Until You’re Mine [Part 3 Of 3]


Until You're Mine Photo

Author : GSD

Title  : Until You’re Mine [3 of 3]

Cast : Cho Kyuhyun, Han Hye Jin, Park Eun Hye, Kang Eun Soo, Kim Kibum, Lee Sungmin

Genre : Romance

Rating : PG 13

Length : Chaptered

“Ketika banyak orang mengatakan bahwa, kau tidak pernah akan tahu apa yang kau miliki sampai hal itu menghilang darimu, kurasa itu salah. Sejujurnya, kau tahu apa yang kau miliki. Kau sadar kau memilikinya, kau hanya tidak pernah menyangka bahwa hal itu akan menghilang darimu. Kau tidak pernah benar-benar menghargai keberadaannya, sampai pada suatu titik, hal itu lenyap darimu. Dan kau tidak bisa berbuat apapun untuk mempertahankannya, karena kau juga sadar bahwa menyimpannya bersamamu, hanya akan membuatnya semakin ‘rusak’..”

–Cho Kyuhyun

“sekarang, aku hanya ingin kau membuka hatimu lebar-lebar dan melihat lagi kedalamnya. Siapa orang yang benar-benar kau cintai. Siapa yang berada didalam sana? Aku? atau Park Eun Hye? kau tidak bisa memiliki keduanya secara bersamaan, kau tahu itu! kau harus memilihnya!”

–Han Hye Jin

 

 

Author POV

“Chukae!!!” serbu Hye Jin langsung saat namja bertubuh tinggi itu baru saja keluar menutup pintu kaca hitam besar dibelakangnya. Tanpa basa-basi, ia langsung merengkuh Tubuh Kyuhyun tanpa ampun. Sangat erat.

“Chukae! Chukae! Chukae!!!” pekiknya tertahan berkali-kali. Membuat Kyuhyun kelimpungan dan merasa tidak enak, lalu tersenyum kecut pada sekitarnya yang tengah memandangi dirinya dan gadis didalam pelukannya dengan pandangan penuh tanya mereka.

Ani, bukan hanya penuh tanya melainkan geli dan sebagian dari mereka bahkan ada yang langsung menyemburkan tawa renyahnya seketika.

“Hye Jin, sudahlah, berhenti.. kau baru saja membuat tontonan Gratis disini… kkk~” bisik Kyuhyun pelan, tepat ditelinga Hye Jin.

Hye Jin yang sejak tadi tidak menyadari apa yang terjadi, langsung melepas rengkuhannya dan langsung memandangi sekitar, malu-malu. Semburat merah menghiasi wajahnya.

Kini, malah Kyuhyun yang sedang bersusah payah menahan tawanya melihat Hye Jin yang seketika menjadi kikuk.

Cup~

Tubuh Hye Jin semakin membeku saat Kyuhyun tanpa diduga mendaratkan kecupan ringan pada bibirnya kilat.  Seakan terjadi pesta kembang api yang meriah, saat hal yang tidak pernah terjadi selama dua tahun kebersamaan mereka memenuhi hati Hye Jin.

gomawo” bisik Kyuhyun teramat pelan hingga hanya dirinya dan Hye Jin lah yang dapat mendengarnya.

Cup~

.

.

Cup~

Dengan cepat Hye Jin menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya saat Kyuhyun hampir mendaratkan kecupan untuk kesekian kalinya. “sekarang kau yang memberikan tontonan Gratis! Kau tahu?!” dengusnya sebal, tanpa mengurangi perasaan bahagia yang membuncah, yang entah bermuara dari mana.

“apa…” Kyuhyun berucap pelan sambil memajukan wajahnya kembali mendekat. Membuat Hye Jin reflex memundurkan tubuhnya “kita harus melakukannya ditempat tertutup??” lanjutnya menggoda

“Yaaa! kau—dasar!!” telunjuk Hye Jin langsung mengarah pada hidung mancung milik Pria bermarga Cho disana, diotaknya telah banyak kutukan yang hanya ditujukan bagi Kyuhyun. namun semua itu sama sekali tidak bisa keluar dari mulutnya entah mengapa.

Merasa dapat membuat gadis yang sudah hampir satu minggu ini bersikap tak wajar dan membuatnya bingung sendiri, membeku disegala tubuhnya, Kyuhyun terbahak dengan puasnya. Merasa telah menjadi pemenang dalam yang sebetulnya tidaklah pantas disebut kompetisi.

Tawa renyah pasangan tersebut terhenti saat sosok tak asing tiba-tiba saja muncul dihadapan mereka.

“Eun Soo…”

“annyeong” lambaian tangan kaku menjawab keterkejutan Kyuhyun dan Hye Jin.

Seakan mengerti dengan hal yang akan terjadi setelahnya, Hye Jin perlahan melangkah Mundur, “Kyu… kutunggu di Breadstick, ne?”

“apa kau tidak bisa disini saja? ini hanya sebentar” tukas Kyuhyun seakan tidak rela saat gadis kurus itu perlahan menjauh.

Hye Jin menggeleng pelan, “karena hanya sebentar, jadi aku tunggu di Breadstick saja, eo?”

“tapi aku—“

“waktumu hanya lima belas menit, Tuan Cho! Lewat dari itu kutinggal!” ancam Hye Jin membuat Kyuhyun terkekeh dalam anggukannya.

“arrasseo!”

 

Eun Soo tersenyum tipis saat kedua mata tersebut bersiborok dengan sengaja. Hye Jin yang biasanya selalu memamerkan senyum lebarnya kepada siapapun, kini hanya menyunggingkan senyum diujung bibirnya saja untuk Eun Soo lalu pergi melesat begitu saja.

Alih-alih beralasan pergi, gadis berambut panjang itu kini malah terdiam dari balik semak-semak.

Seperti pencuri saja aku ini. gumam Hye Jin dalam hatinya sambil terus mengamati objek jauh dihadapannya secara diam-diam.

Masih terus melanjutkan aktifitasnya, walau pemandangan disana sudah terlihat tidak bersahabat dikala sosok disana tengah merengkuh tubuh Mungil didepannya lalu perlahan mengecup lembut kening mulus itu sangat lama.

__ __

Hye Jin berdecak sebal pada sosok yang baru saja memuncul didepan wajahnya satu detik yang lalu. matanya langsung mengarah pada jam tangan bermerak pemberian Kibum sebagai hadiah ulang tahun, satu tahun yang lalu.

Walau kyuhyun mengerti segala kutukan itu mengarah padanya, pria itu tidak terlalu menggubirisnya dan hanya menyandarkan tubuhnya pada punggung Sofa. Membuang lelah, mengatur nafas yang memburu.

“bahkan aku setengah berlari untuk sampai kesini. dasar” gumamnya geram.

“tiga puluh dua menit! Kau melanggar janjimu. Kau lebi—“

“Tsk, apa itu juga perlu dipermasalahkan? jangan dibesar-besarkan! Berlebihan!” desah Kyuhyun Jengah.

Tanpa disangkanya, Hye Jin yang semula dipikir akan memuntahkan segala kekesalannya seperti biasa, kini malah terkekeh geli, “aniya.. aku hanya bercanda. Wajahmu itu lucu sekali kalau sedang kesal begitu! hihihi!!” dengan santainya, dua tangan Kurus Hye Jin mengarah pada pipi gembil Kyuhyun dan menariknya berlawanan arah.

“y—ya! yayaya!!” Kyuhyun menghempaskan pengganggu itu dari wajahnya lalu menggosoki pipinya yang tengah memerah. Membuat sebauh warna yang kontras diatas kulitnya yang begitu putih.

“sepertinya suasana hatimu sedang bagus? Eo?” tanya Kyuhyun penuh dengan sindiran didalamnya setelah memasukan satu potong tiramisu cake kedalam mulutnya.

Matanya dengan teliti menelusuri wajah Hye Jin yang tampak sangat bersemangat, membuatnya kembali mendesis tidak jelas. tidak habis pikir dengan mood yang bisa begitu mudahnya naik dan turun.

“aku senang!” seru Hye Jin ditengah kunyahan nasi goreng Seafood-nya.

“karena?”

“tentu saja kelulusanmu!!”

“aish~ sudah kubilang berapa kali kalau aku belum tentu akan lulus. Tadi itu kan baru sidang ujian Skripsiku. Belum ada keputusan apapun!”

“tetap saja, Universitas pasti akan meluluskanmu. Tidak mungkin mereka mengabaikan mahasiswa berprestasi sepertimu, iya kan?”

Kyuhyun langsung memarekan seriangaiannya sebagai jawaban akan kalimat berunsur pujian, lontaran Hye Jin. tanpa mengurasi rasa bimbangnya dengan hal yang akhir-akhir ini terasa memusingkannya, toh, sekarang ia tampak senang hanya dengan pujian singkat itu.

__ __

“oppa…”

Kyuhyun membulatkan matanya lebar-lebar untuk kesekian kalinya. Sekian kali setelah gadis dengan marga Han ini memberikan berbagai kejutan untuknya.

“m—mwo?kau panggil aku apa tadi?

“wae? Bukankah kau sendiri yang memintaku untuk memanggilmu oppa? kenapa sekarang malah kau sendiri yang terlihat aneh begini?” sembur Hye Jin tidak terima setelah ‘kerja kerasnya’ berujung tak menyenangkan.

Sedangkan Kyuhyun sendiri masih menambah kerutan pada keningnya tidak mengerti, mengingat kembali berbagai hal yang terjadi belakangan ini, “ada apa denganmu sebenarnya sih?” timpal Kyuhyun kemudian. Curiga.

Ia bahkan mmenjauhkan tubuhnya beberapa jengkal dari Hye Jin yang semula dengan satu tangannya, memeluk gadis tersebut protektif.

Matanya, masih dengan gesit menelusuri seluruh tubuh gadis berkaki jenjang itu hingga pada akhirnya ia menyerah sendiri, “katakan, kali ini apa kesalahanku?”

Sadar akan usaha membuat suasana menjadi lebih ‘manis’ terasa sia-sia, Hye Jin mendesah putus asa sambil beranjak dari duduknya, mengambil sling bag nya yang tadi diletakan disalah satu bangku kosong pada ruang tamu kediaman keluarga Cho, lalu kembali pada posisinya. Lebih mendekat pada Kyuhyun.

Pekikannya kembali terdengar setelah ia meneliti buku Jurnalnya, “omo! ya! Kyuhyun-ah! Besok kau ulang tahun?”

mwo? Benarkah?” sahut Kyuhyun ikut merapat dan mengamati kalender kecil didalam buku Jurnal tersebut. anggukan singkat beberapakali menjawab pertanyaan yang tadi ditujukan untuknya.

“astaga, aku hampir lupa!”

“aku sendiri saja lupa.” Balas Kyuhyun acuh dan kembali menyandarkan tubuhnya santai disofa mahal super empuk berwarna cokelat disana. “tidak penting” timpalnya.

Hye Jin segera membereskan kembali buku-bukunya setelah les privat singkat yang satu jam lalu Kyuhyun berikan bagi Hye Jin, mengingat Nilai gadis tersebut semakin mengkhawatirkan saja.

Bayangkan saja, tiga kali mengikuti ujian ulang, tetap saja nilai pada beberapa mata kuliahnya masih belum juga meningkat. Ini usaha terakhirnya, begitu yang Kyuhyun ucapkan pada awal pembelajaran mereka.

Dan kalau sampai nilai amburadul itu kembali muncul, mau tidak mau Hye Jin harus mengulang kelasnya pada semester sebelumnya sambil terus berjalan melanjutkan kelasnya yang baru. Itu akan semakin menyulitkannya saja.

Disaat Hye Jin sendiri yang sudah terlihat menyerah dengan segala ‘kesulitannya’ Kyuhyun-lah satu-satunya orang yang masih memberikannya dorongan. ‘aku tidak mau punya pacar bodoh’ begitu yang selalu diucapkannya, dan tentu saja hal ringan itu tidak pernah gagal membuat Hye Jin kelimpungan.

“ya~ kita masih belum selesai. Mau kemana kau?” tanya kyuhyun langsung saat Hye Jin tengah sibuk menumpuk berbagai buku-bukunya.

“pulang! besok kau ulang tahun!!” seru Hye Jin riang.

“…lalu? apa hubungannya? Masih banyak yang harus dipelajari! Kau bahkan masih belum mengerti bagian ini!!” omel Kyuhyun sambil menunjuk-nunjuk modul matematika lanjut milik Hye Jin.

“aku sudah pusing, Kyuhyun-ah! Kepalaku sudah mau pecah! Lebih baik sekarang aku pulang, lagi pula ini masih sore.”

“karena ini masih sore, kita masih memiliki banyak waktu untuk mempelajari ini semua!”

“salah! Karena ini masih sore, aku masih memiliki waktu untuk membeli hadiahmu!!”

Cho Kyuhyun POV

“salah! Karena ini masih sore, aku masih memiliki waktu untuk membeli hadiahmu!” sanggah Hye Jin cepat disela paksaanku untuk kembali meneruskan jam belajarnya. Ia bahkan sudah merapihkan seluruh buku-buku dimeja. Ia tampak begitu tergesa-gesa.

Aku tahu besok ulang tahunku. Lalu memangnya kenapa? aku tidak butuh kado-kado atau semacamnya. Maksudku—aku sudah memiliki segalanya disini. sudahlah, itu tidak begitu kupikirkan lagi.

Satu-satunya yang kupikirkan hanyalah bagaimana meloloskan gadis berotak kapasitas rendah ini, dari lingkaran setan nilai kacaunya. Nilainya itu.. benar-benar kacau!! Kau tahu… aku tidak pernah menemukan manusia sebodoh dirinya.

Bagaimana bisa dia mendapatkan D pada tiga mata kuliah utamanya, satu E, dua C dan hanya mendapatkan satu B. nilai terbaiknya hanyalah B. dan itu pada matakuliah yang tidak begitu penting.

Kemana pergi otaknya itu? ada apa dengannya akhir-akhir ini? seumur hidupku, aku tidak pernah melihat nilainya jadi begini hancurnya, karena selama ini memang nilainya tidak pernah berantakan. Tidak seperti ini.

Itu tentang pendidikannya, lalu mengenai perilakunya belakangan ini, dia juga tampak sangat berbeda. Tidak ada lagi lenguhan-lenguhan kesalnya saat aku terlambat datang menjemputnya. Atau saat aku terlambat datang ketempat dimana kita sudah melakukan janji sebelumnya. Tidak ada lagi seringaian menyeramkan untukku saat aku tertangkap basah sedang bersama dengan Eun Hye atau gadis lain. Biasanya, seperti bom, dia akan langsung meledak dan menganggap aku sedang bermain mata dibelakangnya, Cih!

Tidak ada lagi ocehan-ocehan menggelikan yang biasanya membuat telingaku hampir tuli. Semua berbeda. Bukannya aku tidak suka. Seperti mata koin yang memiliki dua sisi, ini dapat kusebut sama. Aku jadi lebih nyaman tanpa ‘gangguannya’ itu, dan dengan sikap manisnya selama ini… harus kuakui aku juga menyukai yang satu itu. dia jadi tampak lebih dewasa dan err… menggemaskan?

Disisi lainnya, aku merasa canggung dengan sikap yang sama. Aku merasa aneh ketika dalam satu hari saja tidak mendengar teriakannya melewati telingaku. Tidak ada larangan-larangan konyol saat aku melakukan hal-hal yang menurutnya selama ini dianggapnya salah.

Seperti ada yang kurang…entahlah. Aku juga bingung kalau harus disuruh memilih, lebih menyukai sisi yang mana.

“Hye Jin…” panggilku lagi, dia benar-benar tidak memerdulikanku! Maskudku… dirinya! Nilainya! Hancur! Astaga!!

“Tsk, terserah kau sajalah” ungkapku menyerah, lalu menyambar kunci motorku. “ppali!”  desakku. Matanya seketika membulat

“mwo?”

“kau mau apa?”

“tck, jangan berakting lagi. ppali!! Bereskan barang-barangmu kalau kau ingin pulang sekarang!”

“ah.. aku bisa pulang sendiri!!”

Kusapu seluruh wajahnya dengan pandangan malasku. Jengah, kesal, entahlah..

“benar. aku  bisa pulang sendiri. dan lagi aku harus mampir kerumah Sungmin oppa dulu ssebentar. Kau pasti akan bosan menungguku nanti!”

arra! Kalau begitu, pergi sekarang!” timpalku cepat dan mengembalikan kunci yang sedari tadi telah kugenggam sembarang, keatas meja.

Kulihat Hye Jin membeku sesaat seperti terkejut, namun dengan cepatnya ia tersadar dan tersenyum. Canggung. Kenapa? apa dia terkejut saat aku begitu saja mempersilahkannya pergi?

Aku sudah tahu taktiknya. Apa dia pikir dia bisa membuatku cemburu hanya dengan membawa embel-embel Sungmin Oppa.. Sungmin Oppa. Cih! kekanakan!

Aku memang tidak pernah suka ketika gadis ini sudah mengangkat-angkat oppa kesayangannya itu dan seperti melupakanku begitu saja. tapi aku juga tidak bodoh, bukankah itu yang diinginkannya? Melihatku terbakar dengan rasa cemburuku sendiri. aish~ aku bukan namja bodoh Han Hye Jin. aku tidak akan melakukan hal itu dengan mudahnya! Enak saja menurunkan harkat martabatku saja.

palli! Kau bilang mau pulang? kenapa masih disini saja? sudah sana pergi! Hus hus!” kukibaskan tanganku berkali-kali, membuatnya langsung memberikan kutukan kesalnya padaku ditengah perjalanan pulangnya.

Han Hye Jin POV

Aku kembali menatap sekelilingku. Semua terasa sangat lengkap dan beres sekarang. seluruh dekorasi yang kusiapkan sendiri sejak kemarin, kepulanganku dari rumah Kyuhyun.. mungkin ini adalah hal ter-kilat yang pernah kulakukan selama ini.

Terkilat dan paling serius sepanjang dua puluh satu tahun masa eksistensi hidupku.

“ada lagi yang kau butuhkan?” salah satu dari beberapa pelayan Breadstick menghampiriku. Aku menggeleng sambil memberikan senyumanku kepadanya.

Kupamerkan dua ibu jariku, menandakan, segalanya telah sempurna sekarang. aku sengaja menyewa Breadstick. Café kecil yang berada didekat kampusku selama beberapa jam. Karena kupikir tempat ini menyimpan begitu banyak cerita bagi kami.

Bukan hanya bagiku dan Kyuhyun saja namun tentang aku bersama seluruh teman-temanku, dan Kyuhyun yang juga bersama dengan kawanannya. Kami biasa dan terlalu sering menghabiskan waktu kami disini, hingga pelayan disini pun sudah hafal diluar kepala dengan wajah-wajah kami.

Kusewa pada tengat waktu cukup malam, karena kukira, malam adalah waktu yang tepat untuk melakukannya. Dan mengingat tempat ini selalu sangat ramai dipenuhi oleh banyaknya pelajar-pelajar yang bersantai, rasanya aku terlalu jahat kalau harus merampas waktu senggang yang jarang mereka miliki itu.

“itu Kyuhyun!” seru Eun Soo tiba-tiba, memecah konsentrasiku. Kulihat Kyuhyun baru saj aturun dari mobiln yang ia parkirkan dibahu jalan.

Aktifitasku pada beberapa lembar kertas diatas meja langsung kuhentikan. Dengan segera, kumasukan lagi lembaran-lembaran itu asal, kedalam tas map-ku.

“Hye Jin.. kurasa..apa sebaiknya…tidak engg…” Eun Hye Eonni terlihat begitu canggung bicara kepadaku.

Aku tahu alasannya bersikap seperti itu karena aku memintanya membawa kue ulang tahun Kyuhyun. teorinya, memang seharusnya aku saja yang menyodorkan itu kepada Kyuhyun saat pertama kali pria itu membuka pintu.

Tapi aku tidak akan bersikap egois dengan mengunggulkan diriku saja disini, sedangkan disekitarku, bukan hanya diriku saja yang begitu menyayangi Pria titisan setan itu.

Aku sudah menyiapkan seluruh acara ini dengan sepihak, dan tidak membolehkan siapapun ikut campur dalam urusanku. Kurasa itu sudah cukup untuk ber-egois ria disaat banyak yang memohon padaku untuk membiarkan mereka membantuku, menyiapkan segalanya.

Kuberikan aba-aba pada semua yang berada disini untuk besembunyi seperti rencanaku sebelumnya. Aku sendiri cepat-cepat menyembunyikan diriku sendiri dibelakang rak pajangan berisi barang pecah belah.

Keadaan semakin hening. Suara dentingan lonceng, menandakan bahwa seeorang telah masuk kedalam café ini. kami semua dengan segera memunculkan keberadaan kami semua

“HAPPY BIRTHDAY!!!!” seruku bersamaan dengan yang lainnya.

Sungmin Oppa langsung memutar birthday proper, hingga berantakan mengotori tempat ini kesegala penjuru. Sedangkan kami semua masih berteriak riuh, membuat suasana semakin meriah.

Perlahan, Eun Hye eonni berjalan menghampiri Kyuhyun dengan kue dan lilin angka 24 menyala diatasnya.

Ekspresi Kyuhyun tidak dapat kugambarkan saat ini. ia terlihat bingung, juga terkejut. Dia juga tampak canggung dan masih ada berbagai ekspresi yang aku sendiri tidak dapat menggambarkannya.

“Chukae!” seru Eun Hye eonni, lalu menyodorkan kue ditangannya. “jangan lupa, permintaanmu!”

Kyuhyun sempat meliriku sesaat sebelum ia merundukan tubuhnya untuk meniup lilin tersebut. aku memamerkan senyum lebarku padanya sambil berkata ‘make a wish’ tanpa suara. Hanya dengan gerakan bibirku saja.

Tawa renyah serta kegembiraan lain bercampur menjadi satu saat Kyuhyun telah mematikan lilin angka disana dengan satu kali hembusan nafasnya.

Kami semua bertepuk tangan. Kyuhyun juga tampak sangat senang walau masih terlihat sedikit bingung. Mungkin bingung dengan sekitarnya? Atau terkejut dengan kepenampakan banyak orang disini?

Karena sebelumnya, aku menghubunginya dan bicara bahwa aku memintanya segera datang ke café ini karena ada yang ingin kubicarakan. Tidak sepenuhnya bohong sih, karena aku memang akan membicarakan sesuatu dengannya.

Aku dan sungmin Oppa bertukar pandang dan saling melontarkan senyuman kami masing-masing.

__ __

Kuhempaskan tubuhku pada ayunan rotan berbentuk setengah lingkaran dihalaman belakang tempat ini. semua orang sedang sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing sekarang. dan Kyuhyun tengah sibuk memandangi sekitar kami yang menampilkan pemandangan indah dengan berpendarnya  banyak lampu disana-sini.

“seharusnya kau tidak perlu menyiapkan seperti ini. aku tidak begitu suka keramaian, kau sendiri tahu itu” ujanya memecah keheningan kami.

“kukira seharusnya kau mengucapkan terimakasih untukku” sindirku kemudian.

Kyuhyun cengengesan sebelum akhirnya memberhentikan kerja dua buah matanya, dan berhenti pada mata kami yang bertemu.

“gomawo~” ujarnya lembut.

“seharusnya bukan hanya itu saja kalau kau benar-benar berterima kasih kepadaku!” lirikku tajam, “harusnya kau membeerikan potongan kue pertamamu untukku!” protesku kesal.

Dia ini, sudahtahu tradisi potongan kue ulang tahun pertama itu memiliki makna yang sangat luas, kenapa malah dengan entangnya dia memberikan potongan itu untuk Sungmin Oppa?

Aish~ yang benar saja! kalau dia memberikannya kepada Eun Hye eonni atau Eun Soo aku masih bisa sedikit menerima. Tapi ini? astaga… diam-diam menakutkan juga dia ini ternyata. Jangan-jangan selama ini…

“Cih!” decakan Kyuhyun terdengar amat sangat mengintimidasiku disini. sekarang. dia membuang wajahnya kearah lain dan menggelengkan kepalanya seakan ini adalah hal terkonyol baginya.

“sepotong kue berlapis cream gula dengan tebal hampir tiga centi itu akan menjadi lemak yang memenuhi setiap sudut tubuhmu nantinya. Kau sendiri yang tidak pernah mau memasukan apapun selain air mineral kedalam perutmu saat malam datang? Kau ini— Aish~~!!” runtuk Kyuhyun.

Dia kesal sendiri hanya dengan aksi protesku tentang kue potongan pertama. Aku tersenyum sendiri melihatnya begitu kesal. Entahlah, aku tidak pernah tahu kalau selama ini Kyuhyun menangkap hal-hal kecil seperti itu dariku.

“masih mau menyalahkanku lagi! kau ini benar-benar! aku ini hany—“

Kubungkam omelannya dengan kecupan kilatku. Tubuhnya seperti menegang. Terkejutkah? Dahinya membentukan banyak kerutan seakan ia sedang memikirkan sesuatu.

gomawo, Kyuhyun-ah. Gomawo” ucapku pelan saat wajah kami masih berjarak beberapa centi saja. aku masih bisa merasakan deru nafasnya yang perlahan kembali normal setelah sebelumnya, ia tampak seperti menahannya. Tidak tahu karena apa.

Aku kembali duduk pada ayunan rotan dibelakangku, seperti semula. Sedangkan Kyuhyun aku tidak mengerti kenapa sejak tadi ia merundukan kepalanya, seperti menyembunyikan sesuatu. Tubuhnya berguncang pelan.

Hanya ada dua hal yang dapat kusimpulkan saat ini. dia sedang menangis karena terharu, atau dia menertawakanku?

“Ya~” kutendang pelan kaki panjangnya dengan ujung sepatuku. Dia masih tak bergeming dan focus pada kegiatannya.

Suara kekehan yang terdengar sangat pelan. sangat-sangat pelan, membuatku sadar bahwa sejak tadi dia sedang menertawaiku. Sialan. disaat aku sudah terlalu percaya diri dengan mengiranya sedang tersedu, haru dia malah menertawaiku?!

“Yaaa!! Cho Kyuhyun!! apanya yang lucu?! Hentikan tawamu itu!!” bentakku seketika.

Kyuhyun, dengan wajah memerahnya karena terlalu banyak tertawa.. mungkin? Mengadahkan wajahnya, mendongak menatapku yang sudah berdiri dan berposisi lebih tinggi darinya.

“Tck, kubilang berhenti tertawa!! Aish!!”

Percuma saja aku menarik ulur pita suaraku panjang-panjang, toh dia tetap sibuk tertawa tanpa mendengarkan semua perkataanku.

arrasseo. Nikmati saja kebahagiaanmu itu. aku pergi dulu. aku lapar!” tukasku kesal dan berlalu.

Kejadian langka pun kembali terjadi saat sebuah tangan malah menarikku kembali dan membuatku nyaris jatuh terjembab di…. Pangkuan Kyuhyun?

Mwo??

Panic segera memenuhi tubuhku. Aku yang cepat-cepat ingin bangkit, malah ditahan dengan sengaja oleh Kyuhyun dengan tangan kekarnya yang menekan kedua bahuku.

“mau kemana? Disini saja dulu” pintanya membuatku membelakan mataku. Dia semakin menarikku lalu memasukanku kedalam rengkuhannya. Cukup lama, hingga membuatku semakin berfikir tentang apa semalam ia sempat terjatuh dari tangga? Atau salah memakan makanan?

Karena sebelumnya, sepanjang kehidupanku bersamanya, seorang Cho Kyuhyun tidak pernah menjadi semanis ini kepadaku. tidak pernah. Tidak. pernah.

Ini semakin menyulitkanku untuk melakukan apa yang sebetulnya ingin kulakukan dengan mengajaknya kesini.

__ __

Suasana saat ini masih sangat hening. Aku tidak tahu harus memulai dari mana untuk memulai percakapan, sedangkan Kyuhyun tampak sibuk dengan kemudinya.

Setelah kendaraan mewah ini sampai pada halaman rumahku, aku masih terdiam. Bukan karena aku takut, tapi karena aku tidak yakin dengan hatiku sendiri.

Tapi aku tetap harus mengatakan ini pada Kyuhyun. tapi bagaimana? Aku bingung!! >.<

“ehem..” aku membersihkan tenggorokanku sebagai permulaannya, lalu menoleh perlahan pada Kyuhyun yang ternyata, entah-sejak-kapan- sudah memperhatikanku. Membuatku semakin gugup.

“gom…goma..wo” ucapku tertahan.

Kyuhyun tersenyum dan mengacak rambutku, “aku yang seharusnya berterimakasih.”

Aku menelan ludahku sendiri. seketika tanganku terasa bergetar. Bukan hanya tanganku tapi sepertinya sekitarku pun begitu.

“Kyu… bisakah kita mampir ke Taman kompleks sebentar?”

wae? Apa ini tidak terlalu malam?”

“sebentar saja..”

Kyuuhyun menghela nafasnya sesaat lalu menginjak pedal gasnya dan membawa kendaraan ini maju perlahan.

Aku kembaloi menarik nafasku dalam-dalam. Setelah membersihkan segala pikiranku, aku menemukan titik tercerah didalam sudut kepalaku terdalam, aku menemukan kenyataan dan berbagai alasan bahawa aku, harus mengatakan ini kepadanya. Harus!

“Kyuhyun-ah, apa hari ini kau senang?” kutolehkan wajahku, dan memutar sedikit tubuhku untuk menghadapnya.

mm. Gomawo, Hye Jin.” ucapnya tulus. Aku membalas senyumannya dengan tersenyum kembali.

“…tapi.. aku masih tidak mengerti dengan satu hal” ucapnya menggantung.

“apa?”

“aku tidak mengerti kenapa saat itu bukan kau yang membawakan Kue ulang tahunku??”  tanyanya. “kau ini… pacar macam apa kau sebenarnya? Kkk~

Sepertinya dia benar-benar tidak mengerti karena raut wajahnya memang menggambarkan bagaimana pertanyaannya saat ini.

Aku tertawa pelan menjawabnya, “semua orang yang hadir tadi, adalah orang terdekatmu. Begitu juga dengan Eun Hye eonni. Sekuat apapun aku berusaha menyangkalnya, kalian memang memiliki sesuatu. Maksudku—kalian… sama-sama pernah memiliki sesuatu” jelasku. Member penekanan pada kalimat terakhirku.

“aku tahu bagaimana berartinya kau Untuknya. Dan aku juga amat sangat mengerti, arti seorang Park Eun Hye untuk dirimu”

Kyuhyun menjalarkan pandangannya mengitari seluruh taman. Seperti mencari sesuatu? Atau menghindari sesuatu?

Kutangkap salah satu tangannya yang bebas dan menggenggamnya erat. Mendekatkan diriku, padanya, “aku tahu, bagaimana kau masih belum bisa melupakan Eun Hye eonni. Aku sangat tahu itu. biarkan aku bicara dulu—“

Dengan cepat aku mendahuluinya yang terlihat akan memuntahkan banyak komentarnya akan ucapanku tadi. setelahnya, dia hanya diam, mengunci mulutnya, dan memperhatikanku dengan seksama.

“aku amat sangat tahu, bagaimana kau masih begitu mencintai Eun Hye eonni. Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat. Dan menuntutmu untuk melupakan sosoknya hanya dalam kurun waktu dua setengah tahun itu adalah kesalahan besar, karena itu tidak akan pernah berhasil. Dipandang dari sisi manapun tujuh tahun dengan dua setengah tahun tidak bisa dibandingkan begitu saja. dan aku sangat sadar, kalian memiliki berbagai ‘hal-hal’ indah yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh kehadiranku.”

Aku meremas tangannya sambil berusaha mengembalikan kembali air mataku. Aku tidak boleh menangis. karena kalau aku sudah menangis, aku tidak akan bisa menyelesaikan apa yang harus kukatakan kepadanya. Hal ini, harus kuselesaikan saat ini juga, apapun itu halangannya.

“seperti ucapanmu dulu, saat pertama kali kita bertemu, kau masih mencintai Eun Hye. lepas dari apapun yang telah ia perbuat kepadamu, kau masih mencintainya. dan sampai sekarang pun kau masih tetap mencintainya. benarkan?”

Aku diam. Sengaja menunggu jawabannya tapi Kyuhyun hanya mengunci mulutnya sambil menghujaniku dengan sorotan tajamnya.

“sampai kapan kau akan membohongi perasaanmu sendiri, Kyuhyun-ah? Mau masih begitu mencintainya!”

“dia masa laluku, Hye Jin..”

ne. ne. dia masa lalumu. Tapi dia tetap memenuhi masa depanmu. Dan akan terus memenuhi masa depanmu kalau kau terus seperti ini. sadarlah, Kyuhyun. aku bisa saja membantumu melupakannya, aku juga berusaha, apa kau tidak melihat bagaimana usahaku itu? tapi itu semua akan terasa sia-sia saja saat kau sendiri tidak berusaha melakukan hal yang sama dan malah terus mempersilahkan masa lalumu itu, menggerogoti masa depanmu. Ini tidak akan berhasil, Kyuhyun-ah. Kau seperti..kita.. tidak memiliki kerja sama yang baik dalam hal ini” ucapku parau.

Kyuhyun mendesis sinis, “kau akan meninggalkanku.” Ucapnya terang-terangan. Seperti dapat membaca pikiranku.

Ia memamerkan seringaian khas cibiran, seorang Cho Kyuhyun kepadaku. “kau barhutang janji kepadaku, kau lupa? Kau bilang kau akan berusaha sekuat tenagamu. kau akan membuatku melupakan semuanya. kau akan membantuku melupakan Eun Hye. kau akan membantuku membuang buku lamaku dan memberikan buku baru kepadaku untuk kembali ku isi dengan kisah yang lebih menarik.”

Kusembunyikan keterkejutan dalam rundukan kepalaku, mendengarnya. Membuatku terkejut karena ia bahkan mengingat setiap kalimat yang kuucapkan dulu. aku tidak mengatakan bahwa aku melupakan janjiku itu. hanya saja, aku tidak mengiranya kalau Kyuhyun akan mengingatnya begitu rinci.

“itu—“

“kau menyerah?”

“ne?”

Kyuhyun langsung menatapku geram saat aku baru saja mengadahkan wajahku, “kau menyerah! Ini bahkan belum setengah jalan. dan kau merasa lelah dengan semua ini?”

“bu..bukan!! bukan begitu!” elakku cepat. Siapa yang bilang aku lelah dengannya? Demi apapun aku tidak akan pernah lelah menghadapinya. Aku hanya ingin dia sadar dengan keadaan yang terjadi sesungguhnya.

“kau lelah, bersama denganku? apa.. aku begitu membosankan untukmu?”

“mwo?” sekarang, aku yang tidak mengerti dengan maksudnya. Membosankan untuknya? Kalau saja dia tahu, aku rela menghabiskan seluruh waktuku hanya untuk berdiam diri bersamanya disini selamanya, dia pasti menyesal pernah mengatakan hal itu kepadaku.

Kyuhyun melepaskan tanganku dan menutup wajahnya dengan dua telapak tangannya yang besar itu, “aku tidak tahu.. sepertinya Heechul Hyung benar.” gumamnya sambil mengacak wajah, juga rambutnya.

“maksudmu?”

“jawab dengan jujur, apa yang membuatmu lebih memilih bersama pria lain dibandingkan bersamaku? Aku tidak mengerti. Kau seperti.. terlihat begitu mencintaiku? Menyukaiku? Atau—entahlah apa itu. lalu sekarang, tiba-tiba.. kau membuangku. Begitu saja. dua gadis didalam hidupku, membuangku begitu saja utuk pria lain. Ini pasti kesalahan.” ocehnya tanpa henti.

Aku terlihat begitu mencintainya? terlihat? “aku benar-benar mencintaimu. Aku, benar-benar menyukaimu, Cho Kyuhyun. apa itu tidak terasa dengan jelas untukmu?”  tanyaku langsung setelah namja ini mengatupkan bibirnya.

“tidak pernah ada pria lain untukku selama ini. tidak sekarang, tidak juga nanti. Kau pikir aku melepaskanmu untuk pria lain begitu? aigoo~ apa aku terlihat begitu rendah dimatamu?” tukasku tidak terima.

Apa aku terlihat begitu murahnya dengan mudahnya meninggalkannya untuk pria lain? Yang benar saja! kalaupun aku akan menggantinya dengan pria lain, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, seperti kejadian yang pernah kutahu sebelumnya. Tapi biarpun begitu, aku tidak akan melakukan hal itu.

Untuk apa? Selama ini aku benar-benar merasa cukup dengan kehadiran Kyuhyun untukku walau aku juga harus menerima kenyataan bahwa aku harus rela membagi hatinya untuk orang lain.

“jangan berlagak bodoh begitu. aku tahu selama ini kau menyukai Sungmin Hyung.”

“mwo??”

“cih!”

“Ya~ jangan menuduh sembarangan seperti itu!!”

“aku tidak menuduh. Tapi aku tidak bodoh, Hye Jin! selama ini aku selalu memperhatikan hubungan kalian yang kurasa melebihi batas antara kakak- dan adik, tapi dengan cerdasnya, kalian menutupi semua itu dengan kalimat embel-embel, ‘dia sudah seperti Oppa-ku sendiri’..” tutur Kyuhyun beremosi. Mengucapkan hal tadi, dengan mimic yang dibuat-buat dan terlihat begitu menggelikan.

“kalau kau tidak bodoh, harusnya kau bisa melihat bagaimana aku mencintaimu, bagaimana aku selalu berusaha, membuatmu hanya menatapku, tanpa pernah berpaling pada gadis lain! dan kau tidak akan pernah memiliki pikiran sepicik itu!” ujarku bersusah payah. Menahan air mataku, namun sekuat apapun aku menahannya, toh sekarang air bening itu keluar satu persatu, secara beraturan. Semakin lama… semakin banyak kapasitasnya.

“bukan itu yang akan kubicarakn sekarang disini, Kyuhyun-ah. Jangan mencoba memutar balikan keadaan. Aku tidak ingin membicarakan ini kepadamu. Setelah ini, kau bisa bertanya sendiri apa saja yang kulakukan jika aku sedang bersama dengan Sungmin Oppa. aku, benar-benar mencintaimu, Kyuhyun-ah. Kau hanya perlu tahu itu. sekarang, aku hanya ingin kau membuka hatimu lebar-lebar dan melihat lagi kedalamnya. Siapa orang yang benar-benar kau cintai. Siapa yang berada didalam sana? Aku? atau Park Eun Hye? kau tidak bisa memiliki keduanya secara bersamaan, kau tahu itu! kau harus memilihnya! Jangan buat kami semakin menderita! Kau harus tahu bagaimana aku selama ini menahan sakitku saat aku menemukan kau selalu bersama dengannya! Kau terlihat begitu lepas, sedangkan ketika bersamaku, kau tampak terpaksa. Apa bersamaku terasa begitu membosankan bagimu, Kyuhyun-ah?”

Cho Kyuhyun POV

Tidak tahu lagi apa yang harus kukatakan. Hye Jin yang tadinya berbicara dengan lembut kepadaku, kini perlahan berangsur menaikan volume suaranya. Lengkap dengan air mata yang tidak pernah berhenti sejak tadi, dia terlihat benar-benar kacau saat ini.

Jika dia bertanya apa aku mencintainya, tentu saja aku akan menjawab dengan jujur bahwa aku juga mencintainya. Aku tahu, terkadang, aku membuat kekacauan. Ani.. ani, bukan kadang, tapi selalu membuat kekacauan. Tapi aku tidak pernah mengatakannya, bahwa aku benar-benar mencintainya.

Kalaupun selama ini aku merasa tidak suka melihatnya bersama dengan pria lain, bukankah itu dapat disebut suatu kewajaran? Dia gadisku! Apa aku tidak boleh marah ketika aku melihatnya nyaman bersama pria lain? Oh, ayolah~ aku sedang menurunkan harga diriku untuk mengakui bagaimana aku cemburu melihatnya bersama oppa kesayangannya itu. kenapa dia malah berfikir bahwa aku benar-benar menuduhnya berselingkuh?

“aku merasa bodoh memegang dengan erat sesuatu yang sudah terlihat dengan jelas hanya akan menyakitiku saja, tapi aku juga merasa bodoh kalau harus melepaskan hal menyakitkan itu, saat kenyataannya, hal menyakitkan itu adalah segalanya untukku.” Isaknya lagi. tubuhnya menegang. Ia bahkan menjaga jaraknya dariku. Seperti tidak ingin kami melakukan berbagai ‘kontak’ apapun lagi.

Dan hal menyakitkan yang dikatakannya itu… apakah itu aku? apakah bersamaku selama ini terasa begitu menyakitkan baginya? Bukankah dia sendiri yang berkata bahwa dia sangat bahagia saat bersamaku?

“aku benar-benar minta maaf Kyuhyun-ah… . aku tidak bisa menepati janjiku. Dan kurasa kau harus memikirkannya kembali. perasaanmu. Kita tidak bisa seperti ini terus.”

“aku.. mencintaimu Hye Jin” sahutku parau. Entah harus dengan cara apalagi mengatakannya. Dia sendiri tahu, aku bukanlah pria romantis yang bisa merangkai berbagai kata indah dan menjadikannya sebuah puisi.

Dia juga tahu, aku bukanlah pria yang bisa melakukan hal-hal romantis seperti impian para gadis. Dan mungkin impiannya juga selama ini. tapi aku hanya ingin dia tahu, bahwa aku akan mencintainya dengan caraku sendiri.

“aku tahu, kau mencintaiku.” Elaknya, “pertanyaannya adalah, seberapa besar kau mencintaiku? Berapa besar dibandingkan rasa cintamu pada Eun Hye eonni?”

Aku menelan ludahku sendiri saat pertanyaan itu kembali terlontar untukku. Aku tidak tahu harus menjawab apa, karena aku sendiri juga tidak pernah tahu jawabannya.

“kurasa kau membutuhkan waktu untuk memikirkan hal itu lagi, Kyuhyun-ah. Yang kau butuhkan sekarang adalah waktu. Dan aku, akan memberikan itu kepadamu. Rasakanlah itu lagi. kau… kau masih berarti segalanya untuku. Kau hanya… entahlah.. kukira kau tidak pantas untuk kupertahankan lagi.”

“tidak pantas?” semburku langsung dengan geram. Bicara apa dia ini?

“mempertahankanmu untuk terus berada disisiku, hanya akan membuatmu terkunci pada satu kotak saja. sedangkan jika kita tidak bersama, kau bisa menemukan rasa itu lagi. temukanlah rasa itu lagi. aku akan menunggumu sampai kau benar-benar mendapatkan itu kembali.”

Hye Jin menghapus air matanya asal dengan punggung tangannya. Sebanyak itu dihapus, sebanyak itu juga kembali mengalir.

Aku, tidak pernah bertemu dengan seseorang yang begitu suka menyakiti dirinya sendiri seperti ini. lihatlah.. semua orang pun akan langsung tahu bahwa ia tidak benar-benar mengatakan bahwa ia ingin berpisah denganku karena tanpa disadarinya, dia bahkan tidak bisa melakukan apapun tanpaku.

Dia masih begitu mencintaiku, lalu dia melepaskanku, hanya untuk memberikan waktu kepadaku, untuk sadar, dan menemukan perasaanku yang sebenarnya.

Entah ini hal bodoh, atau yang dilakukannya adalah benar. ini seperti dua sisi mata uang yang saling bertolak belakang. dan dia juga harus tahu bahwa aku tidak bisa melakukan ini sendiri. aku membutuhkannya.

Kenapa kau tidak bisa mengatakan hal itu kepadanya, Cho Kyuhyun?? Aish~ Bodoh!

“besok aku akan menyusul Kibum Oppa. aku akan melanjutkan pendidikanku di Amerika—“

“m..mwo??” itukah pemberian waktu yang dikatakannya? bukankah itu berarti pergi meninggalkanku? Maksudku—benar-benar meninggalkan! Benar-benar pergi!

Daya kerja otakku langsung berjalan dengan semestinya. Memutar ulang berbagai kejadian akhir-akhir ini yang kuanggap tidak wajar, lalu kini aku mendapatkan jawaban atas kebingunganku.

Dia seperti memberikanku banyak kenangan manis, lalu meninggalkanku untuk memikirkan bagaimana perasaanku kepadanya yang dianggapnya tidaklah nyata?

Dan pesta kecil-kecilan yang baru saja digelar, beralibi untuk merayakan ulang tahunku, adalah sebuah pesta perpisahan?

Entahlah.. bahkan bernafaspun terasa sangat sulit bagiku sekarang. aku tidak tahu harus bicara apa. Aku tidak tahu apa aku harus menangis, atau bersorak gembira karena kini aku bisa begitu bebasnya bertemu dengan Eun Hye yang selama ini dianggap Hye Jin sebagai saingannya.

Dan parahnya, Aku juga tidak tahu harus berbuat apa bahkan untuk merubah pikirannya, membuatnya paling tidak tetap disini. walau tidak bersamaku. Setidaknya, tidak benar-benar meninggalkanku karena itu akan semakin menyulitkanku.

Aku hanya menyeret kakiku yang terasa sangat berat menuju mobilku, meninggalkan Hye Jin begitu saja.

“Kyuhyun-ah!!” panggil Hye Jin lagi. lalu dalam hitungan detik, aku merasakan tubuhnya telah mendekapku.

Aku, lagi-lagi masih tidak tahu harus melakukan apa. Harus membalas rengkuhannya dan menyimpannya untukku sendiri? terlalu egois. aku tidak ingin menyakitinya lagi. aku sudah cukup egois dengan selalu menahannya untuk terus bersamaku, padahal dia sendiri telah sesak dengan semuanya.

“aku mengerti. Aku akan mecari kebahagiaanku, dan kau harus temukan kebahagiaanmu sendiri. tidak hanya pada hal-hal besar tapi juga pada hal-hal kecil yang terjadi disekitarmu” tuturku perlahan.

Tidak ada kalimat perpisahan tentang ‘semoga kau menemukan cinta barumu’ kerena aku tidak akan pernah rela ia membagi hatinya untuk siapapun.

Sekarang, Hye Jin benar-benar menangis sejadinya. Tanganku terarah mengusap belakang kepalnya, lalu punggungnya yang bergetar hebat dengan lembut. Kusisipkan wajahku dibalik lekukan leher jenjangnya, menikmati aroma yang sebentar lagi akan hilang dariku. Sampai waktu yang tak terbatas.

Ketika banyak orang mengatakan bahwa, kau tidak pernah akan tahu apa yang kau miliki sampai hal itu menghilang darimu, kurasa itu salah. Sejujurnya, kau tahu apa yang kau miliki. Kau sadar kau memilikinya, kau hanya tidak pernah menyangka bahwa hal itu akan menghilang darimu. Kau tidak pernah benar-benar menghargai keberadaannya, sampai pada suatu titik, hal itu lenyap darimu. Dan kau tidak bisa berbuat apapun untuk mempertahankannya, karena kau juga sadar bahwa menyimpannya bersamamu, hanya akan membuatnya semakin ‘rusak’..

Hari ulang tahunku. Aku tidak pernah menyangka kalau akan berakhir begini buruk.

Demi tuhan, ini Hari ulangtahun terburuk sepanjang hidupku.

2 Tahun Kemudian….

Author POV

“HYUNG!!!!!” teriakan nyaring seorang bocah mengusik ketenangan pagi seorang Cho Kyuhyun. tangannya meraba sisi kosong pada tempat tidurnya dan dengan sigap mencengkram incarannya.

Diletakannya banyak bantal diatas telinganya. Berharap dapat meredam suara bising, mengganggu itu.

Memang benar, namun seperti tak kehilangan akal, bocah berusia empat tahun itu merangkak naik walau dengan susah payah keatas ranjang king size milik pria bermarga Cho disana, dan menghempaskan bantal-bantal tersebut.

Ia lalu menarik nafasnya dalam-dalam, “HYUUUUUUNG!!!!” teriaknya lagi. membuat namja berkulit putih pucat itu langsung membuka matanya yang memerah. Menolehkan wajahnya pada Bocah ompong disana.

“HYUN GI!! LEE HYUN GI!!” bentak Kyuhyun sambil menyeringai galak pada putra semata wayang Cho Ahra, kakak satu-satunya.

Alih-alih ingin menakuti, Kyuhyun malah mendelik kesal saat Hyun Gi berdecak malas dan mengibaskan tangan didepan wajahnya. Tidak takut sama sekali.

‘Bocah setan!’ kutuk Kyuhyun dalam hatinya geram.

“Hyung!! ireona! Heebum.. dia sepertinya sakit! sejak tadi dia hanya tidur dikandangnya!!”

“dia hanya lelah karena terlalu keras bekerja, Hyun Gi! Biarkan dia istirahat dan Heebum akan kembali normal!!” sahut Kyuhyun terdengar ambigu. Membicarakan dirinya sendiri, atau sedang menasehati bocah disana?

“Hyung! tapi kau harus melihatnya sendiri!! Heebum juga terlihat sangat lemas!”

Hyun Gi kembali menarik-narik selimut tebal pelapis tubuh Kyuhyun sekuat tenaga. walau tetap gagal karena tenaganya yang tak seberapa.

“Heebum juga tidak mau memakan makanannya!”

“aish~ kalau begitu kubur saja hewan itu! dia sudah mati!” sambar Kyuhyun asal.

Tubuh mungil itu membeku seketika. “Hyung!!” . pertahanannya runtuh seketika. tangisannya kini pecah. Meremang saat rasa terkejut langsung memenuhi setiap denyutan jantung dan nadinya.

“huaaaa!! Eomaaa!!!” tangisnya tanpa ampun.

Secepat kilat, Ahra yang tengah sibuk dengan urusan dapurnya, melesat menuju sumber keributan. Matanya mendelik kesal saat melihat Hyun Gi tengah menumpahkan air matanya disamping pria yang bahkan tengah sibuk menari-nari dalam mimpinya.

“CHO KYUHYUN!!!!!”

__ __

“aish~ berlebihan sekali!” cibir Kyuhyun saat Hyun Gi lagi-lagi mengintip kucing Persia abu-abu peliharaannya yang sejak tadi hanya diam didalam kandangnya, tanpa melakukan hal-hal yang biasa ia lakukan.

“kondisi giginya bahkan lebih mengkhawatirkan dari pada kucing bodoh itu” Kyuhyun mencibir lagi, mengingat bocah ompong disampingnya, baru saja kehilangan dua gigi kelinci berstatus gigi susu.

Pandangan nanarnya lalu beralih pada sekitarnya, begitu banyak makhluk merana yang sibuk berkutat dengan berbagai hewan-hewan peliharaan mereka masing-masing. sama seperti Hyun Gi.

Kyuhyun lalu berdecak tidak habis pikir melihatnya, seumur hidup, ia tidak akan pernah tahu bagaimana rasa sesak memenuhi hatinya, seperti apa yang Hyun Gi rasakan saat ini.

“Heebum?” panggil salah seorang perawat dengan papan berjalan ditangannya. Hyun Gi seketika bangkit, “ne! disini!” serunya cepat.

“Hyung! kajja!”

mwo? Kenapa harus denganku? kau saja sendiri! kau kan pemiliknya!”

Hyun Gi meringsut, lebih mendekat pada Kyuhyun, “aku takut..” aku nya dengan tubuh sedikit bergetar.

“astaga, Lee Hyun Gi. Kau—yang benar saja?! yang akan diperiksa itu kucingmu! Bukan kau! kenapa jadi kau yang gemetaran begini sih?” perotes Kyuhyun tidak habis pikir. Mengamati bocah yang dengan satu tangan kecilnya, memeluk salah satu kaki Jenjang miliknya.

Kyuhyun mendesah kesal saat air wajahHyun Gi kembali berubah, “kau ini namja atau yeoja? Kenapa begitu cengeng?!” sinirnya.

Tidak sesuai dengan segala omelannya, pria itu melangkah lebih dulu memasuki ruang periksa, sedangkan sang pemilik urusan, mengekor dibelakangnya, takut-takut.

“anyeong!”  wanita dengan wajah berbalutkan masker itu menyapa dengan ramah. Matanya dengan jelas, langsung tertuju pada bocah yang sedang memeluk kucing persianya protektif.

Ia segera bangkit dan menghampiri Hyun Gi. Bocah ompong itu masih tampak sangat jelas begitu ketakutan.

“Heebum.. d..dia.. aku tidak tahu dia kenapa. tolong kembalikan Heebum-ku!” tangis itu pecah seketika.

Kyuhyun tampak jengah dengan pemandangan konyol dihadapannya. Mengingat betapa seringnya lelaki kecil ini mengeluarkan air matanya, ia hampir saja akan menyiapkan rok untuk keponakannya ini.

Dokter tersebut melepas maskernya dan memindah tangankan Heebum padanya, “biar kuperiksa dulu, ne?” ucapnya lembut dan ramah, lalu mengacak rambut Hyun Gi. Tersenyum lebar.

Kyuhyun yang semula menatap nanar keponakannya tersebut, kini membelakan matanya seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Keningnya berkerut seiring dengan gua kecil yang perlahan muncul karena rahang, yang terjatuh.

“…..? OMO! H—Hye Jin?”

Han Hye Jin POV

“biar kuperiksa dulu, ne?” ujarku menenangkan bocah menggemaskan yang sedang menangis tersedu didepanku. Dia terlihat begitu ketakutan saat mengucapkan seluruh rentetan kalimat pendeknya.

Membuatku terkesan dan sadar tentang bagaimana ia menyayangi makhluk hidup digenggamanku sekarang. anak pintar! Kuacak rambutnya sesaat dan terenyum kepadanya.

“…..OMO! H—Hye Jin?” suara familiar itu melintas lagi ditelingaku. Kali ini terasa begitu nyata hingga kudongakan wajahku, menghadap pada sumber suara.

“K—Kyuhyun?”

46 thoughts on “Until You’re Mine [Part 3 Of 3]

  1. Uwo uwo uwo…. Perpisahan Kyuhyun hyejin bener bner jleb. Kyuhyun harus peka! Hyejin udah jd dokter… Daaaaannnnnn… Bersambung ke sequel. Oke, segera aku baca deh 😉 ceritanya menarik bget

  2. aduuh gila knapa kyuhyun bodoh bangettt sih. pantes di tinggalin cewek mulu. jadi kesel banget sm kyuhyun disini. endingnya gantung sumpah greget. sequelnya nih harus dibaca

  3. Nemu ini di “my collection” pas baca part awal berasa udh pernah baca tp pas di part 2 sama part 3 nya huwaaaaaaa pengen nangis pas kyuhyun sama hyejin mau berpisan 😦 dan kayanya takdir mempertemukan mereka kembali ga sabar baca squelnyaaa .. Author selalu bisa bikin readernya penasaran ???? Waduuuuuuh semoga kyuhyun ga plin plan lagi di part selanjutnya ..

  4. Huwaaaaaa ini ending ngegantung begini 😦 ga ngerti deh sbnernya perasaan kyuhyun ke hye jin itu kayak apa duh -,-
    tapi aku tetep suka kapel kyujin-Kyuhyunsungjin” itu kapel terkeren sepanjang masa per ff’an 😀

  5. Kyaaaa baguuuss ceritanya..
    Maaf kak, baru komentar di part akhir soalnya keasyikan baca sampe lupa hehe (y)

  6. keasikan baca, smpe lupa komen hehehe
    Aaahhh, gemes deh sama Hyejin yg sabarnya klewatan >.<
    Dongkol jg sama kyuhyun, knp coba ky gt banget
    Geregetaaaannnn
    Sequelnya ga dilanjutin chingu??

  7. Jinjjjaaa ini udah finish?? Huaaaaa kak masih ngegantung.. Berharap ada sequel #puppyeyes .. Di part ini rasanya pengen nyekek kyu deh.,,masaa kyu jawabanny cman gtu doang,, kyk ngga mau mempertahankan gtu ihh.. Pas udaahh mau mwek2 eh part yg sedih abis di gantiin sama anaknya Ahra 😀 aa berharap happy ending dahh

  8. OMG /ala krystal/ haii kak aku readers baruu,, entah gimana pas search ff romance ketemunyaa ini… Kenalin aku Hana, readers baru yang paling unyu#eh.. Bangaptaa kak,,lain kli klo aku gaa sbuk aku sempetin liat2 blog nya yaa,kyaknya bnyak surga ff nih dsini hihihi aku masih sempet baca 3 doang nih.. Biasa orang sbuk mah /PD/ Jaljayooo kakk.. Salam kissseeuuuu /kabuuurrr

  9. Bener bner nguras emosi bgt, bngung hrus kesel ke siapa, kyuhyun yg cuek sma trus trusan ngeliat msa llu nya, atau hye jin yg jga mmbiarkan kyu dkt dkt sma msa llu nya, aigooooo..
    Eonni ini keren bgt, cerita nya ssah di tebak.

  10. Mau kyu~nya kek kau hyejin~nya sm2 bego deh…
    Yg baca ikut2 emosi,,
    Keren walau pd akhirny nggantung, kirain slsai d part ini..
    dae to the bak

  11. Gilaaaaa saya mewek lagiii T.T yang di taman bener2 menggugah emosi. Ini kyuhyun asli ambigu sekali, egois, mau di tinggal baru sadar, itu pun ga seratus persen >,< aku jadi emosi sekali baca ff ini hahahahahahha si kyuhyun bener2 keterlaluan

  12. hyun gi lucu & ngegemesin klo brhubungn dg haebum..tinggl kyu yg ksel ama tingkh bocah itu
    pertemuan kyu & hyejin yg kebetulan atau emang takdir tuk keduanya??
    will see……..

  13. bags deh hyejin pisah dari kyu . dari pada di sakitin terus … kan kasihan hyejin juga ..

    dh 2th kemydian jja .. tapi ga di sangka bakalan ketemu lagii .. tapi tu pertemuan ngegantung banget ya .. hahaha

    aq baca next sequel’a yaa..

  14. huwa,,,apaan neh,,,gmana,,apa kyu udah sdr dg perasaanya heum,,,woah hyejin sdh jd dokter y,,hoah chukae,,,apa wktu 2 th yg hye jin berikan untk kyu udah ada hsilnya???????????????????

  15. akhrx hyejin bnr2 mnta brpsah,,entah knp aku jga jd ikutan lega..lgian ngapain hrus buang2 wkt mendampingi pria ga tw dri dn sngt mnyeblkn sperti cho kyuhyun it..dy mwx enak sndri,,mw dua2x eoh??jgn serakah bung
    wahh hyejin jd seorg doktr??dlu sja dy slalu d cela bodoh tapi trxata wanita bodoh it skrg sdh mnjdi seorg doktr..klo kyupa jd ap??mgkn jd pria merana hahahaah

  16. sakit hati lah jd hyejin, kyu nya labil -,- tp emg semacam cara yg ampuh buat kyu & skrg ketemu lg dgn kondisi heebum sakit(?) hahah lbh ngebayangin ekspresi hyungi drpd ekspresi shock mereka pas ketemu lg XD

  17. Ya ampun udh 2thn aja mrka pisah, jujur wktu di taman itu bkin nyesek.. Gue aja ampe nangisTT. Kyu egois, pdhl gue yakin kyu itu udh cnta ama hyejin tp dia masih dibayangi masa lalu, makanya dia kek org tolol gtu..

  18. kyuhyun kok segampang itu ya nglepasnya..maksud aku…dy ga nhrasa salah gtu pernah nyium eun hye …???trusbiarin haejin pergi gtu aja

  19. Salut ma hyejin yang berani ambil keputusan pisah ma kyu dan membiarkan kyu menyadari semua,omo setelah 2 tahun mereka bertemu lagi endingnya gantung nih sequel dong…

  20. endingnta gantung.. hiksss.. kyuhyun kok malah balik badan pas si hyejin mau ke amerika. huhhh kayanya dia ga ada nyesel2nya ya nyakitin hyejin. ya ada si cuma kayanya ga seberapa dgn pengorbanan hyejin
    pliss deh kyu. mulai sekarang kudi peka. prrasaan itu hrs dibuktikam melalui tindakan. rata2 cewe akan selalu tersentuh akan hal itu. pliss deh jgn kaku mulailah bersikap romantis kali.

  21. sukses wat yg puny crita…
    bnran dpt feelny dr pertma…
    Dan akhrny hyejin ruz melepskan..toh kyu jg msh blm jg nunjukin usaha ny yg ktny pngn move on…
    ws laah..cb gmn lnjut ny…
    stlh 2th ga ktmu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s