Missing [Part 14]


Author: GSD

Title: Missing. [14]

Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Park Songjin, Lee Donghae, Lee Gyuwon.

Rating: PG 16.

Length: Chaptered.

Genre: Romance, Tragedy, Family.

“aku sedang marah. aku tidak ingin mengeluarkan kata yang akan kusesali nanti. Jadi lebih baik kau diam!” –Cho Kyuhyun

“Brengsek! ayolah, jangan cengeng bodoh!” –Cho Songjin

 

“mau lagi?”

Kyuhyun bertanya. Matanya tertumbuk pada gelas pendek berisi cairan berwarna hitam kecoklatan milik Songjin. Gadis itu mendecah malas. Soda? Lagi? “kau tahu soda bisa membuat perut buncit?” sindir Songjin kemudian.

“kecuali kau memang ingin punya istri dengan perut menggelembung seperti balon.” Songjin meruntuk. Membuang wajahnya memperhatikan sekeliling.

Benar apa yang Kyuhyun katakan kemarin. Semakin malam, tempat ini semakin ramai. Padahal sekarang sudah jam sebelas malam. tapi keadaan didalam sini seperti baru pukul tujuh malam. jam-jam café biasa buka. ah tapi dia lupa. Ini kan bukan café.

Kyuhyun mendecah, “aku tidak masalah. tergantung, menggelembung-nya karena apa dulu.” sahutnya kemudian. Ikut membuang wajahnya malas.

Perhatiannya teralihkan saat Songjin sibuk dengan ponselnya lagi. sejak keluar dari toilet tadi, gadis ini selalu sibuk dengan gadget mahal nya itu dan seperti tidak menikmati apa-apa yang tempat ini sediakan. Padahal semula, siapa yang merengek seperti bayi untuk datang kesini?

Songjin berdecak dan mengomel. Suaranya memang tertelan oleh debuman music yang semakin lama semakin memekakkan telinga. Tapi tetap saja jika setiap detik omelan itu dilontarkannya, siapa yang tidak malas mendengar?

“kenapa?” tanya Kyuhyun penasaran. tapi Songjin menggeleng acuh. “bukan apa-apa.” Ujarnya malas.

Memasukan ponsel tersebut kembali kedalam tas, lalu menghembuskan nafas dalam-dalam dengan panjang. Kyuhyun yang tak perduli lagi, lebih memilih untuk bersantai. Menyadarkan punggung pada sofa setengah lingkaran super empuk yang sedang mereka duduki.

Beberapa kali matanya bersiborok dengan gadis-gadis yang biasa menemaninya sebelum pria ini memilih untuk vakum dan kembali pada jalan yang lurus. Tapi dengan santai pria ini hanya tersenyum ramah dan mengabaikan mereka.

Beberapa ada yang paham bahwa Kyuhyun sedang tidak sendiri, tapi toh, beberapa masih juga ada yang tidak perduli dan nekat menghampiri tempat mereka.

Salah satu gadis bertubuh luar biasa ramping dengan rambut pendek datang menghampiri. Tanpa babibu langsung mendudukan diri pada pangkuan Kyuhyun membuat Songjin menyemburkan tegukan soda terakhirnya.

“kemana saja kau, Cho Kyuhyun, huh?” sapa gadis itu. nada suaranya jelas sekali menggoda.

Kyuhyun tentu tak terkejut. Hal seperti ini sering dialaminya. Namun kini hal lain membuatnya tak nyaman. Songjin hanya diam mematung tanpa ekspresi didekatnya.

“tidak kemana-mana. Aku masih disini.” jawab Kyuhyun dengan tenang walau sebenarnya jantungnya berdegup kencang takut Songjin berfikir macam-macam.

Lain dengannya, gadis itu tampak tenang dan kembali menggeluti ponselnya. Kyuhyun benar-benar tidak habis pikir dengan gadis berkepala batu itu. bisa-bisanya tampak santai saat suami sendiri sedang digelayuti setan.

Cho Songjin’s side

“Aku pergi dulu.” kataku malas. Banyak sekali alasan malasku untuk terus berada disini. pertama, aku malas dengan pemandangan yang semakin lama semakin membuat mataku buta.

Kyuhyun bisa saja santai menghadapai hal-hal seperti ini karena ternyata pria itu telah lebih sering mendatangi tempat semacam ini. dia seperti ingin menunnjukan kepadaku bahwa inilah Clubbing yang sebenarnya.

Tidak seperti apa yang kutonton pada serial Drama televisi.

Sialnya, sejak pertama melihat aku sudah merasa gerah. Dan Kyuhyun terlihat sangat menikmati selebriti buzz nya dengan bercengkrama bersama gadis-gadis berbusana minim.

Dasar! Kalau saja aku tidak sedang flu, aku juga bisa menggunakan pakaian seperti itu! bahkan aku bisa lebih sexy darinya! Ini hanya karena flu sialan itu hingga Kyuhyun terus memaksaku untuk setidaknya menggunakan pakaian hangat.

pakaian hangat untuk Clubbing? tentu saja pakaian yang sangat tepat. jelas sekali Kyuhyun menginginkan ku menjadi bahan olokan makhluk ditempat ini.

Lagipula, sebenarnya, sedang flu atau tidak pun aku tidak begitu yakin kalau Kyuhyun tetap akan mengijinkanku menggunakan mini dress yang telah kupersiapkan. Sudah kubilang. Harusnya aku pergi dengan Yujin saja! Kalau seperti ini, rasanya aku seperti sedang pergi dengan Appa!

Gadis rambut pendek yang dengan tak sopannya langsung membaur pada suamiku itu hanya memandangiku datar seperti menunggu ku pergi lalu ia dapat bergriliya dengan Kyuhyun  seenaknya. Sedangkan Kyuhyun malah menghentikan langkahku dengan kakinya yang di buka lebar-lebar.

“kemana?” tanyanya. Sejak tadi aku bergeser sejengkal pun ia pasti menanyakan hal ini. membuatku mati bosan!

“soda!” terangku kesal. Menggoyangkan gelas yang telah kosong ditanganku. Tangannya kemudian terangkat untuk memanggil seorang pelayan. “tidak-tidak.” tahanku cepat.

“biar aku kesana saja.”

“untuk apa?”

“selama aku masih punya kaki. Aku rasa aku masih bisa berjalan sendiri kesana. Lagipula aku bosan disini terus. dan kau sepertinya sedang sibuk, Jadi Sebentar saja.” kataku menjelaskan. Semoga saja rasa jengahku tak begitu tampak. mataku beralih menatap gadis yang sedang menggelayuti Kyuhyun santai.

rasanya ingin mencakarnya. mengambil salahs atu botol di rak dan melemparkan tepat pada kepala gadis sinting itu.

“kalau begitu untuk apa mereka bekerja? Mereka dibayar untuk diberi perintah, bodoh!”

Jinjja? Apa dia harus mengataiku bodoh ditempat seperti ini? saat banyak orang yang menatap kami seakan kami adalah rival dalam peperangan? Dan membiarkan gadis berambut pendek itu menertawaiku?

“tidak. aku kesana saja.” potongku memutus perdebatan. Sebenarnya aku juga malas berdebat sejak tadi, tapi Kyuhyun seperti mengajakku berperang tanpa henti.

Lagipula, sudah kubilang, Suamiku ini sedang sibuk dengan gadis barunya, jadi untuk apa aku disini hanya menjadi lalar saja? Aku tidak mengerti bagaimana bisa Kyuhyun bersikap seakan tak pernah terjadi apapun padanya disaat sudah jelas aku berada disini. paling tidak, lakukanlah hal ini saat aku tidak ada. atau saat aku tidak melihatnya. kenapa harus didepan mataku begini?

Baru empat langkah aku menjauh, tempatku sudah digerayangi oleh gadis yang lain. Bagus! Nikmati saja malam mu yang menyenangkan Cho Kyuhyun! aku pergi! malas juga disana terus seperti orang bodoh tak melakukan apapun.

“Hey, minuman piranha piranha yang tadi pria itu pesan,” aku bicara pada bartender, menunjuk Kyuhyun dibelakangku tanpa menoleh lagi padanya “aku minta satu.”

Bartender itu memandangiku bingung. Beberapakali menoleh pada Kyuhyun lalu kembali padaku, lalu pria ini mencondongkan tubuhnya padaku, “Nona, apa kau serius?” tanyanya.

Aku membelakan mataku, “apa aku terlihat seperti sedang bercanda?” torehku kesal. Bartender ini menggeleng namun kemudian membuka mulutnya takut-takut, “sepertinya tadi Tuan Cho berkata tidak untuk—“

“Eiyy, sekarang sudah boleh kok. Dia sudah mengijinkanku. Jadi buatkan satu untukku, eotte?” aku tersenyum kepadanya sambil memamerkan ibu jariku. Tak berapa lama pria ini mengangguk walau masih ragu.

Aku sampai heran, dibayar berapa orang ini hanya untuk patuh pada perintah setan itu?

“selain piranha piranha itu, minuman apalagi yang enak?”

“piranha?”

“ngg..”

“Caipirinha Nona.” Bartender itu mengoreksi ku. ucapanku mendapatkan gelak tawa konyol dari kiri kananku, tapi aku tidak perduli. lebih baik bertanya dari pada terlanjur menjadi bodoh. Lagipula aku penasaran dengan nama-nama minuman cocktails disini.

Siapatahu aku berhasil diam-diam datang ketempat ini lagi tanpa Kyuhyun tahu, aku jadi tidak sebodoh ini. bodohku sekarang, hanya untuk kali ini saja. tidak ada untuk esok hari.

“tergantung. Apa nona menyukai Long Island?”

“Huh?” aku tercengang. Apa tadi? Long.. Long..?

“Long Island?” jelas bartender itu seperti mengerti keterkejutanku, “ah. Long Island!” pekikku kemudian. “apa itu?”

Seorang namja disebelah kananku kini tak mampu lagi menutup hasrat tertawanya. “Long Island, Vodka dan martini dengan sedikit lemon dan apel. Kandungan alcohol tidak terlalu tinggi. Hanya 9% tapi menyegarkan.” Jelasnya. “pelanggan baru ya?” tanyanya lagi.

Aku hanya mengangguk sambil tersenyum kaku. Mengakui sebagai pelanggan  baru sebenarnya benar-benar memalukan. Tapi aku harus bagaimana lagi?

“Kim Young Woon.”

Pria tampan itu menjulurkan tangannya seketika membuatku terkejut dan langsung canggung balas menjabat, “Park Songjin.”

“Ah—Songjin-ssi. Apa kau seorang artis?” tanyanya membuatku kembali terkejut.maunya tentu begitu tapi sayang, wajahku ini tidak menjual. Jadi aku harus cukup puas saja dengan bekerja dibalik layar. “tidak.  bukan.” jawabku sedih.

Sedih sekali mengakui kalau aku ini bukan artis. Harusnya tadi aku berbohong saja kalau aku ini artis. Setidaknya pendatang baru. Jaman sekarang artis kan sangat banyak. Toh pria ini tidak akan menyadarinya.

“bukan? tapi aku seperti mengenali wajahmu. Entahlah. Mungkin hanya perasaanku saja.”

“atau mungkin karena wajahku pasaran.” Tandasku membuatnya tertawa. “haha tidak begitu. aku hanya sering menggodai wanita dengan pernyataanku tadi. tapi baru kau yang menjawab tidak.”

Oh. Tentu saja. aku ini kan orang yang jujur. “benarkah?”

“mm. diantara mereka mengaku sebagai model pendatang baru.”

Aku baru saja akan mengatakannya. Untung saja tidak, “kau juga berfikir untuk mengatakannya tadi?” selidiknya tajam, membuatku gugup.

“apa? Tidak kok.” Entah kibasan tanganku berkali-kai yang membuatnya geli atau pernyataanku, atau malah wajah bodoh yang lagi-lagi keluar tanpa ijin dariku. Kim Young Woon tertawa lebar.

“kau benar-benar lucu. Aku hanya bercanda!”

Oh.. bercanda. Tubuhku yang tadi menegang sekarang mengendur. Untunglah kalau begitu.

“Caipirinha.”

Bartender imut tadi menginterupsi pembicaraanku dengan pria bernama Kim Young Woon ini dengan mendorong segelas minuman pesananku.

Ini dia minuman yang Kyuhyun pesan sejak tadi. bisa-bisanya pria itu memesan berkali-kali minuman ini tanpa memperbolehkanku mencoleknya barang sedikit.

“really?” pria dihadapanku menerjangku dengan tatapan tak percaya, takjub dan entah apalagi. Matanya memandang gelasku seakan ini adalah sebuah kejaiban. “kenapa?”

“kau bilang ini pertama kalinya kau keisni?”

“mm.”

“hebat sekali.” Ujarnya menunjuk gelasku dengan dagunya. Aku yang merasa bagai bos besar ingin sekali menaikan kerah bajuku hanya untuk menunjukan bertapa bangganya diriku. Sayang sekali bajuku ini tidak memiliki kerah. Oh—baiklah!

Tanganku gemetar sendiri memegang gelas yang ukurannya tak seberapa. Perlahan aku menoleh kebelakang, siapa tahu Kyuhyun sadar, tapi sepertinya tidak. pria itu sedang menikmati waktu bersama dayang-dayangnya dengan mengobrol. entah apa yang sedang mereka bicarakan disana. tapi sepertinya memang asyik. Kyuhyun sampai tidak perlu merasa repot untuk sekedar menoleh mengintip apa yang sedang aku lakukan.

Walau diliputi rasa cemburu, aku tetap merasa lega. Baguslah. Setidaknya, untuk sepuluh menit biarkan dia seperti itu dulu tuhan. tolonglah.

“jadi, dengan siapa kau disini?”

“aku?” kuarahkan telunjukku pada wajahku sendiri, “aku…. S—sendiri.” jawabku kilat. Bartender tadi melirikku sekilas langsung kuberikan kode  sebluah kedipan mata, agar pria itu lebih baik diam, atau hari ini adalah hari terakhirnya hidup.

“kau bohong!”

Hah? Ketahuan? Sial!! Sial! “mana mungkin gadis sepertimu datang sendiri?” gumamnya. Tangannya memegang buah Cheri dan mengaduk dalam minumannya.

Itu lagi?! ada apa dengan kalimat gadis sepertimu sebenrnya? Kenapa kalimat itu sangat menyukaiku?

Tanpa kusadari aku melengos kesal, “terserahlah. Toh kau tak harus percaya.” Torehku malas. Seketika pria itu tertawa lagi, “kau terlalu cantik untuk datang sendiri. apa kau tidak sadar? Kau sudah membangunkan banyak monster disini.” jelasnya

“apa?” jadi disini bukan hanya sekedar club tapi juga sebagai kandang monster?

“pria itu, dia, dia, dan dia. oh—dan dia.” Kim Young Woon menunjuk beberapa orang disekitar kami. Beberapa dari mereka sadar, walau tak sedikit langsung membuang wajah dan langsung menyibukan diri. “mereka sedang memikirkan cara bagaimana membawamu ke lantai dansa.”

Wajahku memanas mendengarnya. Entahlah tapi ditelingaku ini seperti sebuah pujian, apapun itu aku tidak perduli, “benarkah?” tanyaku cepat. Benar-benar tidak lagi mampu menyembunyikan rasa bangga. Jadi, gadis sepertiku ini cukup menarik ditempat seperti ini ya?

Aigoo Cho Kyuhyun, kau salah besar ternyata. aku laris manis disini!

Mataku lalu terarah pada pria dihadapanku, “lalu bagaimana denganmu? Kau tidak tertarik untuk membawaku kelantai dansa?” astaga! Songjin, bagaimana bisa mulutmu mengatakan hal itu!

Itu benar benar…..keren!!

Pria dihadapanku membulatkan matanya, “kau mau?”

Sebenarnya tidak perlu ditimbang lagi, tapi aku pun tidak bisa langsung menjatuhkan diriku dengan berkata iya, kan? Disemua film yang kutonton, para gadis akan menjual mahal harga diri mereka dulu.

Tapi gadis-gadis ditelevisi itu cantik dan aku bahkan tidak berada setengah dari mereka, jadi kalau aku menjual mahal, hanya ada dua kemungkinan yang terjadi, pria ini akan menertawaiku, atau option ke dua, dia malah akan pergi dan melupakan tawarannya.

Ditengah kekalutanku, pria ini malah mengibaskan tangannya santai, “habiskan dulu minumanmu.” Ucapnya.

Itu dia. menghabiskan minuman ini pun adalah tugas yang ternyata sulit bagiku. awalnya aku memang penasaran setengah mati dengan minuman ini, tapi setelah mendapatkannya, aku malah jadi ingin menangis saja.

Kalau kutinggalkan minuman ini disini, apa akan terlihat memalukan? Aku tidak yakin apa aku dapat menahan 11% alcohol itu? seumur hidup aku belum pernah mabuk!

Astaga! kenapa hidup jadi serumit ini?

*   *   *

Sudah dua puluh menit sejak minuman ini datang dan aku sama sekali tidak menyentuhnya. Jangankan menyentuh, tanganku bergetar hebat saat berada radius lima centi dari gelas ini.

Dan selama itu pula aku hanya mengulur waktu dengan terus membuat diriku dan Kim Young Woon berbincang. Sesekali tersenyum pada Lee Sungmin. pria yang duduk di sudut bersama para gadis itu selalu menoleh padaku setiap dua detik. sialnya!

Dan seperti mengerti kegusaranku, tangannya sejak tadi digerakannya seperti orang sedang meminum. Seperti memberikan lampu hijau karena setelahnya ia mengacungkan ibu jarinya.

Sepertinya, jika kami disatukan, kami akan menjadi tim penjahat kelas kakap nomor satu. Jelas sekali pria itu tahu bahwa Kyuhyun tadi terang-terangan melarangku minum.

Keadaan menjadi panas. Music yang diputar pun semakin menjadi. Puluhan orang dilantai dansa sedang melonjak-lonjak mengikuti irama. Sepertinya club ini memiliki DJ yang keren.

Pria bernama Kibum itu sejak tadi selalu membuat suasana nyaman dengan music-musik gubahannya. Dan kali ini aku tidak lagi dapat menahannya. Tangan kiriku terkepal saat tangan kanan mengangkat gelas milikku.

Satu..

.

.

Dua..

.

.

Tiga!

.

.

.

BRAAK!

Tubuhku menegang minuman tadi yang kurang setengah detik masuk terpaksa kuletakkan lagi dimeja karena suara gaduh dibelakangku. Dan saat aku menoleh, mataku membulat seketika.

“Astaga! Y—ya! Kyuhyun-ah!”  pekikku.

Pria itu baru saja membuat seseorang dengan tingkat kesadaran dibawah rata-rata tersungkur. Darah segar mengalir pada ujung bibir dan hidung pria yang kini hanya bisa terkulai lemas disana.

“sekali lagi kau coba macam-macam, akan kubunuh kau!” bentak Kyuhyun bersuara tinggi.

“Ya!” potongku cepat. Kyuhyun masih tidak memerdulikanku dan terus saja memandangi pria dibawahnya tajam. akan dipandangi seperti apapun, pria itu tidak akan membalas. Dia sudah pingsan.

Dan Cho Kyuhyun gila ini yang melakkukannya! bahkan disaat lawannya telah tak berdaya pun, Kyuhyun masih memiliki hasrat untuk menghabisi pria itu terus-terusan. apa dia sudah kehilangan kewarasannya?

“Ya! apa yang kau lakukan! Kau sudah gila?!” hantamku kesal. Tapi malah Kyuhyun yang langsung menghujaniku pandangan menyeramkan.

“kau juga mau mati? apa yang kau lakukan?” torehnya lebih galak. Lho? Kenapa jadi aku? “aku?”

Kyuhyun memicingkan matanya, melirik belakangku. Oh atau lebih tepatnya, mencoba melihat soda apa yang kupesan. Mungkin. “Ayo pulang!” tanpa persetujuan apapun Kyuhyun menyeretku.

“Hei, Songjin-ssi!” Kim Young Woon meneriakiku dan tak berapa lama ia menyumpalkan sesuatu ditanganku. Walau dengan satu tangan aku dapat membukanya. Ia memberikanku kartu namanya.

Aku sempat terkekeh geli walau akhirnya aku menurut saja Kyuhyun membawaku pergi. pria ini benar-benar tidak sabaran. “Hei hei. Pelan sedikit bisa tidak sih? Aku—aw!”

Jeritku kemudian. Baru aku akan memperingatkannya tapi semuanya malah sudah terjadi. Heels yang kugunakan patah dan aku jatuh terjembab pada salah satu anak tangga.

Author’s side

Sambil meringis menahan sakit, Songjin pun menahan kekesalannya dengan menguruti kakinya yang berdenyut. Matanya bahkan kini memerah. Entah menangis atau hanya karena kesal. tidak pernah mudah untuk membedakan air mata milik Park Songjin. apa kecewa, kesal, marah atau memang karena sedih.

“kau kenapa sih? Kenapa kau barbar? kasar sekali!”

“kenapa kau menyalahkanku? kalau aku tidak datang tadi, kau sudah diperkosa mungkin! Kau terlalu sibuk dengan pria barumu hingga tidak sadar, Ahjussi gila tadi datang menghampirimu, iyakan?” Kyuhyun melotot.

Dengan tingkat kesadaran sempurna, walau tengah digerayangi gadis-gadis Kyuhyun tetap dapat sadar saat Pria paruh baya dengan botol biru ditangannya datang menghampiri Songjin tadi. tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung melesat dan membuat pria tersebut tersungkur. sebuah harga yang pantas bagi pria yang seharusnya tengah berada bersama istri, anak dan cucu.

“apa yang kalian bicarakan hingga pria tolol itu tidak sadar dengan hal itu?” bentak Kyuhyun lagi. Songjin mengerutkan keningnya tak paham dengan sebutan pria itu. namun sejurus kemudian air wajah nya berubah hingga Kyuhyun mengangguk cepat, “Iya! pria tolol itu!”

“kau mabuk ya?” Songjin berucap setelahnya. Hanya kalimat pertanyaan itu yang dapat keluar dari mulutnya mengingat entah sudah berapa gelas minuman beralkohol tadi masuk kedalam tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun berdecak sebal, “jangan mengalihkan pembicaraan!”

“A—aku tidak sedang..”

“dan mana sodamu? Kenapa sodamu berubah bening?” Kyuhyun memicingkan matanya lagi. seketika Songjin terdiam. “itukan..karena..”

“kau benar-benar tidak bisa dipercaya Songjin.” Kyuhyun mengibaskan tangannya kesal dan berlalu. Bahkan gadis dihadapannya masih berjongkok ditempatnya dan berusaha berjalan. Tapi kemarahan yang entah karena apa membuat Kyuhyun lebih memilih lebih cepat berlalu. Baru tiga langkah kakinya menuruni anak tangga, pria itu kembali berbalik.

“Mana?” pintanya sambil menjulurkan telapak tangannya lebar. Seketika Songjin mendelik, “apa?” tukasnya galak.

“Cepaaaaat!” Kyuhyun berteriak lebih kencang membuat Songjin terkejut dan melemparkan kertas yang digulung-gulungnya menjadi sebuah bola kecil.

Kyuhyun berdecak sambil membuka kertas tersebut, tak berapa lama tangannya cekatan menyobek kartu nama tersebut, “Tidak akan ada Club malam lagi untukmu.” Tutupnya memberi harga mati.

***

Kini malam mejadi terlalu lengang ditambah dengan dinginnya keadaan. Baik Kyuhyun maupun Songjin tak memiliki keinginan untuk membuka mulut walaupun Kyuhyun terlalu penasaran dan memiliki rasa bersalah begitu nyata telah membuat kaki Songjin terklir.

Pasalnya, selain canggung, pria itupun harus mempertahankan harga dirinya untuk paling tidak membuatnya merasa telah melakukan hal yang benar.

Tadi saat sedang bersantai, Kyuhyun melihat seorang Ahjussi mabuk datang mendekat. Songjin sedang asik mengobrol dan konyolnya, pria yang sedang bicara dengannya pun seperti tak perduli dengan sekitar hingga ia hanya diam saja.

Oh bukan, bukan hanya pria itu yang tak perduli tapi Songjin pun begitu. dua orang itu seperti tak perduli dengan sekitar lagi dan terlalu menikmati keadaan.

Saat dengan cepat Kyuhyun dapat menghentikan Ahjussi mabuk itu, malah ia merasa bodoh karena mendapatkan omelan Songjin tentang mengapa pria itu membuat kegaduhan.

Hei, dia baru saja menyelamatkan kehidupan istrinya itu kan? Kenapa jadi dia yang terlihat sebagai pria jahat?

“Aiiiish!” Kyuhyun menggaruk kepalanya emosi. “Sial!” gerutunya kesal.

Songjin yang memperhatikan pria itu hanya dapat terdiam dan bingung. Membayangkan apa Kyuhyun semarah itu padanya? Hanya karena minuman piranha bodoh itu—seharusnya ia bisa lebih ‘biasa saja’ kan?

Ponsel Songjin berbunyi lagi. gadis itu berdecak sebal. Kini kesalnya tak dapat dihentikannya lagi. “Arrasseo, Arrasseo. Aku kesana!” teriaknya pada ponsel yang tak bersalah.

“Berhenti!” perintahnya langsung.

Kyuhyun tak mengerti—terus menginjak pedal gas tanpa perduli, “ya! kubilang berhenti disini!”

“mana bisa? Ini bukan tempat untuk berhenti. Aku bisa ditilang nanti.” Gerutu Kyuhyun cepat. Pria itu menunjukan tanda S yang dicoret pada sisi jalan saat kendaraannya melintas.

Songjin menghembuaskan nafas sesalnya dan menghempaskan tubuh pada jok lagi.

“kenapa?” tanya Kyuhyun masih berusaha mempertahankan sikap acuhnya. pria itu hanya melirik Songjin dari ujung matanya saja.

“aku harus bertemu seseorang.”

Hah! Kyuhyun kembali mendidih. Rahangnya mengeras sesaat setelah Songjin berkata, “ini sudah malam. sangat malam.” ucapnya memberikan tanda bahwa tidak ada gadis yang keluar semalam ini.

Atau setidaknya, istirnya tidak boleh keluar malam-malam lagi. sendiri. menemui orang lain.

atau paling tidak, bukankah lebih bijak jika Songjin menawarkan bila lebih baik Kyuhyun ikut saja? memaksanya pun tak apa. bukankah itu adalah haknya untuk mendapatkan perhatian penuh dari seorang suami?

Ayolah, Park Songjin. gunakan Hak mu itu! kau bisa menyeretku ikut bersamamu, menemanimu sampai kau puas! Kyuhyun selalu menggumamkan hal konyol itu dalam hatinya. tanpa pernah berani untuk mengatakannya secara langsung.

“tapi aku harussss!” Songjin mulai merengek. Terakhir kali gadis itu menggunakan rengekan itu saat dirinya minta diantar ke Club Malam pada Kyuhyun.

Kyuhyun merenggang dengan kesal, “ya! kenapa kau harus seperti itu sih?” omelnya sebal. Seharusnya ia bahkan memohon untuk Songjin agar berhenti merengek. Walau kesal, pria ini tetap tidak bisa berkata tidak jika Songjin telah bersikap seperti itu.

Songjin menggembungkan pipinya. Mengisi dengan udara dan merunduk, “seharusnya tadi aku bertemu Yujin. Ada beberapa tugas yang harus kukerjakan. Dia sudah menyelesaikan bagiannya dan aku belum.”

“besok saja! aku antar.”

“tapi tugasnya dikumpulkan besok pagi!”

“kenapa tidak dari tadi sih?” Kyuhyun menggerutu lebih dalam. “kau lebih mementingkan Club Malam dibandingkan—ah sudahlah!” pria itu terpuguk diam.

Selama beberapa menit ia hanya menjalankan kendaraannya dalam kecepatan rendah dan mengunci mulutnya. seakan melupakan permintaan Songjin untuk menghentikan kendaraannya. Pria ini masih saja berkutat dengan dirinya sendiri.

“Kyu!” panggil Songjin. “Kyuhyun-ah! Cho! Ya! Cho Kyuhyun! Chooo!” Songjin terus memanggil yang tetap diabaikan oleh Kyuhyun.

“Cho!” Kyuhyun hanya mengehela nafasnya saat Songjin memanggilnya untuk kesekian kali. “Cho Kyuhyun—“

“diamlah!” sembur Kyuhyun setelahnya. Pria itu hanya menoleh singkat dan kembali memperhatikan jalan raya. “aku sedang marah. aku tidak ingin mengeluarkan kata yang akan kusesali nanti. Jadi lebih baik kau diam!” perintahnya membungkam Songjin.

Keheningan sempat terjadi lagi. Beruntung sebuah ponsel lagi-lagi berhasi menyelamatkan. Kyuhyun mengaktifkan phone bluetooh yang sebelumnya ia simpan dan memasang ditelinganya.

“ya?”

“Cih!” decak Songjin sinis. Ya? apa itu? hallo adalah sapaan yang tepat saat seseorang menelepon. Lepas dari pernyataan sopan dan tidaknya, tetap saja ‘Ya’ bukanlah jawaban yang tepat.

Gadis itu terus bersungut kesal. Memainkan ujung kain pakaiannya. Memelintirnya kesegala arah. Pikirannya saat ini hanya ada satu hal, bagaimana ia dapat turun dari kendaraan ini, sebelum mereka benar-benar sampai dirumah.

Tapi sepertinya keadaan berangsur membaik, “Ya, kau ingin bertemu temanmu itu kan? Lama tidak?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Ha?”

“aku juga harus bertemu dengan seseorang, jadi apa sebaiknya kau bertemu dengan temanmu lalu aku—“

“siapa?” potong Songjin penasaran. bukan. lima puluh persen hatinya bahkan mengatakan kalau saja Kyuhyun membuat janji untuk bertemu dengan salah satu gadis di Club tadi. sial, sekarang dia yang tidak ingin turun dari mobil.

“Donghae-ssi.”

APA? “d—donghae O—ppa?” Songjin mendelik. Sejak kapan Kyuhyun dapat semudah ini menyebutkan nama yang selalu membuatnya meledak-ledak tanpa arti?

Donghae.. Lee Donghae si Dokter itu kan? Songjin bertanya dalam hatinya sendiri dan menatap Kyuhyun. tumben sekali pria ini bisa melafalkannya tidak dengan embel-embel ciptaannya?

“eotte?” Kyuhyun melirik Songjin penuh harap. Membuat Songjin lebih penasaran. “memangnya kenapa?” ia kembali menyelidik.

Kyuhyun tersenyum lebar, “Donghae-ssi bilang tadi, keadaan Gyuwon berangsur membaik dan ini pertanda bagus, karena itu berarti, Gyuwon dapat dipindah ke rumah sakit lain.”

Songjin melipat tangannya dan kembali berujar, “maksudmu?”

“aku, Appa dan Siwon Hyung sudah sepakat untuk memindahkan Gyuwon ke rumah sakit di China. Kami sudah mencari tahu tentang apapun yang kami butuhkan, dan kemungkinan besar itu lebih dapat terwujud jika Gyuwon berada disana. Banyak pasien gagal ginjal yang suksess setelah rumah sakit itu tangani.” Kyuhyun menjelaskan Sumringah.

“Apa?” Songjin membelakan matanya. Jika tadi Kyuhyun dapat begitu berapi, kini dengan berita yang tingkat keakuratannya belum terbukti itu dapat membuat mood nya berangsur membaik? Ini GILA!

HAH! Benar-benar konyol! “kalau begitu berhenti saja, turunkan aku disini.” Songjin mendengus. Yang membuatnya semakin terkejut adalah saat Kyuhyun benar-benar menghentikan kendaraannya secepat perintahnya dikatakan. kali ini Songjin yang berharap jika mereka tiba-tiba saja menemukan tanda S dicoret yang menyatakan bahwa dilarang Stop.

Tapi sayang sekali ia tidak menemukan tanda itu sejauh mata memandang. Kyuhyun melirik jam tangannya, “dua jam lagi kita bertemu ditempat ini lagi ya.”

“tidak perlu! Aku pulang sendiri saja nanti. Lagipula aku hanya sebentar.”

“Tidak bisa. Ini sudah terlalu malam.” potong Kyuhyun cepat. Seakan ingin member harga mati lagi, tapi kini Songjin jadi lebih menyeramkan. “maksudku—sudah tidak ada lagi bus yang  beroperasi malam-malam begini.” Ucapnya melemah. entah bagaimana bisa Kyuhyun kini lebih memilih untuk mengalah dari pada beradu argumen dengan Songjin.

“aku bisa naik taxi.”

“tapi taxi juga jarang lewat!”

Songjin menggeram kesal, “sudahlah pokoknya aku bisa pulang sendiri! Yujin pun pasti bisa mengantarku! Kau tidak perlu repot-repot. Urus saja urusanmu sendiri.” tukas Songjin lebih berisi sindiran halus untuk Kyuhyun.

Kyuhyun menggeleng cepat, “Tidak. dua jam lagi kita bertemu disini. tidak lebih dan tidak kurang.” Putusnya. Songjin mengigiti bibirnya kesal begitu kuat. Gadis itu lalu menghentakan kakinya dan lompat turun dari kendaraan mewah berharga fantastis milik Kyuhyun.

Sejalan dengan hengkangnya ia dari Ferrari gelap itu, Songjin memperhatikan kendaraan mengkilat itu yang semakin lama semakin menjauh dengan hanya menyisakan suara gerungan kencang.

“Brengsek!” umpatnya menahan sesuatu yang akan keluar dari dua matanya. Wajahnya semakin memanas hingga ia mendengarkan wajahnya tinggi, “ayolah, jangan cengeng bodoh!” Songjin mengutuk dirinya sendiri.

Lee Gyuwon’s side

Tanganku gesit mencabuti rumput hijau didepanku dalam diam. Malam seperti telah menelan tanda-tanda kehidupan. Lengang. Tanpa ada siapapun. Padahal ini rumah sakit. dan selama tiga bulan aku disini, tempat ini tidak pernah sesepi ini.

Aku berdehem untuk yang ketiga kalinya. Sejujurnya, aku pun tak tahu harus berkata apa. Tapi aku pun juga penasaran dengan hal ini, “jadi, berapa persen, huh?” tanyaku kemudian.

Katakan saja jujur bahawa usiaku tinggal diujung tanduk. Aku malah dapat lebih tenang. Tapi jika harapan itu kembali muncul, aku seperti merasa ditarik ulur.

Seperti iya, tapi juga tidak

Seperti akan, tapi tidak tahu kapan.

Seperti cinta, tapi juga tidak cinta. 

Semacam itulah pokoknya. Dan aku sudah bosan dengan hal konyol itu.

“Dokter itu berkata, melihat kemungkinan keberhasilan pada pasien yang tinggi, ia dapat memastikan 80% kau akan—“

“apa?” aku terlonjak. “80% itu bukan angka yang kecil! jangan bermain-main!” torehku kesal. Kenapa semua orang dengan mudahnya menyebutkan angka?

Bagiku, itu bukan hanya sekedar angka! Itu hidupku! usiaku!

“bukan aku yang berkata tadi! Dokter gila itu!” Kyuhyun menunjuk-nunjuk belakangnya seakan Donghae-ssi, dokterku itu berada dibelakang kami. Dan pria ini seperti tidak mau disalahkan dalam hal apapun atas angka yang baru saja disebutnya.

Sesaat, aku malah melihat ini sebagai lelucon konyol Kyuhyun untuk merubah suasana. Mengingat pria itu tidak pintar merubah sesuatu dalam waktu yang singkat. Aku  terkekeh geli, “ya, seriuslah. Berapa persen tingkat keberhasilanku?” kataku kemudian.

Kyuhyun menggumam, ikut mencabuti rumput dihadapannya sama sepertiku. Pria ini seperti menimbang harus mengatakan atau tidak. aku yakin ini buruk, “….aku tidak bercanda. Dokter sinting itu bilang 80% Gyuwon—“

Kyuhyun mengatupkan bibirnya. Pria itu bicara tanpa memandang kearahku. Pikirannya seperti sedang hilang entah kemana. “yakin sekali dia?” aku berkomentar singkat sambil tertawa sinis.

“dia memang dokter tergila yang pernah kukenal. Kalau kau mau membunuhnya karena kesal, aku akan sangat senang. Aku tidak akan mengaku pada polisi kalau kau yang membunuhnya. Aku akan mengunci mulutku rapat-rapat.” Tukas Kyuhyun seperti bocah yang sedang mengadu.

“Yaa~ hahaha—aku memang kesal dengannya, tapi tidak sampai ingin membunuh. Kalau kau kesal dengan Donghae-ssi karena dia mendekati Songjin, kau saja yang membunuhnya. Aku akan diam dan tidak akan mengadu pada polisi. Aku janji.”

Seketika Kyuhyun mengadahkan wajahnya menatapku yang terpaut dua centi lebih rendah darinya, “Apa-apaan sih kau?” dengusnya tak terima.

Wajahnya ditekuk seperti ia benar-benar kesal setengah mati. membuatku lebih ingin menggodanya, “jadi, apa kau sudah mengatakannya?”

“APA?” balas Kyuhyun cepat dengan volume maximal. “aigoo.. kau juga ingin aku jadi tuli ya?” kataku kemudian. Mengorek telingaku yang berdengung. menjauhkan tubuhku dari Kyuhyun beberapa jengkal lagi.

“sudah bilang belum?” lanjutku “kau melakukan apa yang kubilang kan?”

Kyuhyun hanya diam dan semakin barbar mencabuti rumput tak bersalah disana. Tidak perlu dijawab, dengan melihat wajahnya pun aku sudah tahu apa jawabannya.

Astaga pria ini. ada apa dengannya? “Ya~ kenapa sulit sekali sih bagimu untuk sekedar berkata ‘aku mencintaimu’ dengan istrimu sendiri? berkata cinta dengan istri sendiri itu bukan criminal Cho Kyuhyun!”

Kyuhyun mendengus seperti banteng, “Tapi ini Songjin!” gerutunya. Aku hampir terbahak meihat kepanikan tampak jelas pada matanya. “K—kau tahu, bagaimana bodohnya Park Songjin itu.”

“…Ng.. Cho Songjin maksudmu?” godaku.

“Berisik!”

“Haha—ayolah. Jadi sampai kapan kau akan menutupinya? Kau tahu tidak pepatah yang mengatakan sebaik-baiknya tupai menutupi baunya, pasti akan tercium juga!”

Kyuhyun mendesis, “kau sama bodohnya dengan Songjin ternyata. Bukan Tupai! Tapi Musang!” koreksinya. Mataku berputar cepat, oh ayolah. Apa hal seperti itu perlu untuk dibahas juga.

Cho Kyuhyun adalah pria tercerdas yang pernah kukenal. Tapi jika sudah berurusan dengan Park Songjin, tiba-tiba saja dia menjadi pria tertolol yang pernah ada dibumi.

Sebenarnya akupun heran apa yang membuat pria ini dapat begitu bodoh dengan tidak menyadari sedikitpun bahwa Songjin begitu menyukainya?

Ah Ani-ani. Songjin mencintainya! selalu terjadi kerusuhan jika gadis itu tahu Kyuhyun bersamaku. Hey, aku ini juga wanita. Aku tahu persis bagaimana rasa cemburu itu datang!

“aku membuatkannya Video.”

“Jinjja?” aku membelak tak percaya. Kyuhyun mengangguk dan menggosoki wajah dengan telapak tangan besarnya. Pria itu sepertinya sangat malu karena wajahnya berubah menjadi merah seperti kepiting rebus.

“Video seperti apa?” tanyaku penasaran. ini memang bukan ideku tapi kupikir, ini lebih keren dari ideku yang hanya mengusulkannya untuk berkata jujur bahwa ia menyukai Songjin sejak sangat sangat sangat sangat lama dengan mulutnya sendiri tanpa bantuan siapapun ditempat yang cukup romantis.

“Video..ya Video. Video tentang.. begitulah!” Kyuhyun tampak malas mengungkapkan apa yang ingin dikatakannya. “dan kau memberikan video itu untuk Songjin? Bagaimana dengan gadis itu?”

“Ah~ Molla!” Kyuhyun mengibas sebal. Potongan rumput digenggamannya dibuang begitu saja sambil mulut pria itu terus mengutuk tentang bagaimana bodohnya Songjin.

“aku memberikannya saat itu. saat digunung. Tapi sepertinya gadis itu tidak perduli dengan hal itu. bahkan sekarang, memory card itu masih ada didalam kotaknya dengan rapih. Dia sama sekali tidak perduli dan tidak berminat untuk mencolek benda itu. dasar gadis bodoh. tolol. idiot!”

Aku tertawa terbahak-bahak, sambil menepuki bahunya aku bergurau, “bukankah itu tanda bahwa kau harus mengatakannya secara langsung dengannya, Hm?”

Kyuhyun melirikku mengerikan. Anggaplah itu sebagai kata penolakannya, tapi pria ini sunggu-sungguh bodoh! “Hey, memangnya kau tidak bosan melihat Istrimu itu selalu di Goda oleh Dokterku? Kau tidak tahu bagaimana Donghae Oppa selalu menceritakan bagaimana ia dengan Songjin. Pria itu benar-benar jatuh cinta dengan Songjin-mu.”

“Aissh!”

“karena itu, cepatlah bertindak. Sebelum kau disalip orang.”

“dia tidak mungkin bisa. Songjin dan aku sudah menikah.”

“Lho, Donghae Oppa tidak tahu kalau kalian menikah, bukan? yang ia tahu Songjin dan kau adalah kakak-beradik.”

“itukan….”

Aku semakin ingin menggoda Kyuhyun yang terlihat sudah naik pitam. Pria itu mengigiti bibir tebalnya dan mendecah tak karuan. matanya mulai kesana kemari dan duduknya semakin tidak tenang, “eotte?” aku berbisik ditelinganya.

Kyuhyun seperti akan bicara, pria itu sudah membuka mulutnya, tapi kemudian dikatupkannya lagi. berkali-kali hingga kini terlihat seperti ikan. Dan aku hanya dapat teratawa geli melihat Kyuhyun yang akan sangat jarang kudapati begini kikuknya.

Jadi begini saat seorang Cho Kyuhyun benar-benar sedang jatuh cinta? astaga! otaknya seperti hilang dimakan cacing!

harus dengan cara apalagi aku membantunya? semua saranku tak ada yang dijalaninya. aku sudah mati bosan mendengar keluhannya tentang bagaimana Songjin selalu mengabaikan dirinya.

kalau tidak mau terabaikan, ya bicara jujur! semudah itu, kenapa dengannya jadi begitu rumit?

“Jadi, apa Donghae-ssi masih mengirimkan mawar-mawar putih itu untuk Songjin?” tanyaku penasaran. Kyuhyun dengan cepat menoleh padaku. “Mawar putih?” ulangnya dengan wajah serius, “kau tahu dari mana Donghae-ssi selalu mengirimkan mawar putih untuk Songjin? sepertinya aku tidak pernah bercerita tentang itu…”

“Itu–”

—————-oOo——————–

PS: Naaah. eotte? ini pasti bener-bener kepanjangan dan lagi-lagi membosankan. aku sadar cerita ini terlalu berbelit-belit. padahal Kyuhyun cuma tinggal ngungkapin perasaannya aja. Fyi, sebenarnya hal berbelit-belit itu adalah dari pengalaman pribadi. jadi karena terlalu pake perasaan nulisnya. jadilah cerita ini muteeeer muter gak jelas. dan nyatanya, menyatakan perasaan itu gak segampang membalikan telapak tangan. aku cuma bicara realita aja *jadi curcol*.

aku makasih banget sama reader yang udah setia, pasrah, baik hati mau ngikutin ff ini dari awal sampai sekarang. sekedar info, beberapa chapter lagi ff ini akan tamat. tapi aku mikir, oh–cerita ini akan tamat gitu aja tanpa ada hal manis didalamnya? karena Songjin dan Kyuhyun kerjanya selalu ribuuuut mulu dan jarang akur apalagi ber romantis-romantis ria seperti pasangan suami-istri pada umumnya.

itu hal yang masih aku pikirkan untuk kedepannya. tapi intinya, pertanyaan seperti kapan kyuhyun bakal jujur sama Songjin? aku kasih tahu, itu akan terjadi di Chapter selanjutnya. tapi untuk hasil apa mereka akan bareng atau tidak, aku gak mau kasih tau disini. takut gak seru nanti. ini aja ceritanya udah gak seru kan? hehe.

Thankyouuuu soooo much! 😀

Regards, GSD.

Xoxo

136 thoughts on “Missing [Part 14]

  1. gemes ama pasangan suami istri ini deh.. sama2 gengsi buat nyatain perasaan yg ada.. ayo kyu gk usah gengsi.. bener kata gyuwon, kyu cepatlah bertindak sebelum kau di salip org..

  2. Pingback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  3. Tuhkan..kyuhyun jg jd idiot karna jatuh cinta…tepat bgt gyywon manas-manasin dia..tp tetep aja kyuhyun gx berani bilang..

  4. klo dah nyangkut ttg songjin, kyu mank trkdng jd lain..yg biasany trliat bgtu perfect jd sblikny…
    jd memory cardny b’isi kyu yg mo nytain perasaanny or apa y??? penasaran…

  5. Ya ampun, memang kapasitas otak songjin harus didaftar ulang. Emang ada apa ikan piranha di jual di club malam. Untung si evill gak dengar, mungkin kalau si evill dengar, dia udah ngakak duluan dari pada aku.

  6. Kyuhyun brengsek emg disini cinta tp tega2nya tengah mlm ninhgalin songjin gtu aja cm krn masalah gyuwon lg2 gyuwon, meskipun kyanya mrk cm temenan ha skrg diliat dr obrolannya.. Pengen deh si songjinnya ud nyerah aja saking sakit Hatiny sama kyu blg aja mau pisah lah biat kyu tau rasa

  7. Pingback: Rekomendasi Fanfiction Part 2 | evilkyu0203

  8. Yang penasaran pengen nyicipin piranha,eh pas minuman ada di depan mata malah ketakutan sendiri,, 😀 😀
    lucunya si songjin.
    Kyuhyun curhat sama gyuwon,kasihan kliatan frustasi banget ya,,
    ayo dong diungkapin cintanya..

  9. Thank you juga sdh dg ikhlas membagi ff ny utk dibaca. Hee
    Iya memang tdk mudah, sebagai pengamat mungkin geram, tp sebagai pelaku pasti akan memikir 10 kali utk berkata geram

  10. ayolah kyuh jujur sj pd songjin blng jk u mencintai dia,apasih susahnya jujur pd perasan s,diri.jgn terlalu meninggikan ego,lg pula jk tdk jujur,mereka akan sling menyakiti perasaan masing2.

  11. songjin polosnya kebangetan banget, apalagi ngucapin nama minuman aja salah, malah bilang minuman yg ada piranha-piranhanya gitu wkwk…. oh gitu kalau kyuhyun jatuh cinta…

  12. makin greget sama kyujin nih terus kyuhyun bilang *gadis sepertimu* ambigu banget bilang aja songjin tuh cantik, polos dan sexy nyatanya emang bener banyak mata keranjang yang demen liat bodynya haha kyuhyun mulai gelagapaan tahu Mawar merah dari dokter ikan wkwk rasain loh

  13. Gyuwon ternyata udah twu perasaan kyuhyun ..dan juga nyadar ttng rasa cemburu songjin .. tapi kenapa ga bilang kr mereka sih .. jadinya kan berantem dan sedih mulu

    Ceritanya seru kok.. makin seru malah .. meskipun di puter2 ceritanya tpi itu yg bikin gemes dan ga sabar baca part selanjutnya .. semangat

  14. Kyuuu pekaa dong plis… Jadi ternyata gyuwon rau perasaan kyuhyun ke songjin? Emang sih merekanya aja berarti yg keras kepala😅

  15. kyuhyun yang jenius pun kalau sedang jatuh cinta ternyata bisa jadi bodoh yaa sampai gak sadar kalau songjin padahal juga cinta sama kyuhyun..😀😀

    gak sabarr nih..kapan yaa mereka bisa saling ungkapin perasaannya..

  16. Aaa berarti benar jika si pengirim bunga mawar putih itu Donghae tapi bagaimana gyuwon bsa tau ya ??? Ya mungkin bagi keduanya buat menyatakan cinta susah sekali ya oke next chap

  17. Ah ….. kisah mereka rumit bgt .
    Sama2 suka, tapi susah buat saling ngungkapin perasaan .
    Mana Kyu klo marah gk bisa ngontrol mulutnya ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s