[KyuJin Series – After Story] Behind The Secret (White Roses in a Wedding Party)


Author: GSD

Title: White Roses in a Wedding Party

Rating: G.

Length: Oneshot

Cast: Cho Kyuhyun, Park Songjin,  Choi Siwon, Lee Gyuwon, Lee Donghae, Henry, Lee Hyuk Jae.

“Hit me like a ray of sun. Burning through my darkest night. You’re the only one that i want, think i’m addicted to your light. I swore i’d never fall again.”

Kyuhyun merenggangkan tubuhnya dari dalam selimut tebal yang membungkusnya sejak tadi malam. matahari pagi mulai perlahan masuk dan mengguyur tubuhnya dengan sinar yang sekarang terasa nyata panasnya.

Tanpa harus menarik tangannya memanjang untuk meraba sisi kirinya, ia sudah tahu bahwa disana telah kosong. yang dibingungkannya adalah, seorang Songjin bisa bangun lebih pagi darinya, adalah hal mutlak yang menyeramkan. Yang tak akan mungkin terjadi dalam jangka waktu dekat, lagi.

Dalam tingkat kesadaran yang masih diambang batas bahaya, Kyuhyun masih mencoba untuk berfikir, bagaimana bisa Park Songjin telah hidup terlebih dulu dibandingkan dirinya, namun tak lama hidungnya mencium sesuatu yang menusuk. Membuatnya berhenti berfikir kemungkinan-kemungkinan yang ada dan malah membelokan pikirannya tentang apa yang terjadi pada rumahnya saat ini.

Bau tajam itu semakin lama semakin terasa nyata hingga mau tak mau Kyuhyun mengernyitkan wajahnya, sampai hidung mancungnya tertarik kuat. Astaga! bau ini benar-benar!

Dengan kasar Kyuhyun menyibakkan selimutnya. Akhirnya pria tinggi itu menyerah dan mengalah. Langkah gontainya tertuju pada Songjin disalah satu bagian rumah yang baginya adalah Kramat dan tak boleh dimasuki oleh Istrinya sering-sering.

Kyuhyun baru menyadari bahwa bau menusuk itu pun datang dari arah yang sama. Ia menghela nafasnya dalam-dalam, saat sadar istrinya sedang mulai bereksperimen lagi.

“aku kira kau sedang membakar rumah ini.” ledek Kyuhyun sambil menarik tubuh Songjin kedalam pelukannya. Tak lupa mendaratkan satu kecupan ringan pada pipi tirus wanita yang sedang  mengandung 4 minggu itu.

Songjin menggeliat dalam rengkuhan Kyuhyun dan mengusap wajah tampan suaminya asal. Ia bahkan merasa tak perlu untuk sekedar membalik tubuhnya dan memberikan ciuman selamat pagi. Hari ini, ia sedang terlalu sibuk.

Kyuhyun menarik tangannya sendiri hingga Songjin yang berada didalam kekungannya merasa terhimpit. Sepertinya pria itu sengaja melakukannya, entah untuk menarik perhatian Songjin, atau sekedar ingin menghangatkan diri karena ternyata udara pagi ini tidak sehangat pada awal dugaannya tadi,

Songjin dapat merasakan dada bidang Kyuhyun yang semakin lama menghimpit punggungnya. Wanita itu bisa saja tergoda. Berbalik dan meyapukan bibir tipisnya, hingga Kyuhyun berhenti melakukan hal konyol itu, tapi sekarang, ada yang lebih penting untuk dilakukan.

Maka setelahnya, Songjin hanya menepuk pipi gembil Kyuhyun dua kali sebagai tanda bahwa ia telah sadar bahwa suami tampannya itu sudah hidup, seperti dirinya, dan kembali menggeluti wajannya.

“cepat mandi! Kita harus bersiap-siap lebih pagi dan jangan sampai terlambat.” Perintah Songjin kepada Kyuhyun.

Pria bertubuh tegap itu  mengerutkan keningnya bingung. Siap-siap? Jangan terlambat? Kyuhyun masih mencoba mengembalikan nyawa agar ia dapat berfikir dengan benar, tapi sialnya, tubuh Songjin tidak bisa membuat dirinya melakukan itu.

Sayangnya, Kyuhyun lebih tergoda untuk mengacak tubuh istrinya dari pada berfikir sebenarnya akan kemana ia dan Songjin pagi ini? apa hal itu benar-benar dahsyat sampai membuat seorang Park Songjin si pecinta kasur itu enyah dari tempat kesukaannya?

Telapak tangan besar milik Kyuhyun perlahan turun dan menyusup masuk kedalam pakaian Songjin. Pria itu mengusap perut Songjin yang masih datar, seperti ia sudah tak sabar menunggu kapan bagian ini akan menggelembung seperti saat seorang wanita mengalami kehamilan pada umumnya.

Bau aneh yang menusuk itu membuat Kyuhyun menggesekan hidung mancungnya pada bahu Songjin lebih dalam. “Jinjja Park Songjin. Racun apalagi yang sedang kau buat sebenarnya?” gerutu Kyuhyun sebal.

Pria itu akhirnya mengibarkan bendera putih dan menjauh dari tubuh Songjin. Berjalan menuju mini bar tak jauh dari sana. Ia tak bisa membayangkan apa jika satu detik lagi ia masih bertahan ditempatnya, maka nyawanya akan selamat.

Bau itu seperti asam dan pedas yang disatukan. Hingga membuat hidung menjadi gatal, namun perih pada saat yang sama.

Kyuhyun menuangkan air kedalam salah satu gelas kosong disana dan menenggaknya hingga setengah kosong. matanya melirik Songjin yang sibuk. Maksudnya—benar-benar sibuk. Kyuhyun tahu bagaimana istrinya saat sedang Sibuk, terlalu sibuk, atau bahkan pura-pura menyibukan diri. Dan ini adalah salah satu contoh saat Park Songjin benar-benar sedang sibuk oleh hal yang dilakukannya entah itu apa.

Kepalanya menggeleng dan bibirnya mendecah tak habis pikir.

“kau mau sarapan apa? Aku belum sempat membeli apa-apa untuk mu pagi ini.” ucap Songjin sambil mengaduk sesuatu didalam wajan itu menggunakan kuali. Sesaat membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya, belum sempat membuat apa-apa? Lalu yang sedang dilakukannya itu apa?

Songjin menoleh sesaat dan menangkap wajah bingung Kyuhyun. ia menggumam pelan dan lalu kembali mengamati masakannya, “ini bukan untukmu. Kau tenang saja. aku cukup cerdas untuk sadar bahwa suamiku sendiri tak pernah menyukai masakanku.” Tukas Songjin santai, namun ternyata berdampak cukup serius pada tubuh Kyuhyun karena dapat membuat pria itu terkesiap.

“ditempat les kemarin, Min Ji Eonni mengajarkan bagaimana caranya membuat Ayam asam pedas manis. Aku tidak sempat untuk ikut dalam sesi yang utuh karena Eun Soo menelepon dan mengatakan bahwa Gyuwon Eonni ingin bertemu denganku untuk mengecek gaun pengantinnya untuk yang terkahir kali sebelum hari itu tiba. Aku langsung pulang dan tidak tahu lagi bagaimana nasib Ayam asam pedas manisku itu disana. Karena itu, sekarang aku mencoba membuatnya dan akan mengirimkannya kepada Min Ji Eonni.”

“Hm.” Kyuhyun menanggapi singkat. Tak ada minat sedikitpun.

Sebenarnya, mulutnya sudah ingin berkata bahwa lebih baik istrinya tak perlu sampai mengirimkan karyanya itu kepada seseorang yang katanya adalah guru memasaknya. Menurutnya, tak perlu membagi-bagikan racun pada orang lain.

Tapi Kyuhyun cukup cerdas untuk menyadari bahwa dirinya sedang malas masuk kedalam perdebatan ala Park Songjin yang tak tahu apakah memiliki ujung.

Lagipula, perkataan Songjin tadi, membuatnya sadar alasan mengapa istrinya itu bisa bagun lebih pagi darinya. Hari ini adalah hari pernikahan Siwon dan Gyuwon. Dan tentu saja Songjin benar dengan mengatakan bahwa mereka harus datang lebih pagi, karena Songjin harus mengantarkan dua set pakaian buatannya itu kepada sang pengantin. Gyuwon dan Siwon.

“…lalu kenapa kau harus membaginya kedalam dua tempat?” Kyuhyun mengomentari Songjin yang sedang memasukan masakannya kedalam dua kotak makan yang berbeda, dengan takaran yang sama.

Songjin mengerucutkan bibirnya, “Oh—ini, yang satu untuk Min Ji Eonni dan yang satu untuk Donghae Oppa.”

“APA?” Kyuhyun tersedak oleh minumannya sendiri. sebagian air itu menyembur keluar tanpa permisi. “Kenap—“

Mulutnya tak lebih cepat dari Songjin yang langsung memotong kalimatnya, “sudah kubilang kan? aku cukup cerdas untuk sadar bahwa suamiku sendiri tak pernah menyukai masakanku. Tapi aku harus mendapatkan beberapa komentar tentang masakanku, jadi kupikir, Donghae Oppa dapat  menilainya juga. aku tak akan memaksamu kalau kau tak mau. lagipula, aku sudah tahu apa yang akan kau katakan kalau kau memakan masakanku. Kau akan mengomel dan mengeluarkan kata-kata menyakitkan itu. seperti, ‘Jinjja Park Songjin. Ini racun! Bukan makanan!’  Atau, ‘lebih baik kau buang sebelum ada makhluk hidup yang memakan ini’. Cih!” decah Songjin berkomentar, tanpa melihat bagaimana perubahan wajah Kyuhyun sekarang.

Sejumput aura kelabu memenuhi tubuh dan sekitaran tubuh Kyuhyun. pria itu tak akan pernah menampik bahwa apa yang Songjin katakan adalah benar. tapi ia juga tak bisa merasa biasa saja, saat pada kenyataannya, Songjin seperti sedang menampar wajahnya, dengan bongkahan batu.

Ada rasa mengganjal saat Songjin lebih memilih untuk memberikan racun itu kepada orang lain. Dan sayangnya, entah rasa tanggung jawab sebagai seorang suami yang sebenarnya juga berfungsi untuk memberikan hal kecil seperti komentar ringan kepada istrinya, atau rasa kecewa, karena tahu bahwa Songjin lebih memilih orang lain untuk merasakan racun buatannya pertama kali.

Kyuhyun menghela nafas panjang sambil meletakkan gelasnya. Tanpa banyak bicara, pria itu memutar tubuh untuk berjalan kembali masuk kedalam kamarnya. Mandi.

“pakaianmu sudah kusiapkan didalam lemari gantung paling ujung!” ucap Songjin setengah berteriak karena Kyuhyun telah berjarak cukup jauh dari nya. Kyuhyun tak berkeinginan untuk menyahut hingga kemudian, pria itu hanya menggumam asal dan pelan sebagai jawabannya.

*

“Aish, Jinjja!” Songjin mendesis sebal saat Kyuhyun memintanya untuk memasangkan dasi. Bukan apa-apa, tapi sebenarnya, tanpa perlu kembali dijelaskan, Kyuhyun harusnya paham bahwa Songjin sedang terlalu sibuk dengan tugasnya saat ini.

Ini adalah pekerjaan perdananya sebagai seorang perancang busana pengantin. Harusnya Kyuhyun dengan cerdas sadar dan tidak selalu merengek agar Songjin melakukan ini dan itu untuknya. Seperti  masang dasi yang sebenarnya, pria itu bisa melakukannya sendiri.

Tangan Songjin benar-benar cekatan. Tak sampai satu menit wanita itu dapat memasangkan dasi dengan sangat rapih. Kyuhyun meloloskan erangan putus asa. Sebenarnya, tidak tahu lagi dengan asalan apa setelah ini ia bisa menganggu istrinya. Sejak tadi dia merasa seperti orang tak berguna karena sekitarnya tampak sibuk, dan dialah satu-satunya yang hanya duduk manis menonton.

Songjin sibuk dengan mempelai pria dan wanita. Berjalan keluar masuk ruangan satu keruangan lainnya berulang kali.

Ayahnya sibuk dengan seorang Photographer. Meminta si tukang ahli foto itu untuk mengambil moment-moment yang menurutnya jangan sampai terlewatkan. Choi Ki Ho benar-benar mewanti-wanti dengan amat sangat.

Ibunya sedang sibuk dengan orang catering. Ada beberapa menu yang terlambat datang dan itu membuat wanita paruh baya itu setengah mati panic.

Beberapa orang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. seperti mengecek karpet, mengecek bunga-bunga, sound system, pencahayaan, dan banyak hal lain. Kyuhyun lah satu-satunya makhluk yang tak melakukan hal penting apapun sejauh ini.

Pria tinggi itu hanya duduk pada salah satu bangku yang disiapkan untuk tamu dan memainkan psp nya hingga mati kebosanan sendiri. ia lalu mencoba untuk menghampiri Songjin dan kemudian malah beride mengerjai istrinya.

“Eish!” Gyuwon yang sadar akan hal tersebut hanya mendesis sinis kepada Kyuhyun. “kau menghambat kemajuan pekerjaan Songjin. Baru begini saja kau sudah seperti itu. kalau begitu, kenapa tak kau ikat saja istrimu itu dan kau bawa kemanapun kau mau?” sindir Gyuwon saat Songjin sedang tak ada disekitar mereka.

Songjin baru saja melesat keruangan sebelah, untuk memberikan jas kepada Siwon. Kyuhyun mengerling nakal, “apa boleh?” tukasnya sok polos. Membuat siapa saja yang melihatnya tak tahan untuk mengacak wajah rupawan tesebut.

Cho Songjin Point Of View

“Songjin, ini ada kiriman untukmu tadi, kubawa saja kemari. Dari siapa?” Appa tiba-tiba masuk dan memberikan satu bouquet mawar putih kepadaku. tadi Appa kuminta datang kerumahku untuk mengambil beberapa dasi yang tertinggal.

Entah dimana Appa menemukan bungan ini tadi. tapi dengan seperti itu, Appa adalah orang kesekian yang menjadi saksi mata tentang hal menyenangkan ini.

“Nado Molla!” Ujarku tersenyum tipis dan menggeleng. Meminta Appa agar meletakkan saja bunga itu pada nakas didekat pintu. Fokusku kembali pada Siwon Oppa dan Jasnya. “Eotte?” tanyaku memandang Siwon Oppa dari kaca besar didepan kami.

“aku masih tetap dapat potongan harga kan?”

Jinjja! pria berdompet tebal ini terus saja membahas tentang potongan harga yang mungkin akan didapatkannya karena ia menggunakan jasaku. “Ayolah~ kau kan temaku. Adik iparku. Kita ini keluarga kan? Iyakan?” Siwon Oppa menaik turnkan dua alisnya hingga kini terlihat benar-benar menggelikan.

Aku bergidik jijik dan menggeleng cepat, “apa tiba-tiba kau jatuh miskin setelah memesan perjalanan ke Hawaii untuk mu dan Gyuwon Eonni?” ledekku kemudian.

Tanganku memilah beberapa dasi yang cocok untuk digunakan Siwon Oppa. dari belakangku, kurasakan desahan putus asa, “apa? Aku dan Gyuwon? Kau lupa dengan Appa dan Eomma?”

Aku yang tadi sudah mendapatkan dasi pilihanku jadi terhenti dan terbahak, Ayah dan Ibu mertuaku itu benar-benar jahat karena merengek meminta ikut dalam acara bulan madu pasangan baru ini.

Jinjja! mereka benar-benar lucu! Memangnya untuk apa mengekor pada pengantin baru seperti itu? mengganggu saja!

Aku menarik dua julur dasi berwarna hitam dan biru metalic. Memantaskan dengan kemeja putih dan jas beludru yang digunakan Siwon Oppa, “yang biru.” Siwon oppa memutuskan sebelum aku yang seharusnya memberikan keputusan dan kembali menghempaskan diri pada sofa.

Wajahnya  benar-benar berantakan. Tak sepatutnya pengantin memiliki wajah yang ditekuk seperti ini. Siwon Oppa mencebikan bibir bawahnya dan memandangi sekitar dengan geram. Entah hal apa yang sedang berkelebat didalam kepalanya.

“membeli mobil dengan harga triliyunan won saja bisa. Enak saja meminta diskon.” Cetusku mengejek. Siwon oppa hanya diam dan memandangiku putus-asa.

“arra arra, aku akan bilang dengan Appa dan Eomma untuk masalah itu. Tapi aku tidak yakin mereka mau mendengarkan aku. aku rasa bukan liburannya yang mereka inginkan, tapi mereka memang ingin mengganggumu berbulan madu. Hahaha”

Sebelum Siwon Oppa mengeluarkan jawaban atas cibiranku, tubuh tinggi itu sudah kuputar menghadap cermin lagi. “Aigoo~ Jinjja! aku benar-benar keren!” aku memandangi stelan hasil kerja kerasaku. yang benar-benar memakan waktu berbelanjaku selama tiga bukan terakhir.

“Cih!” Siwon oppa mendecah untukku. Memandangiku dari cermin, “semua ini terlihat keren karena aku yang menggunakannya, kau masih juga tidak sadar ya?” ucapnya penuh percaya diri. Membuatku sedikit muak dan akhirnya memilih untuk hengkang dari sisinya.

Merapihkan barang-barang yang berantakan—mengembalikannya lagi kedalam tempatnya. “Kau masih mendapatkan ini ya?”

Aku menoleh cepat dan mengangguk saat Siwon Oppa mengacungkan bouquet mawar ditangannya. “kau  masih belum tahu siapa pengirimnya?”

“kalau aku tahu, aku tidak akan datang dengan setan itu kemari.”

“waeyo?”

“tentu saja aku lebih memilih datang dengan pria romantis itu dibandingkan dengan suami jelmaan setan yang kerjanya hanya bisa mengganggu saja. Eish!”

“kau yakin sekali pengirimnya pria?” sindir Siwon Oppa. aku memutar tubuhku untuk menatapnya. Menyandarkan punggungku pada tulang kursi. “menurutmu, apa ada wanita yang jatuh cinta padaku?”

“jatuh cinta?” Gumam Siwon oppa lagi. satu alisnya naik terangkat, “kau yakin sekali pengrim ini pria dan sedang jatuh cinta kepadamu?” torehnya melipat dua tangan didada.

“ya tentu saja begitu. teorinya memang sperti itu. untuk apa seseorang mengirimi bunga setiap hari tanpa pernah absen, kepada wanita, kalau dia tidak sedang jatuh cinta atau pengaggum—“ tunggu.

Wajah Siwon oppa tampak berbeda pada setiap detik aku berbicara. “Omo! Oppa—kau..” mataku menyipit dengan sendirinya.

Aku menggosok daguku dan memperhatikan seluruh pergerakan tubuh pria dihadapanku yang semakin lama semakin terlihat aneh. “kau tahu sesuatu. Benar kan?” tebakku.

Tapi pria itu menggelengkan kepala dan menggerakan dua tangannya dengan cepat didepan dadanya. “T—tidak. aku tidak.. tidak.” ucapnya gugup.

Jelas sekali. Aku terlalu mengenal Choi Siwon sejak sangat lama. pria ini sedang  menyembunyikan sesuatu. Dariku.

“Kau.. tahu sesuatu. Benar kan? Iya!” aku berjalan cepat kearahnya. Tapi Siwon Oppa menyingkir dan menyudut pada kaca dan tembok disampingnya. “T—tidak! sumpah!”

“Bohong!” elakku cepat. “kau tahu siapa pengirimnya! Iyakan!! Iya!!” aku terus menodongnya. Kucabut jepit rambut yang tadinya terpasang dikepalaku dan kuarahkan ujungnya yang tajam kepadanya. Tapi karena pria didepanku ini cukup tinggi, niat jahat untuk membuatnya mati kutu dengan todongan benda yang kukira tajam itu hanya sampai pada dagunya saja.

Tapi tak apa. Setidaknya, aku telah mengunci posisi Siwon oppa dan kuyakin dia sudah tidak bisa kemana-mana. “Y—ya. aku bahkan belum mengucap janji didepan pendeta. Kau sudah mau membunuhku? Ayolah—“

Aku menaikan satu alisku tinggi. Rasa menang karena mampu menyudutkannya benar-benar menyenangkan, “Bicara dengan jujur!” paksaku lagi.

“B—bicara dengan Jujur. A—pa?”

“Haaah! Cepat! Bicara jujur!”

“I—iya bicara jujur, tentang apa?” sial! Aktingnya benar-benar bagus! Bisa sekali dia membalikan pertanyaan yang seharusnya terlontar hanya untuknya?

“Ppali! Kau mau menikah atau tidak?!”

Ancamku dan mengacungkan jepit rambutku lebih dekat pada wajahnya.

Tak lama bahu tegap itu terkulai lemas sejalan dengan wajah yang semula menegang berangsur memudar, “tapi kau harus janji dulu. jangan marah padaku. aku sumpah tidak tahu apapun. awalnya. Ini bukan ideku!”

Mataku semakin memicing menatapnya. Entah ia sedang berbohong karena merasa terancam, atau sedang bicara jujur padaku. wajahnya benar-benar membingungkan. Sudah kubilang, bisnis bukanlah keahliannya. Terjunkan saja pria ini pada kelompok teater. Benar-benar berbakat!

“Oke.”

“Deal?” tangan Siwon Oppa mengacung didepan wajahku. deal? Astaga, kakak beradik itu suka sekali melakukan persetujuan seperti ini. seperti aku akan kabur dari tanggung jawabku dan menggoroknya setelah mengetahui sebenarnya apa yang sedang terjadi.

*

“Oppa!”

“A—aku benar-benar tak tahu Songjin! Demi tuhan! sudah kubilang ini bukan ideku! Ini bukan ideku! Sungguh! Semuanya Gyuwon yang merencanakan—“

“lalu kenapa selama ini kau bertingkah seperti kau tidak mengetahui apapun?” erangku kesal.

Selama ini aku merasa tertipu karena kukira seseorang sedang menyukaiku secara diam-diam. dengan mengirimiku bunga setiap hari, kukira orang itu ingin menarik simpatiku! Tapi ternyata aku salah!

Semua adalah pekerjaan makhluk gila ini. orang didepanku salah satu anggotanya. Gyuwon Eonni, Henry, bahkan Ayah dan Ibu mertuaku ikut berkomplot! Pasangan gila itu! yang merengek untuk ikut bulan madu anaknya. Sialan!

Aku tidak pernah merasa tertipu sejauh ini. dan ini benar-benar menyebalkan. Aku ingin marah dan berteriak. Tapi rasanya lucu jika aku melakukannya, dan membuat orang-orang datang menerobos kesini.

“aku hanya…” bola mata Siwon oppa bergerak kesana kemari. Seperti sedang kebingungan mencari alasan mengapa selama ini dia ikut membohongiku. “cepat!!” desakku yang sudah kepalang kesal.

“karena melihat Kyuhyun kesal saat bunga-bunga itu datang untukmu benar-benar menyenangkan. Maksudku—awalnya, kami memang hanya ingin membuat Kyuhyun dan kau sendiri juga, sedikit sadar tentang sikap kalian selama ini. kalian benar-benar kekanakan! Kau tahu? dan yang aku tahu— sejauh ini, dia menyukaimu. Kau juga menyukainya kan? Sejak lama! benar kan? Tapi kenapa sampai pada tahap pernikahan pun tak ada kemajuan apapun yang terjadi?” Siwon Oppa mengerang putus asa seakan ini adalah suatu masalah besar baginya.

“kalian dinikahkan bukan sebagai sepasang sahabat yang terpaksa bersama karena keadaan! Appa memutuskan untuk menjodohkan kalian, karena selama ini Appa saja bahkan tahu kalian saling menyukai. Appa lebih mengerti bagaimana Kyuhyun selama ini dari pada bocah itu sendiri! lalu  Kenapa kalian sendiri hanya bisa diam dan bersikap pura-pura bodoh? Aish Jinjja Songjin! Kau pikir berapa umurmu? Memalukan sekali!”

“Tapi kan saat itu Gyuwon Eonni—“

“aku tahu, aku juga tidak tahu kalau saat itu Kyuhyun menyukaimu seperti itu. maksudku, kau tahu sendiri Kyuhyun tak pernah mau bicara apa-apa tentang hal seperti itu kepada siapapun. sampai setelah menikahpun, aku kira Kyuhyun masih menyukai Gyuwon. Tapi lama kelamaan, sedikit banyak aku menjadi sadar bahwa sebenarnya, dia menyukaimu. Aku ini pria juga. aku tahu bagaimana seorang pria saat sedang menyukai seseorang. Tapi aku masih tidak habis pikir kenapa Kyuhyun terus=terusan bisa dengan tenang meninggalkanmu dan mendatangi Gyuwon? Aku tidak mengerti dengan yang satu itu.”

Wajah Siwon Oppa mengeras. Kini entah murni karena kebingungannya, atau rasa cemburu, karena pada dasarnya, orang yang sering Kyuhyun datangi adalah wanita yang akan resmi menjadi istrinya tidak lebih dari dua jam lagi.

Aku juga tidak bisa menyalahkan sikapnya karena sebenarnya, aku juga memiliki andil yang besar. bukankah saat itu statusku sudah menjadi istrinya? Dan entah karena rasa takut atau merasa tak perduli, aku tidak pernah  melarang Kyuhyun pergi dan berbalik untuk menemaniku saja.

Aku tidak pernah  menggunakan Hak-ku sebagai seorang istri kepadanya. Itu mungkin kalimat yang lebih tepat bagaimana menggambarkan hubungan ku dan Kyuhyun selama ini.

Sebenarnya, jika dipikir, tidak ada yang salah dan yang benar disini.

“jadi Gyuwon bicara kepada Henry. Tentang rencananya. Sebenarnya ini murni hanya untuk membuat Kyuhyun kesal dan sadar. Sungguh! Tapi aku tidak tahu bagaimana bisa semuanya malah jadi berkelanjutan seperti ini. setelah Gyuwon bicara dengan Henry, dia bicara kepadaku. awalnya aku tidak tertarik, karena paham, kau pasti akan kesal jika tahu, sebenarnya, ini ditujukan hanya agar Kyuhyun dapat melakukan ‘sesuatu’ tantang perasaanya yang kacau balau saat itu. tapi kupikir, mengerjai bocah tengik itu asik juga. selama ini toh, aku hampir tidak pernah berhasil membuatnya kesal. Jadi yah—“

“lalu aku tidak tahu menahu bagaimana bisa Appa dan Eomma ikut-ikutan! Sungguh! Kalau untuk yang itu kau tanyakan saja sendiri pada Appa dan Eomma! Setelah kau dan Kyuhyun akhirnya membaik, Hmm.. itu..” Siwon Oppa tampak ragu untuk meneruskan kalimatnya.

Aku menghela nafasku dalam, “Iya iya aku tahu!” decakku semakin sebal.

“Iya—aku Gyuwon dan Henry memutuskan untuk menyudahi semua ini. tapi Appa dan Eomma seperti masih ingin mengerjai Kalian, entah karena alasan apa? Aku serius Songjin. Kau tanya saja dengan pasangan gila itu! mereka otak kedua dibalik semua ini. setelah kami maksudku.”

Siwon Oppa menyudahi kalimatnya dengan tenang. Sejurus terkatupnya bibir tebal disana, pintu ruangan terbelak terbuka lebar. aku dan Siwon Oppa melotot dan saling berpandangan saat melihat sosok tak asing disana.

“Woah—sepetinya aku harus turun untuk menyapa tamu. hehe—terimakasih ya, Songjin.” Siwon Oppa tampak kaku. Dan mata Kyuhyun tidak pernah sekalipun meleset mengikuti kemana tubuh Siwon Oppa pergi.

“Hehe—aku tidak ikut-ikutan lagi. tanya dengan Appa dan Eomma. Oke?” ucap Siwon Oppa saat pria itu melewati Kyuhyun. dua tangannya terangkat seperti ia adalah buronan yang baru tertangkap basah oleh seorang polisi.

Kyuhyun sama sekali tidak mengeluarkan satu patah kata pun dari mulutnya. tapi wajahnya memerah. Kentara sekali sedang menahan amarah dan urat pada lehernya tertarik.

Setelah matanya sibuk mengikuti Siwon Oppa yang kini telah menghilang seutuhnya, secara berangsur Kyuhyun menoleh padaku. masih dengan ekspresi yang sama. Seperti pria itu akan mengamuk padaku.

Tapi Hei, disini aku juga korban! Mana kutahu kalau sebenarnya kami sedang dikerjai?

Kuhela nafas tertahanku, dan menepuk dadanya saat aku melewatinya, “Ayo turun.”

Author’s Point Of View

Kyuhyun masih tak percaya dengan apa yang didengarnya tanpa sengaja, saat pria itu ingin menghampiri Siwon diruang sebelah untuk mengajaknya berbicara, jika saja pria itu sedang tegang atau merasakan hal-hal kecil yang biasa dirasakan oleh seorang pengantin.

setidaknya, Kyuhyun sudah pernah merasakan kekalutan itu lebih dulu.

Telinganya panas mendengar pengakuan Siwon sejak tadi. Tapi bukan karena itu saja dia merasa kesal. Sebenarnya bahkan, ada rasa menggelitik didalam hatinya, saat tahu bahwa tak ada pria yang sedang jatuh cinta setengah mati dan nekat mengirimkan bunga kepada istrinya itu setiap saat.

Kyuhyun merasa lega. Tapi dilain sisi, ia merasa seperti sedang dipermainkan oleh keadaan, dan orang sekitar. Apa salahnya dengan tidak mengatakan cinta secara langsung dengan cepat?  Memang dia dan orang lain harus semuanya harus sama?

Bukankah setiap orang memiliki cara mereka masing-masing untuk melakukan apa yang mereka anggap benar?

Dan lagi, pernyataan seperti itu tidak akan mudah jika didasari dengan hati yang tulus. memangnya mudah membalikan keadaan saat situasi telah mejadi kacau dan pria itu sudah kepalang merasa ketergantungan pada wanita yang kini sedang mengandung anaknya itu?

Bagaimana kalau Songjin malah pergi meninggalkannya saat ia berkata jujur tentang apa yang dirasakannya selama ini?

Bagaimana kalau selama ini Songjin sebenarnya tidak mencintainya dan hanya menganggapnya tak lebih dari seorang sahabat saja?

Kemungkinan-kemungkinan seperti itu yang selalu membuat Kyuhyun diam. entah tak berani menghadapi keadaan nanti, atau ingin menghindari kenyataan jika semua itu adalah benar.

Tapi sekarang situasinya berbeda. Dia sudah tahu bahwa Songjin juga mencintainya. sebenarnya, masalah selesai sampai disitu. Tapi orang disekitarnya masih saja merecokinya dengan banyak hal. Seperti kehadiran Lee Donghae selama ini, masih tak cukup untuk membuatnya kesal.

Kyuhyun melirik Songjin disampingnya, yang sedang begitu serius memandangi Siwon dan Gyuwon. Matanya sudah berkaca-kaca dan air mata itu sedikit lagi tumpah.

Sejak tadi Songjin merengek pada Kyuhyun agar pria itu meminjamkan sapu tangannya. Tapi Kyuhyun yang masih kesal entah pada siapa, selalu menanggapi siapa saja disekitarnya dengan dingin.

Tapi sekarang, ia malah merasa menyesal karena Songjin baru saja mendapatkan pinjaman sapu tangan dari orang yang selalu ingin ditendangnya jauh-jauh. “kau jelek sekali kalau menangis, tahu tidak?” komentar Kyuhyun pelan. nyaris berbisik karena keadaan sedang sepi dan hanya pendeta didepan sana saja yang sedang berbicara.

Songjin mendengus. Ia memang paham dengan sifat Kyuhyun yang acuh. Tapi setidaknya, bukankah seharusnya pria itu berusaha menenangkannya dan mengeluarkan kata-kata manis saja? Ayolah.. bicara manis tidak seburuk itu kan?

“siapa suruh melihat kesini? sudahlah, aku sedang tidak tertarik berdebat denganmu. Dasar perusak suasana!”

Wajah Kyuhyun mengeras. Ia masih kesal sebenarnya, dan Songjin sepertinya sedang sama sekali tidak sadar dan malah membuatnya semakin kesal.

Kyuhyun berdehem meluruskan suaranya dan melipat kaki jenjangnya. Tangan kanannya terangkat untuk menyusup melewati belakang tubuh Songjin lalu menarik wanita itu lebih dekat dengannya, setelah pria itu menepuk bahu Songjin cukup kuat,  “dasar cengeng! Ini bukan pernikahanmu. Kenapa kau yang menangis kencang begitu?” desis Kyuhyun.

Beberapa orang dikiri kanannya mencuri pandang pada pasangan tersebut. termasuk Eun Soo dan Donghae yang duduk tak jauh dari tempat Kyuhyun dan Songjin.

“kau bahkan tidak menangis seperti ini saat pernikahanmu sendiri dulu.” Kyuhyun kembali menambahkan. Pria itu bicara lantang dan tak lagi memandangi wajah istrinya diam-diam, tapi lebih memilih untuk menonton Siwon yang sedang bertukar janji setia dengan Gyuwon.

Ia kembali mengingat bagaimana resahnya saat dulu ia berada pada posisi siwon saat ini. dia bahkan tidak bisa untuk tidak menggemeretakkan giginya saking tak tahu hal apalagi yang dapat membuatnya tenang dulu.

Songjin yang merasa tersinggung lansung menoleh dengan cepat. Mulutnya terubuka lebar dengan mata nyaris melotot, “Enak saja!” sanggahnya dengan suara cukup kencang.

Kini bukan hanya beberapa orang yang menoleh kepadanya bahkan nyaris semua tamu dan bahkan pengantin itu sendiri pun ikut menoleh pada sumber suara. Kyuhyun yang sadar dan malu langsung membekap mulut Songjin kuat-kuat.

Dia lalu tersenyum pada sekitarnya hanya untuk mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. tak ada yang perlu dipermasalahkan. Masalah utama disini adalah istrinya yang seperti tak tahu tempat, hanya karena merasa kesal lalu bisa menyemburnya tanpa melihat keadaan.

“berisik sekali sih kau ini?”

“kau yang macam-macam! Siapa bilang aku tidak menangis? siapa? memangnya kau tahu? aku juga memangis! Tapi apa harus kutunjukan didepan wajahmu? Lagipula kalau aku menangis didepanmu, kau tak pernah mau untuk menghiburku. Kau malah lebih senang mengejekku. Aku heran, sebenarnya, aku ini menikah dengan manusia atau es? Dingin sekali!”

Songjin memprotes. Merasa tidak terima tapi malah membuat Kyuhyun menyembunyikan senyumannya. Apa dia baru saja mendengar keluhan Songjin tentang keinginannya memiliki suami yang lebih hangat? Haha—

“iya. iya. aku tahu. sudah jangan berisik. Kau tidak malu ya jadi pusat perhatian?” Kyuhyun bicara sambil menahan nafasnya. Diam-diam pria itu ikut gugup saat Pendeta menyatakan bahwa Siwon dan Gywuon resmi menjadi sepasang suami-istri dan mereka telah dijinkan untuk mencium pasangan untuk meresmikan semuanya.

Bahu Songjin ikut menegang saat Siwon semakin mendekatkan wajahnya dan akhirnya bibir tebal disana sampai pada tujuannya. Air matanya pecah beriringan dengan suara tepukan yang menggema pada halaman belakang kediaman keluarga Choi yang telah disulap sedemikian rupa untuk menjadi tempat pernikahan. semua orang bangkit dari duduknya sambil bertepuk tangan dan menghapus air matanya.

Songjin tadinya juga akan  melakukan hal yang sama tapi tiba-tiba saja ia merasa sesuatu menahannya hingga ia kembali terduduk. Ia sudah akan mengamuk pada Kyuhyun yang bertingkah seenaknya, tapi kemudian hanya bisa diam ketika Kyuhyun menarik wajahnya dan ikut menyapukan bibir tebalnya pada bibir miliknya. Seperti pengantin didepan sana. Tanpa perduli jika saja ada orang lain yang menonton mereka.

*

142 thoughts on “[KyuJin Series – After Story] Behind The Secret (White Roses in a Wedding Party)

  1. Kasian juga Songjin di Php-in dikira yang ngirim bunga cowok eh ternyata Gyuwon ck udah berbunga-bunga langsung layu , Kyuhyun romantis juga^^ yang nikah Siwon-Gyuwon tapi yang nyosor Kyu-Songjin 😀

  2. Wah ternyata yang krim bunga mereka songjin jadi keki tu dikiranya ada yang ngagumi dia,kyu romantis juga tu ga mau kalah ma pengantinnya he..he..

  3. Hohoho… Kyuhyun membuat acara sendiri di tengah2 acaranya Siwon dan Gyuwon, tapi bagaimanapun tibgkah ajaib kedua orang ini justru membuat senang dan tidak bosan.

  4. Jadi yg mngirimkan bunga bkn pengagum songjin?????aigoo trnyata kluarga mrka bnr2 jahil…..huh kpn kyu pnya mulut sdkit lbh manis pada songjin????pi endingnya romantis jg!!

  5. Banyangi siwon yg diancem ma songjin…geli geli gmna gitu…
    sepertk seorang semut ngancem gjah dgn pisau buah..hahahaha

  6. Aku sebelumnya nebak siwon yang ngirim bunga itu, pas tau ternyata bukan donghae yang ngirim, ehh tapi ternyata lebih parah sama gyuwon juga bahkan sama orang tua nya juga:D.

  7. Eomma appa nya masa mau ikut pengantin baru honeymoon.. kkkkkkk
    Kyu romantis bgt.. gk mau kalah sm pengantin baru.. scene terakhirnya manis😀

  8. hmmm…trnyta yg slma ni si pengirim bunga mmang d mksud wat bkin kyu kesel..mpe ngira da cwo yg diam” jtuh hti ma istriny!!??? hahaha
    trnyta bnran tn n ny choi..pi aktris utama gyuwon eonni..ck
    kyu..kyu…nikahanny sp yg jd bntang sp…ckck

  9. wow… trnyata bkn clonsaingan kyu yg lain yg ngrim bnga mwr pth bwt songjin…. dah geer z tuh songjin….. kkkkk
    low skrt par akhrny mnis bkin diabetes….. hehe

  10. Ya ampunnn ternyata kelakuan keluarganya toh mawar2 itu kasian songjin yg berharap bnr2 punya pengagum rahasia si kyu jg jgn ikutan kes sm songjin lah hahaha gara2 kesel songjin malah minjem saputangan donghae kan tuh wkwk

  11. Walaupun pernikahan kyujin couple udah rada2 normal, tapi masih juga diselingi dg perdebatan aneh mereka berdua.
    Dikirain yg ngasih bunga songjin setiap hari adalah donghae or penggemar rahasia songjin, rupanya wongyu couple, henry dan ortu nya si evill.

  12. mcho ki ho sesuatu bgt ya sampe pengen ikut bulan madu….
    kenpa si kyu oppa itu selalu berkuasa sih? siwon aja takut ama dia…tpi kalau seorang cho kyuhyun tidak berkuasa,,,rasanya ada yg kurang. emang udah takdirnya kali ya dia berkuasa…ditiap video klip pasti ada bagian ketika dia berdiri yg lain nunduk,,,kaya breakdown,,,sory
    aahhhhh…suka dah..

  13. Ternyata yg ngasih bunga itu segerombolan keluarga lawak.. eomma appa konyol juga ditambah mau ngekorin gyuwon siwon bulan madu juga… haha kyu kenapa jadi buat acara sendiri di tengah2 acaranya siwon

  14. ternyata mereka-mereka yg mengirimi bunga selama ini untuk songjin, yg selalu bikin kyuhyun uring-uringan selama ini wkwkwk….

  15. Misteri pengirim bunga terjawab disini …poor songjin kirain dari orang suka sama dia nggak tahunya dr anggota kelrganya.

  16. keluarga konyol dan gila pantesan kelakuan siwon dan kyuhyun sepefti itu lagipula ada” aja kelakuan orang tua yg mau ikut bulan madu siwon dan gyuwon ke hawai apalagi sampek mengirimi buket bunga setiap hari 😁

  17. Kebayang klo punya keluarga kaya mereka niat membantu sama menjahili bagi mereka ga beda beda tipis ..
    Endingnya so sweet banget kesannya kyuhyun dan songjin ikutan mengikat janji pernikahan lagi

  18. Ah ….. akhirnya kebongkar juga siapa yg setia kirim bunga ke Songjin.

    Dan Kyuhyun dgn PDnya ngekiss Songjin di tempat umum 😘😘😘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s