Missing [Part 6]


Author: GSD

Title: Missing. [6]

Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Park Songjin, Lee Donghae, Lee Gyuwon.

Rating: PG 15.

Length: Chaptered.

Genre: Romance, Tragedy, Family.

Apa yang dirahasiakan kesunyian saat ini adalah kopi yang menyembunyikan rasa manisnya dipangkal lidah. Lalu kita, seperti secangkir kopi dan tuannya yang saling memuja cairan pekat hitam ini, hingga tidak ada satupun yang berani mengaduk untuk mencampur isinya.

 

Cho Songjin’s side

“aku hanya ingin kau mendengar dari sisiku saja. biarpun aku yakin kalau Kyuhyun tidak akan berkata yang macam-macam. Tapi kau tahu—ini tentang Gyuwon. Dan kau sendiri tahu bagaimana Kyuhyun begitu menggilai wanita itu. aku hanya ingin kau—“

Kutadahkan tanganku didepan wajahnya melebarkan lima jariku. Menghentikannya berbicara. “cukup.” Kataku pelan.

“Kyuhyun pasti sudah bercerita tentang ini… bukan?” tebaknya.

Salah! Kau salah Oppa, “tidak. dia belum mengatakan apapun. atau tidak akan sama sekali. Dan jika kau tidak menceritakannya, mungkin aku tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

Ya, Kyuhyun memang pernah mencobanya. Dan kukira dia memang akan berniat menceritakannya malam itu, tapi ternyata dia malah tertidur dipelukanku dan membiarkanku semakin penasaran dibuatnya.

Aku kesal. Tapi disisi lain, aku juga tidak tega melihatnya seperti itu. aku tidak pernah melihat Kyuhyun sepanjang hidupku begitu murungnya.

Siwon Oppa terperangah, “dia…belum menceritakannya?” ia tampak terkejut.

Aku menggeleng pelan dan tersenyum. “bagaimana dengan lukamu?” tanyaku kemudian. Mengamati wajahnya yang begitu tampan, harus tercoreng sebuah memar.

Dia tersenyum, “harus kuakui, Kyuhyun berbakat dalam bela diri.” Akunya lalu terkekeh pelan. membuatku ikut tersenyum tipis.

Kutelusuri wajahnya dengan jemariku. Lalu berhenti pada memar disekitar tulang pipinya. Masih kentara dengan jelas walau sudah lewat satu pekan. Sama seperti suasana hati Kyuhyun yang masih kacau.

Perlahan, aku menyandarkan tubuhku pada dada bidangnya. Tanganku melingkari pinggangnya erat. Air mataku tiba-tiba saja keluar.

“apa Kyuhyun masih begitu menyukai Gyuwon?” tanyaku padanya.

Demi tuhan aku tidak pernah berani mendengar jawaban Siwon oppa setelah ini. tapi aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa melontarkan pertanyaan ini padanya.

Satu lengan Siwon oppa melingkari bahuku. Telapak tangannya yang besar dan kuat mengusap bahu, hingga lenganku berkali-kali. Seakan mencoba untuk menguatkan aku. dan mengatakan iya dibalik sikap Protektive nya saat ini.

Entah kenapa aku tidak terkejut mendengar penjelasan Siwon Oppa yang mengatakan perkelahian mereka dimulai saat Kyuhyun menemukan dirinya sedang menikmati bibir Lee Gyuwon.

Senyum mirisku terpampang lagi, “dua priaku memperebutkan hal yang sama.” Gumamku lirih.

Rasa kecewa itu sedikit ada ketika sadar bahwa hal itu bukanlah aku. merasa percuma telah berada disisi mereka hampir sepanjang hidupku, walau bukan itu tujuanku tetap bertahan bersama mereka.

Aku hanya sedih. Apa aku akan kehilangan sahabatku setelah ini?

Atau aku akan kehilangan Suamiku?

Atau aku akan kehilangan keduanya?

Aku belum siap. Tidak akan pernah siap.

***

Audi Allroad pengganti Porche Panamera milik Siwon oppa berhenti mulus dibahu jalan sisi rumahku. Sejenak, kukagumi interior kendaraan yang tak bisa hanya kusebut mewah ini.

Seleranya selalu bagus dalam hal ini. tapi aku menyayangkan kebiasaan buruknya yang bisa dengan mudah mengeluarkan lembaran won untuk hal yang tidak begitu perlu.

Memangnya ada apa dengan mobilnya sebelum ini? aku masih begitu ingat, kendaraannya dulu itu baru resmi menjadi miliknya selama kurang dari delapan bulan saja. Dan dia sudah menggantinya dengan jenis yang baru.

Entah dengan harga yang sama atau lebih tinggi? Tapi yang kutahu, pasti akan bernilai fantastis. Lebih baik tidak kutanyakan dari pada aku terkena serangan jantung setelah ini.

Aku tersenyum, “Gomawo.” Kataku pelan. Siwon oppa mengangguk dan mematikan mesin mobilnya.

“ayo kuantar. pasti Kyuhyun akan marah besar padamu karena pulang selarut ini. biar kujelaskan kepadanya kau bersamaku.” Tukasnya membuatku tersenyum miris.

Memang itu yang kuharapkan. Tapi nyatanya, Kyuhyun tidak pernah lagi mengomentari kebiasaan pulang larutku saat ini. dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga tidak sadar dengan ketiadaan istrinya. Itu sudah biasa. bagiku.

Kugelengkan kepalaku berkali-kali, “tidak perlu. Aku bisa mengatasinya.” Ucapku yakin. Dan lagi, aku sangat yakin tentang Kyuhyun yang tidak akan membanjiriku dengan omelannya karena nyatanya, ponselku masih hidup dengan tenang.

Tidak ada gangguan apapun dengan kemunculan layar bertuliskan ‘King Of Devil’ disana. Aku aman. Seribu persen aman.

“tidak apa-apa. Kuantar saja.” ia memaksaku. Aku kembali menggeleng. Meyakinkannya, “tidak perlu. Lebih baik kau istirahat. Karena besok kita akan berpesta!” ujarku sok-sok riang. Mengingat pesta ulang tahun perusahaan yang akan diadakan esok hari. Sedikit membuatku bisa mengalihkan rasa campur aduk didalam hatiku.

Lagipula, hubungan Kyuhyun dan Siwon Oppa masih belum begitu baik. Aku takut malah akan terjadi hal yang sama seperti sepekan lalu. dan jika iya, akan merusak tatanan mereka esok hari.

Maksudku—tidak mungkin kan mereka mendatangi pesta besar dengan luka lebam begitu kentara? Itu kan tidak keren!

“Gwaenchana. Kau pulang saja. Gyuwon Eonni sendirian, jangan lupa! Kau gila apa?” ujarku mengingatkan. Lagi-lagi nama itu meluncur bebas dari bibirku.

Dan catat, aku selalu malas melafalkan nama itu biarpun wajah dan segala tentangnya selalu berkelebat didalam pikiranku. Membuat tidurku tidak pernah nyenyak.

Siwon oppa tersenyum padaku dan memelukku. “aku minta maaf.” Ucapnya lirih ditelingaku. Aku mengangguk pelan dan ikut tersenyum. Mengeratkan rengkuhan kami sesaat dan menghidup aroma Khas Choi Siwon yang seperti Pepohonan lembab dihutan pada puncak tertinggi. Menyegarkan. Menyejukkan.

“kau tidak memiliki kesalahan apapun, Oppa.” bantahku kemudian. “well…. Ya mungkin sedikit. Karena kau sudah membuatku kesal saat itu.” candaku.

Tubuhnya  bergoyang naik turun karena tawanya pelan. dalam tawaku kini, sepenuhnya aku berharap kalau saja sosok Siwon Oppa sekarang bukanlah Siwon Oppa melainkan Kyuhyun.

Aku begitu tahu dengan sifatnya yang keras kepala. Tapi tidakkah dia merasa bersalah padaku? Bukankah seharusnya dia yang meminta maaf padaku? Walau seorang Cho Kyuhyun bukanlah orang yang mudah mengucapkan kata maaf sekalipun kesalahan sepenuhnya ada padanya.

Tapi apa dia tidak merasa berdosa, telah membohongiku? Istrinya. Dengan diam-diam masih menyimpan rasa begitu besar pada mantan kekasihnya?

Dan menjalankan rumah tangga ini dengan didasari kebohongan? Setelah hampir satu tahun kami menjalani semua ini bersama?

Dan setelah kukira, bahwa kami akan baik-baik saja. kami berhasil melakukannya. Mempertahankannya. Melewatinya bersama dan telah berbagi segala macam rasa duka dan bahagia?

Aku kecewa. Tidak bisa kulukiskan rasa kecewa ini dalam bentuk apapun.

Bahkan air mataku terasa kering saat ini. benar apa yang Kyuhyun katakan. tidak ada air mata isi ulang. Harus kucari dimana air wujud emosi jiwa itu?

Aku butuh sesuatu untuk menyadarkan suamiku bahwa aku kecewa. Atau setidaknya, aku ingin dia tahu bahwa aku begitu mencintainya, selama ini.

“Chukae!” seru Siwon Oppa tiba-tiba. Melepaskan pelukannya dan menatapku riang, “aku hampir lupa kalau kau dapat beasiswa itu. kukira itu mustahil.” Ejeknya lengkap dengan ekspresi yang menyebalkan.

“aku tidak dapat. Tidak mengajukan. Aku ditawari. Itu tandanya aku masuk kualifikasi dengan otak yang patut dipertimbangkan!” kataku bangga.

Siwon oppa mecebikan bibir bawahnya, “tetap saja, dimataku kau masih Park songjin yang tolol.” Ungkapnya terlalu jujur. Cih!

“kau akan mengambilnya, kan?”

“tapi bagaimana dengan kendala bahasa?” aku bersingut.

“Tck, itu bukan hal yang perlu dipusingkan bodoh! Kesempatan tidak akan datang dua kali!”

Nasihat Siwon Oppa sebelum meletakan telapak lebarnya diatas kepalaku dan menepuk-nepuknya pelan.

***

Prediksiku tentang Kyuhyun selalu tepat. Tidak pernah meleset, atau setidaknya meleset jauh dari perkiraan awal.

Kyuhyun tengah tertidur dimeja makan dengan kondisi Laptop yang terbuka. Walau layarnya mati, tapi itu membuatku sadar kalau dia pasti terjaga lagi untuk mengerjakan pekerjaannya dari kantor yang selalu ia bawa pulang.

Kali ini aku tidak langsung membangunkannya, melainkan menikmati wajah damai-nya sangat lama. masih jelas tergambar betapa lelahnya ia, walau lingkar hitam dan kantung mata sudah tidak ada lagi diwajahnya.

Seharusnya, aku sedang benar-benar muak melihatnya saat ini. dan seharusnya, wajahnya ini membuat amarahku naik lagi. tapi nyatanya, aku malah terkesima melihatnya yang seperti bayi. Ya, bayi besar tentu saja.

Kyuhyun selalu terlihat tampan dimataku tidak perduli apapun itu yang terjadi. aku heran kenapa aku bisa begitu mencintai orang yang terlalu sering menyakitiku seperti ini?

Kalau orang berkata cinta itu buta. Kurasa tidak. cinta tidak buta. Hanya terkadang, kita sendiri yang sering membutakan pandangan kita sendiri tentang cinta itu sendiri.

Seperti Kyuhyun yang sudah sangat jelas seakan menikam sebilah pisau pada jantungku melalui belakang tubuhku. Walau aku tidak melihatnya, aku merasakannya. Dan sekarang jadi terlihat begitu jelas bagaimana bentuknya.

Rusak. Dan perih tentu saja. tapi aku masih saja berusaha mematikan indera perasa dan penglihatanku akan hal itu. entah ini adalah wujud dari rasa cinta, atau kebodohan? Aku tidak tahu.

“aku mencintaimu.” Ucapku lirih kepadanya.

Tentu saja Kyuhyun tidak akan pernah mendengarnya. Kesadarannya telah sepenuhnya menguap saat ini. tapi biarpun begitu, aku tidak akan pernah bosan untuk mengatakannya. Aku mencintainya. benar-benar mencintainya dengan sepenuh hatiku.

Mataku kini beralih pada Laptopnya lagi. keingin tahuanku akan pekerjaan macam apa yang selalu mengganggu tidur nyenyak suamiku kembali berkumpul.

Appa begitu keterlaluan selalu melimpahkan tugas pada Kyuhyun tanpa henti sedangkan Siwon oppa tampak terlihat selalu santai dan memiliki waktu begitu longgar. Aku iri. Apa itu boleh?

Aku tahu diri aku bukan gadis cerdas yang bisa begitu saja mengerjakan pekerjaan orang lain dengan mudah. tapi aku ingin membantu suamiku.

Atau setidaknya, membuatnya merasa bangga telah memilikiku. Mungkin saja rasa cintanya nanti akan terarah padaku.

Maksudku—bukan rasa cinta antar sahabat yang selalu ditekankannya selama ini. tapi rasa cinta antar pria dan wanita. Aku dan dia.

Jemariku menyentuh Trackpad laptop hingga kini cahaya menyilaukan menerangiku. Menggantikan kegelapan yang selama ini sengaja kubuat dengan membiarkan satu lampu saja yang menyala, itupun lampu meja bar yang berada jauh disisi kiriku.

Peringatan untuk memasukan password kembali menghadangku. Aku ingat dulu dengan semua kata yang kutahu, sudah kucoba masukan dan itu gagal.

Karena itu, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Kucoba pikirkan baik-baik. Apa yang kira-kira Kyuhyun gunakan untuk menjadi penjaga seluruh data pribadinya?

‘starcraft’ 

Kucoba ketikan Sembilan huruf itu lalu menekan enter. Kalimat ‘failed’ menyapaku.

Salah? Kukira setan ini begitu mencintai games peperangan itu?

‘Jjajangmyeon’, ‘biru’, ‘PSP’, ‘tidur’…. Semua hal yang ia sukai dan bodoh itu sudah kuketikan. Tapi kata ‘failed’ itu kembali menyapaku.

‘Cho Kyuhyun’ — ‘failed’

‘Park Songjin’— ‘failed’

‘Cho Songjin’— ‘failed’ ?

Aku mendesah.  Kenapa begitu sulit??

‘Choi Siwon’— ‘failed’

Ahh~ ini benar-benar sulit!! Aku nyaris menyerah ketika nama keramat itu melintasi pikiranku.

‘Lee Gyuwon’— ‘failed’ juga.

Aku nyaris tersenyum. Entah mengapa senang mengetahui fakta bahwa kyuhyun tidak menggunakan nama gadis itu sebagai pengunci data-datanya. Namun lalu kembali kecewa karena gagal.

Tiba-tiba saja ada sebaris huruf lain yang mengingatkanku. Aku ragu. Tapi aku akan menyesal jika tidak mencobanya.

Semula, jemariku terasa begitu kaku untuk menekan tuts-tuts keyboard ini. jantungku berdegup begitu kencang. Rasanya dingin. merinding, rasa yang sama seperti ketika aku diharuskan melakukan presentasi didepan begitu banyak teman sekelasku dikampus.

‘Cho…’ aku masih ragu, tapi rasa ingin itu terus meningkat berbanding lurus dengan rasa takutku.

‘Gyuwon’ kugigit bibirku saat telunjukku menekan tombol enter.

Hening.

aku tidak bisa mendengar apapun lagi, kecuali suara isak tangis yang susah payah kutahan.

Air mata ini tidak tahu sejak kapan keluarnya. Begitu saja turun melewati wajahku dan jatuh dikertas-kertas penting milik Kyuhyun.

Cepat-cepat kusapu cairan itu dari sana tapi percuma. Sudah terlanjur merembes. Dan tetesan itu semakin banyak saja seiring dengan air mataku yang tingkat eksplorasinya naik.

Dengan  gusar aku langsung mengumpulkan kertas-kertas itu lagi dan menumpuknya menjadi sebuah julangan. Kusembunyikan lembaran yang paling rusak ditengah. Aku harap kyuhyun tidak begitu sadar kalau aku sudah merusak pekerjaannya.

Biarpun begitu, aku tetap memiliki rasa penasaran yang tinggi dengan benda yang baru saja berhasil kubuka.

Berderet tabel-tabel dangan digit angka yang bisa membuat mataku buta langsung menyapaku. Walau aku tidak begitu mengerti dengan pekerjaan ini, tapi aku tahu kalau ini tabel siklus pendapatan perusahaan.

Mungkin Kyuhyun sedang menganalisanya. Tapi aku tetap meneliti pada titik mana yang sedang ia selesaikan dilaporan ini?

Jemariku dengan gesit mengusap air mata yang baru saja keluar lagi dari mataku. Tidak ada yang tahu kalau bakatku dalam menghilangkan barang bukti cukup baik.

Walau kejadian dilembar kerja Kyuhyun tadi sedikit membuatku mengendurkan keyakinanku akan hal itu. sepertinya baru turun satu level. Apa usia mempengaruhi ketangkasanku?

Kubuka berbagai lembar disana, aku tidak mengerti apa yang Kyuhyun sedang kerjakan? Dan angka-angka ini semakin membuatku pusing.

Mataku turun kebawah dan mendapati banyak program yang sedang running. Perlahan kucoba buka satu persatu.

Ada box email, music, pekerjaan kantornya yang lain, dan pekerjaan kantornya lagi, dan sebuah pemutar Video.

Aku iseng menekan tombol segitiga yang berada ditengah, dan diam. Tidak tahu karena tiba-tiba layar menjadi hitam.

Aku panic. Kupikir aku sudah mengacaukan beberapa system disini, hingga kudengar suara seorang gadis dari sana.

“kemari~ ayoo cepat kemari!!! Cepat! Kau lamban sekali!!” dengus wanita itu. kutajamkan penglihatanku dan tahu. mataku tidak mungkin berbohong. ini adalah Lee Gyuwon.

Dengan pakaian ala wanita, rok berwarna peach diatas lutut, kaos half shoulder dengan yang hampir sama dan Heels. benar-benar jauh dari kebiasaan waita itu yang selalu menggunakan celana Jeans dan kaos juga sepatu ketsnya.

Seseorang memegang alat perekam itu dan sengaja mengabadikan hal ajaib yang tidak akan pernah berulang begitu mudah. dia pasti sangat tahu dengan hal ini.

“ayo cepat sini!!” kini wanita itu telah berada dipuncak tertinggi pada sebuah bukit berlapis rumput hijau segar. “kenapa kau lamban sekali?” sindirnya.

Lalu suara deru nafas ter-engah terdengar begitu nyata sebelum dengusan sebal meluncur, “kau yang berjalan terlalu cepat!! Dasar bodoh!”

Tanpa harus melihat siapa yang sedang bicara. Aku tahu itu siapa. lalu gambar semakin mendekati sang wanita hingga mereka sama-sama tiba dipuncak teringgi disana.

Tiba-tiba kamera berpindah tangan. Dan ya, aku benar. wajah itu mucul juga. Kyuhyun. terlihat lebih muda memang. Jelas dengan tatanan rambut berbeda. Ini mungkin video dua atau tiga tahun yang lalu.

Kyuhyun tampak begitu lelah, tapi juga senang. “bicara!” perintah Gyuwon Eonni.

“bicara apa?”

“ucapkan selamat ulang tahun padaku tentu saja!!”

“Tck!” Kyuhyun berdecak, “selamat ulang tahun!” ucap Kyuhyun singkat. Membuat Gyuwon Eonni tidak terima dan memekik, “lagi!! kenapa hanya itu saja?”

“hanya itu kan? Memangnya aku harus bicara apalagi?”

“….apa kau mencintaiku?”

……….

Kini, aku dan Kyuhyun sama-sama termenung. Kami diam seribu bahasa. Aku tidak tahu apa yang membuat Kyuhyun begitu rapat mengunci mulutnya, sedangkan aku sedang mencoba membuat rasa perih dihatiku mereda.

Tapi tidak bisa. Aku tidak tahu kenapa?

Sulit sekali.

Air mataku kembali jatuh. Kulihat Kyuhyun tersenyum disana, “ya. aku mencintaimu.”

“bagus. Katakan berulang sebanyak lima kali!” perintah Gyuwon Eonni.

Kyuhyun melotot. Namun lalu mengikuti apa yang diminta Gyuwon Eonni, “aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu.” Kyuhyun berhenti dan tersenyum.

Kemudian mulutnya terbuka lagi, “aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu…..” Kyuhyun terus bicara tanpa henti.

Telingaku sudah panas mendengarnya. Kumatikan saja Video itu sebelum durasinya benar-benar selesai.

Masih panjang. Tapi aku tidak yakin akan bisa bertahan sampai Videonya selesai.

Kuletakan wajahku pada dua lengan yang telah terlipat diatas meja, didepanku.

Menangis. apalagi yang bisa kulakukan selain itu?

Aku merasa seperti ada yang bolong didalam hatiku. Kupukuli dadaku sendiri menahan sesaknya, tapi rasa sakit itu tidak hilang juga.

Dan kenapa begitu perih? Padahal aku tidak bisa menemukan luka dari pandangan mataku.

Rasanya ingin membelah dadaku, dan mengambil hati itu. mencari dimana letak lukanya, dan kuobati dulu, baru setelah itu kukembalikan lagi kedalam sana.

Entah setan macam apa yang kembali merasukiku. Aku kembali mengangkat wajahku dan menggerakan mouse Virtual itu.

Meng-click kembali satu program tersisa, dan terpaku melihat gambar-gambar tak asing disana. Gyuwon bersama Kyuhyun. dipantai. Diperbukitan, ditaman bermain. dan terakhir, aku tidak tahu dimana.

Satu-satunya yang menggangguku adalah melihat bibir yang saling bersatu.

Perlahan, kukembalikan semua kekacauan didepan mataku kembali seperti awal kuacak.

Tapi aku tidak bisa menahan tangisanku lagi hingga akhirnya, kututup saja layar itu dengan setengah membantingnya, dan melesat menuju dapur.

Cho Kyuhyun’s side

“University Of Florance?” aku menggumam sendiri membaca sebuah map diatas meja.

Kubuka map biru itu, penasaran. dan terkejut melihat kata demi kata yang tertulis disana. “mwo?” mulutku membuat sebuah gua kecil.

Mataku lalu menelusuri segalanya yang tertangkap dari arah penglihatanku saat ini. mencari makhluk pemilik berkas ini. tapi aku tidak menemukan Songjin dimanapun. Apa dia sudah tidur?

Mungkin saja. ini sudah begitu malam. dan kenapa dia tidak membangunkanku seperti biasanya? Malah meninggalkanku disini sendiri? Aish bocah itu!

Kuambil map itu dan membawanya bersamaku. Aku membelokan langakhku menuju dapur dulu untuk mematikan lampu yang masih menyala dan terkejut melihat Songjin tengah duduk menekuk kakinya disudut terujung ruang memasak ini.

Dia menangis.

Menangis.

“y—ya! Gwaenchana? Apa yang terjadi? kenapa kau menangis?” tanyaku berentetan setelah ikut berjongkok didepannya.

Kutuntun ia untuk berdiri, tapi kakinya begitu lemas hingga dua kali gagal, terjatuh.

Songjin menggeleng. Bibirnya bergetar, dan dua matanya tidak berhenti mengeluarkan air.

“kenapa?” tanyaku lagi. tapi ia menggeleng. Kemudian aku teringat sesuatu dan terkekeh geli, “kau menangis pasti karena ini!” kataku mengangkat map ditanganku, setinggi wajahku.

“kau begitu terharu? Ah! Harusnya aku tahu itu! dengan kapasitas otak minimalis sepertimu. Hampir tidak mungkin untuk mendapatkan pertukaran pelajar semacam ini! iyakan?” candaku. Menyelipkan celaan yang sebenarnya tidak begitu kumaksudkan.

Hanya untuk mencairkan suasana. Tapi sayangnya tidak mencair juga. Songjin masih saja terharu atas kerja otaknya itu. aku saja sampai ikut terharu karena takjub. Luar biasa sekali dia ini. diam-diam menghanyutkan!

Tiba-tiba saja aku merasa iba. Tangisannya semakin meledak. Dia menangis, sambil memukuli dadanya berkali-kali. Seperti kebahagiaan ini telah membuatnya begitu sesak.

Dengan gerak cepat kutarik gadis ini dan membenamkannya kedalam pelukanku. Dan lagi, Songjin menumpahkan seluruh air matanya didadaku. Kaosku basah, asal kau tahu saja. Tck!

Tapi lama kelamaan, aku mulai ragu bahwa ini tentang beasiswa yang ia dapatkan. Aku amat sangat mengenal Songjin. Mengenalnya begitu baik, sebaik aku mengenal keluargaku sendiri.

Ada permasalahan lain yang ia rasakan saat ini. aku sangat yakin itu. benar-benar yakin.

“kenapa? apa yang terjadi?” aku bertanya sambil mengusap punggung serta belakang kepalanya lembut. “ceritakan padaku, ada apa? Mungkin aku bisa membantu.”

Songjin masih terisak. Mengabaikan ucapanku, seakan mengatakan bahwa menangis itu lebih baik dari pada berbicara.

***

Sudah hampir satu jam, Songjin terus menangis tanpa henti. Aku tidak masalah dengan keadaanku yang terus menopangnya seperti ini, toh aku selalu menikmati saat-saat seperti ini bersamanya. tapi tidak dengan kondisi-nya yang sedang menangis hebat begini.

Aku jadi khawatir dengan matanya yang akan jadi seperti mata panda. Bagaimana ini?

Kuusap puncak kepalanya lagi dengan lembut dan sedikit menadahkan wajahku mencoba melihatnya dibawah sana. “kau tidak bosan?” tanyaku sambil menepuki punggungnya pelan.

Sepertinya ia sadar dengan kondisinya yang tidak-begitu-baik. Ia menarik tubuhnya dan menghapus air matanya cepat-cepat. “maaf—“ katanya parau.

Ah, dia salah! Bukan itu maksudku. Kalau dia akan menggunakan tubuhku untuk bersandar, selama apapun itu aku tidak akan pernah mempermasalahkannya. Demi tuhan aku sungguh-sungguh!

“maaf—kau pasti pegal.” Ia bicara lagi. Suaranya saja hampir habis begitu. apa separah itu?

Kugelengkan kepalaku dan tersenyum, “Gwaenchana. Jadi, apa kau sudah mau menceritakannya? Padaku? Apa yang terjadi?” tanyaku hati-hati.

Aku takut membuatnya kembali menangis dari tangisannya yang belum sepenuhnya berhenti. Dan benar saja. dia menangis lagi. aku sudah ingin menariknya lagi tapi ia menahanku, “aku mau tidur.” Ucapnya dengan suara yang kadang muncul, kadang hilang.

Suaranya sudah sepenuhnya habis. Hanya tinggal menunggu air matanya saja yang habis kalau begini caranya.

Kuikuti Songjin dari belakang dalam diam.

Tidak seperti biasanya, kali ini Songjin tampak begitu kurang bersemangat. Langkahnya begitu lamban. Membuatku gemas, ingin menggendongnya saja, dan membawanya segera kekamar. Aku masih penasaran ada apa sebenarnya. Dan tiba-tiba saja—

GUBRAK!!

Songjin terjatuh. Ia tersandung kakinya sendiri tidak tahu bagaimana awal mulanya. Ia menghantam sudut meja dan kaki meja lalu terjatuh begitu saja. dan demi tuhan aku benar-benar bodoh dengan bersikap kurang tangkas.

Wajahnya mendarat lebih dulu dilantai. Aku semakin panic saat hidung dan pelipisnya langsung mengeluarkan darah segar. Tapi orang yang membuat jantungku hampir copot ini malah berusaha meyakinkanku kalau dirinya tidak apa-apa.

“tidak. kau tidak sedang baik-baik saja.” sahutku dan mengangkatnya dalam gendonganku. Membawanya kesofa.

“aku baik-baik saja, Kyuhyun-ah! Turunkan aku.”

Kudiamkan saja dia dan meletakannya hati-hati. sedetik setelah kuhempaskan disofa, dia malah sudah akan berdiri lagi. hampir. Kalau saja tidak kutahan dengan tangaku dibahunya. Menekannya kembali hingga duduk lagi.

“diam!” perintahku. “diam dan jangan kemana-mana!” aku mengulangi. mungkin setengah memaksa. Terserah akan disebut apa. Tapi aku benar mengatakannya sungguh-sungguh. Aku langsung melesat cepat kearah lain.

Tidak lebih dari dua menit, aku sudah sampai didepannya lagi. duduk disampingnya, melipat kakiku bersila dan menghadapnya sempurna.

“lihat aku.” kataku kemudian saat Songjin terus-terusan membuang wajahnya. Memangnya dia pikir aku akan melakukan apa sih? Aku ingin mengobati lukanya itu!

Songjin meringis kesakitan setelah kutempelkan kapas yang sudah basah karena alcohol. Air matanya lag-lagi keluar. Kali ini aku tidak tahu dia menangis karena masalahanya yang aku masih belum tahu apa, atau menahan perih saat kapas ini menyapu kulit terluarnya yang luka.

“maaf ya, tahan sedikit.” Aku bicara sambil terus membersihkan lukanya.

Songjin merintih. Tanganku harus bekerja ekstra karena selain membersihkan luka-lukanya aku juga terus-terusan menyapu agar air matanya tidak ikut-ikutan tumpah.

“sebenarnya kau ini kenapa, Songjin?” kualihkan pandanganku pada mata gadis yang tidak pernah berhenti menangis dan tidak pernah mengeluarkan suaranya sedikitpun kecuali untuk merintih menahan perih, sejak tadi, tapi dia mengalihkan pandanganya ketika mata kami bertemu.

Kutempelkan sebuah plester dipelipisnya. Hidungnya sudah tidak mimisan lagi. tapi aku tetap saja takut terjadi sesuatu yang salah didalam sana.

Mataku lalu menelusuri wajahnya lagi. dan menemukan lecet didagunya. Kusiapkan plester lainnya untuk didagunya itu, menutup luka sobekan kecil. Tck, wajah istriku jadi aneh begini kan? Duh!

Setelah semuanya selesai, dan aku benar-benar memastikan semuanya beres, aku sama sekali tidak membalikan tubuhku. Aku masih setia menanti sampai gadisku ini mau membuka mulutnya.

Walau sejak tadi Songjin masih menangis. tidak dengan intensitas yang sama. Tapi tetap saja menangis. “tadi kau kuliah kan?” aku mencoba mengalihkan pikirannya.

Songjin mengangguk. “kenapa baru pulang? memangnya kelas terakhir selesai jam berapa?” tanyaku sambil memainkan ujung rambutnya yang ia urai begitu saja. menggulungnya pada jemari-jemariku.

“aku pergi.”

“kemana?”

“……….”

Kuhela nafasku pendek, “dengan siapa?” tanyaku akhirnya setelah pertanyaan sebelumnya dariku diabaikannya.

“……………”

aku tahu sepertinya, “mentormu itu ya? kenapa? dia mematahkan hatimu, hah?” demi tuhan tadinya aku hanya ingin bertanya saja. tapi tidak tahu kenapa malah pertanyaan bernada sinisme seperti ini yang keluar.

Aku benar-benar akan mengibarkan bendera putih bertuliskan ‘aku bodoh’ jika sampai Songjin mengeluarkan air matanya lagi setelah pada akhirnya air itu tidak lagi keluar dari matanya.

Untungnya tidak. Songjin menggeleng pelan dan menghirup udara disekitarnya banyak, “Siwon Oppa.” sial!

Apalagi yang mereka lakukan? Bersama dengan pria brengsek itu? dia bahkan sudah mendapatkan Gyuwon, apalagi yang diinginkannya sekarang? “untuk apa?” akhirnya kubuka mulutku lagi. kali ini nada acuh sengaja kuciptakan.

Aku tidak tahu kenapa. aku hanya tidak suka. Boleh kan?

“lalu pulang larut lagi? memangnya apa saja yang kalian lakukan?” aku menuntutnya untuk segera bicara. Tapi lagi-lagi aku teringat dengan kondisinya yang tidak sedang baik-baik saja.

Kutarik nafasku dalam-dalam. Mengembalikan emosiku yang tadi sempat keluar dan mengulurkan tanganku pada Songjin. Menarik gadisku kembali lagi pada pelukanku. “Tsk, lupakan saja itu. sekarang kau tidur ya? kau demam.” Kataku nyaris berbisik ditelinganya, dan lalu membopongnya kekamar kami.

Selepas jarum jam berputar, tidak sampai dua puluh  menit Songjin sudah tertidur. kurasa dia benar-benar lelah. Entah apa yang sudah dilakukannya seharian ini.

Wajahnya juga terlihat sama lelahnya dengan tubuhnya. Matanya sekarang membengkak.

Besok, dia pasti akan menjerit tidak karuan saat melihat kondisi wajahnya yang yaaah… hancur.

Banyak plester disana sini. Dan matanya yang hanya tinggal segaris karena membengkak. Tck, bentuk istriku jadi seperti tokoh kartun pucca hanya dengan tambahan banyak plester.

Tapi tetap saja Songjin selalu terlihat cantik dimataku. Seaneh apapun wajahnya sekarang, atau hal-hal sinting yang sering dilakukannya, toh, aku selalu merasa kalau aku selalu perlu berada disisinya.

Hal terpenting pertama adalah menjaganya, selain kewajibanku yang lain yaitu mencintainya. tapi itu bukan hanya sekedar kewajiban semata melainkan karena memang aku ingin melakukan-nya. aku mencintainya. jauh sebelum pernikahan ini terjadi, nyatanya aku sudah lebih dulu jatuh hati dengannya. 

Hanya saja, akan sulit untuk mengutarakannya langsung. itu pasti. Aku sudah sering mencobanya, tapi selalu gagal. dan sepertinya akan selalu gagal memang.

Perlahan, kudekatkan wajahku padanya dan menempelkan ujung bibirku pada bibirnya. “jaljayo~” ucapku nyaris berbisik.

Lalu mengecupnya ringan sekali, dua kali, tiga kali—berkali-kali hingga aku puas. melakukan kebiasaanku setiap malam. Satu hal dari begitu banyak deretan hal yang tidak akan bisa kulakukan saat ia sedang terjaga.

Cho Songjin, Saranghae~

 

215 thoughts on “Missing [Part 6]

  1. Kasian banget sungjin yaampun. Apalagi pas berhasil buka password laptop nya kyuhyun, pasti sakit banget.
    Tapi kok yang aku bingungin, pas bagian akhir si kyuhyun bilang cinta ke songjin tapi kenapa dia marah ngeliay siwon nyium gyuwoon, aku fikir dia masih cinta sama gyuwoon.
    Daripada bingung gini, menidng next chap aja dehh:D

  2. Aigoo kyu knp gk bilang cinta langsung ajh sii ke songjin… kalo cinta bilang cinta.. lebih baik jujur ajh kyu ketimbang nutupin perasaannya terus.. nanti bsa terjadi kesalahpahaman loh kyu.

  3. Sumpah keren banget. Aku sampe nangis waktu songjin buka laptop itu. Apalagi pas liat videonya terus kyuhyun bilang ‘aku mencintaimu’. Sumpah feelnya dapet banget. Aku reader baru. salam kenal

  4. wah…. ternyata kyuhyun sudah mencintai songjin gak nyangka tapi cepat2 bilang kasihan songjin meresa cintanya bertepuk sebelah tangan….nexttt

  5. Pingback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  6. Aku baca ini..gemes bgt sama kelakuan dua orang idiot ini..untung aja author menakdirkan mereka brsama,,coba aja kalo songjin sama siwon
    .bakalan gila tuh cho kyuhyun…

  7. huaaaaa cho kyuhyun brengsek. .. sialannn knpa make nma gyuwon untuk pw… ada cho-nya lgi.. hiks kasian songjin.. arghh sialannn … nangissss bca part ini.. nyesek bngett…

  8. ikutan nyesek klo gni…kyu..blm bs relain pa gmn..msh jja nyimpen tu video…
    songjin yg sllu d kaya bodoh..trnyta bs jg nemuin pw file kyu..ckck..pd anggep remeh si…
    klo kyu tau sebab yg bkin songjin nangis, gmn reaksiny y???

  9. entahlah komen apalagi nyesek juga pas songjin buka laptopnya kyuhyun yg ternyata isinya masa lalu. kalo dua duanya saling terbuka kan kaga bingung sendiri sm perasaan masing2. tp emang ini yg bikin greget bacanya

  10. Wahh gereget banget sama si kyuhyoooon.. Sebenarnya dia itu suka siapa sih??? Gyuwon atau songjin? Iya tau kyuhyun sama gyuwon emanh jadi temen baik.. Tapi nggak gitu juga kan pake passwordnya dengan nama si gyuwon lagi pake cho jugaa arghhh

  11. Wahhh kyu jahat bgt sumpah klo emg dia cinta sama songjin kok bisa2nya peduli segitu besar sm gyuwon, dan apa itu video mrk pas msh bersama dan foto ciuman omg dan parahnya si kyuhyun gak sadar songjin nangis begitu gara2 itu ckckck udahlah jujur aja kyu duluan biar si songjin gak nambah sakit hati lg dan gak menimbulkan kesalahpahaman yg lain lg

  12. Pingback: Rekomendasi Fanfiction Part 2 | evilkyu0203

  13. Fakta baru terbongkar juga,mereka berdua saling mencintai.
    Sumpah kak author,itu pas kalimat kyuhyun ”aku mencintaimu,aku mencintaimu,aku mencintaimu”.
    Kok aku berasa jadi songjin,trus ngebayangin kalimat itu buat gyuwon,nggak sadar mata berkaca2,ikut kebawa perasaan songjin.
    Keren banget pas bagian itu,,

  14. Astaga rasanya gimana ya rasa nano nano telolet. Ga ngerti lagi!😭
    Tapi ini bingungim tau, kyuhyun bilang dia cinta sama songjin ya walaupun secara ga langsung. Tapi ada yang salah ini. Ada yang salah. Kenapa password laptop kyuhyun Cho Gyuwon:) wah perilaku menyimpang ini namanya.

  15. aaaaaaaakkhh!!! kyuhyun juga cinta m songjin trnyta!!! tp knapa perhatian k gyuwon selalu buat slah paham!!!
    aduh percuma deh aq nangis ssenggukan ngikutin songjin..😭 wkwkwkwk
    keep writing ^^

  16. aaaaa otekhe… jadi nyesek bacanya sakit pasti PW leptop milik kyuhyun nyatanya bkn nama PW istri sendiri terus isi filenya jg kenapa kyk gitu coba. tuuu kan nyesek bacanya abang kyuhyun membingungkan kasiankan kan songjin. haaaa jadi hega sendiri..!! ambigu deeh adanya. isshhhh…

    oennie mmng daebak !!!! huuuft

  17. Kenapa passwordnya pake nama gyuwon?
    Kyu kok gitu? Kalo aku jadi sojin juga pasti sakit hati lah 😭😭😭😭😭😭😭😭
    Nyatanya saling cinta,tapi gamau jujur …
    Gitu aja terus sampe bugsy jadi cantik 😭😭

  18. Sebenernya disini yang paling bodoh tu kyu, kalau cinta kenapa gak bilang ? Kan jadi salah paham, ditambah kenapa masih pakai nama gyuwon buat pw laptopnya.. kasihan songjin hancur banget tuh hatinya gara2 kyu bodoh

  19. Aku pusing sama sikap si kyu. Dy itu gag suka siwon sama gyuwon mantannya. Trus kalau songjin sama siwon juga dy gag suka. Nah dy bilang kalau dy udah cinta ma songjin jauh sebelum nikah… hahha jangan bikin gue ngakak cho. Sikap loe itu sama skali gag nunjukkin loe itu bener2 cinta hanya songjin seorang.m ckk

  20. klu kyuh bener2 mencintai songjin kenapa klu ada gyuwon di dekatnya dia lp pd songjin?kenapa kyuh marah saat melihat siwon mencium gyuwon.kyuh seakan lp bwh cinta bkn hanya d ucapkan tp jk d buktikan dgn tindkan.beri songjin perhatian d kasih sayang yg seharusnya dia dptkan dr suaminya.

  21. kyuhyun gak bisa jujur sama songjin, jadinya songjin kecewa sm dia karena dia gak terus terang, kyuhyun udah cinta sm songjin udah lama pula tp dia gak terus terang jd songjin nyangka dr dulu sampai sekarang kyuhyun masih cinta sama gyuwon …..

  22. ya elah kelewat satu part padahal ini mah udah pas banget buat bikin cewek merinding discoow 😭😭😭😭😭 ini kyuhyun so sweet songjin lagi bobok syantikk kenapa sih kagak lagi melek aja apa susahnya sih kalian saling Cinta tapi gak jujur gak klop itu kapan mereka bersatu jadi suami istri nyata hikkss

  23. apa? Apa apa apa apa? Yang tadi bilang cho songjin saranghae siapa? Bukan hantu kan?
    Kyuhyun bodoh banget dalam hal perasaan, songjin nangis gitu ditebak tangis bahagia? Yakali kyuhyun apa bener-bener bodoh gabisa bedain mana tangis bahagia dan sedih *emosi sungguh kyuhyun keterlaluan banget. Jangan sampe dia sadar saat waktunya sudah habis

  24. Kenapa passwordnya masih cho gyuwon. Padahal kyuhyun blg sndr kl dia mencintai songjin. Tp liat gyuwon sama siwon malah marah bsr. Kesel deh kyuhyun ga pny pendirian dan ga peka. Hehehe jd ikutan emosi. Sedih bgt wktu password laptopnya kebuka. Ikutan nyesek dan nangis hiksss

  25. Sedih …
    Kyuhyun cinta sama songjin .. tpi kok kelakuannya ga menunjukan itu ..
    Klo bener cinta berarti songjin harusnya ga terluka kan ..

    Gimana klo songjin terus salah paham dan akhirnya pergi .. 😂😂😂

  26. maksudnya ini kyu suka 2 gadis gitu ?
    jahaaat kyu kamu ih
    ngaku sarang2an ama songjin tp laptopnya full kenangan ama gyuwon, pw nya ttg gyuwon pula. hadiuh

  27. Nyesek…. Pas songjin buka laptop kyuhyun ternyata passwordnya “cho gyuwon”… Tapi kyuhyun bilang cinta… Tapi bingungnya tuh kenapa dia nyium gyuwon🤔 kak galuh sukses bikin aku nyesek karna jalan ceritanya😔 daebak!

  28. 😳 apa katanya? Cinta? 😳 Kyuhyun? Lah terus pas dia bilang cinta sama mantannya itu apa? 😳 Tsk… ternyata kyuhyun memusingkan juga. Berhasil banget ngecoh gwa 😑 Tapi sikapnya itu lo sama mantannya kok kayak dia masih cinta gtu 😑 Tsk… satu yg aku lupa kyuhyun kan pinter banget ackting

  29. part ini feel nya dapet banget
    pas baca jadi ikutan sedihh 😢😢
    kasihan songjin yaa..pasti hatinya hancur banget ..😢😢😢
    tahu kalau kyuhyun masih nyimpen video kenangan mantan pacarnya .apalagi password laptopnya “cho gyuwon”

  30. Sumpah di part ini sedih banget,, pasti sakit banget rasanya,, kalau emang Cinta knapa gk ngomong ajasi,, kasian songjin slalu beranggapan kalau kyuhyun msih suka sma gyuwon,, tkutnya songjin keburu pergi dan ninggalin kyu 😔😔

  31. Elahhh… Lu udah Cinta ama songjin jauh sebelum lu nikah ama dia tapi kenpa tuh pw laptop belum lu ganti Cho kyuhyun aduhhh gedekk lama-lama ama lu 😣😒bikin istri nangis bae kerjaannya duhhh gw gigit lu cho

  32. Pasti sakit rasanya , pas tau kalo ternyata suamimu masih nyimpen kenangannya bareng si mantan …. Song Jin yg sabar yach …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s