[SooHae] I Loved Her First!


I Loved Her First!

 

GSD

Lee Donghae | Kim Eun Soo | Hong Seok Cheon | Kim Hanseo | Cho Kyuhyun| Cho Songjin | Luke Scdhmit | Peter Schdmit |

PG 13

Oneshot

“i was her number one she told me so.”

 

*Maybe this gonna help you*

Kim Hanseo

Hong Seok Cheon


Namanya Hong Seok Cheon. Lelaki itu bertubuh kekar layaknya athlete angkat besi dengan perut kotak-kotak dan tonjolan otot dilengan-lengan tangan dalam balutan kemeja ketatnya. Kepalanya botak bersih. Bahkan tidak memunculkan tanda-tanda bahwa akan ada kemungkinan kehidupan anak rambut baru dikepala yang licin mengkilat itu.

Berkaca mata, memiliki kumis tipis, wajah berbentuk oval, mata ramah yang akan melengkung saat sedang tersenyum dan suara yang lembut ketika berbicara. Namun yang membuat Donghae terkejut adalah kata-kata yang tidak keluar selembut suara lelaki berusia 53 tahun itu. Sangat berbanding terbalik.

Wajahnya tetap terlihat ramah seperti biasa tanpa adanya perubahan terlihat menjadi seperti monster saat bertanya kepada Donghae tentang mengapa belakangan ini dokter muda itu terlihat sangat sering muncul dikolom-kolom blog yang memberitakkan tentang Kim Eun Soo.

Donghae ingin segera pergi dari tempatnya berada sekarang, dari kursi malas yang sebenarnya akan terasa santai diduduki dan dapat dibuat isirahat dengan nyaman jika saja lelaki botak itu tidak tiba-tiba datang dan mengganggu istirahat dadakannya.

Lelaki bernama Hong Seok Cheon itu terus-terusan memberikannya pertanyaan dengan sorot mata yang tajam kepadanya. ‘Aku Fans beratnya.’ Jawab lelaki tidak berambut itu ketika Donghae bertanya mengapa dia amat sangat ‘rajin’ sampai terpikirkan untuk menanyakan kepada yang bersangkutan secara langsung tentang hubungan antar dirinya dan Eun Soo.

Rasa terhormat yang tinggi sepertinya runtuh saat Hong Seok Cheon yang Donghae kenal sebagai pemain theater kawakan pada tahunnya itu mendatanginya.

Seorang Hong Seok Cheon mendatanginya yang notabene bukanlah siapa-siapa. Mengajaknya berkenalan terlebih dahulu walau dia masih ingat, tidak ada kalimat pertanyaan ‘siapa namamu?’ dalam percakapan mereka sedari tadi.

Tapi wajahnya memerah menyadari seorang Hong Seok Cheon menghapirinya lebih dulu. Perasaan terhormat dan kagum pada dirinya sendiri mengalir deras didiri Lee Donghae kali itu.

Itu tadi. Saat wajahnya memerah padam ketika Hong Seok Cheon menghampirinya pertama kali. Tapi dijam yang sama Hong Seok Cheon pun membuat wajah Donghae memerah padam ketika Hong Seok Cheon memulai percakapan tanpa adanya basa-basi menanyakan kebenaran bahwa Donghae datang pada acara ulang tahun Kim Hanseo ini bersama putri sematawayang siempunya acara.

Masih tersipu-sipu dan mencari kata-kata yang tepat sebagai jawaban, Hong Seok Cheon sudah menduduki bangku santai kosong disamping bangku milik Donghae.

Sambil membawa gelas cocktailnya. Pria perlente itu melepaskan kaca mata hitamnya sebagai pelindung dari terlalu cerahnya sinar matahari yang bersinar diawal musim semi ini yang mengguyur wajahnya habis-habisan.

Pria itu masih diam ditempatnya. Menunggu Donghae menjawab pertanyaannya tadi, barulah dia berrencana untuk melemparkan pertanyaan lainnya. Sedang Donghae yang dicecar habis-habisan seperti itu tidak bisa berkutik sedikitpun.

Setengah fokusnya melayang untuk memikirkan bagaimana bisa Kim Hanseo atau Eun Soo mengundang seorang fans gila semacam ini? atau…. Pria ini adalah seorang anti fans yang diam-diam menyelinap masuk kedalam pesta mewah yang hanya dihadiri oleh kerabat dekat Kim Hanseo saja?

Ini lucu. Donghae benar-benar tidak habis pikir dengan yang satu ini. dia benar-benar mengutuk habis-habisan penjaga keamanan dan pihak hotel yang katanya berkelas dunia, tapi dapat meloloskan satu cecunguk menyebalkan macam pria botak ini.

Dan setengah focus Donghae sisanya malah tertuju pada pasangan Kyuhyun dan Songjin yang terlihat sama-sama sedang becakap seru dengan Kim Hanseo sendiri. pria itu malah lebih tertarik dengan kata-kata yang sedang Kyuhyun utarakan kepada ambassador pertama Maybelline dari Asia itu, “Namja.” Ujar Kyuhyun tersenyum sumringah tampak sangat puas dan bangga saat mengatakannya.

Terdengar seperti sedang pamer.

“Benarkah?” Kim Hanseo terbelak terkejut. “Hasil USG itu Namja? Astaga! Aku ingin sekali memiliki bayi Namja dulu. Itu membuatku terlalu berharap sampai saat keluar yang kudapat Yeoja setengah Namja semacam Eun Soo itu~”

“sebenarnya aku tidak perduli akan mendapatkan Namja atau Yeoja—“ belum selesai Kyuhyun menyudahi kalimatnya, Songjin menindih suara berat Kyuhyun tadi dengan suara cemprengnya, “Jangan bohong! Kau pernah bilang kau ingin Yeoja!!”

“Yeah— tapi kalau hasilnya adalah Yeoja setengah Namja seperti kau.. yang barbar dan rusuh.. lebih baik dia Namja saja. sudah cukup kau saja Yeoja yang terlihat garang dan seperti tukang pukul. Anak perempuanku tidak boleh terlihat seperti pemain gulat!”

Mendengar jawaban polos Kyuhyun seperti itu, Kim Hanseo malah tertawa terbahak-bahak. dia batal meneguk scotch nya untuk menanggapi komentar super duper polos yang keluar dari mulut lelaki berusia 27 itu dengan begitu halusnya… meninggalkan sisi sarkasme yang sebenarnya lebih terdengar jelas dikalimat itu.

Lalu Kim Hanseo menghentikan Songjin sebelum wanita barbar itu benar-benar melakukan aksi barbarnya. Telah meremas kuat Calvin Klein clutch-nya. “Nope. Don’t hit him!” kepala Kim Hanseo menggeleng beberapa kali, “kiss him.”

Kiss— Mwoya?!” Songjin tersentak didetik awalnya, namun kemudian menjadi jijik didetik sisanya. Mengernyitkan wajah saat menoleh pada suaminya seakan Kyuhyun adalah penyakit menjijikan seperti borok yang sampai mengeluarkan nanah.

Kyuhyun sebal. Tapi pun terkekeh puas ketika Songjin akhirnya hanya dapat menggeremeretakkan giginya saja. tampak sebal dan frustasi disaat yang sama. “dia tidak suka melakukannya dikeramaian.” Seperti masih kurang, pria dengan tinggi 180 itu masih saja ingin menggodai istrinya.

“Tapi biasanya, kalau sepi dia akan menjadi liar—“ Kyuhyun mengecilkan suaranya, berbisik kepada Ibu Kim Eun Soo itu tapi dengan suara yang kencang sengaja ingin membuat Songjin tampak lebih kesal lagi.

Dan seperti sedang berkerja sama dengan Kyuhyun untuk menggodai Songjin yang temperament seperti itu, Kim Hanseo pun menyahutnya dengan ekspresi wajah terkejut yang amat – sangat – terlalu dibuat-buatnya.

Ikut menggodai Songjin sampai puas lalu tertawa geli didepan wajah Songjin yang matanya sudah berkaca-kaca ingin menangis karena menahan kesal, “kau akan tidur disofa malam ini Kyuhyun-ah.” Kekeh Kim Hanseo. Sepasang matanya memandangi Songjin namun jelas bukan Songjin lah lawan bicaranya. “wajahnya terlihat jelas mendandakan dia akan berbicara seperti itu tidak lama lagi.”

Dan Donghae pun ikut terbahak karenanya. Menikmati godaan yang tidak ditujukan untuknya itu sampai deheman membuatnya mau tidak mau berhenti melakukannya. Kembali pada hidupnya yang sedang juga disudutkan sama seperti Songjin saat ini.

Perlahan, matanya yang mengarah pada dua wanita satu pria jauh disamping kolam renang didepannya itu bergeser, didapatinya mata yang sama, masih juga memandanginya penuh tuntutan, “so?” mata Donghae nyaris menyipit saat matahari memantul dari kepala Hong Seok Cheon tampak menyilaukan.

Pria itu menggerakan bahunya. Mengangkat gelas cocktail dan menyentuhkan ujung bibirnya digelas tinggi itu sedikit. “who are you?”

Sepasang mata polos Donghae mengerjab tidak karuan mendengarnya. Berapa kali dia sudah menjelaskan kepada lelaki ini bahwa dirinya adalah Lee Donghae. Lee Donghae! Apa dibalik ketenaran yang bergemerlap, orang ini diam-diam menggeser otaknya seperti yang terjadi dengan Songjin?

“aku..”

“I already know your name. please, tell me anything except that~”

“Y—ye?”

Bahunya bergerak lagi bersama dengan bibir yang tercebik, “your job maybe? I heard that you’re an brain surgeon ??”

“Y—ye. Tapi aku..”

“tidak.. tidak ada tapi. Itu mengaggumkan, berapa usiamu omong-omong??”

“…28..”

“that’s good. Aku ingat saat usiaku 28 tahun aku masih memikirkan cara agar aku mendapatkan satu peran, apa saja aku tidak perduli yang penting aku berada diatas panggung dalam sebuah pementasan.” Angguk Hong Seok Cheon sama polosnya seperti mata Donghae.

“Jadi, bagaimana kau bisa mengenal Eun Soo?”

pertanyaan sejenis lagi yang datang. Donghae menghela napasnya dalam-dalam, “well—aku tidak benar-benar mengenalnya secara langsung jika itu yang kaupikirkan.” Ujar Donghae tersenyum tipis mendadak. Dagunya mengarah pada Songjin yang masih sibuk meninggikan suaranya ketika habis dikerjai oleh dua orang sekaligus. Kyuhyun dan Kim Hanseo.

“aku mengenalnya karena aku mengenal wanita itu lebih dulu. Jadi kalau kau mengira aku mengenal atau mendekatinya karena Eun Soo memang telah banyak ‘dikenal’ atau aku bersamanya karena dia ‘banyak dikenal’ kau salah.”

“apa kau akan berkata bahwa kau bukan tipe pria seperti pria kebanyakan?” alis Hong Seok Cheon meninggi saat Donghae tampak mengernyitkan wajah sekaligus, seketika itu juga, “excuse me?”

 

“Then you’re not?”

Berbicara dengan lelaki ini membuat Donghae mendadak beremosi, santai, lalu beremosi lagi. Nyaman, tapi juga menyebalkan. Merasa tersanjung, tapi juga terhina disaat yang sama.

Ingin marah, tapi juga merasa penasaran dengan orang asing ini. jika seperti ini, Hong Seok Cheon tidak tampak lebih baik daripada seorang anti fans yang sedang mencari banyak fakta mengenai idola yang ingin dijatuhkannya melalui banyak cara.

Tidak tampak seperti pengaggum sama sekali.

“sama sekali tidak pernah memikirkan itu, Tuan. Maaf jika mengecewakan.” Dongahe berdecak santai menyeringai walau rasanya masih ingin dia memekik terkejut dilempari pertanyaan menyudut seperti dia adalah lelaki brengsek yang tertangkap basah mencumbui wanita tidak dikenal disebuah lorong jalan raya, gelap dan sempit.

“well then, tell me—“ Hong Seok Cheon menoleh pada arah tuju Donghae lantas tersenyum lebar sambil berdecak. “Ah— Cho Songjin.”

“sebelum Eun Soo seperti ini, kau tahu. Mereka telah berteman dan kebetulan aku mengenal Songjin. Lalu aku mengenal Eun Soo karena mereka berteman..”

“and you fall in love with her?”

“Her?” Donghae berhenti bersuara menatap Hong Seok Cheon sama tajamnya seperti pria itu kepadanya sejak tadi, “Kim Eun Soo?”

“wrong!” seperti baru memenangkan lotre, baru inilah Donghae merasa senang mendapatkan satu point lebih tinggi ketika berbicara dengan lawan bicaranya kali ini mengingat sejak tadi, nyawanya seperti terlindas-lindas karena kalah telak dalam percakapan nyaris menjurus pada perdebatan.

“I loved her first.”

“Songjin?” kaca mata Hong Seok Cheon melorot saat mata pria itu berkedip puluhan kali dalam tempo yang cepat. “Yeah. Songjin. You mad?”

alis tinggi yang tampak seperti disulam itu terangkat satu begitu tinggi. Matanya lebih memandangi Donghae seperti sedang mencari alasan, bagaimana bisa otak pria muda, dokter tampan ini seperti bergeser. “Cho Songjin..” ulangnya sambil mengamati Donghae terus menerus. Meneliti. “aku tahu mengarah kemana kisah ini.”

“dan aku tahu mengarah kemana jalan pikiranmu.” Donghae pun bersuara sama cepatnya. “Setelah sadar bahwa aku tidak bisa bersama dengan Songjin lalu aku menggeser sasaranku pada Eun Soo begitu?” senyum keparat Donghae muncul lagi. Kepalanya bergeleng menyalahkan teorinya, jika saja seperti itulah yang lawan bicaranya ini pikirkan, “kau salah besar. Aku bukan tipe pria depresi yang dapat dengan mudah membelokan incaranku. Jika aku tidak mendapatkannya. Maka aku tidak mendapatkannya. Aku tidak suka berbasa basi dalam hal ini.”

“you know you can’t be with her because she’s already married right?”

“same statement.” Jari Donghae menjentik didepan kaca mata lawan bicaranya. “Nope.” Ujarnya merasa menang untuk kedua kalinya.

“hanya karena aku menyukai Songjin, bukan berarti aku ingin memiliki wanita itu. Bahkan sejak awal aku mengenalnya, aku hanya selalu ingin bersama dengannya karena dia adalah orang yang santai dan menyenangkan, dia dapat dengan mudah membuatmu nyaman saat kau berada dekat dengannya. Tapi lagi, semua itu bukan memiliki dalam artian menjadi pacar atau bahkan lebih dari itu.. kurasa tidak. Aku tidak cukup mampu untuk meladeni tingkahnya yang kadang agak… membuat semua orang menjadi salah paham. Kurasa memang hanya Kyuhyun yang sanggup menangani Songjin yang seperti itu. Itu saja. dan mengenai Eun Soo? She loved me first.”

“She.. loved you first?” Hong Seok Cheon mengernyit sesaat meletakkan gelas cocktail nya diatas meja, membenarkan kaca mata yang melorot. Donghae mampu membuatnya tertarik mengenai hal ini. itu bagus. “tell me.” Tuntutnya tampak tidak lagi sabar.

“butuh waktu lebih dari dua malam panjang untuk menceritakan semuanya karena ini benar-benar rumit. Dan kurasa ini adalah masalah pribadiku dan Eun Soo, jadi kukira ini bukan kapasitasmu, tuan.. Hong.”

Donghae menolaknya begitu ramah sambil melayangkan senyuman, lantas mendapatkan balasan lambaian tangan lentik dari lelaki lawan bicaranya tersebut saat bibir tebal pria itu mendesis sebal, “Geez~! Come on!”

“lagi pula ini bukan cerita yang menarik.”

“come on!”

“dan tidak memiliki akhir yang bahagia.”

“Geez!”

“…setidaknya belum. Ini ‘kan belum berakhir…”

Donghae merasa senang. Setengah tertawa saat melambai kepada seorang pelayan dengan nampan ditangannya untuk menghampirinya meminta minuman, tapi terdiam sendiri ketika sadar semua minuman diatas nampan tersebut mengandung alcohol. “apa aku tidak bisa memesan milk shake?”

Cengiran lucu mendadak ditampilkan Hong Seok Cheon dan pelayan dengan nampan tersebut. “Milk Shake?”

“Ya. Ada yang salah dengan minuman itu? Itu susu. Menyehatkan.”

“how old are you again?”

“menjadi dewasa bukan berarti harus mengikuti kebiasaan orang dewasa ketika berpesta bukan?”

“but then again, dude, this is a party. Birthday bash 50 years old lady, and you want a milk shake? Let me guess.. strawberry?”

Donghae mendengus sebal seperti banteng. Jika saja ini tidak disiang mejelang sore dengan matahari yang bersinar terik. Jika saja ini masih memiliki titik salju mungkin nafasnya telah tampak sama seperti naga yang berhembus kencang berasap, atau bahkan mengeluarkan api. “bring me mineral water, please.”

“segera datang, Tuan.” Angguk pelayan tersebut cepat. Sepeninggal pelayan tadi, Donghae masih tampak kesal hingga tidak lagi ingin membuka mulut lebih dulu.

Yang dilakukannya hanyalah duduk bersila diatas kursi pantai sambil menonton betapa Eun Soo tampak nyaman duduk santai bersama Luke pada sebuah sofa didepan kolam renang. Tampak mesra.

Saling berbicara terlihat manis. Tidak. Tidak cukup manis untuk dilakukan didepan matanya seperti itu. Itu membuatnya terus membuang napasnya kasar berulang kali. Menggemeretakkan gigi tanpa bersuara. Meremas-remas tangannya seperti ingin meninju keduanya hingga sofa cokelat yang Nampak empuk itu dapat terbang sekaligus menuju Negara antah berantah yang tidak diketahuinya, yang dapat membuat mereka leluasa untuk bermesraan seperti itu tanpa dirinya tahu.

Luke tampak santai mendengarkan Eun Soo berbicara sedari tadi terus menerus tanpa henti sambil memainkan telunjuknya, melilitkannya pada rambut panjang Eun Soo.

Bukan tipikal seorang Kim Eun Soo dengan banyak berbicara. Atau, begitulah yang Donghae tahu, sedangkan Luke mengetahui lebih banyak dari yang Donghae tahu.

Tetap saja, lagi-lagi hal itupun membuatnay merasa terhina.

“I was her number one. She told me so.” Perlahan, Donghae mengeluarkan suaranya lagi. Masih memandangi Eun Soo dengan Luke seksama. Dan membuang wajahnya saat jika tidak sengaja, Eun Soo mengalihkan pandang kearahnya. “you know, I’m not gonna stand in his way, but she’s loved me first and I held her hand first. It’s not as sweet as that,” liriknya pada Luke. menunjukan pada Hong Seok Cheon betapa Luke sedang melakukan dramanya atau entah apalah itu didepan khalayak umum dengan bercengkrama lembut dengan Kim Eun Soo. “but I do it first.”

“kalian pernah berhubungan sebelumnya?” nada bertanya dengan jumlah tanda Tanya yang banyak terdengar begitu jelas ditelinga Donghae dari lawan bicaranya. Tak lama kepalanya menggeleng, tapi kemudian juga mengangguk.

“I don’t know. All I know was just, there’s something unfinished line, between me and her. That’s why I told you, that was complicated. And that’s why I told you, that’s not your problem, to know everything about me or her. I told you so!” medadak, Donghae mulai berapi saat berbicara. Wajahnya memerah dan rahangnya semakin mengeras, “and who are you again? Are you an anti fans or something like that? Why are you so interested in knowing about me or her? And after this, do you wanna write down all this new information on your blog for making a new gossip about her to bring her down? Can I speak this in my language so anyone can understand that you’re an cruel man? Huh?”

“anti fans? Cruel Man?” Hong Seok Cheon menganga bodoh setelah rentetan kalimat super panjang Donghae untuknya, “Geez, Eun Soo bilang kau cerdas! rupanya kau tidak sehebat itu.” Ujar lelaki itu entah kepada siapa. Berbicara sendiri merasa heran.

“let me introduce myself, Lee Donghae-ssi. My name’s Hong Seok Cheon. And I’m not an anti fans or Curel Man. i’m not gonna write down all this information for making the new one trouble for my idol. I love her more than you did. And I told you, don’t you dare speak that you held her hand first, because you’re not! I held her hand first. I was her number one, she told me so. And she’s still means the world to me just so you know, so be careful when you hold my girl. Now I understand why she dumped you. You’re so cruel.”

Rahang Donghae terjatuh seketika. Dia benar-benar merasa tertampar kali ini, bolak-balik tanpa ampun, “excuse me?”

“i like you but at the same time you piss me off.” Decak Hong Seok Cheon bernada malas, “now I know what Eun Soo feels— tck tck!” dia berdecak lagi sambil menggelengkan kepala. “you can’t mad at anyone just like that everytime. You did it to her and you did it to me! Ohh… my poor daughter.”

“excuse me?” Donghae sempat akan marah lagi, namun sontak terdiam. Kaku seperti sebuah pahatan batu. Hanya dapat memandangi Hong Seok Cheon terkesima. Panic dan… panic.

“Hang in there!!” Ujarnya sangat pelan. Menjulurkan tangan nya panjang-panjang, “your ……….. daughter?” matanya kemudian menyipit dan semakin menyipit. Memberikan jeda yang panjang pada dua suku kata tersebut.

“Yeah. Excuse me? Can I tell you another truth? i’m Kim Eun Soo’s Daddy. You mad?” Hong Seok Cheon mengikuti nada bicara Donghae sebelumnya untuk membuat lelaki bermarga Lee itu semakin pucat karenanya.

“kau… ayah..”

** **

Eun Soo datang ketika Songjin menyeruak mengangkat pantat dari sofa cokelat tempatnya sejak tadi duduk menikmati pesta. Dia melihat Songjin dengan heran saat wanita dengan kandungan 9 bulan itu melengos pergi sambil mendengus seperti banteng berulang kali.

Eun Soo kemudian melirik Kyuhyun. pria dengan majalah playboy ditangannya— entah darimana dia mendapatkannya itu sama sekali tidak bereaksi apapun ketika istrinya pergi meninggalkannya dengan tampak kesal seperti itu.

Pria itu malah diam dan membuat dirinya duduk lebih santai dengan melipat kaki, meneruskan membolak balik majalah pria dewasa itu tanpa perduli apapun. “another war~” komentar Eun Soo, menghempaskan tubuhnya disofa yang sama dengan Kyuhyun. Memberikan segelas red wine kepada pria penyuka wine itu lalu melirik majalah ditangan Kyuhyun.

“dia marah karena kau membaca majalah seperti ini?”

“dia yang memberikan majalah ini padaku tadi. aku tidak tahu apa maksudnya dan dari mana dia mendapatkannya.” Geleng Kyuhyun heran.

“dia ingin membeli lingerie seperti itu?”

“percaya padaku, dilemariku, ada banyak sekali lingerie mahal yang kubeli untuknya dan langsung ingin dibakarnya saat dia bahkan baru melihat kantung kertasnya saja. Jadi aku harus menyembunyikan pakaian-pakaian itu dengan baik sampai Songjin menurunkan harga dirinya untuk memakai semua itu.” Tutur Kyuhyun mengingat, betapa banyaknya lingerie yang jahil dibelinya— Tapi Songjin malah dengan barbar seperti makhluk jaman batu yang baru menemukan api.

“lalu… apa karena kau baru saja memintanya untuk berdandan seperti wanita digambar itu dan dia menolaknya?”

Kyuhyun lantas tertawa terbahak. Memperhatikan berulang kali wajah dan tubuh Kate moss dalam balutan lingerie hitam sexy yang membuat dada dan bokong wanita itu tampak menyembul sensual, “mungkin ya. Tanpa aku harus mengatakannya, Songjin pasti tahu kadang aku menginginkannya berdandan seperti ini.” kekeh Kyuhyun geli, “Sayangnya dia lebih baik menelan masakannya sendiri daripada harus berdandan seperti ini untukku. Jadi bukan karena ini.” aku Kyuhyun masih juga tidak bisa berhenti terkekeh.

Mengulang matanya menelusuri tubuh sexy Kate Moss itu lagi dan lagi. Tampak sexy.. dan memang sexy. Lantas membayangkan bagaimana jika Songjin benar-benar berdandan seperti itu, dan sekonyong, wajahnya mengernyit geli sekaligus bulu-bulunya yang seketika meremang.

“Jadi?”

Kyuhyun menghela nafasnya panjang menutup majalah dewasa yang belum habis dibacanya. Mendadak tidak tertarik dengan majalah yang berisi puluhan gambar wanita tanpa busana itu seperti dia adalah pria gay yang tidak bernafsu saat melihat wanita tanpa sehelai benang pun. “perdebatan biasa tentang metode melahirkan.. yang membuat kepalaku ingin pecah.”

Kyuhyun berkata dengan begitu putus asa. Tampak ingin sekali mengjahar sebuah samsak namun mengejutkan, pria pemarah sepertinya kini dapat mengatur emosinya sedemikian rupa hingga hanya terdengar nada tidak tertariknya saja. menggerakkan bahu santai, berdecak, dan meipat tangannya didada.

“lagi?”

“Yeah. Lagi.” Kyuhyun mengangkat gelas wine nya. Menenggaknya seperti ketika dia meminum soju dan meletakkan gelasnya dimeja samping tempat duduknya. “lagi dan lagi dan lagi dan lagi.”

Eun Soo menghela napasnya berat sama seperti Kyuhyun. Memperhatikan dari kejauhan wanita keras kepala itu bersama Donghae sedang bercakap-cakap. “aku akan berbicara dengannya—“

“kau harus berbicara dengannya.” Kyuhyun mengulangnya memberikan penekanan lebih tepat hingga kalimat tersebut kini lebih terdengar seperti perintah bagi Eun Soo. “jujur saja, aku benar-benar sudah kehabisan cara untuk membuatnya melunak. Dia berfikir, bahwa dengan melahirkan secara normal maka dia akan menjadi seorang Ibu yang utuh. Dia bilang dia harus tahu bagaimana sakitnya. Dan menurutnya, caesar adalah sebuah jalan pintas.”

“tapi menurutku, itu tidak salah.” Eun Soo meringis. Menggerakkan kaki-kakinya sebelum diangkat dan dilipatnya hingga menjadi bersila. Diam dan pura-pura tidak tersudut dengan lirikan tajam Kyuhyun yang langsung menghampirinya. “don’t get me wrong, Cho.” Eun Soo meletakkan gelasnya dimeja pada sisinya. “hanya karena aku berkata bahwa itu tidaklah salah, bukan berarti aku membenarkannya. Tapi jika itu datang padaku, aku mungkin akan melakukan hal yang sama. Aku jelas tidak suka mendapatkan sesuatu dengan cara yang mudah, karena aku tahu, aku akan bisa lebih menghargainya saat aku tahu bahwa butuh banyak perjuangan untuk mendapatkannya. Itu tidak sesederhana itu Kyu.”

Kyuhyun semakin menyudutkan Eun Soo dengan lirikannya. Tangannya telah menggulung majalah pria dewasa tadi menjadi sebuah gulungan panjang yang bisa membuat seseorang mimisan saat seketika majalah itu menghantam wajah mereka.

“aku setuju, jika kemungkinan keberhasilannya lebih dari 80%!” kini Kyuhyun tampak sedikit lebih beremosi. “kau tahu apa hal terburuk yang dapat terjadi, ‘kan?”

Namun lantas, mendengarnya Eun Soo tersenyum sinis, “tanpa harus melewati proses seperti itu, semua makhluk hidup— hidup dalam bayangan kematian yang bisa datang setiap saat Cho Kyuhyun. Jangan munafik.”

“aku tidak munafik, aku bersikap realistis dengan mengatakan kepadanya, bahwa kadang tidak semua yang diinginkannya bisa didapatnya.”

“kenapa kau tidak menerapkannya untuk dirimu sendiri dulu?” Hidung mancung Eun Soo mengekerut ketika wanita berparas dingin itu mengernyitkan wajah. “teorimu itu benar.” Lanjutnya. Lalu diam setelah Kyuhyun menghela nafasnya lebih panjang. “astaga.. Kim Eun Soo. Aku kira berbicara denganmu bisa membuatku lebih tenang.”

Eun Soo diam. Mengulum lidahnya lama-lama. Memperhatikan Kyuhyun menjambakki rambutnya sendiri. Memperhatikan, betapa Kyuhyun tampak putus asa dan kesal disaat yang bersamaan tapi tampak jelas menarik tali kesabarannya kuat-kuat menahan ledakkan amarah.

Entah karena sudah bosan dengan perdebatan. Tidak ingin merusak pesta orang lain dengan keributan atau karena memang benar-benar sudah bosan dengan topic pembicaraan ini. “kau tidak tidur dengannya.” Gumam Eun Soo tidak acuh sembari merebahkan tubuhnya dipunggung sofa sisi lainnya.

“I Slept with her!”

“not fucked.”

Kyuhyun menghela panjang, “tidak ada seks sampai permasalahan ini memiliki jalan keluar.”

“wow apa dia yang mengatakannya?” bibir Eun Soo tercebik ketika wanita itu tampak sedikit terkejut. Lebih terkejut saat Kyuhyun menggeram panjang berujar, “AKU!” terangnya jelas tidak dapat lagi diganggu gugat.

Wajah Eun Soo kembali menjadi datar menanggapi Kyuhyun yang tidak santai berbicara dengannya. Bibirnya semakin mencebik dalam. Tangannya terlipat erat didepan dada, “Uh-huh,” kepalanya mengangguk seperti membenarkan, padahal dia tidak benar-benar yakin dengan anggukannya kali itu “can you?” sindir Eun Soo lebih menampar. Sedang Kyuhyun menenggelamkan wajahnya dalam dua telapak tangan besarnya.

“aku bisa melakukannya pada dua tahun awal pernikahanku.”

“Ah, saat kalian masih menjadi pasangan menggemaskan yang mencari perhatian satu samalain dengan saling membuat cemburu? Ah, tidak-tidak. Bukankah cara seperti itu masih sering kalian lakukan?” goda Eun Soo mencubit pipi gembil Kyuhyun keras-keras.

Kyuhyun berdecak kencang menangkis tangan Eun Soo untuk lebih lama berada diwajahnya lalu mengacak wajahnya sendiri tidak perduli jika saja mungkin terdapat tamu seorang media yang Kim Hanseo undang lantas diam-diam mengambil gambarnya saat itu.

“HAH— repot sekali.” Desah Eun Soo melirik Kyuhyun sebal, “aku bilang aku akan berbicara dengannya nanti. Sudahlah. Kau seperti baru kalah judi saja.”

“aku tahu.”

Eun Soo menarik nafasnya lagi mengambil segelas scotch yang dibawa oleh seorang pelayan saat melintas dihadapannya. menghabiskannya dalam satu kali tegukan. “kau tahu mengapa Songjin memberikan majalah itu padamu?”

Eun Soo bertanya saat meletakkan gelas kosong itu dimeja yang sama dengan gelas kosong wine-nya. “that’s her way to tell you that she wants you. Come on, you’re not that stupid right?” protes Eun Soo menyentil dahi Kyuhyun sesaat sebelum wanita itu pergi meninggalkan Kyuhyun seorang diri dalam diam.

** **

“Eun Soo!” Kim Hanseo melambai tinggi memanggil putrinya untuk menghampirinya. Sedangkan Eun Soo langsung mengernyit geli dan heran melihat Ibunya bersikap seperti mereka sedang ada dihutan rimba.

Atau.. mungkin bukan itulah alasan termasuk akal dirinya menjadi begitu malas mendatangi Ibunya. Pria disamping Ibunya itu.. sial!

“tolong temani Donghae dulu.” Benar saja. Ibunya semudah itu memerintahnya tanpa perduli apapun lagi. Langsung menyelonong pergi untuk menyambut tamu-tamu lainnya.

“Bukan aku yang mengundangnya.” Geram Eun Soo tampak kehilangan kata-katanya tapi masih berniat menaikan harga dirinya yang sedang merosot turun ketika bahkan Kim Hanseo telah lenyap menghilang dibalik kerumunan.

Tapi melihat Donghae yang seperti orang bodoh tidak melakukan apapun dan hanya diam ditempat sambil memegang sebuah gelas tinggi berisi wine, Eun Soo mendadak menjadi iba.

Maka dia terus berjalan medekat masih dalam perdebatan dengan dirinya sendiri apa dia harus tersenyum lebar, tersenyum saja, atau bahkan tidak tersenyum sama sekali?

Lee Donghae yang tidak melakukan apapun saja dapat membuatnya gugup dalam diam, aneh sekali. “Hai.” Utasnya ringan. Tanpa tersenyum. Akhirnya.

“Hai—“

Matanya melirik gelas tinggi disela jari Donghae. Jika itu adalah Kyuhyun, maka dia tidak akan merasa heran karena pria pemarah itu memang penggila wine. Tapi ini Lee Donghae. “aku tidak pernah tahu kau suka Wine.”

Donghae tersenyum kecut. “tidak ada milk shake disini.” jawabnya begitu polos membuat Eun Soo akhirnya bukan hanya tersenyum saja melainkan tertawa lebar. “itu yang Kyuhyun berikan untuk Songjin saat wanita itu sejak tadi merengek ingin mencoba wine atau scotch.” Bahak Eun Soo kencang, “kau mau meminum milk shake untuk wanita hamil?”

“jangan gila!”

keduanya tertawa lama. Lantas perlahan mengatupkan bibir memandangi pemandangan sejuk gedung pencakar langit lainnya dari tempat mereka berada saat ini.

berpegangan kencang pada besi ketika angin kencang menerpa wajah mereka sesekali.

Donghae yang lebih diam. Setiap nafas yang keluar melalui hidungnya, semakin terasa membuatnya berat. “terimakasih sudah mengundangku.” Donghae bersuara lebih dulu.

Tidak terkejut saat mendapatkan balasan sebuah senyuman namun tampak sinis dari Eun Soo “bukan aku yang mengundangmu. Tapi Ibuku.”

“aku sudah mengiranya.”

“apa kau sudah mengiranya juga kalau Ibuku menyukaimu?”

Donghae terdiam. Lebih diam langsung membuang wajah pada Eun Soo cepat-cepat.. “bukan yang seperti itu.” Desah Eun Soo ringan. Kenapa mendadak Donghae menjadi tampak begitu tolol? “dia hanya berfikir.. kau tahu.. seperti itulah..”

“Yeah!” jemari Donghae menjentik satu kali kencang, “aku sudah mengiranya untuk yang satu itu. Dan Ibumu.. memang sepuluh ribu kali lebih bersahabat dibandingkan denganmu. Aku sempat heran saat menyadari dari mana kau mendapatkan sifat dinginmu.. lalu hari ini aku mendapatkan jawabannya. Ayahmu.”

Donghae menarik napas panjang meletakkan gelas tinggi yang isinya sama sekali belum diminum olehnya sama sekali. Alasannya mengambil gelas itu dari nampan seorang pelayan, mungkin hanya ingin agar jarinya tidak kosong saja mengingat sedari tadi, air mineralnya belum juga datang dan sejak tadi, tidak ada minuman yang melewati kerongkongannya ditempat ini, maka jika dia telah benar-benar kehausan, bisa saja wine itu akhirnya menjadi penyegar dahaganya.

Mungkin. Jika tidak ada pilihan lain.

“Ayahmu..” Donghae menggantung kalimatnya. Yang diingatnya tadi adalah keterkejutannya ketika Hong Seok Cheon berkata kepadanya bahwa dia adalah ayah Eun Soo, dan Donghae benar-benar tidak memiliki bayangan bahwa pria seperti Hong Seok Cheon itu adalah Ayah biologis Eun Soo.

“Yeah.” Eun Soo mengulum lidahnya. Mengingat lagi bahwa tadi dia memang melihat Donghae berbicara serius dengan Ayahnya. Karena itulah dia selalu menunda niatnya untuk menghampiri Donghae ditempatnya saat dia sedang tidak malas untuk menghadapi Donghae, dan memilih untuk duduk didepan kolam renang bersama Luke bercerita tentang betapa bodohnya Lee Donghae yang mengira mereka adalah sepasang kekasih, sambil terus mengamati Donghae dengan Ayahnya.

Ayahnya itu orang yang santai. Tapi bisa menjadi menyeramkan seribu kali lebih menyeramkan dari pada singa saat sedang serius.

“aku melihatmu berasama dengan Ayahku tadi. kalian terlihat serius. apa yang kalian bicarakan?” Eun Soo menjadi penasaran ribuan kali lipat. Bahu tegapnya mengendur saat Donghae menjawabnya terlalu cepat. “Kau.”

“Geez! Apa appa tidak mempunyai topic lain? Selalu begitu.” Dengus Eun Soo setengah protes kepada Ayahnya, namun akhirnya hanya dapat menggumam sebal sendiri karena Ayahnya sedang bersama dengan Songjin berbicara, atau mungkin bergurau, karena mereka tampak heboh tertawa sejak tadi.

padahal, setahu Eun Soo, baru kali inilah Songjin bertemu dengan Ayahnya. Dan Ayahnya, bukan orang yang mudah untuk besenda gurau bersama dengan orang asing walau wajahnya memang tampak ramah seperti itu.

“apa saja yang dikatakannya?”

“tentang mu?”

“TENTU SAJA AKU MEMANGNYA APALAGI?!” mendadak Eun Soo menjadi kesal dengan kepolosan yang tidak dibuat-buat oleh seorang Lee Donghae kali ini. biasanya bahkan kepolosan yang sengaja dibuat pria itu tidak membuatnya ingin melemparkan sepatu tingginya, atau mendorong pria itu dari lantai 15 apartement mereka.

“banyak.” Tidak menghiraukan omelan Eun Soo, Donghae menggidikan bahunya berpaling menonton gedung-gedung pencakar langit lagi. “semua yang kurasa aku perlu tahu. Dan aku mengetahuinya sekarang.”

“bahwa dia Ayahku?”

“Yeah.”

“Bahwa…. Aku lahir bukan dalam ikatan penikahan Ibu dan Ayahku?”

Hmm.”

“dan tentang…” Eun Soo tampak ragu kali ini. mengigiti bibir bawahnya terus menerus berulang kali dengan kaki yang tidak berhenti bergerak menahan rasa gugup, “tentang.. ayahku. Kau tahu kalau ayahku seorang—“

“Gay?” Donghae dapat dengan mudahnya menebak apa yang Eun Soo ragukan untuk dikatakan. “Yeah. Aku tahu. Dan itu bukan sebuah masalah besar untukku.”

Donghae melirik Eun Soo dan sekarang, dialah yang memberikan senyuman sinisnya kepada Eun Soo. “Jangan kira aku sedang menjilatmu atau apa. Tapi aku memang tidak pernah mempermasalahkan yang satu itu. Menurutku cinta tetaplah cinta. Dengan sesama atau lawan jenis, apa bedanya?”

Satu alis Eun Soo mendadak meranjak naik tinggi menanggapi komentar dokter muda tersebut. Dan seperti sadar bahwa Eun Soo masih saja bersikap menyebalkan, Donghae menghela napasnya tidak perduli, “terserah kau mau percaya atau tidak. Itu bukan urusanku.”

“apalagi yang Ayahku ceritakan?”

“kau mau tahu apalagi? Tentang Luke yang ternyata adalah kakak tirimu?”

bahu Eun Soo bergidik pelan saat Donghae menanyakannya, “aku baru akan mengatakannya padamu. Tapi kau sudah tahu.. baguslah. Aku jadi tidak perlu repot-repot menjelaskannya.”

“tapi kau selalu membuatku salah paham karena kau tidak pernah mengatakannya!”

“tidak perlu membentak seperti itu. Lagipula itu bukan urusanmu. Itu urusanku. Kenapa kau harus ikut campur dengan urusanku?”

Bukannya bahu Eun Soo yang mengendur, malah Donghae lah yang melakukannya perlahan-lahan. Tarikan napasnya menjadi semakin berat lama kelamaan, “aku juga mengatakan hal yang sama seperti itu tadi.” ujar Donghae lemah membuat kening Eun Soo berkerut menanggapinya, “mengatakan hal apa?”

“itu—“ bibir Donghae langsung mengerucut, “Ayahmu pasti sekarang menjadi benci denganku seperti mu.”

“Hang in There!” Eun Soo semakin mengerutkan keningnya saja mulai sedikit tidak paham dengan semua yang Donghae katakan. “tidak mungkin! ayahku membencimu? Apa dia mengatakannya?” lalu mendadak jantung Eun Soo bedegup kencang mendengarnya. Tidak mau membayangkannya juga.

“dia tidak mengatakannya, tapi aku tahu.”

“HAH!” Eun Soo membuang napasnya begitu kencang. Jantungnya tidak berdegup kencang lagi, tidak seperti tadi, “kalau dia tidak mengatakannya. Itu artinya tidak. Kau ini benar-benar drama!”

“tapi kalian memang sama!! Aku bisa melihatmu dalam dirinya. Sama seperti saat aku melihatmu, aku juga melihatnya. Kenapa kalian bisa sangat sama? Kau tahu… kalian seperti pasangan.. um.. Loki dan Thor! Kau Thor, dan ayahmu Loki. Kalian sama-sama hidup dengan sarkasme yang diluar batas kewajaran. Ramah tapi dingin disaat yang sama. Menyeramkan tapi menarik. Jadi aku harus bagaimana?”

“aku tidak punya palu petir~”

“kau punya yang lebih buruk. lidah setajam pisau.”

“that wasn’t me. That was you!” geram Eun Soo tidak terima. “Uh! Siapa yang senang berbicara tajam mengomentari banyak hal saat tidak menyukai sesuatu? Itu bukan aku. Aku tahu bagaimana harus bersikap walau aku tidak menyukai hal itu.”

Hanya terdengar suara tawa. Percakapan puluhan orang yang keluar bersamaan. Suara angin yang terlalu kencang menyapu wajah membuat tatanan rambut kacau.

Lagi-lagi Donghae merasa tertampar. Hari ini dia benar-benar seperti baru saja kalah judi habis-habisan, dipukuli rentenir hingga wajahnya menjadi hancur seketika.

Berdarah, perih, bengkak, dan penuh luka.

Tidak Eun Soo tidak Ayahnya, kedua orang itu sama-sama membuatnya sadar betapa buruknya selama ini sifat yang dimilikinya diam-diam itu.

“maaf—“

“dia tidak membencimu.”

Eun Soo dan Donghae bersuara bersamaan. Lalu mengatupkan bibir juga dalam waktu yang sama. “ I was being a jerk.”

“you’re not that… jerk. Actually.”

“Hey, ayolah~” Donghae menggerak-gerakkan tubuhnya limbung sambil berulang menggeleng.

“you said you’re a jerk. But sometimes I hope you become like a truly jerk guy, so I have some reason to punch you hard. But at least, until now, you’re not. That’s why I always mad at you.”

Eun Soo memutar tubuhnya. Melipat tangan dan memperhatikan Donghae dingin berulang-ulang kali, “kau pria baik. Pada dasarnya kau adalah pria baik-baik yang mudah merasa tertekan. Itu saja.” tutur Eun Soo santai. “dan ayahku tidak membencimu. Dia tidak mungkin membenci orang yang kusukai. Setidaknya seperti itu.”

“kau membenciku.”

“maunya memang seperti itu. Kau berulang kali membuatku kesal setengah mati. Kau tahu? Kau pria pertama yang membuatku menangis berulang-ulang. Kau boleh berbesar hati karena hal itu.”

“jadi kau tidak membenciku?”

“seberapapun aku menginginkannya. Aku tetap tidak berhasil melakukannya.”

“kau menyukaiku?”

Eun Soo diam. Masih juga memperhatikan Donghae seksama dalam diamnya. Merasa tidak percaya dan heran disaat yang sama juga. “apa kau pikir aku mau bertahan selama itu hanya untuk sekedar menyukai?”

Donghae meneguk ludahnya. Tampak bingung ketika menggelengkan kepala. Menggerakkan bahu dan mencebikkan bibir, “kau terlihat seperti itu. Seperti aku adalah hama yang harus segera disingkirkan saat aku berada disekitarmu.”

“I love you. i’ve told you a thousand times. I love you!” Eun Soo merendahkan suaranya dan memastikan agar hanya mereka berdualah yang mendengar hal tersebut karena akan muncul gossip aneh lainnya jika saja media tahu dia sedang menyatakan cinta dengan seorang pria.

Entah headline macam apalagi yang akan muncul esok hari jika hal ini terbuka pada media. “I love you. I really do, love you.”

Dalam kecepatan kilat seperti ninja, Eun Soo dapat meninggalkan kecupan ringan dipipi Donghae. Tanpa membuat siapapun sadar bahwa wanita itu baru saja melakukan hal tersebut, dan hanya meninggalkan jejak sebuah jiplakan bibir berwarna merah dipipi Donghae.

“You loved me but what?” setelah kesadarannya kembali, kakinya telah terasa kembali menapak Donghae teringat dengan hal lainnya. “but what?”

cecarnya terus menerus.

“but I’m done chasing you.”

“kalau Luke bukan pacarmu. Apa itu artinya.. kau masih single?” Donghae mempelipirkan kalimat akhir Eun Soo tadi, menutup telinganya rapat-rapat sengaja tidak mau mendengarkan alasan akhir Eun Soo.

Senyumannya lebar dan menjadi semakin melebar karenanya. Belum sampai Eun Soo menganggukan kepalanya dia sudah menganggukan kepalanya lebih dulu. “then just be with me!!” dia berseru lebih kencang.

Beberapa orang disekitar mereka Nampak terkejut dan menoleh, namun tampak tidak cukup perduli dengan hal tersebut.

Eun Soo menghela nafasnya panjang. Membuang wajahnya kearah lain tidak lagi menonton wajah teduh Donghae. Tidak ingin, dan memang menjadi sengaja tidak tertarik karenanya.

Tentu saja hatinya berbunga-bunga saat Donghae mengatakan hal tersebut padanya, tapi pada waktu yang sama, orang yang sama didalam tubuhnya pun selalu berteriak bahwa ini tidak pernah akan berhasil, dengan siapapun dia menjalaninya.

Maka lantas, senyuman kecutnyalah yang muncul. Melepaskan satu persatu jarinya yang bertaut dengan jemari milik Donghae, “I don’t think so.” Jawabnya pelan. “it’s because I love you, I don’t wanna be with you. it’s complicated emotion. You will not understand this, but trust me. You don’t— truly— wanna be with me. ”

** **

“For a love that will last,”

potongan kue pertama Kim Hanseo berikan kepada Peter Schdmit suaminya. Mengecup bibirnya lama lalu tersenyum.

“For the lovely gift”

piring kedua diberikan kepada Hong Seok Cheon. Mengakhirinya dengan kecupan dibibir sama seperti bagi Peter suaminya, tadi. keduanya lantas melirik pada Eun Soo dan sama-sama tersenyum menunjukkan kepuasan, bahwa mereka saling melontarkan pujian bangga tanpa perlu diucapkan oleh bibir-bibir mereka sendiri.

Kim Hanseo lantas bergeser masuk diantara kerumunan yang mengitarinya. Menarik seseorang keluar dari kerumunan itu, membuat banyak mata terkejut. Bukan hanya Eun Soo yang terbelak melainkan banyak pasang mata disana. Wanita si pemilik acara itu menyerahkan piring berisi potongan kue lainnya bukan kepada putri atau putranya melainkan putra orang lain. “For never giving up!” Kim Hanseo tersenyum penuh arti kepada Donghae. Mengangguk sambil meremas tangan Donghae erat.

“For being so strong.” Piring ke 4 diberikannya kepada Luke. dan Eun Soo mendapatkan jatah piring ke 5 nya. “For….” Gantung Kim Hanseo lama. Memandangi putrinya yang tampak jelas kesal dengannya.

Matanya dibuatnya seperti alat scanner yang sedang bekerja mengelilingi tubuh langsing Eun Soo. Sedikit mendecah seraya masih berfikir keras, “Grumpy kid!” katanya mengejek Eun Soo, melihat lengkungan sudut bibir Eun Soo yang sama sekali tidak menggambarkan sebuah senyuman. “stubborn, Grumpy kid~”

 

“in a classy way.”

“Classy?” dua alis dari dua wanita berbeda generasi itu sama-sama terangkat tinggi menunjukan betapa kemiripan Gen itupun menurun dan ada, mengalir didarah mereka. “For the true love”

“True— what?!!” Eun Soo tampak menarik urat menanggapi Ibunya kali itu. Menoleh kanan kiri berharap suara ibunya tadi tidak terdengar oleh siapapun.

Harapan macam apa itu? Dia bahkan hampir tidak pernah meminta tuhan untuk memberikannya yang seperti itu. Bukankah.. itu terlalu muluk-muluk?

Senyum Kim Hanseo kemudian mengembang cerah mengabaikan putrinya yang mungkin akan mulai mengeluarkan protesan-protesannya lagi. Dia lantas Memberikan piring berwarna emas ditangannya kepada Eun Soo, mencium pipi putrinya lama dan kembali berbisik, “I told you he’s a good guy, right?”

Tidak perduli lagi dengan bibir putrinya yang mengomel, Kim Hanseo mengambil piring terakhir pada nampan yang dibawa oleh pelayan. Dia berjalan memasuki kerumunan lagi.

Hanya dua detik waktu yang dibutuhkannya untuk menemukan siapa yang dicarinya. “For a long life.” Suaranya rendah terdengar. Begitu lembut seperti kapas, namun dalam. Ditelinga Songjin, suara Kim Hanseo terdengar nyaris sama dengan suara Ibunya jika Ibunya itu sedang mengomel.

Tidak sengaja menemukan kertas ujian yang disembunyikannya, atau entah kenakalan lain apa yang dilakukannya. “and for the baby boy!”

Songjin diam. Merasa bingung harus bagaimana menanggapi wanita dihadapannya yang sedang tersenyum sumringah terlalu lebar. Kim Hanseo memberikan piring kecil itu kepada Kyuhyun melihat Songjin masih Nampak begitu kebingungan. “For a long life.” Ulang wanita dengan kaki jenjang tinggi nyaris sama dengan Kyuhyun itu.

Dalam tiga jam setelahnya, acara pesta ulang tahun Kim Hanseo pun berakhir. Tidak ada lagi orang berlalu lalang memenuhi rooftop hotel mewah ditengah kota itu.

Tidak ada lagi kamera-kamera yang mengacung tinggi. Tidak ada lagi teriakan mengganggu dari banyak tamu atau bahkan kim Hanseo sendiri saat mereka semua sedang melakukan games acak.

Praktisnya, kini suasana menjadi seribu kali lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Hanya terdengar suara gemericik air dari kolam renang, tuts piano yang terdengar samar serta suara angin saja.

Dalam sofa panjang berwarna cokelat dipinggir kolam renang besar disana, menyisakan Luke, Peter, Kim Hanseo, Eun Soo, serta Songjin yang sebenarnya sudah setengah mengantuk.

“look! Intelligent people get angry easily and are also easier to annoy!” Peter menunjuk Eun Soo dengan tangan yang menjepit gelas Wine. Sedangkan Eun Soo yang sedang heboh disindir tidak memerdulikannya dan malah begitu polosnya menunjuk pada Kyuhyun jauh didepannya. Yang lebih memilih untuk berdiri dipinggir balkon bersama ayahnya dan Donghae saja ketimbang ikut duduk disekitaran sofa hanya untuk habis dibicarakan saja. “mungkin dia. itu bukan aku!” tolaknya.

“and you got an Cherophobia. Fear of being too happy because ‘something tragic’ will happen” balas Luke sarkastik, seakan mengganti bibir Kyuhyun untuk membalas tuduhan Eun Soo. Menggunakan nada sarkas melebihi kadar yang Eun Soo biasa pakai. “and there’s no Chaerophobia in classy way, madam~” tambah Kim Hanseo lagi sebelum Eun Soo mengeluarkan suaranya.

Hong Seok Cheon tersenyum tipis mendengarnya. Sedikit banyak menyalahkan dirinya sendiri hingga putrinya dapat tumbuh dengan ketakutan semu seperti itu, tapi pun mempertanyakan hal yang sama tentang mengapa Eun Soo menjadi begitu terlalu berhati-hati dalam tingkahnya kini. “she always distance herself when people become close to her. She keep pushing people away when all she want is someone to be there for her. She always feel she’s annoying us, because she know in the end, everyone is going to leave.”

“pagar betisnya terlalu tinggi. Pasti ada alasan tertentu kenapa dia terus melakukannya.”

Komenter Kyuhyun setelah menghabiskan minumannya. Meletakkan gelas tinggi itu disalah satu meja disampingnya dan kembali memandangi lingkaran sofa cokelat lalu memperhatikan wajah Songjin yang semakin menjadi pucat saja sekalin malam mereka berada disini. mungkin Songjin lelah, tapi wanita itu tidak merasakannya karena sedang terlalu senang bergurau satu-samalain.

Atau mungkin wanita itu lapar. Atau sudah mengantuk. Tapi ini baru jam 8 malam dan jam 8 malam bukanlah jam tidur wanita barbar itu.

“tapi dia terlihat baik-baik saja. hanya.. kadang.. sedikit galak.” Hong Seok Cheon dan Kyuhyun tertawa bersamaan. Keduanya memandang Donghae seperti ingin memukul kepala pria itu agar dapat berjalan dengan baik seperti sediakala. “She’s fine. She’s just not happy.” Hong Seok Cheon berdecak heran sambil berbicara kepada Donghae.

Ketiganya terdiam. Saling memandangi focus mereka masing-masing dalam benak mereka sendiri. helaan napas berat Donghae untuk kesekian kalinya membuat Hong Seok Cheon tertawa pelan, “dengar, aku menyukaimu dan sekarang aku tahu, mengapa putriku menyukai pria sepertimu dibandingkan pria-pria dengan kemungkinan kesanggupan lain yang lebih besar baginya bersama. Tapi sekarang, sedikit banyak aku mulai paham mengapa dia tampak berbeda saat dia bersamamu. Hanya saja aku tidak akan bermain mudah. Anak muda, dengar, sampai saat ini aku hanya memiliki Eun Soo jadi kau ingat saja. kalau kau berani macam-macam dengannya, aku memiliki senapan caliber 45 untuk berburu beruang dihutan.”

“Y—ye?” Donghae terbelak terkejut. Masih memerlukan waktu panjang hanya untuk mengayak lagi apa maksud Hong Seok Cheon. Membiarkan dua pria lainnya disana menertawakannya seperti orang bodoh saja.

setelahnya, Kyuhyun lebih memilih untuk pergi. Berjalan perlahan pada kelompok lainnya namun bukan untuk bergabung mengobrol tapi melakukan hal lainnya. “kita pulang?” tawarnya pada Songjin.

Istrinya itu langsung mengerucutkan bibir tanda protes. Masih tidak ingin diseret pulang walau wajahnya telah tampak lelah. “Tsk, Baiklah baiklah. sudah minum obat?”

“nanti.”

“sekarang.”

“nanti.”

“sekarang.”

“5 menit lagi.”

“bagaimana kalau 1 detik lagi?”

Kyuhyun menarikkan sudut bibirnya tinggi membuat Songjin menggeram panjang namun pun akhirnya bangkit dari duduknya dan berjalan menuju tempat lain.

“Aku suka caranya mengendalikan wanita itu. Tampak santai, tapi tegas. Kau bisa belajar darinya.” Hong Seok Cheon berkata sambil matanya terus mengikuti kearah mana Songjin dan Kyuhyun lenyap. Kepala Donghae mengangguk-angguk paham. Dalam diam, otaknya seperti sedang mencatat apa-apa saja yang Hong Seok Cheon jelaskan padanya itu.

“tapi kau ingat saja—” Hong Seok Cheon mengejutkan Donghae yang sedang serius itu. “aku memiliki senapan caliber 45 yang bisa langsung menembus kepalamu. Kau dengar aku?!!”

“P—paman!”

“kau dengar aku tidak?!”

“Y—ye.. pam—“

“aku bukan pamanmu jangan panggil aku paman!”

Hong Seok Cheon melipat tangannya didada menatap tajam Donghae. “aku juga bukan ayahmu. Jangan panggil aku Abeoji.” Sinis pria botak itu lagi padahal Donghae belum berkata apa-apa.

“good!”

“……..”

“aku mau pulang. Kau bawa mobil?”

“Ya..”

“antar aku!”

“…..oke.”

“good.” Dengan langkah anggun lelaki bertubuh kekar itu berjalan meninggalkan Donghae perlahan-lahan. “ada lipstick dipipimu. Hapus dulu. Aku tidak ingin orang mengira aku menciummu. Kau bukan tipe ku.”

“Y—YE??”

PS: still not in the good mood for making any story >.< maaf kalau ceritanya bikin bosen. thank you!!

47 thoughts on “[SooHae] I Loved Her First!

  1. Haa…. Suka! Jadi donghae ama eun soo udah jadian ni? Kayaknya si hae udah mendapatkan lampu hijau ni dari sang ayah mertua.

    Kapan ya songjin mau nurut perkataan kyu utk ngelahirin cecar aja ya? Kasian kyu harus banyak bersabar menghadapi songjin….

  2. akhirnya.. eunsoo ngakuin juga klo dia itu masih cinta ama donghae *jingkrak”* 😀 omg oemma nya eunsoo wise banget ya, dan akhrinya ada lagi percakapan antara kyu dan eunsoo. jodohlah mereka klo masalah debat, ga ada yg mendominasi, sama kuat kkkk

  3. Ga bosen koq. Nunggu2 malah…
    Dah mulai damai nih kyknya soohae. Bukan berarti bakal lgsg jd kan.

    Kalimat ini mengandung arti bgtttttttt
    “Aku suka caranya mengendalikan wanita itu. Tampak santai, tapi tegas…

  4. Akhirnya eun soo blng jga klu dia syg ma donghae.
    eon yg crta kyujin nya kpn d post lg? udh kangn nmgt niiihhh

  5. Couple ini nih yg paling ditunggu”…
    Ahh akhirnya mreka jadian.. Apa”an itu cra jadiannya ga romantis bgt.. Tiba” aja dengan mudahnya Eunsoo terjatuh lagi dan lagi rela bilang cinta dluan sm Donge.. Dan mreka jadian dengan satu ucapan Donghae yg sederhana itu aja,, dan cuma pake ciuman pipi.. Bener” tidak romantis,, membayangkan mreka jadian dengan ciuman yg menggebu”.. Hihihi
    Tp mungkin itu pilihan galuh untuk pasangan ini kali yaa.. Habis jadian jg mreka gtu aja,, klo menurutku sih kurang SooHae moment nih.. Kayaknya perlu sequel secepatnya.. kkkkkkk.. Soalnya masak habis jadian adem” aja..

    Ini lebih kayak part Donghae pdkt sama ayah Eunsoo.. Bukan mengarah pada cerita SooHae couple.. Meski klimaksnya pas jadiannya mreka..

    Sumpah ga nyangka visualisasi ayah Eunsoo sebegitu kinclongnya..botaknya maksudku,, part awal bikin ketawa sama kepedeannya Donghae yg ngaku” klo Eunsoo yg dluan cinta dy,, ya jelas ayahnya Eunsoo marah.. Tp surprise bgt tau itu ayahnya Eunsoo.. Cocok lah visualisasi ya jd cowok gay.. Itu bukannya yg godain Kyu waktu Radio Star itu ya?
    Itu yg jd ibunya Eunsoo yg jd ibunya Kim Tan di drama The Heirs kan? Cocok sih..

    Well ditunggu update’an selanjutnya terutama SooHae couple yg msh sangat menggantung ini..

  6. akhirnya ditongolin juga ni couple 😀
    gemes sm eun soo. tinggal terima donghae aja knpa?? kan ga semua percintaan tu kyak ibu sm bpak kandungnya. knpa harus trauma?? 😛
    kyu-jin diselipin juga disini. ‘tidak ada seks sampe permasalahan selese??’ yakin tuh?? songjin aja uda ksh tanda2 lewat majalah dewasa, hahaha

  7. donghae kenalan sama camer walaupun ayah eunsoo agak sedikit menakutkan. eunsoo lain d mulut lain d hati..terima dong donghae jd pacar

  8. Udah bilang cinta tp belum mahu nrima dongek ya si eun soo?
    tapi dongek udah dpt lanpu hijau dr orang tua eun soo juga jd gak perlu dihawatirkan kayaknya,tinggal deketin eun soo terus.udah dpt kecupan sayang juga,senengnya.
    next next

  9. bikin ngakak waktu baca bagian Donghae yang lagi di introgasi sama ayahnya Eun Soo dan waktu Donghae ga boleh manggil ayahnya Eun Soo dengan sebutan paman ataupun abeoji..
    trus Donghae nurut aj 😀
    Donghae sampek segitu ga sadarnya waktu pipinya dicium..
    ditunggu ff yg lainnya.. fighting and keep writing eonni 🙂

  10. demi apa ka gaaal donghae sweeeet bingit oh my god :3
    akhirnya mereka saling mengatakan juga
    capek tau mainan ego masing2 mulu
    diomongin kan jauh lebih baik ^^
    ciyeew donghae udh dpt restu dari mama sma papa mertua nih yeee asikkk
    sekarang msalah nya ada di eun soo sama ibu ny donghae yg msh blm setuju aja yee kan ka gal ?
    I hope they getting married 😀
    tapi peliis jangan jadiin donge mesum ky kyuhyun yee ka gal 😀

  11. Duhhh… Semua ff km itu ga pernah ngebosenin. Ceritanya lain dr yg lain. Dan aq ga prnh bosen ngebacanya. Pokoknya 4 jempol bwt km. heheee…
    Jd hae sudah jadian sm eun soo? Akhirnyaaaaa… hahaa

  12. Ciyeeee caper ke camer wkwkwk…
    Jadi harus mondar-mandir ke google translet, kebanyakan bahasa inggris nya *ups ketauan

  13. abis baca ff ini jadi mikir, kapan terakhir kali baca ff selain cast kyuhyun?. dan itu udah beberapa tahun yang lalu kkkkk~~~. tapi disini, abis baca kyujin jadi penasaran ama soohae couple. dan setelah baca memang gak rugi. mantep kkkkk~~~ keep writing

  14. hahhahaha donghae matikutu!!!
    aigoo donghae jd sama eunsoo nih?!
    sumpah aku penasaran nih sm hubungan mereka b2. donghae terlalu terbelit2..
    akhirnya kocak.. hahhaha lipstik eunsoo msih nempel? omo!

  15. Waaaaa, finally mereka ngutarain perasaannya masing-masing, tapi sayang banget eunsoo belum mau jalin hubungan sama donghae. Well donghae udah dapet restu dong ya dari orangtua nya eunsoo hihi, tinggal semangat semangatnya aja ngeluluhin hati eunsoo, bikin eunsoo sadar kalau pasangan soohae berhak berbahagia macam kyujin kekeke~

  16. ka galuh ga tau aku harus ngomong apa ini bener2 real buat aku…. cerita kaka tuh realistis….. jadi iri sama cople2 di sini… great story kaaaa! 😀

  17. Waaah Hae pinter ngambil hati nih, deketin orangtuanya dulu baru ngeluluhin anaknya. Mereka jadian yaa? Iya bukaaan? Ah semoga iya :3

    ish bumil macem Songjin kerjaannya ngambekan, marah-marah mulu nih, pantes Hyun Gi juga begitu. Kkke

    endingnya aku geli gegara bapaknya Eun Soo bilang gitu ke Hae, “hapus lipstikmu, kau bukan typeku.” Ewh ><

  18. wohoo calon mertua dua”nya udah setuju dan dukung hae, pinter banget ambil hatinya
    tinggal ibu kamu aja hae yang kasih restu
    itu eun soo udah terima hae kah??
    gantung ini

  19. Ngulang baca ini dan tetiba kangen ama soohae hehehehehe.
    Galuh kapan critai romantis2ny nih couple?
    B2 aja ya kalo bs wkwkwwwkwkwk *plak bnyk mwny*
    Fighting!!!!

  20. Nyrngir lebr baca dinghae kiceo pas tau itu bpak’a eunsoo… wkwkwkwk
    Donghae jd ngehang d ancem gtu…. wjkwkwk
    Crita’a bkin byngangin mka donghae truz … pengen tau gmna mereka nikah….

  21. hhhhh yeoja setengah namja lah eun soo
    hooooo dsni d ceritain d USG anak’a cowo. d cerita2 sblm’a kn ga d ceritain USG klo ga slh y
    hhhhhh iya ckp songjin aj yg bar2 anak perempuan klian nti hrs lemah lembut feminim & pinter y tp kuat 😀
    hhhh iya songjin klo sepi liar k kyu rawwwwr :*
    cieeeee kyu baca majalah dewasa wwww
    sok atuh kali2 songjin pke lingerie gt biar gaya biar kyu ga ngekhayalin mulu wwww
    kocak lh itu ttp dmnum milkshake’a sm haepa hhhh lucu bgt haepa ga judes kaia d part dulu2 kkkk

  22. Keren suka banget ma ceritanya apalagi banyak menceritakan tentang soohae,akhirnya hae tau hubungan apa eunsoo ma luke juga ketemu appa eunsoo lanjut thor penasaran nih…

  23. wkwk…d kira anti fans yg mo nyri brita buruk wat jtohin image eun soo,,tauuny..clon camer..hohoho..
    pi akhirny ada baikny jg hae dtg..camer dah pd ndkung..tinggal bkin eun soo yakin ajj..tak sia” wlo d cuekin, ketusin,,haahh kok ikutan lega y..hehe
    songjin msih kekeuh..hmm..jd kyu ge puasa lakuin tu..waahh..

  24. Eun soo sifatnya gak beda jauh dari bapaknya.. Udah bilang cinta tp blom mau berhubungan, emang cewe yg dilingkaran songjin pada ambyar semua. Hhh cie hae udah dapat restu dari ortu Eun soo.. Mereka gak kalah gregetnya sama couple kyujin

  25. pas awal aku baca aku kira itu bkn ayah eun soo, tp ternyata itu ayah eun soo dan ternyata ayah eun soo gay😱😱, donghae udh resmi sm eunsoo 😃, kyuhyun masih blm nyerah, dia tetap pengen songjin melahirkan sesar, semangat kyu😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s