Missing [Part 15]


Author: GSD.

Title: Missing. [15]

Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Park Songjin, Lee Donghae, Lee Gyuwon.

Rating: PG 16.

Length: Chaptered.

Genre: Romance, Tragedy, Family.

 

 

You’re right, I  may be drunk. When morning comes, I may act like don’t remember anything. But tonight, there is something that I have to say. please, don’t think that I’m saying this because I am drunk. Whenever I am in front of you I always prepare myself to say this, but I always say the opposite thing. Turn around and regret it.

Author’s side

 

Gyuwon masih terus menggoda Kyuhyun dengan hal bodoh yang selalu dilakukannya saat pria itu selalu bersama dengan Songjin. Gadis tersebut sungkan dan merasa semakin tak mengenali seorang Cho Kyuhyun yang sekarang sedang bersamanya dibanding Cho Kyuhyun yang beberapa tahun lalu dikencaninya.

Sedikit banyak, gadis ini menaruh kecemburuan singkat pada Songjin. Bukan apa-apa hanya saja ia merasa tertampar dengan kenyataan, bahwa Kyuhyun dapat begitu-mencintai-Songjin hingga pria itu dapat bertingkah begitu konyol hampir sama dengannya yang mencintai Choi Siwon. Gyuwon tertawa, “benar-benar konyol.” Gumam nya.

“apa?” Kyuhyun menyahut dengan cepat. Pria itu terkesiap saat keheningan berubah menjadi umpatan Gyuwon yang terdengar sangat jelas ditelinganya.

Gadis berambut pendek itu menoleh, dan memperhatikan Kyuhyun seksama, “Kau! tolol!” Gyuwon kembali mengumpat.

“Wooow. Bicara saja kau aku ini tolol. Lalu bagaimana denganmu sendiri? memangnya kau berani bilang dengan Siwon Hyung kalau kau menyukainya sejak sangaaaaaaat lama?”

Tanya Kyuhyun. entah bagaimana terdengar bagai sindiran yang menampar Gyuwon mengingat gadis ini telah menyimpan rasa cintanya bagi Siwon bahkan sejak ia dan Kyuhyun bersama.

“Hey! Enak saja! jangan samakan aku denganmu! aku sudah bilang dengannya, dulu. tapi kan— Siwon Oppa tidak menanggapinya dengan…”

“itu karena dia merasa bersalah denganku.” sahut Kyuhyun kemudian, cepat.

“Tapi Hey! aku juga wanita. Aku tahu apa yang Songjin rasakan!”

Kyuhyun medesis dan mengerling sinis, seakan kalimat Gyuwon tadi adalah lelucon baru baginya, “apa kau bilang? Wanita? Pakai rok saja tidak bisa!” ejek Kyuhyun terang-terangan. “Songjin itu baru wanita! Tapi sama saja sih. Dia juga wanita barbar!”

Gyuwon tersedak tawanya sendiri. apa? “Barbar?”

Kyuhyun mengangguk cepat. Mulutnya baru akan terbuka untuk membeberkan segala prilaku Songjin tapi kemudian ponselnya bergetar. Dengan malas ia mengangkatnya, tiba-tiba saja sesuatu mengejutkannya, “CHO KYUHYUN—!!”

Kening Kyuhyun berlipat, ia hafal suara disana, “Hyung?”

“DIMANA KAU?”

Kyuhyun semakin tak mengerti. Alisnya kini saling bertautan. Gyuwon yang berada disampingnya bertanya ‘siapa’ tanpa suara, hanya dengan gerakan mulut.

Kyuhyun baru akan mengatakan bahwa itu adalah Siwon tapi pria disebrang itu sudah kembali mengamuk, “KENAPA KAU TINGGALKAN SONGJIN DIJALANAN SEPERTI INI?”

Kyuhyun mendecah, “Oh—itu, biarkan saja. tadi kami sudah berjanji akan bertemu dua jam lagi.” pria itu melirik jam tangannya, dan kembali menyadarkan bahunya pada punggung kursi saat melihat masih ada satu jam lagi waktunya untuk berbicang dengan Gyuwon.

“APA KAU GILA? CEPAT KEMARI ATAU KAU AKAN KUBUNUH!”

“Mwo? Ya~ sudahlah. Itu tidak ada urusannya denganmu. Berhenti dan tinggalkan saja dia. lagipula Songjin sedang menunggu temannya disana.”

“MENUNGGU SAMBIL MABUK? KALAU KAU SUDAH BOSAN DENGANNYA SETIDAKNYA JANGAN BUANG ISTRIMU DIPINGGIR JALAN SEPERTI GELANDANGAN! KAU PRIA BUKAN???”

Kyuhyun menegang. Sontak tubuhnya menjadi kaku. Apa tadi Siwon bilang? “Ma—mabuk?” ujarnya langsung panic. Pria itu bangkit dari duduknya dengan tubuh menjadi lebih kaku.

Siwon berusaha mengatur nafasnya yang kini tak beraturan. Seperti banteng yang baru saja bertanding lari. Satu tangannya memegangi Songjin yang sudah sedikit lagi jatuh. Pria itu benar-benar akan membunuh Kyuhyun jika dalam sepuluh menit, adiknya itu tidak memunculkan batang hidungnya.

Disisi lain, Kyuhyun sudah seperti orang gila berlarian menuju lahan parkir. Pria itu setengah mati panic dan mati-matian menyalahkan dirinya sendiri sejak tadi jika terjadi sesuatu dengan Songjin.

Kyuhyun berkali-kali berusaha kembali menghubungi Siwon tapi pria berlesung pipi itu selalu memutuskan sambungan. sama sekali tidak mau menerima panggilan Kyuhyun.

***

Tidak kurang dari tiga puluh menit Kyuhyun dapat sampai pada tempat dimana pertama ia menurunkan Songjin. Pria itu mendelik hebat saat melihat lima botol hijau berjejer rapih di hadapan gadisnya.

“Songjin tidak pernah mabuk seumur hidupnya, jadi sebaiknya kau memiliki alasan yang bagus mengapa hal ini sampai terjadi!” hantam Siwon.

Pria itu memandang Kyuhyun tajam dan benar-benar akan mencincangnya jika Kyuhyun berani macam-macam lagi. “i..itu..” Kyuhyun tercekat. Ia tidak tahu lagi harus bicara apa.

Tangannya terulur mencoba untuk menggotong gadis yang tubuhnya sebenarnya tidak seberapa itu. tapi selalu saja merosot dan gagal. sepertinya Songjin benar-benar mabuk.

“ayo pulang.” ujar Kyuhyun mencoba lagi menggotong Songjin, namun gadis itu menolak mentah-mentah. “Shiero!” tangannya mengibas hingga Kyuhyun melepaskan tangannya lagi.

“Yaah! Kau jelek sekali saat sedang mabuk! Ayo pulang!” omel Kyuhyun lagi. dan siwon hampir menonjoknya ketika Kyuhyun mulai bersikap tak sabaran pada Songjin.

Pria itu, seharusnya bisa lebih lembut pada istrinya sendiri, kan?

Sial, Siwon benar-benar ingin menghajar pria dihadapannya saat ini juga. kalau saja tidak ada Songjin disini.

“biar aku saja!” Siwon menepis pria yang sedang mati-matian berusaha untuk menggotong tubuh Songjin disana namun Kyuhyun menggeram, memasang tameng mengancam, “lebih baik sekarang kau yang pulang. ini urusanku!”

Siwon menarik seulas senyuman sinis, “Cho Kyuhyun—sebenarnya apa maumu?” ucap Siwon mencibir. Pria itu seperti tidak pernah mendengar kalimat Kyuhyun dan kembali menggotong Songjin. “bayangkan jika Appa melihat hal ini. kau benar-benar akan mati!” komentar Siwon sambil berusaha menggotong Songjin.

“Kalau begitu kenapa tidak kau pergi saja sekarang, dan katakan pada Appa! Katakan apa yang ingin kau katakan, toh aku tidak perduli lagi dengan apa yang akan kau lakukan! Jadi silahkan pergi, sampaikan hal ini pada Appa dan tinggalkan kami sendiri!” Kyuhyun mendorong tubuh Siwon hingga pria tinggi itu terjungkal jatuh.

Menubruk sebuah meja almunium dibelakangnya dan membuat kegaduhan pada kedai kecil disana karena botol-botol Soju bekas pakai ikut terlempar dan pecah.

“ya! ya! bertengkarlah ditampat lain! Jangan ditokoku! Aigoo~ anak  muda jaman sekarang!”

Siwon meringis kecil merasakan denyutan pada tulang pinggulnya—tadi sempat menubruk ujung meja. Dua detik setelahnya, pria itu bangkit dan tanpa berkata apapun langsung berjalan pincang menuju mobilnya.

“Siwon Oppa!” Songjin yang setengah sadar memanggil. Menggerakan tangan hampanya diatas udara. “Jangan Pergi, Jebal” pinta gadis itu memohon. Air matanya bahkan kini telah mengalir.

Siwon tercengang namun pria itu menggerutu, “Kyuhyun sudah datang.” Ujarnya menunjuk pria dibelakang Songjin. Yang sedang berdiri mematung memperhatikan seluruh gerak gerik sang Istri.

“Tidak dia tidak—“ Songjin berkata. Ia menolehkan kepalanya, dan kemudian tersenyum sinis, “tapi aku ingin denganmu saja, Oppa!” Songjin berkata. Membuat Kyuhyun tercengang dan hanya dapat terdiam lagi.

“ah~ menyebalkan! Malas sekali! aku tidak ingin dengannya. Aku benci orang itu. Jangan pergi, Oppa!” Songjin berdiri dari duduknya untuk menghampiri Siwon namun setengah detik kemudian gadis itu ambruk tepat dibawah kaki Kyuhyun.

Walau dua detik setelahnya Songjin tetap memaksakan diri untuk bangkit, tetap saja ia terhuyung-huyung tak bertenaga. “Oppa~”

Siwon ikut tersenyum miris, “aku juga sedang malas dekat dengannya. Bagaimana ini?”

Kyuhyun mendesis, memutar bola matanya melihat hal yang kini dianggapnya seperti sebuah Drama. Dan ia merasa seperti pria brengsek yang akan memisahkan dua orang saling mencintai.

“Sudahlah, ayo bangun!” Kyuhyun menarik Songjin. Tapi gadis itu menghempaskan tangannya. “tapi tidak denganmu! Untuk apa kau kembali? kita kan harusnya bertemu dua jam lagi! ini belum dua jam..eh benar kan?” ucap Songjin melirik jam tangannya kemudian mengangguk. “iya, belum dua jam!” serunya kencang.

Gadis itu mendorong Kyuhyun agar menjauh, tapi Kyuhyun malah semakin mendekat. Pria itu berjongkok dihadapan Songjin. Merapihkan rambut yang kini menutupi wajah gadisnya, “jangan pegang-pegang. Aku jelek kalau sedang menangis! nanti banyak yang lihat!” gerutu Songjin.

Kyuhyun terkekeh geli mendengarnya, “memang benar. tumben kau pintar.” Ledek pria itu. Songjin mendecah sebal dan kemudian menoleh kebelakang untuk melihat Siwon. Sayang, pria itu sudah lenyap. Tangis gadis itu semakin pecah, “Siwon Oppa kenapa pergi??”

“kau kenapa mengusir Siwon Oppa? Yaa! dasar Cho Kyuhyun—pabo!”

“Ya! aku kan sudah datang. Untuk apalagi dia harus ada disini? Tsk, sudahlah, ayo pulang. ini sudah sangat malam. kau sudah mengambil tugasmu belum?”

Songjin terdiam. Gadis itu melihat sekitarnya. Masih dikepung senggukan tangis, Songjin mengerang. Sesaat, barulah Kyuhyun sadar, “kau bohong! Tidak ada tugas kan? Kenapa kau bohong?! Astaga Songjin! Ada apa denganmu hari ini?”

“denganku? Aku?” Songjin menunjuk dirinya sendiri. “kenapa aku? kenapa selalu aku yang kau salahkan? Harusnya aku yang tanya. Ada apa denganmu selama ini?”

“Aku?”

“KAU!”

Kyuhyun menghela nafasnya dalam. Gadis ini tidak pernah mabuk sebelumnya dan sekalinya mabuk jadi begitu menyusahkan. sekarang, ia bahkan berteriak didepan umum pada dirinya. Songjin yang mabuk benar-benar mengerikan.

Songjin kembali merunduk. Bahunya bergetar, tanda gadis itu kembali menangis. “Hey, jangan menangis lagi. kau tidak lelah ya menangis? sebenarnya berapa banyak yang kau minum sih?” gerutu Kyuhyun. pria itu mendongak dan memperhatikan meja bekas Songjin. Matanya salah. Ternyata botol-botol hijau itu memiliki Jumlah lebih banyak dari hitungannya semula. “OMO!” paniknya kemudian.

“Songjin, ada apa sebenarnya?” Kyuhyun kembali merunduk dan mensejajarkan wajahnya dengan Songjin. Gadis itu sama sekali tidak menjawab dan mengunci mulutnya rapat. Sampai pada pertanyaan selanjutnya, Songjin meledak, “AKU BOSAN DENGANMU!”

 

__ __ __

Songjin terdiam ditempatnya. Wajahnya sudah basah karena air matanya sejak tadi tidak juga dapat berhenti keluar. Padahal ditengah kepalanya yang pening, gadis itu mencoba setengah mati untuk membuatnya berhenti. Tapi kali ini tidak ada satupun anggota tubuhnya yang mau menurut padanya. Membuatnya kesal setengah mati.

Sejak empat puluh lima menit terakhir waktunya dihabiskan disebuah tangga depan perpustakaan umum Korea—letaknya tak seberapa jauh dari tempatnya tadi berada.

Ia hanya duduk disana tanpa mau mengatakan apapun. perasaannya kini tengah bercampur aduk menjadi satu. Kesal, marah, benci, sedih, lelah, bosan. Entah apalagi sisanya.

Setelah sekian lama menghadap tong sampah, Songjin kini mengalihkan wajahnya perlahan pada arah lain. Tapi saat menoleh kekanan, ia malah medapati Kyuhyun yang juga tengah terdiam membisu.

Air matanya semakin menjadi lagi. rasa kesalnya kembali muncul ketika matanya mendapati Kyuhyun lagi. Cho Kyuhyun lagi dan lagi, “Ya~ pergi! jadi sejak tadi kau belum pergi juga?” amuknya.

“Aku tidak pergi.” jawab Kyuhyun singkat. Pria itu melebarkan dua kakinya dan menjadikannya pijakan. Dua tangannya terlungkup menutupi sebagian wajahnya.

Sekarang sudah pukul dua pagi. Keadaan sekitar tidak lagi lengang. Kini sudah tampak seperti kota tak berpenghuni. Hanya menyisakan lolongan anjing yang sebenarnya terdengar menyeramkan, tapi toh, tidak ada satupun baik Kyuhyun maupun Songjin yang perduli apalagi takut.

“kalau kau tidak pergi, biar aku saja yang pergi!”

Songjin bangkit dan jalan terhuyung menuju—entah—kemana. Yang jelas pergi dari tempat itu. menjauh dari Kyuhyun dan tidak melihat wajah tampan yang memuakan itu lagi.

Setelah dua-tiga langkah, gadis itu berbalik dan tersentak mendapati Kyuhyun berdiri tepat dibelakangnya. Menjaga jarak hanya beberapa meter saja. pikirannya menjadi kacau lagi, “PERGII!!” teriaknya sekuat tenaga menghentakkan kaki.

“kumohon. tolonglah, pergi yang jauh. Kau pergi saja.” pinta Songjin memelas.

Kyuhyun tertumbuk diam. Hatinya terasa sakit. ada rasa perih yang tidak dapat dijelaskan saat Songjin memintanya untuk pergi sejauh mungkin. Nyatanya, pria itu tidak akan bisa melakukannya.

Mulutnya terbuka perlahan, “Kubilang. Aku tidak pergi.” ucapnya bersikeras walau merasa tak enak hati dengan keegoisannya saat ini. tapi ia memang tidak bisa kemanapun, tanpa Songjin. Apalagi untuk meninggalkannya!

Kyuhyun pun menjadi sedikit bingung dengan apa yang terjadi. tidak mengerti mengapa Songjin tiba-tiba menjadi seperti orang kesurupan.

Gadis itu kemudian terduduk pada sebuah halte bus. Menyandarkan kepalanya pada tiang dan menarik nafas dalam-dalam. “aku bilang kalau kau tidak mau pergi, biar aku yang pergi. aku sudah bosan dengan semuanya.” Ujar Songjin dengan pandangan kosong. menatap jalan raya yang lengang.

“kau tidak tahu kan rasanya? Disini—rasanya—sakit!” Songjin memukuli dadanya berulang kali. Air matanya kembali jatuh. “aku bosan.” Ulang Songjin kembali.

Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam, lalu ikut duduk dibagian terpinggir pada bangku halte disana. Songjin yang sempat melirik hanya mendesis, “kau benar-benar keras kepala ya?” komentarnya. Saat ini sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk memberontak seperti sebelumnya.

Harapannya hanya satu.

Kyuhyun pergi. atau dirinyalah yang pergi.

Sekarang, tidak ada lagi untuk hari esok. Ia sudah sangat lelah.

“aku bosan.”

“……wae?” Kyuhyun bertanya hati-hati. suaranya benar-benar rendah hingga dapat terdengar seperti bisikan. dua tangannya dimasukan kedalam jaket—satu-satunya penghangat yang dimilikinya. Pria itu sempat melirik pada Songjin yang menggigil dan berfikir untuk menyerahkan jaket miliknya. Tapi sepertinya, gadis itu akan menolak.

Jangankan memberikan jaket. Mendekat satu langkah lagipun Kyuhyun tidak begitu yakin apa Songjin akan kabur dan malah menyuruhnya untuk benar-benar pergi.

Songjin melirik Kyuhyun sinis lalu menarik ujung bibirnya, menghasilkan smirk yang begitu nyata, “kenapa tanya padaku? Tanya saja sendiri kenapa.” jawabnya Sinis.

Kyuhyun terhenyuk. Pria itu benar-benar memikirkan apa yang telah diperbuatnya hari ini.

Salah. Harusnya ia berfikir tentang apa yang telah diperbuatnya selama ini.

Tapi satu-satunya hal masuk akal yang melintas didalam kepalanya hanyalah saat ia menyeret paksa gadisnya pergi meninggalkan ‘Fame’ tadi. dan sepertinya, konyol jika Songjin sampai mabuk hanya untuk mengutarakan rasa kesalnya kali itu.

Ini pasti bukan karena kejadian di Club tadi. tapi, lalu apa?

Pria itu terdiam sangat lama. satu hal lainnya kembali terlintas dalam benaknya. Membuatnya kemudian tersenyum miris, Lee Donghae. Donghae! Ikan amis itu kan! Sialan!

Songjin menghela nafas panjang, gadis itu merunduk lalu dua detik setelahnya mengadahkan wajah, “aku mau pulang.” ucapnya.

Kyuhyun mengangguk dan ikut berdiri, “aku pulang sendiri.”

“ini sudah malam.”

“ini sudah pagi. Bodoh!” bentak Songjin cepat.

Kali ini entah mengapa Kyuhyun sama sekali tidak tertarik dengan perdebatan. Dan rasa ingin memeluk gadisnya, jadi bertambah parah. Sial!

“aku mau pulang kerumahku. Ru—mahku.” Songjin memberikan penekanan. Kyuhyun membelak, “wae?”

Songjin mendecak. “kenapa satu-satunya kata yang bisa kau keluarkan hanya kenapa? kenapa? HAH?”

“Arrasseo, kuantar kau pulang. nanti. Setelah semuanya beres. Kau terlihat kacau sekarang. tidak mungkin kau bertemu Appa dan Eomma dengan keadaan seperti ini. Ayo, pulang!”

 

Tiga puluh menit kemudian Ferarri Barnellita milik Kyuhyun telah terparkir didalam garasi rumahnya. Rumah mereka.

Tapi hasrat untuk keluar dari kendaraan itu sama sekali tidak ada. Ia melirik Gadisnya yang hanya sedang diam tanpa melakukan hal penting apapun. “sudah sampai.” Ucap Kyuhyun, hanya sekedar untuk menyadarkan Songjin.

Kyuhyun kembali menghela nafasnya dalam-dalam dan menarik tuas pintunya saat Songjin menarik ujung jaketnya, “Chakamman. Aku…harus mengatakan sesuatu.”

Kyuhyun kembali mendorong pintunya hingga tertutup dan hanya duduk menunggu. “Kita— K—kita cerai saja.”

“MWO?”

 

Cho Kyuhyun’s side

 

Aku pernah dengar, tentang banyak orang mengatakan saat seseorang mabuk dan merancau, rancauannya itu pastilah sesuatu yang selama ini ingin dikatakannya.

Banyak orang bilang, percayalah dengan kata-kata orang mabuk.

Aku pun cukup tahu walau aku tidak pernah melihatnya secara nyata. selama ini, toh Siwon Hyung tidak pernah merancau.

Baiklah, mungkin pernah sesekali. Tapi itu bukanlah hal yang penting.

Dia hanya mengomel karena selama ini beberapa gadis yang mendekatinya hanya mempermainkannya.

Begitupun dengan Gyuwon. Gadis itu malah tidak pernah merancau semabuk apapun ia saat itu. aku selalu heran dengan hal yang dibanggakannya itu.

Kali ini aku seperti mendapat tamparan hebat. Sejak tadipun aku merasakan sesuatu meremas sesuatu didalam tubuhku. Rasanya bisa begini perih.

“MWO?” aku meledak saat itu juga.

Rasanya seperti ingin berteriak, dan melempar apa saja yang ada. Aku butuh udara segar!

Songjin menoleh padaku dan mengangguk, “iya. kita cerai saja.” ucapnya santai. Sesantai wajahnya saat ini. apa dia sudah gila? Cerai?

Satu detik setelahnya ia menarik tuas pintu. Aku lebih cepat dengan menekan tombol auto lock. “Tunggu!” ucapku cepat. Menoleh pada gadis yang sekarang sedang terlihat bingung karena aku baru saja mengurungnya lagi.

“aku tahu kau mabuk. Tapi setidaknya, apa otakmu itu benar-benar tidak berguna saat sedang mabuk? Besok lagi, pikirkan dulu apa yang akan kau katakan sebelum bicara!”

“tapi aku sudah memikirkannya.” Songjin bicara pelan, “aku ingin berpisah saja. aku…..bosan.”

Bosan? Alasan apa itu? apa pernikahan terlihat begitu sepele hingga saat kau bosan kau dapat menyudahinya begitu saja hanya dengan beralasan Bosan? Bosan? Hah! Omong kosong apalagi ini?

“kau sudah gila rupanya.”

“aku tidak gila. Aku hanya bosan.”

Songjin mengulang kata sialan itu lagi. BOSAN. Sialan!!

Kuhela nafasku dalam-dalam. Aku tidak ingin mengatakan sesuatu yang nantinya akan kusesali jika kukatakan sekarang. “bicara lagi besok. saat isi kepalamu sudah kembali.” putusku memberi harga mati. lagipula besok, banyak yang harus kami bicarakan.

“aku tidak ingin ada besok. selesaikan sekarang lebih baik. Aku sudah bos—“

“PARK SONGJIN! Bisa kau hentikan mengucapkan kata bosan bosan tolol mu itu?”  geramku tak dapat kutahan lagi. tanganku meremas kemudi stir sekuat yang kumampu. Jinjja! Aku benar-benar ingin melepar sesuatu sekarang!

Saat tubuhku terasa mendidih, gadis disampingku lagi-lagi menangis. Ya tuhan. apa dengan menangis masalah akan dapat selesai? Aku ingin sekali menghantamkannya pada suatu kenyataan bahwa ucapannya sejak tadi hanyalah omong kosong.

Entah apa yang ada dibayangannya tentang rumah tangga kami. Tapi setidaknya, apa kata cerai bisa keluar begitu saja dari mulutnya tanpa difikir?

Apa orang mabuk begini bodohnya?

Apa aku juga seperti ini saat sedang mabuk?

Aku tidak habis pikir dengan apa yang terjadi. aku ingin marah, tapi aku pun bingung harus marah kepada siapa.

Hal konyol yang selalu kurasakan, mengapa tuhan tidak pernah membiarkanku bahagia walau sebentar? Seakan setelah Dia memberikanku kebahagiaan, tiba-tiba saja aku ditubrukan dengan hal yang menyesakkan.

 

Kutarik nafasku dalam-dalam. Aku masih berusaha menenangkan emosiku yang sudah benar-benar naik. Gadis ini benar-benar tahu bagaimana memancing amarahku rupanya.

Atau ia sengaja melakukannya, agar aku muak dan segera melepaskannya? Dan setelah itu ia dapat melenggang dengan nyaman bersama Lee Donghae tanpa gangguanku?

Atau sebenarnya, itulah yang diinginkannya sejak lama. Gyuwon sendiri yang berkata tadi bahwa Lee Donghae benar-benar jatuh cinta pada istriku? Dan sekarang, aku dihadapkan pada kenyataan bahwa istriku pun juga jatuh cinta pada pria yang sama.

Sedangkan aku disini, sudah seperti pemeran antagonis yang berada ditengah-tengah dan selalu mencoba untuk menghalangi bersatunya cinta mereka.

Kenapa jadi aku yang terlihat sangat jahat?

Atau aku memang begitu jahatnya?

 

Tapi, setidaknya, berikan aku alasan yang tepat mengapa aku harus melepaskan gadisku? Bosan bukan alasan yang masuk diakal dan realistis. Kalau bosan memang benar ada, bagaimana Appa dan Eomma sampai saat ini masih dapat bersama dengan harmonis?

Bosan bukan alasan yang nyata untuk sepasang suami istri bercerai.

Pada intinya, Bosan bukanlah hal yang tepat.

“kau mau masuk atau tidak?” tanyaku sebelum memutuskan untuk membuka auto lock. Sudahlah. Aku sudah terlalu lelah dengan omong kosong ini.

Songjin yang sedari tadi hanya merunduk sama sekali tidak menjawab pertanyaanku. Ia malah semakin menenggelamkan wajahnya pada tundukannya.

Aku menyerah. Kalau dia bosan, pasti dia akan pergi sendiri.

Kuputuskan untuk turun dari mobilku, tapi kemudian aku mendengarnya bicara sangat lirih. Sampai aku harus menajamkan pendengaranku lagi, “apa kau bilang?” tanyaku kemudian. Songjin diam.

Hening.

Atau hanya telingaku yang sedang konslet.

“Saranghae.”

“apa?”

Songjin mendesah panjang, gadis itu menoleh padaku, tanpa menyibakan rambut yang sebagian telah menutupi wajahnya, “Cho Kyuhyun—aku benar-benar mencintaimu.”

Seperti mendapat sambaran api, perutku tiba-tiba mulas. Kakiku yang tadi akan kugunakan untuk berjalan pun mendadak lemas hingga aku kembali duduk pada Jok.

Isi kepalaku masih mencerna apa yang Songjin katakan tadi, “kau sedang mabuk, Songjin.” Kataku datar. Aku yang semula merasa senang, kini harus tertampar mengingat gadis ini sedang benar-benar diambang batas kesadarannya.

Tubuhnya masih lemas dan wajahnya pun sayu. Ia seperti manusia tak bertulang. “ayo masuk. Disini dingin.” kataku kemudian. Keluar dari tempatku dan berjalan memutar—berdiri dipintu pada sisi Songjin.

Tanganku sudah siap memapah Songjin. Tapi gadis ini malah menangis lagi. Haaah Ya tuhan! sampai kapan dia akan mempermainkan ku begini?

“aku memang sedang mabuk. Tapi jangan kira karena aku mabuk, lalu aku hanya membuat hal ini sebagai lelucon. Perasaan seseorang bukan hal yang baik untuk dijadikan lelucon. Setidaknya, berikan aku sedikit waktu untuk mengatakannya. Aku sudah…..tidak sanggup lagi menahannya seorang diri.”

Kuhela nafasku dalam dan berjongkok disampingnya. Songjin masih duduk ditempatnya namun ia sudah memutar posisinya menjadi berhadapan denganku. “sejak dulu aku selalu menginginkan sosok seorang kakak yang dapat melindungiku. Aku bosan hidup sendiri. aku tidak memiliki saudara, dan orang tuaku seakan sibuk dengan apa yang mereka lakukan entah itu apa.”

“hanya kau dan Siwon O—ppa yang selalu berada didekatku. Awalnya aku hanya menyukaimu. Aku juga menyukai Siwon Oppa, tapi kemudian, aku tidak tahu, kapan tepatnya aku merasa begini.”

Aku sedang berusaha mencerna apa yang songjin katakan. memilah bagian mana yang hanya berupa rancauan dan bagian mana yang nyata. Tapi semuanya bagiku tampak seperti rancauan tak bermakna.

“……aku mencintaimu. Rasa suka itu entah sejak kapan berubah menjadi cinta. aku selalu mencoba untuk mengalihkan semuanya. Tapi tiba-tiba, orang tuamu dan orang tuaku……..melakukan itu.” Songjin terdiam. Seperti berusaha mengingat sesuatu karena bola matanya berputar dengan kening yang berkerut, “perjodohan. Iya kan? Kita dijodohkan kan?”

“aku terlalu senang dan langsung mengiyakan tawaran Appa. Padahal aku tahu kau masih begitu… sangat… Ngg… dengan Gyuwon… ah kenapa sebal sekali rasanya mengucapkan nama itu? mulutku jadi pedas!” gerutunya tiba-tiba.

 

Author’s side

Terjadi pesta kembang api didalam hati seorang Cho Kyuhyun. pria itu bahkan kini tak sanggup lagi untuk tidak tertawa mendengar rancauan Songjin yang kian lama kian kacau. “kau tahu tidak? aku seperti baru memakan cabai kalau mengucapkan nama itu. kenapa ya?” tanya Songjin pada Kyuhyun sambil meleletkan lidahnya.

Seakan menunjukan luka bakar yang terjadi karena gadis itu baru saja menyebutkan nama ‘Lee Gyuwon’ dengan mulutnya.

“sudahlah. Lanjutkan bicara didalam saja. disini dingin sekali.” Kyuhyun menyatukan dua telapak tangannya dan menggosoknya hingga rasa hangat itu sedikit muncul.

Pria itu lalu bangkit dan memapah Songjin. Walau gadis itu berkelit dan berusaha untuk jalan sendiri saja. “sudahlah. Aku bisa sendiri kok.” Ujar Songjin. Namun setelah gadis itu bicara, ia terjatuh dengan keras.

“Aigoo. Kau benar-benar sesuatu Park Songjin!” Kyuhyun menggerutu walau masih menyembunyikan senyum. Pria itu baru akan mengangkat Songjin lagi saat gadis itu malah mendorong Kyuhyun menjauh.

“aku bilang kan aku bisa sendiri!” omel Songjin. “kau jangan coba-coba untuk menjatuhkanku lagi kalau kau tidak berniat menangkapku!”

“Lho?” Kyuhyun terkesiap, “tadi kau sendiri yang jatuh. Aku hanya ingin membantumu tapi kau malah mengomel. Lalu aku harus bagaimana?” Kyuhyun mengacak rambutnya geram.

“itu dia permasalahannya. Disini, aku sendiri yang jatuh. Kau tidak jatuh juga. hanya aku.”

Kyuhyun memejamkan matanya dan berkali memanggil nama tuhan agar ia tetap diberikan kesabaran. Park Songjin, lebih baik kau tidak lagi mabuk untuk yang kedua kalinya!

“kalau kita sama-sama jatuh, lalu siapa yang akan menjagamu?” Kyuhyun membalas ringan. Songjin mencebikan bibirnya, “itu juga permasalahannya. Kau selalu menjatuhkanku tapi kau tidak pernah berniat untuk membuatku berdiri lagi.”

“ya! kau! aku sudah tidak paham dengan ucapanmu yang kesana kemari itu. sudah ayo cepat bangun! Aku sudah lelah.”

“kau pikir aku tidak lelah? Aku juga lelah dengan omong kosong ini!”

Rahang Kyuhyun jatuh menganga, “apa? Omong kosong? selama ini, kau sendiri lah yang membuat omong kosong itu!” Kyuhyun naik pitam lagi. tapi sebelum semuanya menjadi lebih panas, Pria itu mendesah. Kini wajah tampannya menjadi korban lagi.

Ia mengacaknya tanpa ampun.

Dengan cepat Kyuhyun kembali memapah Songjin menuju kamar mereka. diletakkannya Songjin diatas ranjang dengan perlahan. Lalu ia pun merebahkan dirinya sendiri sambil membuang nafas panjang. Dua tangannya direntangkannya asal.

Kyuhyun memejamkan matanya. Hari ini benar-benar menguras tenaga!

“Kyu..”

Panggil Songjin saat Kyuhyun nyaris tertidur.

“kalau aku yang sakit. seperti Gyuwon Eonni, apa kau akan lebih memperhatikanku?”

Mata Kyuhyun terbelak lebar, “bicara apa kau ini!” Kyuhyun kembali tersulut emosi. “sudah kubilang, semabuk apapun kau, setidaknya gunakan isi kepalamu untuk  bicara!”

“aku hanya tanya.”

“Jangan bertanya seperti itu!”

“Tsk, seperti itu bagaimana?”

“seperti itu! seperti kau akan meninggalkanku jauh. Atau kau memang berencana untuk…”

“meninggalkanmu?” potong Songjin. Gadis itu tertawa sinis sekaligus miris, “aku tentu akan melakukannya sejak lama jika aku bisa. Sayangnya, aku sadar bahwa menunggu akan lebih mudah ketimbang harus berusaha melupakanmu nanti. Jadi aku menyerah. Aku tidak akan bisa melupakanmu.”

Gadis bermata besar itu menoleh pada Kyuhyun yang sedang setengah terduduk ditempatnya. “sudah kubilang kalau aku benar-benar Jatuh Cinta denganmu. Aahh—ternyata begini rasanya Jatuh cinta? aku tidak pernah merasakan seperti ini sejak aku dilahirkan. Tapi kenapa sekali merasakannya, harus seperti ini? denganmu?”

Songjin menutup dirinya dengan selimut. Meninggalkan Kyuhyun dalam tanya dan cengiran-cengiran geli. Ini adalah rancauan pertama seumur hidupnya yang paling menyenangkan yang pernah didengarnya.

Walau hanya sekedar rancauan, biarlah kali ini ia menikmati hal ini untuk sendiri. toh ini adalah suatu hal yang jarang dapat didapatinya lagi.

Besok, ia harus berperang dengan gadis ini tentang puluhan perkataannya yang benar-benar mengkhawatirkan, keluar dari bibirnya tanpa gadis itu pikirkan terlebih dahulu.

Kyuhyun kembali menjatuhkan dirinya dikasur dan memejamkan matanya, “kau benar-benar mabuk akut Nyonya. Besok lagi tidak usah minum. Kau menyeramkan kalau sedang mab—“

Kyuhyun berkedip dan tak mampu menyelesaikan kalimatnya saat Songjin tiba-tiba saja sudah berada diatasnya. “H—hei! Kau mau Ap—a?” tanyanya gugup.

“aku sudah bilang. Jangan karena aku mabuk lalu kau menganggap aku hanya bermain-main.”

 

“O—oke. Tapi sepertinya, kau H—harus” Kyuhyun berusaha menyingkirkan Songjin dari atasnya. Tapi Songjin melolak mentah-mentah dan malah semakin menjatuhkan tubuhnya sendiri, “aku pernah melihat satu Video. Saat kau dan Gyuwon Eonni seperti ini.”

Songjin semakin mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun yang sudah menegang. “seperti ini S—seperti ap—a?” Kyuhyun semakin Gugup.

“Ssst. Diam dulu. aku mau tahu bagaimana rasanya ini.” Songjin berkata, lalu setengah detik kemudian bibirnya sudah menempel pada bibir tebal Kyuhyun.

Hanya dalam waktu lima detik Songjin kembali menarik bibirnya, “jadi begitu rasanya. Kenapa manis?” ia bertanya sendiri.

Seketika wajah Kyuhyun memerah semerah tomat, “kau tahu tidak, itu tadi ciuman pertamaku.” Songjin pamer. Membuat Kyuhyun tersedak dengan tawanya sendiri.

Pria itu memicingkan matanya, “kau yakin?” tanya Kyuhyun cepat. Songjin menjawab dengan anggukan.

“aku tidak pernah mencium dan dicium siapapun sebelumnya.” Songjin menggumam.

“kau yakin?” Kyuhyun kembali bertanya. Membuat Songjin sedikit kesal. “aku YA—KIN!” seru gadis berambut panjang itu penuh penekanan. Kini Kyuhyun telah sepenuhnya terbahak.

Well, gadis ini memang mabuk tapi jika mabuknya akan seperti ini, Kyuhyun mungkin rela membuatnya mabuk setiap saat.

“kau mau tahu rahasia?” Kata Kyuhyun. Songjin mendecak, gadis itu menggeleng sekuat tenaga, “aku sudah bosan dengan rahasia.”

“yang ini beda!” Kyuhyun menengahi. “aku juga sudah bosan dengan rahasia. Jadi dengar baik-baik. Ciumanmu tadi itu… bukan ciuman pertamamu. Dan dengar aku dulu!” Kyuhyun memekik saat Songjin telah akan mengeluarkan suara, ketika dirinya bahkan belum selesai berbicara.

“ciumanmu tadi itu payah! Dan mau tahu lagi rahasia lainnya?”

Kyuhyun tersenyum saat Songjin mengangguk bagai anak anjing yang patuh, “kalau aku tahu mabukmu akan jadi seperti ini, aku tidak akan segan-segan sejak dulu membuatmu mabuk. Dan kau bilang apa tadi? kau mencintaiku? Haha—benar-benar konyol. Berhubung kau sedang mabuk, kau bisa mengulanya berjuta kali sekarang. santai saja karena aku mengerti seperti apa rancauan orang mabuk.”

“Tsk!” Songjin memutar bola matanya Jengah dan menjauh dari Kyuhyun. dengan tangkas Kyuhyun menarik gadis itu lagi hingga pada posisi semula. “kau tahu kenapa aku sebut konyol?”

Tangan Kyuhyun mengambil anak rambut yang terjatuh dan menutupi wajah Songjin untuk menyelipkannya lagi kebelakang telinga, tubuhnya terangkat. Kyuhyun meletakan bibirnya tepat ditelinga Songjin, “Nado Saranghaeyo. Jeongmal Jeongmal Jeongmal Saranghaeyo, Cho Songjin~” ucap Kyuhyun lembut.

Tanpa ingin memangkas waktu lagi, Songjin kembali menyambar bibir tebal disana.

Kyuhyun bahkan tak perduli lagi jika mungkin nanti Songjin akan tersadar keesokan hari dan mengamuk padanya tentang hal ini. ia sedang terlampau senang hingga kembali terbawa suasana. Pria itu membalikan tubuhnya hingga kini dirinyalah yang menghimpit Songjin.

Tanpa merasa perlu untuk permisi lagi, Kyuhyun yang biasa melakukan aksi curi mencuri ciuman pada malam hari saat Songjin terlelap pun kini tertawa, “kau tahu, aku selalu melakukan ini saat kau sedang tertidur. aku merasa seperti pencuri setiap malam.”

Songjin menggeliat dari tempatnya, “apa?” tanyanya datar. Seakan tak perduli. atau memang tidak perduli lagi.

“ini.”

Chu~

Kyuhyun mendaratkan bibirnya lagi pada bibir tipis Songjin. Menimati setiap jengkal yang ada seperti tidak ada lagi hari esok. Tubuhnya semakin menghimpit Songjin dan perlahan dua tangan Kyuhyun memasuki blouse Songjin—bergeriliya didalamnya.

 

165 thoughts on “Missing [Part 15]

  1. Songjin klu mabuk menyeramkan tapi ada untungnya juga dia bisa ungkapin perasaannya,kyu seneng tu sampai ga peduli nantinya klu songjin sadar dan ingat apa yang tlah mereka lakukan

  2. omg….pleaseeee ini gmn bs jd kek giniiii???ktnya cerai q sneng..eh mlh nytain cinta..malu2in songjiinnn hrusny kyuhyun dluan tuh yg pngecut😤😬

  3. AKHIRNYA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Emang kadang sesuatu yang direncanain itu sering gagal, tapi kalo yang tiba-tiba atau dadakan itu kemungkinan berhasilnya lebih besar XD XD XD ……

  4. Miris dnger curhatnya songjin.. dy bneran ngrasa kyuhyun gak peduli.. smpe nnya klo dia sakit kyu bkal peduli gak..

    Suka dgn quote ini..
    “Sayangnya, aku sadar bahwa menunggu akan lebih mudah ketimbang harus berusaha melupakanmu nanti. Jadi aku menyerah. Aku tidak akan bisa melupakanmu.”

  5. Aaahhhh kenapa pernyataan cinta mereka disaat songjin lagi mabuk.
    Berharap si sebenernya songjin masih setengah sadar jadi paling engga, ngerti atau inget sama omongannya kyuhyun wkwk

  6. Ahhhhh akhirnya merekaaaaa saling mengungkapkam perasaan masing2.. untung nya songjin nya mabuk yy kalo gk kemungkinan mereka gk ngungkapin perasaannya satu sama lain.. ahhhh kyu apa yg kau lakukan dgn songjin… kkkkkk akhir nya kesampaian jg yy first night with songjin..

  7. Pingback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  8. Aw..aw..apa ini? Kyuhyun yg beruntung tidak perlu ngungkapin perasaannya duluan, karna songjin telah jujur walo dlm keadaan mabuk..

  9. hoho…kyu kduluan ngakuinny…tu pun krn songjin ge mabuk..songjin jg..ngaku saat dy g sdar…haaahh..ni couple mank bkin gregetan…

  10. Ahhh songjin maboknya parah tp emg bnr kata org saat org mabok meracau pst racauannya sbnrnya adalah kata hatinya yg gak bisa diucapkan.. And finally meskipun songjin mabok mrk memgungkapkan perasaan masing2 hehe

  11. Pingback: Rekomendasi Fanfiction Part 2 | evilkyu0203

  12. Lhoooo kok malah songjin duluan yang ngungkapin perasaan nya..
    Tapi songjin ini konyol banget,hhahaha.. 😀 😀
    Ngga tau gimana tuh kalo udah sadar,trus keinget kejadian ini,,
    kyuhyun jadi laki terlalu lamban, kan songjin udah keburu nyatain duluan,saking ngga bisa nyimpen perasaanya terlalu lama sendirian..

  13. aaaaakkkhh!!! kejadian juga!!!
    tp syangny dengn songjin yg mabuk.. 😯
    oh trnyta gtu.. gyuwonnya.. ah ini mah brrti kyuhyun aja yg slama ini slah smpai mmunculkn ksalahpahaman..
    hhh emg sakit kalo bosan jd alsan perpisahan.. dan aq prnh mnjd pelaku atas rsa sakit itu.. 😖 buntutnya nnti cm bsa nyesel..😢
    keep writing ^^

  14. euwwwww mabuknya songjin kayak mirip-mirip orang sadar, aku rada bingung dia mabuk atau pura2. Tp bukannya dia tadi bilang mau kerumah temennya kenapa mendadak jadi minum-minum?? Tp dr pd itu aku lebih seneng karna ternyata gyuwon sukanya ke siwon 😀 omg omg songjin betapa beruntungnya kamu ❤

  15. Wah … wah .. pernyataan cintanya di luar dugaan .. ga nyangka klo songjin duluan yg ungkapin .. tpi sepertinya kyuhyun masih blm paham inti permasalahannya deh .. klo songjin cemburu sama gyuwon

  16. Nyeseek…. Tapiiiiii….. Seneeeng bgt… Kyuhyun udh tau klo songjin cinta sama dia… Tinggal tunggu kyu ngomong

  17. Akhirnya malah songjin duluan yang nyatain cinta😘😘😙😙
    semoga setelah ini kyujin bisa jadi nice couple yang romantis yaa😙😙😙

    btw..part ini bikin geregetan banget yaa..bikin emosi naik turun bacanya…”feel”nya juga dapet banget
    authornya keren 😀😀😁😁

  18. OMG!! sempet jantungan pas Songjin minta cerai. Tp diakhir2 malah senyum2 sendiri. Sweet banget 😁.
    Eh, tapi ngomong2 Gyuwon emg udah lama ya suka sama siwon.

  19. Mabuknya Songjin nyeremin dech ….. kyuhyun jujur disaat Songjin mabuk , sama kya Songjin. Setelahnya pasti mereka bakalan kikuk klo inget kejadian ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s