tubuhnya akan menggelembung seperti yang Kyuhyun katakan tadi? Aish~

Dengan cepat Songjin menyesap Jus Brokoli-nya hingga benar-benar tandas. Masih dengan wajah yang disembunyikan, Songjin menggeser gelasnya menjauh, dan menatuhkan wajahnya pada dua lengan yang dilipatnya diatas meja.

“ya~ kau kenapa? sakit? ya! Songjin!” Kyuhyun panic. Menyibak begitu banyak rambut yang Songjin urai begitu saja. berusaha mencari kening untuk mendaratkan telapaknya agar bisa mengecek suhu tubuh gadis-nya itu, tapi tidak bisa karena Songjin yang dengan protektif menyembunyikan wajahnya.

“Gwaenchana~” Songjin menjawab lirih, tapi sepertinya Kyuhyun terlalu panic hingga tidak mendengar apa yang Songjin katakan.

“ya~ Songjin! Kau kenapa? Songj—“ Songjin mengangkat wajahnya tiba-tiba. Setengah rambut panjangnya, menutupi wajah miliknya hingga ia terlihat menakutkan.

Kyuhyun terlonjak kebelakang. Terkejut, “Yaaa!”

“aku bilang, Gwaenchana! Huh!”

“aku tidak dengar.” Kyuhyun berdecak.

“dasar tuli! Bersihkan telingamu!”

“dibersihkan sesering apapun aku akan tetap tuli kalau kau terus-terusan berteriak seperti itu ditelingaku!” erang Kyuhyun tidak terima. “ya, jangan seperti itu!” Kyuhyun mencolek lengan Songjin saat gadis itu kembali membenamkan wajahnya.

“aku ngantuk. Cepat selesaikan makanmu. Ayo pulang.” rengek Songjin membuat Kyuhyun berdecak kesal.

“aku belum selesai makan. dan aku belum kenyang. Lagipula kita baru sampai. Kau ini kenapa?”

“kubilang kan aku ngantuk. Ayolah, kita pulang saja.”

“kalau kau mau pulang, pulang saja sendiri sana. Aku masih ingin makan! sana! Hus hus!” Kyuhyun mengibaskan tangannya asal membuat Songjin mendesah kesal. “Ish!”

Cho Songjin’s side

Kyuhyun kembali berdehem. Aku tahu dia sengaja melakukan itu hanya untuk membuatku tidak nyaman dengan tempat tidur dadakanku. Meja makan.

Dia itu makan seperti kuda nil saja. sejak tadi tidak selesai-selesai. Aku mau saja mengingatkan tentang bahaya makan malam kepadanya. Tapi kalau harus kembali pada percakapan tentang tubuh yang membengkak karena mengandung itu…. tidak. sepertinya tidak perlu.

Membuatku berfikir siapa yang harus disalahkan jika hal itu benar terjadi? kepadaku? dia benar-benar berfikir kalau suatu saat nanti, entah itu kapan, kami benar-benar akan memiliki anak?

Maksudku—kami? Aku dan dia? Ish! Aku heran kenapa dia tidak ada malunya sedikit pun membicarakan hal ini kepadaku?

“ehem…” Kyuhyun berdehem lebih keras. sebisa mungkin aku tetap pada posisiku dan tidak terlalu menggubrisnya.

“aku tahu kau tidak tidur. Aktingmu itu buruk.” Ucapnya mencela. Selalu mencela dengan semua yang kulakukan. Seperti tidak pernah ada benarnya sedikitpun.

Ya aku tahu. aktingku buruk. Dan aku harus belajar banyak darimu. Raja acting sedunia, Cho Kyuhyun setan raja raja setan!!

ngg….Songjin, apa kau ingat… G…Gyuwon?” ujar Kyuhyun menggantung.

Tiba-tiba saja aku langsung merinding dan jantungku berdegup kencang. Dia Berhasil seratus persen membuatku mengangkat wajahku. “ya. Lee Gyuwon Eonni, mantan pacarmu itu kan?” kataku nyaris terbata. Entah kenapa aku tidak pernah suka jika Kyuhyun mulai mengungkit nama itu.

Kyuhyun memutar matanya Jengah, “iya.. Lee Gyuwon yang itu.”

“kenapa?” tanyaku penasaran. walau malas.

“Siwon Hyung memperkerjakannya, menjadi Asisten Pribadinya untuk—“

“Mwoya?”  aku mendelik. Rahangku terjatuh seketika. Siwon Oppa? Aisisten Pribadi?

“i..iya. kau kan tahu asisten Pribadinya mengundurkan diri, lalu beberap—“

“yayaya aku tahu itu. tapi bagaimana bisa?” bagaimana bisa Gyuwon Eonni kembali masuk kedalam lingkaran kami? Jujur saja aku tidak pernah suka dengan wanita itu, apalagi setelah dengan mudahnya dia mencampakan Kyuhyun untuk pria lain yang bahkan tidak lebih baik dari Kyuhyun. merendahkan diri saja!

“dia melamar tentu saja. melamar kerja diperusahaan. Kalau tentang informasi lowongan itu dia tahu dari mana aku tidak tahu. tapi yang jelas Siwon Hyung bilang—“

“dia melamar kerja? Diperusahaan?” aku memotong perkataan Kyuhyun lagi. “bukannya dia sendiri punya perusahaan Properti?”

Kyuhyun mengangguk, namun lalu menggeleng membuatku bingung, “kau tidak akan percaya mendengar ceritaku. Ini benar-benar mengejutkanmu. Aku juga begitu awalnya tadi. jadi, orang tua Gyuwon ternyata sudah meninggal setel—“

“meninggal?” aku memekik. Kyuhyun berdecak, “Ya ampun Songjin! jangan potong kalimatku terus! Dengar dulu!!” protesnya kesal.

“iya iya maaf…. Lalu?”

Kyuhyun melirikku dari ujung matanya. Ia tampak kesal, namun lalu kembali melanjutkan pembicaraannya, “orang tua Gyuwon meninggal karena kecelakaan beruntun di Jepang. Satu tahun yang lalu. dan setelah itu, perusaahannya diambil alih oleh orang kepercayaan ayahnya. Semacam manipulasi data dan memutar balikan kondisi. Dan bodohnya lagi, Gyuwon tidak mengerti tentang hal semacam itu karena selama ini dia tidak pernah mau ikut campur urusan perusahaan sedikitpun. Jadi saat hal itu terjadi, semua benar-benar lenyap seperti pasir. Dia kehilangan semuanya. Harta bendanya habis. Tidak ada yang tersisa selain rumah yang akan disita oleh bank dalam waktu dekat.”

Kyuhyun menarik nafas untuk mengisi rongga paru-parunya lagi, setelah pasokan oksigennya hampir habis. Dan aku hanya bisa melongo diam tanpa berucap sepatah katapun. Aku pikir hal seperti itu hanya bisa terjadi di film-film saja. tapi ternyata ada kisah nyatanya. Ya Tuhan, kasihan sekali Gyuwon Eonni!

“Gyuwon butuh penghidupan. Tentu saja. dia tidak bekerja selama ini. pendidikannya harus terhenti sementara karena kondisi financial yang sedang tidak bagus.”

Aku mengangguk. Aku tahu Gyuwon Eonni wanita yang sangat cerdas. kudengar dia sedang melanjutkan S2 nya di Todai University, Jepang.

“lalu apa sekarang dia baik-baik saja? maksudku—kondisinya, sepertinya terdengar kacau.” Tanyaku bersimpatik.

Tadi mungkin aku membencinya, tapi setelah mendengar berita ini, malah membuatku jadi benar-benar kasihan dengannya.

“kau tahu dari mana?”

“kan kubilang tadi, Siwon Hyung yang memberitahu.” Kyuhyun bicara dengan oktaf yang semakin meningkat. “dan tadi aku menemuinya.” Lalu melanjutkan kalimat tambahannya dengan cara sebaliknya.

Membuatku merasa kesal, dan ingin bereriak tidak terima karena Kyuhyun melakukan pertemuan dengan Lee Gyuwon diam-diam. Dibelakangku.

Mnaksudku—ini Lee Gyuwon. Seorang mantan pacar? Apa aku harus diam? Tapi rasanya egois juga mengingat nyata wanita itu sedang dalam kondisi yang tidak baik.

Hatiku kini seperti terbagi menjadi dua. Setengah Pro terhadap apa yang Kyuhyun lakukan, karena Gyuwon Eonni pasti sedang butuh seseorang dalam menghadapi masalahnya ini.

Dan setengahnya lagi kontra, karena aku tidak terima suamiku bertemu dengan mantan pacarnya lagi. apapun itu alasannya, statusnya kini sudah berubah dan dia sudah menjadi miliku. Begitupun denganku. jadi harusnya, hal-hal rawan seperti ini dihindarinya!

“kau menemuinya?” kataku mengulang pelan. Kyuhyun mengangguk. Dia masih sibuk dengan makanannya dan tidak menyadari suasana hatiku yang tengah berubah kacau.

Khas seorang Cho Kyuhyun yang tidak pernah peka.

“apa dia tahu kalau kita…..sudah—“

“ya, dia tahu. Siwon Hyung sudah memberitahukannya beberapa saat yang lalu.”

Tiba-tiba saja aku merasa mendapatkan dopingan energy lagi, “lalu?” tanyaku berubah antusias. Tapi Kyuhyun malah mengeryitkan dahinya, “lalu?”

“lalu apa reaksinya?” tandasku geram. Dasar pria setan bodoh! Begitu saja tidak mengerti!

“ya… dia senang. Dan sedikit tidak menyangka kalau pada akhirnya kita akan menikah. Dia pikir kau akan berakhir dengan Siwon Hyung. haha—“

Aku mengangguk, membenarkan. “benar. sama sepertiku, dulu juga aku berharap seperti itu.”

Kyuhyun menenggak orange Juice nya hingga tandas dan membersihkan mulutnya dengan kain serbet, “dia berfikir. Bukan berharap. Itu beda. Cerna kata-kataku dengan benar!” sahutnya galak.

“ya maksudku seperti itu. sama saja kan? Ish!”

Kyuhyun malah membersihakn mulutnya lagi dengan serbet dan menyeret serbet itu kesegala arah diwajahnya, lalu meletakan kain tak bersalah itu sembarang dan bangkit. “ayo pulang!” perintahnya ketus.

Ya tuhan, suasana hatinya itu seperti wanita yang sedang mengandung saja. naik-turun dengan sangat cepat! Membuatku lelah sendiri menghadapi tingkahnya.

217 thoughts on “Missing [Part 2]

  1. Pernikahan sama sahabat memang terdengar menyenangkan, karna selain udah saling kenal. Pernikahan mereka akan seru, karna mereka adalah sahabat. Tp jg akan banyak kecanggungan yg terjadi. Jadi pasti menarik 😁.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s