Charity


Charity

 GSD

Cho Kyuhyun | Cho Songjin | Lee Donghae |

PG 13

Ficlet

 

Songjin menggeleng-geleng kecil ketika tangan Kyuhyun memanjang. Terangkat, dan perlahan bergerak menuju pada sebuah kotak dari puluhan kotak dihadapannya. mengangkat perlahan-lahan sepasang sepatu berwarna pink dengan tali berwarna senada.

Kilau gemerlap pelangi dikeluarkan melalui pantulan beberapa bebatuan dibagian punggung sepatu yang terpasang. Entah apakah itu adalah berlian yang biasanya dipasang diperhiasan ataukah hanya bebatuan imitasi saja. tapi dalam sekali pandang saja, orang awm  pun dapat langsung mengerti jika sepatu itu pasti didapat dengan merogoh kocek yang dalam.

andwae~” suara Songjin terdengar begitu lirih. Matanya sudah berkaca-kaca memandangi salah satu koleksi sepatu dari puluhan deret sepatu didalam lemari tersebut yang sudah Kyuhyun angkat-angkat begitu mudahnya. “itu Jimmy Choo ku” bibirnya bergetar saat mengatakannya.

Seperti dia baru saja menyerahkan setengah nyawanya untuk juga menjadi bahan lelang bagi penggalangan dana pada Perusahaan milik Kyuhyun yang sedang diadakan sejak beberapa hari yang lalu itu.

“Jimmy Choo?” alis Kyuhyun bertautan. Diletakkannya lagi sepatu pink tersebut dan kini sasarannya jatuh pada sepatu lainnya berwarna peach dengan hak setinggi lebih dari 15 centi. Bermodel nyaris sama seperti sepatu boot tetapi terbuka pada bagian punggung kaki, dan memiliki tali kecil yang harus dililitkan pada sepanjang mata kaki hingga 2 senti keatas jika akan digunakan.

Tapi melihat sepatu itu diangkat-angkat oleh Kyuhyun, bibir Songjin bergetar lagi bahkan nyaris lebih hebat dibandingkan tadi, “andwae~ itu baru kudapatkan kemarin. itu Louis Vuitton!! limited spring edition!!” air matanya sudah menetes tanpa wanita itu sendiri sadari, dan Kyuhyun hanya dapat menghela napasnya panjang sambil memutar dua bola mata.

Mendesis, menggeram, hingga berakhir meletakkan sepatu itu ditempatnya lagi dan mengacak rambutnya frustasi. “Aaaarrrgh!! Benar-benar merepotkan!” gerutunya kesal setengah mati. “sejak tadi kau selalu berkata jangan, itu Jimmy Choo ku. Jangan itu Prada ku. Itu Chanel ku. Gadino~ aku bahkan tidak mengerti tentang semua itu!! Bisakah kau diam dan percepat ini saja? kita harus segera kekantor untuk menyerahkan benda yang akan kita sumbangkan untuk dilelang, bodoh! butuh berapa lama lagi waktu untukmu memilih barang apa yang akan kau sumbangkan?”

Kyuhyun mengepalkan dua tangan dan meremas-remasnya menahan amarahnya. Terlihat jelas bahwa pria itu telah begitu menekan segala arogansinya serta sikap temperamental yang selama ini selalu membuat pria itu sendiri repot karena selalu meledak-ledak seperti bom.

Sepertinya Kyuhyun telah belajar banyak dari beberapa pengalaman sebelumnya. Yang membuat pria itu kini selalu mati-matian menarik ulur tali kesabarannya.

Pria itu membuang napasnya kencang, lagi. Melirik tajam pada istrinya dan terus diam sampai emosinya mereda. Menontoni bagaimana wajah tolol Songjin yang sudah seperti akan kehilangan bayinya saja hingga menangis penuh senggukan seperti itu. “Songjin,” Kyuhyun merendahkan suaranya mendandakan pria itu sedang serius dengan ucapannya kali ini. tangannya terlipat rapih didepan dada. “ini hanya sepatu. Hanya tas. Dan hanya pakaian. Semua itu bisa kau beli lagi kalau kau mau. Beberapa ruang-ruang kosong ini nanti, akan terisi oleh barang-barang yang kau beli secara mendadak yang jumlahnya tidak sedikit. Aku sangat percaya itu, karena itu salah satu keahlianmu ‘kan? berbelanja!” Kyuhyun sedikit mendengus saat berbicara sambil menyengir sinis seperti menunjukan kejengahannya atas hobby menggelikan Songjin yang terkadang membuatnya tidak habis pikir.

“Cho Songjin, diluar sana, terdapat ribuan orang yang bahkan selalu bertanya-tanya, apa yang bisa mereka makan untuk hari ini? dan tidak seperti kita, yang hanya selalu mempertanyakan akan makan dengan menu apa kita hari ini? atau.. seperti kau, yang jika bosan dengan menu daging, kau akan menolak mentah-mentah makanan itu tidak perduli seberapa mahalnya menu yang kau pesan itu.”

Songjin diam. Hanya dapat mendengarkan suara Kyuhyun melewati telinganya terdengar sangat mengintimidasinya. Terkesan merendahkan karena seleranya yang terlalu pemilih. “Berbagi Songjin. Jangan selalu egois. kau tidak hidup seorang diri. perhatikan sekitarmu. banyak sekali yang membutuhkan bantuan!”

Pria tinggi itu mengusap wajahnya beberapa kali sebelum membuang napas panjang dan menggelengkan kepalanya memandangi Songjin, “10 menit lagi.” Ujarnya “aku ingin kau memasukan 5 pasang sepatumu. 5 buah tasmu. Dan 5 lembar pakaianmu kedalam box itu. Apapun itu aku tidak perduli. 10 menit. Waktumu hanya 10 menit. Aku tunggu dimobil.”

** **

secara pribadi Songjin bukan bermaksud untuk tidak menyukai apalagi membenci program penggalangan dana melalui lelang yang Millennis adakan melalui ide Siwon.

Dia cukup sadar, bahwa hidupnya telah teramat beruntung dengan segala kelayakan hidup yang dimilikinya, sedangkan diluar sana banyak sekali orang yang harus tidur hanya dengan beralaskan kardus saja.

Tapi merelakan koleksi-koleksinya bukanlah hal yang mudah. Jangan diremehkan, tapi mendapatkan benda-benda itupun memerlukan kerja keras ekstra.

Iya. Kerja keras berebut dengan customer lain jika benda limited itu benar-benar menarik minat, terlebih jika benda-benda itu lilited edition. Dan wajah tercengang Songjin tidak dapat ditutupi saat melihat Eun Soo datang hanya dengan membawa sebuah parfume DKNY yang menjadikannya ambassador hingga wajahnya berada diseluruh papan reklame diseluruh Negara, dan selembar pakaian yang pernah digunakannya dalam ajang kontes kecantikannya dulu.

Hanya dua buah itu saja dan Songjin mati-matian harus menekan rasa irinya yang berlebih, “bagaimana bisa sebotol parfume sialan itu saja dapat menghasilkan 1 juta dollar? Maksudku— yang benar saja! itu ‘kan hanya parfume!” saat tidak ada yang memperhatikan mereka, Donghae merapatkan tubuh pada Songjin dan berbisik.

Diam-diam pria itu juga ikut heran dengan tingkah wanita angkuh bermarga Kim itu. Juga merasa tidak adil ketika menyadari, diantara dirinya, Songjin Kyuhyun Siwon ataupun Gyuwon, satu-satunya orang dengan barang tersedikit yang dibawa adalah Eun Soo. Sebotol parfume dan selembar pakaian saja.

Songjin mengigiti bibirnya memandang parfume dengan botol berbentuk lingkaran berwarna emas. Diam memperhatikan seksama, lalu dua detik setelahnya baru membuka mulut disamping telinga Donghae, “itu DKNY Golden Delicious Oppa. Bukan perkara hanya sebuah parfume saja. tapi keunggulannya terdapat pada botolnya.”

“Ha?”

Songjin menunjuk botol berbentuk bola dimeja depannya itu diam-diam, menunjukkan kepada Donghae. “dibotol itu, mengandung 14ribu emas kuning dan putih. Dibotol itu juga dikelilingi 2.909 berlian, rubi merah dan batu safir. Jadi menurutku, pantas-pantas saja kalau harganya semahal itu. Dan melihat mereknya.. DKNY itu kan—“

“Astaga!!” Donghae membuat Songjin berhenti bicara saat pria itu tercengang bagai baru tersambar petir. Rahangnya jatuh begitu saja dengan pandangan mata hanya tertuju pada benda mungil berukuran tidak lebih tinggi dari pada ponsel miliknya.

Setelah menyadari yang belum diketahuinya itu, matanya lalu terarah melirik 5 pasang sepatu Jordan koleksi miliknya. Baru menyadari betapa sepatu-sepatunya itu tidak ada apa-apanya bahkan jelas, jika digabungkan pun hasil penjualan seluruh sepatunya tidak lebih banyak daripada sebuah sebuah bola basket dengan tanda tangan pemain basket ternama Shaquille O’Neal milik Gyuwon.

“Astaga!” walau perlahan pun, Donghae masih saja menunjukkan rasa ketidakpercayaannya itu secara terang-terangan, “itu parfume termahal atau botol termahal? Kau bisa hitung berapa harganya dalam kurs Won? Kau tidak sedang bercanda ‘kan?” Gumamnya heran berdecak tidak habis pikir.

Lalu menyadari hal lainnya lagi, dan sekonyong menoleh pada Songjin lagi. Menarik wanita itu lebih merapat padanya, lalu mendekatkan bibirnya ditelinga Songjin, “katakan padaku, kau tidak memilikinya!” bisik dokter itu kemudian mendapatkan jawaban cepat sebuah senyuman kecut Songjin yang membuat bahunya terkulai lemas begitu cepat.

“astaga, apa aku baru saja sadar kalau aku terjebak disebuah komunitas yang salah?” gumamnya pelan mengurut pelipis karena kepala mendadak berdenyut.

“setidaknya bukan menyukai wanita yang salah.” tiba-tiba Kyuhyun menimpali Donghae. tersenyum sangat lebar kepada pria yang biasanya diangapnya sebagai musuh itu, lalu mengerling pada Eun Soo yang berada dimeja paling depan sedang menjelaskan barang-barang miliknya apasajakah yang akan dilelang.

“Jadi sekarang minggir~!” lalu belum sepenuhnya Donghae sadar bahwa Kyuhyun sedang menggodanya dengan Eun Soo, pria bertubuh tinggi itu tiba-tiba mendorong bahunya dengan telunjuk saja seperti dirinya adalah sebuah kuman mematikan yang menular. “stay away!” Kyuhyun berbisik sangat pelan seperri sengaja agar Songjin tidak mendengar apa yang dikatakannya dan terus sibuk saja memperhatikan bagaimana Eun Soo berbicara. Lalu dengan semaunya, Kyuhyun langsung merangkul Songjin menarik wanita itu untuk duduk lebih dekat dengannya.

Membiarkan Donghae benar-benar mendesis sangat panjang bagi pemilik perusahaan Millennis itu sambil mengulas senyuman sinis tidak mengerti, “Setan itu benar-benar! Cih!”

87 thoughts on “Charity

  1. ha ha oramg gila itu botol parfum atau apan paraaaaahhh!!!!! itu liat donghae deket2 sama songjin sampe bisik2 awalnya mikir oh aman gada kyuhyun, eh taunya nongol diending hahah

  2. Astaga itu botol parfum harganya selangit 😣 udh angat tangan duluan liat botolnya aja 😂😂 .. kayanya songjin pengen tp kyuhyun tak memihak 😂😂

  3. hmm…lelang..pa songjin rela septu, tas, n baju,ny d lelang??
    tu btol hrgany gila”an..ckck da yg beli ky gtu??
    hoho…ni b’2..untng evilny dah agk b’ubah..kyupil..

  4. Yang mahal botol nya sih bukan isinya. Songjin harus ngilangin kebiasaan belanja yg over bgt bener kata Kyuhyun tapi Songjin ya Songjin.

  5. mau gimanapun kelakuan songjin, yang namanya kyuhyun jatuh Cinta ya jatuh Cinta. apapun keinginan songjin, selama kyuhyun bisa menuruti mengapa tidak? mungkin itu juga yang dipikirkan kyuhyun. kyuhyun kerja juga untuk keluarganya.

  6. songjin sampai ngak rela gitu, koleksi barang² di lelang, tp jd di bawa kgk ngomong² itu barang ke acara itu ? masa iya istri yg punya perusahaan kgk ikutan amal wkwk….
    gilaaa parfumnya mahal sekaliiii donghae aja sampai tercengang …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s