[KyuJin Series – After Story] Behind The Secret (Birthday Present)


Author: GSD

Rating: G.

Length: Oneshot

Cast: Cho Kyuhyun, Park Songjin

Kyuhyun berjalan terseok-seok memasuki halaman rumahnya yang luas. Tubuhnya lemas setengah mati. rasa lelah yang benar-benar mencekiknya sejak dua hari belakangan, lantaran perusahaannya sedang membuat Proyek baru dan cukup besar, tidak bisa disepelekan begitu saja.

Dan sialnya lagi, sejak Siwon dan Gyuwon bertunangan lalu memutuskan untuk menikah bulan depan, Siwon malah terang-terangan mengambil cuti hingga waktu tak terhingga. membuat seluruh tugas yang harusnya dikerjakan oleh pria lesung pipi itu, dialihkan bagi Kyuhyun.

Ini sudah hari ketiga pekerjaan-pekerjaan itu mengerjai Kyuhyun hingga membuat pria tinggi itu harus rela pulang tengah malam atau bahkan pagi buta.

Beruntung hari ini pekerjaan sedikit berkurang, Kyuhyun dapat pulang lebih cepat. Tapi toh, secepat-cepatnya ia pulang, ini sudah sangat malam. sudah pukul dua belas malam setelah Kyuhyun mengamati jam tangannya tadi.

Pria itu berniat ingin memencet bel, tapi kemudian terhenti karena mendapati satu buket mawar putih dibawah kakinya. Ujung sepatunya, tak sengaja menginjak bunga tak bersalah itu.

“Jinjja? lagi?” Kyuhyun mendengus dan menyambar bunga tersebut. ia lalu menoleh kesana kemari, mencari siapa tahu ada seseorang yang sedang mengumpat hingga dia bisa segera menghajar orang itu lalu berhenti mengirimi istrinya bunga.

Matanya mendapati sebuah note kecil yang terselip bertuliskan ‘untuk Park Songjin’ dengan tambahan gambar hati kecil membuat Kyuhyun jijik sendiri. “Norak.” Ucapnya mengomentari.

Tapi kemudian ia dengan cepat sadar bahwa bunga-bunga itu benar-benar ditujukan untuk istrinya. Bukannya salah kirim atau untuk Eun Soo seperti dugaannya semula.

Kyuhyun membuang napas beratnya lagi dan berbalik memunggungi pintu. Tangan kanan yang memegang buket bunga tersebut diangkatnya tinggi-tinggi lalu tak sampai setengah detik, bunga itu sudah melayang dan mendarat masuk kedalam tong sampah, “Bingo!” Kyuhyun tersenyum senang merasa ketampanannya bertambah seribu kali saat lemparannya tepat mengenai sasaran.

Sambil tertawa senang, Kyuhyun kembali berjalan masuk kedalam rumahnya. Pria itu sedikit bingung dengan seluruh lampu didalam ruangan yang menyala. Songjin memang takut dengan kegelapan.

Tapi apa perlu seluruh ruangan dinyalakan lampunya begini? Ini namanya membuang-buang energy. Gadis itu pasti tidak pernah dengar yang namanya Global Warming.

Kyuhyun lalu terhenyuk sesaat dengan bahu menegang saat mendengar suara tawa wanita yang ditelinganya terdengar begitu menyeramkan. Sebelumnya pria itu sempat beranggapan bahwa rumahnya berhantu, tapi kemudian, pria itu sadar bahwa itu adalah suara tawa istrinya.

“kau belum tidur?” tanya Kyuhyun bingung mendapati Songjin masih duduk manis disofa dengan tangan memeluk semangkuk besar sereal.

“O—kau sudah pulang?”

Kyuhyun mengangguk dan berjalan malas menuju Songjin. Tak lama pria setelah pria itu menghempaskan tubuhnya diatas sofa, telinganya mendengar suara yang tak asing.

Matanya langsung terbelak saat melihat wajahnya sendiri terpampang didalam televisi besarnya itu. “Y—ya! itu—!” Kyuhyun menunjuk televisi dengan wajah panic seperti ia baru saja melihat hantu.

“aku baru menemukan memory card ini. aku kira kemarin hilang. Ternyata terselip diantara pakaianku dilemari. Jinjja Cho Kyuhyun, kau benar-benar lucu disini! apa kau yang memiliki semua ide-ide itu?” Songjin menunjuk televisi dengan remote.

Sejak tadi gadis itu selalu tertawa melihat isi kado terlupakannya itu. baru tadi siang saat gadis itu membersihkan rumah dan kembali menemukan benda yang sudah sekian lama dicarinya.

Awalnya Songjin tidak begitu tertarik, tapi kemudian, dia ingat bahwa Kyuhyun pernah berkata ini bukanlah memory card biasa. walau tidak dilapisi berlian atau emas, jelas-jelas benda ini terlihat sangat biasa saja.

Songjin benar-benar tidak bisa berhenti tertawa saat pertama video itu terputar. Menampilkan Kyuhyun menggunakan sebuah Apron polkadot miliknya. Video itu terlihat seperti sebuah pantomime.

Kyuhyun sama sekali tidak berbicara dan hanya menggunakan gerak tubuh saja untuk menunjukan apa yang sedang dilakukannya saat itu.

Awalnya Songjin tidak mengerti, namun kemudian, ia paham dan langsung terbahak-bahak saat Kyuhyun mencoba menyalakan mixer untuk mengocok adonan yang telah dipersiapkannya. Semua tepung seperti meledak dan menyebur pada wajah tampan disana.

Membuat Songjin terbahak setengah mati melihatnya. Perutnya sampai sakit dan rencananya untuk membersihkan rumah terhenti. Gadis itu segera mengganti to do list nya hari ini yaitu menonton habis video Kyuhyun.

Setelah sekian lama, dan Kyuhyun berhasil dengan mixer konyolnya, pria itu tiba-tiba menghilang cukup lama. awalnya, Songjin pikir videonya memang sudah selesai, tapi ternyata belum.

Tawanya kembali menyembur saat kepala Kyuhyun tanpa sengaja menubruk kamera yang pria itu pasang sendiri lalu mengamuk tak menentu. Ditangan Kyuhyun terdapat sebuah buku tipis dan pria itu lalu berggelut dengan oven.

Songjin menebak, buku itu adalah buku panduan menggunakan oven, karena tak lama, Kyuhyun memasukan Loyang berisi adonan kue kedalam oven tersebut.

Saat layar menjadi hitam seutuhnya, barulah Songjin yakin bahwa itu adalah detik terakhir durasi video tersebut habis, tapi kemudian layar menghitam tadi kembali menyala dengan wajah Kyuhyun berada sangat dekat dengan kamera.

“hai, jadi begini, tadi aku berencana untuk membuatkanmu kue. Untuk ulang tahunmu. Tapi ternyata tidak sesuai dengan rencana. Kue-nya sedikit tidak berbentuk dan sepertinya membahayakan untuk dimakan. Lalu, aku pikir kau tidak perlu kue! Iyakan? Gula dan cream dalam kue itu terlalu banyak. Nanti kau gemuk jadi kupikir, rencana membuatkan mu kue benar-benar konyol. Jadi aku mencoretnya barusan.”

Kyuhyun bicara lancar seperti ia sedang benar-benar berhadapan dengan Songjin. Pria itu tertawa lebar dan menunjukan sebuah kue yang menghitam.

Tiba-tiba keadaan menjadi serius setelah Kyuhyun duduk disebuah bangku kayu. Pria itu meremas tangannya sendiri. cukup lama waktu berjalan tanpa Kyuhyun melakukan sesuatu yang pasti.

Songjin sudah mati bosan menunggu Kyuhyun melakukan sesuatu. Saat pria itu mulai berdemem berkali-kali dan mengeluarkan suara keadaan menjadi semakin dingin. Kyuhyun menghela nafasnya berat, “aku tidak berani mengatakannya langsung. kau harus janji, setelah aku bicara ini, kau tidak Pergi, Eo?”

“kau harus janji dulu. aku baru akan bicara kalau kau sudah berjanji.”

Songjin mengernyit. Keningnya semakin berkerut saat Kyuhyun kembali berbicara dan itu membuatnya panic, “aku belum dengar suaramu. Kau belum berjanji kan?”

Songjin mendelik terkejut, namun kemudian gadis itu mengangguk, “Oke—A—aku janji.” Ucap Songjin dan membuat ‘X Cross’ didepan dadanya.

Kyuhyun kembali menghela nafasnya. Seperti akan terjadi kiamat setelah pria itu biacara, karena wajahnya terlihat sedih, dan bahunya terkulai lemas. Tidak seperti tadi saat pria itu mencoba membuat kue didapur.

“Ngg—kau tahu kan, kita sudah  berteman sangat sangat sangat sangat sangat lama? aku mengenalmu sifat konyol-mu diluar kepalaku. Kau itu menyebalkan, galak, tukang mengatur, selalu sesukamu sendiri, tidak bisa memasak, bodoh, senang melakukan hal yang sia-sia seperti memelototi computer sampai tengah malam hanya untuk menunggu kabar tentang pembukaan resmi brand yang menjual tas atau sepatu. Tolol sekali. Haah—“

“Mwo? Sialan!” Songjin seketika meremang kesal. Wajahnya sudah menyeramkan sejak awal Kyuhyun menyebutkan tentang dirinya—entah bagaimana semuanya buruk seperti gadis itu tidak memiliki hal bagus sedikitpun.

“—aku tahu kau memang seperti itu. benar-benar mengerikan kan? Tapi kau tahu? sepertinya, aku tidak cukup perduli dengan hal itu dan aku pikir aku menyukaimu. Seperti—Hmm… menyukai… maksudku…” Kyuhyun menggosok tengkuknya dan merunduk selama beberapa saat.

Pria itu terkekeh sambil menggelengkan kepala, seakan apa yang baru dikatakannya adalah sebuah kesalahan besar. mulutnya sudah akan terbuka, tapi kemudian tertutup lagi. sepertinya Kyuhyun tidak mempersiapkan dengan benar sebelumnya, seperti sebuah note kertas berisi kata-kata saat seseorang akan berpidato.

Jelas karena pria tinggi itu baru saja kehabisan kata-kata.

Songjin yang masih belum paham, mengerutkan keningnya dan mendengus, “dia itu kenapa?” omelnya tak sabaran.

“Aku—tssh!” Kyuhyun mendesis saat kalimat sederhana yang akan dikatakannya gagal terucap lagi dan lagi. “begini, pokoknya, karena sekarang kita menikah, seharusnya kita bersikap seperti pasangan suami istri normal, kan? Kau tahu tidak? aku bosan melihat orang-orang memperhatikan kita seperti kita adalah pasangan aneh. dan aku juga tidak suka melihat kau selalu bersikap tidak semestinya denganku! Oke—aku mengerti kalau kau tidak mau memanggilku Oppa walaupun sudah sangat jelas seharusnya kau melakukan itu melihat aku lebih tua tiga tahun darimu. tapi bukan hanya karena sebelumnya kita telah terlalu lama saling mengenal, dan pernikahan kita berawal dari sebuah perjodohan, lalu kau bisa bersikap semaunya. Aku ini suamimu kan? Harusnya kau bertingkah seperti seorang istri dan memperlakukanku seperti suami! Bukannya membiarkanku begitu saja dan kau bebas mencari perhatian pria lain!”

Wajah Kyuhyun memerah seperti pria itu benar-benar terbakar emosi. Tangannya terkepal diatas pahanya dan dia menggeram setiap saat. Mulutnya kembali terbuka dan kalimat akhir itu  membuat rahang Songjin terjatuh. “Jadi berhenti bersikap seolah kau adalah Gadis tak berpasangan dan lakukan tugasmu dengan benar. berhenti mengejar pria ini dan itu—kembali saja padaku. aku tidak harus mengikatmu dirumah dan menjelaskan tentang hal-hal konyol yang sudah kau tahu sebelumnya bahwa kau adalah milikku kan? Atau aku benar-benar harus menyeretmu dan melakukannya saat ini juga? pokoknya, kau harus—melakukan apa kataku tadi! aku bisa berbuat lebih untuk membuatmu sadar, Songjin. Kau adalah milikku dan aku tidak suka berbagi milikku dengan siapapun.”

BEP.

Layar menghitam. Dan Songjin mengerjab berkali-kali. Gadis itu terdiam sesaat hingga akhirnya gelak tawa menyembur lagi. kini Songjin benar-benar geli melihat Kyuhyun yang seperti pria barbar mengatakan bahwa dia menyukai Songjin, tapi berbelit-belit.

Kyuhyun memperhatikan Songjin dari sudut matanya. Pria itu sebenarnya sedang sangat malu. Tapi kemudian malah jadi bingung karena hal yang dikiranya akan berakhir dengan sendu, malah terlihat konyol saat istrinya terbahak seperti baru saja menonton komedi.

“harusnya kau menangis. aku sedang tidak membuat lelucon apapun itu—“ ujar Kyuhyun dengan alis terangkat.

Songjin mengangguk setuju, tapi masih tertawa geli, “tapi itu tadi benar-benar lucu. Kau tahu. wajahmu seperti bekantan betina hamil yang akan mengamuk. Seperti ini—“ Songjin menekuk wajahnya, membuatnya terlihat seaneh mungkin.

Kyuhyun yang semula akan meneruskan amukannya kemudian tertawa, “Yayaya~ bicara saja kau ini. seperti kau bisa melakukannya dengan benar saja.”

“melakukan apa? Melakukan seperti apa yang kau lakukan itu? Well—itu bukan gayaku.” Tukas Songjin mengibaskan tangan. “dan lagi, aku tidak berminat membuat seseorang terkesan dengan membuatkan sebuah video pernyataan cinta, Cih!”

Kyuhyun memutar bola matanya cepat, “Tentu saja. kau lebih suka membuat seseorang terkesan dengan aksi mabuk-mu. itu gayamu kan? Tidak berkelas sebenarnya. Norak.”

“Hei!”

“apa?!” Kyuhyun mengadahkan wajah tinggi tanda pria itu menerima tantangan apapun yang akan Songjin berikan jika saja gadis itu berniat untuk bertanding sesuatu. Pria itu sama sekali tidak takut.

“setidaknya, aku sudah berjasa membuat hubungan kita membaik. See?”

Kyuhyun mendengus tak percaya. Pria itu menggeleng menolak, “aku membuat Video ini lama sebelum kau mabuk. Jadi jangan salahkan aku kalau kau masih belum sadar bahwa aku memang benar menyukaimu karena kau menyepelekan apa kataku. Aku kan sudah bilang kalau memory card ini bukan memory card biasa.”

Kyuhyun menghempaskan tubuh sepenuhnya pada sofa dengan tangan terlentang. Tak lama matanya terpejam. Telinganya mendengar saat Songjin mendegus tak terima tapi pria itu merasa menang.

Salah siapa kali ini? bukankan dia sudah mengatakan semuanya saat digunung saat itu? kalau sampai Songjin terlambat untuk menyadarinya, apa itu masih salahnya?

Songjin yang sadar bahwa ia telah kalah telak ikut menghampaskan tubuhnya disisi berlawanan, matanya memandangi langit-langit rumahnya yang tinggi. Dengan nafas tertahan, pikirannya melayang kesana kemari, “kalau saat itu kau tidak membuat video ini, dan aku tidak mabuk. Menurutmu apa yang akan terjadi dengan kita saat ini?”

Kyuhyun menggidikan bahunya sambil mencebikan bibir bawahnya. Pria itu kemudian terkekeh geli, “mungkin kau masih menangis karena patah hati saat aku menghabiskan waktuku dengan Gyuwon?”

“Tsk,  menggelikan! aku tidak se-putus asa itu!” tolak Songjin mentah-mentah. Mulutnya saja yang berkata tapi hatinya terang-terangan meng-iyakan ucapan Kyuhyun barusan.

Gadis itu lalu tertawa sendiri dan bangkit dari posisi terlentangnya untuk menatap wajah Kyuhyun, “atau aku sedang bersenang-senang dengan Donghae Oppa malam ini, karena pria itu sudah lebih dulu melamarku. Dan mungkin saja, saat ini aku tidak sedang  mengandung anakmu tapi anaknya!”

Mata Kyuhyun membulat sempurna dan dengan cepat pria itu bangkit, “YAAAK! PARK SONGJIN! KAU SUDAH BOSAN HIDUP! BENAR-BENAR INGIN MATI KAU RUPANYA—!!”

Kyuhyun melesat cepat mengejar Songjin yang sudah kabur lebih dulu meninggalkannya untuk bersembunyi didalam kamarnya.

Kyuhyun menarik kenop pintu kuat-kuat sambil menggedornya penuh tenaga. tak perduli jika saja pintu kayu itu dapat ambruk seketika karena ulahnya yang barbar.

“YAA YEOJA GILA! BUKA PINTUNYA! SIALAN KAU—“

XXX –END-  😀

175 thoughts on “[KyuJin Series – After Story] Behind The Secret (Birthday Present)

  1. hadeuh dasar, kyujin tak ada satu haripun tanpa berdebat tp kalau tak berdepat bukan kyujin namanya so sweet😂😂

  2. By the way …… yeoja gila yang kau panggil itu adalah ibu dari anakmu sekaligus wanita yang amat sangat kau cintai Kyu 😂😂😂😂😂

  3. Pingback: Kumpulan FF Kyuhyun Wordpress Terbaru - Triknesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s