[KyuJin Series] Love Disease 2


Author: GSD

Title: Love Disease

Cast: Cho Kyuhyun, Cho Songjin, Choi Siwon, Choi Gyuwon, Lee Donghae, Kim Eun Soo, Henry, Oh Min Ji.

Rating: PG 16.

Length: Twoshot

If you really love someone, even if there was a million reasons to leave, you would still look for the one reason to stay

“Sebenarnya kau tidak perlu repot-repot.”

Songjin tersenyum sembari membuka kotak kertas berisikan Mie hitam China bawaan Donghae.

Mata Songjin berkilat memandangi makanan tersebut layaknya elang yang mengincari seekor tikus bagi makan siangnya, setelah dalam waktu lama dirinya tidak makan.

Hal yang lucu adalah, entah bagaimana Songjin tidak lapar. Tapi bagaimanapun, rasanya tidak sopan kalau dia hanya mengatakan terimakasih dan meninggalkan kotak makan bagiannya begitu saja dimeja hanya dengan alasan, ‘aku sedang tidak ingin makan’. Songjin hanya merasa tidak enak Karena Donghae telah lagi lagi datang dengan membawakannya sesuatu.

Sebenarnya bukan hanya untuknya saja. Lee Donghae datang dengan tentengan makanan begitu banyak. Terlalu banyak jika hanya untuk dua orang saja.

Gyuwon dan Songjin.

Songjin kembali memandangi makan siangnya tanpa semangat. Bukan hanya nafsu makannya saja yang hilang. Tapi mood nya untuk melakukan apa saja pun telah lenyap. Alasannya? Karena Lee Donghae inilah yang membawakan berbagai macam ransum.

Bukan salah Lee Donghae. Tapi rasa kesal karena lagi-lagi dia mendapati, Lee Donghae lah yang mempertanyakan apakah dia telah makan? apa yang dibutuhkannya sekarang? bagaimana keadaannya saat ini? bagaimana kabarnya hari ini?

Rasanya terdengar miris, ketika hal sepele itu seharusnya didapati dari seseorang dengan status lebih pasti, seperti suami. Tapi suaminya malah seperti hantu yang menghilang sejak tiga hari yang lalu.

Jangan bermimpi untuk mendapatkan hal seperti itu. sepertinya terdengar terlalu muluk-muluk. Hanya untuk sebuah panggilan saja Kyuhyun tidak melakukannya kecuali kemarin malam, dan sialnya—itu bukanlah waktu yang tepat.

Songjin nyaris pingsan karena dia baru saja kehabisan oksigen setelah mendapati Eun Soo pingsan didepan matanya. Bukankah dia sudah mengatakan hal itu kepada Kyuhyun saat itu? bahwa dia panic?

Sepertinya Kyuhyun bahkan terlalu sibuk untuk sekedar merasa khawatir bahwa bisa saja Songjin ikut pingsan bersama dengan Eun Soo ketika itu, hingga mereka berakhir dengan pingsan massal.

“Aku tidak merasa kerepotan.” Senyum Donghae merekah cerah. Bersamaan dengan itu dia meletakan lagi sebuah kantung kertas cokelat diatas meja makan didepan kotak makan Songjin. “setelah itu minum ini.” Donghae kembali tersenyum.

Untuk beberapa saat, pandangan Songjin teralihkan pada kantung tersebut dan meletakan sumpit kayunya. “ini apa?”

Bahu Donghae bergerak asal bersaman dengan alisnya yang terangkat malas, “hanya vitamin. Aku kira kau membutuhkannya setelah mendengar suara parau-mu di Telepon tadi, Haha.”

Songjin kembali terdiam. Bagaimana bisa seorang Lee Donghae yang notabene bukan ‘siapa-siapa’-nya dapat tahu bahwa Songjin sedang tidak baik-baik saja hanya bermodalkan sepenggal suara yang percakapannya tidak berlangsung lebih dari dua menit, lalu kemudian dapat memutuskan untuk memberikan sesuatu agar perasaan tidak baik-baik saja itu dapat segera hilang. Merasa khawatir melebihi seseorang yang seharusnya merasa khawatir?

Tanpa Songjin sadari mulutnya meloloskan dengusan geram yang membuat Donghae langsung mengerutkan kening mulusnya dan merasa heran, “aku tidak pernah tahu kau tidak menyukai obat herbal. Kalau tidak mau tidak masalah. Aku pikir kau memerlukan vitamin tambahan, tapi sebenarnya vitamin milikmu selama ini pun sudah cukup. Tidak masalah, Songjin.” Papar Donghae melelehkan Songjin.

Bagaimana caranya menjelaskan, bukan masalah Obatnya yang tidak dia sukai, tapi bisakah Donghae berhenti melakukan hal seperti ini yang hanya akan membuatnya berakhir dengan rasa kesal pada Kyuhyun semakin dalam?

Ah—tentu saja Lee Donghae tidak akan memahaminya. Pria itu terlalu berpikiran lurus hingga pasti akan mengira bahwa Songjin tidak menyukai caranya memberi perhatian yang menurutnya dibutuhkanya? Ditambah Kyuhyun yang seperti itu? Lupakan sajalah—

“Aniyo. Aku hanya.. lelah.”

Songjin tersenyum kecut. Untung saja wajahnya memang menggambarkan bahwa wanita itu sedang begitu lelah. Hingga sedikit membantunya dalam berbohong bahwa dia sedang lelah.

Sebenarnya bukan lelah yang Songjin rasakan. Atau ya, dia lelah. Hatinya lelah. Kyuhyun membuatnya lelah. Atau apalah, perasaan sejenis itu—tapi satu hal yang Songjin tahu, bahwa ini membuatnya pusing. Andai saja Donghae adalah Kyuhyun. dan Kyuhyun adalah Donghae.

Andai saja dua orang itu dapat dijadikan satu. Seperti memunculkan sesosok pria baru yang diinginkannya. Dengan tubuh Cho Kyuhyun, berpenampilan sama seperti Kyuhyun, tapi tidak acuh seperti Kyuhyun.

Memiliki rasa perduli lebih tinggi hingga dapat memahami apa yang terjadi pada sekitarnya, tidak hanya pada dirinya saja.

Memiliki rasa perduli lebih tinggi hingga tidak selalu membuat Songjin menjadi seperti pajangan keramik jika sedang berada disekitarnya.

Lebih romantis. Lebih dapat menghargai dan tidak selalu mencibir. Lebih dapat menghargai hasil kerja orang lain.

Pasalnya, ini bukan hanya tentang Park Songjin saja. ini juga tentang Cho Kyuhyun. Kalau memang Kyuhyun tidak dapat melakukan hal seperti itu, setidaknya dia bisa egois dengan memberitahukan kabarnya sendiri selama ini.

Seperti, ‘aku baik-baik saja. aku sedang makan siang dengan menu terleazat pada restoran terbaik di Jepang saat ini, jadi kau tidak perlu khawatir’ atau hal semacam itu. entahlah.

Songjin bukannya tak paham dengan Sifat seorang Cho Kyuhyun selama ini, tapi yang benar saja—dia berani mempertaruhkan irisan telinganya jika mereka berada diposisi sebaliknya dan dia melakukan hal yang Kyuhyun lakukan padanya.

Sepertinya perang dunia akan terjadi sejak awal kepergiannya.

Untuk satu dan dua hal alasan, Songjin kembali meletakan sumpitnya dan mendorong kursi. Gyuwon dan Donghae yang sedang menikmati makan siang mereka mengadahkan wajah langsung, “Wae?” Gyuwon dengan cepat menanyakan.

Songjin hanya menggeleng dan ikut melambaikan kedua tangannya didepan wajah, “Aniyo—aku hanya ingin kebelakang, sebentar—“ Songjin menyengir dan kemudian berjingit menuju arah kamar mandi diujung lorong. Tidak sampai didepan pintu kamar mandi, dia berbelok menuju balkon dan merogoh sakunya mengambil ponsel.

“Eonni!” pekiknya setelah menunggu tidak kurang dari dua kali nada dering. “Nyony—“ suara halus Oh Min Ji—sekertaris Kyuhyun tersebut berhenti secepat yang dapat dilakukannya. Dia berdehem meluruskan suaranya, “Songjin? Waeyo?”

Min Ji berusia satu tahun lebih tua dari Songjin, Namun atasannya, Cho Kyuhyun itu adalah suami dari Park Songjin sendiri, jadi bagaimana tidak dia memiliki kewajiban yang sama untuk memanggil Songjin dengan sebutan Nyonya? Sama seperti dia ketika memanggil Kyuhyun dengan sebuatan ‘Tuan’ ?

Tapi masalahnya, Songjin tidak pernah mau Min Ji memanggilnya Nyonya. Ada dua hal yang sama alasannya yang dia berikan seperti ketika Henry memanggilnya Nyonya pada awalnya dulu.

Songjin mengulum lidahnya. Mengigiti bibir bawahnya dan tangannya yang bebas, dia gunakan untuk memelintir ujung blouse-nya. ludahnya terteguk berkali-kali dengan sendirinya, rasanya bahkan dia takut untuk bertanya tapi dia sudah tidak tahan lagi. jika berhasil, terhitung telah dua kali dia menghubungi Min Ji untuk urusan sepele yang pada kenyataannya tidak sesepele itu.

“Kyuhyun—Gwaencahana?” Songjin berkata secepat yang dapat dilakukannya, namun kemudian kepalanya menggeleng sendiri berkali-kali, “Bukan-bukan. maksudku—bagaimana.. Mmm.. maksudku—apa yang sedang mereka lakukan disana? Mereka baik-baik saja?”

Songjin bernafas lega ketika dirinya mendapatkan pertanyaan yang dirasanya tepat untuk ditanyakan. Namun secarik senyuman terdengar jelas melalui suara Oh Min Ji kemudiannya, “Kyuhyun baik-baik saja. dia sudah makan siang bersama Tuan besar tadi dan sekarang kami sedang bersiap untuk menghadiri sebuah rapat bersama dengan CJ Group untuk membicarakan masalah selanjutnya tentang pembelian saham CJ Group. Apa kau ingin bicara dengan Kyuhyun? sepertinya dia sedang—“

“TIDAK—TIDAK!!”

Hanya memerlukan waktu setengah detik saja bagi Songjin untuk panic ketika Min Ji menawarinya hal yang paling ingin dilakukannya. Tapi tidak! bukan begini caranya, jika mereka ingin bicara! “Tidak, Eonni. Jangan.. kumohon.”

Tawa renyah Min Ji terdengar menyenangkan dari seberang. Siapa saja pati tidak akan menolak jika ditawari untuk berbicara dengan Oh Min Ji dengan suara semenarik ini. “Arrasseo. Aku hanya bicara. Tapi—Songjin, kenapa tidak langsung hubungi Kyuhyun saja? sepertinya dia dapat untuk—“

“Huh!” hal yang tak Songjin sadari kemudian terjadi lagi. dia mendengus lagi dan kini lebih keras. mendengar Min Ji bertanya seperti itu, rasanya ingin sekali dia berkata lagi, melempar pertanyaan yang sama. Atau jika tidak, berteriak dan bicara ‘kenapa tidak tanyakan saja dengan atasan bodohmu itu?’ Tapi ah—sudahlah..hanya akan memperpanjang permasalahan. “Mollayo.”

** **

Malam ini udara benar-benar dingin. bahkan terlalu dingin untuk sekedar berada dihalaman—menghirup udara segar. Udara musim Dingin bukannya hal yang tak sedap untuk dinikmati, tapi jika tempratur mencapai -3o celcius, siapa juga yang bersedia sukarela mati membeku?

Namun setidaknya, terdapat dua orang dengan pemikiran pada garis yang sama, hingga tak memperdulikan hal tersebut. melupakan kenyataan bahwa sebenarnya mereka telah sedikit mengigil dan bibir keduanya telah nyaris berubah warna menjadi kebiruan.

Mata Songjin lurus kedepan, menatap air mancur pada pekarangannya. Dari kejauhan pun, matanya masih dapat mendapati kerak-keras tipis es yang telah menutupi genangan disana. Didalam imaginasi Songjin, terputar sebuah adegan dari siaran kartun Tom and Jerry ketika semburan air mancur dapat membeku sejalan dengan tempratur udara yang semakin menjadi minus.

Sedangkan Donghae tidak benar-benar memperhatikan sekitarnya. Dia sedang mengulang kembali kejadian satu hari yang lalu dirumah sakit. didalam ruangannya ketika dia mengatakan bahwa Eun Soo sedang bermain-main dengan mengatakan  bahwa wanita itu sakit.

Kenyataan bahwa saat ini Eun Soo benar-benar terbujur lemah, membuatnya merasa bersalah. Bukankah dia seorang dokter? Seharusnya dia dapat mengetahui apakah Eun Soo hanya berpura-pura atau benar-benar sakit ketika itu, kan?

Tapi ketika itu, dia malah membentak-bentak Eun Soo dan berkata bahwa wanita itu sedang berakting. alasannya sederhana saja. dia bukannya tidak tahu bahwa Kim Eun Soo begitu menginginkan dirinya. Wanita gila itu bisa saja melakukan hal gila, mengingat banyak hal gila yang sudah dilakukannya selama ini.

Berpura-pura sakit bukan tidak mungkin dilakukannya. Tapi kalau jadinya seperti ini, sepertinya dia yang merasa bodoh sekarang.

Eun Soo terkena Thypus! Entah bagaimana mantan Miss.Korea seperti Kim Eun Soo tidak menjaga kebersihan pola makannya sendiri? Donghae pun tidak dapat berfikir sampai kesitu, disaat yang diketahuinya adalah bagaimana Kim Eun Soo begitu ‘bersih’ dan ‘rapih’ dalam segala hal yang dilakukannya.

“saat Eun Soo Eonni sadar, dia pasti akan bicara, ‘Ew! Kenapa bukan penyakit yang lebih elegan saja?’ dengan gaya Khasnya”

Donghae mendapati dirinya ikut tertawa bersama Songjin setelah Songjin berhasil mengikuti gaya bicara Eun Soo. Eun Soo seorang wanita berkelas yang pasti akan lebih memilih terkena penyakit lebih parah seperti kanker, dibandingkan Thypus.

Ew, Thypus? Kenapa Thypus? Kenapa harus Thypus sih? Itu menggelikan!!

“Dan jangan lupakan gerak tangannya.” Donghae menambahkan. Jemarinya dibuat selentik mungkin dan digerakan gemulai, “Ewh!” dia dan Songjin bersamaan berucap.

Kalau saja Kim Eun Soo sadar dan melihat hal ini, keduanya sudah habis benjol dilempar menggunakan wedges-nya!

“Aku berhutang maaf dengan Eun Soo—“

Ucap Donghae lirih kemudian. Terlalu lirih untuk didengar oleh telinga manusia. Songjin bahkan tidak mendengarnya dengan jelas, tapi dia tahu. Kabar baiknya, dia tahu adalah bahwa Kim Eun Soo sedang memiliki masalah, dan masalah itu berhubungan dengan Lee Donghae.

Kabar buruknya, kemarin malam Eun Soo belum sempat menceritakan semuanya karena wanita itu lebih memilih untuk menangis dulu, dibandingkan berbicara dengannya. Sedangkan ketika tangisan itu nyaris reda, Eun Soo malah pingsan!

“Aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Kau tahu? kemarin Eun Soo mendatangiku.” Donghae mengalihkan wajah pada Songjin. Tubuhnya pun ikut digeser hingga keduanya saling berhadapan. “dia bilang dia sakit. dia datang karena ingin berobat. Dia bilang, perutnya sakit. dia tidak bisa makan karena selalu dimuntahkan lagi. dia bilang tubuhnya terasa tidak enak. Tapi aku jahat sekali, mengatakan kalau dia hanya bermain-main.”

“Well—sulit membedakan ketika Eun Soo Eonni sedang bercanda atau serius. aku sering seperti itu!”

“Yeah.” Donghae ikut mengangguk bersama Songjin. Matanya memandangi Songjin seksama. Entah bagaimana, walau semua orang berkata bahwa Park Songjin terlalu bodoh untuk dimintai pendapat, nyatanya berbicara dengan Songjin malah membuatnya merasakan kelegaan yang tidak dapat dijelaskannya. “aku merobek kertas antriannya, dan menolak untuk menanganinya.”

Donghae kembali memandangi wajah Songjin. Menunggu adanya perubahan air wajah yang dapat ditebaknya. Yang seharusnya didapatkannya ketika dia tahu bahwa dia baru saja melakukan hal yang salah dan jahat.

Namun Songjin masih sama seperti sebelumnya. Hanya diam dengan posisi siap. Siap mendengarkan kisah yang diyakininya belum selesai. “Aku mengusirnya dan memintanya untuk tidak kembali lagi. aku meminta Eun Soo untuk pergi jauh. Jauh-jauh dariku. Maksudku—jauh dari hidupku. Aku mengatakanya! Aku berkata, bahwa aku tidak nyaman dengan seluruh sikpanya selama ini. aku berkata, bahwa aku ingin dia pergi karena dia menggangguku. Membuatku merasa dibuntuti. Aku benar-benar tidak nyaman! Rasanya bahkan tidak bisa kujelaskan, bagaimana aku merasa tercekik selama ini! Dan aku berkata bahwa dia sangat menyebalkan. maksudku, benar-benar menyebalkan. aku mengatakan bahwa aku tidak menyukainya.”

Satu tarikan nafas panjang Donghae menggambarkan bagaimana pria itu benar-benar berbicara menggunakan seluruh persediaan pasokan oksigennya. Donghae terengah setelahnya. Sepanjang tarikan nafasnya, satu-persatu hanya berisikan rasa penyesalan dan bersalah.

“Aku benar-benar keterlaluan, kan?” tukasnya singkat. Wajahnya memucat dan kedua matanya tampak berkilat—tidak mungkin seorang Lee Donghae menangis hanya karena merasakan sebuah rasa bersalah yang teramat sangat. tapi dia pernah menangis untuk alasan yang sama dulu, ketika Ayahnya meninggal.

Jika dilihat kasusnya, hal ini seperti mengingatkannya pada hal tersebut. rasa bersalah. Tapi toh disini, tidak mungkin Kim Eun Soo akan meninggal hanya karena penyakit Thypus!

Rasa bersalah itu benar-benar menggunung. Itulah yang membuat Lee Donghae langsung datang ketika Gyuwon berkata bahwa Eun Soo pingsan dirumah Songjin. Dan mengetahui bahwa wanita tersebut setengah mati tidak mau dibawa kerumah sakit membuat semua orang kewalahan. Untunglah Donghae mengatakan bahwa semuanya dapat diatur olehnya.

Membuat Eun Soo pada akhirnya berakhir dengan perawatan intens dikediaman Songjin dan Kyuhyun. beberapa kali ketika Eun Soo sadar, dia lalu meminta untuk pulang saja. dia benar-benar akan pulang jika saja Songjin dan Gyuwon tidak menghentikan. Siapa yang tidak tahu bahwa kepala Eun Soo sama kerasnya dengan batu? Haah—

Songjin menarik nafasnya perlahan-lahan. Senyumannya tampak pada setiap detik dia menarik nafasnya. Entah bagaimana, menurutnya sebenarnya ini bukanlah masalah besar. “kalau aku jadi kau, aku akan mengatakan hal yang sama. Bahwa Eun Soo Eonni memang menyebalkan.” ucap Songjin membuat Donghae melotot terkejut.

Bukan kata-kata seperti inilah yang terfikirkan oleh Donghae, yang akan didapatkannya ketika dia bicara jujur tentang apa-apa saja yang telah dilakukannya saat itu! tapi Songjin memang mengejutkan! “maksudku.. lihat saja bagaimana selama ini Eun Soo Eonni membuatmu tampak seperti orang gila begini—haha! Kalau aku jadi kau, aku mungkin sudah menjerit seperti saat aku menemukan Coco Chanel mengeluarkan tas terbarunya!”

Keterkejutan Donghae beralih menjadi tawa ringan ketika mendapati mata Songjin yang  berbinar saat berbicara mengenai hal yang disukainya, “aku tahu—tapi aku juga tidak benar disini. yang aku lakukan itu benar-benar keterlaluan. Itu tidak seharusnya kulakukan. Maksudku—aku tampak seperti orang jahat sekarang.”

“aku tidak mengatakan kalau yang kau lakukan itu benar, lho! Jangan salah menangkap kata-kataku, Oppa! aku bilang, kalau aku jadi kau, aku pasti akan melakukan hal yang sama—atau bahkan lebih buruk. Tapi aku tidak akan membenarkan apa yang kau lakukan. Maksudku.. Yeah, siapa yang tidak tahu kalau apa yang Eun Soo Eonni begitu… menyebalkan?”

Donghae tersenyum getir seiring Songjin mengucapkan penghujung katanya, penuh dengan penekanan dan berbagai makna, “Tapi Oppa, kau pasti tahu bahwa semua orang tidak sama. Maksudku, cara setiap orang untuk menunjukan sesuatu. Menujukan apa yang mereka rasa, tidak akan sama. Dan tidak juga mungkin akan sama. Semua orang memiliki cara mereka sendiri-sendiri untuk menunjukan apa yang mereka rasakan. Jadi, sebetulnya walau salah, tidak ada hak kita untuk mengatakan bahwa cara mereka salah karena tanpa kita sadari banyak cara salah, yang telah kita lakukan juga. dan tenang saja, Oppa, semua orang memiliki sisi jahat. Semua orang pernah melakukan hal jahat. Semua orang juga pernah keterlaluan.”

“semua orang pernah melakukan kesalahan. Yang akan membedakan mereka hanyalah bagaimana mereka membereskan kesalahan yang sudah mereka lakukan. Semudah, sesederhana itu saja.”

“Yeah—“ decak Donghae menganggukan kepala, seraya berfikir. “Kau benar.”

Beriringan dengan terkatupnya bibir tipis Songjin setelah senyuman kemenangan terpasang, Donghae menarik tubuh ringkih Songjin erat mendekat dengannya. Satu kecupan ringan pada kening, Donghae berikan bersamaan dengan rasa lega yang hadir perlahan-lahan. Sesuatu didalam hatinya telah membenarkan apa yang Songjin katakan. semudah, sesederhana itu saja permasalahannya sebenarnya dapat diakhiri.

Lee Donghae cukup cerdas untuk berfikir bahwa pada dasarnya, itulah yang sebenarnya terjadi. hanya semudah itu. tapi sejak tadi tidak satupun bagian dari tubuhnya ikut meng’iya’kan. Sedangkan setelah Songjin yang mengatakannya, semua seperti telah ter-acc.

Pada waktu yang sama, seseorang sedang menggeram menelan amarahnya memperhatikan hal tersebut terjadi sejak pertama kedatangannya dari balik pintu kaca. Niatnya yang semula ingin terus melangkah untuk menemui seseorang disana tertahan karena suatu hal yang bahkan tidak bisa dijelaskannya lagi seperti apa.

Yang dilakukannya hanyalah berdiri dengan tangan sibuk meremas-remas kaleng soda.

Dia hanya.. kesal!

Bolehkah?

** **

“Songjiiiiin!!”

Siwon berlarian kecil menghampiri Songjin sedangkan Songjin hanya mengernyit. Menaikan salah satu ujung bibirnya tinggi juga alisnya. Kenapa kini, dia merasa seperti sedang berada dalam adegan film Bollywood yang terkenal dengan adegan slow motion seperti ini? Ew!

“Haaah—aku merindukanmu!” Siwon berkata sambil merengkuh tubuh Songjin begitu kencang. wanita bermata bulat besar itu benar-benar terbatuk karenanya. “Oppa—demi tuhan—aku—bisa—mati—“ Songjin terbata berbicara.

Siwon terkekeh tanpa rasa berdosa sambil menggosoki tengkuknya. Matanya lalu memperhatikan seluruh tubuh Songjin dari atas rambut hingga ujung kaki. Sepertinya tidak terlalu lama dia tak bertemu Songjin, tapi bagaimana bisa wanita ini menjadi semakin kecil saja?

Maksudnya.. “apa kau diet lagi?” Siwon merangkul Songjin, membawa mereka berdua memasuki rumah dibelakang mereka. kening mulus Songjin mulai berkerut. Diet? Terpikirkan untuk melakukannya pun tidak. bagaimana bisa pria ini berkata bahwa dia sedang diet?

Decakan malas Songjin lolos begitu santai, “aku memang langsing. Jangan iri dengan kelebihanku yang itu!” ucapnya sedikit menyelipkan rasa bangga didalamnya.

“aku iri? Woah.. terimakasih saja, tapi apa kau tidak lihat bagaimana tubuhku? Pegang perutku ini. rasakan kotak-kotaknya!”

“Oh yeah, perutmu kotak-kotak. Apa kau baru saja makan batu bata?” sindir Songjin sarkasme, Namun membuat Siwon terbahak geli, “Yeah, itu cemilanku sehari-hari.”

“kalau begitu bisa berikan cemilanmu untuk Kyuhyun beberapa? Sepertinya pria itu membutuhkan sesuatu untuk membuat perutnya menjadi kotak-kotak.”

Canda Songjin mengingat bagaimana tubuh Kyuhyun. perut one pack- tiga dimensi itu benar-benar membuat Kyuhyun begitu bangga. Entah apa yang bisa dibanggakan dari sebuah lingkaran bulat seperti itu. ‘I’m in shape! Round is a shape’ suara Kyuhyun terputar bagai mesin penjawab telepon didalam kepala Songjin.

“but Round is a shape, Songjin!” tukas Siwon seperti dapat membaca pikiran Songjin dan mengulang kata-kata yang membuat Songjin kemudian mendelik terkejut. Keduanya sama-sama tertawa namun tak berapa lama, dua mata Siwon terbuka melebar.

Telunjuknya mengarah kedepan dan mulutnya menjadi bulat seperti gua, “Lho, kau disini?” Siwon mengerjapkan matanya berjuta kali. Begitupun dengan Songjin disisinya, “Kyuhyun-ah?”

Songjin tak dapat mempercayai apa yang dilihatnya saat ini. Bagaimana bisa Kyuhyun berada didapurnya dengan pakaian rumah, sebuah celana training dan Kaos oblong abu-abu-nya?

Dengan rambut cokelat yang kacau seperti baru saja bangun tidur, seperti pria itu telah berada sangat lama ditempat ini, sedangkan Songjin sama sekali tidak menyadari kapan Kyuhyun masuk kedalam bangunan ini padahal seharian dia berada dirumah dan tidak pergi kemanapun.

Kyuhyun hanya menoleh sekilas memperhatikan dua orang aneh dihadapannya dengan wajah malas. dia terus membuka pintu kulkasnya dan mengambil sebuah kaleng soda, “ini rumahku. Ada yang salah dengan keberadaanku disini?” Sinis Kyuhyun datar.

Songjin bahkan tidak sempat menangkap kalimat sinis itu karena tiba-tiba saja dia merasa senang bukan main. Kyuhyun disini! dia disini! Songjin terus menarik ujung-ujung bibirnya tinggi hingga menyerupai sebuah senyuman.

Sedikit melewati batas dari hanya sebuah senyuman, mendapati Songjin ingin berteriak kencang atas kegembiraannya saat ini. ada pesta kembang api dalam hatinya sekarang. meriah sekali!

Maka setelahnya, Songjin melompat-lompat kegirangan menuju Kyuhyun satu meter didepannya dan langsung memeluk pria itu sekencang-kencangnya, “I Miss you!!” Songjin berseru. Mengulangnya berkali-kali hingga Siwon memutar bola matanya Jengah dan memilih untuk berlalu—dari pada terus menyaksikan pasangan anti kompor itu bertemu rindu.

Menghampiri Gyuwon akan lebih baik mengingat dia benar-benar merindukan wanita itu. “go get a room!” decaknya sambil melenggang pergi.

“ya ya ya.” Kyuhyun mencoba berjalan perlahan-lahan, karena Songjin tidak juga kunjung melepaskannya hingga itu menyulitkannya saat ini. akan sampai kapan berdiri didepan kulkas kalau seperti ini terus? “Minggir Songjin. Aku ingin duduk!” Kyuhyun menyingkirkan Songjin sedikit lalu menghempaskan tubuhnya pada sofa.

Songjin melakukan hal yang sama lalu kemudian memeluk Kyuhyun lagi. Kyuhyun hanya menghela nafanya kasar ketika Songjin tampak seperti koala dan dia sendiri terlihat seperti sebuah pohon. “kau tidak ingin bilang, kalau kau merindukanku juga?”

Alis Kyuhyun terangkat tinggi. Pria itu mengganti-ganti channel dari remote yang kian lama ditekannya secara acak dan semakin kuat, beriringan dengan sesuatu didalam hatinya yang sedang berteriak-teriak. “harus?”

“Ya!” Songjin melompat ditempatnya. Wanita itu merubah posisinya menjadi bersila dan menghadap Kyuhyun yang sama sekali seperti tidak memerdulikan keberadaannya saat itu. “ada apa dengan kata-katamu, huh?!”

Barulah Songjin menyadari sarkasme Kyuhyun—tidak kunjung berhenti sedari tadi. “ada apa? Memangnya ada apa?”

“Kyu!”

“Hmm..”

“Kyuhyun-ah!!”

“…….”

Dengusan Songjin semakin menjadi seperti banteng. Dengan geram dia menyambar remote di tangan Kyuhyun. membuat Kyuhyun tidak memiliki pilihan lain selain menoleh pada Songjin dan memindahkan fokusnya dari televisi layar datar 70’’ miliknya menjadi pada sosok wajah yang selalu disukainya.

Tapi entah bagaimana tidak kali ini. semakin lama memandang Songjin, rasa kesal itu semakin menggunung rasanya.

Wajah Datar Kyuhyun menyapa penglihatan Songjin. Kyuhyun sama sekali tidak ingin ada sebuah keributan. Itu sudah tergambar jelas dan lagi, Songjin mendapati Kyuhyun yang tampak sangat lelah. Maka kemudian, itu membuatnya terdiam dan tanpa banyak bicara—mengembalikan remote hasil rampasannya.

“Payah! tidak seru! kau sepertinya lelah. Istirahat saja.” komentar datar Songjin setelahnya. Wanita itu kemudian pergi berlalu meninggalkan Kyuhyun menuruni undakan tangga menuju lantai satu.

Sampai punggung Songjin menghilang, mata Kyuhyun terus mengikuti kemana istrinya itu melangkah. Rasa ingin menarik dan memeluk seperti gunung berapi yang mendidih dan akan meledak. Tapi dia sedang menahan amarahnya sedari tadi untuk satu dan lain hal, itu membuatnya hanya memutuskan untuk mengunci mulutnya rapat, dari pada berbicara dan malah dia akan menyesali apa yang dikatakannya.

** **

Ada yang salah yang Songjin dapati dari sikap Kyuhyun sedari tadi. pasalnya dengan mudah dia dapat mengerti bahwa Kyuhyun sedang kesal. Sederhananya, moodnya sedang tidak bagus.

Tapi apapun yang membuat pria itu kesal, seharusnya dia tidak bersikap menyebalkan dan selalu mengunci mulut seperti ini. ini terasa semakin menyebalkan saja setelah kepergiannya beberapa hari yang lalu, kemudian pulang dan seperti tidak terjadi apa-apa.

Songjin nyaris meledakkan kekesalan yang selama ini dipendamnya seorang diri, ketika Kyuhyun pergi beberapa waktu yang lalu dan bersikap acuh dengannya. Cho Kyuhyun memang selalu bersikap acuh kepada siapapun sedari dulu. tapi seharusnya, sekarang dia tahu bahwa ada seseorang yang tidak bisa diacuhkannya lagi begitu saja.

Setidaknya, jika rindu tidak bisa dijadikan alasan. Apa tidak ada sedikit saja rasa kekhawatiran yang menempel?

Songjin nyaris menjambak rambut Kyuhyun. satu tangannya yang bebas, yang tidak sedang digunakan untuk menempelkan ponsel ketelinganya sudah bersiap melakukannya. Tapi Kyuhyun pasti akan terbangun dari tidurnya. Dan setelah itu Kyuhyun akan mengamuk. Lebih menyebalkan dan menyeramkan tentunya, dibandingkan saat ini.

“Aku tidak tahu juga Oppa. dia benar-benar menyebalkan sejak tadi. Ah—kalau saja dia bisa sepertimu. Menjadi sedikit lebih… perduli, dan menyingkirkan sifat menyebalkannya itu!” keluh Songjin kepada Donghae berapi-api.

** **

Pagi ini udara tampak begitu cerah walau hawa dingin tidak juga semakin berganti dengan sedikit saja kehangatan. Satu-satunya rasa hangat yang terasa adalah mesin penghangat yang Songjin pasang pada setiap sudut dapur dan ruang makannya.

Songjin kembali menuangkan Jus Jeruk pada gelas Kyuhyun yang kembali kosong setelah Kyuhyun menenggaknya. Songjin terlihat seperti dispenser yang akan dengan sigap mengisi gelas kosong disana, beberapa detik saja setelah isinya tandas.

“Mau tambah?” Songjin menawari daging sapi lada hitam, setelah dipiring Kyuhyun telah habis seluruhnya. Tangannya sudah lebih dulu meletakan satu sendok besar makanan tersebut tanpa perduli bahwa Kyuhyun sudah menggeleng untuk berkata tidak.

“Nasinya juga?”

Songjin kembali dengan tangkas dan cepat menggerakan tangan untuk meletakan sesendokan besar dipiring Kyuhyun tapi Kyuhyun segera menjauhkan piringnya sambil terus menggeleng, “tidak. cukup.” Utasnya dingin.

“Oh—o..ke.”

Songjin kembali beralih pada piringnya. Dia memasukan sesendokan nasi kedalam mulutnya dengan senang. Dia sendiri lupa, kapan terakhir kali dia melakukan sarapan? Mengingat setelah Kyuhyun pergi, jangankan sarapan—melakukan semua hal pun rasanya malas.

Setelah sarapan yang keduanya lakukan bersama, Kyuhyun duduk santai disofa dengan psp ditanganya. Sedangkan Songjin menyusul setelah membersihkan peralatan makan mereka. wanita itu meletakan kepalanya pada pangkuan Kyuhyun begitu saja dan juga ikut menggeluti psp miliknya.

Psp pink dengan tempelan batu mengkilat berwarna putih dan pink yang menutupi bagian punggung telanjang membosankan berwarna hitam pada console tersebut. terlihat lain daripada yang lain, karena Songjin yang kurang kerjaan, melakukan hal tersebut pada psp-nya dulu.

“ada yang ingin kau ceritakan denganku?” Songjin membuka percakapan. Tangannya sibuk memencet-mencet tombol pada console-nya, Namun matanya sesekali melirik wajah Kyuhyun diatasnya. Suaminya itu hanya diam dengan bibir atas mengigiti bibir bawahnya.

Tampak sangat serius dan sialnya, Songjin mendapati itu menggemaskan juga membuat Kyuhyun tampak seribu kali lebih tampan.

Entahlah, bagi Songjin, ketika Kyuhyun sedang dalam keseriusannya untuk melakukan sesuatu, apapun itu semua akan tampak menarik. Atau pada dasarnya, Cho Kyuhyun memang menarik. Entah itu hanya pada matanya saja, atau semua orang pun memiliki pendapat yang sama dengannya.

Kyuhyun sama sekali tidak menanggapi pertanyaan Songjin. Hal tersebut membuat Songjin berfikir bahwa Kyuhyun tidak mendengarnya, Maka Songjin mengulang pertanyaannya dengan suara yang lebih kencang. “Tidak” Kyuhyun menjawab Singkat.

Terlalu singkat, namun kembali membuat pertanyaan pada kepala Songjin. “Tapi kau tampak kesal? Ada yang salah dengan pekerjaanmu kemarin? Atau kau memang melakukan kesalahan pada pekerjaanmu kemarin? ada yang gagal?”

Kyuhyun kembali tidak menjawab. Pria itu sudah menjadi begitu focus dengan console-nya. Namun kembali, hal tersebut membuat Songjin tampak kesal. Lebih kesal dari sebelumnya, karena lagi-lagi disini, dia merasa tak berguna.

Tidak berguna, tidak dibutuhkan, dan hanya menjadi sebuah pajangan saja.

“EISH, PARK SONGJIN!!” Kyuhyun berteriak begitu kencang. Songjin melompat dari tempatnya karena begitu terkejut. Entah itu adalah reaksi Kyuhyun ketika sedang terkejut, atau dia baru saja akan memulai menyalurkan seluruh kekesalannya pada Songjin saat ini?

Songjin hanya merampas PSP milik Kyuhyun namun Kyuhyun tampak seperti banteng yang benar-benar sudah sangat marah. matanya memerah dan nafasnya menderu tak beraturan. Demi tuhan Songjin hanya mengambil PSP nya saja! bukan merusaknya. Sebenarnya tidak harus memberikan reaksi semenyeramkan ini kan?

“aku masih hidup, Cho Kyuhyun! aku bukan pajangan! Setidaknya, bicara denganku. katakan apa saja! apa saja yang ingin kau katakan, yang ingin kau bicarakan. Jangan buat aku tampak bodoh berada disini, tapi seperti tidak disini. kau ini kenapa sebenarnya?”

“aku tidak apa-apa!”

“kau jelas kenapa-kenapa! kau tidak bisa berbohong dariku! Ayolah, katakan saja”

“Tidak ada yang perlu aku katakan!” Desis Kyuhyun “Denganmu.” Tambahnya menurunkan nada bicara. Songjin dapat mendengarnya dan hal tersebut malah membuatnya merasa tersinggung seketika, “Denganku? jadi dengan orang lain kau memiliki banyak yang harus dikatakan? Tapi tidak denganku? wah Kasihan sekali aku ini. benar-benar tampak seperti pajangan saja.” Songjin meringis miris bagi dirinya sendiri.

Dia kembali memainkan PSPnya dengan santai sedangkan Kyuhyun masih berusaha menormalkan seluruh yang terasa berlebihan pada tubuhnya. Nafasnya, amarahnya, perasaan ingin menghantam sesuatu. Benar-benar menyulitkan!

“Aku kira terpisah beberapa saat, kau akan merasakan seperti yang aku rasakan. Ternyata kau benar. aku merindukanmu. Tapi sepertinya, aku yang salah. kau tidak merasakan hal itu juga. kasihan sekali aku ini dipikir-pikir.”

“Persetan dengan rindu. Tahu apa kau tentang hal seperti itu.” amuk Kyuhyun sinis. Pria itu menyambar psp miliknya dipangkuan Songjin dan lebih memilih pergi saja, daripada mengeluarkan hal lain yang akan disesalinya nanti.

Namun sayangnya, Songjin tidak dapat memahami hal tersebut karena wanita itu terus berbicara selagi tangannya sibuk bermain console, “kau benar. tahu apa aku tentang hal itu? aku tidak tahu apa-apa. Yang aku tahu hanya setiap hari aku memikirkan, apa yang suamiku sedang lakukan? Apa dia baik-baik saja? apa dia sakit? sialnya, aku bahkan lebih memikirkan apa suamiku sudah makan atau belum, ketimbang jadwal makanku sendiri. untung saja ada orang baik bernama Lee Donghae, yang dengan tanpa pamrih selalu melakukan apa yang seharusnya suamiku lakukan, disaat suamiku sendiri sedang menghilang entah kemana. Menanyai kabarku, bertanya-tanya apa yang sedang aku lakukan? Apa aku baik-baik saja? apa aku sakit? apa aku membutuhkan sesuatu? Dan tidak pernah absen bertanya, apa aku sudah memasukan sesuatu kedalam tubuhku hari ini atau belum? Miris ya kedengarannya, seharusnya, suamiku yang melakukan hal sepele itu. tapi aku sekarang berfikir, apa aku ini benar seorang wanita yang memiliki suami? Haah—itu membingungkan sekali kan?”

Kyuhyun meremas pspnya sendiri. benda tak bersalah itu dapat hancur begitu saja, kalau dia terus melakukan hal seperti itu tanpa henti. Namun kekesalan Kyuhyun telah berada melewati garis batas bahayanya. Dia melempar benda yang selalu diagungkannya itu hingga hancur dilantai, dan berbalik menghampiri Songjin.

Dia tidak tahu lagi harus menahannya seperti apa. Jika rencananya tadi berhasil, dia sudah merencanakan untuk terus diam saja sampai emosinya mereda, tapi Park Songjin tidak mengerti dengan hal yang satu itu. mungkin tidak akan pernah mengerti juga.

Bahwa Kyuhyun sangat takut dapat berada diluar kendali, dan mengatakan apa yang tidak semestinya dikatakan ketika dia sedang marah. hingga berakhir penyesalan yang tidak dapat diakhiri dan membuatnya terjebak pada hal tersebut. bukan orang lain yang akan dirugikan jika dia benar-benar melakukannya, melainkan dirinya sendiri.

Kyuhyun tahu itu. tapi Songjin tidak akan tahu.

“kalau kau merasa menyesal, kenapa tidak pergi saja dan temui Lee Donghae-mu? hidup saja dengannya kalau kau merasa hidup bersamaku membuatmu merasa tidak berguna dan hanya seperti pajangan saja! dia jelas lebih perhatian, lebih perduli, iyakan? Kenapa masih disini saja dan mau repot-repot menunggu orang yang tidak pernah perduli sepertiku kembali?”

“kau ini bicara apa?”

“tidak perlu bertingkah seperti kau merindukanku, kalau dibelakangku kau bergembira karena kepergianku. Setidaknya, saat aku tidak ada, kau bisa bersenang-senang bersama Lee Donghae-mu itu. Aku tidak percaya, kau bahkan melakukannya ditempat ini. hanya mengotori saja, setidaknya, kalau kau punya otak, lakukanlah ditempat lain. Ditempat yang aku tidak bisa melihat. Atau ditempat yang lebih aman, yang aku tidak akan tahum bahkan jika aku berusaha mencari tahu! itu baru yang kulihat, aku penasaran apa yang kalian lakukan dibelakangku lebih dari ini?!”

Songjin semakin tidak mengerti dengan apa yang Kyuhyun katakan. tidak ada satupun yang dimengertinya tentang hal ini. tidak ada satupun yang dapat dicernanya dari kemarahan Kyuhyun selain wajah pria itu yang semakin mengeras dengan mata berkilat tajam memandanginya bengis. Seperti dia adalah seseorang yang jahat juga menjijikan.

Songjin membuka mulutnya untuk kembali berbicara, setidaknya dia harus tahu apa yang Kyuhyun maksud, tapi Kyuhyun lebih dulu membuka mulutnya dengan mengeluarkan semprotannya lagi, “Jangan berikan aku wajah seperti itu! seperti kau tidak tahu apa-apa! Seperti kau adalah orang terpolos sedunia yang tidak mengetahui apapun! kau tidak sebodoh itu hingga dapat melakukan hal seperti itu, dibelakangku!!”

Hal seperti itu, seperti ini, itu, ini, dibelakangku.. kepala Songjin berdenyut tak karuan. seperti kaset kusut yang sedang diputar maju cepat, lalu diputar mundur tiba-tiba lalu maju lagi.

Songjin tidak tahu tentang apapun yang Kyuhyun katakan, dan bicarakan. Dan hal tersebut membuat wanita itu tidak dapat mencerna dengan baik bahwa sebenarnya Kyuhyun sedang mengatakan bahwa dia adalah bodoh. Tapi otaknya yang tak seberapa itu tidak dapat mencerna lagi, selain ekspresi Kyuhyun yang tampak sangat menyeramkan baginya.

Jika dia tahu bahwa Kyuhyun akan ber-reaksi seperti ini ketika dia mengeluhkan tentang betapa acuhnya suaminya tersebut, dia pasti tidak akan melakukannya! Satu-satunya yang diinginkannya hanyalah Kyuhyun tidak mendiamkannya lagi, tapi jika Kyuhyun akan berakhir seperti ini, lebih baik Kyuhyun tidak perlu bicara apa-apa lagi.

Susah payah Songjin berusaha berfikir, pada bagian mana kira-kira kata-katanya salah. yang membuat Kyuhyun dapat menjadi begini murka dengannya.

Kyuhyun berjalan lebih medekat pada Songjin. Berdiri tegap menatap mata bulat besar disana dengan tajam. Sudah seperti ini saja, Kyuhyun masih bersusah payah menarik emosinya terus, agar tidak benar-benar lepas control. Tapi ternyata, inipun sudah lepas control.

Dia tidak pernah semarah ini. atau setidaknya, tidak pernah menunjukan bahwa dia semarah ini, dihadapan Songjin. Selama ini yang Kyuhyun lakukan adalah menarik kencang arogansinya dan segala yang dirasa dapat menyulitkannya sendiri pada kemudian hari.

Tapi dalam hal satu ini, sulit sekali rasanya untuk menahan. “Jadi,” ucap Kyuhyun menurunkan nada bicaranya, dua tingkat lebih rendah. Nafasnya tidak semenderu tadi, tapi jelas masih belum kembali normal. “bagaimana rasanya berpelukan dan berciuman dengan Lee Donghae?”

Haah! Dalam satu detik setelah Kyuhyun bicarapun Songjin langsung dapat dengan cepat menyadari bahwa suaminya ini sedang cemburu. Kyuhyun cemburu, itu terlihat dengan jelas, bodoh sekali sejak kemarin dia tidak menyadarinya?

Tapi bagaimana Kyuhyun dapat tahu? jadi saat itu Kyuhyun melihatnya? Tapi itu kan hanya seperti itu! itu hanya sebuah pelukan biasa, tidak ada yang perlu diributkan dari hal tersebut sebenarnya!

Hal itu membuat tubuh Songjin yang semula kaku, kini perlahan mengendur dan melemas. Beriringan dengan hal teresebut, Songjin mulai tertawa. Bukan tawa miris yang biasa dikeluarkannya jika sedang dalam permasalahan seperti ini, tapi tawa benar-benar tawa!

Songjin kemudian merubah dirinya menjadi berdiri berhadapan dengan Kyuhyun dengan jarak dekat. Dia lalu merengkuh tubuh Kyuhyun begitu erat, “dia hanya seperti ini.” ucapnya ditengah rengkuhannya. “aku lebih suka pelukanmu.” Aku-nya jujur.

Songjin pun kemudian mengecup kening Kyuhyun kilat, “dan hanya seperti ini. aku lebih suka bibirmu.” Aku-nya lagi.

Bibir Songjin lalu turun pada bibir tebal disana. Dia kemudian mengecup dengan lembut, tapi kemudian berangsur menjadi lumatan. Sadar bahwa Kyuhyun hanya diam tidak membalas, membuatnya lalu menghentikan semuanya. “Masih marah?” tanyanya dengan cengiran.

Tanpa menghilangkan kenyataan, bahwa Kyuhyun sedang dalam masa kacaunya. Karena semula dia memang marah, tapi kemudian lagi dan lagi Songjin melakukan sesuatu dengan tubuhnya, membuat pria itu tidak dapat berfikir lurus, dan hanya dapat diam mematung.

Kyuhyun bisa saja merasa senang. Menikmati hatinya yang berbunga-bunga, pesta kembang api didalam hatinya, dan kupu-kupu yang berterbangan didalam perutnya. Tapi ini tidak benar. ini tidak akan benar.

Songjin kembali mengecup bibirnya. Wanita itu mengalungkan dua tangan pada bahu tegapnya, hingga berjinjit. menarik leher Kyuhyun agar dapat sedikit merunduk supaya memudahkannya dalam melakukan aksi kotornya.

Iya, menurut Kyuhyun ini adalah aksi kotor. Tapi sialnya, dia tidak bisa berbohong bahwa dia nyaris bertekuk lutut, lagi dengan aksi kotor istirnya. Kyuhyun mendorong tubuh Songjin perlahan hingga ciuman mereka terlepas.

Kepalanya menggeleng berkali-kali untuk mengatakan bahwa semua ini adalah salah. ini tidak benar! itulah yang diketahuinya, walau yang dirasa tidaklah sama. “Ya. aku masih marah! apa aku boleh marah? aku boleh marah melihat istriku bermesraan dengan pria lain, kan? Atau aku hanya satu-satunya pria gila yang marah-marah karena melihat istrinya bermesraan dengan pria lain?”

Songjin kembali menyengir. Dia bahkan nyaris terkekeh karenanya. Wajah Kyuhyun jelas memerah seperti kepiting rebus. tapi pria itu masih saja marah-marah tak jelas, “Kau cemburu!” Songjin memekik senang. Entah bagaimana Cho Kyuhyun yang sedang cemburu malah membuatnya merasa luar biasa senang.

Bukankah itu berarti bahwa Kyuhyun juga mencintainya? Ah itu memang sudah jelas kan? Kyuhyun sering mengatakan bahwa pria itu jatuh cinta dengannya? Iyakan?

Lain halnya dengan Songjin, Kyuhyun malah mendengus kasar. Membuang nafasnya, seperti naga yang menyemburkan api dari lubang hidungnya, “entah kau memang bodoh, atau hanya tidak dapat berfikir dengan otakmu, hingga hal tersebut perlu dikatakan lagi. tapi ini bukan hanya tentang rasa cemburu. Kalau kau dapat berfikir dengan benar, bawa ini tidak sesepele itu. kau telah melewati batas dari deretan hal yang pantas dan tidak untuk kau lakukan, mengingat kau adalah seorang wanita yang telah menikah. Sialnya lagi, kau telah bersuami, dan suamimu masih hidup. jika kau cukup cerdas, kau akan tahu bahwa yang kau lakukan bukan hanya sekedar berpelukan, atau berciuman, tapi jauh dari itu, ada moralitas yang sudah kau langgar. Dan menyelesaikan masalah. Masalah yang terjadi, semuanya. Semua tidak akan selesai begitu saja dengan tubuhmu. Kau bukan pelacur yang dapat menyelesaikan semuanya dengan tubuhmu. Dengan kau menciumku, atau menyeretku ke ranjang dan kemudian semua akan beres begitu saja. Dengan kau tahu titik terlemahku adalah tubuhmu. Lalu semudah itu kau mempermainkanku, hingga kau kira aku tidak akan marah lagi, dan permasalahan selesai sampai disitu. Tidak seperti itu Songjin. Ini bukan hanya tentang seks. Jauh dari hal itu, terdapat banyak hal yang perlu kau sadari, bahwa kau memang bersalah dan aku harus memastikan bahwa kau menyesal. Bukan hanya sekedar menyesal tapi kau paham tentang apa kesalahan yang telah kau lakukan hingga kau tidak akan mengulanginya lagi.”

“Dewasalah Songjin! Tidak ada satupun orang yang suka dibeda-bedakan. Beginilah aku. terima atau tidak, aku memang seperti ini. Maaf saja kalau aku tidak sesuai dengan ekspetasimu dalam hal suami sempurna. Saat kita berada dialtar, apa hanya aku yang berjanji akan menerima pasanganku apa adanya? Kalau aku dapat mengeluhkan semuanya, kau pun sama saja tampak kacaunya denganku, bukankah seperti itu? kalau aku mau, aku bisa mendapatkan wanita manapun diluar sana, yang memiliki tubuh lebih indah, Wajah lebih cantik, pandai dalam segala hal terutama menyenangkan dan memuaskanku. Penurut dan paling tahu apa itu sopan dan selalu membuatku senang dengan dapat melakukan hal sepele, seperti menyadari bahwa dia lebih muda dan sudah sepatutnya memanggilku, Oppa. atau apalah itu panggilan yang dirasa tepat! Aku bisa! Dan kau tidak pernah paham dengan alasan seperti itu saja, aku masih tetap memilihmu!!! Dewasalah! Coba untuk bertingkah sesuai dengan usiamu!”

** **

“Apa tidak bisa pulang sebentar saja? Eomma? Aku… sakit.”

Eun Soo berkata kepada seseorang ditelepon. Seseorang dengan suara merdu diseberang kembali berucap dan membuat hati Eun Soo semakin merenggang karenanya.

“sudah. Sudah ada dokter. Aku sudah hubungi Doktaer Han. Dia sudah datang tadi. tapi, Eomma—“ Eun Soo baru akan mengatakan banyak hal namun lagi dan lagi suara diseberang sana menghentikannya. “Arrasseo. Ne. aku mengerti. Ne.” dan setelahnya sambungan terputus.

Eun Soo membenamkan wajahnya lagi kedalam tumbukan bantal sedangkan tiga orang yang sedang mengintip dari balik pintu kamar yang tidak tertutup hanya dapat mengerang sedih.

“Ibu-nya pasti tidak bisa pulang, lagi.” seru Gyuwon pelan, sembari menutup pintu kayu tersebut secara halus—agar tidak menimbulkan suara apapun.

Siwon bertolak pinggang dan menggelengkan kepala, tidak habis pikir, “tidak bisa atau tidak mau? benar-benar mengherankan! Orang tua macam apa dia itu?!”

“Ibu Eun Soo seorang super model, kau tidak tahu ya? Kim Hanseo. Tidak bisa dipercaya kau tidak tahu!!” geram Gyuwon. Ingin rasanya menjitak kepala Siwon karena dapat bertingkah dengan polosnya, menjadi orang bodoh.

Bagaimana bisa dia tidak mengetahui seorang Kim Hanseo? Model Asia pertama yang dipilih sebagai ambassador bagi pealatan make-up ternama, Maybelline ditahun ’70-an.

Seorang mantan Miss.Korea yang kini jejaknya diikuti oleh Eun Soo sendiri. menapaki karier sebagai model hingga dapat terbang kepenjuru dunia dan seperti tak memiliki waktu untuk kembali ke tempatnya semual sejak saat itu?

Dan diusia emasnya saat ini, Hanseo pun masih juga ‘laku’ dengan menjadi ambassador brand-brand ternama. Wajahnya hampir ada pada setiap billboard dipinggir jalan. dan Choi Siwon bertingkah seperti pria itu tidak mengenal Kim Hanseo?

Siapapun yang melihat wajah Choi Siwon saat ini pasti ingin meremas pria tersebut hingga kegulungan terkecil!

Donghae menganggukan kepala beberapa kali, “Aku tahu Kim Hanseo.”

“Tentu saja kau tahu! kau harus tahu!!” Geram Gyuwon dan Suaminya—Siwon, baru ikut mengangguk layaknya orang bodoh setelah Donghae berbicara. “Yeah. Aku juga!” Gyuwon hanya memutar bola matanya Jengah mendapati hal tersebut.

“Wanita itu sedang ada pemotretan di Las Vegas, setahuku untuk salah satu Ambassador disana.”

“Ambassador apa? Ambassador perjudian maksudmu?” sinis siwon pada istrinya, Sedangakan Gyuwon hanya menggeleng tanda tak paham. “Tapi apapun alasannya. Dia tetap harus menjalankan kewajibannya sebagai Ibu. Iyakan?” Donghae menyela.

“Lee Donghae—Oppa, inilah yang harus kau pahami. Kim Hanseo sudah tidak pulang selama hampir satu tahun. jadi menurutmu, bagaimana?” Gyuwon bertolak pinggang menatap mata sendu disana geram.

** **

Awalnya Songjin hanya membuat segalanya menyenangkan. Melihat Kyuhyun tampak terbakar cemburu memang sangat menyenangkan mengingat Kyuhyun bukan orang yang dapat menggambarkan dengan terang-terangan kepada semua orang tentang apa yang dirasanya.

Awalnya Songjin menjadikannya sebuah piagam bagi dirinya sendiri, mengetahui Kyuhyun begitu kesal karena hal sepele itu. Ini seperti sebiah kemenangan mutlak baginya. tapi kemudian, dia merasa bersalah karenanya.

Dan sialnya, rasa bersalah itu kini telah semakin menggunung dan menggunung. Kyuhyun terus saja mendiamkannya, dan bahkan lebih memilih untuk tidur disofa saja, daripada dikamar bersamanya.

Seharian ini pria tinggi itu juga tidak sama sekali berada dirumah—menghabiskan waktunya entah kemana ditengah hujan salju seperti ini, dan tiba-tiba kembali tertidur di Sofa seorang diri.

Suatu rasa didalam hati Songjin membuat wanita itu pada akhirnya memutuskan untuk ikut tidur bersama disofa, namun ketika itu, Kyuhyun dengan tegas melarangnya dan memintanya untuk tidur dikamar saja.

Menurutnya, sofa itu sudah kecil untuknya seorang diri. Tidak akan cukup jika dipakai dua orang. Atau jika Songjin tidak juga kembali kekamar, maka Kyuhyun yang akan menggunakan kamar dan Songjin di Sofa.

Satu hal yang Songjin pahami adalah, Kyuhyun sedang benar-benar begitu marah.

Songjin tahu bahwa Kyuhyun masih belum betul-betul tertidur, maka dia terus berucap pelan untuk Kyuhyun agar kembali kekamar mereka, sambil mengusapi rambut cokelat Kyuhyun lembut. “Jangan tidur disofa, puggungmu sakit nanti.” Larang Songjin yang lagi-lagi Kyuhyun abaikan.

Pria itu lebih memilih untuk memejam dan membuat dirinya nyaman dengan tempat tidur sekadarnya dan menampik bahwa Songjin memang benar. Punggungnya nanti entah bagaimana kabarnya.

Songjin kembali merasa tak enak. Bukan hanya karena Kyuhyun mendiamkannya. memilih untuk menjaga jarak dengannya. Atau melakukan apapaun yang sebelumnya tak pernah mereka lakukan sendiri-sendiri, Namun jauh daripada itu, Songjin telah mengerti bahwa apa yang dilakukannya salah.

Oke, itu bukan hanya sekedar pelukan atau ciuman. Walau saja ciuman dikening itu tak berarti apapun baginya. Walau saja dia berfikir seperti itu, tapi dia sendiri pun tahu bahwa Lee Donghae menyukainya. Jika dia berfikir bahwa itu hanyalah sekedar pelukan dan ciuman, belum tentu Lee Donghae berfikiran sama.

Itu bukan hanya sekedar pelukan atau ciuman. Jika saja itu terjadi pada Kyuhyun dan dia yang tak sengaja melihatnya, dia pun akan kesal kepada Kyuhyun. bukan hanya sekedar kesal. Entah apa yang akan Songjin lakukan jika itu benar terjadi dengannya.

Baiklah, Songjin telah sadar bahwa itu bukan hanya hal sepele dengan embel-embel kata ‘sekedar’. Maka hal tersebut semakin membuat rasa tak enak hatinya pada Kyuhyun menggunung tinggi. “Maaf—itu bukan.. maksudku tidak seperti itu.” ucapnya lirih.

“Demi tuhan saat itu Donghae Oppa hanya sedang bercerita padaku. dia baru saja bertengkar dengan Eun Soo eonni. Aku hanya ingin membantu. Aku hanya melakukan sebatas itu, hanya ingin membantu saja. aku tidak tahu kalau akan berakhir seperti itu. kau benar, itu keterlaluan. Aku keterlaluan. Tapi kau pernah bilang, semua orang pernah melakukan hal keterlaluan. Aku salah, aku tahu, aku minta maaf—kau masih saja mendiamkanku setelah berjuta kali aku meminta maaf. Kau membingungkanku! Kau sendiri selalu berkata, kalau diam tidak bisa menyelesaikan masalah? Jangan diamkan aku begini, Kyuhyun-ah!”

Air mata Songjin sudah menetes deras. Hal mengejutkan lainnya ialah ketika dirinya menangis, dalam keadaan apapun dan hal apapun itu, Kyuhyun akan berakhir dengan ejekan ‘wajahmu jelek kalau menangis. sudah diam!’ tapi Songjin tidak mendapati Kyuhyun mengatakanya sedari tadi.

Pada bayangan Songjin, Kyuhyun akan mengatainya seperti itu walau dengan ketus. Walau dengan wajah menyebalkan dan akan berakhir dengan Kyuhyun yang malah sibuk mengejeknya. Tapi Kyuhyun hanya tetap berbaring, bahkan perlahan dengkuran mulai terdengar.

Songjin berdecak sebal. Menghapus air matanya dan mencebikan bibir bawahnya, “aktingmu jelek!” cibirnya sebelum dia berlalu menuju kamarnya.

Merogoh ponsel didalam sakunya, membuat jemari lentiknya bergerak diatas layar tersebut dan menghubungi seseorang, “Eomma—“ serunya menenggelamkan wajah dalam lipatan kaki didepan pintu setelah dia mengunci diri didalam kamar luas tersebut.

** **

Jam tiga pagi. Masih terlalu dini untuk memulai aktivitas, Namun Songjin telah terjaga. Matanya mengerjap berkali-kali dan hal pertama yang disadarinya adalah kepalanya yang terasa begitu sakit—menusuk.

Ringisannya lolos berkali-kali, sambil satu tangannya meremasi kepalanya.

Hal kedua adalah dia merasa udara menjadi sangat dingin, padahal tubuhnya telah tertutupi oleh sebuah selimut bulu super tebal.

Ketiga, dia sama sekali tidak ingat kapan terakhir kali dia berjalan menuju ranjang untuk tidur, karena seingatnya, terakhir kali matanya terbuka dia sedang berbicara dengan Park Aeri—eomma nya dari sambungan telepon, dilantai.

Dan keempat, kapan Kyuhyun pindah kekamar bersama dengannya? Jika itu bukan khayalan dan merupakan hal yang benar terjadi, sepengetahuannya mereka baru saja bertengkar hebat. Hingga Kyuhyun menjaga jarak dengannya—termasuk memilih untuk melewati malam dengan tidur diranjang diruang santai mereka.

Ada rasa senang yang kemudian muncul, setelah Songjin dapat kembali membuka mata dan menemukan Kyuhyun berada disisinya. Menampik apapun yang sedang mereka lakukan. Marah atau tidak. sedang saling membenci atau tidak. tapi Songjin merasa bangga bahwa keduanya dapat menurunkan ego yang dirasa untuk sekedar sadar bahwa mereka memang harus tetap bersama dalam hal apapun.

Namun untuk satu dan dua alasan lain, Songjin merasa bahwa bersama tidak akan mengubah apapun saat ini. satu hal yang dirasanya tepat ialah bahwa mereka harus menemukan sesuatu yang hilang itu, dan kembali jika mereka telah menemukannya.

Maka dengan perlahan, Songjin menyibakan selimutnya untuk bergegas bangkit. Kabar buruknya, saat dirinya baru akan bangkit sesuatu menahannya. Satu hal lagi yang tak diingatnya adalah entah kapan, jemarinya saling bersangkutan dengan milik Kyuhyun ketika mereka tertidur?

Sekarang Songjin merasa seperti sedang dipermainkan oleh keadaan. Kening mulusnya mengerut. Memperhatikan tangannya dan Kyuhyun saling berkaitan begitu kencang. hanya butuh waktu dua detik bagi Songjin untuk berfikir, kemudian memutuskan untuk melepaskan hal yang cukup disukainya itu.

“Kemana?”

Songjin terlonjak saat dia sedang berusaha melepaskan tangannya dan malah sesuatu semakin membuat tangannya terkekung kencang karena Kyuhyun terus meremas tangannya kuat.

Pria itu pun tiba-tiba bersuara, walau satu tangannya yang bebas masih menutupi matanya. Seperti pria itu berusaha menghindari silau matahari, yang sebenarnya tidak diperlukan karena matahari saja belum muncul sepagi ini.

“..itu.. aku ingin ketoilet.” Jawab Songjin seadanya, namun kekungan pada tangannya semakin mengencang hingga dia meringis pelan, “kemana?” Ulang Kyuhyun dengan pertanyaan sama.

Seperti sebelumnya, pria itu tidak mendengar bahwa istrinya baru saja menjawab pertanyaannya. “Toi—“

Kyuhyun meninggikan suaranya dua tingkat sekaligus, “Kemana?”

Kini Kyuhyun membuka matanya. Hanya sinar redup dari lampu tidur saja yang dapat membuat Songjin mampu melihat, bahwa Kyuhyun sedang menatapnya tajam. “Appo~” ucap Songjin pelan setengah memohon.

Kyuhyun sama sekali tidak berminat untuk ber-ramah tamah dan mengendurkan apa yang sejak tadi dilakukannya ketika Songjin tertidur. menemukan wanitanya itu tertidur dilantai dengan wajah tenggelam pada kakinya membuatnya merasa kesal.

Tentu saja kesal ketika pada seharusnya, dirinyalah yang sepatutnya merasa kesal karena perilaku Songjin padanya tapi selalu saja dengan mudahnya Songjin memutar keadaan.

Pada akhirnya, hal tersebut membuat Kyuhyun mau tidak mau merasa harus memindahkan Songjin keranjang hanya agar tubuh wanita itu tidak sakit sebangunnya nanti.

Tidak semakin sakit karena Kyuhyun mendapati suhu tubuh Songjin menjadi begitu panas entah sejak kapan.

Dan dapat menikmati pemandangan yang cukup lama tidak didapatkannya selama dia bepergian. Dan Omong-omong, sesuatu didalam perut istrinya itu membuatnya tidak dapat meninggikan gengsinya lagi untuk terus tidur di Sofa, karena walau belum lahir pun, Kyuhyun sudah merasa rindu setengah mati dengan Janin tersebut. Lucu sekali.

“kau selalu seperti ini. Kenapa? kenapa kau selalu berfikir kalau masalah akan selesai dengan kau pergi meninggalkannya? kau tidak bisa selalu menghindari masalah, Songjin. Satu-satunya yang harus kau lakukan adalah menghadapi masalahmu. Bukannya kabur.” Certus Kyuhyun sinis juga dingin. tetap bersikap setidaknya mempertahankan kewibawaannya sebagai seorang suami dalam hal mendidik. Dan tidak melulu runtuh hanya ketika dia menemukan air mata keluar lagi.

Songjin terkesiap ketika Kyuhyun dapat seperti membaca pikirannya. Sebelum tidur tadi, dia memang sudah berfikir untuk memberikan masing-masing dari mereka waktu untuk sendiri. setidaknya berfikir ulang tentang kesalahan yang mereka lakukan selama ini. “Aku mau pulang. sebentar.” Tukas Songjin lebih pelan. merunduk menyembunyikan air matanya.

“pulang? ini rumahmu. Kau mau pulang kemana?”

Kyuhyun benar. ini memang rumahnya. Rumah mereka. tapi Songjin tidak lagi merasa bahwa ini adalah rumah setelah Kyuhyun berkata panjang dengannya pagi tadi. ada sesuatu yang salah, yang membuatnya merasa tak enak jika terus berada disekitar Kyuhyun. intinya seperti itu. bukan masalah rumah, atau pulang, atau semacamnya.

“rumahku.” Songjin menjawab dan Kyuhyun semakin mencecarnya dengan begitu banyak hal secara bersamaan. “Ini rumahmu!” putus Kyuhyun memberi harga mati—tegas.

Songjin kembali terisak dan setelahnya, mulutnya hanya dapat meloloskan rintihan sambil terus berucap kata ‘tolong’ hanya agar Kyuhyun melepaskannya.

Hal yang Songjin tidak paham ialah, bahwa Kyuhyun sendiri sedang sibuk beradu argument dengan seseorang didalam kepalanya, untuk pembahasan harus tidaknya dia membiarkan Songjin pergi.

Apa setelah dia membiarkan Songjin pergi, dengan seluruh kata-kata lepas kontrolnya pagi tadi, lalu Songjin akan kembali lagi padanya? Seseorang didalam kepalanya berkata tidak!

Seseorang didalam kepalanya berkata bahwa jika dia melepaskan genggamannya, maka Songjin akan pergi dan tidak kembali lagi. siapa suruh bicara begitu jahat? Semua orang memang pernah bersikap keterlaluan, tapi pagi tadi, dia benar-benar telah lepas control dengan berbicara se-enteng itu.

Seperti dia akan baik-baik saja jika melakukan apapun nanti, tanpa adanya Park Songjin. Seseorang didalam kepala Kyuhyun sedang menertawakannya sambil mencibir bahwa sebenarnya yang payah adalah Kyuhyun sendiri.

Bahwa sebenarnya, Songjin lah yang dapat dengan mudah mememukan pria yang lebih baik, seperti yang Songjin inginkan selama ini.

Namun hatinya selalu berkata bahwa itu adalah salah. bahwa dia tidak perlu mendengarkan orang itu! Songjin mencintainya! kesalahannya adalah bersikap tidak mempercayai bahwa yang Songjin lakukan dan katakan itu adalah salah.

Dengan terus berada bersamanya sampai saat ini, itu membuktikan bahwa Songjin benar mencintainya. mengikatnya seperti bagaimana dia selalu berusaha mengikat Songjin untuknya.

Sialnya, waktu terus berjalan dan Songjin masih berusaha membuat dirinya terlepas secara perlahan-lahan. Hal yang dikiranya bahwa Kyuhyun memejam karena kembali tertidur. “Please?” gumam Songjin pelan.

Kyuhyun sama sekali tidak melepaskan kaitan pada jemari mereka, namun tiap detik berjalan, kekuatan kekungan pada remasannya berkurang. Semakin berkurang hingga kini hanya jemari mereka saja yang berkaitan. Tanpa adanya kekuatan apapun lagi.

Setengah mati Kyuhyun menahan diri untuk tidak megencangkan kembali genggamannya dan hanya meloloskan kalimat singkat bagi Songjin sebelum wanitanya itu benar-benar pegi, “tolong pulang setelah urusanmu selesai. Ini juga rumahmu.”

** **

‘Tolong pulang setelah urusanmu selesai. Ini juga rumahmu.’

Kalimat Singkat Kyuhyun terus berputar-putar didalam kepala Songjin selama kakinya tidak berhenti menuruni anak tangga dari lantai dua, menuju garasi.

Sebanyak anak tangga dilangkahinya, sebanyak itu pula tanda tanya yang muncul. Sebenarnya, apa urusannya hingga harus meninggalkan rumahnya?

Ini rumahnya kan? Benar! Kyuhyun pun tadi bicara seperti itu! ini juga rumahnya. Dan sebenarnya dia tidak benar-benar memiliki urusan penting hingga dia harus pergi meninggalkan rumahnya!

Kyuhyun selalu benar. bahwa dia pergi bukan karena akan me-‘ngurusi’ sesuatu, melainkan karena menghindari sesuatu.

Songjin tidak tahan dengan keadaan dingin rumahnya dan Kyuhyun yang selalu marah-marah, juga mendiamkannya.Songjin tidak tahu, bagaimana cara menyikapi keadaan yang telah kacau seperti saat ini, dan mengembalikannya seperti semula. itulah permasalahnnya. Alasan mengapa dia ingin pergi dan ‘pulang’.

Jika Kyuhyun kembali dapat dikatakan benar, bahwa Songjin baru saja memutuskan untuk lari dari masalahnya. Lagi. dia sendri bahkan tidak ingat, sejak kapan lari dari masalah adalah kebiasaannya. Tapi Kyuhyun dapat mengetahuinya!

Maka dengan rasa aneh yang berkumpul,bercampur dengan rasa bersalah yang ada, Songjin tak lagi meneruskan kerja tangan yang hanya tinggal sedikit lagi untuk membuka Audi A7-nya, dan malah berlarian kecil menaiki undakan tangga lagi.

Dia salah. dia tahu itu. satu-satunya hal yang membedakan seseorang dalam hidup adalah bagaimana cara orang itu membereskan kembali kesalahan yang telah dilakukannya.

Pengecut namanya, kalau setiap mendapatkan masalah—dia malah kabur dan membiarkan waktu yang membereskannya. Rasanya, itu tidak bertanggung jawab.

Nafas Songjin benar-benar terengah-engah kacau setelah dia dapat kembali berada didepan pintu kamarnya lagi. tanpa ingin menambah hitungan waktu lagi, tangannya membuka pintu kayu berbahan pohon ek dengan ukuran cukup tinggi diepannya.

Dua bilah mata besar Songjin terbuka sempurna, ketika mendapati Kyuhyun berdiri tak jauh dari pintu tersebut. seperti telah tahu,bahwa dia akan kembali dalam waktu secepat ini.

Songjin kembali menangis. membaur kedalam rengkuhan Kyuhyun dan semakin mengeratkan pelukannya pada setiap detik waktu berjalan. “Maaf, aku salah.” ujar Songjin susah payah ditengah tangisanya.

Kyuhyun mengangguk dan semakin menenggelamkan wajahnya pada bahu Songjin, “Aku juga salah. Maaf—“

“Tidak. tidak. aku memang salah, dan kau pantas marah. aku salah, dan aku memang menyebalkan. aku keterlaluan.”

Kyuhyun tidak dapat berbicara lagi kecuali kepalanya yang menggeleng. Menyalahkan perkataan Songjin, namun juga membenarkan sebagiannya. Tetapi diluar hal tersebut, satu-satunya hal yang melegakan adalah kembalinya Songjin untuknya.

Kyuhyun tidak bisa lagi menggambarkan bagaimana rasa leganya kini sekarang. Songjin kembali. itulah yang terpenting. Dan hal terpenting lainnya adalah bahwa Songjin memiliki hal yang sama yang selalu dirasakannya.

Senang rasanya mengetahui, bahwa dia tidak berjuang seorang diri. Paling tidak, selalu terdapat kata ‘saling’ dalam hubungan mereka.

“Jangan pergi lagi.” lirih Kyuhyun begitu pelan. sepelan suara lalat yang melintas diam-diam.

** **

Kyuhyun terengah—nafasnya begitu memburu seperti baru berlari marathon. Dia sedang berusaha kembali menormalkan nafasnya yang menderu, sedangkan Songjin tak jauh berbeda dengan keadaan Kyuhyun saat ini. hanya saja, wanita itu kemudian menyibukan diri, dengan merapihkan anak rambut Kyuhyun yang basah. Yang jatuh satu persatu menutupi dahi pria itu.

Songjin tersenyum setelahnya, kemudian mengusap punggung telanjang Kyuhyun yang basah. Wanita itu kemudian mengalungkan lagi tangannya pada leher Kyuhyun diatasnya dan menarik pria itu, agar dia dapat menghirup aroma tubuh Kyuhyun.

Anehnya, Songjin tidak merasa kesal, ketika kini Kyuhyun memutuskan untuk terus menindihnya, mengingat setiap mereka selepas bercinta, dia akan selalu berkata, ‘kau ingin menggepengkan aku ya? minggir! Kau berat’ 

Sekarang, terdapat rasa senang—lengkap dengan rasa Syukur yang tidak tahu bagaimana dapat muncul dan dijelaskannya, mengetahui bahwa Cho Kyuhyun lah yang bersamanya. Bukan orang lain.

Matahari sudah mulai muncul. Namun tak satupun dari keduanya yang berfikiran untuk menyudahi apa yang mereka mulai sejak gelap tadi. Kyuhyun tersenyum dibalik bahu Songjin. Mengecupi bahu basah istrinya lama, sengaja meninggalkan jejak kemerahan yang membuatnya terus terkekeh karenanya. Songjin selalu sebal ketika Kyuhyun meninggalkan Kissmark ditubuhnya mengingat istrinya itu sangat suka menggunakan pakaian yang mempertontonkan bagian tubuh atasnya.

Kyuhyun tidak perduli, dia terus melakukannya walau dengan kemungkinan besar, Songjin akan menyadari nanti dan menjadi murka setelahnya. Setelah puas, Kyuhyun kemudian berguling dan membawa Songjin untuk berada diatasnya.

“wae?” Kyuhyun sedikit terlonjak ketika mendapati air yang melewati punggungnya tadi, dikiranya adalah keringat, ternyata air mata Songjin. “kau jelek kalau menangis. sudah diam!” cibirnya, namun hal tersebut membuat Songjin semakin menangis kencang.

Kyuhyun hanya tak paham, betapa Songjin merasa luar biasa senang ketika kembali mendengar cibiran sederhana itu dari mulut suaminya. Bukankah kata-kata itu yang ingin didengarnya sejak kemarin?

‘Kalau aku dapat mengeluhkan semuanya, kau pun sama saja tampak kacaunya denganku, bukankah seperti itu? kalau aku mau, aku bisa mendapatkan wanita manapun diluar sana, yang memiliki tubuh lebih indah, Wajah lebih cantik, pandai dalam segala hal terutama menyenangkan dan memuaskanku. Penurut dan paling tahu apa itu sopan dan selalu membuatku senang dengan dapat melakukan hal sepele, seperti menyadari bahwa dia lebih muda dan sudah sepatutnya memanggilku, Oppa’

“Songjin?”

Kening Kyuhyun hanya berkerut ketika Songjin tak kunjung menghentikan tangisannya. Wanitanya itu malah menenggelamkan wajah pada selipan bahu dan memeluknya begitu kencang. “Kau tidak akan pergi kan?” Songjin bicara ditengah tangisannya.

Kata-kata Kyuhyun kemarin masih menghantuinya. Dia benar-benar takut jika Kyuhyun akan melakukan apa yang dikatakannya. Kyuhyun tidak pernah bermain-main dengan kata-katanya. Semua orang bahkan Songjin sekalipun tahu, bahwa Kyuhyun memiliki kemampuan dalam hal tersebut. dalam hal mewujudkan apa yang telah dikatakannya.

Pertanyaan Singkat Songjin terdengar kurang jelas ditelinga Kyuhyun karena tangisan. Namun pada alasan lain, itu membuat Kyuhyun semakin tidak memahami segalanya, “memangnya aku akan kemana?” tukas Kyuhyun lembut bertanya, bingung.

Dia kemudian mengusapi belakang kepala Songjin berkali-kali dengan lebih lembut dari pada sebelumnya. Masih belum paham apa yang istrinya maksud, tetapi hal yang sama pun ingin dilontarkannya, “Aku tidak akan pergi, Songjin. kau juga… tidak akan pergi kan?” Kyuhyun mengulang.

Songjin menggelengkan kepala cepat berkali-kali tanpa mengatakan apapun. Kyuhyun diam-diam tersenyum. Dia memang tidak paham mengapa Songjin berkata seperti itu, tapi yang diketahuinya adalah bawa Songjin sedang merasa gusar. Segusar dirinya beberapa jam yang lalu ditengah kekalutan perdebatan antara hati dan otaknya.

“aku sudah pernah bilang, aku akan membuntutimu sampai kau merasa bosan. Tapi sebenarnya, aku sedikit takut, bagaimana jika suatu saat, kau tiba-tiba benar-benar bosan? Apa yang harus aku lakukan nanti?”

“aku—tidak—akan bosan.” Jawab Songjin susah payah. Dan Kyuhyun kembali tersenyum lebar, “bagus kalau begitu. tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dan Omong-omong tentang kata-katamu kemarin, aku juga merindukanmu. Aku sangat sangat sangat merindukanmu. Tapi aku serius, aku minta maaf Karena tidak bisa menghubungimu. Jadwalku benar-benar kacau disana. Dan kalau saja aku memiliki waktu untuk menghubungimu, kau pasti tidur karena itu sudah cukup malam. tapi lepas dari semua alasan itu, aku memang salah. aku tidak tahu, kalau hal-hal sepele seperti itu, adalah hal yang kau ingin dan butuhkan. Kau seharusnya mengatakan padaku, bukannya selalu menunggu aku untuk melakukannya lebih dulu. aku tidak paham dengan bahasa kebathinan, Sayang. harusnya kau lebih terbuka denganku.”

Songjin hanya menganggukan kepalanya berkali-kali tanpa henti dengan seluruh ucapan panjang Kyuhyun, “lain kali, ingatkan aku untuk hal yang kau tahu akan aku lupakan. Lain kali, ingatkan aku saat kau akan memeriksakan kandunganmu, Oke sayang?”

Anggukan menjawab Kyuhyun. membuat pria putih itu merasa aneh, karena tiba-tiba Songjin dapat menjadi begitu mudah diatur. Dia masih mengusapi belakang kepala songjin. Mengikuti kemana arah rambut panjang istrinya membentuk. “Oh, ini juga. selama mengandung, berhenti menggunakan Heels. aku sudah mengatakan untuk ketiga kalinya. Jangan sampai ada yang keempat, kelima dan seterusnya. Oke sayang?”

“Jangan Diet-diet lagi, Oke?”

“Mm.”

“Jangan selalu pergi—seperti itu, meninggalkanku, Oke sayang?”

“Hmm.”

Songjin mengangguk lagi. Kyuhyun semakin senang karenanya, maka dengan jahil, tangannya tadi mulai turun melebihi batas rambut panjang Songjin, mulai lagi meraba apa yang dapat dijangkaunya, “Omong-Omong, aku mau lagi, Oke sayang?!” bisiknya nakal langsung membalik posisi kembali menindih Songjin.

** **

Lee Donghae memasuki sebuah gedung dengan pintu kaca besar sambil menyeret kopernya. Dia terus melangkah maju melewati para pegawai wanita yang sedang merunduk memberikan hormat kepadanya. “Eun Soo-ssi—“

Eun Soo mengangkat wajahnya dan mendapati Donghae dengan pakaian rapih. Lengkap dengan barang bawaannya. Sebuah ransel hitam dan tas kopor dorong cokelat ditangan kanannya. “Donghae-ssi!” pekik Eun Soo terkejut.

Mata wanita itu lalu berkeliaran kesekeliling ruangan mencari seseorang yang dapat dipastikannya belum datang atau bahkan tidak akan datang hari ini, “Songjin sedang tidak ada. Sepertinya akan terlambat. Atau kau  bisa menghubungi ponselnya saja. akan aku sampaikan kalau kau datang hari ini.”  ucapnya ramah.

Kabar baiknya, hal yang Donghae kira akan menjadi sebuah perubahan ketika beberapa saat yang lalu banyak hal yang tidak dimaksudkannya secara gamblang akan terjadi, tidak terjadi. Kim Eun Soo masih bersikap sama dengannya.

Kabar buruknya, dia merasa sebal ketika Eun Soo memanggilnya dengan hanya sebutan –ssi saja. kemana embel-embel ‘Oppa’ yang selalu dipakainya? Hilang? Lenyap? Atau tersesat?

Kabar buruk kedua adalah, bukan Songjin lah yang ingin ditemuinya kali ini. maksudnya—tidak untuk kali ini. “aku akan pergi.” ucap Donghae langsung. tak ingin berlama-lama berbasa-basi, karena waktunya tidak lagi banyak.

“Oh? Oke! Hati-hati!” seru Eun Soo riang. Benar-benar tidak ada perubahan apapun yang terlihat, dan ini membuat Donghae merasa bingung.

Lalu apa itu? dia baru saja berkata bahwa dia akan pergi! hati-hati? hanya hati-hati saja? sudah? “aku akan pergi ke Singapore.”

“Oke!”

“selama satu bulan!”

Mata Eun Soo mengerjab kosong berkali-kali, “Oke..? lalu?”

“lalu?” Donghae mengulang pertanyaan Eun Soo terkejut. Lalu? kenapa malah Lalu? astaga! ada apa dengan Kim Eun Soo sebenarnya?

“aku akan pergi ke Singapore selama satu bulan!” Donghae mengulang kalimatnya dengan segala penegasan yang dapat dilakukannya. Namun Eun Soo masih memandanginya seperti orang tolol.

Sialnya, reaksi Eun Soo tidak semenarik bayangannya ketika tadi dia terfikirkan untuk datang memberi tahu Eun Soo sebelum dia akan pergi. “Iya, aku dengar. Lalu ada apa? Apa yang bisa aku bantu? Kau butuh tumpangan untuk mengantar ke Bandara?”

Senyum Donghae merekah seketika, “Bisa?”

Eun Soo mengangguk cepat sambil ikut tersenyum lebar, “Luna!” Eun Soo memanggil salah seorang karyawan-nya. tak lama setelahnya seorang wanita bertubuh kecil dengan rambut hitam datang sambil tersenyum-senyum, “kau bisa menyetir kan?”

“Bisa.”

“Tolong antar, Donghae-ssi ke Bandara, Oke?”

“Oke!” Luna berseru kemudian mengarah pada tubuh Donghae yang sedang mematung terkejut memandangi Eun Soo tidak percaya. “barang bawaannya, Tuan?” ucap Luna sopan. Tangannya telah akan menggapai koper milik Donghae namun gagal ketika Donghae menarik tas dorong tersebut menjauh, “Lupakan!” dengus Donghae. “aku bisa pergi sendiri!!”

** **

“Brokolli nya dimakan Kyuhyun!! jangan disisihkan begitu! itu bagus untuk tubuhmu!! Aigoo~ kalian kenapa bisa sama-sama sakit begini sih? Kalau begini kan merepotkan!” Park Aeri memperhatikan putri dan anak menantunya bingung.

Siang tadi Choi Ki Ho menghubunginya karena Kyuhyun berkata  bahwa dia tidak dapat masuk kerja karena sakit. setelah mencari tahu, ternyata pasangan itu malah sakit bersama-sama!

Park Aeri yang semestinya terbang ke Jepang, meng-cancel jadwalnya dan beralih menghampiri kediaman Songjin dan Kyuhyun. betapa terkejutnya dia ketika mendapati Songjin dan Kyuhyun berbaring dikasur bersamaan seperti tupai yang sedang berhibernasi dengan selimut berlapis-lapis.

Suhu tubuh mereka sangat tinggi hingga wajah benar-benar memucat karenanya.

“Minum obatnya setelah ini, dan istirahat! Lupakan benda ini dulu~ Aish!!” Park Aeri menyingkirkan PSP milik Songjin yang Kyuhyun mainkan kesal. Wanita paruh baya itu terus mengomel sambil keluar kamar membawa nampan dengan piring kotor diatasnya.

“Songjin~” tak berapa lama Siwon mucul dengan gontai. Pria kekar itu langsung menjatuhkan tubuh pada sisi kanan Songjin. Tidak berbeda jauh, tubuh Siwon pun memiliki suhu tinggi yang sama. Hal tersebut membuat Kim Dong Ah mengulum senyum.

“mereka akan selalu seperti itu sejak dulu. ternyata sampai sekarang pun masih, Aigoo~”

Gyuwon mengerenyit sesaat, “seperti itu seperti apa Paman?”

“seperti Nona Songjin berkata, ‘aku sakit’; kemudian tidak lama Tuan muda Kyuhyun juga bicara, ‘aku juga!’ lalu setelahnya, Tuan Muda Siwon pun ikut berkata, ‘Oke, aku selanjutnya!’ mereka seperti berjanjian, ketika salah satu dari mereka mulai sakit. itu membingungkan, kan?” Tanya Kim Dong Ah sambil terus tersenyum-senyum.

Kepala Gyuwon miring, dan terus menjadi miring sekian derajat setiap detiknya, “Paman, itu bukan membingungkan. Itu aneh!” Gyuwon berkelakar Namun Kim Dong Ah tertawa.

“Awalnya pun aku berfikir seperti itu, tapi lama-lama, aku tidak tahu apa aku yang aneh karena berfikir seperti itu, Ah~ Molla!”

Kim Dong Ah bergeleng-geleng sembari terus tertawa menuruni tangga sedangkan Gyuwon memperhatikan tiga orang disana yang sedang beradu Songjin. Dua orang disana jelas sedang sama-sama merengek, bodohnya adalah mereka pun merengek pada orang sakit. sama seperti mereka sendiri.

“Kepalaku pusing.. Songjin, Ahhh~ pusinggg!” Siwon meremasi kepalanya. Kemarin dia hujan-hujanan karena menjemput Gyuwon dari kantor. Sepulang dari tugas akhirnya itu, pria itu langsung terbujur lemah tidak dapat melakukan apapun lagi.

Tak berbeda jauh, Kyuhyun pun melakukan hal yang sama. Dia menarik Songjin untuknya sendiri, memeluk wanitanya itu dan menyusupkan wajah pada leher Songjin, “Sayang,” Ujarnya manja, “dingin~”

***

 

189 thoughts on “[KyuJin Series] Love Disease 2

  1. koq malah haepa yg peduli sm songjin. ckckckck suami mcm apa kyu ini mulut’a sepedes itu. setan nyebelin dasar!!
    heuuuuh ga prcya sih, jng baper mka’a jd nuduh krn hati ksel d ikutin trs. dokter mcm apa itu haaaaaah ga ada yg bnr ini cwo2 yg ska sm songjin. wonpa aj yg normal. bgus lh donghae mrasa brsalah! emg hrs mrasa brslh!
    percuma dah ngarepin kyu peduli. peka jg kaga. angan2 dh kyu peka romantis peduli. hrs d catok tuh mulut’a kbanyakan cabe. au ah ksel dsni mh sm kyuhae!! kampret hhhhhhh bgus bgus bkin baper ff’a hhhhhhh

    deuh sakit 1 33’a atit wwwwwwwwwww
    bc ff ini tuh y ktawa, y ksel, y sedih, y so sweet, campur aduk lah hhhh 😀

  2. baca part 1 sama ini bener” deg degan…
    Donghae perhatian banget karna dia suka sama Songjin tp yaaa itu Songjin karna dia baik trus Donghae yg lebih perhatian sama dia drpd Kyuhyun jd nya gt..

    Kyuhyun harusnya jg ngerti rada peka ihh istrimu rada diperhatiin.. jangan.pake otot melulu kasian Songjin kamu maramarahin melulu…

    yg terakhir ya ampun mereka sakit gegara habis bercinta XD trus Siwon ikutan sakit lagi.. XD

  3. Ngebut baca dua part smpe tengah malem gini wkwk. Aduh masalahnya sepele tpi bisa jdi ruwet gitu yah. Maklum abang kiyu orangnya gak peka. Sbelas dua belas sih sama Songjin._. Tpi endingnya sweet dah ah. Kyu manjanya keluar hohoho. Lain kali klo marah jgn lost control gitu lagi ah, serem >< Takut dede bayinya knp2 😦

  4. Suka banget ma ff ini dari part1 sampai 2 bener2 complicated,kyu klu marah nakutin harusnya dia peka dong songjin kan pingin diperhatikan tapi syukur deh semua terselesaikan,mereka ber3 seperti kembar aja sakit kok barengan

  5. Sumpahhhh mewek pas Songjin mai pulang. Kerasa banget
    Scene terakhir bikin sakiy perut wkwkqk untung Gyuwon santai.
    Awas lu nyesel, Hae.

  6. Akhirnya songjin bs dijinakkan jg oleh kyu,songjin bnr2 keterlaluan kli ini,,membiarkan hae menciumnya meski cma kning,,sementara dy tau klo hae mnyukainya….bagus bgt kontrol kyu yg ga tergoda tubuh songjin!!
    Akhirnya hae yg dpt karma ktika eun so bersikap biasa saja sma dy!!heehehehehhee

  7. Kyujin benar2 bikin gemes deh, apalagi ketika mereka bertiga sakit bersama-sama. tapi ketika Kyujin bertengkar bikin sedih deh, eh itu Donghae udah mulai merasa kehilangan yah.. sedihkan.

  8. Songjin sakit loh kok merengeknya ke songjin semua haha dan yg heran siwon oppa kok merengeknya ke songjin jga kan ada gyuwon tu hahaha

  9. Wahh akhirnya ad juga murka yg bener2 murka ni. Hehhe. Kayanya konflik kali ini bener2 berat. Tp ff yg ini bikin baper dah sumpah. Aku sedih sndiri bacanya tp lucu jg. Mereka sama2 kacau ya bener. Awalnya aku kesel sm kyu krn aku liatnya dr sisi songjin. Kyu emg gapeka bgt keterlaluan. Apa2 masa lebih dulu donghae yg bertindak. Kalo ad jd songjin aku jg bakal banding2in mereka. Tp stelah diliat dr sisi kyu. Trnyata songjin jg salah. Gaseharusnya banding2in gitu dan nuntun kyu jd ap yg dia mau secara kyu gaprn nuntut songjin harus ini dan itu. Dia slalu die dan berusaha menerima songjin seutuhnya. Tp gppalah. Akhirnyaa bisa saling jujur. Biar mereka sm2 ngerti. Hehhe. Daebakklah. Next part dulu ahh. Keep writing ya thor^^

  10. Sayang~
    Ah…bener2 pingin denger kyuhyun ngomong kya gitu ke aku dech..hahaha…*ngarep*
    Kyu klo marah dan cemburu bner2 mengerikan..

  11. donghae sebenarnya bagaimana sih perasaannya ke eun soo? emang salah sih cium istri org.. kali ini aku setuju dengan kyuhyun..

  12. Yaampun masalah sepele doang, ampe segitu nya yaaa. Tapi, suka pas bagian akhir mereka baikan, songjin sebenernya cukup dewasa terus kyuhyun juga walaupun lagi marah tapi masih perhatian.
    Ngakak pas bagian akhir, sakit ber 3-3 tapi yang aneh kyuhyun sama siwon minta diperhatiin dan dimanja sama orang sakit juga 😀

  13. Lucu.. sakit koq janjian gtu.. kkkkk aneh deh kyu sama siwon.. org sakit mnta di perhatiin sama dimanja sm org sakit jg.. ibu mertua kyu sampe pusing di buat nya😂😂

  14. hiksss sedih jga wktu pas mereka (kyujin) bertengkar,itu karena kyuhyun cemburu ngelihat songjin sma donghae pelukan tapi syukurlah akhirnya masalahnya selesai..

    wkwkwk skrng donghae oppa yg harus berjuang ke eun soo spaya mereka dia mau lg sma oppa ini..lucu pas donghae brapa kli blng mau pergi eun soo dngan polosnya lngsung nyuruh luna untuk ngaterin #jdikebalik

    bkin ngakak wktu songjin-kyuhyun-siwon sma2 sakit kyk anak kembar wkwkwk

  15. Benar apa yg dikatakan kyuhyun, kyuhyun ya kyuhyun, donghae ya donghae, gak bisa di samakan karena mereka berbeda. Awalnya sempat kesal sama songjin karena banding2 kyuhyun sama donghae, tp disatu sisi juga songjin gak salah, karena dia butuh perhatian suaminya. Sayangnya cho kyuhyun gak peka 😂😂. Untung masalahnya mereka terselesaikan, tanpa ada kata BERPISAH 😁😁..

    Donghae nya juga, udh tau songjin udh nikah bahkan lagi hamil msh aja suka, tp namanya perasaan gak pernah salah. Dan sepertinya eun so mulai bisa biasa aja sama donghae walaupun ada sedikit gak rela 😁😁. Kayanya donghae kesal tuh eun so beda kaya dulu 😁😁 menyesalkah? 😁😁😁

    Itu 3 orang memang aneh, bisa sakit kompakan gitu 😓

  16. akhirnya mereka baikann, ohh syukur dehh.. kyuhyun serem klo marahh.. untung ga jadi ditinggalin sama Songjin..
    truss Kyuhyun, songjin, siwon mereka memang anehh.. sakitnya barengan.. aduhh ngakak dehh

  17. deeuuhh..ni kyujin..ada” sllu…kyu yg dah kngen berat pulang” mlh nemuin dokter tmpan ge peluk” istriny…yaaahh mkin jealous..lg songjin jg sm..kyu g da sdkitpun wkt wat tny kbr ny…
    pi sykur deehh mrk bs saling ngerti..n introspeksi mski ruz da prang dingin dl…
    kyujin_won…np bs sakit b’jamaah gtu y???
    donghae..d cuekin balik np ngrsa kesel?? tau rasa kaann???

  18. Mereka berantem gede. Ini gak ada lucu2nya pas berantem. Kyuhyun salah Songjin juga salah. Kyuhyun terlalu gk peduli sama hal kecil dan Songjin juga gitu. Kyuhyun kekeh juga. Donghae kecewa ya Eun soo biasa aja kedia. Fakta sih saat orang yg selalu ngerusuhin kita tiba2 berubah pasti ngerasa kangen dia kayak dulu. Sakit kok bareng2 wkwkwk. One of my fav.

  19. Jujur aja sih rada kesel lama2 sama sikapnya kyu yg terlampau cuek ke songjin, pdhl jelas2 songjin lg hamil dan butuh perhatian lebih dr suami pst tp inj kyu malah terkesan gak peduli beda 180 derajat sm sikap donghae.. Sekalinya liat songjin di peluk sama dicium kening sm donghae marahnya ud kya apaan tau smp2 berantem hebat gtu lah ya meskipun ujung2nya baikan pake bercinta hahaha
    Duhhh abang donghae maunya apa sih dr eunsoo itu dia ud cuek malah kehilangan kan, nyesel deh ya haha..
    Mereka ber 3 sakit bisa samaan gtu ya wkwk trs anehnya siwon bukannya manja2an am istrinya malah sama songjin haha

  20. hahhahahahahhhahhahahahah, kyujin ma won sama2 aneh dan konyol sakit selau samaan? Ya tuhan mereka selalu bilang songjin bodoh tp ketergantungan sama si bodoh .bukankah mereka lebih bodoh ? Hahahhahahah

  21. terasa konyol buat kehidupan songjin dan kyuhyun benr2 aneh disaat pertengkaran yg mereka ciptakan pasti ajh adh perdamaian …

  22. Kyu hrus lebih perhatian ke songjin,jgn cuek mlulu ksiankn songjin nya… Hmm
    Tp akhirnya malah trselsaikn…
    Btw sakit ko brengan 😀😀

  23. Kyujin slalu aja berantem tp masalahnya bisa terselesaikan dengan sweet. Pertemanan yg aneh, 1 sakit semua juga sakit. Hhh lah itu hae sekarang jd yg ngejar2 eun so, gantian kan diabaikan.

  24. Ok sebenernya yang bikin aku semangat baca lanjutannya ini tuh sidongek.. Entah kenapa ada rasa puas aja liat dia digituin sama Eun Soo, seenggaknya biar dia tau gimana rasanya dibiarin diacuekin 😂😂#dicekek
    I don’t Know why aku suka banget kalo ada ff yang cowonya ( Khususnya dongek dan cuyun ) ‘dinistakan’#fansdurjana 😂…

  25. Untuk saat ini aku berada dipihak kyuhyun. Salut sama cara dia ngedidik songjin. Awalnya aku pikir kyuhyun gak mungkin gini. Karna menurut aku kyuhyun sama songjin itu 11 12, menyebalkan dan juga kekanakan. Tapi untungnya kyuhyun bisa menempati diri sbg suami. Ini bukan berarti aku gak suka sama songjin, tapi sepertinya di part ini emang songjin lah yang bersalah. Tapi part2 sebelumnya kyuhyun juga nyebelin kok dan aku juga ada dipihak songjin saat itu hahaha.

  26. Mengahatukan bgt pas songjin yg tadinya mau pulang kerumahnya tiba2 balik lagi buat nyamoerin kyuhyun. Trus ngajak pas donghae kesel soalnya eun soo udh biasa aja sama dia😂😂😂

  27. sweet banget nih pasangan kkkkkkk kyuhyun manisnya sebgai suami ulala :* ngambek edan dikit eh ujungnya uncch uncch sereem ih kok sakitnya bisa barengan gitu hahaha donghae udah kena getahnya hehe without oppa diganti jadi ssi oh seddddihhhhhhhhh 😥

  28. kyuhyun klau cemburu menyeramkan, kyujin berantem tp untung udh baikan, lah sekarang malah donghae yg berharap sm eun soo sedangkan eun soo berubah kasiannya, ngakak bagian akhirnya kyujin dan siwon sakitnya berjamaah gws kakak😂😂😂

  29. baper banget pas kyu sama songjin marahan 😢😢, donghae?sepertinya mulai suka sama eunsoo, tp eunsoonya mulai menyerah, penasaran sama kelanjutan pasangan ini, endingnya sweet banget mereka ber 3, bisa gt, seperti ada kontak batin, seperti anak kembar, kembar 3 sweet banget

  30. Dari cerita cerita mereka aku paling sukacara kyuhyun nyadarin songjin kalau dia salah cara kyuhyun emang kadang kasar secara omongan tapi bikin songjin langsung sadar kalo udah digituin wkwk tapi jangan terlalu juga ya kyuu kasian songjinnya✌✌

  31. Pingback: Kumpulan FF Kyuhyun Wordpress Terbaru - Triknesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s