Missing [Part 11]


Author: GSD.

Title: Missing. [11]

Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Park Songjin, Lee Donghae, Lee Gyuwon.

Rating: PG 15.

Length: Chaptered.

Genre: Romance, Tragedy, Family.

“Aku mencintaimu. Bagaimana caranya mengatakan langsung kepadamu?” -Cho Kyuhyun

 “walaupun tidak tahu akan seperti apa hidup ini nantinya, aku ingin kita terus bahagia. Meskipun dengan cara yang diinginkan ataupun tidak. suka atau tidak. bersama dengan siapapun. Semoga itu selalu menjadi yang terbaik.” – Park Songjin

“jadi berhenti berfikir sepert itu! tahu tidak??”

“iya. aku tahu.” Siwon tertunduk patuh pada Songjin. Setelah mereka saling berbicara tentang segalanya yang membuat hati sesak, nyatanya hal itu benar-benar berpengaruh banyak pada isi kepala dua orang ini.

“tahu apa?”

“…tahu kalau..ternyata otak yang hanya sedikit itu masih ada gunanya juga. Syukurlah kalau begitu.” Siwon mengelus dadanya. Namun Songjin langsung meledak.

“Yaaa! Oppa!!” gadis tersebut langsung berdiri dan berlari mengejar Siwon yang sudah lebih dulu menjauh karena telah mengantisipasi apa yang akan terjadi setelah ia membeberkan kenyataan apa yang ada kepada Park Songjin.

“ya~ sudahlah. Hentikan. Kau bilang kau lelah. Kau bukannya ingin mandi?”

“aku ingin membunuhmu dulu!” pekik Songjin.

“mandi saja dulu. kau bau!” Siwon menjepit hidungnya rapat-rapat. Seakan Songjin memang benar-benar mengeluarkan bau menyengat seperti ditempat pembuangan. Pria itu bahkan mengibaskan tangannya diudara. “lihat ini, disini banyak nyamuk dan lalat karena kau bau!”

“Arra. Arra. Aku juga sudah lelah dan tidak berniat untuk mencari musuh lagi.” gumam Songjin menyerah.

Kakinya terasa sangat sangat pegal, dan tubuhnya remuk. Ia pun lapar walau entah bagaimana, kini rasa mual mulai memenuhi perutnya.

Gadis itu lalu beranjak pergi untuk mengambil tasnya kembali. namun Siwon menghentikannya, “ya, katanya mau mandi?”

Songjin melirik pria itu murka. “iya iya. karena itu aku pergi. cerewet sekali kau ini.”

“bukan begitu..maksudku. mandi disini saja.”

“Mwo? Kau gila?” Songjin mendelik. Namun Siwon menatapnya datar. Seperti tidak pernah menyarankan apapun untuk gadis ini sebelumnya.

“memangnya kenapa? disini tidak ada siapa-siapa.”

Songjin memandangi sekitar. Memang benar tidak ada siapa-siapa. tapi tetap saja, hal seperti itu terasa asing baginya. Ini tempat terbuka. Bukan tempat yang pantas untuk mandi.

Mata cokelat gadis itu lalu tertuju pada Siwon, “ada kau kan?” ujarnya sinis. Mencantolkan ransel miliknya dipundak lagi.

“aku? memangnya aku kenapa?”

“tentu saja berbahaya. Kau bisa mengintip. Lalu akan jadi—“

Siwon melongo. Rahang pria itu terjatuh, “apa? Aku mengintip?” serunya tidak percaya. Tidak percaya dengan apa yang didengarnya sendiri, “Omo.. dengar ya, aku sama sekali tidak tertarik dengan tubuhmu. Mungkin Kyuhyun iya, tapi aku tidak. tubuhmu itu tidak ada bagusnya sama sekali. Hoeeek!”

“yaaa! dasar kuda Jantan. Choi Siwon Bodoh!”

“Apa? Dasar tidak sopan!!!”

“kau yang tidak sopan!”

“kau yang—hhh.” Siwon mendesah panjang. Sadar akan perdebatan yang tak kunjung selesai jika dilakukan bersama dengan Park Songjin. Si gadis yang tidak pernah mau kalah.

“sudahlah. Kau mandi saja sekarang. aku tidak akan mengintip. Lagipula, tadi pun aku mandi disini. sendiri. kau harus mencobanya. Dengarkan apa kata Pria tampan berpengalaman dan cerdas ini, Park Songjin. Aku tidak pernah mengada-ada.” Siwon berbicara dengan nada dilebih-lebihkan.

Songjin masih memandangi Siwon curiga. Entah apa yang dicurigai dari pria yang jelas-jelas tidak memeliki ketertarikan seperti itu dengannya. Tapi, pria tetaplah pria. Hal seburuk itu tetaplah memiliki kemungkinan untuk terjadi.

“Aigoo. Aku bilang kan aku tidak akan melakukan apapun.” Siwon mendesah. Pria itu lalu bejalan menjauh, “aku tunggu disana.” Ia menunjuk bebatuan yang memiliki jarak cukup jauh.

“cepat!!” dengan tidak sabar, ia mendorong Songjin menajuh. Lalu menyumpal telinganya sendiri dengan Earphone. Debuman music yang keras, terdengar sampai pada telinga Songjin.

Tiga puluh menit kemudian Songjin selesai bertegur sapa dengan air danau yang begitu dingin. membuat giginya bergemeretak, tapi rasa segar itu tidak bisa dipungkirinya.

Setelah semuanya selesai, Songjin menghampiri Siwon. Tubuhnya mengigil. “ayo. Aku—sudah— selesai.” Katanya terbata. Siwon hampir lupa dengan hal yang satu itu. airnya sedingin es jika sudah malam begini. Tapi toh, gadis itu tidak mempermasalahkannya.

Pria itu lalu memberikan Jaketnya yang sejak tadi ia gunakan sebagai penghangatnya sendiri. menyampirkannya pada bahu Songjin. “ayo.” Ujarnya kemudian dan melepas earphone nya.

“Oppa.”

“mm?”

“kakiku pegal.”

Siwon memutar tubuhnya. Mendapati Songjin yang tengah berjongkok. Tapi lucunya, gadis itu malah memegangi perutnya. “kakimu atau perutmu yang pegal?” tanya Siwon sarkastik.

“kaki.” Songjin menjawab pendek. Wajahnya seperti ingin menangis, namun ditahannya sekuat tenaga.

“mencurigakan.” Siwon berkata. Walau setelahnya, ia tetap menghampiri Songjin. Lalu berjongkok didepannya, “ayo naik.” Ujarnya. Dan tanpa melalui pemikiran panjang, Songjin langsung melompat kedalam gendongan Siwon.

**

“Tunggu. Tunggu. Aku mohon, Jangan pergi.” Kyuhyun bergerak kesana kemari dalam tidurnya. “Jangan, tungu!” ujarnya lagi.

Pada detik selanjutnya, pria itu langsung terbangun dengan peluh yang memenuhi wajahnya.

Mimpi itu datang lagi. entah bagaimana bisa datang berkali-kali, dalam susunan kisah yang sama. Hal yang selalu tidak pernah membuatnya tenang. Jantungnya berdegup tidak menentu.

Bola matanya bergerak kesana kemari. Satu-satunya yang dapat membuatnya tenang adalah jika berada didalam rengkuhan Songjin. Tapi gadis itu tidak ada. Entah pergi kemana.

Barulah ia sadar bahwa sejak tadi Istrinya tidak juga muncul. Setelah Gyuwon pingsan, ia membawa gadis lain bersamanya, sedangkan gadisnya sendiri ditinggalkan begitu saja.

Kyuhyun panic. Lebih panic saat mendapati jam telah menujukan pukul sebelas malam. semua orang sedang beristirahat. Pria ini tidak memiliki ide sedikitpun, tentang keberadaan Songjin.

Ia hampir saja memiliki ide untuk membangunkan seisi penginapan untuk mengatakan bahwa istrinya hilang. Lucu sekali.

Pria itu lalu bergegas pergi dari kamarnya untuk mencari Songjin. Disambarnya jaket yang dibawanya kemarin, dan memakainya cepat-cepat sambil terus berjalan. Mulutnya tidak bisa juga bisa berhenti mengutuk segala hal.

Termasuk Songjin yang sejak tadi dibodoh-bodohinya karena melenyapkan diri dan membuat pria itu kelimpungan.

“kau—“ Kyuhyun berhenti tepat diambang pintu.

“kau mencarinya kan? Dia tadi pergi bersamaku.” Siwon menjelaskan. Songjin yang berada diambang batas kesadarannya karena terlalu mengantuk, Hanya melambai datar pada Kyuhyun, “Annyeong!” ujarnya tanpa berdosa.

Kyuhyun tertegun. Memandangi Songjin dan Siwon bergantian. Rasa kesal itu langsung muncul, bersamaan dengan jutaan pertanyaan menuntut. Mengapa mereka bisa bersama? Bagaimana bisa sampai semalam ini? apa yang mereka lakukan? Dari mana saja mereka sejak tadi?

Sesuatu didalam tubuhnya sudah menyetrum salah satu bagian didadanya, hingga ia merasa kebah dan nyeri. Hampir sejalan dengan kepala yang terus berdenyut seperti akan pecah.

Jutaan pertanyaan terus berputar didalam kepala Kyuhyun. sekali saja pria itu membuka mulut tentang hal ini, ia sendiri tidak akan mampu menjamin apakah akan bisa diberhentikan.

Tapi Ego yang tinggi, membuat Pria itu malah menggeleng dengan wajah datarnya, “Tidak. aku suntuk didalam. Aku mau keluar sebentar.” Ujarnya. Lalu kemudian pergi meninggalkan Siwon dan Songjin.

Cho Songjin’s side

“Tidak. aku suntuk didalam. Aku mau keluar sebentar.” Kyuhyun berkata singkat. Lalu kemudian pergi masuk kedalam hutan. Entah akan pergi kemana pria itu. ditempat seperti ini, jelas tidak ada café atau kedai kecil untuknya mengabiskan malam dengan minum-minum sampai mabuk kan?

Untung saja aku sedang dalam kondisi terburukku. Kakiku ini rasanya lebih sakit dibandingkan hatiku yang lagi-lagi mendapatkan pengabaiannya.

Aku dan Siwon Oppa terdiam sesaat, hingga kami tersadar sendiri, dan pria itu menurunkanku tepat didepan kamar yang katanya adalah untukku tadi.

“tidur saja. istirahat. Jangan bertingkah yang aneh-aneh lagi.”

“aneh-aneh apa?” tanyaku menyudutkan. Pria ini selalu mengira aku akan melakukan apa saja. memangnya aku ini robot? Untuk berdiri dengan tulangku sendiri pun rasanya sudah setengah mati susahnya.

“pokoknya jangan lakukan yang aneh-aneh, dan langsung tidur. Mengerti tidak??” Siwon oppa berkata dengan nada meninggi. Penuh perintah dan galak seperti Eomma yang dulu selalu marah kalau aku tertangkap basah tidur larut karena bermain game online.

“iya. Cerewet!” aku mendengus. Pria itu lalu tersenyum, “anak pintar. Kalau begitu aku tinggal dulu.” katanya. Mengusap ujung kepalaku lalu masuk kedalam ruangan tak jauh dari ruang kamarku.

Aku merasa seperti hewan peliharaan saja sekarang.

**

Benar. tubuhku memang remuk. Kakiku sakit dan mataku hanya menyisakan watt terakhirnya. Tapi aku tidak juga bisa tidur. Entahlah, rasanya hampa saat Ranjangku kosong seperti ini.

Setan itu.. dia pergi kemana malam-malam begini memangnya?

Aku memandangi sekitarku. Tempat ini tidak terlalu besar. hanya penginapan kecil yang tidak memiliki fasilitas tambahan. Seharusnya, tempat ini disebut penginapan darurat saja, karena bentuknya yang nyaris seperti rumah biasa.

Hanya ini adalah rumah yang tidak memiliki apapun. dan berita buruknya, hanya inilah satu-satunya penginapan yang ada disini. kecuali jika ingin tidur didalam tenda lagi.. dan aku tidak mau! karena tidur dialas yang keras seperti itu rasanya ingin mati saja.

Aku berjalan perlahan menuju sebuah pintu dihadapanku. kakiku kembali berdenyut hebat saat aku menggunakannya lagi. dan perutku bergejolak.. astaga. ada apa dengan ini?

“WOW!” aku terkejut. Terpana sesaat ketika mendapati pemandangan dihadapanku. sedikit terlalu gelap karena kurangnya penerangan, tapi tidak mematikan penglihatanku akan keindahan segalanya.

Sesuatu didepanku sana.. aku rasa itu adalah Puncak pas gunung ini. pohon-pohon disekitarnya, yang memberikan tambahan kesan elegan. Aku paham sekarang mengapa Siwon Oppa betul-betul jatuh cinta dengan tempat ini.

Sesaat ketika aku sedang serius menikmati hembusan angin yang menyapu wajah, pintu terbuka. Dan Kyuhyun masuk dengan wajah lusuh. Lagi—

“dari mana?” tanyaku penasaran. dia seperti baru kalah Judi saja.

Pria itu tidak menjawabku dan malah duduk diatas ranjang. Lalu memainkan psp-nya. aku mendengus kesal. Pengabaian lagi. entah sampai kapan aku akan mendapatkan hal semacam ini.

Aku mendekat. Tapi pria ini tidak juga sadar kalau aku sudah berada disampingnya. aku sengaja menyenggol lengannya tapi dia malah marah, “diam! Mengganggu saja!” bentaknya.

“ya~” aku menyenggolnya lagi. jujur saja, aku sedang tidak memiliki tenaga sedikitpun untuk bertengkar dengannya. “kau dari mana?”

Kyuhyun tetap diam. “Yaaaa!!” aku berteriak ditelinganya. Barulah ia menoleh. Tapi itupun hanya sesaat. Aku langsung tersadar saat melihat kabel kecil yang menyembul dari dalam jaketnya. Dan telinganya tersumpal earphone.

Benar-benar pintar.

Aku langsung menarik sumpalan telinga itu dan berteriak ditelinganya kencang-kencang, “kau dari mana?”

“astaga Songjin. Apa harus berteriak seperti itu? aku belum mau tuli!” ujarnya mengerang.

“aku sudah bicara dengan volume normal, tapi kau mendiamkanku. Aku kan tanya. Kau dari mana malam-malam begini?”

Kyuhyun menatapku datar. Seperti berfikir, namun lalu menghela nafas panjang, “memangnya penting aku kemana?” ujarnya lebih bersifat seperti gumaman saja.

Membuatku bukan main kesalnya . tentu saja penting! Aku mengkhawatirkannya. Asal tahu saja, aku ini setengah mati mengantuk! Tapi tidak bisa tidur karena merasa tidak tenang saat ia tidak ada. Apa dia gila?

Entah apa yang sedang terjadi dengannya sekarang. yang aku tahu, jika seorang Cho Kyuhyun sudah begini, pastilah sesuatu sedang mengganggu pikirannya. Beberapa detik aku terdiam memikirkannya, lalu kemudian menghela nafas panjang sendiri.

Tentu saja Gyuwon Eonni. Tadi siang gadis itu menjadi pusat perhatian semua orang karena kondisinya yang buruk.

Aku sedang tidak ingin berdebat, apalagi bertengkar. Tubuhku rasanya sudah tidak karuan dan sekarang Kyuhyun sudah kembali. rasanya aku sudah bisa tidur. Setelah kembali ketempat tidur, aku langsung menarik selimut tinggi-tinggi. Asal tahu saja, udara pegunungan itu dinginnya tidak main-main!

**

Selain karena sengaja tidak tidur semalaman, aku tidak pernah memiliki alasanlain untuk bangun sepagi ini. tapi kali ini berbeda. Aku memang tidak memiliki alasan apapun untuk bagun sepagi ini.

Matahari saja belum muncul. Ini masih jam 4subuh. Sedangkan semua orang masih terlelap, aku sudah harus bangun lagi, karena Kyuhyun entah ingin melakukan apa, dan tidak ingin sendiri.

Pria itu menyeret-nyeretku seperti aku adalah hewan perliharaannya sejak tadi. “ayo, cepat!”

Aku masih mengikutinya walau terseok-seok. Sudah kubilang kan kalau kondisiku sedikit kurang baik sekarang? “Kyu, Jinjja—kakiku rasanya mau lepas. Kau mau kemana sih?”

“bukan aku, tapi kita!” Kyuhun berseru. Ah—Molla, dia terlihat begitu bersemangat seperti akan menonton pertandingan baseball saja.

“Kyu..Jinjjaaaa!!” aku berjongkok. Sesaat meremasi perutku sendiri. rasanya ngilu dan nyeri. Aku rasa maag ku kambuh, aku baru ingat aku melewatkan banyak waktu mengisi perut. Kemarin saja seharian penuh aku tidak makan apapun dan hanya menyedot air mineral seperti penyedot toilet.

“Ayo, Songjin! Sedikit lagi sampai!!”

Benar-benar seorang Cho Kyuhyun, bukannya datang dan menolong, dia malah pergi lebih cepat meninggalkanku. Memangnya dia tidak berfikir kalau mungkin saja aku bisa hilang ditengah hutan begini?

Bisa saja ada yang menculikku, atau aku dimakan hewan buas!!

“AAAA—KHUHYUN-AH! TUNGGU!!” aku menjerit dan langsung lari terbirit. Merinding sendiri dengan kemungkinan-kemungkinan buatanku.

**

Author’s side

“Kenapa harus ditutup sih kamu mau macam-macam ya?” Songjin terus protes saat Kyuhyun menuntunnya menuju lembah terbuka temuan pria itu.

Bukan Songjin namanya jika tidak berfikir yang macam-macam. Gadis itu bahkan sempat berfikir bahwa Kyuhyun akan menjatuhkannya kedalam jurang penuh lahar panas.

Tanggapan itu terang saja langsung dimuntahkan Kyuhyun berupa omelan. “apa kau gila? Aku belum mau masuk penjara!”

“tapi kau kan pintar! Kau bisa saja menghilangkan jejak. Lagipula kalau kau menceburkan ku kedalam lahar panas, apa tubuhku masih bisa ditemukan utuh-utuh?”

Kyuhyun memutar bola matanya Jengah. Gadis ini sudah gila. Bagaimana bisa dirinya berniat melenyapkan nyawanya sendiri? bagaimana bisa ia hidup sendiri jika selama ini, langsung maupun tidak, gadis ini telah  membuatnya terbiasa akan kehadirannya.

Bukan tidak mungkin. Tapi memang tidak ingin.

“Eissh, sudah kau diam saja. aku sedang tidak tertarik membunuh seseorang, jadi kau aman sekarang.” Kyuhyun mendesis.

Pria itu menggeleng tidak habis pikir dengan imaginasi Songjin yang tampak seperti pikiran bocah lima tahun.

Setelah beberapa saat berjalan, mereka pun sampai. Kyuhyun membantu Songjin untuk duduk pada sebuah batu. “Cha. Duduk dulu.” Ujar Kyuhyun ceria.

“duduk? Duduk dimana? Kenapa harus duduk?” Songjin melemparkan jutaan pertanyaannya lagi. sedang Kyuhyun tidak berminat menjawab, hanya tersenyum senang.  “K—kau dimana? K—kau, tidak meninggalkan aku sendiri kan?” tangan Songjin  meraba-raba tanah sekitar tempat nya duduk. Sedikit panic saat mendapati kiri kanannya kosong.

Namun kemudian Kyuhyun mendekat. Menangkap tangannya. “Tck! Tentu saja tidak. kau kira aku berani mati kembali tanpa membawa mu lagi? aku bisa habis dibunuh Appa.” Ujarnya dengan nada sinis. Namun menyisakan senyuman lagi pada wajahnya.

Entah bagaimana, rasa senang itu muncul membabibuta. Menyapu rasa kesalnya semalam, mengingat segala pikiran-pikiran menyimpang tentang gadisnya.

“Cih!” Songjin mendecah. “ini..dimana?”

“DiGunung Surak.”

“Ya! aku tahu ini di Gunung surak. Maksudku, kita sedang dimana sekarang?”

Kyuhyun tertawa lagi. kini ia membekap mulutnya sendiri agar tidak mengeluarkan suara apapun. “sudah, kau diam saja. nikmati saja hidup terakhirmu.”

“Apa?”

“haha—tidak. aku bercanda. Karena itu Kau diam saja.” Kyuhyun meletakkan telunjuknya pada bibir Songjin. “kalau kau buka lagi, akan ada hal buruk terjadi.” ujarnya mengancam.

Entah hal buruk apa yang akan dilakukannya selain berniat untuk mencicipi lagi bibir manis Songjin seperti biasa ia lakukan secara diam-diam.

Mereka sama-sama terdiam. Songjin bersandar pada sebuah pohon besar didekatnya dan nyaris terpejam dengan mata tertutup seperti itu. Sedangkan Kyuhyun sedari tadi hanya sibuk memandangi Songjin tanpa mampu untuk tidak tersenyum senang.

“ya~ sipa yang menyuruhmu tidur?” Kyuhyun menyenggol lengan Songjin saat merasa nafas gadis itu berangsur teratur dan Songjin benar-benar tidak mengeluarkan suara apapun lagi selain helaan nafas.

“aku tidak tidur. Aku hanya lelah.” Songjin menjawab malas. Bohong jiika berkata tidak mengantuk. Tapi ia pun sadar tidak mungkin tidur ditempat seperti ini, bersama dengan seseorang yang mungkin saja dapat membunuhnya sewaktu-waktu.

Kyuhyun tersenyum. Namun lalu meruduk mengamati kakinya yang menggantung diatas tebing. “Geurom…semalam kau kemana?” tanyanya hati-hati. tidak ingin terdengar seperti sedang mengintrograsi, namun rasa penasaran itu terlalu membuncah untuk diabaikan.

Pikiran menyimpang tentang apa-apa yang Songjin lakukan terus saja berputar-putar dikepalanya. Pikirannya kembali menjadi kacau setelah termakan cemburu buta. Semakin kesal saat tidak mendapati jawaban apapun, dan malah mendapatkan banyak bercak merah pada seisi leher jenjang Songjin saat Pria itu mencoba untuk melakukan aktivitas rahasianya setiap malam.

Menciumi Gadisnya diam-diam.

Hatinya kembali menjadi panas. Emosinya tersulut lagi, entah harus dilampiaskan kemana rasa amarahnya kini.

Satu-satunya orang yang bisa disalahkan dan pantas untuk menjadi Tersangka utama saat ini hanyalah Choi Siwon karena telah dengan seenaknya membawa istrinya pergi tanpa meminta ijin dengannya.

Pikiran Kyuhyun pun telah melayang kemana-mana. Membayangkan apa saja yang dilakukan dua orang itu hingga gadisnya terasa begitu aneh saat ini.

Namun lagi, jika mengingat bagaimana ia meninggalkan Songjin dihutan tadi, rasa bersalahnya kembali muncul dan rasa kesal itu mulai tertutupi.

Kyuhyun seperti kertas yang jatuh pada aliran sungai. Pasrah akan dibawa kemana, namun rasa sesal itu terus menghantui.

“aku pergi ke air terjun. Siwon Oppa memberitahukanku kalau disini ada mata air itu. kau tidak pernah bilang kalau tempat ini benar-benar keren.” Songjin terkekeh.

“mata air..air terjun.” Kyuhyun mengambang. Mengingat-ingat suatu tempat dan, “Oh. Itu… ya, aku belum sempat memberitahukannya. Tapi selain itu ada tempat yang lebih indah disini. lagipula, sejak kapan kau menyukai pegunungan? Bukankah lebih nyaman membeli baju?” sindir Kyuhyun. matanya melirik pada Songjin tajam.

Syukur saja gadis itu tidak melihatnya, karena jika iya perkelahian panjang mungkin saja akan terjadi.

“tidak. maksudku—ya. kemarin memang aku pikir begitu. tapi ternyata ada beberapa tempat yang keren juga. walau tidak lebih keren dari Channel Store.”

Kyuhyun mencebikan bibirnya. Mengangguk asal, tidak perduli dengan pembelaan Songjin. Satu yang ia yakini, gadis itu masih menempatkan pusat perbelanjaan itu diurutan teratas.

Tidak bisa dipercaya. Batin Kyuhyun dalam hati mencibir.

Pria itu lalu memandangi sekitar. Menarik nafasnya dalam-dalam, mengisi rongga paru-parunya dengan Oksigen bersih langsung dari alam. Sedetik, ia kemudian berhenti saat merasakan sesuatu yang ditunggunya mulai muncul.

Pria itu lalu cepat-cepat menarik Songjin mendekat, dan melepas dasi yang digunakannya untuk menutupi mata Songjin.

“Jangan dibuka dulu!” perintah Kyuhyun saat Songjin akan membuka matanya. “awas kalau kau coba-coba buka!”

Songjin yang tidak begitu perduli, hanya diam menurut apa perintah Kyuhyun. saat pria itu sibuk dengan segala sesuatunya, gadis itu hanya mengunci mulutnya, menikmati udara segar dipagi hari.

Cho Kyuhyun’s side

“Hana.”

“……”

“Dul.”

“…….”

“Set!” aku membuka tanganku yang semula digunakan untuk menutup matanya.

Gadis itu terdiam sesaat. Matanya masih mengerjab berjuta-juta kali seperti sedang menyesuaikan dengan keadaan sekitar sejak matanya tertutup cukup lama tadi.

“Omo!!” serunya kemudian, saat sinar hangat matahari mulai muncul perlahan. Semakin lama semakin menyilaukan.

Semalam aku setengah mati mencari kembali tempat yang dulu pernah kutemui tanpa sengaja. Aku sudah cukup lama tidak kesini, banyak hal yang berubah termasuk jalan menuju tempat ini.

Aku sempat putus asa saat mendapati jalan menuju kesini sudah ditutup. Banyak pohon dan daun-daun yang menghalangi. Tapi semalam, aku mencoba untuk mencari jalan lain. Untung saja aku menemukan jalan setapak.

Memang lebih panjang, tapi tidak masalah kalau untuk melihat Sunrise indah seperti ini.

“bagaimana bisa?” Songjin bertanya. Wajahnya membuatku puas karena ia terlihat begitu…..ah Molla. aku benar-benar sudah Jatuh Cinta.

Aku masih belum puas menikmati pemandangan. Bukan tentang matahari terbit. Tapi bagaimana gadis ini dapat terlihat sepuluh ribu kali lebih cantik setiap harinya. Dan aku tidak tahu bagaimana cara mengatakannya.

“Selamat Ulang tahun.” Kataku. Mengangkat potongan Kue yang kubeli dengan susah payah.

Asal tahu saja aku meminta Bibi pemilik penginapan untuk membuatkannya. Karena aku tahu aku tidak akan bisa membawa kue dari Seoul. akan seperti apa bentuknya nanti kalau kubawa mendaki?

“huh?”

Songin terdiam. Sekarang ia terlihat begitu kebingungan. Memandangiku, kue ditanganku, lalu matahari yang belum sepenuhnya terbit. Cahaya berwarna Oranye terus naik perlahan-lahan.

“Selamat Ulang tahun.” ulangku. Menyodorkan kue yang hanya dihiasi oleh satu lilin. “ayo ditiup.” Perintahku.

“Oh—? Ya. iya.”

Aku menyodorkan kue ditanganku. “Tunggu. Tunggu. Kau punya permohonan kan?” tanyaku curiga. Jangan bilang gadis ini terlalu bodoh untuk menyiapkan satu permohonan dihari ulang tahunnya.

Songjin mengangguk lalu tersenyum, “walaupun tidak tahu akan seperti apa hidup ini nantinya, aku ingin kita terus bahagia. Meskipun dengan cara yang diinginkan ataupun tidak. suka atau tidak. bersama dengan siapapun. Semoga itu selalu menjadi yang terbaik.”

Songjin berkata. Sejalan dengan ucapannya, satu-satunya lilin disana mati setelah ia meniupnya. Dua bulir air mata jatuh. Namun gadis itu kembali tersenyum bahagia.

“bagaimana kau ingat hari ulang tahunku? Aku saja lupa.”

“itu—“ aku tidak mungkin berkata kalau aku telah memberi bulatan tanda merah pada setiap kalender yang aku miliki disetiap tanggal 12 pada bulan April. Ponselku pun penuh dengan alarm yang mampu mengingatkanku.

Tapi jauh dari itu, aku pun tidak pernah bisa untuk pura-pura lupa kalau 12 April adalah tanggal lahir Istriku. Entahlah, “sepertinya daya ingatku terlalu bagus. Dan kau sebaliknya.” Ujarku mengejek.

**

Author’s side

Dua mata Kyuhyun masih terpejam rapat. Pria itu tidak sedang tertidur, walau juga ingin. ia sedang menikmati hal yang sudah dibayangkannya sejak lama. beberapa hari terakhir pria itu selalu berkutat tentang bagaimana cara membawa gadis ini keluar dari ‘kandangnya’

Kini, rasa puas itu terbayarkan sudah.

Songjin diam menikmati hangatnya sinar matahari pagi yang benar-benar menumpahi tubuhnya. Gadis itu tersenyum. Matanya memejam. Tangannya membelai lembut kepala Kyuhyun.

“Gomawo.” Ucapnya lirih. Tanpa berfikir panjang, menempelkan ujung bibirnya pada pipi gembil Kyuhyun. sedang pria itu hanya tersenyum tipis. Dihatinya kini sedang ada pesta kembang api meriah.

Lima belas menit telah dihabiskan dalam diam. Pada menit berikutnya Kyuhyun bangkit. Merubah posisi menjadi duduk, memutar tubuh menghadap Songjin. Pria itu merogoh sakunya.

Hampir saja ia melupakan yang satu ini.

“Ini.”

“ini apa?” Songjin mengeryit. Matanya memandangi kotak berwarna biru— beludru ditangannya.

Tunggu—! Dia sering melihat adegan ini dalam serial Drama yang ditontonnya saat waktu senggang. Ia lalu menoleh pada Kyuhyun yang sedang membuang wajahnya, memperhatikan hal lain untuk membuang rasa malunya.

Wajahnya tiba-tiba saja menjadi merah semerah tomat.  Masih diambang batas kegugupan, Songjin mencoba membuka kotak tersebut tanpa berusaha menduga benda apa yang tersembunyi didalamnya.

Sejalan dengan hal tersebut, jantung Kyuhyun pun tidak pernah menjadi normal detaknya. Selalu bertambah cepat dan cepat hingga wajahnya memerah sendiri. Pria itu saja geli dengan apa yang dilakukannya saat ini.

“Mwo?” Songjin terkejut. Gadis itu terkesiap sesaat sebelum matanya mulai menyipit. Memandangi kotak ditangannya. Matanya kemudian mengarah pada Kyuhyun.

Gadis itu mendengus, “ini apa? Kau bercanda ya?” ujarnya.

Kyuhyun terkekeh geli, “memangnya kau pikir aku akan melakukan apa? Kau sendiri yang sering bilang, kau benci kisah picisan.” Cibir Kyuhyun.

Rencananya berhasil membuat Songjin terkejut. Walau tidak pernah tahu hal yang dilakukannya bukanlah memberikan keterkejutan seperti yang dikiranya, melainkan rasa kecewa teramat sangat.

Tidak ada cincin. Tidak ada kalung atau apapun itu, benda mengkilat. Kotak biru, beludru itu berisikan sebuah memory card yang tak berarti.

Dengan kesal dan kecewa, Songjin menutup kembali kotak tersebut kencang. Menyerahkannya kembali kepada Kyuhyun, “cih. dasar matre. Kau bahkan belum melihat isi benda ini, kenapa langsung dikembalikan kepadaku?”

Songjin diam. Melirik Kyuhyun tajam, lalu mengunci mulutnya rapat. Ia menyandarkan kepalanya pada tubuh pohon pinus yang sejak tadi dengan setia tanpa mengeluh menjadi penopangnya.

Kyuhyun tertawa. Ia sudah akan mengira reaksi Songjin yang akan seperti ini. “dengar, aku tidak tertarik memberikanmu hadiah, cincin berlian, kalung emas, mobil mewah atau istana megah, walaupun aku mampu. Benda ini, lebih berharga dari semua itu.”

“Itu hanya Memory Card, Cho Kyuhyun.”

“bukan memory card biasa.”

“Memory card itu tidak dilapisi emas atau dihiasi berlian? Apanya yang kau sebut bukan memory card biasa?” sinis Songjin.

Kyuhyun tersenyum, “kau tidak akan mengerti sampai kau melihatnya sendiri nanti.” Kyuhyun menyerahkan kotak itu lagi kepada Songjin.

Walau jengah, toh gadis itu tetap menerimanya. Walau dilanda kekesalan, ia tetap percaya kepada Kyuhyun. kapan sih gadis ini tidak pernah percaya dengan Pria jelmaan setan ini?

Hanya jikaa sudah menyangkut Lee Gyuwon—baiklah. Lupakan.

Mereka terdiam. Rasanya diam kali ini lebih menggambarkan banyak hal. Songjin hampir menangis. gadis itu susah payah menahannya. Entah hal seperti ini kapan akan menghilang untuknya.

Jika ingin bersikap egois, ia pasti akan memilih untuk mengunci Kyuhyun selamanya bersamanya. Tapi bukankah ada beberapa hal yang tidak bisa dipaksakan? Tentu saja ia paham akan hal tersebut.

Kyuhyun pun sama. Terdiam memikirkan banyak hal. Mengharapkan banyak hal baik terjadi setelah hal ini, karena rasanya, ia telah menjatuhkan harga dirinya benar-benar rendah untuk membuat hal ini berjalan sempurna.

Entah ini sempurna atau tidak bagi gadis disampingnya. baginya, ini adalah yang paling sempurna.

Kyuhyun tersenyum tipis. Tiba-tiba terkesiap saat Songjin mengambrukan tubuh kepadanya. Nafasnya nyaris tertahan karena gadis itu menggunakan seluruh kekuatannya untuk merengkuh tubuhnya.

Songjin tidak berkata apapun. atau belum. Gadis itu hanya memeluk tubuh Kyuhyun dalam diam. Sesaat, Kyuhyun sadar bahwa gadis cengeng ini kembali menangis. entah menangis karena apa, tapi kalau boleh dan tidak malu pun, sekarang ia ingin ikut menangis.

Kyuhyun yang terkejut tidak melakukan apapun selain mengusapi belakang kepala Songjin perlahan. “aku tahu kau senang. Tidak perlu seheboh ini kan?” Kyuhyun sedikit terkekeh. Membuat sedikit lelucon, tapi sayang Songjin sedang tidak tertarik untuk bercanda.

Gadis itu semakin menenggelamkan wajahnya pada dada bidangnya. Kyuhyun yang semula senang, kini malah menjadi bingung. Berfikir, apa ia baru saja melakukan kesalahan yang membuat gadisnya seperti ini.

Kyuhyun menepuk-nepuk punggung Songjin yang berguncang. Gadis itu masih saja menangis walau sudah beberapa menit lamanya.

Kyuhyun tidak memiliki kalimat penghibur apapun selain belaian lembut yang dipikirnya dapat menenangkan Songjin. Nyatanya begitu. Pria itu mengunci mulutnya rapat, dan hanya menontoni pemandangan yang semakin lama semakin terang karena matahari telah berada diatas kepalanya, sambil menyesap aroma strawberry rambut Songjin.

Aku mencintaimu. Bagaimana caranya mengatakan langsung kepadamu? Hati Kyuhyun terus berteriak seperti itu. hati kecil lainnya memberi tahu, bahwa ini adalah saat yang tepat. Mengingat keadaan terasa membaik.

Sedangkan sisi hati lainnya, mengatakan bahwa sesuatu akan terjadi, jika Kyuhyun mengatakannya. Segalanya akan berubah dan mimpi buruknya akan terwujud. Tentang bagaimana Songjin pergi meninggalkannya.

“Songjin..” Kyuhyun memanggil lirih. Setelah memikirkan ini dan itu, Hatinya sudah hampir mantap untuk mengatakan segalanya. Ia lalu menggerakan tubuhnya perlahan.

Gadis itu tetap diam pada posisinya. Rengkuhannya tidak sekuat tadi, sadar akan satuhal bahwa gadis itu tengah tertidur pulas. Kyuhyun menghela nafas panjang, lalu tersenyum kecut.

Mungkin memang  belum waktunya. Ujar Kyuhyun ringan. Kembali menelusupkan wajahya, pada rambut tebal Songjin.

**

“Omo!” Tuan Choi yang sedang bersiap untuk pendakian terakhir terkejut saat mendapati Kyuhyun masuk kedalam penginapan dengan Songjin yang terlelap didalam gendongannya.

Bukan hanya pria itu namun hampir seluruh orang disana. Kyuhyun yang sadar baru saja menjadi pusat perhatian lalu menjelaskan, “tadi pagi kami keluar sebentar. Lalu dia lelah dan tidur.” Ujar Kyuhyun pada sang Ayah, Choi Ki Ho.

“memangnya kalian kemana?” tanya Nyonya Choi Kini. Hanya dijawab oleh senyuman lebar Kyuhyun. membuat tanda tanya itu semakin besar menggantung dikening semua orang disana.

Cho Ki Ho, lalu mengangguk canggung seperti robot. Sesekali mencuri pandang pada Songjin yang mungkin saja sedang pura-pura tidur untuk menyembunyikan sesuatu mengingat dua orang ini selalu saja bermain-main bersama. Mungkin saja sekarang mereka sedang merencanakan sesuatu, atau sedang mengerjai dirinya.

Tapi nafas yang teratur membuatnya sadar bahawa anak menantunya itu sedang benar-benar tertidur.

Kyuhyun berbalik, “Appa, aku rasa aku dan Songjin tidak ikut pendakian terakhir. Kami disini saja. sepertinya kondisi Songjin sedang kurang baik. Tubuhnya agak hangat dan kakinya sedikit bengkak. Mungkin kami akan beristirahat saja.”

Choi Ki Ho mengekori Putranya menuju kamar penginapannya. Berjaga dibelakang Kyuhyun, hanya untuk memastikan bahwa Songjin baik-baik saja sampai pada tujuan.

Setelah masuk kekamar dan membaringkan Songjin diranjang, Kyuhyun menarik selimut sampai pada dagu Songjin.

Choi Ki Ho kini tidak bisa untuk tidak tersenyum geli dan mengunci mulutnya lebih rapat lagi, “Jadi kemana kalian tadi?” tanyanya penasaran.

Kyuhyun mencebikan bibirnya. Merapihkan anak rambut yang menutupi wajah Songjin. “menurut Appa?” Kyuhyun bertanya balik membuat pertanyaan itu semakin bertambah.

Dua pria itu saling berpandangan lalu sama-sama tersenyum. Choi Ki Ho mengangguk-anggukan kepala kemudian. Paham. “Baiklah..” ujarnya memutus. Lalu bangkit dari sisi ranjang, berdiri.

“apapun yang kalian lakukan… yang jelas berikan aku cucu secepatnya.”

Lagi-lagi topic ‘Nyawa baru’ yang mengganggu. Terdengar menyebalkan jika sudah sampai ditelinga. Namun entah mengapa, Kini Kyuhyun malah tersenyum.

“Oke.” Ujarnya menyetujui. “satu lusin?” Godanya kemudian.

172 thoughts on “Missing [Part 11]

  1. Momentnya romantis… aq ga nyangka klo songjin itu ultah dan kyuhyun bikin kejutan ..
    Menurut ku memory card itu berisi pernyataan cinta kyuhyun

  2. Ayoo pliss…. Eps selanjutnya si songjin harus buka memory cardnya…. Kyknya kyu ngomong sesuatu deh disituuu😍😍😍😍

  3. Aishh apa sih susahnya blang gtu,, kalau udh saling Cinta knapa gak saling ngakuin aja cba,, greget jadinya lama”,,, kadang sesek sendiri bacanya,, trlalu terbawa crita hehe

  4. Meskipun hanya ayah angkat, mereka lebih terlihat seperti ayah anak kandung .

    Btw , mereka itu belum bisa jujur ke pasangannya masing2 .
    Moga cepet saling menyadari 😁

  5. Pingback: Kumpulan FF Kyuhyun Wordpress Terbaru - Triknesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s