[KyuJin Series] Marry Your Daughter


Author: GSD

Title: Marry Your Daughter

Cast: Cho Kyuhyun, Cho Songjin, Choi Siwon, Choi Gyuwon, Lee Donghae, Henry.

Rating: G

Length: Oneshot.

Notes: pertama, aku akan bilang kalau tulisan ini punya alur maju dan mundur. semoga reader-nim enggak bingung bacanya nanti. kedua, kalau ada yang tanya, kenapa aku postingnya lama akhir-akhir ini, itu karena aku lagi sibuk sama masa depan (heish -_-). ada beberapa hal yang mesti aku urus menyangkut kuliahku, jadi maaf. ketiga, aku akan mengingatkan, kalau cerita KyuJin kali ini lagi-lagi cukup panjang. semoga enggak bosan ya 🙂 dan selebihnya, terimakasih banyak atas ketersediaan waktunya, berkenan membaca tulisanku yang mungkin agak aneh. Hehe. 

Akhir kata, Selamat menikmati 😀

“The first time I saw her, I swear I knew that I say I do” 

“Hallo?”

“Songjin? Kau dirumah? Bisa datang ke Rumah Sakit Seoul? Sekarang? Cepatlah.” 

** **

Minggu pagi yang mengerikan pada awal turunnya salju bagi Park Songjin. Pagi ini matahari tidak menampakan dirinya. Hanya semburat awan, yang membuat cuaca menjadi terasa sejuk dan dingin disaat yang bersamaan.

Kyuhyun menekan pedal gas Porche Turbo 911 nya sedalam yang dia dapat tekan. Kyuhyun seperti lupa, bahwa jalanan bukan hanya miliknya saja. dia harus berbagi dengan pengendara lainnya.

Namun persetan dengan semua itu. Jantungnya sedang bertalu kencang. Seirama dengan degup jantung Songjin disisinya.

Pagi ini keduanya dibangunkan dengan sesuatu yang cukup tak mengenakan. Panggilan Park Aeri tadi, membuat keduanya langsung meluncur secepat yang mereka dapat lakukan.

‘Ayahmu, pingsan setelah bermain Tenis dengan teman-temannya pagi ini. Mereka langsung membawanya ke Rumah Sakit terdekat. Dokter bilang serangan Jantung. Sekarang Ayahmu masih berada di ruang unit Gawat darurat dengan penanganan dokter.’

Kyuhyun menekan klaksonnya sambil menggeram. Memaki pengemudi motor yang bisa-bisanya berhenti tiba-tiba. Dibantingnya kemudian Stir miliknya kekiri dan kembali melaju kencang—melupakan hasratnya meninju wajah pengendara sialan itu.

Songjin disisinya, hanya dapat duduk dengan mata yang sudah memerah. Titik-titik air mata muncul lalu jatuh. Muncul dan jatuh. Begitu seterusnya. Kyuhyun hanya menoleh sekilas, lalu mengamit tangan Songjin dan meremasnya.

Lima belas menit dalam perjalanan, Kyuhyun dan Songjin tiba pada lokasi yang dituju. Kyuhyun membiarkan Songjin berlari masuk kedalam rumah sakit lebih dulu saat dirinya terus bergerak untuk mencari lahan parkir tak jauh dari Lobby.

Sekembalinya Kyuhyun mengejar Songjin, yang didapati pria itu adalah Songjin yang sedang berpelukan dengan Park Aeri. Bahu Istrinya itu bergerak naik turun. Sekelilingnya ramai.

Terdapat banyak wajah-wajah yang dikenalinya. Ibunya, Ayahnya, Siwon dan Gyuwon. Terdapat Lee Donghae juga disana dengan pakaian kebesaran ‘Dokter’ yang selalu dibanggakan pria itu.

Ayahnya dan Siwon sedang berbicara serius dengan Lee Donghae—juga beberapa dokter lainnya. Salah satunya terlihat cukup tua dengan tubuh besar berkaca mata tebal bingkai hitam. Kyuhyun lalu menoleh pada arah lainnya, Gyuwon sedang berpelukan dengan Ibunya disalah satu bangku dari beberapa bangku kosong disana.

Sama saja seperti Songjin saat ini.  bedanya adalah, Ibunya menangis lebih kecang. Wajahnya sampai memerah seperti tomat.

Satu hal yang Kyuhyun sadari adalah hal buruk telah terjadi. Hatinya seakan diremas saat menyadari bahwa hal buruk itu juga menggerus perasaannya. Langkahnya perlahan tapi pasti, tertuju pada Songjin.

Mengusap punggung Istrinya berkali-kali, tanpa merasa harus untuk mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. bukan saat yang tepat berkata seperti itu saat sadar bahwa salah satu orang tercinta—baru saja pergi.

** **

Jenazah Park Seul Gi telah dibawa kerumah duka. Saat ini kediaman keluarga Park di Kawasan Cheodamdong—Seoul terbuka untuk umum tidak seperti biasanya yang tertutup. Layaknya hari duka pada umumnya, kebanyakan tamu datang menggunakan pakaian serba hitam tanda berbelasungkawa.

Rata-rata dari mereka membawa karangan bunga besar yang akhirnya hanya dapat dipajang didepan pelataran saja. mereka semua adalah kolega Bisnis Park Seul Gi.

“kau butuh sesuatu? Mau makan dulu?” Kyuhyun menghampiri Songjin sambil menggulung lengan panjang kemejanya sampai sesiku. Pria itu lalu bersimpuh didepan bangku rotan yang sedang Songjin duduki, untuk mensejajarkan wajah mereka.

Songjin—Istrinya itu, yang biasanya selalu berteriak-teriak seperti dia sedang berada dihutan. Yang selalu bertingkah barbar saat Kyuhyun melakukan satu kesalahan kecil saja. Yang selalu tertawa pada segala apapun, bahkan yang tidak Kyuhyun anggap lucu—hanya terdiam membisu.

Pandangannya kosong kedepan. Jatuh pada rumut hijau didepannya yang tertutupi oleh rintik salju. Ah, Songjin biasanya sangat suka dengan salju. Tapi kali ini dia sama sekali tidak bisa menikmati datangnya salju, saat Ayahnya malah pergi.

Ada yang datang, ada juga yang pergi. 

Kyuhyun tidak berusaha untuk membuat Songjin kembali pada kebiasaan awal gadis tersebut. Pria itu pun tidak menghela nafasnya dengan panjang, seperti saat Songjin mendiamkannya dulu—ketika tidak mau berbicara karena Kyuhyun terlalu sibuk dan mengabaikannya.

Kyuhyun hanya merubah posisinya menjadi duduk bersila didepan Songjin, dan meletakkan kepalanya, pada pangkuan Songjin. Dua tangannya menggenggam tangan Songjin. Ibu Jarinya mengusap punggung tangan mulus itu perlahan-lahan.

** **

Kyuhyun ingat saat pertama kali Ayahnya membawanya bertemu Park Seul Gi. Jantungnya berdegup tidak karuan karena kini mereka datang dengan alasan berbeda.

‘Kau mau melamar Putriku?’ Park Seul Gi bertanya setelah meletakkan cangkir kopinya.

‘Ye,’

‘Ah, apa kau yakin?’

‘A—aku..’

Baru kali itu Kyuhyun berbicara formal dengan Park Seul Gi. Sebelumnya, dia telah menganggap Park Seul Gi seperti ayahnya sendiri dan biasanya, Pria bermarga Park itu selalu santai menanggapi Kyuhyun.

Namun tidak kali ini. Park Seul Gi menatap Kyuhyun tajam, seperti Kyuhyun baru saja melakukan suatu kesalahan besar. tidak ada panggilan, ‘Bro’, atau ‘Dude’ yang selalu Park Seul Gi lontarkan hanya untuk bersikap sok akrab yang kadang terdengar menggelikan ditelinga Kyuhyun.

Ayahnya berkata bahwa dia akan menjodohkan Kyuhyun dengan Songjin. Tapi Choi Ki Ho tetap mengharuskan Kyuhyun untuk berbicara sendiri, secara langsung kepada Park Seul Gi—agar Park Seul Gi memberikan Izinnya bagi Kyuhyun supaya dia dapat ‘membawa’ Songjin bersamanya.

‘Kau tahu, aku hanya memiliki Songjin. Dia satu-satunya milikku yang paling berharga,’

‘Ye, Abojii~’

‘Aboji?’ 

‘Ye?’

‘kau belum resmi menikahi putriku. Aku belum menyerahkan putriku untukmu, Cho Kyuhyun. kau pikir kau pantas memanggilku Aboji?’

‘…………. Jwaeisonghamnida~ Ahjussi.’

‘Ahjussi?’

Kyuhyun mengangkat kepalanya memberanikah diri menatap wajah Park Seul Gi. Pria yang membuatnya merasa serba salah sejak tadi, hingga membuatnya kehabisan daya upaya. Sesulit ini ternyata melamar seorang gadis—Ah!

 ** **

Hujan turun perlahan. Bersamaan dengan itu udara dingin menyeruak masuk kedalam ruangan besar bercat Pink baby dengan banyak lukisan kupu-kupu serta pelangi didalamnya.

Benar-benar menggambarkan seorang wanita hanya dilihat sekilas saja. pada salah satu dinding disebelah cermin super besar, terdapat wall of Frame yang sengaja Songjin sediakan untuk memasang berbagai macam foto.

Sebagian besar diisi oleh wajah Siwon, Kyuhyun dan Songjin sendiri. namun belakangan, Songjin mengisinya dengan wajah Lee Donghae, Eun Soo, Gyuwon bahkan Henry dan Min Ji. Iya. Oh Min-Ji Sekertaris cantik nan Sexy, yang pernah membuatnya cemburu habis-habisan saat Kyuhyun selalu pulang terlambat dari kantor.

Kyuhyun tersenyum memandangi pemandangan didepannya. Songjin cukup creative dalam membuat seluruh gambar yang jika hanya ditumpuk didalam sebuah album foto akan terlihat membosankan.

Telunjuknya mengusap pada salah satu foto Polaroid bergambarkan dirinya dan Songjin. Songjin menggunakan gaun pengantin hasil rancangannya sendiri. tangan wanita itu sedang mencengkram dasi hitam Kyuhyun.

Kyuhyun ingat, itu adalah hari pernikahaannya tiga tahun yang lalu. saat itu Songjin mati-matian menyeretnya untuk berfoto. Tapi Kyuhyun tidak suka berfoto, dan Pria itu pun sudah cukup lelah dengan seluruh hal yang menguras tenaganya saat itu.

Jangan tanya bagaimana Songjin. Dia kan wanita bertenaga kuda. Mana bisa lelah hanya dengan upacara pernikahan biasa, dan adat yang mereka lakukan sepanjang hari?

Menyapa tamu yang sebenarnya tidak benar-benar mereka kenal, karena kebanyakan adalah kerabat Choi Ki Ho atau Park Seul Gi.

Songjin selalu barbar sejak dulu. lihat saja itu!

Songjin baru keluar dari kamar mandi. Wajah wanita itu pucat. Matanya membengkak karena sejak tadi tidak berhenti menangis. sepanjang pemakaman Ayahnya pun Songjin selalu membenamkan wajah pada dua telapak tangan. Atau pada bahu Siwon dan Kyuhyun untuk menangis.

“Sudah selesai?” Kyuhyun menghampiri Songjin—lalu duduk dipinggiran ranjang. Memperhatikan wajah songjin dari pantulan kaca meja rias.

“Hmm..”

“kalau begitu Kajja!”

Kyuhyun berdiri ditempatnya. Menunggu Songjin juga melakukan hal yang sama, lalu baru berjalan. Lebih memilih agar Songjin berjalan lebih dulu didepannya, hanya untuk berjaga-jaga, siapa tahu terjadi sesuatu dengan Istrinya kali ini. sebenarnya Kondisi Songjin sudah cukup membuat Kyuhyun menegang karena beberapa kali pria tinggi itu menemukan Songjin terduduk lemas dengan keringat sebesar biji jagung.

“kau benar tidak mau bermalam dirumahmu?” Kyuhyun menegaskan lagi kepada Songjin dan wanita itu menggeleng, “Aku mau pulang.”  Jawab Songjin singkat yang menegaskan. Bahwa kata ‘rumah’ dalam kalimatnya, adalah bangunan yang Kyuhyun beli tiga tahun lalu saat pertama mereka menikah.

Bangunan tak kalah besar dari kediaman milik Park Seul Gi dengan halaman cukup luas yang dipenuhi oleh bunga-bunga hasil tanamnya sendiri dan kolam ikan didepannya. “Arrasseo.” Mobil mewah berwarna biru tua itu kemudian melesat cepat menembus hujan.

Selama perjalanan tidak ada satupun yang berniat untuk membuka Suara. Kyuhyun sibuk dengan jalan raya-nya dan Songjin memperhatikan bagaimana rintik hujan turun satu persatu.

Keheningan semakin mengunci keduanya dalam kondisi canggung yang tak akan lekang termakan waktu.

Butuh waktu dua puluh menit bagi keduanya untuk sampai pada tujuan yang mereka maksud. “Ayo turun.” Songjin terkejut dengan keberadan Kyuhyun disampingnya. berdiri tegap membukakan pintu untuknya.

Dia bahkan tidak ingat kapan tepatnya, kendaraan yang ditumpanginya itu masuk kedalam garasi luasnya. Yang Songjin tahu hanyalah, kyuhyun tiba-tiba berada didekatnya dan mengajaknya turun.

Kyuhyun lalu tersenyum ramah, saat Songjin menjejakan kakinya menginjak lantai sambil dengan cepat, mengamit tangan Songjin dan menggenggamnya erat. Atau sebenarnya tidak. Kyuhyun lebih ingin memegangi tubuh Songjin, karena wanitanya itu terlihat menyeramkan setelah seharian penuh kehabisan energy untuk menangis dan menangis.

“Makan dulu ya?” Ajak Kyuhyun dengan lembut. Dia ingat, bahwa dia hampir tidak pernah mengajak Songjin dengan cara sehalus itu. biasanya Kyuhyun hanya menyeret Songjin begitu saja untuk bersama ke Bistro.

Songjin menggeleng pelan tanpa semangat, “Aku mau tidur. Aku lelah sekali.” Erang Songjin menyusupkan tangan untuk mengusap tengkuknya. Kyuhyun menahan diri untuk tidak mendesah, saat pria itu tahu bahwa Songjin sedang berbohong.

Songjin hanya ingin sendiri untuk menangis sepuas yang diinginkannya. Sedangkan Kyuhyun terus menggeleng, “kalau begitu temani aku makan?” pintanya agak memohon.

Sebenarnya, Kyuhyun hanya tidak ingin Songjin sendiri. atau merasa sendiri. Jika ingin menangis, lakukan saja disini. didepan dirinya. Toh sejak tadi, Kyuhyun sama sekali tidak mengejek Songjin wanita cengeng hanya karena Songjin terus-terusan menangis, kan?

Songjin mengerang putus asa sebelum akhirnya menurut dan mengikuti Kyuhyun didepannya, dan duduk disalah satu kursi meja makan. Songjin tidak ingat bahwa dirumahnya tidak menyimpan makanan apapun.

Walau kulkasnya penuh dengan bahan masakan, tidak satupun dari mereka dapat memasak, iyakan? Tapi tak berapa lama Kyuhyun malah menoleh pada Songjin dengan mata mengiba, “mau Makan apa? Aku lupa mampir ke Bistro tadi” desahnya kecewa.

“telpon saja. mereka kan bisa mengantar pesanan kerumah.”

“Ng.. kurasa tidak.” Kyuhyun memutus. “ponselku mati sejak tadi.”

Songjin kemudian melirik telpon tanpa kabel disisi tak jauh dari meja bar didepannya dan Kyuhyun kembali menggeleng, “Kurasa juga tidak.” Jawabnya singkat. “kau mau membuatkan aku sesuatu?”

Songjin mendesis sisnis sambil membuang wajahnya, yang benar saja suaminya ini! mau menyusul Ayahnya yang sudah tertidur panjang disana? “Ayolah~ aku belum makan apapun sejak kemarin, tahu!” rengek Kyuhyun lebih mengiba.

Siapapun kini, tidak akan ada yang bisa untuk menolak.

Tapi tidak juga. sebenarnya tidak. tapi tubuh Songjin sedikit menjadi kaku, saat suara ayahnya terdengar sangat dekat ditelinganya,

‘Songjin, kau masih belum bisa memasak?’

‘Belum.’

‘Belum? Santai sekali kau bicara! Kalau tahu kau tidak bisa melakukan apapun seperti ini, tidak kujinkan kau menikah dulu! kau memalukanku saja! apa pekerjaan rumah tangga yang bisa kau lakukan? Satu-satunya hal terbaik yang bisa kau lakukan hanyalah memborong Tas dan sepatu! Memalukan! Kalau aku jadi Kyuhyun, aku akan kabur dengan wanita lain. Yang lebih cantik, bertubuh bagus, tinggi, dan pandai menyenangkanku!’ 

“Ramyeon, Oke?”

“Joha!” Kyuhyun tersenyum senang penuh semangat.

** **

‘kau bisa bermain catur?’

‘Tentu!’ 

‘Bagus! Lawan aku kalau begitu!’

Park Seul Gi tersenyum puas ketika mendapati guratan panic pada wajah Kyuhyun. semua orang tahu bahwa Cho Kyuhyun adalah Pria pandai. Hanya permainan catur tidak jadi masalah baginya. Tapi Park Seul Gi adalah pemain catur ulung.

Telah memenangkan berbagai perlombaan dimana-mana.

Sebenarnya juga, ini bukanlah suatu malasah besar bagi Kyuhyun. Hanya permainan catur biasa. tapi entah bagaimana, kali ini terasa mencekam bagi Pria dengan tinggi 180 centi meter tersebut.

‘Peraturannya adalah…. Jika aku menang, maka kau tidak bisa menikahi putriku, Arrachi?’

“APA?’

 “Ahh—Mashita!” Kyuhyun mengelap bibir dengan punggung tangannya setelah menghabiskan kuah Ramyeon sampai tetes terakhir. Dia Mengabaikan serbet yang telah Songjin sediakan sebelumnya. Sedangkan wanita tersebut mendelik tak percaya.

Apanya yang enak? Ramyeon buatannya gagal total. Kuahya terlalu banyak, hingga bumbunya jadi tidak terasa. Dan jangan tanya bagaimana kondisi Mie-nya. terlalu lama dimasak membuat nya kendor dan tak sedap dipandang apalagi dimakan.

Tapi Kyuhyun melahapnya sampai tak bersisa. Dan dengan tambahan, ‘enak?’ Kyuhyun sudah gila. Songjin sendiri pun akan berfikir dua kali untuk memakan masakannya sendiri itu.

“kenapa?” alis Kyuhyun bartautan bingung memandang Songjin. Wanita itu memperhatikannya seksama dengan tatapan aneh—tidak terbaca, “Ani.” Geleng Songjin memutus.

“kau mau buah?” Songjin kembali menawarkan sambil mengangkut mangkuk-mangkuk kotor sisa makan Kyuhyun dan membawa semuanya kedalam mesin pencuci piring.

“ada?”

“Apel, Jeruk, Pear, dan Kiwi.”

Songjin menyebutkan Seluruh stock kepunyaannya didalam lemari es. Satu-satunya penyelamaat saat dia dalam kondisi sekarat tapi tidak bisa memasukan karbohidrat kedalam tubuhnya karena sudah terlalu malam.

Kyuhyun tersenyum lebar menggaruk kepalanya, “kau mau yang mana?”

** **

Dua pasang mata sedang sibuk memperhatikan layar televisi 70” didepan tembok sana. Songjin mengupas apel dipangkuannya dan kemudian menyerahkannya kepada Kyuhyun.

Sesekali Kyuhyun membalikan potongan Apel tersebut kepada Songjin lagi. Istrinya itu tidak memasukan apapun sejak pagi tadi dan satu-satunya yang Kyuhyun khawatirkan adalah kondisi Songjin saat ini.

Songjin selalu menolak untuk makan. telah puluhan kali Kyuhyun memintanya untuk berhenti melakukan apa yang sedang dilakukannya dan makan walau hanya sedikit saja.

Tapi Songjin terus menolak. Kyuhyun pun paham. Dalam kondisi seperti ini, memakan apapun rasanya tidak akan enak. Tapi makan sudah menjadi suatu kewajiban bagi Songjin mengingat kini, terdapat nyawa lain bersarang didalam tubuhnya yang membutuhkan asupan gizi.

Telapak tangan Kyuhyun mengusapi lengan Songjin lembut. Tak lama, wanita itu menghentikan pekerjaannya mengupasi Apel saat kyuhyun berkata bahwa dia sudah benar-benar kenyang. “perutku sudah sebesar ini. mau bersaing dengan perutmu ya?” Kyuhyun mengejek dirinya sendiri, lalu tertawa.

Tangannya kemudian beralih mengusapi perut Songjin. Kehamilan yang menginjak bulan ketiga, tidak tampak pada tubuh Songjin. Padahal nafsu makan Songjin sudah seperti babi—tidak main-main menyeramkannya.

Tapi tubuhnya masih saja kecil dan ramping. Pasti akan membuat banyak wanita diluar sana iri. Gumam Kyuhyun tidak habis pikir.

“sudah mau tidur?” Kyuhyun bertanya ketika Songjin meletakan kepalanya pada bahunya. “Tidak. kau mau tidur?” Songjin balik bertanya. “Tidak.” Kyuhyun menolak pelan.

Mengusapi kepala Songjin dengan lembut. Kurang lebih, sejak tadi Kyuhyun sangat mengerti bahwa sebenarnya Songjin menahan tangisannya lagi. Pria itu paham. Tapi tidak tahu cara tepat yang harus digunakannya untuk membuat Songjin merasa baik-baik saja.

Kyuhyun kembali teringat akan hal yang pernah dilewatinya dulu. Ayah mertuanya pernah mengingatkan hal ini kepadanya dulu. ini membuat Kyuhyun menarik ujung-ujung bibirnya menjadi sebuah senyuman simpul.

‘kau yakin ingin menikahi putriku? Dia gadis yang manja. Tidak cantik. Tidak pintar. Tidak pandai mengerjakan perkerjaan rumah tangga. Mudah mengeluh dan cengeng. Tidak ada yang bisa dibanggakan dari putriku. Bukankah itu hanya akan menyulitkanmu saja?’

Park Seul Gi berkata sambil memindahkan benteng—maju empat langkah langsung kedepan. Memakan satu pion milik Kyuhyun membuat perbandingan posisi menjadi 1:0.

Kyuhyun bisa saja menggerakan pionnya lagi. tapi Park Seul Gi selalu dapat membuat pion miliknya termakan. Kyuhyun merasa harus lebih berhati-hati dengan hal tersebut jika dia benar ingin menang.

Jika dia serius ingin mendapatkan Songjin.

‘Teorinya seperti itu.’ Kyuhyun menjawab ringan menyembunyikan tawanya dalam tundukan. Lihatlah, bahkan Ayahmu sendiri mengejekmu—Songjin! Kau pasti akan marah besar jika mendengarnya! Gumam Kyuhyun dalam hatinya. ‘tapi kurasa itu bukan masalah yang besar.’ Kyuhyun menjawab santai.

‘apanya yang bukan masalah? Putriku tidak cantik. Itu akan membuatmu kekurangan wibawa saat kau harus bepergian keluar dengan membawa pasangan. Kau memiliki pekerjaan yang sama sepertiku. Kita sama percis. Pada akhirnya, kita harus membawa pasangan kita nanti pada pertemuan-pertemuan perusahaan. Bukan begitu?’ Park Seul Gi memiringkan kepala menatap Kyuhyun.

Pria yang ditatap masih mengamati biduk caturnya sambil memeras otak. ‘Songjin tidak pintar. Kau sendiri pun tahu, dan sering memanggilnya bodoh. Bukan begitu?’

Kyuhyun menyengir kuda. Panggilan bodoh terasa sangat familiar pada telinganya. ‘Putriku tidak pandai mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Atau bahkan dapat kukatakan sama sekali tidak bisa. Itu salahku. Aku tidak pernah mendidiknya untuk hal yang kupikir sepele seperti itu. aku lupa bahwa suatu saat, putriku harus menikah dan memiliki keluarganya sendiri. aku membiarkan Songjin besar dengan segala kemudahan, yang membuatnya malas dan tidak bisa bekerja. Itu akan menyulitkanmu, Cho Kyuhyun. bayangkan saat kau pulang kerja, kau lapar dan Istrimu tidak menyiapkan apapun. bahkan rumahmu berantakan dan kotor. Kalau aku jadi kau, aku akan memilih mati muda dari pada melihat istriku tidak bisa melakukan apapun seperti itu!’

Kyuhyun terdiam lagi. membayangkan hal itu sudah membuatnya geli sebenarnya. dia tahu dengan benar bagaimana Songjin tumbuh menjadi begitu pemalas dengan segala kemewahan yang berlimpah.

Yang Park Seul Gi katakan tidaklah salah. Tapi juga tidak sepenuhnya benar. entah mengapa, bagi Kyuhyun semua itu tidaklah penting. Padahal jelas, hal mendasar seperti kemampuan dalam mengurus rumah tangga sangat dibutuhkan didalam diri seorang wanita.

‘Putriku mudah mengeluh. Segala sesuatu yang dianggapnya tak sesuai pasti akan membuatnya berkomentar panjang. Sampai sekarang aku saja bosan mendengar keluhannya tentang ini dan itu. dan Putriku adalah gadis yang cengeng. Dia akan menyulitkanmu dengan begitu banyak tangisan. Songjin sangat mudah menangis. dia akan membuatmu kesal karena ulahnya yang menangisi semua hal. Bahkan hal yang kau anggap konyol sekalipun. Bagaimana?’

Kyuhyun tersenyum dengan bahu bergoyang. Kepalanya menggeleng beberapa kali, ‘Aku tidak tahu. tapi kupikir itupun bukan malasah besar bagiku. sebenarnya, bagiku tidak ada permasalahan yang lebih penting yang harus kuatasi, kecuali meyakinkan Songjin bahwa aku mencintainya dengan tulus, dan bersedia menikahninya bukan hanya karena perjodohan semata. Aku bersedia menemuimu walaupun aku tahu, datang atau tidak hari ini, aku akan tetap menikah dengannya. Karena perjodohan yang telah kau dan ayahku sepakati secara sepihak sebelumnya. Tapi karena aku hanya ingin meyakinkan bahwa aku serius dan tidak pernah ingin atau akan bermain-main dengannya. Hingga Songjin tidak akan berfikir bahwa kami  berkahir hanya karena perjodohan konyol orang tua untuk memenuhi obsesi dalam membesarkan nama perusahaan saja.’

Pada detik selanjutnya, Park Seul Gi terdiam memandangi Kyuhyun seksama. Wajahnya mengencang dan berubah menjadi lebih datar. Menyembunyikan suatu perasaan aneh yang membuat hatinya berdesir.

Kau cerdas Cho Kyuhyun!

 ** **

Tokoh kartun penguin dalam televisi didepannya, baru saja terpeleset dan membuatnya masuk kedalam Got. Kyuhyun tertawa melihatnya begitupun dengan Songjin.

Tapi beriringan dengan hal tersebut, Kyuhyun paham bahwa songjin tidak benar-benar sedang tertawa. Wanita itu tertawa dengan suara yang buruk baginya. Dan tarikan tangan Songjin secara diam-diam membuat Kyuhyun mengetahui bahwa Istrinya baru saja menghilangkan jejak air mata yang baru keluar. Lagi.

“Hei, aku bosan. Mau jalan-jalan tidak? sudah tidak hujan sepertinya.”

Songjin mengangkat kepalanya melongok jendela. Kyuhyun benar. tetesan hujan sudah tak lagi tampak. Tapi hasratnya mengangkat bokong untuk meninggalkan tempatnya tidak ada.

Hal tersebut membuat Songjin menampilkan wajah menekuk pada Kyuhyun. yang dikira nya akan membuat suaminya itu mengalah dan akhirnya menurut lagi, “Eish~ dasar jelek. Aku tidak akan termakan dengan rayuanmu seperti itu. ayo ambil jaketmu! Aku ingin makan tteokbokki. Sepertinya cocok dengan udara dingin sekarang. benar kan?” Kyuhyun tersenyum lebar tapi Songjin hanya mendesis membalasnya malas.

Yang tidak dihiraukan oleh Kyuhyun dan malah merasa menang karena dapat membuat Songjin menurut dengannya. Songjin menyeret kakinya malas, keluar dari kamar dengan sebuah Jaket super tebalnya.

Kyuhyun sudah lebih dulu siap ditempatnya, pria itu mengalungkan sebuah Shwl pada leher Songjin dan membelitkannya beberapa kali lalu menggumam senang, “Cha, Kajja!” ujarnya riang, merangkul Songjin membawa wanita itu pergi.

** **

Butuh waktu lima belas menit untuk Kyuhyun berkendara menuju Myeongdong. Salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Korea Selatan. Seingat Kyuhyun, didekat sini ada cart bar yang dulu sering dia dan Siwon datangi untuk bersantai sambil minum-minum sepulang kerja.

Lebih baik cart bar itu masih ada atau jika tidak, Kyuhyun sama sekali tidak berminat untuk menyantap tteokbokki itu ditempat lain. Kyuhyun terus membawa Songjin berkeliling.

Sebenarnya, dikiri kanan jalan terdapat banyak department store yang memajang tas cantik, sepatu keren, atau gaun indah. Semua itu biasanya adalah hal-hal yang membuat Songjin memekik kalap!

Kali ini sedikit berbeda. Songjin hanya mengerling memandangi deretan Depaterment Store disana tanpa meletakan minatnya lagi.

Kilatan mata Kyuhyun menjadi semakin menjadi, saat dia menemukan apa yang dicarinya. Seketika tangannya lasung menarik tangan Songjin dan membawa wanita itu setengah berlari.

Kyuhyun mungkin lupa, jika sekarang jalanan sedang licin karena es. Kadang bisa bodoh juga pria tampan itu ternyata.

“Bibi!” Kyuhyun melambai kepada seorang wanita berusia lima puluhan disana. Mendapatkan sambutan yang hangat, Kyuhyun langsung menempati salah satu lahan kosong disana. “tteokbokki satu.” Pesannya. “Kau mau?” tawarnya pada Songjin.

Istrinya itu hanya sedang sibuk memperhatikan dirinya yang entah mengapa menjadi begitu bersemangat saat sudah berhubungan dengan makanan. “Tidak.” Tolak Songjin singkat.

Kyuhyun hanya diam, dan menurnkan kapasitas maximal senyumannya mendapati lagi wajah murung Songjin. Dia memalingkan wajahnya dan kembali tersenyum kepada Ahjumma pemilik cart bar disana.

“Ini Istrimu?” pemilik cart bar itu datang menghampiri meja Kyuhyun sambil meletakan sebuah manguk besar dimeja almunium bundar tersebut. Kyuhyun mengangguk cepat berkali-kali, “Cantiknya.” Puji wanita tersebut.

Cepat-cepat dia mengelap tangan yang dipikirnya kotor dan menyodorkanya kepada Songjin. Membuat Songjin sesaat menjadi terkejut atas perlakuan tak biasa itu. “Aku Han Juri.”

“Ah? Oh!” Songjin tersenyum ramah, “Park Songjin.”

“Aigoo~ kau lebih cantik dari yang kukira! lebih dari yang sering diceritakan juga. Bagaimana ini?”

Sejurus kemudian dua alis Songjin berkerut, “apa? Memangnya siapa yang sering bercerita tentangku?” Songjin berubah antusias, dan Han Juri melirik Kyuhyun disampingnya.

Pria itu sama sekali tidak perduli dengan apa yang terjadi saat ini, kecuali kehidupannya dengan tteokbokki miliknya. Yeah. Tentu saja. Cho Kyuhyun dengan makanan.. seperti bisa dipisahkan saja.

“Ah..” Songjin melipat dua tangannya dimeja. “apa dia sering mengatakan yang aneh-aneh?”

Han Juri menggidikan bahu dan tersenyum kecut. Tanpa bisa berbohong wanita dengan rambut yang sudah hampir memutih seutuhnya itu membuka mulutnya kecil, dan bicara dengan suara sangat pelan, “terkadang.”

“Aku dengar Lho!” Kyuhyun menimpali santai ditengah proses santap mentantapnya. Songjin tertawa kecil menutup mulutnya sendiri. “apa Suamiku pernah membawa wanita kesini?” Songjin kemudian melirik Kyuhyun melalui ujung matanya.

Kyuhyun terbelak menatapnya heran. Memberikan tatapan, ‘apa kau pikir aku sudah gila?’ kepada Songjin tapi sama sekali tidak membuat Songjin berhenti menarik pertanyaan penuh selidiknya.

“Hm.. sayangnya, kau wanita pertama yang dibawanya kemari. Apa kau kecewa?” Han Juri megerang sesaat sama seperti Songjin didepannya.

“Sedikit.” Aku Songjin jujur. “aku kira wajahnya cukup tampan. seharusnya dia bisa menjadi seorang playboy kan, bi?” Songjin bertopang dagu dan memperhatikan Kyuhyun seksama.

Kyuhyun masih saja terbelak dengan segala sikap Songjin kepadanya saat ini. tapi toh, itu tidak membuat Songjin menghentikan aktifitasnya. “Lihat wajahnya. Tampan kan? Apa hanya aku yang terjebak dalam virus ketampanannya?

“Mm.. Geure. Kau benar.” Han Juri mengangguk setuju setelah ikut memperhatikan wajah Kyuhyun sesaat. “Tidak. kupikir Kyuhyun memang terlalu tampan. menurutku dia lebih tampan dari suamiku.”

Aku Han Juri membuat Songjin terbelak dalam tawa. Setelah sekian jam berlalu. Berhari-hari terlewatkan dalam suasana buruk, inilah kali pertama Songjin tertawa lagi. walau Kyuhyun sempat sebal karena dirinyalah yang digunakan sebagai Objek pelampiasan lelucon, tapi toh, hal tesebut sama sekali tidak mengurangi kebahagiaannya saat mendapati Songjin mendapatkan kembali tawanya.

Dalam diam, Kyuhyun meletakan daftar teratatas untuk berterima kasih pada Han Juri nanti. Mungkin dengan memberikan wanita tersebut pakaian yang bagus? Atau tas? Tak masalah. Apapun untuk Songjin akan Kyuhyun lakukan.

“Bibi! Jangan genit!” Songjin masih dalam tawanya. Menepuk bahu Han Juri.

“Eish~ kau pikir aku bercanda?! lihat suamiku disana. Wajahnya tampak tua dan galak. Saat muda dia pun tidak tampan. aku juga heran kenapa aku mau menikah dengannya dulu. apa dia memberikanku guna-guna?”

“Bibi—hahaha!!”

Kyuhyun kembali tersenyum lega. Memperhatikan Songjin dan Han Juri dengan tawa tipis mengambang. Rasa terima kasih tidak putus disampaikannya bagi Han Juri dalam gumamannya.

‘Songjin gadis yang boros. Dia terbiasa mendapatkan apa yang diinginkannya, dan aku tidak pernah untuk berkata tidak dengannya. Itu bukan salahku. Kukira, semua orang tua akan memiliki alasan yang sama dan melakukan hal yang sama, menyenangkan anak-anak mereka. hanya saja, caraku mungkin berbeda. aku hanya melakukannya sesuai dengan apa yang mampu kulakukan. Nantinya, itu akan menyusahkanmu, Cho Kyuhyun.’

‘aku masih bisa mengatasinya. Kalau kau belum tahu, aku memiliki lima puluh persen saham atas perusahaan dan tidak sulit bagiku untuk memberikan apa yang kau berikan kepada Songjin. Jika kelayakan hidup yang kau maksud, akan kupastikan bahwa seluruh kebutuhan Songjin tidak akan berubah saat dia hidup bersamaku nanti’

‘Cho Kyuhyun—apa yang kau sukai dari putriku sebenarnya?’ Park Seul Gi menatap Kyuhyun terheran.

Sedangkan pada sisi lainnya, Kyuhyun hanya dapat membisu dengan gelengn pelan, ‘Aku tidak tahu. apa menurutmu mencintai seseorang membutuhkan alasan? Tuan Park?’

‘aku memiliki alasan mengapa aku mencintai istriku.’

Kyuhyun kembali terdiam, ‘kalau begitu, aku belum menemukan alasanku. Apa itu suatu masalah besar, Tuan Park?’

‘apakah tanpa alasan seperti itu, kau yakin akan tetap mencintai putriku selamanya? Rasanya tak masuk diakal bagiku’

‘aku tidak tahu.’ desah Kyuhyun pelan, ‘tapi akan kucoba. Aku akan mengusahakannya. Aku tidak bisa menjanjikan apapun kecuali kepastian bahwa aku akan terus berusaha.’

‘aku tidak pernah membuat putriku menangis. aku tidak suka melihatnya menangis. aku tidak ingin suatu saat dia kembali padaku dengan tangisan besar dan cerita bahwa kau meninggalkannya begitu saja!’

‘aku juga tidak suka melihatnya menangis. aku lebih suka mendengar teriakannya yang seperti manusia rimba. Tampak seperti gadis dengan otak sel terkecil sedunia dari pada menangis. apalagi pergi meninggalkanku dan kembali lagi padamu setelah kami menghabiskan waktu bersama. Kau bisa pegang janjiku, bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi.’

‘aku tidak suka dengan janji, Cho Kyuhyun—‘

‘kalau begitu berikan aku kesempatan untuk menunjukannya. Bahwa aku berkata benar dan sedang tidak hanya mengumbar janji.’

‘sayangnya, putriku bukan permainan monopoli yang memiliki kemungkinan adanya kesempatan dalam setiap langkah. Aku tidak akan membiarkan putriku, menjadi bahan percobaan kesempatan bagi siapapun itu’

** **

Hujan turun kembali tiba-tiba. Kyuhyun dan Songjin yang sedang berjalan santai menyurusi trotoar langsung panic dan berlarian kecil untuk menghindari tubuh akan basah kuyup.

Sialnya, tidak ada tempat tertutup lainnya saat ini karena ternyata kini sudah jam satu malam. hampir seluruh pertokoan tutup, dan jikapun ada tempat kecil untuk berteduh, pastilah sudah penuh dirubung orang banyak.

Kyuhyun terus menyeret Songjin dan memasukan diri kedalam sebuah kotak telepon umum bersama Songjin. Tangannya lalu sibuk membersihkan air yang sudah terlanjur membasahi tubuh Songjin dengan sigap.

Titik-titik air pada jaket Songjin pun tak luput dari sapuannya. Padal jaket tersebut cukup tebal dan tidak mungkin akan membuat air tersebut merembes kedalam—membuat si pemakai menjadi basah.

Songjin memperhatikan Kyuhyun dalam diam. tingginya yang terlampau jauh dari Kyuhyun, membuatnya harus mendongak agar dapat menatap dengan jelas bagaimana wajah rupawan Kyuhyun.

Mata besar Songjin mengamati rahang wajah kyuhyun yang tidak begitu tegas, tapi jelas kokoh. Bibir tebal Kyuhyun dengan warna plum. Mata Hazel Kyuhyun dan bulu matanya yang kecil-kecil—yang akan bergerak setiap Kyuhyun berkedip.

Hidung pria itu mancung. Dibandingkan dengan miliknya, sepertinya Kyuhyun lebih mancung. Pipi Kyuhyun gembil. Gelambir lemak, tidak dapat disembunyikan lagi sepertinya. Songjin sering memaksa Kyuhyun untuk ikut berolah raga denganya. Tapi kyuhyun menolak malas, dan dengan tambahan bahwa tanpa perlu berolah raga saja, istrinya itu sudah nyaris pingsan saat mendapatkan kerlingan nakal darinya.

Cho Kyuhyun selalu percaya diri. Tapi hal tersebut selalu membuat Songjin merasa senang.

Berada didekat kyuhyun membuatnya bahagia. Membuatnya lupa sesaat, bahwa hari ini adalah hari pemakaman Ayahnya. Pria yang telah membesarkannya selama dua puluh satu tahun.

Yang sudah memberikannya penghidupan dan kasih sayang. yang mengajarkannya bagaimana cara menunggangi sepeda. Satu-satunya pria yang selalu merasa cemburu saat Songjin lebih memilih untuk pulang bersama teman pria nya dari pada dijemput dengannya.

Orang pertama yang akan protes, saat Songjin melakukan hal yang salah, tapi tak akan pernah lepas tangan dan terus membantu. Menjadi pengacara terhebat yang selalu membela mati-matian, walau Songjin berada diposisi yang salah.

Satu-satunya pria, yang menemaninya berjalan menyusuri altar dan pada akhirnya menyerahkan dirinya, serta seluruh tanggung Jawab dalam mengasuh, mendidik dan menjaga dirinya kepada Kyuhyun.

Air mata Songjin perlahan merembes lagi.

Tubuh Kyuhyun sekonyong terdorong kebelakang. Sedikit kaku karena Songjin tiba-tiba memeluknya erat. Akhirnya, setelah sekian lama, Songjin kembali menumpahkan tangisannya.

Songjin yang cengeng. Bisa menahan air matanya lebih dari dua  belas jam. Adalah hal terhebat yang pernah Kyuhyun tahu. Kyuhyun tersenyum simpul ditengah aktifitasnya menghirup aroma tubuh Songjin.

“Gwaenchana.” Kata menenangkan itu akhirnya keluar dari mulutnya. lengkap dengan tepukan ringan pada punggung Songjin. Semua memang akan baik-baik saja. Kyuhyun tahu itu karena dia tahu bagaimana rasanya ditinggalkan orang tua.

Dalam kasus ini, Songjin mungkin memiliki tingkatan lebih berat darinya. Songjin dan Park Seul Gi telah melewatkan banyak hal bersama selama sekian lama. dan pergi begitu saja secara tiba-tiba, pasti akan terasa mengejutkan.

Tapi satuhal yang Kyuhyun yakini adalah bahwa semuanya akan baik-baik saja. dia tahu benar dengan hal itu. dan dapat meyakinkan Songjin, bahwa semuanya akan menjadi baik-baik saja. terlebih lagi, dia akan selalu bersama dengan Songjin—sampai wanita itu akan merasa bosan karenanya.

Tubuh Kyuhyun terus terasa terjepit, ketika Songjin semakin mengeratkan rengkuhannya sambil menangis tersedu.

Oke. Jadi ini adalah akumulasi stock dua belas jam yang tertunda itu. sepertinya akan sangat banyak keluar setelah ini.

Terhitung hampir satu jam penuh Songjin menangis. Kyuhyun yakin, mata wanita itu sudah membengkak seperti panda saat dia menarik wajah Songjin nanti. Kyuhyun hanya berharap agar dia tidak keceplosan tertawa, karena pasti Songjin akan sangat lucu nanti.

“wow. Kau benar-benar bertenaga kuda ya?” Kyuhyun membuka suara. Mencoba membuka sebuah percakapan dengan pertanyaan penuh nada mengejek yang sebenarnya tidak dimaksudkannya.

Sama sekali tidak ada maksud Kyuhyun untuk mencibir, tapi Park Songjin benar-benar kuat untuk hitungan seorang wanita yang sedang membawa nyawa lain didalam tubuhnya, dan berdiri selama ini dengan Boots tebal berhak nyaris dua belas centi.

Songjin masih terisak didadanya. Sama sekali tidak berminat untuk menarik wajahnya sama sekali, “apa senyaman itu berada disana?” tanya Kyuhyun terheran.

Apa rasanya senyaman saat dia memeluk tubuh Songjin untuknya sendiri? atau tubuhnya juga menyimpan aroma menarik, yang diam-diam Songjin sukai? Seperti dia sendiri yang sangat menyukai aroma tubuh Songjin, terlebih ketika wanita itu baru saja terbangun dipagi hari.

Sadar akan sesuatu, Songjin melepas rengkuhannya. Dia mengelap air matanya, dengan punggung tangan dan lalu menyandarkan tubuhnya pada kaca dibelakangnya. Kotak telepon umum ini memiliki ukuran yang sempit. Dan harus berbagi dengan orang lain merupakan sebuah perjuangan berat baginya.

Songjin menghela nafasnya panjang namun sesaat kemudian tubuhnya terhuyung ketika Kyuhyun kembali memaksanya untuk merengkuhnya lagi, “Siapa yang bilang kalau kau boleh melepaskanku?”

Songjin mengusap air matanya lagi dan membuka suara pelan, “Aku pikir kau lelah.”

Yeah. Memang.  berdiri tegap selama satu jam penuh. Menyangga tubuh seorang wanita yang sedang mengadung, bukanlah hal yang mudah. cukup melelahkan juga. tapi apa perdulinya? Berada dalam rengkuhan Songjin itu adalah tempat ternyamannya. Tidak akan didapatinya walau akan mencari ditempat lain. Membeli dengan seluruh kekayaannya.

“Appa… dia sudah tenang kan?” Songjin bersuara pelan.

“dia sudah bertemu dengan orang tuaku sepertinya. Atau mereka sedang membicarakan diri mereka satu sama lain sambil minum-minum? Kurasa mereka sudah saling berkenalan juga. Kau tenang saja.”

Songjin tersenyum lemah. Namun setitik air mata kembali muncul, “aku bukan anak yang berbakti. Selama hidupnya, aku tidak pernah membuatnya bangga memiliki anak sepertiku.” Tukas Songjin dan wanita itu kembali menangis kencang.

Kyuhyun menggeleng kepalanya berkali-kali, “Hm.. sepertinya itu tidak benar. kalau aku tidak salah ingat, ayahmu sangat bangga denganmu.”

‘Putriku bukan orang yang pintar, tapi dia tidak bodoh. Aku yang mendidiknya selama ini. aku tahu bahwa putriku memiliki kemampuan. Dia mungkin agak sedikit terlambat dalam mencerna sesuatu, tapi aku pastikan bahwa dia tidak akan pernah menyerah untuk mencoba.’ Park Seul Gi menggeser biduk kudanya pada kesempatan langkahnya.

‘aku lebih tahu tentang hal itu. kurasa.’ 

Kyuhyun tersenyum santai. Menggerakan pionnya memakan kuda milik Park Seul Gi. Point mereka kini adalah 9:5. Bisa tebak siapa yang 9?

‘kau terlalu percaya diri, Cho Kyuhyun’

‘aku selalu bersama dengan Putrimu hampir dua puluh empat jam. Bahkan saat kau tidak ada dirumah, karena harus bepergian, apa Songjin tidak pernah bercerita kalau dia sering menginap dirumahku?’ Kyuhyun menarik ujung bibirnya menjadi sebuah smirk yang menyeramkan, ‘kami tidur diranjang yang sama’

Kyuhyun menggerakan bentengnya dua langkah saja, dan kembali memakan kuda kedua milik Park Seul Gi setelah pria berusia lima puluhan itu menggunakan kesempatan bergeraknya dengan menggeser pionnya saja. 9:6!

‘aku percaya dengan putriku. Dia tidak mungkin melakukan hal yang dapat membuat nama baikku tercoreng!’

‘tapi aku juga pria Normal. Putrimu mungkin tidak, tapi Apa kau tidak berfikir bahwa aku bisa saja melakukan sesuatu dengan Putri mu?’ Kyuhyun mengerling nakal. Dan Park Seul Gi berganti menarikan ulasan senyum berbahaya.

 ‘Putriku bukan gadis sembarangan. Aku percaya dengannya seribu persen bahwa dia tidak akan pernah mengecewakanku.’

‘Geure. Sejujurnya, kami memang tidak melakukan apapun. hanya Songjin yang dimataku sering seperti sedang menggodaku saat dia jalan dengan mata tertutup dalam tidurnya dan menghampiriku tiba-tiba atau Siwon Hyung dikamar. Itu kebiasaan buruknya.’

Kyuhyun tertawa bersamaan dengan Park Seul Gi. Keduanya sama-sama menertawai sosok yang sama. Menggelikan, tapi juga lucu. Bodoh, tapi juga aneh. Park Songjin selalu mengherankan! Sampai sebesar itu, kebiasaan ‘tidur berjalannya’ masih saja ada.

‘Songjin takut dengan gemuruh petir. Dia pasti tidak akan bisa tidur saat ada hujan kencang dengan petir datang. Dia akan mencari seseorang untuk menemaninya. dan aku lebih sering menemaninya bahkan saat gemuruh petir tidak ada dimalam hari. Tapi saat dia merindukanmu, ketika kau tak kunjung kembali dari perjalananmu.’

‘aku memiliki alasan untuk itu’

‘sebaiknya alasan yang tepat. Karena aku selalu dibuatnya pusing dengan cerita bahwa dia kesal padamu, saat kau yang seharusnya datang pada acara kunjungan wali murid, tak ada satupun dari Ayah atau Ibunya yang bisa datang. Songjin selalu mengeluhkan hal yang sama setiap saat. Dia merindukanmu, tapi kau tidak pernah ada untuknya. Dan semakin hari, jarak kalian semakin terpaut nyata.’

Park Seul Gi terdiam, ‘aku tahu, seburuk apapun itu, Songjin tak pernah sekalipun akan mengecewakanku. Dan aku tidak pernah kecewa dengan putriku. Dia gadis terhebatku. Gadis paling pintar, kuat dan berani yang pernah kukenal, Kutahu, dan kumiliki selama ini.’

** **

“Ayahmu, adalah salah satu orang hebat yang kukenal. Songjin. Dia benar-benar kokoh, dan kuat dalam pendiriannya. Kau tahu, nasibku buruk saat bermain catur dengan ayahmu dulu. dia bilang aku tidak bisa menikah denganmu kalau aku kalah dalam permainan catur kami. Jahat sekali kan? Kalau semua pria diperlakukan seperti itu, kau akan jadi Perawan tua karena semua Pria yang mencoba melamarmu, akan kalah dalam pertandingan catur dengannya! Siapa yang tidak tahu kalau Ayahmu pamin catur hebat?”  Kyuhyun setengah mengomel. Mengingat pertandingan caturnya dulu dengan Ayah mertuanya itu membuatnya terheran-heran.

“tapi, aku akan seperti itu dengan anak perempuanku nanti. Akan kubuat mereka sulit dan lelah untuk mendapatkan putriku. Aku mengerti, mungkin karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang Ayah. perasaan seperti itu… menonton anakku tumbuh, mengajarinya banyak hal, melakukan semuanya bersama, melihatnya mulai beranjak dewasa dan harus menerima kenyataan bahwa pada akhirnya, anakku harus pergi meninggalkanku. Dengan pria lain. Rasanya kacau, kau tahu? tidak semudah itu mendapatkan mutiaraku!”

Kyuhyun berbicara panjang. Alih-alih membaca pikiran Ayah mertuanya, dia malah menjabarkan sendiri apa yang dirasakannya.

Songjin mengerutkan dahinya tidak mengerti. Sebenarnya, dia sendiri tidak mengerti dengan apa yang kyuhyun katakan sejak tadi. “bermain catur? Kalian bertanding? Kapan?” Tanya Songjin sembari mengingat, kapan terakhir kali Kyuhyun duduk bersanding dengan Ayahnya dan memainkan permaian keramat kesukaan sang Ayah tersebut.

Tapi Nihil, atau mungkin daya ingatnya saja yang payah!

“Oh!” mulut Kyuhyun terkatup rapat, dia melukapan sesuatu, “kau tidak tahu~ sebenarnya seperti itu.”

“….seperti itu.. seperti apanya?” Songjin semakin bingung dan Kyuhyun menikmati ekspresi kebingungan Songjin sampai dia merasa puas.

Sepuluh detik setelahnya dia lalu menarik dagu Songjin dan mengecup bibir tipis tersebut singkat, “mendapatkamu. Penuh perjuangan, kau tahu?” Jelas Kyuhyun tajam.

“Ah, Bodoh~” Kyuhyun menyentil dahi Songjin saat tanda tanya itu jelas masih terpampang nyata didepan dahi Songjin besar-besar. bodoh sekali istrinya ini, dijelaskan berkali tidak juga paham.

Atau sebenarnya, Songjin memang tidak tahu menahu tentang pertemuannya dengan Park Seul Gi, dan membuat pertandingan dadakan, dengan taruhan putrinya sendiri.

Kyuhyun baru tersadar bahwa saat itu, Songjin sedang berlibur ke Hawaii dengan Ibunya. Haah—tentu saja wanita itu tidak tahu apa-apa!!

Kyuhyun kembali mengamati wajah Songjin dalam diam. Songjin sedang sibuk memperhatian turunnya hujan begitu deras dengan kendaraan berlalu lalang didepan mereka.

Tatapan Songjin masih terlihat kosong. tidak berbinar-binar seperti biasanya. Seperti saat Kyuhyun baru pulang kerja, dan Songjin tiba-tiba menyodorkan sebuah menu, percobaan pembuatan racunnya saat itu—memaksa Kyuhyun mau tidak mau harus mencicipi hasil kerja tangan Songjin dengan pasrah.

Nafas Songjin berhembus satu persatu. Perlahan-lahan, karena wanita itu sedang mencoba untuk menahan tangisannya lagi. atau setidaknya, membuat air mata itu bertahan lebih lama untuk keluar, seperti yang dilakukannya sejak tadi siang.

Tapi Kyuhyun tidak suka melihatnya. Songjin terlihat seperti mayat hidup saat sudah seperti itu. tidak bicara, tidak tersenyum apalagi tertawa. Tidak mau makan, tidak bisa melakukan apapun dan hanya diam seperti patung.

“Gwaenchana,” Ujar Kyuhyun menangkup wajah Songjin dengan dua tangan besarnya, “Menangis saja sepuasmu kalau kau mau.”

Kyuhyun tersenyum ramah, tapi Songjin menggeleng dan kembali mengalihkan wajah pada trotoar diluar. Hujan masih saja turun tak kunjung reda. “Kau sendiri yang bilang, menangis tidak menyelesaikan permasalahan. Menangis tidak akan mengembalikan Appa—“ Gumam Songjin pelan.

Ada nada kecemasan didalamnya. Membuat suara lembut Songjin menjadi bergetar. Kyuhyun mengangguk membenarkan. Dia selalu berkata bahwa menangis memang tidak akan menyeselaikan apapun.

Juga tidak akan mengembalikan apa yang telah rusak, pergi, atau hilang. Tapi bukan itu intinya, “Kadang menangis juga diperlukan sesekali. Untuk mengekspresikan bagaimana perasaanmu.” Kyuhyun menjelaskan dengan sabar.

“aku sedang sedih. Tentu saja. Ayahku mati. apa aku juga harus mengekspresikan yang satu itu?” tanya Songjin konyol. Membuat Kyuhyun sedikit tertawa pelan, “kalau kau mau.”

Songjin terdiam dan masih saja sibuk mengamati jalan-jalan di Trotoar jalan raya Kota Seoul yang walau sudah tengah malam begini, masih saja cukup ramai. Padahal sedang hujan. Dan pertokoan telah tutup.

Bulir air matanya kembali jatuh. Bibir pink wanita itu bergetar, tapi Songjin masih tidak mau menangis meraung seperti sebelumnya. Atau sepertinya, dia sudah lelah untuk menangis.

“aku tahu Ayahku akan senang disana. Keluargamu orang yang baik kan? Ayahmu tidak suka berkelahi dan membuat masalah sepertimu kan?”

“HAAH!” Kyuhyun mendelik terkejut. Park Songjin! Apa-apaan kau ini?! “Tentu saja tidak! apa kau gila?! Dan siapa yang kau bilang suka berkelahi? Membuat masalah? Itu kan kau! Cih!”

Songjin terkekeh pelan. wajah Kyuhyun saat ini sebenarnya yang membuatnya tertawa. Kyuhyun terlihat seperti Anak lima tahun yang baru saja berdebat karena mainannya dirampas anak lain. Dan sedang menjelaskan mati-matian, bahwa dia tidak bersalah.

Songjin kembali tertawa. Dia meletakan dua tanganya pada pundak Kyuhyun, kemudian berjinjit dan mengecup bibir Kyuhyun kilat. “Gomawo.” Ucapnya setelah itu. “kau tidak akan pergi kan?”

Bibir Kyuhyun mengerucut. Sejenak pria itu terdiam seraya berfikir, “aku tidak tahu seperti apa takdir berjalan. Tapi selama nasib buruk tidak menginterupsi, rencanaku masih sama seperti delapan tahun yang lalu. aku berniat terus mengekorimu sampai kau mati bosan dan menendangku, Joha?”

“aku tidak akan menendangmu, asal kau tahu.” Jawab Songjin cepat. Dia kembali mengecup Kyuhyun sebagai rasa terima kasihnya yang mendalam. Kali ini, merasa begitu beuntung dalam hidup karena berhasil menemukan seseorang seperti Cho Kyuhyun.

“dimana lagi aku akan menemukan pria kaya yang bisa pasrah kusedot uangnya? Tampan hingga tidak memalukan jika ingin kupamerkan ke orang banyak. Membuatku bisa merasa pintar saat sedang bersama?” Songjin menautkan bibirnya rapat dan menarik dua ujungnya hingga membuatnya menyerupai sebuah senyuman.

‘Skak Mat’ Kyuhyun tersenyum puas. Benteng-nya berhasil mengepung raja milik Park Seul Gi. 9:7! Tapi Kyuhyun berhasil mengunci raja. Skor tidaklah penting. Apalagi jumlah biduk yang telah termakan.

Park Seul Gi tercengang sesaat. Hampir tidak pernah terbayangkan bahwa dia akan kalah, melawan pria berusia dua puluhan karena sialnya, dia tidak pernah kalah dengan siapapun dalam bermain catur Omong-omong.

Sejenak, Park Seul Gi berdehem, meluruskan pita suara yang agak kacau, ‘Kau harus tahu bahwa kau harus menjaga putriku dengan baik. mencintainya dengan baik. mendidiknya dengan baik. dan menghidupinya dengan baik. Aku tidak butuh alasanmu, mengapa kau mencintai putriku. Aku hanya butuh agar kau terus bersamanya. Kuserahkan putriku padamu. Jaga dan Jangan kecewakan aku.’ Park Seul Gi berucap santai. Tapi jelas penuh penekanan, dengan nada rendah hingga semua orang akan tahu bahwa pria tersebut sedang berbicara sangat serius.

Kyuhyun diam. tahu bahwa sejurus dengan kalimat-kalimat itu meluncur, tanggung Jawabnya bertambah. Mengatakan kepada Songjin bahwa dia mencintainya memang bukan perkara mudah. tapi sekarang, satu ganjalan telah lenyap. Kyuhyun bisa sedikit berlega hati.

‘Arrachi?’

‘Ye, Tuan—‘

‘what? Dude, Call me Aboji!’ 

Kyuhyun mengangkat wajahnya beriringan dengan senyum pada kedua wajah pria disana begitu lebar mengulas, ‘Ye. Aboji!’

Baru kali inilah Kyuhyun merasa biasa saja, ketika Songjin meledeknya. Tidak ada hasrat ingin menjitak apalagi menoyor kepala wainta itu karena baru saja bersikap seperti wanita matrealistis.

Tapi itulah Park Songjin. Kyuhyun sadar, Saat dia berkata ‘aku bersedia’ saat itulah dia harus menerima segala sesuatu pada diri Songjin, entah itu baik maupun buruk.

Kyuhyun menarik bibirnya—tersenyum, “Kau, yakin tidak akan bosan? Sepertinya kita akan terjak bersama sangat lama. aku bukan tipe pria menyenangkan dan cukup membosankan sebenarnya.”

“Eung.. aku suka pria membosankan.” Songjin mengangguk yakin. “kau, apa yakin mau terjebak denganku dalam waktu yang lama? aku bisa saja menghabiskan seluruh kekayaanmu—“

Kyuhyun tersenyum sinis mendengarnya, “sepertinya tidak masalah kalau yang menyedot uangku wanita bertubuh sexy, yang bisa kuajak untuk bersenang-senang.” Tukasnya nakal. Seperti pria yang sering menghabiskan waktunya untuk menggoda wanita di kelab. “apa kita Deal?” lanjutnya dengan wajah meninggi. Sengaja distel seperti mafia yang sedang melakukan transaksi.

Songjin mengernyit memandangi tangan Kyuhyun didepan dadanya, “I don’t do shake hands,” ucapnya lalu berjinjit dan mengecup bibir tebal Kyuhyun sampai melumat. Selama beberapa saat, membuat Kyuhyun memilih untuk menikmati saja dan menurunkan tangannya tadi, beralih meletakan pada kanan kiri pinggang ramping Songjin.

“I do Kisses, Sweetheart.” Songjin mengulas senyum memperhatikan wajah panic Kyuhyun sesaat dan kembali mengecupnya ringan.

“HEH!” Kyuhyun membelak. “Genit! Belajar dari mana kau yang seperti ini?! kau pasti diam-diam sering membaca sesuatu yang aneh-aneh dari Internet, Ayo jujur~!!” Kyuhyun mengerang tapi kembali harus pasrah saat Songjin meletakan bibirnya lagi pada bibirnya. Merasa terkejut walau dalam hati teriakan I do terus menggema.

I Do~

191 thoughts on “[KyuJin Series] Marry Your Daughter

  1. terharu sama kyuhyun yang ternyata dia berjuang untuk mendapatkan songjin bukan hanya karena perjodohan semata tapi dia benar2 melamar ke ayah songjin,ayah songjin benar2 sangat sangat sangat sayang sama songjin,songjin pasti terpukul banget orang yang paling dia sayang harus pergi meninggalkan dia selamanya,kyuhyun dan songjin sangat romantis,gak tau mau ngomong apa lagi,aku yang baca aja campur aduk,keren banget dan baru sekarang mereka menghabiskan waktu berdua dengan sangat romantis ditemani hujan tidak dengan bertengkar wkwkwk

  2. turut berduka cita ya songjin :’) ga nyangka bgt sumpah ayah songjin meninggal 😥 baru aja kemarin di pesta wonpa msh bodor ngmongin psangan kyujin:( sedih sumpah:'( pasti songjin shock bgt, sedih, khilangan, tertekan:( sbr y syg:’D smoga klian yg d tinggalkan dkasih ketabahan:’)
    smoga sikap baik kyu ga cm pas songjin lg terpuruk aj! igt itu kyu!

    biasaa ada bbrp slh ketik hhe

  3. nangis baca ini… Songjin aku tau perasaan kamu.. aku merasakan itu.
    Kyuhyun perjuangannya bener” keras untuk dapetin Songjin. aku Salut banget sama Kyuhyun.
    Seul Gi ayah yg keren.

  4. aku ngerasa terharu, sedih plus agak konyol bacanya, ngeliat ayahnya songjin yang bener-bener ngelindungin anaknya bikin terharu, tapi sedih karena dia harus tutup usia, dan agak konyol pas ngebaca dialog mereka.

  5. Sedih bacany, songjin bner bner sayang sama ayahny, ayahny jga sayang banget sama songjin. Suka sama karakter kyu disini, nenangin songjin, bisa bikin songjin senyum lagi

  6. Ikutan sedih liah Park Seul Gi Appa meninggal T.T , terhura banget liat perjuangan Kyu buat dapetin Songjin :’) , yaampun Kyu kamu cowok terbuat dari apa sampe mencintai wanita matrealistis , pemalas , suka teriak-teriak , gak sopan dan gak bisa masak ck Cinta memang buta 😀 , suka banget liat perlakuan Kyu buat nenangin Songjin so sweet banget ^^

  7. Salut buat kyu ternyata sebelum nikah ma songjin perjuangannya lumayan tu,suka ma sikap kyu yang bisa bikin mood songjin baikan bener2 romantis

  8. Then there’s youuuuuu.
    Penggambaran sosok ayah yang sangat sempurna. sukaaaaaaa bangey.
    Kadang2 sosok ayah sering terlupakan Tapi beliau tetap berdiri kokoh.
    Aaaaahhhh kangen bapak jadinya

  9. Akhirnya ada jg saat dmana kyujin ga bertengkar dn berdebat!! Meski sedih krna songjin khilangan ayahnya,,pi kyu akhirnya mampu membuat songjin tegar dn kembali tertawa!! Sweettt momen!!

  10. Walupun udah tau critanya te2p aja nangis bcanya..
    Karna seberapa keras aku memimpikan punya ayah seperti itu besok klo ada seorang pria melamarku tidak pernah terjdi..aku hidup bersamanya hanya 17taun aja..bner2 iri banget ma park songjin..*curcol*

  11. Setuju bgt sma Kyu,lbh milih Songjin yg kaya tarzan drpd diem nahan tangis,…
    Park seul gi sosok ayah yg hebat, qu iri liat mereka,
    Untung Kyu selalu ada bwat songjin, mnjadi sandarannya bwat ngadepin masalah…

  12. Sedih yaa pas ngenang ayah nya songjin, apalagi gimana kyuhyun perjuangin songjin. Ternyata bukan cuma tentang perjodohan tapi emang kyuhyun bener bener ngelamar songjin ke ayah nya, salut 👏
    Kyuhyun sama songjin bener bener lagi romantis2 nya tanpa harus ribut

  13. Feelnya dpat banget, jd ikut ngerasain sedihnya songjin.. di part ini jd tau perjuangannya kyu buat dapetin songjin gmn.. bukan sekedar perjodohan doang ternyata tp kyu bener2 ngelamar songjin ke ayah nya. Kau keren kyu👏👏

  14. Semangat songjin ✊ msh banyak orang yg selalu berada di dekatmu, terutama suami tercinta 😁.. gak nyangka kyuhyun berjuang demi dpt restu langsung dr appa songjin, padahal mereka sudah pasti menikah. Good job Cho KyuHyun 👍👍👏👏

  15. waahh…ni part bkin sedih…g nyangka tn park prgi gtu ajj…songjin..ksian x d tnggal org yg sngt” d syngi yg sllu jd pmbelany wlo dy slh..wlo trkdng sprti d abaikan krn sbuk b’prgian..org yg akn mnrutin ap yg dy mau…jd bgtu byk diam,,g scrwet biasany…
    kyu…awesome…trnyta prjuangn demi mnikhi so yeoja yg ktny g cntik, g bs msak, g becus n laen”ny…hrus bs ngalahin master of catur..ckck
    dah gtu wlo smpet mrsa sdkit t’intimidasi krn tn park ta sprti biasany…pi akhirny dpt mnglhkan wlo skorny msh klh…
    ending part..so sweet..jrng” songjin bgni..kkk

  16. Sedih baca bagian ini ayahnya songjin meninggal, ternyata dibalik seringnya songjin ditinggal krn pekerjaan ayahnya sayang bgt sm dia sampe2 gak rela jg itu nyerahin songjin ke kyuhyun.. Wahhh jd kyuhyun ud cinta dr sblm nikah ya sama songjin, tp kok blgnya jatuh cinta pas liat songjin di altar hehehe
    Songjin ini lucu ya kali bpknya sm bpk si kyu bisa berantem di akherat wkwk

  17. Ini bukan Songjin yang biasanya. Karena kondisi. Sisi lain dari Songjin yang katanya bodoh, ceroboh dan suka belanja. Dia jadi anak manis dan Kyuhyun berusaha buat ‘mengembalikan’ Songjin. Walaupun gak ditulis Flasback langsung tp ngerti yg ini lagi flasback yang ini sekarang. Campur aduk baca ini.

  18. sosweet cara kyuh merebut soongjin dari ayahnya benr2 wajib diancungin jempoll … kyuh bnr2 bikin terlena …
    jangan sesih lah songjin kyuh selalu adh disisi mu sedih bnget ketika kita kehilangan seseorng tuk selama lamnya …

  19. Pantasan sifat songjin konyol dan bar-bar. Ternyata ayahnya yg menuruni sifat itu ke songjin.
    Untung si evill menerima semua sifat buruk songjin dg lapang dada. Ternyata si evill udah lama mencintai songjin.

  20. Yawla feelnya bener2 dapet banget … ternyata kyu nikahin songjin juga butuh usaha ekstra.. kyu udah mikir kalau kelak dia akan menyusahkan pria yang mau nikahin anak perempuannya, eeh ternayata anaknya kan cowo haha

  21. Perjuangan penuh but nikahin songjin.. Eh udah nikah malah sering disembur 😂😂 Evil emang
    Tapi sebelumnya, turut berduka cita buat songjin
    Sebenernya aku bingung harus komen gimana tapi yang jelas ini keren feel nya kena banget… Mata gw panas sebenernya ini cuman sekarang bacanya di deket mama kalo mewek pan nggak lucu😂😂

  22. Sedih memang kalo ditinggal orng pling disayang.. Harusnya ayah songjin bisa liat lucunya si karung beras a.k.a Hyun gi.. Tapi Songjin untungnya dpt suami pket komplit kdng bsa protektif kyakk sosok appa kdng jd partner berantem kyak anak kecil hehehe.. Galuuuuh semangat terus yaaa bkin krya” keren lainnya.. Oya aku follow ig kamu loooh:)

  23. kebayang nanti kalo ada diposisi songjin gimana sakitnya. Waktu terus berjalan, semakin pendek umur manusia seriring berjalannya waktu. Suasana pas baca part ini kayak mendukung banget, ada kabar duka juga dari mbak jupe. Walaupun ga pernah ketemu tetep sedih saat tau dia sudah pulang, kembali ke Tuhan. Beruntung bagi songjin karna ada kyuhyun disisinya, gimana sang ibu? Songjin anak tunggal kan?

  24. Ga nyangka klo di part ini ayahnya songjin bakal meninggal .. ga bisa liat cucu pertama dong .. sedih .. turut berduka cita ..

    Tapi ada sisi baiknya .. kyuhyun jadi perhatian khawatir sama istrinya ..

    Terjebak di box telpon di tengah hujan .. sampai akhirnya kiss .. sumpah ini adegan romantis banget

  25. Endingnya manis sekaleeee😍😍😍
    Btw aku kepikiran… di rumah kyujin gak ada pembantu yah? Wkwkwk soalnya kan di bilang bapaknya songjin kalo dia gak bisa ngerjain pekerjaan rumah wkwk

  26. Sumpah…. Nyesek bgt… Nangis kejer beneran ini mah… Tapi kyu so sweet… Aku kira mereka emang awalnya karna dijodobin…. Tapi yg namanya ayah ya, pasti pengen putrinya dapet yg terbaik😍

  27. Perjuangan kyuhyun untuk mendapatkat restu ayah soojin ternyata tak segampang itu huaaa aku terharu😭😭 walaupun akun baca lagi tetep aja tak bosan.

  28. Perjuangan kyuhyun untuk mendapatkan restu ayah soojin ternyata tak segampang itu huaaa aku terharu😭😭 walaupun aku baca lagi tetep aja tak bosan.

  29. Kehilangan salah satu dari orangtua kita itu bener-bener menyedihkan. …. rasanya seperti ada sesuatu yg hilang dari diri kita .

    Tapi ,btw kyuhyun sosweet bgt …..bener-bener bisa ngejinakin Songjin .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s