Missing [Part 3]


Image

Author: GSD.

Title: Missing. [3]

Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Park Songjin, Lee Donghae, Lee Gyuwon.

Rating: PG 13.

Length: Chaptered.

Genre: Romance, Tragedy, Family

Karena hidup tidak hanya tentang apa yang kita kehendaki. Kadang, kenangan-kenangan itu bisa terselip dimana saja, termasuk pada kopi pahit yang selalu kau minum dipagi hari.

Songjin kembali mendesah. Kali ini sarat akan rasa putus asa serta kekesalan yang telah bercampur menjadi satu.

Satu-satunya bagian tubuh yang tidak tertutupi oleh kain tebal sebagai pelindung dari minusnya suhu kota, yaitu sepasang tangannya—telah kaku membiru.

Hanya orang gila yang mau bertahan lebih dari tiga jam ditengah butiran hujan salju. Tapi Songjin memang gila. Semua orang tahu bagaimana gadis itu menggilai Cho Kyuhyun, kecuali Cho Kyuhyun itu sendiri.

Lagi, Kyuhyun melupakan janjinya sendiri. masih terngiang dalam benak Songjin bagimana Pria tampan itu berucap malam sebelum mereka sama-sama berlayar kepulau kapuk.

‘besok malam jam tujuh diBistro.’ Dan lagi, ia pun mengulangnya dipagi hari sebelum berangkat kerja. ‘nanti malam jam tujuh diBistro.’ Membuat Songjin langsung terbang dan lupa daratan.

Tapi lagi-lagi-dan lagi. Kyuhyun melupakan janji yang dibuatnya sendiri. satu hari yang lalu Kyuhyun juga melupakan janji yang katanya ingin membawa Songjin menonton Skyfall. Film legendaries 007 tentang James Bond itu.

Tapi dia lupa. Alasannya, ada rapat mendadak yang harus dilakukan bersama dengan Ayahnya, juga kolega baru mereka.

Tiga hari sebelumnya, Kyuhyun melupakan janjinya pada Songjin tentang kesanggupannya menjemput gadis itu dikampus sepulang kuliah. Tapi nyatanya, sampai tubuh Songjin dipenuhi butiran-butiran salju basah pun, Kyuhyun tidak juga muncul.

Satu minggu yang lalu, Kyuhyun berjanji akan pergi ketaman bermain. tempat yang sejak berbulan-bulan sebelumnya benar-benar Songjin ingin datangi. Tapi Kyuhyun membatalkannya karena alasan lembur.

Lalu sekarang, akan menggunakan alasan apalagi untuk membuatnya selamat? Songjin sudah terlalu lelah dengan hal bodoh ini. maka dengan segera tanpa melirik jarum jam dipergelangan tangannya lagi, ia langsung berlari menuju rumah yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri sejak tadi.

Alih-alih ingin sampai lebih cepat dengan berlari, Songjin malah membuat tubuhnya oleng dan langsung terpeleset, meluncur bebas diatas aspal yang membeku. Tubuhnya yang ringkih, membuat es disana bisa begitu mudah menggelincirkan tubuhnya, dan menubrukannya pada tiang halte bus.

***

“Gwaenchana?” jemari kurus dan dingin itu terus-terusan menepuk pipi tirus Songjin. Lama kelamaan, membuat mata Songjin membuka.

Songjin masih diam setelah tiga puluh detik kesadarannya kembali, gadis itu masih sibuk mengamati sekitarnya.

Ia bimbang karena demi tuhan, tadi, sebelum semuanya menjadi gelap ia ingat dengan begitu banyaknya mobil yang melintas didepannya. Dengan orang-orang yang berlalu lalang. Lalu tiba-tiba…..dimana ini? kenapa semuanya putih?

“Hai!” sapaan seseorang dengan suara lembut membuat Songjin segera menoleh pada sumber suara. Matanya membulat. Malaikat?

“apa aku disurga?” tanya Songjin Polos, membuat gelak tawa renyah tercurah, langsung.

“kalau kau begitu menyukai suasana rumah sakit dan menanggapnya sebagai tempat yang indah….. mungkin, iya.” Jawab Pria dengan Jas putih—Khas milik seorang dokter.

Tentu saja Karena memang ia adalah seorang dokter.

Songjin mengeryit, “mwo? Rumah….sakit?” Songjin terpukau. Lalu kemudian perlahan mencoba bangkit dari posisinya yang tertidur. tentu saja dengan sedikit bantuan karena tubuhnya terasa begitu lemah.

“kenapa aku bisa disini?” tanya Songjin kemudian. Mencoba mengingat kembali apa yang terjadi sebelumnya, tapi semua terasa buram.

“kau lupa?” dokter itu mengaitkan kerutan pada keningnya, “kukira tadi kepalamu tidak membentur tiang besi dengan keras?” ia bergumam sambil kembali memperhatikan memar dipelipis Songjin.

Tangan dinginnya kembali menyapu wajah Songjin membuat jarak diantara mereka tipis hingga suksess menjadikan gadis ini langsung berdebar tidak karuan. “ah! Iya!” songjin memekik kemudian.

Lalu kemudian, membuatnya malu sendiri mengingat alasan mengapa ia bisa sampai berada disini. tentu saja hanya orang tolol yang akan berlari diatas es. Sudah tahu licin, kenapa masih berlari?

“bagaimana rasanya? Apa masih sakit?”

Songjin menggumam pelan, lalu menggeleng, “tidak.” jawabnya ramah dan tersenyum. “terimakasih.” Ucapnya tulus.

Dokter itu tersenyum lebar, “sudah tugasku.”

ngg…bagaimana aku bisa sampai disini?”

“oh, tadi.. kebetulan aku sedang berada di tempat kejadian perkara—“ ucap sang dokter bernada menggoda. Membuat Songjin bersemu merah menahan malu akan ke tololannya tadi. “menunggu bis. Lalu aku lihat dari jauh, ada gadis cantik sedang menari-nari diatas es, dan tiba-tiba melakukan acrobat dengan meluncurkan diri diatas es. Benar-benar menarik.” Tukasnya menahan tawa.

“Aish!~” Songjin meradang malu. Lagi. “itu bukan menari. Tapi berlari. Dan aku tidak sedang melakukan acrobat. Tapi terpeleset.” Ujarnya meluruskan.

“begitukah? Tapi kenapa aku melihatnya berbeda ya?”

“Ish~!” Songjin tersenyum malu-malu. Lalu kemudian meloloskan tawanya yang sejak tadi tertahan. sang Dokter ikut tertawa. Lalu mengulurkan tangannya, “kita belum berkenalan.”  Ujarnya mengingatkan.

Songjin tersadar, matanya beralih pada dada sebelah kiri pada jas yang dikenakan Dokter tampan itu. “bukankah seharusnya ada sebuah name tag—atau sejenisnya, disitu?”

well…, ya. semestinya sih begitu. tapi itu kupakai hanya pada saat jam kerjaku saja. dan sekarang..” ia menarik tangannya, melihat jarum jam disana. “sudah lewat satu jam dari jam kerjaku, jadi aku tidak menggunakannya. Tidak apa-apa kan?”

“apa aku baru saja membuat seseorang lembur karena akrobatku?” songjin menyindir dirinya sendiri.

“teorinya begitu. tapi aku tidak masalah kalau harus lembur karena menangani gadis cantik sepertimu.”

Pipi Songjin bersemu merah dan tubuhnya memanas. Sang Dokter terkekeh karena merasa telah menang dalam pertandingan adu lidah sesi pertama mereka.

mianhae. Aku tidak bermaksud seperti itu.”

Gwaenchana. Aku sudah bilang tidak masalah kan? Santai saja.”

“tapi tetap saja aku tidak enak—“

“kenapa harus begitu?”

“karena sudah mengambil waktu yang seharusnya sudah kau nikmati untuk bersantai.”

“tapi aku merasa santai sekarang.”

“kalau begitu, beristirahat maksudku—“ tandas Songjin membuat dokter itu diam, tersenyum, dan mengangguk dua detik kemudian, “kalau itu….mungkin saja benar.” ucapnya mengaku kalah pada adu lidah sesi kedua.

“…….berapa?”

Sang Dokter mengerutkan kening, “apanya?”

Jemari Songjin meraba pelan pelipisnya. Tepat pada tempat dimana perban itu berada, “ini..” ucapnya lembut.

“oh! Itu—“  sadar sang dokter kemudian, “apa kau ingin membayarku?”

“tentu saja!”

Sang Dokter menggumam beberapa saat, “tapi aku tidak tertarik dengan uang.” Aku nya jujur. “tidak sekarang maksudku.” Ia tertawa kemudian. Membuat Songjin semakin tidak mengerti.

“jadi?”

“bayar aku dengan cara yang lain!” pinta Sang Dokter. Songjin memeras otaknya. Berfikir dengan keras, tapi hanya satu hasil pemikiran yang bisa tersaring dikepalanya. Sedangkan pemikiran itu beraroma ‘mesum’ karena ia sering menonton berbagai film yang menceritakan akhir tidak baik dari sebuah pertemuan yang salah satu pemerannya meminta ‘dibayar dengan cara lain’.

Songjin kalut. Jantungnya kembang kembis seperti akan meledak. Semakin yakin ketika ia ingat sejak tadi sang Dokter sudah menggombalinya dengan berkali-kali menyebutnya sebagai gadis cantik. Apa dokter ini semesum itu? astaga!!

“ya~ kenapa?” Sang Dokter-tanpa nama itu menggoyang lengan Songjin pelan. membuat Songjin kembali pada kesadarannya.

“ya? oh.. maaf.”

“kau aneh. hahaha.” Decak sang dokter tidak mengerti, menggelengkan kepala berkali-kali. “jadi…bagaimana?”

“bagaimana……apanya?” Songjin mengulang polos.

“bayaranku?” tagih sang Dokter. “oh!” Songjin kembali ingat akan kewajibannya, “iya!. Jadi bagaimana?”

Sang Dokter melirik jam tangan dipergelangan lengannya kemudian berdecak, “tapi ini sudah sangat malam. aku tidak mau membawa wanita keluar ditengah malamseperti ini.” ia bergumam.

Songjin ikut melirik jam tangannya dan melotot, “OMONA! Jam satu pagi?!” ia memekik. Langsung loncat dari ranjang pasien.

“yayaya~ kau kenapa lagi?”

“aku harus pulang!”

“tapi ini sed—“

“aku tahu, maaf tapi ini sudah terlalu malam.” Songjin panic.  Matanya langsung menelusuri setiap sudut ruangan. Mencari sesuatu, lalu menemukan kertas. Dengan cepat ia mengeluarkan pulpen dari tasnya, dan menggoreskan tinta disana.

“ini nomorku. Hubungi aku kapan saja, eotte?” ujarnya setelah memberikan secarik kertas tersebut, “aku pergi dulu. terimakasih.” Dan langsung melesat cepat.

Ia panic. Apa Kyuhyun sudah pulang? apa yang harus dijelaskannya nanti kepada Kyuhyun tentang jam malam nya ini? bagaimana jika Kyuhyun meledak-ledak dan malah memberikannya hukuman karena ia pulang begitu larut? Aish~

Cho Songjin’s side

Aku menyesal setengah mati sudah buru-buru memutuskan untuk pulang. kalau tahu rumah masih begini sepinya, harusnya aku lanjutkan saja perbincanganku tadi dengan si Dokter… ya ampun! Siapa namanya ya? Aish~ aku bahkan sampai belum berkenalan dengannya. Sial!

Kunyalakan lampu ruang tengah untuk mendapatkan penyinaran. Sedikit, dan beranjak kedapur untuk membuat kopi. Kyuhyun  belum pulang? apa dia lembur lagi? kenapa lembur malah jadi kebiasaannya sekarang?

Tapi aku salah, aku kira Kyuhyun memang belum pulang saat semua lampu dirumah ini padam seperti saat terakhir kali aku tinggalkan. Nyatanya, aku mendapati Kyuhyun tengah tertidur pulas dimeja makan dengan laptop terbuka.

Kuhela nafasku dalam-dalam dan membelok arah tujuanku,yang tadi akan kedapur.

“Kyu..” kutepuk pipi gembilnya itu agar dia bangun. Lalu kusentuh trackpad laptopnya. Berhasil. Laptopnya menyala. Tapi sial, ada password nya. “Kyu!” kutepuk lagi pipinya. Tapi masih belum berhasil membangunkannya.

Aku semakin penasaran dengan apa isi laptop seorang Cho Kyuhyun, kucoba mengetikan kalimat-kalimat aneh—apapun itu, yang sering kami ucapkan. Tapi semuanya gagal. sial.

Lima belas menit aku berkutat berusaha memecah password laptopnya, tapi tidak pernah berhasil. Aku sudah bosan. Juga sudah lelah, kututup saja computer canggihnya itu kesal.

“Kyuhyun-ah!! Cho Kyuhyun!! Kyuuuu!!!” kunaikan volume suaraku dan intensitas tepukan pada pipinya yang tadi lembut kini jadi lebih keras.

Kyuhyun menggeliat. Wajahnya sudah seperti muka bantal. Tapi malah terlihat imut dan menggemaskan! Dan.. errr… sexy? Aah~! Songjin!! Otak-mu itu kacau!! Hentikan!!

“pindah kekamar! Kenapa tidur disini?” tanyaku setelah pria ini membuka matanya sedikit.

“menunggumu..” jawabnya singkat, dengan nyawa yang belum sepeuhnya terkumpul. Nyawaku juga ikut melayang setelah dia bilang kalau dia seperti ini karena menungguku.

Hanya terkejut saja karena biasanya akulah yang berada diposisinya. Menantinya pulang kerja hingga aku yang terlelap. Kenapa dia?

“pindah kekamar! Jangan tidur disini.” perintahku, lalu melenggang pergi pada arah sebaliknya menuju dapur. Namun lalu, lengan bebasku ditahan, “kemana? Kau bilang ingin tidur?”

“aku bilang, kau tidur, pindah kekamar. Jangan tidur disini!” ulangku penuh penekanan pada tiap kalimatnya. tapi, Kyuhyun malah menyeretku hingga kami sampai pada kamar kami.

“ya aku masih belum mau tidur.”

“tapi aku mau tidur.”

“lalu apa hubungannya denganku? kau—Ish!” aku mengibaskan lenganku yang dikuncinya.

Dengan satu tarikan, Kyuhyun mampu membuatku ikut terhempas diranjang kami. Dan dengan cepatnya, pria itu mengambil posisi ternyamannya, lalu terbenam pulas.

Dan lagi yang lebih menyebalkan, tanpa rasa berdosa sedikitpun, pria ini mengeratkan kekangannya padaku, mengaktifkan penjara Cho Kyuhyun—lagi, dengan menyilangkan seluruh tubuhnya, mengaitkan pada tubuhku. Memangnya aku ini gulingnya apa? Aish!!

Pupus sudah kesempatanku belajar untuk ujian besok. sial! Aku yakin dengan nasib buruk yang akan menimpaku besok! aku sama sekali belum menyentuh modulku sedikitpun karena ulahnya tadi membuatku menunggunya berjam-jam.

Lalu sekarang dia mulai lagi menggangguku! Aaaah! Cho Kyuhyun sialan!

Jantungku lagi-lagi bekerja tidak normal. Berdegup begitu kencang dan denyutan nadiku seperti berlomba dengan jantungku saat deru nafas Kyuhyun yang teratur,  terasa disela leherku. Sepertinya, malam ini aku tidak akan bisa tidur. Lagi.

Author’s side

Pagi ini terasa begitu lembab. Tidak ada matahari pagi yang menyinari kota Seoul. praktis tidak ada sinar cerah yang biasa membangunkan Songjin dari lelapnya. Juga. padahal sebelumnya, Kyuhyun sudah membuka lebar-lebar kain korden yang menutupi jendelanya. Sebuah konspirasi yang baik antara hawa malas dan matahari pagi.

Membuat Songjin baru terlonjak dari ranjangnya, saat melirik jarum pendenk jam yang sudah mengarah pada angka sepuluh.

Songjin menghembuskan nafasnya kasar. Pagi ini ada ujian, dia terlambat. Melewatkan satu-satunya mata ujian jadwal hari ini. entah harus senang atau sedih.

Satu sisi ia juga sama sekali belum belajar. kalaupun ikut ujian, mungkin hanya bisa mengisi nama dan tanggal saja. lalu disisi lainnya, merasa kesempatan untuk menjadi mahasiswi rajin seperti menguap tak bersisa. Bimbang.

Ingin menyalahkan Kyuhyun, tapi percuma saja, ini kan tanggung jawabnya. Sedangkan Kyuhyun sudah menjalani tanggung jawabnya dengan bukti sisi ranjang yang kosong dan hanya menyisakan bekas lekukan tubuh saja.

Getaran yang berasal dari ponsel canggih Songjin membuat gadis itu meliukan tubuhnya mencari miliknya. Yang entah diletakan dimana, kemarin itu.

“hmmm….” Suara lemasnya menyapa orang disebrang. dan tanpa pikir panjang, semburan langsung menjadi hadiahnya pagi ini.

“astaga, Songjin! Apa kau masih tidur?” Choi Siwon mengeluarkan omelannya. Deru nafasnya terdengar memburu seperti kesal.

“kau tahu itu—“

“kau ini benar-benar manusia pemalas! CEPAT BANGUUUUN!!!” teriak Siwon membuat Songjin mau tidak mau harus menjauhkan alat komunikasi itu dari telinganya.

“ya~ aku sudah bangun sejak tadi. ish! Kau ini! pagi-pagi kenapa harus berteriak seperti itu sih?”

“pagi? Apanya yang pagi? Ini sudah hampir jam makan siang, Bodoh! Cepat bangun!!”

“apa kau menghubungiku hanya untuk membangunkanku seperti ini saja? hah? Siapa yang mengutusmu? Setan itu?” runtuk Songjin geram sambil berjalan malas kearah jendela, untuk membuka penutup itu, dan mengganti hawa yang semestinya sudah berganti sejak beberapa jam yang lalu.

a..aniya. temani aku makan, eo?”

“temani? Makan?”

“aku lapar. Belum sarapan, dan baru saja selesai meeting. Temani ya? ya? ya?”  rengek Siwon.

Shiero! Aku malas!” tolak Songjin langsung, tapi berbanding terbalik dengan ucapannya, gadis itu kini sudah berada dikamar mandi. Bersiap untuk mandi.

“Yaaaaa~”

“memangnya, kau mau mengajakku makan dimana?”

“AKU TIDAK MAU DIBISTRO!” jerit Songjin langsung. padahal Siwon belum menjawab pertanyaan yang sebelumnya. Pria itu berdecak kesal.

“sekarang kau yang membuatku tuli! Aish! Terserah kau saja! kujemput tiga puluh menit lagi. ingat! Tiga-puluh-menit-lagi! kalau kau belum siap, aku ak—“

TUUUUUT!

Songjin langsung memutus sambungan telepon. Mengabaikan ponsel canggihnya itu tidak perduli, dan langsung bergegas bertegur sapa dengan air dan peralatan mandinya.

***

Siwon tak henti-hentinya memandangi Songjin dengan kening penuh kerutan. Tidak mengerti dengan apa yang membuat gadis berambut hitam—ikal itu, terus-terusan terkekeh sambil memandangi layar ponselnya.

Seratus persen yakin, bukan Kyuhyun yang ada disebrang sana. Karena jika bersama Kyuhyun, gadis ini hanya akan terus-terusan mengeluarkan runtukan serta makian, walau runtukan dan makian itu dipenuhi oleh cinta. yaaa~ apapun itulah.

“ya~ kau tidak makan?” pertanyaan Siwon, akhirnya memecah keheningan dimeja nomor Sembilan itu. Songjin menggeleng.

“aku sudah makan tadi—“

“sudah makan? kau sempat makan dulu saat kau tahu aku akan mengajakmu keluar?” siwon mencelos, dan Songjin mengangguk lagi. “Aish, Songjin kau ini..”

Oppa, setelah ini, kau sibuk tidak?”

Siwon bersingut, “pertanyaan yang salah. Aku selalu sibuk, kau tahu itu—“ balas Siwon, mulai dengan kalimat sok berusia nya. membuat Songjin berdecak malas.

“kenapa memangnya?” lanjut Siwon dengan mulut setengah penuh.

“temani aku ke Cleomeint!”

“mengantar Design lagi?” tebak Siwon pada pekerjaan sampingan Songjin. Gadis itu mengangguk cepat.

“oke. Tapi ke kantor sebentar ya, ada yang harus kuambil dan kukerjakan sebentar.” Siwon mengajukan persyaratan yang langsung di-iyakan oleh Songjin.

Danlagi, disana bukankah dia juga bisa bertemu dengan Kyuhyun? mengingat waktu bersama mereka yang semakin lama semakin menipis, rasa rindu itu kembali membuncah walaupun mereka hidup dalam satu atap.

Mata Songjin tidak pernah berhenti memandangi sekelilingnya. Terasa begitu berbeda sejak terakhir kali ia menginjakan kakinya pada perusahaan besar yang menaungi dibanyak bidang kehidupan itu.

Lengan Siwon yang menggantung pada bahu Songjin terangkat dan mendorong bagian belakang kepala gadis itu. “jangan norak.” Ucapnya sambil memperhatikan Songjin lucu.

“apa kalian merombaknya lagi? sepertinya, terakhir kali, Lift ini tidak ada.” Ucap Songjin takjub pada mesin pengangkut dengan lapisan marmer hijau disekelilingnya. Terasa begitu elegan dan mewah.

“ya, sebagian mendapatkan sedikit peremajaan fisik.” Balas Siwon menjelaskan. “tapi tidak banyak. Hanya dibeberapa bagian saja yang dirasa perlu.”

Songjin memutar bola matanya. Mencibir alasan ‘dibeberapa bagian yang dirasa perlu’ sedangkan dilihat dengan kaca mata seperti apapun, bangunan ini masih amat sangat diluar batas kata layak dari perombakan ulang.

Alasan peremajaan fisik, tidak bisa menjadi alasan bagi hawa nafsu sang pemilik untuk membuat kantornya terlihat lebih megah, mewah, dan begitu nyata garis kemewahannya.

Pintu Lift terbuka setelah digit angka menunjukan angka 32. Songjin dan Siwon bersiap keluar, namun lalu sama-sama terbelak melihat sosok dihadapan mereka.

Songjin diam. Tidak tahu harus berkata apa. Hanya matanya saja yang berkedip jutaan kali.

Saat desisan itu meluncur, Siwon langsung membaur pada sisi lainnya yang kosong, “dia kenapa?” tanya Siwon panic, mengamati Asisten barunya yang sedang meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.

Kyuhyun menggeleng. “molla~ tadi aku menemukannya sudah seperti ini diruangannya.” Jelas Kyuhyun sama paniknya.

“ba—bawa ke rumah sakit. sekarang!” perintah Siwon dan langsung ikut memapah gadis bertubuh langsing itu masuk kedalam Lift. Songjin mundur. Memojok didalam Lift. Menjadi satu-satunya orang yang memiliki tingkat kepanikan dibawah rata-rata. Satu-satunya yang tidak melakukan apapun untuk membantu. Hanya menjadi pelengkap. Disana.

Didepan, sebuah mobil sudah siap. Siwon segera loncat pada bangku kemudi, sedangkan Kyuhyun memapah Gyuwon dan duduk dibangku penumpang, dibelakang, lalu menjadikan pahanya sendiri sebagai pengganjal kepala, karena ia langsung membaringkan Gyuwon.

Songjin membatu lagi, tidak tahu lagi harus berkata apa. Terkejut melihat reaksi Kyuhyun yang terlihat begitu gesit Gadis dengan tubuh bagai model disana.

“Ya! mau ikut tidak? Ppali!” desak Siwon saat Songjin hanya mematung didepan pintu. Ia  langsung mengangguk dan masuk kedalam mobil. Memasang sabuk pengaman cepat-cepat, karena Siwon langsung membawa kendaraan mewah ini melesat begitu cepat, bagai orang sajit jiwa yang baru saja mendapatkan SIM.

***

“Apa yang terjadi?” Siwon dan Kyuhyun langsung bangkit dari duduknya dan melontarkan pertanyaan sama pada seorang Dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD.

“siapa yang bertanggung jawab?”

“AKU!” balas Siwon dan Kyuhyun bersaman lagi. mereka berdua saling menatap, namun lalu Kyuhyun berdehem, “aku yang menemukan gadis itu pertama kali pingsan. Lalu… dia atasannya. Dia yang—“ jelas Kyuhyun menggantung sambil menunjuk Siwon tanpa memandang pria disampingnya itu.

“atasan?” potong sang dokter. Keningnya langsung berkaitan. Namun lalu ia menggeleng, “aku butuh keluarganya. Bisa pertemukan aku dengan keluarganya?” pinta sang Dokter.

“apa apa? Terjadi sesuatu? Dia kenapa?” Kyuhyun mulai kembali panic, “dia tidak memiliki keluarga lagi.”

Sang Dokter diam. Tertegun, dan menimbang. lalu, “oke, salah satu dari kalian bisa ikut aku.” ujar sang Dokter. Dan dengan cepat Kyuhyun langsung mengekori sang dokter yang sudah berjalan lebih dulu. bergerak lebih cepat, dari Siwon yang juga sudah bersiap untuk pergi.

Siwon menghembuskan nafas panjang, lalu memilih bergabung dengan Songjin yang sejak tadi hanya memperhatikan dua pria disana seperti berebut kekuasaan atas diri Gyuwon. Duduk di bangku tunggu panjang.

Siwon menghela nafanya lagi sambil memelorotkan tubuhnya dari kursi. Wajahnya mengadah keatas, dan tangannya memijit pelipisnya sendiri. kepalanya berdenyut sejak tadi.

Songjin tersenyum tipis sambil menepuki bahu tegap Siwon menunjukan rasa keprihatinan yang tulus. “semua akan baik-baik saja.” ucap Songjin lembut. Walau dia sendiri juga tidak yakin apa semua benar akan baik-baik saja.

Siwon tersenyum kecut, “ya. mungkin.” balasnya lirih. Matanya lalu naik keatas, ke kening Songjin, memperhatikan perban kecil yang tertempel diujung pelipis gadis tersebut, “itu kenapa?” tanyanya. Baru menyadari bahwa sejak tadi ada benda asing yang menempel diwajah sahabatnya.

Songjin tersenyum lalu menggeleng. Mengkasihani dirinya sendiri saat dua orang terdekatnya tidak menyadari perbedaan itu sejak tadi. bahkan Kyuhyun sejak semalam. tapi lebih baik dengan salah satu akhirnya sadar. Dari pada tidak sama sekali?

“Gwaenchana.”

“tidak. ini tidak baik-baik saja kan? ini kenapa?” Siwon kembali menuntut. Tangannya terulur ingin menyentuh kasa disana, namun Songjin memundurkan kepalanya.

“Gwaenchana.” Jawab Songjin memelan. Singkat dan lebih tegas. Siwon menghujaninya dengan tatapan tajam, tapi dengan cepat ia mengalihkan wajahnya kearah lain, mengamati hal yang lain berharap dapat mengganti topic yang sedang malas ia bahas.

Songjin mendecak, “aku sedang tidak menyembunyikan apapun Oppa. tidak perlu memandangiku seperti itu!” geram Songjin kesal, “seperti penjahat saja.” ujarnya saat kembali menolehkan wajah dan mendapati Siwon masih melakukan hal yang sama.

“kemari.” Tukas Siwon pada akhirnya. Menarik Songjin kedalam rangkulannya. Menyadari perubahan suasana, menjadi lebih dingin pada sekitarnya. “semua baik-baik saja kan?” tanyanya kemudian dengan lembut.

Songjin mendengus, “iya. Mungkin.”

205 thoughts on “Missing [Part 3]

  1. Pingback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  2. oke bru gni ajh hti gw udah skit.. kasian nua songjin.. dy gk di prhatikan… hikss.. sakit hati gw.. kyuhyun knpa sih msih perhatiin gyuwon jha.. aishhh

  3. Tuh kan argghhh.. Si gyuwon biki. Perhatian mereka teralih… Entah kyuhyunnya aja yang… Eumm masih punya perasaan? Wkwk.. Kasian songjin,
    Ijin baca part selanjutnya yaa..

  4. Gilaaaa si kyu ud banyak bgt ingkar janji nya, kasian si songjin.. Si gyuwon sakit kyu panik bukan maen tp dia gak ngeh klo songjin kg abis kecelakaan kecil dasar gak peka terlalu cuek.. Mungkin klo cewe laen ud minta pisah, kasian songjin huhuhu

  5. Pingback: Rekomendasi Fanfiction Part 2 | evilkyu0203

  6. Kyuhyun belom bisa move on ya dari gyuwon?
    Khawatir sampe segitunya..
    Makin seru ceritanya..
    Mau baca part 3 nya dulu ya kak author..

  7. eih.. kyuhyunnya gtu ya.. kiraq bnar bertanggung jawab m istrinya.. songjinnya terima bgt juga, ksian.. apalagi ini gyuwon knpa lagi? hamil? kguguran??
    siwonnya bkin melting.. siwon kok perhatian bgt gtu jg m gyuwon..
    keep writing ^^

  8. Ishhhh kyu bner2 deh, kseeelll… ko dia mngbaikn songjin sih, ksiankn songjin nya… Dia juga bahkan ga tau kalo ad pernah d kplanya songjin…

  9. Sikap kyuhyun berlebihan sekali, seakan” spt dia msh menyukai gyuwon. Jadi kasihan sama songjin. Jadi ingat drama full house saat yongjae sgt memperhatikan temannya yg sakit sampai” mengabaikan istrinya

  10. q bener2 kesel dgn kyuh shrsnya sbagai suami dia perhatian pd istrinya,dia seakan lp bwh dia sdh menikah d melupakan kewajibannya.kasihan songjin dia butuh perhatian d jg ksh sayang bkn cm materi yg melimpah.

  11. kyuhyun jahat banget songjin luka dia gak sadar giliran gyuwon ketahuan sakit dia panik untung siwon sadar songjin luka daripada gak ada yg sadar sama sekali jadi sedih bacanya..

  12. benerkan keberadaan gyuwon menyita perhatian dua pria uunnchh sebel banget sih aku sama kyu istri dibiarin gak dijemput no telpon dasar lalaki 😭😭😭😭 kok sedih ya songjin jadi terabaikan hiksss disaat dia sakit cuma dokter itu yang tahu kebenarannya gimana sekali lagi kesel banget mereka rebutan gyuwon sedangkan songjin dianggurin

  13. jangan sampe ada clbk, kasian songjin tp dengan adanya si dokter apa mungkin dia yg akan jadi pelampiasan songjin? Uhh kyuhyun teganya ngumbar janji terus-terusan ga pernah nepatin

  14. Aq sempet nyangka klo saat songjin pulang liat rumah gelap itu kyuhyun ga ada soalny lg panik cari songjin di luar .. ternyata aslinya dia lg tidur ..
    Cerita qm memang ga bisa di tebak ..
    Tpi kok kyuhyunnya lebih keliatan care sama gyuwoon dri pada sma sungjin .. 😂😂😂😂

  15. Nyesek bgt…. Ngeliat 2 orang yg berharga di hidupnya lebih mentingin wanita lain… Walaupun emang si gyuwon beneran sakit sih… Tapi ttp nyesek😣

  16. Heemmm…. jadi dia lebih tua dari kyuhyun? 😑 Mulai kelihatan., kyuhyun mengacuhkan sungjin 😑 Kyaknya bener kata sungjin kalo kyuhyun mencari alasan untuk menyelamatkan diri 😑 Tsk… kok jadi panas ya? 😡 Aku lupa tadi dah berapa kali kyuhyun ngingkari janji😑 Hah… klimaks hehe 😆 Aku suka ceritanya eonni 😆

  17. kasihan songjin …si kyuhyun mulai kurang peduli sepertinya..malah si kyu lebih care sama mantan pacarnya..😯😯😔
    jangan sampai si kyu berpaling ke gyuwon😲😲

    makin seruu ceritanya..😁😁

  18. Ishh mulai kan sdah,, kyu kok gtu bget sih,, sampe istrinya dilewatin aja dn sbuk ngurusin org lain,, gak tau deh udh gimana prasaanya songjin,,

  19. Kenapa mereka berdua berlebihan kayak gitu? Bahkan kyuhyun gak sadar saat ada perban kecil di kening Songjin. Sebel banget deh. Siwon jg, apa dia suka sama Gyuwon? Terus si Gyuwon itu kenapa? Hamil? Bete banget deh.
    Dan Dokter itu siapa? Donghae kah?

  20. Ketika Kyu gk peka ….. Songjin masih punya sandaran
    Tp kasian juga …. istri mana yg gk cemburu liat suaminya lebih peduli pd mantan pacarnya

  21. Pingback: Kumpulan FF Kyuhyun Wordpress Terbaru - Triknesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s