[KyuJin Series] Strange Voices


Strange Voices

GSD

Cho Kyuhyun | Cho Songjin

PG 13

Ficlet

Tepat pukul 2 dini hari. Jika mengikuti rencana Kyuhyun, seharusnya sekarang Songjin sudah tertidur pulas. Maka jika seperti itu, jam 7 atau 8 nanti mereka sudah bisa bersiap untuk pulang, atau jika perasaan ingin- mengerjai- wanita- barbarnya itu masih ada, mungkin Kyuhyun akan terus lanjutkan kencan ala kadarnya ini sampai Songjin mengibarkan bendera putih tanda menyerah.

Tapi rencana hanyalah rencana. Hingga sepagi ini, Songjin masih juga belum bisa tidur. Tubuhnya hanya berguling kekanan kekiri. Berulang kali wajahnya ditutup oleh satu-satunya bantal jatahnya itu.

Dia lebih memilih menggunakan alas tidurnya itu sebagai penutup wajah untuk peredam suara-suara aneh yang sejak lama tadi terdengar dibandingkan menggunakannya untuk kenyamanannya sendiri.

Alasannya? Suara desahan tanpa henti dari kamar sebelah yang terdengar begitu nyaring. Seperti bangunan ini hanya memiliki sebuah tembok semi permanen yang tipis atau sebenarnya hanya ala kadarnya saja, yang penting memiliki inti sama. Memisahkan ruangan per-ruangan, hingga tidak benar-benar perduli dengan hal penting yang berjudul ‘privasi’.

Geraman Songjin melolos lagi. Dua tangannya menutup telinganya rapat-rapat berharap suara itu teredam, “Kyuhyun-ah!!”

Hmm?”

“…. Aku lapar….”

Kyuhyun megernyitkan wajahnya terkejut sekaligus heran. Memandangi Songjin tidak mengerti, namun detik selanjutnya, senyuman keparatnya lah yang menghiasi wajah tampannya. “bagaimana kalau kita keluar membeli sesuatu?”

Kyuhyun memutar tubuhnya menghadap Songjin. Menyangga kepalanya dengan satu tangan masih menyengir tolol yang sebenarnya, dimaksudkan untuk mengejek wanitanya, yang juga sayangnya, tidak wanitanya itu sadari. “kau tahu kita tidak punya uang sama sekali kan?”

“tapi tadi kau bisa membeli ice cream?”

“ada 20.000 won di saku celanaku. Itu cukup untuk membeli sebotol air mineral dan dua buah ice cream.” Ujar Kyuhyun memilin rambut panjang Songjin.

“kau bisa menukar salah satu ponselmu—“ tukas Songjin dengan polosnya tidak memerdulikan apapun lagi. Yang diinginkannya saat ini hanyalah angkat kaki dari ruang kamar penuh dengan sarang laba-laba ini.

“begitukah?”

“Ya.” Angguk Songjin cepat. Bangkit dan menarik Kyuhyun agar juga ikut berdiri. “ayo!!”

“tapi bukankah tadi kita baru saja makan?”

selepas Kyuhyun mengatakannya, Songjin tampak diam dan berfikir keras. Seperti menimbang ini dan itu dan sedetik kemudian baru membuka mulutnya lagi, “aku lapar lagi.” Jawabnya cepat-cepat.

“benarkah?” satu alis Kyuhyun meranjak naik perlahan-lahan. Perlahan, dia menarik tangan Songjin yang memanjang menarik tangannya membawa Songjin untuk duduk dipinggir ranjang terlebih dulu. “tapi bukankah.. biasanya kau menolak mentah-mentah makan dijam-jam yang kau bilang rawan seperti ini?”

“tapi aku sangat lapar! Ayo cepat Kyuhyun-ah!!”

“lapar?” alis Kyuhyun meninggi lagi. Menarik Songjin hingga kembali terduduk lagi disisinya, “lapar… atau terganggu dengan suara itu?”

cepat-cepat Kyuhyun mengatupkan bibir selepas berbicara agar tawanya tidak segera menyembur, melihat Songjin yang mendadak tubuhnya menegang hingga wajahnya menjadi memerah dan kaku, “suara?” kening wanita itu berkerut, “suara apa??”

Jika kini Kyuhyn terdiam, percayalah, semua itu bukan karena kesal mendapatkan jawaban bukan seperti yang dibayangkannya melainkan murni menahan ledakkan tawanya menyadari Songjin sedang berpura-pura bodoh.

Tapi mengingat sebenarnya, wanita itu tidak perlu berupura-pura bodoh agar tampak bodoh… membuat Kyuhyun harus lebih ekstra mengatur ekspresi wajahnya untuk mempertahankan kesan santai dan wibawa yang dijunjungnya setinggi gunung Himalaya.

Kyuhyun mengernyitkan wajahnya hingga keningnya meliuk-liuk rapat. Telunjuknya berada didepan bibirnya memerintahkan Songjin agar tidak mengeluarkan suara apapun, “dengarkan baik-baik!” perintahnya juga bersuara pelan.

Lalu setelah tenang, suara itu kembali terdengar dengan sangat jelas. Desahan menggila seorang wanita dan pria yang sepertinya sedang bercinta habis-habisan diruangan sebelah yang membuat siapa saja yang mendengar mampu mengisi otaknya dengan segala imaginasi-imaginasi kotor dan sama liarnya dengan apa yang mereka sedang lakukan disana.

“kau dengar itu?” bisik Kyuhyun setelah beberapa saat. Memainkan jari-jarinya dilengan Songjin menggoda wanita itu entah karena apa. “sepertinya mereka sedang dalam tahap… klimaks?”

Kyuhyun berbisik pelan pada ujung kata-katanya. Songjin semakin diam dan tidak dapat berbicara apapun lagi. Kyuhyun selalu berhasil mengerjainya. Dari mengajak kencan dengan modal pas-pasan. Menginap dimotel murahan usang. Hingga kini memainkan emosinya naik dan turun.

“ya, aku tahu. Itu tidak ada urusannya denganku. ayo cepat aku lapar, Kyuhyun-ah!!”

“kau lapar?” Kyuhyun tersenyum meledek, “kau ingin pergi karena lapar.. atau kau tidak ingin mendengar suara-suara itu, karena diam-diam kau juga menginginkannya, tapi kau malu untuk memintanya padaku?”

begitu mudahnya Kyuhyun menggodai Songjin, begitu pula mudahnyalah amukan Songjin muncul mengejutkan pria itu sendiri. bantal yang letaknya cukup jauh dari jangkauan tangan Songjin pun dapat begitu mudahnya disambar dan diacungkannya tinggi-tinggi. Siap untuk menyerang wajah tampan yang membuatnya selalu berdebar kencang setiap kali menyisihkan waktu, dan mendanginya lama. “aku malu? Cih! untuk apa aku malu denganmu. aku tidak menginginkannya bukannya malu!!” bibir Songjin mengerucut menolak mentah-mentah dengan wajah arogannya.

“benarkah? sayang sekali~ kukira kau menginginkannya seperti aku yang juga menginginkannya, karena itu dipesta ulang tahun Ibu Eun Soo kemarin, mendadak kau memberikan majalah pria dewasa kepadaku tanpa maksud yang jelas. Itu.. bukan caramu untuk membuatku agar tiba-tiba merasa tergoda dan lalu menyeretmu pulang karena aku menginginkannya kan??”

“Cih! Mimpi saja kau!”

Kyuhyun kembali tersenyum melihat harga diri Songjin masih dipasungnya tinggi-tinggi. Tangannya naik dan turun mengusapi lengan Songjin dengan lembut dengan ujung-ujung jarinya yang panjang. “jadi kau tidak menginginkannya?”

“tidak!”

“benarkah?”

“Ya.”

“benar tidak ingin?”

“Tidak!!”

“tapi kenapa wajahmu memerah?”

“wajahku tidak merah!”

“ah, kalau begitu berarti mataku saja yang sedang terlalu lelah. sampai melihat wajahmu tegang dan berubah warna menjadi merah. Mengecewakan, kukira diam-diam kau menginginkannya~” Kyuhyun masih menggoda memasang wajah terpolosnya.

“aku tidak…”

“baiklah.” Sebelum Songjin selesai bicara, Kyuhyun mendadak menyelanya langsung. “baiklah baiklah kalau kau tidak menginginkannya.” Kyuhyun mengibaskan tangan, “Padahal tadinya, aku berfikir untuk melakukannya setelah mendengar wanita itu… sepertinya seru.”

Bahu tegapnya bergerak halus bergidik saat bibirnya tercebik “tapi kau tidak menginginkannya… yausdah. Memangnya aku bisa apa??” Kyuhyun menarik satu lembar selimut tipis yang motel sediakan bagi mereka. Menariknya tinggi menyembunyikan seluruh tubuhnya didalam selimut itu. Dengan begitu, dia dapat dengan puas menertawakan Songjin tanpa bersuara dan tiak harus membuat wajahnya terus-terusan agar tampak serius.

Tawa tanpa suaranya itu semakin menjadi saja ketika merasakan tubuhnya bergoyang karena Songjin mending-dorong punggungnya, “Kyu~”

“sudah pagi. Kita tidur saja agar bisa pulang lebih cepat. Kau bilang kau ingin pulang.” Suara lantang Kyuhyun dibuat serendah mungkin oleh pria itu sendiri agar terdengar mengantuk atau entah apa maksudnya.

Setelah merasa mampu mengontrol wajahnya lagi, Kyuhyun menurunkan selimutnya, “ayo tidur.” Perintahnya. Mengabaikan wajah Songjin yang sudah lebih merah daripada tadi. dia ingin tertawa lagi menontonnya. Wanita itu meremas-remas tangannya sendiri seperti sedang gugup. “aku tidak mengantuk!” runtuk Songjin.

Kyuhyun menghela napasnya singkat. Setengah karena jengah dengan keras kepala istrinya, setengah karena menahan luapan tawa yang sewaktu-waktu dapat muncul dengan mudahnya membuatnya tidak lagi tampak meyakinkan dengan segala kewibawaan buatannya itu. “kita masih tidak akan bercinta sampai kau mau mendengarkan kata-kataku mengenai persalinanmu.”

Cih! Itu urusanmu! Terserah kau saja! aku tidak perduli!”

Kyuhyun mencebikkan wajahnya diam-diam mengejek Songjin tanpa wanita itu sadari, “baiklah. Kalau begitu. Aku tidur lebih dulu.” Ujarnya tidak perduli, “lanjutkan saja aksi kepala batumu itu, Cho Songjin. Itu juga urusanmu bukan urusanku!” tukas Kyuhyun membuat suaranya terdengar ketus sambil kembali menarik selimutnya tinggi untuk menyamarkan tawa kemenangannya dengan sangat puas.

94 thoughts on “[KyuJin Series] Strange Voices

  1. Nah jadi ngak bisa tidur kan…
    Siap suruh nolak segla,padahal cuman kepengen ama yang sebelah…
    Bisa saingan juga kan… Kkk

  2. hajaaaaaaaaaaar! bls aj sm desaha klian jg hhhhhh jng mw kalah sm suara desahan tetangga 😀
    ga usah malu minta! kyu bakal dng sgt senang hati ikhlas ridho merdeka bakal ngasih xoxoxoxo ❤

  3. ahahahah songjin gemes bgt ih batunyaaa gada yg bisa mecahin! sampe kyuhyum udah godain abis2am aja ytp ngekeuh!hahahaha kyuhuun lucu bgt sih asli godaiinnya parah makin gemesh

  4. kyu..ngrjain songjinny demen..pke bngt lgi..ckck
    ni b’2 mank sama” pny gngsi n hrg dri yg trkdng sok d tinggi”kan…mkny slhpham bae dl mah…
    kyu..kyu..td nhan” emosi, skrg nhan ktwa biar istriny ga mkin ngomel…wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s