[KyuJin Series] He’s Blown Away


He’s Blown Away

GSD

Cho Kyuhyun | Cho Songjin

PG 13

Vignette

Kyuhyun memandangi meja diruang santainya— penuh dengan kertas-kertas hasil coretan tangan Songjin. Gambar-gambar gaun berwarna warni tampak begitu cantik.

Kyuhyun tahu, jika keadaan telah menjadi seperti ini, itu artinya Songjin telah memulai start untuk bekerja lagi. Hal yang mencengangkannya bukanlah melihat keadaan bawa dalam kondisi hamil besar seperti itu, sebenarnya tidak pantas saja seorang wanita bekerja sampai menggeletakkan diri diatas lantai seperti ikan hias yang tanpa sengaja keluar dari aquariumnya.

Yang membuat Kyuhyun tercengang adalah ketika dia melihat beberapa gambar buatan Songjin. Ada yang berbeda diantara puluhan gambar-gambar hasil wanita barbar itu yakni beberapa sketch dengan warna yang berasal dari kelopak bunga mawar dan anggrek ungu asli.

Mata Kyuhyun menyipit memperhatikan seksama sebelum dia memutuskan untuk bertanya saja daripada terus memunculkan tanda Tanya dikeningnya besar-besar. “kau merusak berapa bunga untuk sketch seperti ini?” walau tampak tidak suka, Kyuhyun tetap saja tampak terpana.

“merusak? Bahkan mereka tidak ada satupun yang kusentuh.” Tegas Songjin sambil memasangkan satu buah kelopak pada gambarnya dan membuatnya menyerupai sejuntaian pakaian terusan berbahan flare.

“tidak ada?”

“tidak.”

“lalu itu?” Kyuhyun menunjuk kertas dihadapan Songjin. Yang sedang Songjin kerjakan.

“ini?” Songjin berhenti memasangkan kelopak bunga dikertasnya. Menunjuk prakaryanya sendiri sambil sesekali mengelap keringatnya. “ini aku ambil dari keopak yang berjatuhan dihalaman. Sayang kalau dibuang begitu saja.” jawab wanita itu santai. Menggerakkan bahu menoleh pada Kyuhyun lalu berbalik pada pekerjaannya lagi.

Seketika saja Kyuhyun melongo terkejut. Jadi sejak tadi, yang dilakukannya adalah berprasangka buruk padahal wanita bodohnya tidak melakukan hal bodoh apapun kali ini. “jadi itu.. bukan dipetik?”

“kau pikir aku gila? Apa salah mereka sampai aku mengambil mereka begitu saja?” Songjin tidak tampak terimtimidasi oleh nada sarkas yang semula Kyuhyun tujukan padanya itu.

Wanita itu mungkin sedang terlalu serius dengan pekerjaannya, hingga lupa untuk mengacak wajah Kyuhyun kali ini.

Sedangkan Kyuhyun mengamati sekitarnya lagi. Mengamati betapa ruang santainya, kini sedang berubah menjadi ruang kerja Songjin dadakan mengingat ruang kerja mereka berada dilantai teratas, dan dirinya sendiri yang melarang wanita brutal itu untuk bolak-balik berkliaran naik turun tangga seorang diri.

Kyuhyun mengambil selembar kertas dengan gambar sebuah gaun malam pesta berwarna peach. Lalu matanya melirik gantungan pakaian yang dicantolkan Songjin diatas jendelanya, entah dengan cara apa wanita itu mampu menggantungkan pakaian buatannya ditempat tinggi seperti itu.

Gaun dengan model tumpuk yang melingkar terlihat sederhana namun elegan. Kyuhyun bahkan tidak ingat kapan Songijn membuatnya. Pria itu lalu mengambil kertas lainnya dan memandangi teliti gaun lainnya. Yang ini pun ada dalam kondisi fisiknya. Sebuah gaun pengantin dengan tampilan vintage yang terkesan mewah karena tambahan mutiara-mutiara pada daerah sekitar dada.

Dan untuk ketiga kalinya, Kyuhyun menarik secarik kertas. Sebuah gaun lagi, tapi Kyuhyun tidak menemukan bentuk fisiknya dimanapun, sejauh apapun matanya menelusuri ruang santainya.

Dia memandang gambar tangan Songjin lagi itu dan sedikit berdecak seraya befikir, ini jelas bukan sebuah gaun pengantin. Tapi sepertinya, pun terlihat terlalu biasa untuk sebuah pesta besar seperti gaun-gaun lainnya yang digambar oleh Songjin.

“kenapa tiba-tiba membuat ini lagi?” Kyuhyun memelorotkan tubuhnya. Memindah posisikan dirinya untuk duduk bersisian dengan Songjin, tidak seperti tadi berposisi lebih tinggi daripada wanitanya itu. “berencana membuka butik lainnya?” lirik Kyuhyun meneliti.

“bagaimana kalau iya?”

“Well—“ Kyuhyun menghela nafasnya, mengamati gambar gaun berwarna hitam dikertas ditangannya. “menurutku kau terlalu cepat memutuskannya mengingat kau sedang mengandung. Sebentar lagi kau melahirkan. Dan setelah kau melahirkan pun, kau akan sibuk dengan anakmu. Kecuali jika kau berencana memindah tangankan pola pengasuhan anak kita nanti kepada seorang perawat. Dan sebenarnya, aku tidak setuju dengan yang satu itu.”

Ujar Kyuhyun panjang. Sekaligus menyuarakan rasa bimbangnya dengan keputusan mendadak Songjin kali ini yang dianggapnya terlalu terburu-buru. “kau tidak begitu ahli melakukan beberapa hal sekaligus diwaktu yang sama. Aku cukup mengenalmu untuk hal yang satu itu. Jadi jangan mencoba untuk menjadi orang tua yang ceroboh. Aku hanya mengingatkanmu karena itu tugasku.”

Songjin hanya tersenyum saat Kyuhyun mengoceh panjang. Wanita itu terus memasangkan kelopak-kelopak bunga pada gambarnya dan sesekali tersenyum puas melihatnya, atau ragu untuk menempelkan kelopak lainnya.

Membuat Kyuhyun melirik-lirik sesekali untuk memastikan apakah sebenarnya Songjin mendengar dan memperhatikannya atau hanya membuatnya bicara dengan bayang-bayang saja. “kau dengar aku Songjin?”

Menyingkirkan berbagai peringatan Kyuhyun, Songjin susah payah bangkit seorang diri, lalu menarik pria itu bersamanya setelah dirinya mampu berdiri tegap. “tolong bantu aku sebentar.” Pintanya langsung menarik Kyuhyun saat bahkan pria itu belum berdiri sepenuhnya.

Songjin menarik Kyuhyun menuju sebuah gaun yang telah nyaris selesai. “tolong pegang bagian samping. Aku ingin memasang payet lain dibagian ini.” Songjin menunjuk depannya dengan tangan kiri. Tangan kanannya memegang sebuah alat jahit kecil.

Hanya butuh sedetik saja bagi Songjin untuk focus dan melakukan tugasnya dengan teliti menggunakan jarum tajam miliknya itu. Tapi bibir tipisnya, masih dapat bekerja meladeni betapa Kyuhyun masih begitu menunggu jawaban langsung darinya atas pertanyaan merapat pada larangan pria itu tadi. “aku paham, Kyuhyun-ah. Aku paham.” Tutur Songjin lembut.

“aku bukannya sedang menyiapkan design baru untuk butikku. Aku hanya sedang membuat beberapa design untuk ikut program penggalangan dana yang perusahaanmu sedang lakukan.” Jelasnya santai.

Menusukkan jarum ditangannya sambil menyipitkan matanya dan memandang lekat-lekat bagian pinggul dari gaun hasil rancangannya sejak beberapa minggu lalu itu.

“tidak perlu menarik urat.” Torehnya lalu tersenyum sekenanya saja kepada Kyuhyun membuat pria itu mendadak gugup. “aku paham dan aku sama sekali tidak pernah merencanakan akan memindah tangankan anakku kepada orang lain untuk mengurusnya. Aku ibunya, kenapa harus orang lain yang mengurusnya?”

“yeah—“ sambil ikut tersenyum kecut dan malu, Kyuhyun menggaruki belakang kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Hanya mendadak dia memiliki kumpulan perasaan gugup dan kacau yang mendadak dirasakannya saja. “itu agak sedikit benar.”

“agak? Kukira itu benar?”

Nggg…Yeah… Jadi.. kau ikut penggalangan dananya?”

“Dua kali. Sebelum ini bukankah kau memaksaku untuk mengeluarkan beberapa koleksiku? Ah, kau tidak tahu bagaimana patahnya hatiku saat kau tidak memberikanku pilihan lain?”

Songjin mencebikkan bibir bawahnya merubah ekspresinya menjadi seperti kucing yang baru tercebur didalam genangan air. Basah dan menyedihkan. Lagi-lagi Kyuhyun menjadi salah tingkah karenanya.

Tenggorokannya menjadi gatal bukan main. Berulang kali dia berdehem, tapi rasa gatal sialan itu tidak juga kunjung hilang. “tapi setelah itu kau menguras dompetku untuk memenuhi lemarimu lagi.” Sanggahnya setelah merasa cukup mampu untuk berbicara.

“kau benar. Dan kau ingat bagian kata-kataku yang berbicara bahwa aku akan mengganti semua uangmu itu?”

“huh?” alis Kyuhyun bertautan. Mengingat lagi pada bagian itu lalu berdecak pelan, “uang kita.”

“apapun itu.” Senyum Songjin lagi-lagi terlihat. Entah apa yang sedang terjadi, belakangan ini sepertinya Songjin menjadi sedikit berbeda. Tidak terlalu sering berteriak-teriak lagi dan malah terlihat sedikit lebih jinak. “aku sudah menjual seluruh gaun dan design ini kepada Damon Wang. Kami sudha memiliki beberapa kesepakatan, lalu setelah mendapatkan uangnya, akan aku sisihkan untuk mengganti uang itu dan sisanya untuk amal. Sisanya pasti akan sangat banyak. Anak-anak dipanti itu.. bisa mendapatkan banyak mainan kalau begitu. Iyakan?”

“mwo?” Kyuhyun mengerjapkan matanya berulang kali tanpa henti begitu cepat. Jadi selama ini, sibuknya Songjin adalah demi misi tersembunyi itu. Alasan mengapa Kyuhyun tidak menemukan Songjin diranjangnya pada pagi hari, atau alasan lain yang menolak ketika pria itu mengajak Songjin untuk keluar dari rumah.

“hidupku sudah terlalu beruntung. Aku memiliki banyak hal dan banyak diantara banyak hal itu tidak kudapatkan melalui jerih payahku sendiri.” Songjin melirik Kyuhyun untuk menilik reaksi pria dihadapannya itu.

Tampak tepat sesuai sasaran dengan yang dibayangkannya bahwa Kyuhyun menunjukan wajah tidak sukanya. “bukan kau yang aku maksud. kau pengecualian. kau kudapatkan dengan jerih payahku.”

“Cih! Kau tidak membeliku dari orang tuaku.”

“tapi aku merampas hatimu.”

Eyyy! Kau menonton serial drama apalagi?” mendengar godaan Songjin, bukannya membuat Kyuhyun melambung tinggi tapi malah mendesis tidak karuan merasa jengkel dengan telinga berdengung kencang, “hentikan itu. Menjijikan!”

Songjin tertawa melihat reaksi berlebihan Kyuhyun. Disamping reaksi nyata akan kekesalannya, pria itu tetap saja terlihat jelas tidak dapat menyembunyikan rona kemerahan diwajahnya yang putih pucat.

Kyuhyun tampak sibuk. Menolak untuk membuat matanya bertemu dengan Songjin yang sejak tadi sengaja diam berhenti menjahit hanya untuk memperhatian reaksi tolol yang diperlihatkan Kyuhyun saja sambil tertawa pelan terlihat sangat menikamti.

“gambar itu—“ Kyuhyun menunjuk kertas yang dipegangnya tadi. gaun berwarna hitam yang terlihat tidak sesuai untuk gala pesta besar, atau untuk summer dress sekalipun. “gaun itu aneh. Itu tidak kau buat untuk sebuah pesta atau gaun pernikahan ‘kan?”

Songjin tidak langsung menjawab ketika sadar bahwa Kyuhyun hanya sedang mengalihkan pembicaraan diantara mereka untuk menyudari kekalutannya serta warna-warna merah yang muncul semakin nyata pada wajah tampannya itu sedari tadi.

“bukan.” Songjin terus menatap Kyuhyun. Tertawa kecil saat tanpa sengaja Kyuhyun meliriknya dan dirinya mendapati pria itu melihatnya lalu cepat-cepat Kyuhyun membuang wajahnya lagi. “itu hanya gaun biasa.”

“sudah kuduga!”

“benarkah?”

“Ya! Gaun itu terlihat seperti lingerie. Tapi memiliki kain terusan yang agak sedikit—“ kepala Kyuhyun miring dan semakin miring saja saat mengamati gambar dikertas itu, “menerawang.”

“menerawang..” Songjin meledakkan tawanya lebih kencang kini. Kepalanya mengangguk seperti membenarkan apa yang Kyuhyun katakan tadi. “omong-omong tentang lingerie,” Songjin meletakkan alat jahit kecilnya dimeja samping kakinya.

Dia lalu berdiri tegap disamping mannequin dengan pakaian buatannya. Memainkan piyamanya sendiri memilin ujung-ujungnya, “aku baru membeli sebuah lingerie cantik sore ini. biasanya aku malas dengan pakaian ala wanita penggoda itu, tapi sejak pertama melihatnya, aku benar-benar tidak bisa untuk tidak membelinya.” Tutur Songjin.

Raut wajahnya lalu mendadak berubah menjadi cemas saat mulutnya akan terbuka lagi, “tapi harganya agak sedikit mengerikan.” Ujarnya tampak sedikit takut. “tapi ini bagus,” ujarnya lagi. Lalu seperti tidak memiliki rasa malu atau entah bagaimana kebrutalannya dapat hilang mengenai lingerie yang sering Kyuhyun jadikan untuk bahan godaannya, wanita itu langsung melepas piyama terusan miliknya sangat cepat.

Mata Kyuhyun membelak. Melihat lingerie berwarna hitam transparan dengan model chemise menutupi tubuh Songjin. Rahangnya ditahan susah payah agar tidak terjatuh hingga harga dirinya menjadi jatuh untuk kesekian kalinya lagi didepan wanita barbar itu.

“ini Dantelle Joailleire. eotte?”

Nafas Kyuhyun tercekat kuat. Teggorokkannya sedang tidak bersahabat dalam membantunya berbicara, dan hidungnya mendadak seperti saat dia sedang terserang flu. Membuatnya sulit untuk bernafas saja.

Kyuhyun berdehem, “Itu—“ matanya menelurusi seluruh tubuh Songjin. Wajahnya, bibirnya, dagu, dada, perut hingga kaki yang kini terpajang tampa penutup apapun kecuali tubuh wanita itu dengan lapisan kain begitu tipis. Yang mungkin saja jika jarinya ditusukkan pada kain tersebut akan langsung sobek.

“berapa..” Kyuhyun berdehem lagi, “berapa harganya kau bilang tadi?”

“aku belum mengatakan berapa harganya. Aku hanya bilang ini mahal.”

“Ah—“ Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Matanya sial sekali tidak bisa bergeser sedikitpun kali ini.

lingerie menerawang itu benar-benar sialan sekali. Terlalu sialan hingga nafasnya yang tadi tercekat kini kian memburu.

Gaun tidur malam itu benar-benar tipis hingga sialanlah matanya, dapat menangkap knickers tipis, satu-satunya yang menutupi bagian terdalam Songjin diantara kaki jenjangnya.

Knickers berwarna putih, tampak tidak senada dengan lingerie hitam tersebut, atau entah, mungkin Songjin memang sengaja mamakainya. “mahal—“ Kyuhyun berbicara tersendat. “seberapa— mahal..” ujarnya mencoba tampak marah tapi nyatanya, pria itu sedang begitu ingin melompat-lompat kegirangan karena akhirnya, Songjin mencoba juga untuk memakai lingerie setelah sebelumnya, perdebatan panjang mereka tentang pakaian malam minim bahan itu.

Yang Kyuhyun agung-agungkan dan Songjin anggap rendah.

“bagaimana kalau harganya lebih dari lima ratus ribu won? Apa.. aku akan dihukum lagi? Tapi kau bahkan belum mengembalikan kartu-kartu dan mobilku. Kau ingin menyita apalagi?”

“lima ratus ribu—“ Kyuhyun lagi-lagi merasa seperti ditampar kiri dan kanan dipipinya. Tapi kemudian nafasnya naik dan turun lebih cepat saat Songjin mendekatinya perlahan-lahan, “tapi lihat dulu, bahannya halus sekali. Dan pakaian ini tampak cantik. Iyakan?”

“itu tidak—“

“coba dulu dipegang!” Songjin mendekatkan tubuhnya didepan Kyuhyun persis. Menarik tangan Kyuhyun untuk menyentuh perutnya yang besar, yang tertutupi lingerie menerawang itu, lalu Kyuhyun terbatuk kencang seketika.

Tersedak padahal dimulut pria itu tidak sedang mengulum apapun saat ini. “ini.. halus.” Ucapnya gugup.

“benar kan?! jadi menurutku pantas saja kalau harganya mahal. Bagus tidak?”

“Tapi agak sedikit….. mahal?”

“Iya, tapi bagus tidak?”

“mahal.”

“bagus tidak?” geram karena merasa dipermainkan, Songjin menarik kerah kaus polos Kyuhyun mencengkramnya sambil menggemeretakan gigi kuat-kuat. Tampak siap untuk bergulat jika pria itu mencoba macam-macam. “bagus, atau tidak?” Songjin mengulang pertanyaannya penuh penekanan.

Menunjukan air wajah, bahwa Kyuhyun sedang tidak bisa macam-macam dengannya dan lebih baik bertingkah manis saja.

Mendapatkan sudutan seperti itu Kyuhyun lagi-lagi menelan ludahnya susah payah. Bahkan tubuh Songjin tidak lebih besar dan tinggi darinya, tapi wanita itu mampu membuatnya terlihat sama dengan kelinci makan siang seekor singa buas.

“Ya.” Mendadak Kyuhyun menjadi takut karenanya. “Tapi—“

Belum semuanya kata-katanya meluncur, Songjin sudah mengencangkan lagi remasan tangannya pada kerah pakaian Kyuhyun. Menarik pria tinggi itu sambil dirinya setengah berjinjit untuk menubrukan bibirnya langsung pada bibir Kyuhyun.

Melumat, mengigiti dan memainkan lidahnya dalam-dalam. Mendorong tubuh Kyuhyun asal hingga akhirnya, punggung tegap pria itu menyentuh sofa. Tangan Kyuhyun tidak tinggal diam, merayap perlahan namun pasti pada tulang kaki Songjin.

Bergerak menelurusi salah satu bagian terbuka itu terus naik lalu menyibakkan kain kecil yang menjadi penutup bagian belakang bokong Songjin. Meremasnya kuat namun pria itu sendirilah yang pada akhirnya menggeram tidak karuan.

Lidahnya ikut bekerja seperti Songjin, juga bergerak kesana-kemari bergulat. Mengabsen rapih deretan gigi milik Songjin lalu berangsur perlahan, menyesap bibir bawah wanita itu, mengigitinya seperti permen.

“bagus tidak?” Songjin berbicara ditengah ciuman mereka yang terlepas. Nafasnya memburu tidak beraturan. Kyuhyun mengangguk sambil menarik nafas banyak-banyak. Meraupnya tanpa ampun, lalu tidak ingin membuang waktu banyak untuk menyerobot bibir pink favoritnya lagi.

Menjatuhkan tubuhnya pada sofa dibelakangnya, menarik Songjin untuk melakukan hal yang sama dengan tangannya melingar pada pinggul wanita barbar itu kuat agar posisinya tetap dan tidak berantakan apalagi membahayakan perut besar itu.

Tangannya cekatan dengan sembarangan berusaha untuk meloloskan lingerie ditubuh Songjin. “tidak ada seks sebelum masalah proses kelahiran itu selesai?” alis Songjin meranjak naik. berbicara sinis mengingatkan Kyuhyun dengan ucapannya sendiri itu.

“aku pernah berkata seperti itu?” Kyuhyun ikut menaikkan alisnya. Tangannya masih mencoba untuk menarik tubuh Songjin untuk mendapatkan bibir tipis itu dan tangan satunya meremas salah satu dada Songjin membuat wanita itu mengigiti bibir bawahnya kuat-kuat. “sepertinya aku tidak pernah berkata seperti itu.”

“kau berkata seperti itu.”

Nafas Kyuhyun tertahan. Bibir Songjin melolos lagi dari jangkauannya hingga dia hanya dapat menggeram pelan, “kapan?”

“kemarin lalu. Kemarinnya, kemarinnya dan kemarinnya~”

“aku tidak ingat.”

“kau mendadak lupa ingatan?”

“sepertinya kau yang berbicara seperti itu. Aku jelas tidak bisa—“

“kau berbicara seperti itu.”

Kyuhyun semakin menggeram kencang. Songjin terus menarik tubuhnya sendiri menjauh darinya dia bahkan sedang berusaha mati-matian membawa tubuh wanita itu mendekat padanya.

Wajahnya memerah dan titik-titik keringat kecil nampak diwajahnya kali itu. Alih-alih ingin mengacak wajah Songjin, Kyuhyun berpindah mengacak wajahnya sendiri menahan kekesalannya. “aku tidak bicara seperti itu.” Ujarnya meninggikan suara.

“oh ya kau bicara begitu.”

“tidak.”

“iya.”

“tidak.”

“Iya!”

“aku bilang tidak!!”

“IYAAA!”

76 thoughts on “[KyuJin Series] He’s Blown Away

  1. emang songjin paling bisa kalo menggoda kyuhyun kekeke . Bukan karna malahnya, tp karna tubuh songjin 😀 lucu bgt ni

  2. Wkwk…..
    Tercengang liat hasil karya songjin…bneran terpesona…kkk

    Dan moment antara kyujin harus gagal karena songjin, gak kebayang deh sama muka kyuhyun, pasti wow bgt….wkwk

  3. Kena omonganya sendiri kan…
    Ngelarang ngak boleh nglakuin,tapi kekeh mau dilanjutin…
    Emang dasar maniak…
    Kalo disidorin bakal mau juga kan…

  4. seperti ikan hias lah hhhhhhhhh bodor. iy songjin ibarat ikan hias hiu yg terdampar drmh mewah hhhhhhh ^^V
    SUMPAH! KEREN BGT sketch yg dari bunga itu! CANTIK Banget! Suka Jatuh Cinta Bagus banget! Indah! 😀 ❤
    Sukses ya songjin semoga bisa jd designer ternama dng karya2 indah'a 🙂
    keren bgt dr kelopak bunga yg brjatuhan tp menghasilkn sketch yg mengagumkan! seolah sketch itu hidup! .< suka!!!!!
    bagus! songjin bijak jg akhir'a mlakukan hal yg sgt brguna bagi byk org 🙂 ga boros lg 🙂
    hhhhhhhh akhir'a songjin beli lingerie. tp ga lgsg buka gitu jg aja songjiiiiiiin kyu jd ngiler kan sampe batuk gt hhhhhh d terkam deh rawwwwwrrrrr 😉 bodor bgt lh
    syg beli mahal2 klo ahir'a d sobek kyu jg hhhhh tp brhubung kyu kaya jd gpp bs bli lg sm pabrik2'a malah wwww
    udah hajar aj k kamar drpd debat mulu hhhhhhh

  5. yakan ini ngakak lagi HAHAHAHAHAHAHA kyuhyun kena senjata makan tuan haishhhhh ngakak banget itu pasti dia kesel bgt ituuuuuuuhaha udah setemgah jalan lgs dijatohim itu hahahaha ngakak bgttttt!!! suka ihhh sweet bgt disini sweeeeeeettttt

  6. wow daebak… kereeenn banget desainnya songjin…
    ternyata ada misi terpendam dibalik itu dan kyuhyun kewalahan..
    hahahaha kyuhyun pura” lupa biar dia dapet jatah gegara tersiksa liat songjin pake lingerie.. hahaha XD

  7. Aku baru lihat ada desain kayak gitu, bener-bener bagus ❤ ❤ … ngomong-ngomong adegan terakhir agak sedikit ….. uhhhukkk ….

  8. aku kira bakakaln ada gambar nya pas songjin pake lingerie itu kaya baju baju hasil design songjin. hahaha pikirannya udah kemana mana

  9. Oh astaga ada apa dgn songjin,,dy tenang2 saja mnhadapi kyu,,,biasanya dy akan bertingkah barabar…dn apalagi kli ini mnggoda dgn sngt terang2an……pi ini menarik bs membuat kyu khilangan kt2nya dn kalah telak!!hahaahahahaha

  10. Gambarnya bagus bgt 😁 apalagi ditambah kelopak bunga, kelihatan bukan dr kelopak bunga, songjin benar benar terbaik….. duhhh songjin ada2 aja udh tau kyuhyun ajushi mesum, malah pakai pakaian kaya gitu :3

  11. wkkk…kyu yg kpnsan skrg..pi tu songjin niat buat kerjain balik kyu,,or kbtulan dy nemu cara wat bales yg kmren y??
    cakep jg sktsa bju dg klpak bngany…
    wlo hruz debat dl, pi akhrny songjin dgerin yg kyu bilang..

  12. kyuhyun nyesel sm kata2nya, kesempatannya hilang begitu sj wkwk hanya gara2 songjin mengingatkan kyuhyun dengan kata2nya……

  13. ah kyuh tergoda wkwkwkwkwk walau harga mahal tpi songjin cantik wkwksk dan liarbiasa mengoda 😀😀😀😀 .. hanya songjin yg bisa merampas hati kyuh dan menjatuhkan harga diri kyuh wkwkwkw

  14. Sepertinya songjin sengaja nenggoda kyuhyun deh .. biar masalah proses persalinan selesai dan mereka bisa bercinta .. pintar

  15. kyuhyun tergoda karena ulah songjin, tp gagal mendapatkan songjin karena terbentur oleh kata kyuhyun dulu yg songjin ingatkan, tp kyuhyun lupakan itu, atau kyuhyun pura³ lupa sm kata²nya dulu wkwk…😂😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s