Missing [Part 17]


Author: GSD.

Title: Missing. [17 ]

Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Park Songjin, Lee Donghae, Lee Gyuwon.

Rating: PG 16.

Length: Chaptered.

Genre: Romance, Tragedy, Family

“aku tidak menyukaimu. Tidak seperti itu. aku Jatuh Cinta padamu. Benar-benar jatuh cinta setengah mati padamu. Aku bahkan tidak tahu lagi kalimat seperti apa yang pas untuk menggambarkannya. Seperti jika kau tak ada, lalu aku ingin mati saja karena tidak bisa bernafas lagi. seperti hidupku telah bergantung dengan keberadaanmu, hingga mengharuskan aku selalu berada dimana kau berada. Dan merasa sesak saat kau hilang, atau jauh dari radar buatanku. Seperti kau hanyalah satu-satunya, hingga terkadang aku merasa heran, apa aku masih normal—merasakan hal seperti ini, atau ini hanyalah rasa berlebih karena aku tahu, kau adalah segalanya untukku.”

Kyuhyun berjalan menuju sofa-bed sambil membawa sebuah nampan ditangannya. Setelah ia meletakan nampan tersebut dimeja dihadapannya, pria itu merunduk dan menyapukan bibirnya pada tengkuk polos gadis—yang masih seperti babi, tertidur sangat pulas.

“Hey, ayo bangun. Mau sampai kapan tidur terus?” Kyuhyun berbicara tepat pada telinga Songjin.

Gadisnya itu— hanya menggeliat di tempatnya dan tak melakukan hal penting lainnya—seperti merasa perlu untuk bangun karena jam telah menunjukan pukul sebelas siang. Kalau saja gadis itu ingat bahwa ia lagi-lagi telah melewatkan kelas paginya kali ini.

Oh—sudahlah, lupakan itu tidak penting baginya saat ini.

Kyuhyun mengusap belakang kepala Songjin lembut dan kembali mencoba membangunkan gadis itu, tapi entah setan apa yang merasuki Songjin saat ini. gadis itu benar-benar keterlaluan!

Pria itu tampak sedikit kesal karena merasa terabaikan karena itu, setelahnya, ia menyusupkan dua tangannya masuk kedalam kaos Oblong Songjin dan langsung bergeriliya didalamnya menjamahi apa saja yang diinginkannya. yang sontak memberikan hasil signifikan tentu saja.

“YAAAA!!” gadis itu menjerit kesetanan. Matanya membesar dan dua tangannya memukuli kepala Kyuhyun seperti jika ia melakukannya, pikiran-pikiran mesum Kyuhyun bisa rontok dan hilang.

Well, paling tidak hal mesum tadi dapat membuat gadis itu terbangun pada akhirnya, “Appo~” Lirih kyuhyun pelan sambil meggosok tengkuk dan lengannya yang semua  memerah hasil kekerasan Park Songjin.

Tunggu—Park? bukankah nama itu sudah berganti sejak lama menjadi Cho?

Kyuhyun merintih seperti bocah lima tahun yang baru saja kehilangan permennya karena jatuh tersenggol dan sekarang kotor terkena debu. Dan sialnya, itu terlihat menggemaskan walau Sekesal apapun Songjin saat ini.

“karena kau menyebalkan! Kenapa kau mesum sekali sih?” gerutu Songjin—dan menarik tangan Kyuhyun untuk melihat ulahnya.

Walau masih kesal, Gadis itu mengusap kepala Kyuhyun lembut sebelum mendecah pelan lalu beralih mengusap lengan Kyuhyun perlahan, “mana yang sakit?” tanyanya masih dengan nada tertahan. seperti jika sedikit saja ia membuku mulut lebih lebar, semua kekesalan itu berganti menajadi sebuah amukan barbar. Kyuhyun menunjuk sebuah titik pada lengannya menggunakan dagu, “itu.”

“apanyaaa? Ini tidak apa-apa. Kau jangan berlebihan. Kau ini pria atau bukan sih?”

“menurutmu bagaimana? Kau kan sudah mencobanya.” Jawab Kyuhyun asal sambil menaik turunkan kedua alisnya, yang sukses membuat Songjin kembali memberikan pukulan-pukulannya.

“Aish~ Appo!” Kyuhyun bersingut dan mundur. Memberi jarak antaranya dan Songjin kemudian bergidik, “kau barbar sekali sih?” protesnya.

“Aaah Molla~ kau benar-benar membuang waktu. Minggir!” Songjin mendengus lebih kesal dan melenggang pergi. menyempal dari tempatnya dan mendorong kaki Kyuhyun untuk memberinya akses.

“Hey, mau kemana? Aku sudah buatkan sarapan.”

“ini sudah bukan waktunya sarapan!”

“salah sendiri kau bangun siang! Ini dimakan dulu!” Kyuhyun menunjuk nampannya. Terdapat segelas susu cokelat dengan dua tangkup roti bakar.

Sebenarnya, pria itu pun sama saja dengan Songjin. Kyuhyun hanya mengandalkan keberuntungan, dapat bagun lebih cepat setengah jam dari Songjin dan pikiran seperti pada drama yang sering ditontonnya tiba-tiba melintas.

Konyolnya, ia lupa bahwa Songjin tak pernah perduli dengan hal tersebut. gadis itu bahkan tak pernah menyukai drama yang selalu Kyuhyun tonton. Gadis itu  benci kisah picisan.

“aku tidak lapar.” Balas Songjin malas. Berjalan menuju balkon sambil mengikat rambut panjangnya—membuat leher jenjang putih itu, lagi-lagi terkekspos. Kyuhyun benar-benar tak habis pikir dengan Songjin yang seakan menggodanya, tapi akan meledak bagai bom jika didekati.

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, “tapi aku sudah membuat ini susah payah.”

Songjin menoleh. Melihat Kyuhyun sedang dalam aksi sok-imutnya, untuk berharap agar hatinya meleleh membuatnya tak tahan dan terkekeh geli. “kau tidak memasukan racun apapun kedalamnya?”

Mata Kyuhyun membulat, namun lalu pria itu mendesis, “sebenarnya aku memasukan alcohol kedalamnya. Jadi setelah meminum susu ini kau akan mabuk dan menggila seperti malam itu—“

“CHO KYUHYUN!” Songjin kembali meledak. Marahnya tadi sudah mereda tapi entah setan macam apa yang merasuki tubuh suaminya, hingga hanya ada hal mesum bersemayam didalamnya.

Kyuhyun si tersangka sama sekali tak menampakan penyesalan. Pria itu tertawa puas, berjalan mendekat menuju dan menghimpitkan tubuhnya pada Songjin di balkon, yang sedang memperhatikan sekitar. Dua tangannya memeluk tubuh ramping Istrinya kencang. Dengan mata terpejam, membuat Kyuhyun benar-benar menyesali hal yang selama ini selalu diulur dan ditundanya. Berkata jujur tentang apa yang dirasakannya benar-benar sebuah hal yang menyiksa.

“hari ini mau kemana?” tanya songjin. Tangan gadis itu ikut menggenggam kencang tangan Kurus Kyuhyun dan mengusapinya.

“kau mau kemana?” Kyuhyun balik bertanya.

“Ya~ aku kan tanya kau.”

“aku tidak tahu. sudah sangat terlambat untuk kekantor. Dan sebenarnya aku  juga sedang malas.” Ucap Kyuhyun tanpa rasa bersalah. Pria itu sedang sibuk menyapukan hidung mancungnya, pada bahu Songjin yang mulus.

“atasan macam apa kau ini sebenarnya? Menggelikan. kalau atasannya saja seperti dirimu, bagaimana pegawainya?”

“aish~ jangan buat aku terlihat menyedihkan begitu. disana kan tak hanya ada aku. ada Appa dan Siwon Hyung.”

Songjin tersenyum sinis mencibir. “banyak alasan.” Gumam gadis itu mencela. Beberapa saat, ia benar-benar menikmati keadaan yang seperti disediakan hanya untuknya dan Kyuhyun saja. keadaan berbalik dan segalanya menjadi membaik.

Hal yang tak pernah diduganya selama ini.

Matahari yang seharusnya bersinar terik, sekarang tak memunculkan kehidupan yang nyata. Langit berawan biru dan udara terasa sangat menyegarkan. Rasanya, sayang untuk dilewatkan hanya dengan mengurung diri dirumah.

“Kyu, aku boleh tanya sesuatu?”

“…..mwo?”

“kenapa hubunganmu dengan Siwon Oppa akhir-akhir ini terlihat kacau?”

Kyuhyun mendesah berat dan memejamkan matanya, “Molla~ tanya saja dengan orang itu.” Jawabnya singkat dan malas.

“Ya~ orang itu siapa maksudmu? Dia kakakmu!” potong Songjin mengoreksi. Kyuhyun mendesis pelan, merasa hal ini terdengar konyol baginya.

“aku tidak bilang dia bukan kakakku kan? Aku hanya..  Ah sudahlah. Apa kita perlu membahasnya? Aku sedang sangat malas.”

“Kyu~”

“Tsk, Songjin!”

Songjin menutup mulutnya cepat. Apapun itu, ia mencium bau tak sedang dalam Hubungan Kyuhyun dan Siwon. Walau tak lagi ingin memikirkan hal aneh, tapi tetap saja pertanyaan-pertanyaan ‘bagaimana jika’ itu terus mengganggunya.

Dan seakan sadar akan hal tersebut, Kyuhyun mengeratkan rengkuhannya pada tubuh Songjin. Bibir tebal pria itu menelusuri garis tengkuk Songjin perlahan-lahan. Menikmatinya tanpa perlu merasa terburu. “Jangan berfikir yang macam-macam lagi.” Ucap Kyuhyun setelahnya.

Jangan berfikir yang macam-macam? Tapi Kyuhyun sendiri seperti memberikan kesempatan bagi Songjin untuk berfikir yang macam-macam.

“Ya! Geli!” Songjin bersingut menahan tawa saat ujung hidung macung Kyuhyun menyapu lebih liar. Pria itu hanya terkekeh tanpa memperdulikan larangan istirnya, “aku suka baumu.” Ujarnya pelan.

 

**

“Kita mau apa sih?”

Kyuhyun melirik Songjin disampingnya. gadis itu sedang sibuk dengan sebuah map dan sejak tadi mendiamkannya. hanya bicara seperlunya tentang kemana gadis itu minta diantar.

Songjin menggidikan bahunya sekali, “hanya berjalan-jalan saja. aku bosan dirumah.” Jawabnya santai. Kyuhyun yang masih tak mengerti dua detik setelahnya menggembungkan senyuman, “kau mau mengajakku kencan ya?”

“Mworago?” Songin membulat terkejut. Gadis itu merasa geli setiap kali Kyuhyun mengatakan kencan. kencan, apa sebenarnya, pria ini memang ingin diajak berkencan?

Songjin menoleh pada Kyuhyun dan menaikan satu alisnya tinggi, “kau menggelikan tahu tidak?”

Kyuhyun bersingut, mencebikan bibirnya “memangnya kenapa? toh kita belum pernah kencan sebelumnya.”

“jadi kau mau kuajak kencan?”

“ …….. “

“tapi maaf-maaf saja, aku tidak tertarik mengajakmu berkencan.”

“kalau begitu aku saja yang mengajakmu kencan. Kau mau tidak?”

Songjin menyipitkan matanya menatap sang suami yang seperti terlalu banyak meminum obat yang salah hingga sejak pagi tadi sikapnya bisa begitu manis. Ini bukan Khas seorang Cho Kyuhyun kan?

“Shiero!” tolak Songjin beberapa saat setelah Kyuhyun berucap, “aku tidak mau membuat Janji denganmu lagi untuk pergi kesuatu tempat. Pasti selalu aku yang sial. Kau selalu lupa dengan Janjimu sendiri dan membiarkan aku seperti orang bodoh menunggumu.”

“Ya~”

“kau lupa saat beberapa kali kau mengajakku menonton di Bioskop? Kau tidak datang dan aku harus berdiri lama sejak tempat itu ramai sampai sepi tak seorangpun ada. Kau juga pernah janji akan menjemputku dari kampus, tapi kau malah membuatku jadi patung es karena menunggumu ditengah hujan salju. Ah, aku tidak berminat lagi. Aku malas.”

Songjin mengibaskan tangannya seakan apa yang Kyuhyun katakan sebelumnya terdengar tak menggairahkan untuknya. “lupakan saja. kau selalu mengecewakan.” Gadis itu kembali menyibukan diri dengan map dan kertas-kertasnya. Menyortir dan lalu menumpuknya rapih.

Kyuhyun terhenyuk ditempatnya. Pria itu seakan tertampar dengan segala dengusan Songjin yang sebenarnya tidak benar-benar dimaksudkannya. Gadis itu hanya berucap asal.

Namun ternyata itulah yang berhasil membuat Kyuhyun kembali berfikir tentang perilakunya selama ini, “mianhae.” Ujarnya pelan.

“mworago?”

Songjin menoleh pada Kyuhyun sekilas lalu mengobok tas nya. pandangnnya dengan cepat beralih lagi pada Kyuhyun saat sadar aura kelabu mulai menutupi Kyuhyun.

“Ya~ lupakan. Aku hanya bercanda. Haha—kau ini perasa sekali.”

“kau bilang, dibalik kata hanya bercanda selalu ada kejujuran? Aku tahu aku salah. tapi demi tuhan, saat itu aku benar-benar lupa. Dan sumpah! Aku tidak menghabiskan waktuku dengan Gyuwon atau gadis lain dimanapun aku berada saat itu!” Kyuhyun membuat dua jarinya membentuk ‘V’ Sign.

Songjin menyipitkan matanya memandangi Kyuhyun seperti Ahjussi hidung belang yang tertangkap basah berselingkuh oleh sang istri. “Hey, sudahlah!”

“aku serius Songjin.” Kyuhyun mengulang kalimatnya dengan wajah mengeras. Songjin nyaris terbahak melihatnya, “iya aku tahu. sudahlah. Tak perlu kau bahas lagi.”

“tapi aku tidak ingin kau salah paham. Tidak untuk yang kesekian kalinya.”

“aku tahu. aku tahu. aku amat sangat mengerti. Aigoo~ Cho Kyuhyun.. tak perlu seperti itu. kau benar-benar menyukaiku ya? eissh” Songjin menggoda Kyuhyun dan menahan gelinya pada pria berkulit putih itu.

Kyuhyun terhenyuk. Sempat merasa terbodohi walau pria itu tidak juga menampik apa-apa yang Songjin katakan. pada dasarnya, semua hal itu adalah benar, dan ia takkan lagi tahu apa yang akan terjadi bila gadis itu benar-benar akan meninggalkan dirinya.

Tapi tentu, bukan Cho Kyuhyun namanya jika terima kalah begitu saja dalam peperangan. pada akhirnya pria berwajah bak pahatan batu pualam itu tersenyum licik, “aku tidak menyukaimu. Tidak seperti itu. aku Jatuh Cinta padamu. Benar-benar jatuh cinta setengah mati padamu. Aku bahkan tidak tahu lagi kalimat seperti apa yang pas untuk menggambarkannya. Seperti jika kau tak ada, lalu aku ingin mati saja karena tidak bisa bernafas lagi. seperti hidupku telah bergantung dengan keberadaanmu, hingga mengharuskan aku selalu berada dimana kau berada. Dan merasa sesak saat kau hilang, atau jauh dari radar buatanku. Seperti kau hanyalah satu-satunya, hingga terkadang aku merasa heran, apa aku masih normal—merasakan hal seperti ini, atau ini hanyalah rasa berlebih karena aku tahu, kau adalah segalanya untukku.” ujar Kyuhyun kini, membuat Songjin yang membatu.

Wajah gadis itu memerah semerah kepiting rebus. Memanas dan gadis itu seperti akan lumer setelah ini karena rasanya, tubuhnya tak lagi bertulang.

Berbagai kalimat yang tadi banyak melintas hanya untuk sekedar menggoda Kyuhyun menguap entah kemana. Kini Songjin merasa bahwa Kyuhyun benar-benar baru saja salah meminum obat.

Mengenal sosok pria tampan itu hampir seluruh hidupnya, membuatnya mengerti bahwa takkan mungkin seorang Cho Kyuhyun dapat mengatakan hal se-manis itu tanpa adanya balasan nyata seperti sebuah imbalan.

Cho Kyuhyun tidak pernah mau melakukan apapun secara Cuma-Cuma. Tapi kali ini, pria tersebut seperti rela menurunkan harga dirinya yang sangat tinggi itu, hanya untuk membuat seorang Park Songjin tersipu.

Dan kenyataan bahwa seorang Cho Kyuhyun tak pernah gagal hampir pada hal apapun, membuat pria tinggi itu boleh merasa cukup berkepala besar setelah melihat reaksi sang gadis.

Kyuhyun tertawa menang, “wajahmu memerah.”  Ujarnya puas. tidak. ini terlalu puas namanya. “Aigoo~ apa kata-kataku tadi benar-benar menakjubkan untukmu, atau telingamu, baru pertama kali mendengar hal seperti itu? kupikir tidak perlu se-senang itu kan? Kau benar-benar Jatuh cinta padaku ya?”

Sindiran Cho Kyuhyun menyadarkan Songjin dalam lamunannya hingga gadis yang nyawanya sedang berterbangan kesana kemari itu menggeram dalam hatinya, Sialan Kau Cho Kyuhyun—!

__ __ __

 

“Hey, aku sudah bosan disini. siapa yang sebenarnya kau tunggu? Ayolah, kita pulang saja. aku malas disini terlalu lama.” desah Kyuhyun sambil memberikan Isyarat mata pada Songjin tentang bagaimana gadis-gadis yang pada umumnya adalah pelajar SMA memandanginya dengan tatapan ingin menerkam.

Oke, sebutlah Cho Kyuhyun memang tampan. tapi tidak harus diperhatikan seperti itu kan? Mereka semua terlihat menyeramkan dan mampu membuat Kyuhyun merinding sejak tadi.

Songjin yang memperhatikan suaminya tampak tak nyaman hanya tersenyum. Gadis itu mencondongkan wajahnya dan memperhatikan wajah Kyuhyun dengan cukup lama, “Wae? Kau takut dengan mereka? takut karena mereka memperhatikanmu, didepanku? Atau kau takut aku tahu, kalau kau menikmati menjadi pusat perhatian gadis-gadis disini??” sindir Songjin membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung.

Sejujurnya, hal terpenting bagi pria berkulit putih itu hanyalah menjadi pusat perhatian satu-satunya gadis dihadapannya saat ini. tapi toh, itu tidak membuatnya puas karena Songjin sejak tadi hanya bergelut dengan ponselnya, seakan Kyuhyun hanyalah sebuah bayangan yang tak perlu diperhatikan keberadaannya.

“takut? Untuk apa aku  takut dengan hal konyol semacam itu? Cih! tak masuk diakal!” Kyuhyun  mendecah sambil memalingkan wajahnya.

Matanya bersiborok dengan seorang gadis berambut cokelat muda panjang sepinggang. Gadis itu sejak tadipun memperhatikan Kyuhyun dengan tatapan-kau-tahu-bagaimana. Tapi pria itu tak memerdulikannya.

Melihat Songjin yang tampak percaya diri bahwa Kyuhyun akan ketakutan setengah mati setelah gadis itu tahu bahwa Kyuhyun mencintainya dengan amat sangat…well, sepertinya gadis itu perlu diberikan sebuah pelajaran.

Kyuhyun menarik dua sisi ujung bibirnya lebar pada meja dengan nomor delapan dihadapannya. Seketika saja gadis-gadis disana bersorak senang. Seperti baru saja diberi flying-kiss oleh selebriti.

Pria itu merasa menang. Sambil menarikan sebuah smirk, ia kembali menoleh dan betapa terkejutnya Kyuhyun saat mendapati seseorang yang tak asing dihadapannya, tapi orang itu bukanlah gadis yang ingin dikerjainya tadi.

Matanya kesana kemari mencari sosok Songjin—gadis itu lenyap seperti hilang ditelan bumi.

“Hey!”

Colekan pada bahu mengejutkan Kyuhyun. “Yaa!” teriaknya kencang sambil menunjuk-nunjuk Kyuhyun.

“bisa temani Siwon Oppa sebentar? Aku harus kekampus karena ada tes kesehatan. Satu jam lagi aku kembali. pinjam mobilmu ya.” ujar Songjin tersenyum lebar. Seperti gadis itu tidak baru saja melakukan sesuatu. Tangannya merogoh saku celana Kyuhyun.

“Tunggu—“ tahan Kyuhyun cepat. Pria itu bangkit dan berbalik menghadap Songjin sepenuhnya. “ada apa ini sebenarnya?” tanya Kyuhyun dengan mata menyipit.

Katakanlah saat ini jantung Songjin berdebar tak menentu. Katakan lah gadis itu sekarang benar-benar terpesona menatap wajah yang hanya berjarak 1 jengkal saja dari wajahnya. Tapi sekarang,  bukan waktu yang tepat untuk melakukannya.

Songjin telah merencanakan hal ini sejak pagi tadi dan rencananya kali ini harus berhasil., setidaknya, dua orang ini harus berbicara.

“ada apa—kenapa?” Songjin mengerutkan keingnya. Tangannya kembali mencoba menerobos saku celana Kyuhyun, namun pria itu kembali menahannya. Sorot mata Kyuhyun benar-benar tidak bisa ditipu.

Pria itu terkejut. Ratusan pertanyaan kini sudah berjejer rapih didalam kepalanya. Terlihat sangat jelas oleh Songjin.

Songjin kembali tersenyum dan menarik tangan yang terkepung didalam saku Kyuhyun, lalu melingkarkannya pada leher Kyuhyun. beberapa gadis disana mendesah kecewa karenanya.

“kau tidak pernah bisa bohong denganku, Songjin.”

“benarkah? Tapi selama ini aku bisa menutupi perasaanku. kau tak pernah tahu sampai aku mabuk saat itu. siapa bilang aku tidak bisa membohongimu?” Tantang Songjin yang langsung membuat gadis itu bangga. Entah karena apa.

Cinta dalam diam bukan hal yang patut untuk dibanggakan sebenarnya.

Kyuhyun melengos sebal. Pria itu menarik tubuh Songjin lebih mendekat. Tak perduli dengan sorot mata banyak orang disekitarnya. Tak terkecuali Choi siwon.

Pria berlesung pipi itu hanya dapat mengendurkan dasinya sambil menoleh kearah lain. Entah karena malas melihat, atau iri.

“apa yang kau rencanakan, huh?”

“tidak ada. Aku hanya ingin pergi kekampus sebentar karena ada test kesehatan untuk beasiswaku, dan aku tidak ingin kau sendiri disini. karena itu aku memanggil Siwon Oppa untuk menemanimu.”

“Tch, Cho Songjin.. jangan bergurau.” Kyuhyun mendecah sambil menghela nafasnya.

Songjin tersenyum saat Kyuhyun tak lagi menyebutnya Park Songjin sebagai namanya. Gadis itu bisa saja menjerit kegirangan tapi lagi-lagi ini bukanlah saat yang tepat.

“aku tidak bergurau. Aku serius.”

“aku bisa ikut denganmu kalau begitu—“

“Ooo, Tidak bisa. Kau hanya akan merepotkanku nanti disana.”

“aku bisa menunggu dimobil saja.”

“tidak, Jangan. aku khawatir kau akan mati karena keracunan gas karbon monoksida nanti.”

Kyuhyun kembali mendecah. Kali ini pria bertubuh tinggi tegap ini menoleh pada arah lain, dan baru menyadari ia membuat semua mata tertuju padanya, “Ayolah, aku tidak sebodoh itu.”

Songjin menggeleng cepat dan yakin, “aku hanya sebentar, Sayang. Ini tidak akan lama. Pinjam mobilmu ya~”

Chu~

Songjin menempelkan ujung bibirnya pada bibir tebal Kyuhyun. membuat pria itu menegang. Ah—tidak. bukan hanya pria itu saja melainkan Choi Siwon yang dengan mata terbelak memperhatikan pasangan itu seperti sedang mengumbar kemesraan.

Ada apa ini? mereka tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Dan lagi, kemarin merekapun baru saja bertengkar hebat. Apa ini artinya mereka sudah berbaikan?

“ehm..” Kyuhyun berdehem meluruskan suaranya. Jantungnya berdegup kencang. Membuat Songjin terkekeh karena dapat merasakannya. Sejelas itu dan ia tak pernah sadar selama ini. bodohnya kau Songjin.

“satu jam. Tidak lebih. Kalau bisa kurang.” Ucap Kyuhyun datar. Akhirnya memberikan ijin itu juga. Songjin tersenyum lebar, “Oke. Eumm.. bisa tolong.. lepaskan.. ini?” Songjin mencoba mengendurkan tangan Kyuhyun yang semakin lama terasa semakin mengencang dipinggangnya.

Bukannya tadi Kyuhyun sudah menurunkan ijinnya? Kenapa malah pria itu seperti menahan Songjin agar tidak pergi dan terus berada didekatnya saja? Aigoo~

“Oh~” Kyuhyun menarik dua tangannya dan menggosoki dua lengannya canggung. Songjin tersenyum lebar dan melenggang, namun sebelum gadis itu terlanjur menjauh, ia kembali mendekat pada Kyuhyun.

“bisa tolong, bantu aku lagi? satu saja. hanya satu.”

Kyuhyun menarik satu alisnya tinggi. Menatap Songin penuh tanya. Sebenarnya, rasa curiga lebih banyak disana, “tolong bicara. Okay? Selesaikan apa yang harus kalian selesaikan.”  Ucap Songjin dengan nada memerintah.

Kyuhyun bersingut. Pria itu sangat tahu dengan benar apa yang Songjin maksud dan kini ia tak punya pilihan lain selain menuruti apa yang istrinya inginkan karena Songijn tengah melemparkan tatapan menuntut Khasnya.

Kyuhyun melipat dua tangannya didada, “lalu aku dapat apa?” tanya pria itu ikut menuntut.

Songjin terperangah. Gadis itu ingin sekali berteriak pada pria dihadapannya, mengatakan bahwa sebenarnya, kau yang seharusnya berterimakasih padaku karena kupertemukan dengan masalahmu.

Tapi Kyuhyun pun bukan tipe orang yang akan melakukan hal dengan Cuma-Cuma. Siapa yang tak kenal dengan sifat khasnya itu?

“what?” Songjin menyipitkan matanya menatap Kyuhyun penuh tanda tanya. “Cho Kyuhyun—ya ampun, kau benar-benar tipe pria penuntut rupanya.” Decak Songjin menggelengkan kepala.

well, kau mengenalku dengan baik bukan selama ini??”

“kau mau apa? Apa?” Songjin bertanya Jengah sedangkan Kyuhyun menyamarkan tawanya dengan mengatupkan jemarinya pada mulutnya. pria itu merasa menang lagi dan lagi.

Mata Kyuhyun tertuju pada tubuh Songjin hingga gadis itu memekik histeris setelah tersadar, “Kau benar-benarrr” Songjin melotot, “mesum!” tambah gadis itu ditengah geramannya.

“take it or leave it.”

“hey!”

“one..”

“Astaga! Cho Kyuhyun—!!”

“Two..”

“Whatever!” songjin mengibaskan tangannya malas dan berlalu meninggalkan Kyuhyun.

“So, It’s a Deal, huh?

Kyuhyun berteriak sambil memandangi punggung Songjin—semakin menjauh.

“terserah apa katamu sajalah—dasar maniak!” gerutu Songjin tak perduli lagi.

“Okay—Deal!” Kyuhyun kembali bersuara. Kini lebih tinggi dari sebelumnya. Pria itu tersenyum lebar bahkan nyaris terbahak kencang.

 

 

Cho Kyuhyun’s side

Selepas kepergian Songjin, tidak ada kalimat atau kata—satupun yang keluar dari mulutku kecuali kata terimakasih yang tadi kusampaikan pada seorang pelayan, karena ia baru saja mengantar pesanan kopiku.

Aku bisa saja tidak bicara apapun, dan Siwon Hyung pun tampak tidak perduli karena sedari tadi, pria itu hanya memainkan ponselnya saja. tapi aku merasa bosan. Atau lebih tepatnya canggung.

Atau apalah itu disebutnya. Aku benar-benar merasa tidak nyaman dengan hal seperti ini. aku merasa perlu untuk menghentikan keheningan ini, tapi pria dihadapanku seperti tidak merasakan hal yang sama.

Ingin sekali aku menyambar benda canggih ditanggannya itu dan memerintahkannya untuk bicara. Akal sehatku berjalan lebih baik dibandingkan hatiku.

Hal itu membuatku dapat lebih mengontrol emosiku dengan menarik nafas panjang. Menarik oksigen sebanyak apapun itu disekitarku.

Sabar Cho Kyuhyun—kalau kau berhasil melewati ini. kau tahu apa yang akan kau dapat nanti. Sabar.

“Gyuwon—“

“Songjin—“

Aku terkesiap saat baru membuka mulut dan Siwon hyung pun melakukan hal yang sama. Aku mengatupkan bibirku cepat-cepat, “kau dulu.” kataku kemudian. Tapi Siwon Hyung menggeleng, “Tidak kau dulu.”

“ani. Kau saja.” tolakku.

“kau duluan.” Siwon Hyung ikut menolak.

Hei—! Apa-apaan ini? kenapa kini kami tampak seperti pasangan yang akan menyatakan cinta dalam serial Drama? Aigoo~ ini menggelikan!

Aku meneguk liurku dan menyudahi hal konyol ini, “Gyuwon—dia sudah di China. Seharusnya kau datang.”

“aku tahu. aku bisa melakukannya besok-besok.”

“Besok?” mataku menyipit secara reflex, “apa kau bilang? Besok? Apa kau yakin kau masih punya hari esok? Woah, jadi apa sekarang kau adalah kaki tangan tuhan dan tahu tentang segalanya, huh?

Tiba-tiba aku teringat sindiran Gyuwon dan mengulangnya pada pria tolol ini. Siwon Hyung menyempitkan pandangannya sepertiku dan lalu menggeleng, “Bukan urusanmu.” Ujarnya pelan.

Pria itu mengangkat cangkir Black Coffe nya dan menyesapnya perlahan. Tentu saja bukan urusanku. Tentu tentu. Hubunganmu dengan wanita itu memang bukan urusanku, tapi kau kakakku. Dan Wanita itu adalah sahabatku.

Jadi apa benar aku bisa diam saja dan berlagak tak perduli dengan semua omong kosong ini? kalaupun iya, buat aku tuli dulu, karena aku bosan mendengar keluhan Gyuwon yang merasa terabaikan oleh pria dihadapanku ini.

Bertingkah seperti tidak memiliki salah apapun. pintar sekali caranya!

“Songjin—“ aku mendesis mendengar pria ini menyebut nama istriku, “Tak perlu urus orang lain. Urus saja urusanmu sendiri. kau pikir kau bisa mempermainkan perasaan orang seenaknya? Begitu saja, hah?”

“bicara apa kau ini? siapa yang mempermainkan perasaan siapa? atau kau sedang membicarakan dirimu sendiri?” balas Siwon Hyung seakan menusukku. Sial.

Malam itu pasti Songjin telah mengatakan semuanya dan aku akan menjadi satu-satunya pihak yang teradili sekarang.

Siwon Hyung seperti mendapat kartu matiku dan lalu tersenyum sinis, “bicara, Cho Kyuhyun. kau punya mulut. Jangan diam saja. katakan. sebenarnya, permasalahan kita mudah saja disini. solusinya pun mudah. tinggalkan Songjin sekarang juga. Serahkan Gadis itu—padaku. biar aku yang mengurusnya. Kau bisa pergi bersama Gyuwon dengan tenang. Mudah kan?”

Siwon berkata enteng dan meletakan cangkirnya. Rasa mendidih ditubuhku sudah sepenuhnya naik kedalam ubun-ubunku hingga aku tak dapat menahannya lagi. kudorong meja kaca dihadapanku dan langsung memberikan bogeman mentahku pada wajah pria tampan ini.

 

Author’s side

 

Dengan nafas terengah, Kyuhyun dan Siwon sama-sama menghempaskan tubuh pada rumput hijau disana.

Setelah para pria itu bertengkar didalam café, dan membuat pemilik café kelimpungan karena mereka suksess merusak segala apa yang ada, dua orang itu memilih mengistirahatkan tubuh pada hamparan rumput hijau, dihalaman belakang café yang sama.

Tempat itu sangat luas. Terdapat perkebunan berbagai macam buah dibelakang halaman dan bagian kecil sebagai tempat bermain anak-anak, lengkap dengan kotak lautan pasir. Dan sepertinya, sang pemilik café pun merasa lega karena setidaknya—dengan Kyuhyun dan Siwon yang pindah, itu berarti tak ada lagi benda miliknya yang hancur.

Tidak satupun dari Kyuhyun maupun Siwon yang masih memiliki penampilan baik. Atau setidaknya terlihat baik-baik saja. atau cukup baik-baik saja.

Dua pria disana jelas sekali membuat perkelahian itu tampak nyata dengan membiarkan tubuh mereka lebam, lengkap dengan pakaian yang mendapatkan jeplakan darah disana-sini.

Mereka seperti bertengkar sampai mati. dan sekarang entah bagaimana perasaan mereka saat tahu tak satupun dari mereka yang mati. “Aish—Jinjja!” desis Siwon.

Ibu jari pria itu meraba ujung bibirnya yang terasa perih. Sedangkan Kyuhyun memegangi tulang wajahnya yang lebam. Dua-duanya terasa bagai neraka. Tapi setidaknya, kekesalan itu dapat menguap.

Seakan dengan kekerasan, masalah dapat teratasi.

Siwon tertawa sinis, “Jinjja—ini benar-benar sakit.” gerutu Siwon tentang luka diujung bibirnya. Kyuhyun melirik pria atletis itu sinis lalu mendesis, “kau pikir ini tidak?” balasnya sambil masih memegangi tulang wajahnya di pipi.

Siwon dan Kyuhyun sama-sama terdiam memandangi langit. Sakit. tapi setidaknya ada kelegaan yang didapat, “Jadi, sejak kapan lebih tepatnya kau mulai menyukai Songjin?” Siwon menoleh pada Kyuhyun. “Oh—tidak. maksudku, jatuh cinta dengan sahabatku itu.”

Pria yang masih memandangi langit biru itu terdiam beberapa saat lalu tersenyum, “saat pertama kali melihatnya berjalan diantara tamu bersama Ayahnya untuk mendatangiku.” Jawab Kyuhyun antusias. Didalam kepalanya, kembali terputar seperti film tentang upacara pernikahan sacral-nya. Pria itu kembali tersenyum sedangkan Siwon mendecah.

“sesaat setelah aku berkata, ‘aku bersedia’.”

“Oh—sejak kapan kau jadi  melankolis?” cibir Siwon kemudian. Kyuhyun terkekeh. Setidaknya, pernyataan itu tak dapat disangkalnya lagi, bahwa beberapa hari ini ia memang menjadi lebih…. Ah sudahlah.

Kyuhyun melirik Siwon yang sedang sibuk dengan lukanya dibibir, “Jadi, kapan kau akan menikahi sahabatku itu?” balas Kyuhyun menuntut.

“Apa? Menikah? Kau gila!” desis siwon. Kepalanya menggeleng hebat seakan perkataan Kyuhyun tadi memang gila baginya.

“hei, ayolah. Kau sudah mengetahui semuanya. Wanita itu cinta mati padamu. Bahkan sejak dia masih bersamaku. Dan nyatanya, dia mau menjadi pacarku hanya karena ia ingin bisa lebih dekat denganmu. Harusnya aku yang merasa dirugikan disini.”

Kyuhyun merubah posisinya menjadi setengah duduk. Pria itu bersandar pada dua sikunya dan kembali menoleh pada Siwon yang tampak tidak tertarik dengan perkataan Kyuhyun tadi. “Jangan terlalu lama berfikir. Kau sudah membuang waktu hanya utuk memikirkan hal yang tak perlu kau pikirkan. Jangan sia-siakan energi mu untuk hal yang sudah kau tahu akan berujung kemana. Kau tahu, ada yang pernah berkata kepadaku, saat kau memiliki seseorang yang special, jangan hancurkan itu dengan keputusan yang salah.”

Kening Siwon berkerut. Butuh waktu lima detik untuk  membuat pria bertubuh kekar itu menarikan ulasan senyum tipisnya, “Efek Songjin benar-benar luar biasa. aku penasaran kira-kira apa yang telah dilakukannya padamu. Sampai kau jadi.. begitu.. terasa berbeda.” Goda Siwon membuat Kyuhyun meremang malu.

“dua bulan lagi Gyuwon akan operasi cangkok Ginjal. Rumah sakit telah mendapatkan Ginjal yang cocok. Appa tidak bisa datang karena kau tahu sendiri kenapa. dia lebih sibuk dari Presiden Korea selatan, haha—. Hanya ada aku dan kau. satu-satunya hal yang membuatku begitu tidak ingin meninggalkan Gyuwon hanyalah karena, wanita itu—tidak memiliki siapapun lagi didunia ini. kau mungkin tidak mengerti dengan yang kumaksud. Hal seperti ini hanya dimengerti oleh orang-orang seperti aku dan Gyuwon.”

Siwon menoleh cepat, “seperti kau dan Gyuwon, seperti apa?” tanya Siwon. Pernyataan orang seperti aku dan Gyuwon—buatan Kyuhyun terdengar sangat rendahan ditelingga. Pria itu seperti sedang merendahkan dirinya sendiri entah kerena alasan apa.

“kau tidak punya alasan untuk bicara seperti itu. kita sama-sama tidak mengerti apa yang Gyuwon rasakan. Jangan pernah samakan posisimu dengan wanita itu. kau masih memiliki hidup yang Jauh lebih baik dari pada dia.”

Kyuhyun menggeleng sambil tersenyum sinis, “terlihat seperti itu, tapi tidak. nyatanya—aku hanyalah anak yatim piatu yang dipungut oleh pengusaha kaya raya dari panti asuhan, hingga dapat memiliki hidup yang layak.”

Hening.

Suara kicauan burung seirama dengan jatuhnya perlahan-lahan daun maple yang telah menguning. Kyuhyun memungut satu daun itu dan memainkannya asal. Tanpa ia sadari Siwon baru saja menghadiahinya tawa sinis.

“kau salah, Kyuhyun-ah. Kau—salah.”

Choi Siwon kembali tersenyum. Kini sarat akan rasa pahit yang akan dirasakannya setelah ini, “kau tidak tahu—aku juga tidak tahu, kalau aku sendiri tidak berusaha mencari tahu hal ini. perusahaan milik Ayahku. Ayah kita—sejujurnya, bukanlah milik kami secara nyata. Orang tuamu dan orang tuaku—mereka berteman. Keluargaku pindah ke Amerika. Mereka melakukan bisnis mereka disana, tapi setelah beberapa tahun, bisnis kami gagal. kami bangkrut. Beberapa bulan setelah itu Ayahku  mendapatkan kabar bahwa orang tuamu kecelakaan. Kami ingin segera kembali untuk melihat, tapi tidak bisa karena kami tidak memiliki uang sepeserpun untuk membeli tiket pesawat. Ayahku harus memutar otaknya, bagaimana dia bisa mendapatkan uang. Akhirnya dia menjual apartemen kami. Satu-satunya hal yang tersisa setelah semua milik kami habis. Ayah Ibuku bahkan tak perduli lagi jika kami akan menjadi gelandangan setelah kembali ke Korea, karena kami tak lagi memiliki apapun selaian pakaian-pakaian kami. Mereka hanya ingin bertemu dengan keluargamu. Kami sampai di Korea lima hari hari setelah kecelakaan itu terjadi. kalian semua dirumah sakit. Ayah dan Ibumu sudah tidak tertolong lagi. mereka pergi satu hari setelah kecelakaan itu terjadi. hanya tinggal Ahra yang sedang kritis. Tapi kakak mu itu juga pergi setelah dua hari koma. Hanya menyisakan kau seorang dan kau tidak lagi memiliki siapapun di Negara ini. Rumah sakit dan badan perlindungan anak memutuskan untuk menyerahkanmu pada panti asuhan anak di Itaewon.” Siwon tersenyum miris. Menoleh pada Kyuhyun yang sedang memandang kosong bangku kayu didepannya.

Pria itu tampak ingin menangis tapi mati-matian ditahannya. Siwon kembali tersenyum. Tangannya mengusap kepala Kyuhyun dan mengacak rambutnya, “hal pertama yang dilakukan Ayahku saat kami sampai di Korea adalah mendatangi makam keluargamu. Tapi ayahku terkejut saat tahu Cho Younghwan masih menyisakan satu nyawa. Tadinya, ayahku pikir kau masih dirumah sakit, Koma—atau hal semacam itulah. Tapi ternyata ayahku salah. Kau sudah di panti asuhan sejak hari pertama orang tuamu meninggal. Lalu Ayahku mendatangi panti asuhan itu, dengan maksud ingin mengambilmu. Tapi panti asuhan dan badan perlindungan anak menolaknya. Karena kondisi keluarga kami yang juga hancur. Kami tinggal sementara dirumah teman Ayahku. Lalu pengacara Ayahmu datang pada Ayahku dan memberikan surat wasiat. Ayahmu—dia menyerahkan semua aset perusahaan yang dimilikinya diseluruh Negara itu pada Ayahku. Dia pun menitipkan kau dan Ahra. Sepertinya surat itu dibuat sudah cukup lama jauh sebelum kecelakaan itu terjadi. mungkin Ayahmu tahu—dengan kepemilikan perusahaan besar seperti itu, pasti tidak sedikit orang yang ingin menghabisinya, bukan?” Siwon menaikan dua alisnya mencari persetujuan yang hanya Kyuhyun sahut dengan wajah datar polosnya saja.

Pria berkulit putih susu itu tidak dapat berkata apapun selain ingin menangis seketika.

“Singkat cerita—seluruh kekayaan keluargamu, jatuh pada keluargaku. Satu-satunya hal yang ayahku pikirkan setelah mendapatkan itu semua adalah menarikmu dari panti asuhan. Kau satu-satunya yang berhak, malah terdampar ditempat itu. setelah saat itu, dan sampai sekarang, begitulah ceritanya kau bisa bersama dengan kami. Aku tidak mengada-ada. Aku malah merasa… malu denganmu. Dan kau tahu.. selama ini, aku membencimu bukan karena aku membencimu. Maksudku…. Kau..selalu mampu mendapatkan segalanya. Segalanya bahkan tanpa kau mencoba untuk mendapatkannya. Sedangkan aku merasa hanyalah sepotong sampah tak berguna. Aku selalu iri saat Appa terlihat lebih perduli pada hidupmu dibandingkan aku anak kandungnya. Appa selalu membanggakanmu. Kyuhyun yang ini, Kyuhyun yang itu. dia bahkan membiarkanmu menikah lebih dulu dibandingkan aku! Cih! Tapi sekarang, aku sadar mengapa Appa bersikap seperti itu padamu. Dan percaya padaku, Appa melakukan itu, bukan semata karena rasa terimakasihnya padamu. Appa benar-benar menyayangimu seperti anak kandungnya sendiri. aku tidak perlu menceritakan bagaimana aku bertengkar dengan Appa saat aku mengatakan hal ini kepadanya, bukan? Lalu Saat Gyuwon bersamamu, jauh sebelum wanita itu datang padamu, dia sudah datang padaku. Tapi aku tahu bagaimana kau menyukainya sampai mati. Aku sudah mengambil hartamu, statusmu. Kau sudah memberikanku dan keluargaku penghidupan yang lebih dari kata layak. Tanpamu, aku, Appa dan Eomma hanya akan menjadi seorang gelandangan yang tidak berarti—seorang wanita saja tidak pantas sebagai balasannya. Aku tidak perduli. apapun itu, aku sudah terlalu banyak berhutang budi denganmu. Jadi—“

“konyol.” Putus Kyuhyun cepat. Pria itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis, “kau benar-benar tolol, Hyung!”

“Apa—?!”

“itu sama saja dengan kau menjual hatimu. Apa itu sepadan?”

“sepadan? Hah—“ Siwon mendesah, “kau pikir dengan semua harta yang ada—“

“aku tidak membicarakan uang. Materi. Ini menyangkut hati dan perasaan. Bukan hanya kau tapi orang lain. Kau boleh saja bertahan dengan presepsimu tadi, tapi Kau tidak pernah benar-benar sadar dengan apa yang sudah kau lakukan, bukan? kau melukai Gyuwon, dan tanpa kau sadari, kau menyeret aku dan Songjin kedalam permainanmu! Jika kau tidak bersikap egois seperti itu, hubunganku dengan Songjin tidak akan menjadi begini rumit!” Kyuhyun menunjukan 3 jari-jarinya. Dan kini ditambahnya satu, “Dan donghae-ssi. Sekarang dia menjadi korban terakhirmu.” Imbuh Kyuhyun kemudian.

Siwon mengerutkan keningnya, “Donghae? Lee Donghae..dokter itu—“

Kyuhyun menggumam asal. Pria itu masih saja malas dengan nama kramat itu biarpun hubungannya dengan Songjin telah jauh jauh membaik. Pria itu mengangguk malas, “Ya. Pria pendek itu menyukai istriku.” Gerutu Kyuhyun kesal.

“dan karena Songjin pikir, aku masih begitu, seperti—dengan Gyuwon, lalu gadis tolol itu mencoba mengalihkan segalanya, pada pria itu. Donghae-ssi. Pria itu sampai mengirimi Songjin mawar putih setiap hari. Kau lihat rumahku sekarang! Sudah seperti rumah duka! Banyak sekali bunga mawar putiih dimana-mana.”

Siwon yang tadinya tak mengerti kini malah terbahak mendengar gerutuan Kyuhyun. Dan melihat bagaimana adiknya itu benar-benar kesal, sepertinya Kyuhyun benar-benar telah Jatuh cinta pada Songjin. Benar-benar beruntung.

“Hahaha—Cho Kyuhyun, kau benar-benar yakin Donghae-ssi yang mengirimkannya?!” komentar Siwon. Membuat Kyuhyun kembali naik pitam.

“tentu saja aku yakin. Siapa lagi pria yang mati-matian mencuri hati gadis bodoh, selain Dokter sialan itu?!” dengus Kyuhyun.

“kau—“ Siwon berucap tanpa dosa. Pria itu semakin ingin menggodai Kyuhyun saat Kyuhyun menoleh dan menatap pria itu dengan ekspresi tak menentu. Seperti ingin bicara tapi kembali diam. Kyuhyun bertingkah seperti ikan yang kekurangan air. Megap-megap tak beraturan.

Kali ini siwon benar-benar puas dengan kemampuannya mengalahkan Cho Kyuhyun. sebelumya, tak sekalipun pria itu mampu melawan Cho Kyuhyun dalam berdebat.

Kyuhyun yang merasa kalah, akhirnya menghela nafas panjangnya. Bahunya mengendur, “hal itu memang pernah terfikirkan olehku. Tapi hanya melintas sesaat saja. karena kupikir itu terlihat menggelikan. tapi kalau aku tahu gadis itu bisa begitu gembira dengan hal konyol itu—seharusnya kulakukan saja sejak dulu.”

Siwon terkekeh geli, “Jadi kau menyesal, idemu dicuri orang?”

“Haah—bukan hanya ideku saja. tapi gadis itu pun sempat dicuri Namja sinting itu beberapa saat yang lalu.” Kyuhyun kembali menggerutu. Pria itu benar-benar kesal. Wajah Lee Donghae yang tadinya hanya melintas sesekali dalam pikirannya, saat pria itu dibicarakan, sekarang malah jadi seperti hantu karena terus-terusan membayangi Kyuhyun.

“tadinya aku benar-benar takut kalau saja Donghae-ssi berhasil membuat Songjin meninggalkanku. Aku tahu bagaimana pria itu menyukai Songjin, dan walau aku jelas lebih tampan, kaya dan memiliki segalanya dibandingkan Dokter sialan itu, aku tetap merasa jika bersaing dengannya aku bisa saja kalah.”

“Haah—Jinjja! Aku benar-benar sudah gila!” Kyuhyun menjambaki rambutnya sendiri.

 

Cho Songjin’s side

 

“Haah—Jinjja! Aku benar-benar sudah gila!” Kyuhyun menjambaki rambutnya seperti pria itu sedang berkelahi dengan dirinya sendiri. aku membenarkan Bag Strap yang melorot dari bahuku lalu berjongkok dibelakangnya.

Sepertinya ia masih belum sadar dengan kedatanganku. Siwon oppa pun begitu karena dua pria dihadapanku ini, sedang sibuk dengan diri mereka masing-masing.

Tanganku lalu ikut menjambaki rambut cokelat Kyuhyun. kali ini kulakukan sekuat tenagaku karena pria ini sudah bertingkah seenaknya dengan membuat kami terikat perjanjian dengan persetujuan sepihak saja! dasar mesum!

“Aww—Appo Ahh—“ Kyuhyun berteriak kencang lalu berbalik. Matanya melotot mendapatiku ikut-ikutan bergeriliya dengan rambutnya. “Apa-apaan sih kau ini?” omelnya.

Tak kuperdulikan bentakannya itu. aku tertawa senang. Saat aku baru akan melakukannya lagi, aku baru tersadar akan satu hal, “eh, kenapa wajahmu?” tanyaku cepat.

Kutunjuk luka pada tulang pipinya, serta darah pada pelipisnya. Wajahnya pun meninggalkan banyak lebam. “Itu—“ Kyuhyun bicara menggantung.

Tapi aku lebih cepat tersadar bahwa ia baru saja berkelahi. “Astaga—Cho Kyuhyun! Lagi?!” pekikku. Aku segera memutar dan menarik kerah kemeja Siwon Oppa. membuat orang yang sedang bersantai, atau setidaknya berpura-pura bersantai untuk menyembunyikan lukanya itu duduk.

Mataku semakin membulat saat mendapati lebam tak kalah banyak dari pada wajah Kyuhyun tadi terdapat juga disana. “Astaga! kalian berdua!!” aku nyaris menjerit dengan suara terkencangku.

Dua pria disana membuka mulutnya bersamaan, “Tunggu dulu! dengar—“

“ini tidak seperti yang kau kira. Kami hanya—“

“hanya berkelahi.” Potongku saat Siwon Oppa mencoba ikut berkata. Kupelototi dua orang dihadapanku selebar yang kumampu.

“apa kalian benar-benar sudah kehilangan akal sehat? Atau apa—“ aku nyaris tak dapat berkata lagi. aku melirik pada Kyuhyun. pria itu sedang meringis kesakitan. Tangannya menyentuh pada luka yang tadi kutekan dengan sangat kuat dipipinya.

“apa kalian pikir berkelahi dapat menyelesaikan masalah? Kalian sudah gila atau bagaimana? Kalian bersaudara! Mau sampai kapan terus bertengkar? kalian sudah kehilangan akal sehat? Apalagi yang kalian perebutkan sekarang? apa kalian tidak bosan selalu bersaing?” tuturku panjang tanpa jeda.

Hal itu membuat nafasku menjadi sesak. Segera kuhirup udara disekitarku banyak-banyak, lalu setelahnya kuangkat dua tanganku tinggi-tinggi. “aku sudah menyerah dengan kalian. kau tahu, aku muak dengan pertengkaran kalian. terserah apa mau kalian sekarang.”

Ucapku singkat lalu melengos pergi. “Ya! nenek lampir! Apa kau pikir dengan marah-marah masalah juga akan selesai?”  kudengar Siwon Oppa berteriak dibelakangku.

“APA KAU BILANG TADI? NENEK LAMPIR?!”

“kau bicara sambil marah-marah tanpa henti. Wajahmu sampai memerah seperti kepiting rebus. kau tahu tidak wajahmu tadi itu jelek sekali? Well, selama ini kau memang sudah jelek, tapi kau membuatnya terlihat semakin jelek karena terus mengomel! Hanya marah-marah dan sama sekali tidak mau mendengar penjelasan apapun. apa itu adil?” Kyuhyun menimpali.

“APA KAU BILANG?!!!” pekikku lagi. “YAAAA! KALIAN SUDAH BOSAN HIDUP? ATAU MAU MATI MUDA? KUBUNUH KALIAN SEKARANG! SIALAAAAAAAN!”

Aku yang tadi akan pulang, kembali berbalik dan berlari menuju suda pria yang sudah lebih dulu menyelematkan diri mereka masing-masing.

__ __ __

 

“Aw—“ Siwon Oppa memekik saat aku mengusapkan kapas dengan obat merah didalamnya pada lukanya. Pria bertubuh seperti kuda itu hanya besar badannya saja. saat mendapat luka seperti ini, pria itu sudah memekik sejak tadi seperti aku sedang mengamputasi kakinya.

“Appo?” tanyaku—dijawab oleh anggukan Siwon Oppa. aku tersenyum sinis, “Rasakan! Siapa suruh berkelahi! Rasakan ini! Ini! Ini!” aku menekan-nekan kapas ditanganku pada lukanya.

Siwon Oppa menjerit seperti wanita melahirkan, tak lama setelah aku berhenti tubuhnya melemas—bersandar pada tangan Sofa, “aku mau mati saja.” ucap Siwon Oppa kemudian.

“biacara lagi, kuhabisi kau sekali lagi!” ancamku hingga Siwon Oppa mengibaskan dua tangannya berlawanan arah, “T—tidak. tidak. aku menyerah!” ucapnya.

Aku tahu pria ini hanya bercanda, tapi wajahnya sedang tak menunjukan candaan itu, membuatku berfikir bahwa pria ini benar-benar kesakitan.

Fokusku kini beralih pada Kyuhyun. setelah ku siapkan kapas yang berbeda, kusambar PSP ditangan pria itu. “Yaa! aku belum Sel—Aduh!” Kyuhyun berteriak saat kutempeli obat.

Dengan kesal aku menekan lebih kuat kapas pada luka pria ini, “Ahhh—“ Kyuhyun malah melenguh dan entah bagaimana, aku Jijik mendengarnya. “Sssh ahhh—“ Kyuhyun kembali mengeluarkan suaranya.

“Aaaahhh Shh—“ lagi-lagi Kyuhyun melakukannya.

“Yaaaa! menjijikan tahu! kau—aku benar-benar tidak habis pikir kenapa mesum sekali sih? Jinjja Cho Kyuhyun! Bahkan disaat seperti ini!” aku tak tahan lagi, menyemburnya semauku. Tanganku tak lagi dapat kucegah untuk memukuli pria mesum ini.

Bayangkan, sejak tadi pria ini selalu melakukan hal yang berbau seperti itu. bagaimana telingaku tidak Jengah mendengarnya? Mataku ini bisa buta melihatnya selalu seperti itu!

“Aw! Aw! Duh—Songjin! Kau barbar sekali. Astaga! Ya! hentikan!!” Kyuhyun berkata disela seranganku. Pria itu meringkuk dan melindungi kepalanya dengan dia tangannya. Aku tak berhenti sampai akhirnya Kyuhyun menangkap tanganku dan mencengkramnya kuat.

“aku sedang sakit, Songjin. Bisa bersikap lebih lembut seperti wanita normal lainnya tidak sih?” gerutunya padaku.

“normal? Sejak kapan Gadis itu menjadi normal?” Siwon Oppa menyahut tertawa. Seperti hal ini adalah menyenangkan baginya. Pelototanku pun diabaikannya terang-terangan.

“aku tidak perduli kau sakit atau tidak. aku hanya ingin, sesuatu yang salah didalam sini, bisa lenyap dan kau bertingkah seperti biasa lagi. aku bosan dengan—tingkah—mesum yang kau lakukan sejak tadi, kau tahu?”

“tingkah mesum apa? Apa yang kulakukan memangnya?”

“itu!” balasku cepat! Meninggikan suaraku, “suara-suara aneh itu—“

“suara apa?!”

“itu!! suara yang.. Akh—sudahlah! Aku selesai dengan ini. kerjakan sendiri saja.” ucapku tak tahan lagi. kusingkirkan peralatan obat-obatan dari pangkuanku asal. “Ya~ kau selalu tidak tuntas bekerja. Lalu nasibku bagaimana ini?” Kyuhyun protes. Pria itu menunjuk wajahnya yang banyak lebam itu seperti meminta pertanggung jawaban karena itu adalah ulahku.

Aku mendelik dan melemparkan kapas itu pada Siwon Oppa, “dengannya saja. aku sudah tak berminat lagi.”

“Yaa~ aku tidak mau dengannya. Aku mau denganmu saja. rasa sakitnya jadi berkurang kalau kau yang melakukannya.” Ujar Kyuhyun dengan-wajah-polosnya. Siwon Oppa terbahak geli mendengarnya sedangkan wajahku memanas.

Kyuhyun tersenyum lebar dan menarikku lagi untuk duduk didekatnya. Pria itu memberikan kapas padaku dan obat-obatan lainnya lalu meletakan kepalanya pada pangkuanku. Matanya terpejam. Seperti telah menyerah dengan apa yang akan aku lakukan selanjutnya.

“Hei, Kyu~ kau punya bir?” Siwon Oppa beranjak dari tempatnya. Ia sempat memutari meja didekat tembok yang dijejeri dengan bunga mawar-mawar putih. “tidak. tapi ada soda.”

“aku minta ya.” Siwon Oppa berseru dan langsung melesat lari menuju dapur. Aku melirik pria itu dari tempatku sesaat, lalu kembali pada Kyuhyun.

“Aigoo~ Chagi, tolong— lebih lembut sedikit. Rasanya perih tahu tidak?” Kyuhyun protes dengan nada suara yang tak lagi menggelikan seperti tadi.

Tapi kalimatnya itu sama saja. berakibat fatal pada tubuhku. Seperti sadar akan keterkejutanku Kyuhyun menarik tanganku dan mulai menggerakan dengan tangannya sendiri untuk mengolesi lukanya dengan kapasku. “Ayo cepat. Aku sudah lelah. tubuhku terasa mau remuk semua. Setelah ini, pijati aku ya.” Pintanya.

“Apaa? Kau banyak maunya! Enak saja!”

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, “ayolah, Please?”

“apa bayaranku?” todongku langsung. kalau Kyuhyun saja selalu tidak mau rugi dengan segala hal, akupun begitu! enak saja!

Kyuhyun tersenyum dan membuka matanya—menoleh padaku, “Cintaku.” Jawabnya cepat. Mengusap kepalaku lembut.

“Hoeeek!” aku langsung merasa ingin muntah dengan jawabannya yang benar-benar.. menjijikan.

Sofa yang kududuki bergoyang kencang, Siwon Oppa duduk dibelakangku. “hey, kulkasmu penuh sekali dengan Soda! Kau gila atau sengaja memenuhinya dengan minuman itu?” tanya pria itu.

“tadinya itu niatku. Tapi Istriku yang cantik ini melarangku minum soda. Jadi kau bawa saja semua soda-soda itu. aku bisa mati kalau tertangkap basah meminum minuman itu.” dengus Kyuhyun yang memberikan pujian sepaket dengan cemoohannya.

Sial.

Siwon Oppa tertawa terbahak. Pria itu menggelengkan kepalanya berkali kali memandangiku, seperti mengatakan bahwa ia tidak habis pikir dengan pikiranku. Aku tersenyum lebar kepadanya, “sudah makan apa hari ini Choi Siwon yang tampan?” tanyaku manis.

Pria itu menggeleng, “secangkir kopi.”

“kalau begitu,” aku berucap. Tanganku menyambar soda ditangan Siwon Oppa. “kau makan dulu, baru kau bisa menyentuh ini. okay?”

“Apa?”

“Okay!” aku menjawab pertanyaanku sendiri dan meletakan kembali Soda itu diatas meja. Kyuhyun yang tadi mengatupkan mulutnya, kini terbahak berganti. Menertawai Siwon Oppa.

“ada yang lucu?” tanyaku pada Kyuhyun. pria itu diam lalu menggeleng, “kalau begitu tutup mulutmu, tuan sok pintar!”

“Jinjja! Aku benar-benar bisa gila terlalu lama disini! kau melarangku minum soda, lalu kau memintaku untuk makan sekarang! sudah! aku tidur saja! aku belum mau mati. aku tidur!” Siwon Oppa melengos pergi dan memasuki salah satu kamar dari beberapa kamar kosong yang rumah ini miliki.

Tadi, aku yang memintanya untuk Tinggal. Setidaknya, sekarang hubungan Kyuhyun dan Siwon Oppa membaik. Salah satu hal yang harus dirayakan, setelah mereka berperang dingin begitu lama.

“kenapa dia?” gumamku tak mengerti dan kembali menggeluti wajah tampan Kyuhyun yang terlihat kacau dengan luka disana-sini.

“aku baru mau mengajaknya ke Bistro. Apa dia pikir aku mau mencekokinya dengan masakanku?” Gumamku dan kembali menuntaskan pekerjaanku.

Aku tidak mengerti, perkelahian macam apa yang sudah Kyuhyun dan Siwon Oppa lakukan, tapi melihat jejak peninggalan pada wajah wajah mereka, jelas ini bukan lagi main-main.

Tapi entah bagaimana, aku sama sekali tidak mendapati sebersit penyesalan pun dari dua pria itu. mereka malah seperti tampak…senang?

“Songjin..!”

“Hng?” sahutku sambil meletakan kapas yang kotor kedalam satu plastic, lalu mengambil kapas bersih lainnya dan segera melumuri dengan obat merah.

Tubuhku membantu sesaat saat merasakan sesuatu yang dingin menyentuh tengkukku. Kutolehkan wajahku dengan cepat, “Ya, aku sedang bekerja, tahu tidak?”

Kyuhyun tersenyum tipis seakan tidak perduli lalu menarik daguku dan memberikan kecupan singkat pada bibirku, “Saranghaeyo~”

__ __ __

143 thoughts on “Missing [Part 17]

  1. Songjin urakan bener gak bisa lembut apa sama suami :v , cieeee Kyuhyun udah mulai hambur sama kata kata cinta buat Songjin hihi , akhirnya 2 cowok tamvans yang salah pahan berbaikan juga 🙂

  2. So sweat banget ni pasangan dan juga konyol.akhirnya kyu ma siwon baikan tinggal cerita siwon gyuwon gimana nantinya lanjut…

  3. aigoooo…..kykny part2 sblmny kyu ktnya uda sk songjin jauuuhhhh hari..kok trnyta bru cnt stlh mnikah😦😦😯
    songjin dluan donk yg sk😧

  4. Jadi ternyata ada rahasia dibalik keluarga siwon sama kyuhyun… kaget pas siwon nyuruh kyuhyun lepasin songjin, kirain siwon juga naksir songjin :3 tapi ternyata salahpaham lagi :3

  5. Hiyaaaaa mereka itu udah yerbuka tapi kenapa tetep nyebelin sih wkwkwk.
    Waaaahhhh ternyata gitu yoh awaalnya masa kecile Kyuhyum.

  6. Aaaargh liat Kyunya aaah berasa romantis banget walau dia ga ngapa2in cuma bilang cinta doang tapi aaaargh senyam senyum sendiri jadinya

  7. Kyuhyun sama siwon apa harus yaa berdamai dengan berantem dulu wkwk.
    ohh jadi itu perusahaan keluarga nya kyuhyun sebenernya. Pengen tau dehh terus nasib ahra sekarang gimana

  8. Cie kyu sama siwon ud baikan.. tp baikan nya mesti berkelahi dulu yy. Aigoo.. jd gk tampan lg kan muka kalian berdua.. hehehe… cieee sikap kyuhyun nya jadi manis sekali, ga malu2 lg buat ngomong cinta.. ah makin romantis ajh ney pasangan..

  9. Pingback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  10. ooww…jd tu alasan siwon g mo nrima n cuekin prsaan gyuwon??? brati dh tau lama donk crita kyu bs b’sma kluarg choi…
    kyujin dah brani pamer d muka umum???waaahh..jd ikut sneng..kkkk

  11. Bener2 deh emg couple ini mah wkwk gak kyu gak songjin gak ada romantis2nya gak ada lembut2nya wkwk
    Akhirnya perang dingin siwon sm kyu berakhir masalah selesai, dan wow gak nyangka jd itu hartanya kyu toh

  12. Pingback: Rekomendasi Fanfiction Part 2 | evilkyu0203

  13. Ooowh jadi selama ini begitu toh cerita kluarga kyuhyun..
    Baru ngeh soalnya,,
    semenjak tau perasaan masing2 kyuhyun makin sweet ya,rada manja manja sama songjin gitu..

  14. Mereka semakin manis dg cara mereka sendiri. Kakak mampu menggambarkan watak songjin yg sedemikian ruma komplitny. Dia selain lucu, kadang berpikir dangkal, tp sebenarnya jg memiliki pemikiran yg rumit yg tdk diketahui banyak orang. Jempol utk kakak

  15. permasalahan kyuhyun sm siwon udah selesai, songjin sm kyuhyun udah gak malu-malu lagi kalau bilang cinta terutama kyuhyun ….so sweetbeuhhh…

  16. sekarang baru keliatan tingkahnya kyuhyun yang sebenernya > < pendiem bukan gayanya dia, itu pasti cuman dijadiin topeng dari sifat mesumnya

  17. Mereka jadi pasangan yg di mabuk cinta .. masih malu malu .. tapi so sweet .. berharap mereka pergi bulan madu .. heheheheje

  18. Pengaruh cinta emang bsar banget yaa,, sampe jdi manis gtu si kyuhyun,, wkwkwk suka sih,, akhirnya sling terbuka kaya gini kan lbih baik

  19. Part ini dipenuhi dengan hal-hal yang berbau romantis xixixi semoga aja kyuhyun dan songjin berakhir bahagia begitu juga dengan Siwon dan gyuwon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s