[KyuJin Series – After Story] Behind The Secret (Computer Password)


Author: GSD

Cast: Cho Kyuhyun, Cho Songjin, Choi Siwon, Lee Gyuwon, Lee Donghae, Henry.

Rating: G.

Genre: Romantic, Comedy, Married Life.

Length: Oneshot.

Malam ini cuaca cukup bersahabat. Hujan yang biasa mengguyur pada jam-jam seperti ini, seakan menyediakan waktu bagi pasangan penganttin baru itu untuk mengadakan pesta meriah mereka tanpa gangguan dan hambatan.

Meja-meja bundar tersebar dimana-mana pada halaman super luas kediaman keluarga Choi, lengkap dengan menu makanan yang melimpah ruah pada tiap mejanya.

Siwon, Gyuwon, serta Choi Ki Ho bersama istri menempati satu meja tersendiri dideretan terdepan. Kyuhyun dan Songjin duduk bersama orang tua Songjin dideretan terujung pada barisan yang sama. Eun Soo, Henry, Min Ji, Lee Donghae dan salah satu teman kencannya itu berada dimeja lainnya tak jauh dari meja keluarga Choi.

Seluruh tamu menikmati hidangan dengan hikmat. Terlebih Songjin yang sudah seperti penyedot debu, memakan segala yang matanya tangkap. Nafsu makan wanita itu tidak main-main naiknya semenjak kehamilan.

Ayah Songjin, Park Seul Gi sampai mengernyit keheranan melihat purtinya yang tiba-tiba menjadi seperti monster buas. Biasanya, Songjin akan berpikir ratusan kali untuk memasukan karbohidrat pada jam-jam seperti ini.

Park Seul Gi bukannya tak mengerti bahwa putrinya sedang mengandung, tapi ini adalah kali pertamanya melihat wanita mengandung yang begitu menyeramkan. Bahkan istrinya dulu tak semenyeramkan ini saat mengandung putrinya itu.

“Yaah Yaah!” Kyuhyun berdecak sambil menarik sebuah serbet dan melemparkannya kepada Songjin. “Apasih?” erang Songjin sebal merasa tak terima seseorang mengganggu kehikmatan makan malamnya. Menatap Kyuhyun seperti pria itu baru saja menantangnya gulat.

Dagu Kyuhyun menunjuk wajah istrinya cepat. Matanya tertuju pada bagian bibir yang sudah mulai cemong karena sejak tadi Songjin mengunyah kepiting goreng dan minyaknya mengotori bagian tersebut.

“Jangan seperti itu. kau terlihat seperti gelandangan yang tak pernah makan selama bertahun-tahun.” Cibir Kyuhyun yang di Iyakan langsung oleh kedua orang tua Songjin. Mereka hanya dapat menganggukan kepala setuju, dan berhenti bergerak saat Songjin memandangi mereka nanar.

“Kenapa? kau tidak suka? Kau malu dilihat orang-orang?”

Dahi Kyuhyun mengkerut seketika, pria itu menggosoki dagunya sendiri dengan ibu jarinya, dan merasakan sedikit kasar karena tadi pagi ia lupa untuk bercukur. Nafas yang tadi sempat tertahan kini berangsur keluar secara teratur, “bukan seperti itu. aku hanya mengingatkan. kau terlihat terlalu berlebihan sekarang. maksudku—baiklah, kau lapar, tapi pelan-pelan saja bisa kan? Makanan-makanan ini tidak akan kabur kemana-mana. Dan kukira kau harus memberikan sedikit jeda pada setiap makanan yang kau masukan kedalam perutmu. Aku tidak akan bertanggung jawab kalau nanti terjadi sesuatu denganmu setelah kau barbar seperti ini!”

Lagi-lagi kedua orang tua Songjin mengangguk setuju. mereka saling berpandangan sesaat dan tersenyum lucu mendapati putrinya sedang dilanda kegusaran karena nasihat Kyuhyun yang berada pada posisi sama yakni mengingatkan tapi juga mengejek.

“Geurom, kau sudah memeriksakan kandunganmu?” Park Aeri bertanya pada putrinya sambil memasukan potongan daging cukup besar kedalam mulutnya. Songjin mengangguk. Tangan kurusnya terjulur untuk mengambil potongan kepiting goreng lagi, tapi tak sampai karena tadi, meja itu berputar dan kepiting goreng kesukaan Songjin sudah berada jauh dari jangkauannya.

Kyuhyun yang sadar akan hal tersebut ikut menjulurkan tangannya untuk mengambil satu potong makanan yang sejak tadi membuat istrinya duduk tak tenang. “Hehe—gomawo.” Kekeh Songjin saat makanan itu sudah berada didepan wajahnya.

Songjin sudah akan mengambil makanan tersebut tapi tangan Kyuhyun yang memegang kepiting goreng itu terangkat diudara, “Apanya?” pria tinggi itu menaikan satu alisnya. Memandangi Songjin seakan meminta penjelasan.

Sepersekian detik mata Songjin berkelebat menatapi makanan kesukaannya berayun-ayun diudara. Kyuhyun seperti sedang menggodanya dan menjadikannya seperti anjing yang akan diberi potongan daging oleh sang pemilik.

Kyuhyun yang memang sedang ingin mengerjai Songjin terlalu menikmati pekerjaannya saat ini hingga ia tak perduli dengan Ayah Ibu mertuanya, yang sedang memandanginya heran. Pasangan bermarga Park itu tak pernah aneh melihat perilaku dua bocah didepan mereka seperti saat ini.

Sejak dulu pun Kyuhyun dan Songjin, selalu seperti ini. tak pernah akur, tapi juga bukan berkelahi. Kyuhyun hanya terlalu senang menggodai Songjin, dan Songjin terlalu bodoh untuk sadar bahwa wanita itu sedang dikerjai.

Park Aeri dan suaminya hanya dapat mendesah pasrah saat melihat pemandangan konyol itu lagi-lagi terjadi. setidaknya, setelah menikah, bersikaplah sedikit manis. Tapi ternyata, pernikahan tidak dapat membuat keduanya memiliki hal manis.

Atau sebenarnya, hanya kedua orang tua itu saja yang tak mengerti. Nyatanya, tanpa siapapun sadari, hal yang Kyuhyun perbuat sedang diamati oleh banyak tamu disana. Membuat banyak dari mereka berdecak iri, atau terkekeh geli melihatnya.

“Yaaaaah!” Songjin menjerit, saat tadi, Kyuhyun menempelkan kepiting goreng itu pada bibirnya, namun lalu menariknya lagi dan memasukan kedalam mulut besarnya sendiri. “Yaaah! Cho Kyuhyun, Pabo!!” Songjin hampir menggebrak meja hanya karena sepotong kepiting goreng.

“Mworago? Cho Kyuhyun? Jinjja! Putri Appa benar-benar tidak sopan! Bukankah Kyuhyun lebih tua darimu? Setidaknya, panggil dia dengan panggilan semestinya! Appa tidak pernah mengajarkan putri Appa menjadi kurang ajar seperti itu?” tegur Park Seul Gi.

Kyuhyun yang merasa terbela mengangguk berkali-kali, “Benar! Aboji, dia tidak pernah mau memanggilku Oppa. tidak pernah sekalipun! Benar-benar tidak sopan kan?” Kyuhyun seperti mengadu pada Ayah  mertuanya.

“Aish! Dasar tak sopan!” Park Aeri ikut menegur Songjin.

“Apa? Kenapa aku harus memanggil setan ini Oppa? dia tidak tampak seperti itu. iyakan? Memangnya selama ini dia terlihat memenuhi criteria sebagai seorang kakak? Tidak kan? Lihat saja sikpanya tadi. benar-benar kekanakan! Menggelikan!”

“Yaah! Siapa yang kau  bilang kekanakan! Kau sendiri tidak lihat dirimu? Kau juga sama kacaunya! Kau bahkan mengamuk hanya karena makanan! Yang benar saja Songjin. Apa kau sudah kehilangan akal sehatmu?!”

“Kau yang sudah kehilangan akal sehat! Bertingkah sok polos didepan banyak orang. Tapi dibelakang mereka padahal kau terlihat lebih kacau dariku. Kau itu tidak—“

“Yaah! Yaaaah!! Apa-apaan kalian? bertengkar dipestaku? Mau mengacau?” tegur Siwon entah sejak kapan sudah berada diantara Kyuhyun dan Songjin.

Dua makhluk yang sedang beradu argument itu diam dan sama-sama mengadahkan wajah menanatp sumber suara. “bertengkar sana dihutan! Enak saja!” cibir Siwon menambahi.

Dia tersenyum dan membungkuk hormat kepada Tuan dan Nyonya Park lalu beralih kembali pada Songjin. “mau dansa tidak?”

“Apa?” kini Kyuhyun yang memekik. Siwon sampai menjauhkan tubuhnya sesaat dari pasangan tersebut sambil menggosoki telinganya. “Yaah! Aku belum mau tuli! Aish Jinjja! Pabo!” erang Siwon. Pria itu menoleh lagi pada Songjin dan tersenyum saat mendapat anggukan cepat dari wanita tersebut.

“Pabo!” ejek Songjin sambil meleletkan lidahnya, saat ia tengah dibawa oleh Siwon menuju lantai dansa. Kyuhyun mendelik tak terima. “Aboji Eononnim! lihat sendiri itu! benar-benar menyebalkan kan bocah itu!” gerutu Kyuhyun menunjuk-nunjuk Songjin sambil bertolak pinggang.

Cho Songjin Point Of View

“Apa kau sudah bicara dengan Appa dan Eomma?” baru saja kaki kami menginjak lantai dansa dan Pria ini mengalungkan tangannya pada tubuhku. Tiba-tiba saja Siwon Oppa sudah bekata tepat ditelingaku.

Tak masalah jika bicara saat berdansa. Masalahnya adalah topic ini begitu menyebalkan bagiku.

Jadi ini alasannya dia menarikku dari perdebatan yang kuyakin dapat kumenangkan tadi?

Meninggalkan Gyuwon Eonni yang sedang memperhatikan kami dari kejauan? Sial. Harusnya aku tahu itu!

Aku menarik tubuhku dan mengadahkan wajahku, “dasar pria! Tidak bisa bermulut manis sedikit ya? setidaknya tidak secepat ini bisa kan? Bicara apa saja lebih dulu jangan langsung pada intinya memangnya tidak bisa?” protesku tak terima.

Siwon oppa bukan orang yang suka mendebat perkataan orang lain. Tidak seperti Kyuhyun yang bisa setiap saat kuajak beradu argument. Entah itu bukanlah keahliannya, atau ia hanya mencoba bersikap lebih sopan kepada setiap orang.

Tapi bagiku hal seperti itu tidaklah seru!

Siwon Oppa tertawa lebar. ia menarikku kembali dan meletakkan dua tangannya pada pinggulku. Tanganku otomatis menggantung pada lehernya lagi.

Dengan cahaya lampion yang tak begitu menyorot, kenapa aku baru sadar kalau Siwon oppa pun tak kalah tampan dengan suamiku disana.

Tapi kenapa aku tidak pernah sadar dan selalu menganggap Kyuhyun adalah satu-satunya yang tertampan? Aigoo~ sepertinya cinta sudah membuatku benar-benar buta dan bodoh.

Lalu apa itu yang membuatku jadi tampak semakin bodoh hingga membuat Kyuhyun selalu mengeluhkan tentang betapa tololnya aku ini?

“haha—apa semua wanita hamil selalu tampak  menyebalkan?” ucap Siwon Oppa. entah sedang menggerutu atau mengomentari aksi protesku tadi. entahlah. Aku sebenarnya tidak benar-benar perduli dengan hal itu.

Lagipula ini kan masalahnya, aku memang sudah berjanji akan bicara dengan Abonim dan Eomonnim, tapi itu kan sebelum aku tahu kalau ternyata dua orang tua itu otak dari semua hal yang terjadi belakangan ini.

Aku seperti diterbangkan tinggi-tinggi, lalu kemudian aku dijatuhkan begitu saja, dan sekarang aku baru saja tersungkur ditanah. Lalu apa orang ini memintaku untuk menghadapi makhluk yang memegang alasan mengapa aku terjatuh?

“Ya~ kau tidak sedang dendam kan dengan Appa dan Eomma?” Siwon Oppa menggoyangkan tubuhku dan dengan mudahnya, tubuhku dapat setengah terangkat lalu berguncang begitu saja.  sepertinya baru kemarin Kyuhyun bicara bahwa bobotku seperti babon.

Aku berdecak malas, “bukan dendam. Hanya saja—“

“kesal?”

“Ng..”

Desahan pendek Siwon Oppa terasa pada bahuku, hembusan nafasnya begitu hangat. “begini, kau tidak boleh egois. mungkin kau tidak akan mengerti jika hanya melihat dari sisimu. Tapi pahamilah mereka. tak ada satupun orang tua yang tidak menginginkan hal terbaik bagi putra-putri mereka. yaah, cara mereka memang agak menggelikan kalau dipikir. Mungkin hanya mereka saja orang tua yang selalu ikut campur terlalu jauh urusan anak-anak mereka, tapi kau akan menjadi ibu nanti. Cepat atau lambat kau akan paham dengan apa yang  mereka lakukan, Songjin. Dan setelah kau sadar, aku yakin kau akan berterimakasih kepada mereka.”

Aku tergelak mendengar perkataan Siwon Oppa. bukan apa-apa, tapi apa status seorang suami yang baru dimilikinya tak lebih dari satu jam dapat membuat orang ini menjadi lebih bijak.

Tanpa kusadari aku tersenyum tipis. Mendorong tubuhku agar lebih dekat untuk membungkam tawaku sendiri, “wow.. kau tidak baru saja salah memakan makanan kan?” candaku.

“Enak saja!”

“kenapa tiba-tiba kau jadi keren?”

“kenapa kau baru sadar kalau aku keren?”

“Takdir.” Jawabku acuh. Siwon oppa ikut tertawa bersamaku selama beberapa saat, “Jadi, apa kau menyesal sudah menikahi setan itu? apa tiba-tiba kau jadi jatuh cinta padaku?”

Aku mencebikan bibirku seraya berfikir sesaat, “sepertinya.” Tukasku asal. Tidak buruk juga jatuh cinta dengan Choi Siwon. Dia juga tampan kan?

“jadi, bagaimana ini? apa kita bertukar pasangan saja?” kekeh Siwon Oppa ditelingaku. Membuatku menggeleng cepat dan menarik diri dari rengkuhannya, “Tidak mau! bagaimana kalau aku jadi istri keduamu saja? eotte?” aku mengerling nakal yang dijawab oleh kibasan tangan Siwon Oppa.

“enak saja. aku bukan tipe pria peselingkuh. Aku ini setia. Lagipula, berselingkuh itu sama saja dengan berbohong. dan berbohong itu dosa. Aku tidak ingin membuat daftar dosaku bertambah lagi. bagaimana kalau tuhan marah denganku?”

Aku mendesis sinis setelahnya dengan tangan terlipat didada, “Menggelikan! lebih baik kau jadi pendeta saja sana! Benar-benar tak pantas jadi pebisnis!”

Tawa Siwon oppa tergelak kencang seperti aku baru saja mengatakan hal konyol menurutnya. Pria itu memegangi perutnya dengan mulut terbuka lebar mengeluarkan tawa kencang. Melihatnya, aku jadi kikuk sendiri. bibirku perlahan ikut mengembang, “kalau kau merasa seperti itu, kenapa tak kau katakan sendiri saja dengan Aboji dan Eomonnim?”

“Apa?”

“tentang bulan madumu. Aku jadi berfikir, lebih baik kau cerna lagi kata-katamu tadi baik-baik, dan terapkan pada dirimu sendiri. eotte?” tawaku semakin melebar. Berbanding terbalik dengan wajah Siwon Oppa yang perlahan menjadi datar, “Begini, Choi Siwon-ssi, tidak ada orang tua yang tidak menginginkan hal baik bagi putra-putri mereka. setidaknya, pahamilah mereka. sebentar lagi kau pasti akan menjadi seorang Ayah, jadi kau pasti akan sadar, dan setelahnya, kau akan berterimakasih kepada mereka.”

Seiring bibirku yang terkatup, Siwon Oppa membuka mulutnya untuk menyemburkan kekesalannya, karena aku membalikan kata-katanya. Tapi untung saja semuanya tak terjadi karena tak lama, Donghae Oppa menghampiri kami.

“Bolehkah?” tanyanya terlalu sopan pada Siwon Oppa. “sialan!” dengus Siwon oppa padaku. memandangiku seperti aku akan dimakannya saat ini juga. dan satu-satunya hal yang dapat kulakukan hanyalah memamerkan senyum kemenanganku kepadanya.

Siwon Oppa menghela nafasnya panjang dan menoleh pada Donghae Oppa. matanya menelusuri tubuh tak terlalu tinggi itu dengan dua matanya seakan sedang men-scan nya dengan jeli, “kau keren juga.” pujinya beberapa saat sambil memindah tangankanku kepada orang yang  baru dipujinya.

“jangan lama-lama kalau kau tidak ingin mati muda. Setan itu sedang entah dimana. Tapi kalau dia kembali, pastikan kau membuang wanita hamil ini tepat pada waktunya. Oke?” Siwon Oppa bicara ditelinga Donghae oppa, tapi bagiku itu bukan bisikan. Aku dapat mendengarnya dengan sangat jelas.

Dan kuyakin kanan kiri kami yang juga sedang berdansa pasti ikut mendengarnya.

Author Point Of View

Alunan music menjadi lebih tenang dan lembut. Mungkin itu adalah salah satu pesanan Siwon yang sadar dengan keadaan bahwa Donghae ingin pula menikmati moment yang selama ini tak pernah dimilikinya.

Donghae hanya tersenyum tipis pada pria tinggi berlesung pipi dibelakang DJ jauh didepannya. Kesempatannya mungkin tak lama. tapi apapun itu, ia juga ingin menikmati kebersamaan singkatnya dengan wanita yang sudah membuat dunianya jungkir balik selama ini.

“…Jadi, kau hamil, huh?”

Kalimat pertanyaan singkat mengawali pembicaraan dalam gerakan pelan mereka. Songjin mengangguk sangat pelan. diam-diam Donghae tertawa kecil melihatnya. entah pada bagian mana itu terdengar lucu. Padahal bagian didalam hatinya sedang terasa nyeri.

“Ngg… tiga-empat minggu? Benar?” tebak Donghae cepat. Jangan tanya bagaimana pria itu dapat mengetahui dengan sangat mudah. dia adalah seorang dokter. Jika saja tadi Songjin akan berbohong, dan tanpa perlu dijelaskan lagi oleh Siwon, ia pun paham bahwa Songjin tengah mengandung.

Entah apa alasan Siwon mengatakan kembali bahwa wanita ditangannya itu sedang mengandung? Atau mungkin menyiratkan bahwa ia sudah tak bisa lagi macam-macam, karena Songjin telah memiliki pendamping.

Mengatakan bahwa tak adalagi celah. Kau sudah terlambat. Jangan macam-macam. Hal seperti itu sebenarnya sudah diketahui oleh Donghae sejak lama. tapi juga entah mengapa ia merasa bahwa Kyuhyun bukanlah hal besar yang patut membuatnya ciut dan berhenti untuk mendekati Songjin.

“bukan. 31 hari.” Jawab Songjin berdalih. Membuat donghae terkekeh karena sadar, wanita dihadapannya ini tak suka dengan kekalahan dalam hal apapun. ia sendiripun tak berminat untuk mendebat apalagi mengajukan sanggahan.

Dongahe menghela nafasnya panjang. Menikmati music dan Songjin didalam dekapannya. Rasanya senang dan nyaman. Jadi apa rasa seperti ini yang selalu Kyuhyun rasakan saat bersama dengan Songjin? Kenapa membuat iri saja?

“maaf—“ potong Songjin pelan. suaranya bahkan tercekat dan satu kata singkat itu tak bisa begitu saja lolos dari mulutnya tanpa membuat tenggorokannya sakit.

“untuk?”

“semuanya.”

“karena?”

Songjin menggerakan bahunya. Sebenarnya ia paham bahwa Donghae pasti mengerti mengapa dirinya meminta maaf. Tapi mungkin, pria itu ingin mendengar lansung dari mulutnya sendiri. itulah masalahnya. Songjin tak tega untuk berkata lebih lanjut.

Wanita itu hanya dapat membungkam mulutnya dan memejamkan matanya. Membiarkan hidung dan telinganya saja yang berfungsi saat ini. kakinya bahkan terseok-seok mengikuti langkah Donghae. Sebenarnya, dia tidak bisa berdansa. Tapi terlalu malu tentu saja kalau harus bicara jujur.

Dongahe kembali menghela nafasnya, “tak masalah. Aku selalu ingat pepatah yang mengatakan kalau wanita cantik pasti tak pernah sendiri.” Donghae terkekeh pelan.

“aku tahu, Songjin. Sejak dulu aku tahu. tidak juga sih, sebenarnya, Gyuwon mengatakan kepadaku. dan seharusnya aku langsung menyadarinya. Kenapa kau bersikap hangat, tapi juga dingin padaku. kenapa Kyuhyun terlihat begitu membenciku. Kenapa Siwon-ssi selalu memberikan banyak petuahnya kepadaku. semua itu karena kau dan Kyuhyun. aku tahu.”

“…lalu kenapa kau—“

“tak masalah kan?” Donghae memotong kalimat songjin dengan cepat. “Ngg.. aku tidak masalah. Selama ini toh aku tidak pernah punya banyak teman.” Komentar Songjin polos. Membuat Donghae tertawa, “tapi aku tidak berminat untuk jadi temanmu. Sebenarnya. ini hanya sebuah keterpaksaan karena aku terlambat bertemu denganmu. Mungkin saja kau akan bersamaku kalau kita bertemu dua tiga tahun yang lalu.”

Songjin mengernyitkan dahinya bingung, “Tapi, dua tiga tahun yang lalu pun aku dan Kyuhyun sudah bertemu.” erangnya menjelaskan. Sebenarnya tak ada alasan kapan Donghae harus bertemu Songjin, saat pada dasarnya, Kyuhyun dan Songjin telah dipertemukan sejak mereka sama-sama berusia balita.

“harusnya kau datang dua puluh empat tahun yang lalu. setidaknya, Kyuhyun masih belum tahu apa-apa dan belum bisa berbuat apa-apa. Dan aku masih belum mengerti apa-apa. Juga belum mengenal Kyuhyun karena untuk makan saja aku masih harus disuapi.”

Donghae kini tak dapat menyembunyikan tawa renyahnya lagi pada komentar Songjin. Pria itu tak habis pikir dengan daya kerja otak minimalis Songjin yang kadang dirasa sering masuk akal walau semuanya sebenarnya melintas dengan ringan.

“kalau begitu, dikehidupan selanjutnya saja.” tutur Donghae. Belum sempat Songjin menjawab, suara batuk yang seakan dibuat-buat mengganggu ketenangan mereka. keduanya sama-sama menoleh dan mendapati Kyuhyun sedang berdiri santai dengan dua tangan terlipat pada belakang tubuhnya.

Seakan pria itu sudah sejak lama berada disana dan telah mengamati apa saja yang dilakukan oleh keduanya. Songjin merasa gugup karena merasa seperti baru saja tertangkap basah sedang berselingkuh. Sedangkan Donghae masih saja menyimpan Songjin untuk dirinya sendiri. tak perduli bahwa Kyuhyun mungkin saja akan membunuhnya pada detik selanjutnya tarikan nafasnya, jika ia tak melepaskan Songjin sekarang.

“boleh aku pinjam istriku?” tanya Kyuhyun santai, tapi terkesan dingin dan jelas sekali seperti sedang menampar pria bermarga Lee disana, karena terlihat seperti pria brengsek dengan menggandeng-gandeng istri orang.

Donghae tersenyum simpul dan menaikan dua tangannya dari yang tadi berada dipinggul Songjin menjadi pada pinggang ramping Songjin. Kyuhyun nyaris menelan geramannya. Tangannya sudah terkepal dibalik tubuhnya. Tidak mungkin membuat kehebohan dipesta pernikahan orang lain.

“bagaimana kalau kubilang tidak boleh?” tantang Donghae membuat Songjin mendelikan matanya terkejut. Eun Soo dan Henry yang sedang menikmati hidangan tampak asyik memperhatikan pemandangan disana.

“aku pegang Kyuhyun-ssi.” Celetuk Eun Soo dengan mulut penuh kue. Henry diam dan berfikir sejenak tentang kemungkinan kemenangan yang akan didapatkannya jika ia memilih Kyuhyun juga. dia tahu bagaimana Kyuhyun tak dapat menahan amarahnya dan selalu meledak-ledak.

Apalagi saat sudah berurusan dengan Park Songjin. Tak pernah ada kata santai.

Tapi ini pesta pernikahan. apalagi pernihakah kakaknya sendiri. apa mungkin Kyuhyun akan mengacaukannya hanya karena alasan cemburu?

“Ngg.. aku rasa Donghae Hyung akan menang. Maksudku..” ujarnya menggantung. Memperhatikan Kyuhyun yang sedang bercakap dengan Donghae hingga wajahnya yang putih telah berubah warna menjadi kemerahan. “seribu won!” tambahnya.

Eun Soo menggeleng menolak, “tidak-tidak. karena aku yakin Kyuhyun-ssi akan menang. Tambah seribu Won lagi!” Eun Soo berseru. Keduanya tak sadar sedang diamati oleh Gyuwon dan Siwon serta beberapa tamu  yang lain.

Cho Songjin Point Of View

Aku tidak merasakan apapun, selain tiba-tiba saja orang didepanku sudah berganti. Kyuhyun melingkarkan tangannya terlalu kencang hingga aku hanya dapat menggeliat untuk mengingatkannya bahwa kami sedang berada dilantai dansa. Bukan di ring tinju.

Tapi perlahan, seiring berjalannya waktu aku dapat merasakan nyaman dalam dekapan yang sebenarnya terasa memaksa. “jadi, kau baru saja membuat janji yang tak akan bisa kau tepati, dengan orang lain, huh? Kau senang sekali memberikan harapan palsu untuk orang banyak!” ujar Kyuhyun pelan.

Pria itu berbicara tepat pada telingaku. Nadanya terdengar mengejek. Untung saja aku tidak melihat bagaimana ekspresinya saat berbicara, walau aku dapat membayangkannya. Aku pasti akan langsung mencekik pria ini sampai mati kalau mataku ini melihat segalanya.

“siapa yang memberikan harapan palsu?” decahku tak terima.

“kau tentu saja. siapa lagi?”

“aku tidak sedang memberikan harapan palsu. Dari sisi mana kau sebut itu harapan palsu?”

Kyuhyun menggidikan bahunya. Ia tak langsung menjawab tapi malah mengangkat satu persatu kakiku, dan meletakannya tepat diatas kakinya. Langkah kami yang tak beraturan tadi, kini menjadi lebih tepat karena sekarang, kami bergerak hanya dengan langkah pasti Kyuhyun saja.

“tentu saja kau tak bisa menepati janjimu dengan ikan amis itu. kau pikir untuk apa aku dicipatakan?” serunya sok tahu. seperti ahli nujum yang sudah dapat membaca bagaimana masa depan akan terjadi. lalu sudah bersiap akan berperang untuk masa depan itu. menggelikan.

“Cih!” aku mendecak sinis.

Mataku memandangi sekitarku, dan sejauh mata memandang aku hanya menemukan tiga orang saja yang sedang berdansa. Sisanya, entah sedang kemana. Padahal meja-meja sudah tak berpenghuni lagi.

Music menjadi semakin pelan dan bagiku, ini bukan lagu yang tepat untuk berdansa sebenarnya. bagiku, ini seperti lagu pengantar tidur. Ditambah dada Kyuhyun yang selalu dapat membuatku nyaman tak perduli dalam siatuasi apapun. rasanya sudah lengkap kalau aku harus tidur, biarpun sambil berdiri.

Kyuhyun mengeratkan kembali rengkuhannya, dan bagiku, ini membuat kami terasa seperti sedang tidak berdansa. Kami  mungkin terlihat seperti pasangan jarak jauh, yang sudah bertahun tahun tak berjumpa. Lalu sekarang adalah kesempatan langka yang belum tentu akan terjadi lagi.

Aku merasakan nafas hangat Kyuhyun menyapu bahu dan tengkuk-ku. tentu saja ini sangat nyaman. Tak perduli pada alasan awal saat aku benar-benar merasa terganggu saat ia hadir dan terpaksa membuat Donghae Oppa hengkang.

“kau tidak akan bisa pergi kemana-mana, Songjin. Tidak perduli dikehidupan kapanpun. Sekarang, nanti, atau kapanpun itu. Terima saja dengan lapang dada kalau kau dan aku sudah ditakdirkan selalu bersama. Kau milikku. Kau pikir kau bisa pergi begitu saja?”

Cih! “kenapa terdengar seperti kontrak mati?”

“Oh, kenapa bagiku terdengar seperti cinta mati?”

Ew! Baru kali ini aku merasa Kyuhyun sepertinya telah salah meminum obat. Atau apapun itu, telingaku ini tak pernah salah, bahwa aku tidak akan pernah mendengar Kyuhyun berbicara manis.

Ini manis. Tapi seseorang yang tak pernah bicara manis, lalu tiba-tiba bicara manis, biasanya memiliki keinginan yang terselubung. Dalam kasus ini, aku masih belum tahu apa yang Kyuhyun inginkan. Tapi suamiku ini mesum. jadi, satu-satunya kemungkinan yang melintas dipikiranku hanyalah agar Kyuhyun dapat menyerangku dengan mudah setelah ini.

sebut saja bahwa saat ini Kyuhyun sedang merancang suatu missi agar ia tak mendapat penolakanku saat ia ‘memintanya’

Tapi tanpa mengurangi kehebatannya dalam berkata dan kupu-kupu yang sedang berterbangan didalam perutku, hal yang tak pernah akan kulupakan itu kembali mengusik. Dalam sepuluh detik terakhir, aku masih berfikir apa aku harus mengatakannya, tapi aku tidak tahu, apa jika tak kutanyakan, akan menghentikan rasa penasaranku.

“Geurom, bagaimana kalau kita bertemu setelah aku dan Donghae Oppa bertemu?”

“tak masalah.”

“bagaimana kalau aku sudah lebih dulu jatuh cinta dengan Donghae Oppa?”

“aku akan membuatmu jatuh cinta padaku.”

“bagaimana kalau gagal?”

“Well, selama ini aku hampir nyaris tak pernah menyentuh kata gagal”

“…bagaimana kalau…. Dikehidupan selanjutnya, kau lebih dulu bertemu dengan Gyuwon Eonni, dan kalian saling jatuh cinta…. seperti sebelumnya…….?”

Hembusan nafas Kyuhyun menyapu bahuku. Hawa hangat terasa nyaman, tapi kini rasanya tak senyaman tadi. ada kesan dingin yang dihasilkan setelah pertanyaan terakhirku. Aku tidak sedang mengada-ada. Aku memang mengkhawatirkan hal yang satu itu.

Bagaimana kalau Kyuhyun berhasil membuatku jatuh cinta kepadanya, tapi disaat yang sama ia pun jatuh cinta dengan orang yang berbeda? Bagaimana kalau sebenarnya, takdir Kyuhyun bukanlah denganku, tapi dengan Gyuwon Eonni?

Bagaimana jika dikehidupan selanjutnya aku tidak bersamanya, tidak dengan Donghae Oppa juga, tapi mungkin akan dengan Siwon Oppa?

“bagaimana kalau dikehidupan selanjutnya, ternyata kita tidak bertemu? atau kita berada ditempat yang berbeda? Kita terpisah, sangat jauh..”

Kyuhyun menghela nafasnya. Biasanya dia pasti akan mengataiku bodoh, atau mengatakan bahwa aku hanya bicara omong kosong. tapi sekarang, aku rasa Kyuhyun pun tidak dapat menampiknya. Bahwa apa yang kutanyakan tadi, semuanya memiliki  nilai kemungkinan yang besar? iyakan?

“Entahlah, Songjin. Yang kutahu hanyalah aku mencintaimu. Kalau kita akan terpisah nanti, yang dapat kupegang hanya sisa rasa itu saja. dan sudah kukatakan bahwa kita ini ditakdirkan akan selalu bersama dimanapun dan kapanpun. Jadi, kalau kita terpisah, aku yakin sesuatu akan membuat kita bertemu lagi.”

“bagaimana kalau kau dan Gyuwon—“

“kami tidak saling mencintai. Tidak pernah ada kata saling dalam hubungan kami. Terdengar pahit, tapi begitulah kenyataannya.”

Kyuhyun bicara tegas. Seperti baru saja memberi harga mati, bahwa teoriku tadi adalah salah. Bahwa apa yang kukatakan tadi adalah omong kosong. kini aku yang mendesah putus asa. Kyuhyun boleh saja bersikap tenang dan menampik semuanya. Tapi tidak denganku.

Nyatanya, aku tidak tahu seperti apa rasa ketergantungan yang sudah terjadi denganku padanya. Aku tidak tahu, apa aku bisa melepaskan rasa ketergantungan itu dan bersikap baik-baik saja, saat tahu bahwa aku tidak akan mendapatkan candu ku lagi nanti.

“Kyu~” aku kembali bersuara ditengah keheningan yang lagi-lagi terjadi.

“Hm?”

Aku meneguk ludahku. lagi-lagi akal sehatku membuatku menimbang, apa aku harus menanyakan hal ini atau tidak? tapi perkataan Kyuhyun sejak tadi, yang terdengar seperti sangat mencintaiku tiba-tiba saja terhapus saat aku kembali mengingat hal ini.

Konyol sekali, aku tidak mengerti kenapa hal ini dapat melintasi pikiranku saat aku baru saja diterbangkan tinggi? Sekarang aku seperti dijatuhkan dari langit dan tersungkur jatuh didaratan. Apapun itu, rasa sakitnya masih saja ada sejak awal aku mengetahui hal tersebut.

Mataku  memanas, dan entah sejak kapan air mataku keluar. Kyuhyun yang sepertinya sadar, menarik dirinya cepat, “Hey, kau—“ ujarnya sambil menarik diri tapi aku mengencangkan rengkuhanku hingga kami kembali pada posisi semula.

Ada beberapa alasan mengapa aku melakukannya. Alasan terkuat adalah karena aku tidak ingin terlihat jelek. Sesederhana itu. karena setiap saat Kyuhyun selalu berkata, aku terlihat jelek kalau menangis.

“aku mau tanya, sesuatu. Tapi…. jawab dengan jujur, okay?” ucapku sulit. Aku berusaha bicara dengan suara terdengar normal, ketika sesungguhnya, aku sedang tidak sedang baik-baik saja setelah hal ini terlintas.

Bukan tubuh Kyuhyun yang menegang, tapi aku. tiba-tiba aku merasa takut yang tak beralasan. Konyol sekali. Tangan Kyuhyun mengusapi punggungku lembut berulang kali. Seperti hal itu, akan menenangkanku.

Aku nyaman, tapi jika boleh jujur, sama sekali tak ada ketenangan didalamnya. “aku pernah.. mencoba membuka laptopmu, tapi gagal karena terhalang password.” Aku berhenti sesaat. Memberikan jeda dan menarik air mata.

“aku mencoba membuka, tapi selalu gagal. tapi kemudian aku berhasil. Aku berhasil membukanya dengan memecah password laptopmu. Passwordnya… Cho Gyuwon.”

Cho Gyuwon. Aku selalu merasa sesak kalau harus mengulang dua konsonan kata nama itu. walau sekaranga ku sudah tahu bagaimana yang sesungguhnya. Tapi tetap saja. rasa sesak itu tidak pernah bisa hilang begitu saja!

Mungkin aku berlebihan. Atau mungkin, ini adalah bukti bahwa diantara kami, akulah sebenarnya, yang paling cinta. dan rasa paling itu tidak pernah membuatku nyaman dalam konteks apapun, dimanapun aku berada.

Paling lamban, paling bodoh, paling pendek, paling tidak berbakat, paling tidak bisa melakukan apapun, paling cinta.

Dua konsonan nama itu, membuat pernyataan Kyuhyun tetang tak ada kata saling diantara mereka adalah salah. Mungkin Kyuhyun berbohong. aku sering mendengar tentang white lies dari Appa.

“Hm.” Kyuhyun menggumam pelan setelah aku mengatupkan bibirku. Aku tidak tahu apakah itu adalah gambaran dari kekalutannya. Entah apa alasannya, yang jelas, aku tidak ingin melihat wajahnya dulu sekarang.

“Tumben sekali otakmu bekerja dengan benar. haha—“Kyuhyun terkekeh, menghasilkan guncangan pada tubuhnya dan berimbas dengan tubuhku yang ikut bergerak. “aku harus berkata apa? Kalau aku berkata, bahwa aku tidak mencintai Gyuwon, itu salah. Nyatanya aku begitu jatuh cinta dengannya. Dulu. kalau aku bicara kau adalah satu-satunya, itu juga salah. Karena sebelum kau, aku pernah jatuh cinta dengan orang lain. Apa itu salah?”

Kyuhyun menarikku. Membuatku mau tak mau mengadahkan wajah untuk memandangnya yang tinggi. Aku meneguk ludahku gugup. Bukan karena wajahnya yang memang tampan. tapi aku merasa tertampar dengan semua yang baru dikatakannya. Apa itu salah? Memangnya itu salah?

“walau seperti apapun cara yang aku lakukan, aku tetap tidak bisa menghindar kan kalau aku jatuh cinta? aku, benar-benar jatuh cinta dengan Gyuwon saat itu, Songjin.”

Ada rasa dingin yang meyapu wajahku, dari angin yang berhembus melewati tubuhku. Aku bahkan tidak bisa menggerakan mulutku, untuk menyuarakan bahwa aku tidak mau lagi mendengar apapun yang akan Kyuhyun katakan setelah ini.

Aku menyesal telah bertanya hal tadi. benar-benar menyesal.

“aku benar-benar jatuh cinta, dan rasanya seperti tercambuk saat sadar bahwa Gyuwon bersamaku, hanya agar ia bisa lebih leluasa bersama dengan Siwon Hyung. kau tahu rasa seperti itu? dibelakangku, mereka berdua ‘memiliki sesuatu’ tanpa aku pernah tahu, bahkan sampai sekarang. kau tahu rasa seperti itu? Gyuwon, membuatku jatuh cinta padanya setiap hari, setiap detik, tapi disaat yang bersamaan, hatinya bukan milikku. Kau tahu rasa seperti itu? dan saat kami berpisah, aku, menemukannya sedang bersama pria lain yang dijadikannya kambing hitam. Seseorang yang sebenarnya tidak tahu apa-apa, hanya karena dia sudah muak melakukan kepura-puraan itu begitu lama, berpura-pura memiliki cinta yang sama sepertiku dengannya, berpura-pura jatuh cinta denganku? berpura-pura memiliki cinta padaku. kau tahu rasa seperti itu?”

“aku tidak pernah merasa terbohongi, lebih dari pada hal itu. tapi satu-satunya yang membuatku kecewa bukan karena Gyuwon tidak mencintaku juga. kenyataan bahwa selama bertahun tahun aku dibohongi. Aku merasa seperti orang tolol. Padahal, disaat yang sama, Jika saja Gyuwon memberikanku kenyataan, walau pahit, bahwa dia tidak mencintaiku, aku pasti sudah bersama dengan seseorang yang benar-benar cinta padaku. iyakan?”

Aku diam.

Aku tidak tahu harus bicara apa. Sejauh ini yang kulakukan hanyalah mempertahankan kedua tanganku untuk terus menggantung pada leher Kyuhyun, pada saat air wajah Kyuhyun berangsur berubah, dan aku menemukan setitik air pada ujung matanya.

“Gyuwon, sudah menutup kesempatan bagi orang lain itu untuk membuatku sadar bahwa aku pantas untuk merasa dicintai. Dan secara tidak langsung, aku sudah membuat orang lain sakit hati. padahal disini, aku sebenarnya sedang dibodohi. Aku bahkan tidak bisa menggamabarkan bagaimana rasa konyol itu menamparku saat itu. aku benar-benar jatuh cinta dengannya! Kau tahu? aku sudah memikirkan banyak hal yang akan kami lakukan bersama!”

Aku menarik Kyuhyun dalam rengkuhanku dan mengusap punggungnya, seperti tadi saat ia mencoba untuk menenagkanku. “Gwaencahana.” Kataku pelan. aku tidak tahu lagi harus bicara apa, selain mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. mungkin saja.

Nafas Kyuhyun sedikit tersengal. Pada saat yang sama, aku merasa sesautu yang dingin menyentuh bahuku bertubi-tubi. Aku menggeliat pelan pada detik terakhir setelah Kyuhyun mendaratkan bibirnya lagi. “aku tidak menyesal. Setidaknya, hal itu membuatku memiliki banyak pelajaran berharga. Dan yang terpenting, aku menemukanmu.” Tukas Kyuhyun lirih.

“aku tahu.”

“..tidak. itu masih belum menjawab apapun. iyakan?” Kyuhyun bicara lagi, sepertinya bibirnya masih berada dijarak terdekat pada bahuku, karena aku masih merasakan sesuatu yang dingin itu disana. “itu bukan laptopku. Itu laptop milik Gyuwon. Saat itu Gyuwon selalu keluar masuk rumah sakit dan aku tidak tega melihatnya seperti itu. dia sudah berjuang setengah mati membuat dirinya terus hidup, tapi disaat yang sama dia terpaksa melakukan sesuatu yang memforsirnya. Aku hanya—mencoba berbuat baik. Tugasnya sangat banyak. Aku hanya mengerjakan beberapa tugasnya sejauh yang kumampu. tapi password itu…. itu.. aku yang membuat.”

Tubuhku yang melemas, tiba-tiba kembali menengang. Rentetan pertanyaan kembali melintas dan aku tidak tahu yang mana yang akan kukeluarkan terlebih dulu. ini benar-benar rumit dan memusingkan.

“sudah kubilang kan bahwa aku telah memikirkan banyak hal yang akan kami lakukan bersama?”

“..dan kau juga sudah memikirkan tentang pernikahan kalian? suatu saat nanti?”

Kyuhyun mengangguk pelan, “aku sudah memikirkan semua itu walau disaat yang sama aku tahu, bahwa hal itu tidak akan berhasil. Entahlah, pada saat itu, aku tidak tahu kenapa aku bisa merasakan hal seperti itu. aku tahu itu tidak akan berhasil karena aku dapat merasakannya. Tapi aku sering dengar tentang aksi membelokan nasib. Semua hal dapat berubah kalau orang itu berusaha. Iyakan?”

“sayangnya saat itu, hanya aku satu-satunya yang berjuang.” Tukas Kyuhyun pelan, “sudah kubilang, tidak pernah ada kata saling dalam hubungan kami saat itu.” Kyuhyun bicara semakin pelan.

“Gwaenchana—Kyuh—“

“aku lelah berjuang sendiri.” Kyuhyun memotong kalimatku. “aku lelah, untuk terus berpura-pura tidak sadar bahwa aku sedang dibohongi. aku hanya… lelah. Dan Syukurlah, denganmu, aku tahu aku tidak berjuang sendiri.”

“jadi, selama ini, awalnya, kau memaksakan dirimu untuk mencintaiku?” tanyaku sarkatis. Entah bagaimana aku dapat melontarkan pertanyaan sinis begitu saat kutahu, bahwa Kyuhyun sedang tidak baik-baik saja.

“kukira akan seperti itu. awalnya. Aku ragu untuk menikah—denganmu. Karena kupikir, aku akan melakukannya dengan terpaksa. Tapi untunya, kau membuat segalanya  menjadi mudah. aku tidak mengada-ada tapi saat aku melihatmu saat itu, aku dapat merasa kalau seharusnya, kita bersama sejak lama. satu-satunya yang kusesali hanyalah itu. dengar, aku tidak tahu cara apa yang dapat kulakukan untuk membuktikannya, untuk meyakinkanmu. aku tidak akan berkata bahwa aku adalah orang yang paling tepat untukmu, aku berbeda dari pria lain atau apalah itu. kukira perkataan tidak akan ada artinya. aku akan menunjukannya. bahwa aku seperti itu. sesederhana itu.”

“saat kau melihatku? Well—biar kuperjelas, kita selalu saling memandang kan? kau dan aku sama-sama memiliki mata. dan Kau temanku. Kita selalu bersama sejak sangat lama, iyakan? bagaimana mungkin kau tak melihatku? Atau selama ini sebenarnya kau berpura-pura buta saat kau harus melihatku?”

“kau membuatku jatuh cinta setiap kali aku memandangmu. Tapi pertama kali benar-benar mengesankan. Aku tidak tahu kenapa wanita bodoh, menyebalkan, barbar, tidak becus melakukan apapun, dapat membuatku seperti ini, saat melihatmu dan Ayahmu berjalan menghampiriku, dialtar.”

Pertegas saja, Kyuhyun baru saja membuatku melayang, tapi lagi-lagi menjatuhkanku, “Apa? Bodoh? Menyebalkan? Barbar? Tidak becus melakukan apapun?” dengusku bernada tinggi.

Cho Kyuhyun—kau baru saja menyalakan lampu perangmu denganku! “jadi kau pikir aku seperti itu selama ini? jadi, kalau kau merasa menyesal, telah menikah dengan wanita bodoh, menyebalkan, babrbar, tidak becus dalam melakukan apapun, kenapa kau masih disini sekarang? selama ini, kau terlalu memaksakan dirimu Tuan. Kalau kau bukan ayah dari bayi yang kukandung, kau benar-benar akan kubunuh, kau tahu? benar-benar memuakan! Kau pikir kau lebih baik dariku? Kau juga menyebalkan! kau pintar, tapi kau juga tolol. Lalu, kau pikir kau becus melakukan segalanya? Kau itu sama tak becusnya denganku. bedanya hanya aku dapat meyakinkan orang lain bahwa kau mampu, sedangkan aku tidak.”

Kyuhyun terbahak setelah kalimat panjangku. Aku masih terengah engah dengan kalimat yang menyedot seluruh pasokan oksigenku, tapi Kyuhyun malah tertawa? Apa kalimat panjangku tadi, terlihat seperti lelucon? Sialan!!

“aku masih disini sekarang, tentu saja karena aku mencintaimu. menurutmu aku tolol? kukira hanya kau saja satu-satunya orang yang befikir bahwa aku tolol. tapi baiklah. terserah katamu saja. jadi, kalau menurutmu aku tolol, menurut teoriku, kenapa lagi orang-orang  melakukan hal tolol kalau bukan karena cinta? jadi analoginya, aku tolol karenamu. dan kalau kau sedang tidak mengandung anakku, aku tidak perduli jika kau akan membuangku berkali-kali, menjauhkanku, membuatku pergi, karena aku akan selalu kembali.”

“dasar keras kepala!”

“Bukan keras kepala, tapi Jatuh cinta!”

“persetan dengan cinta!” sinisku cepat. Kyuhyun kembali tertawa puas, “jadi, sebenarnya kau tidak bisa kabur dariku. Tak perduli sekarang ataupun nanti.”

“kau seperti pemeran antagonis!  Dasar psycho!”

“ah, kau memang benar-benar bodoh. Pemeran antagonis itu kan si protagonis yang selalu tertindas.”

“KAU—apanya yang tertindas? Apanya?? Kau menindas orang! Bukan ditindas! Dasar Tol—“

“kau cerewet sekali sih? Musiknya sedang enak, jadi buruk kalau kau marah-marah! lagipula, pernah dengar tidak tentang kepribadian bayi akan menurun dari ibunya? Kau mau membuat anakku pemarah sepertimu? Ayolah—ini kan percobaan awal kita. Jangan membuatnya gagal!”

“Percobaan? Yaaak! Kau kira ini—“

Author’ Point Of View

Empat pasang mata tertuju pada lantai dansa. Seluruhnya tertuju pada Kyuhyun dan Songjin yang menjadi pusat keributan. Lagi=lagi, pasangan itu mencuri perhatian dari pengantin yang seharusnya menjadi pusat perhatian.

“Lihat itu! Aigoo~ bukankah tadi mereka mengawalinya dengan tenang?” Gerutu Choi Ki Ho. Pandangannya tertuju pada Kyuhyun yang sedang sibuk melindungi diri dari serangan Songjin. Park Seul Gi ikut memandangi putrinya, “Kenapa putriku jadi seperti monster begitu? selama ini dia selalu terlihat anggun.”

“itu pasti karena Putraku.” Choi Ki Ho menggerutu. “benar-benar pasangan yang tidak keren.” Park Aeri yang sejak tadi diam ikut mengomentari.

“tidak elegan!” Choi Ki Ho menambahkan.

“Bunga-bunga itu tidak berfungsi dengan baik. bagaimana sekarang?” Choi Ki Ho menoleh pada istrinya. Wanita anggun itu bahkan menganga memandangi putra-putrinya saat menajadi semakin barbar. “apa tidak sebaiknya, kita pisahkan mereka? sepertinya, Kyuhyun akan mati jika Songjin terus memukulinya.”

“Jinjja! biar saja pria sinting itu merasakan! Dia pasti menggunakan mulut pedasnya lagi untuk menggodai Istrinya. Dasar bodoh! dia memang tidak bisa mengatakan hal baik saja”

Para Ibu menghela nafasnya dalam dan saling memandang, “Jadi, apa rencana selanjutnya?”

124 thoughts on “[KyuJin Series – After Story] Behind The Secret (Computer Password)

  1. oooooohh ternyata..
    pas baca missing seharian sampai end,aku penasaran kapan misteri bunga, isi memorycard, dan masalah pasword yg bikin songjin nangis, akan dibahas kembali. ternyata ada di sini…
    i like kyujin story

  2. Yaampun awalnya romantis banget yaa, sampe ikut terharu sendiri, kebawa suasana, ehh akhirnya mahh tetrp aja gak jauh dari kata ribut. Dasar pasangan aneh.

  3. Lucu pas siwon ngomong ke donghae gini “jangan lama-lama kalau kau tidak ingin mati muda. Setan itu sedang entah dimana. Tapi kalau dia kembali, pastikan kau membuang wanita hamil ini tepat pada waktunya. Oke?” kkkk
    Lagi romantis2 nya eh tiba2 bertengkar gegara kyu klo ngomong.. pasangan ini gk jauh dri yg nama nya berdebat, bertengkar, baikan trus romantis2an..

  4. Kak… entah kenapa aku tiba tiba mikir.. gimana kalau seandainya- SEANDAINYA ……. gyuwon suka sama kyuhyun??? Apa kyuhyun juga tetep milih songjin???
    Karena dr omongannya kyuhyun ini, dia cinta banget sama gyuwon … hahhh bayangin aja sih, apa jadinya kalau gyuwon bales perasaannya kyuhyun… hahhh 😢😢😢😭😭😭😭💔 …

  5. kyu jujur songjin mrsa sprti tersiram es..nytany kyu pny byngan ms dpan dg gyuwon…
    kyu mank pintar n tol*l d saat yg b’smaan…
    kyujin ni emang bnr” psngan aneh..mcm permen nano”..sgla rasa ada..

  6. ga tau mo ngomong hehe, . akku rada masih bingung sma kyuhyun , y emang bner sih kita ga mungkin jatuh cinta sekali seumur hidup, tpi knz udh nikh ma songjin jdi knapa ad cho gyuwoon ??

  7. Ini para org tua nya lucu hahaha serba ikut campur masa mau ikut bulan madu jg wkwk

    Ishhh kyuhyun songjin gak ada hari tanpa berantem ya kyanya hahaha tp disitu yg gak bikin bosen sih sama pasangan gak cheesy2 bgt

  8. jd itu pasword dbuat kyuhyun waktu gyuwon kembali muncul lg?
    ktanya dy mulai jtuh cinta m songjin waktu di altar? jd selama waktu itu kyuhyun msh mnyimpan harapan utk kmbali k gyuwon? dan kpn tepatnya kyuhyun bner2 relain gyuwon dan sdar bahwa songjin itu satu2nya?
    bngung lg sma usia kndungannya.. kn td blgnya 4mg-an/31hr.. perasaan si songjin ketahuan hmil waktu usia kndungannya 3mg dan dy lalu prgi k china krena bsoknya gyuwon oprasi.. brrti jarak nikahnya siwon m gyuwon cm smngguan doang dong ya? itu cpet bgt pulihnya gyuwon post oprasi.. buat baju yg dbuat songjin jg ekspres ya.. q kira dsni usianya udh 4bln hmilnya.. aduh bnyak tanya y aq.. maafkan maafkan.. hnya merasa janggal krena aq yg mgkn g mudeng.. 😂
    atau di after story brikutnya djlaskan? ah spertinya aq yg trburu2 tanya..
    keep writing ^^

  9. aigoooo cho kyuhyun memang tak pernah gagal,,wkwk
    pengen bgt jdi songjin,,,yah meskipun otaknya minimalis,,tpi disukai para pria tampan,,
    cho kyuhyun berjuanglah agar songjin tidak pernah menyadari pesonanya..haha

  10. ternya itu laptopnya gyuwon tp yg bikin password kyuhyun dan kenapa gyuwon gak ganti tuh password padahal udah lama juga ??????

  11. sempet mewek pas baca pengakuan kyuhyun kalo dia cinta mati sama gyuwon , entahlah ikut sakit aja
    mungkin sama kayak perasaan soojin
    tapi abis itu malah ngakak
    duhileh … ini kopel kagak bisa dimanisin ya thor

  12. Akhirnya terungkap juga hal2 yg bikin songjin nangis menyayat .. knp juga gyuwon ga ganti passwordnya kan bikin salah paham ..
    Mereka emang pasangan yg ga bisa romantis trus .. sdkit romantis sdikit berantem .. lucu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s