[KyuJin Series] Sweet Dreams


Sweet Dreams

Cho Kyuhyun | Cho Songjin | Cho Hyun Gi | Cho Alena

PG-13

[“Of Course it is happening inside your head, Harry– but why on earth should that mean that it is not real?”] 

-Harry Potter and the Deathly Hollows-

“—wanita penjual kayu tersebut panic saat melihat dari sebuah cermin ajaib, bahwa si Buruk rupa sedang sekarat. Wanita penjual kayu tersebut lantas bergegas kembali ke kastil untuk menemui si buruk rupa. Terkejut, kala medapati kondisi si buruk rupa telah jauh lebih parah. Penjual kayu nan cantik itu menangis, menangis dan terus menangis seraya berkata berulang kali ‘aku mencintaimu, buruk rupa. Aku mencintaimu’ hingga air matanya menjatuhi tubuh si buruk rupa lalu tiba-tiba tubuh pemilik kastil pangeran buruk rupa dilingkupi cahaya terang. Tubuhnya terangkat dan kemudian sosok buruk rupa itu tak lagi nampak. Berganti seorang pemuda tampan dengan senyuman menawan. Keduanya berbahagia atas kutukan yang telah hancur, lalu menikah dan mereka hidup bahagia selama-lamanya….”

Senyuman Songjin mengakhiri dongeng sebelum tidur bagi kedua bocah diranjang berbentuk mobil balap oranye— bumblebee, dan sebuah kastil mungil bak dalam dongeng berwarna pastel.

Sedangkan diwaktu sama, Kyuhyun tercenung diambang pintu. Sungguh. Dia pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Hal yang sama. kala memimpikan Hyun Gi, mendadak telah berusia 24 tahun, memiliki wajah tampan, lebih tampan darinya. Memiliki pekerjaan keren, lebih keren darinya. Memiliki hubungan pribadi yang rumit— jauh lebih rumit dari miliknya.

Kini, Kyuhyun terdiam karena merasa tak percaya, sepertinya para Dewa senang mempermainkannya. Kyuhyun mengetahui bahwa dirinya sedang bermimpi— pastilah ini hanya sebuah mimpi. Namun yang menjadi pertanyaan terbesarnya, mengapa dirinya harus merasakan hal serupa berulang-ulang-ulang kali?

Sambil berpikir, mata Kyuhyun menilik dua bocah diranjang mereka masing masing serta Songjin yang berada diantara kedua ranjang tersebut memegang buku dongeng berilustrasi.

Anak perempuan dengan rambut sebahu, pipi bulat dan wajah penuh rasa ingin tahu itu, pastilah putrinya bernama Alena yang pernah diketahuinya dari sebuah mimpi (entah benar atau tidak, entah akan terjadi atau tidak) sebelumnya.

Kyuhyun tercengang. Merasa bingung, itu sudah pasti. Namun ada hal lain yang kini sedang dinikmatinya daripada rasa bingung serta alasan bagaimana tepatnya dirinya bisa mendarat dikeadaan seperti ini lagi, adalah wajah. Wajah anak-anak itu sungguh menarik. Alena, bocah perempuan yang seharusnya merasa tertarik setengah mati dengan embel-embel ‘happily ever after’ malah menyerang sinis pertanyaan Hyun Gi, kakaknya saat Hyun Gi bertanya pada Songjin, “eomma, apa hidup bahagia selama-lamanya sungguh benar-benar ada?”

Bahu Songjin bergerak halus. Tangannya meraba sampul buku ditangan kirinya, “seperti dibuku ini?”

“seperti didongeng ini.” suara mungil khas balita yang cempreng namun kencang ikut terdengar, seolah diperlukan untuk meluruskan pertanyaan Cho Hyun Gi tadi. “itu cerita dongeng, iyakan eomma?”

“—yeah.. tapi..”

“jadi itu tidak nyata?”

“tidak nyata?” Songjin menoleh penuh pada Alena. Sebagai penggemar berat kisah-kisah dongeng, pastilah Songjin sedang merasa tersinggung bukan main “mengapa menurutmu ini tidak nyata?” tanyanya meninggikan suara.

“kawena itu hanya sebuah buku. Buku dongeng.” Balita dengan kisaran usia 4 sampai 5 tahun itu melipat tangan didada membuatnya tampak bertingkah sepuluh tahun lebih tua daripada usianya. Mata Alena yang begitu besar dengan bulu mata yang Kyuhyun yakini adalah pemberian Songjin, sedang melirik Hyun Gi tajam, “jadi hafily evew aftew hanya ada didalam dongeng, oppa.”

Oh, Kyuhyun tersenyum melihatnya. Pelafalan balita itupun masih tak benar. Lidahnya masih terlalu kaku untuk melafalkan bahasa asing, masih perlu berusaha keras untuk mengucapkan kata jika mengandung huruf ‘R’ karena akan terdengar double bercampur dengan pelafalan huruf ‘W’ disaat bersamaan ketika mengatakannya, namun kepemilikikan kosakata untuk anak-anak sekecil itu, diusia yang terlalu belia, sungguh luar biasa banyak. Dari cara bepikir, bertindak, dan bergaya, Kyuhyun seolah sedang berkaca.

Kyuhyun melihat Songjin tampak kelimpungan mengatasi kekritisan putra-putrinya. Namun Kyuhyun sungguh menikmatinya. Songjin tampak menggaruk-garuk kepala, membuka-buka halaman awal buku cerita ditangannya, membolak-balik sampul dan punggung belakang buku cerita tersebut sambil menggumam tak jelas, lalu seolah memang sadar bahwa sejak lama Kyuhyun mengawasinya diambang pintu, Songjin menoleh meminta bantuan, namun Kyuhyun menggidikkan bahu dengan mulut tercebik— tanda bahwa dirinya tak tahu apa-apa.

Pada dasarnya, Kyuhyun memang tak tahu apa-apa. Dia seperti baru diseret dari ranjang dan ditendang kedalam lubang hitam, lalu kini berada ditempat antah berantah, bersama wajah-wajah baru.

Anak perempuan dan laki-laki itu maksudnya.

“Jadi.. umm—” Songjin mendesah panjang. Hyun Gi menggeser tubuhnya menghadap Songjin sepenuhnya. Menopangkan dagu pada tangan terlihat begitu tertarik dengan penjelasan Songjin, sedangkan Alena tampak tak acuh.

Sedikit bosan sebenarnya.

Mata tajam milik Kyuhyun, seperti dianugerahkan kepada balita perempuan itu hingga saat matanya melirik pada Songjin, bermaksud atau tidak bermaksud agar terlihat ketus, namun tetap saja, Alena terlihat galak. Kyuhyun bahkan merasa, tak ada balita dimuka bumi ini yang akan terlihat begitu ketusnya seperti Alena.

Ditilik dari perbedaan usia, seharusnya, pada teorinya, Alena-lah yang merasa berbunga-bunga tertarik luar biasa pada dongeng-dongeng pengantar tidur. Tapi pada kenyataannya, prakteknya, disini, Hyun Gi lah yang terlihat tertarik, sedangkan Alena— yeah… begitulah.

Tampaknya gadis mungil itu lebih tertarik pada realita saja. bukan kisah-kisah pengantar tidur.

“Jadi….” Sambil berbicara, Kyuhyun berjalan memasuki kamar bercat pelangi disana. Tersenyum dan duduk dipinggir ranjang berbentuk kastil. Jadi, ingatkan Kyuhyun bahwa nanti putrinya tidak menyukai dongeng. Pasti tersiksa rasanya, tidak menyukai dongeng namun memiliki ranjang megah berbentuk kastil. Tak perlu diberitahu ini ide siapa. Tanpa bertanya, Kyuhyun tahu siapa pelakunya.

“Jadi, mengapa happily ever after tidak bisa terjadi hanya karena kalian sering mendengarnya didalam dongeng?”

“karena appa pernah berkata, dongeng adalah dongeng.” Hyun Gi menjawab. Ada keyakinan yang sepertinya sedikit rapuh saat Hyun Gi menjelaskan alasan mengapa happily ever after begitu penting baginya untuk diketahui. Dan Kyuhyun sempat terkejut saat mengetahui, dirinya sendirilah yang mematahkan keyakinan bocah dengan usia tak lebih dari 10 tahun itu mengenai hidup bahagia selama-lamanya?

“walaupun begitu, apa appa pernah berkata, bahagia selama-lamanya hanya ada didalam dongeng?” Kyuhyun menatap Hyun Gi lekat, lalu menoleh pada Alena. Rasanya, balita perempuan itu masih tidak perduli pada dongeng apalagi hidup bahagia selama-lamanya karena perlahan tapi pasti, Alena menggeser posisinya untuk bergelayut manja pada lengan Kyuhyun. Kedua anak-anak itu menggeleng ragu menjawab pertanyaan Kyuhyun kemudian Hyun Gi berkata, “sepertinya tidak.” Usai dirinya menimbang.

Alena hanya mengecurutkan bibir mengangguk— tampak tidak begitu yakin, namun daripada tidak memberikan jawaban sama sekali, lebih baik mengangguk saja.

Sepertinya cara balita itu memilih pilihan praktis karena malas berpikir adalah sebuah turunan gen dari kau-tahu-siapa— dan Kyuhyun sedang tidak merasa perlu untuk membahas hal itu saat ini.

“Alena?”

“aku tidak tewlalu suka dongeng.” Kilah balita itu sambil menyelipkan rambut kebelakang telinganya. Matanya melirik Kyuhyun membuat wajahnya menjadi setengah mendongak lalu menyengir kala matanya bersiborok dengan mata Kyuhyun, “aku tidak suka pangewan didalam dongeng. Appa lebih tampan, seperti pangewan tapi dengan fewawi putih. Bukan kuda. Kuda bewjalan sangat lamban tapi appa bisa sepewti tewbang’ Whooos!’ begitu.”

“Pangeran. Ferari. Berjalan. Seperti dan terbang.” Lalu walau merasa enggan, sepertinya Hyun Gi memiliki kewajiban menjadi seorang kakak super-baik-hati dengan merapihkan gaya berbicara Alena yang berantakan. “pangewan itu apa? Cih! Fewawi” walau kemudian meledeknya begitu sinis.

Matanya memandang Alena seolah berbicara, ‘urusi saja dulu cara berbicaramu yang berantakan, baru mengurusi pangeran’. Namun Kyuhyun teralihkan oleh desisan sinis serta sorot tak suka kepada putrinya sendiri.

Disamping merasa terhormat karena kali ini Kyuhyun seperti baru mendapatkan sebuah jackpot dengan beberapa alasan— pertama, baru saja ada seorang wanita memujinya tampan seperti pangeran. Wakau pujian itu dikeluarkan oleh wanita berusia tak lebih dari 5 tahun (sepertinya) dan dengan gigi kelinci yang bolong, pujian tetaplah sebuah pujian.

Lagipula, hey, bukankah pernah ada pepatah, percayai apapun yang anak-anak katakan karena mereka selalu mengatakan kebenaran?

Kedua, Kyuhyun sungguh masih tak percaya, bahwa bahkan usai mereka memiliki dua orang anak, Songjin masih saja menjadi tolol. Bahkan kini wanita itu sedang merasa cemburu oleh putrinya sendiri. yang benar saja?

Seseorang.. lebih baik jedukkan saja kepala wanita itu ketembok agar sadar dengan kondisi bahwa tak ada yang perlu dicemaskan pada situasi ini kecuali dua hal.

Pertama, ada seorang balita yang tidak menyukai dongeng. Itu cukup berbahaya karena pada teorinya, balita harus memiliki imaginasi liar dan balita sangatlah pantas menggilai dongeng. Yang tidak pantas adalah ketika mereka lebih menyukai realita ketimbang dongeng.

Dan kedua, berapa sebenarnya usia Alena? Karena dari cara berbicara, cara berpikir dan bertindak, Alena sungguh terlihat tak pantas. Balita itu terlihat lebih dewasa dari balita pada umumnya.

Apa, selama ini ada kesalahan besar yang telah dilakukannya dari cara mendidik putra-putrinya? Kyuhyun sungguh tidak tahu apa-apa. Dirinya bahkan tak ingat bagaimana caranya dapat berada ditempat ini, karena terakhir kali memorinya bekerja, adalah saat dirinya bermain PSP disofa kamar hotelnya, sambil menunggu Songjin untuk berjalan-jalan memutari kota Florence, namun terhalang sejenak karena wanita itu sedang melakukan skype dengan Siwon sedangkan dirinya sedang tidak berminat untuk ikut menyapa kakaknya ketika itu.

“bahagia selama-lamanya sebenarnya tergantung pada persepsi.” Papar Kyuhyun memulai. Satu-satunya orang yang kali pertama dipandangnya adalah Songjin—karena wanita itu adalah satu-satunya orang yang sedang memiliki wajah lega mahasuper selagi Kyuhyun langsung melemparkan pandangan ‘kita bicarakan ini nanti’ kepada Songjin nanar.

“pewsepsi?”

“presepsi?”

“persepsi.”

Tak ada satupun dari Alena maupun Hyun Gi yang mampu mengucapkan kata itu dengan benar. Alena terdengar kepalang lucu dengan logat ‘R’ yang dipelintir menjadi ‘W’ sedangkan Hyun Gi tampak sok tua padahal yang ada, bocah itu pun sama kacaunya.

Songjin sendiri tampak tidak mau tahu lagi dengan penjelasan Kyuhyun selain berpindah duduk pada ranjang Hyun Gi, lalu bocah laki-laki itu langsung melompat pada pangkuannya. Ingatkan Kyuhyun agar tidak mendesis melihat interaksi anak-ibu satu itu.

Kyuhyun mendesah… “sudut pandang. Bahagia selama-lamanya adalah sebuah sudut pandang. Semua orang mempunyai ‘bahagia selama-lamanya’ menurut versi mereka sendiri, bukan hanya didalam dongeng saja.” mata Kyuhyun terarah kepada Hyun Gi— pelaku satu-satunya yang tadi sempat mempertanyakan apakah bahagia selama-lamanya memang sungguh benar ada.

Menurut Kyuhyun sendiri, sebagai seseorang yang tak terlalu menikmati dongeng, dan hanya mencoba mengambil sisi positive dari sebuah dongeng, hidup bahagia selama-lamanya sebenarnya terdengar cukup mustahil.

Memangnya siapa yang dapat memastikan bahwa seseorang dapat hidup bahagia selama-lamanya? Selamanya itu adalah bagian yang paling mengerikan dan seperti yang telah diketahui, hidup tak sepenuhnya berisi kebahagiaan.

Jadi menjanjikan hidup bahagia selama-lamanya kepada para balita sesunggunya adalah sebuah pencucian otak dan penyesatan. Tidak ada yang namanya bahagia selama-lamanya, tapi selama hidup, bahagia bisa dicari. Mungkin itu adalah penjelasan termudah, tapi pun, tidak ada cara mudah untuk menjelaskan hal serumit ini kepada balita yang hidupnya sungguh—terlalu mendalami realita hingga tak menyukai dongeng.

“Tapi Appa, kisah Womeo and Julliet tidak bewakhir hidup bahagia selama-lamanya?”

Kyuhyun terbelak mencelos— apa? Romeo and Julliet? Ya ampun bocah ini!! “kau menonton—“ Kyuhyun berhenti, mengubah pertanyaannya, “berapa usiamu?” lalu melirik Alena penuh selidik, alih-aih merasa terpana karena kecerdasan putrinya.

“lima!”

LIMA!! Lima tahun dan mengerti Romeo and Julliet? Sedangkan dirinya memahami kisah itu saat menginjak akhir sekolah menengah atas itupun karena sebuah tugas dari guru sastra untuk membuat rangkuman kisah picisan sialan itu.

“apa di sekolah, kau dijejali film dewasa seperti itu?” Kyuhyun mulai panic.

“tidak.”

“lalu?”

“kita menontonnya kemarin.”

Kita? KITA? Kita itu adalah sebuah konsonan kata berisi 2 orang saja dan mata Alena hanya tertuju pada Kyuhyun maka Kyuhyun harus menyadari, ini adalah kesalahannya.

Sedangkan ketika dirinya menoleh pada Songjin, wanita itu hanya memberikan sorotan mata bengis seolah berbicara, ‘kubilang juga apa!!’ dan Hyun Gi adalah satu-satunya manusia yang tampak tidak peduli dengan apapun kecuali memeluk pinggang Songjin begitu kencang, mendesakkan wajahnya pada perut datar Songjin.

“seharusnya kau menonton pororo bukan Romeo and Julliet!” desah Kyuhyun namun tak lama Alena ikut mendesah menjatuhkan dagu dipangkuannya, “powowo itu apa?”

yeah.. benar sekali. Kyuhyun lupa ini tahun berapa dan apakah pororo itu masih bertahan dilayar kaca sampai saat ini? itu juga sebuah misteri lain baginya. Tapi pasti seluruh generasi mengetahui doraemon, iyakan?

and they live happily ever after. Setiap dongeng yang eomma bacakan, selalu berakhir seperti itu. itu terdengar sangat mudah tapi ini ‘hidup nyata’. Dikehidupan seperti ini, memangnya ada yang seperti itu?” Hyun Gi terkesan skeptic bertanya kepada Kyuhyun diatas pangkuan Songjin manja.

Jadi, lupakan mengenai Alena kali ini. ada persoalan lebih mengerikan. Alena dan Hyun Gi sesungguhnya sama-sama memiliki pola berpikir yang tak sesuai dengan usia mereka. Jadi ini, salah siapa?

Jika Alena berusia lima tahun maka Hyun Gi adalah delapan. Mana ada bocah delapan tahun yang memikirkan tentang hidup mudah karena merasa bahagia selama-lamanya pada kehidupan nyata seperti didongeng?

“menurut Alena Romeo and Julliet tidak berakhir hidup bahagia selama-lamanya?!”

“mm!” Alena tampak semangat, “Womeo mati, Oppa!” telunjuk mungilnya bergerak maju mundur horizontal didepan lehernya sendiri menggambarkan bahwa pemeran utama pria itu mati secara mengenaskan. “wacun!”

mata Hyun Gi berputar jengah, sambil mendesah dia berkata jengkel, “racun,” membenarkan ucapan Alena yang kacau lagi, kemudian melirik Kyuhyun cemas, “kalau itu bagaimana?”

Kyuhyun tampak tidak habis pikir pada kedua bocah dihadapannya. matanya menelusuri seluruh isi kamar bertema kastil dan angkasa luar yang sebenarnya tak pantas disatukan— hanya diberi skat jauh, pada sisi kanan milik Alena dan Kiri milik Hyun Gi, namun entah mengapa tetap disatukan padahal seingatnya, terdapat banyak sekali kamar tak terpakai dirumahnya.

Jika hanya diambil dua saja untuk kamar putra-putrinya hingga mereka dapat memiliki kamar masing-masing, rasanya itu bukan hal yang kejam. Lagipula pada usia seperti Alena, Kyuhyun ingat dirinya memiliki kamar pribadi dengan dekorasi bajak laut dan Siwon dengan dekorasi robot. Jadi apa salahnya?

“Well—“ Kyuhyun menggosok tengkuknya mengulur waktu mencari penjelasan paling mudah yang bisa didapatkannya, namun pada akhirnya menyerah karena toh, untuk apa berpikir cara termudah jika anak-anak ini memiliki pola berpikir yang dewasa?

“hidup memang tidak terlihat seperti didalam dongeng. Hidup bahagia selamanya itu memang terdengar omong-kosong, karena kalian harus tahu, tidak ada satupun manusia yang bisa merasakan senang terus menerus, juga sedih terus menerus. Hidup harus seimbang. Seperti saat ada Yin juga ada Yang. Ada Hitam, ada putih. Ada baik, ada buruk. Yang perlu kalian mengerti adalah membuat dua hal itu berada diposisi seimbang. Semua yang dirasakan terlalu berlebihan adalah tidak baik.”

Kyuhyun berhenti.

Dia memperhatikan Alena serta Hyun Gi yang terlihat sedikit bingung, namun berusaha keras untuk mencerna penjelasan Kyuhyun, dan tak ingin mengakui bahwa mungkin terdapat beberapa bagian yang mereka tidak mengerti. Mereka berusaha memahaminya sendiri.

“jadi happily ever after itu tidak ada?”

“Appa tidak berkata seperti itu.” tolak Kyuhyun cepat. “hanya karena sebuah cerita berakhir tidak seperti keinginan kita, bukan berarti cerita itu tidak bagus, dan tidak bahagia. Kembali lagi pada aturan awal, semua tergantung persepsi.”

mm. banyak hal yang sebenarnya tidak berakhir seperti keinginan kita, tapi pada akhirnya, itu tetaplah kebahagiaan, diakui atau tidak diakui.”

Songjin menambahkan Kyuhyun, lalu Hyun Gi terlihat lebih antusias daripada sebelumnya, “seperti?” dia duduk tegap menghadap Songjin dipangkuan Songjin. “seperti…” mata Songjin bergerak keatas menggambarkan wanita itu sedang berpikir keras, kemudian dalam beberapa puluh detik wanita itu kembali menatap putranya.

Matanya sama saja seperti Hyun Gi, memiliki kilat antusias yang berlebihan, “Shim Changmin Samchon—“ Songjin menjelaskan membuat Kyuhyun yang mendelik terkejut. Oh, baiklah, panic sebenarnya.

Apa yang akan Songjin lakukan? Ingin menjelaskan kepada putra mereka kalau, ‘hei, awalnya aku tidak menyukai ayah kalian, ada pria lain. lebih tampan dan lebih keren. Ayah kalian tidak ada apa-apanya. Sayangnya karena kecerobohan dan kelicikan ayah kalian, ibumu ini tidak bisa berkencan dengan pria tampan itu dan malah harus berakhir dengan ayah kalian’

Kalau itu adalah contoh kisah yang tidak sesuai keinginan namun tanpa disadari berakhir bahagia, walau memiliki akhir yang menyenangkan tetap saja Kyuhyun harus mencekik Songjin jika berani membeberkan kisah itu pada Alena maupun Hyun Gi. Itu tidak pantas!

Setidaknya carilah contoh lain yang lebih masuk akal.

“seperti saat eomma mendapatkan kesempatan belajar di Negara lain yang eomma inginkan, namun tidak eomma ambil dan lebih memilih berada di Korea saja.”

Kyuhyun menyela Songjin sebelum wanita bertenaga kuda itu benar-benar membeberkan ketololannya sendiri hingga berakhir membuat pertanyaan baru. Bukan sebuah penjelasan. Bibir Alena mengerucut dengan kening yang berkerut-kerut saat mendengarnya, kemudian bertanya penasraan, “mengapa begitu?” bibir mungilnya masih mengerucut dan matanya hanya tertuju pada wajah Kyuhyun diatas wajahnya.

Kyuhyun merunduk tersenyum lembut kepada Alena, “karena saat itu Hyun Gi Oppa ada didalam perut eomma.” Tangannya mengusap perut kecil Alena hingga bocah itu tertawa geli. “jadi eomma harus terus berada disekitar Appa supaya Appa dapat mudah memastikan, eomma baik-baik saja, juga Hyun Gi Oppa.”

“benarkah?!” kini bukan hanya Alena saja yang tertarik namun Hyun Gi pun sama. dan Songjin yang sesungguhnya merasakan hal sama, hanya menggerakkan satu alisnya saja menatap Kyuhyun menuntut yang pada akhirnya hanya Kyuhyun balas dengan sebuah seringaian.

“aku juga pewnah ada dipewut eomma?”

Kyuhyun mengangguk cepat-cepat, “tentu saja kalau tidak bagaimana kau bisa disini?”

“aku cukup?” mata Alena membulat memerhatikan perut Songjin. Agaknya balita itu sedang berpikir keras, bagaimana tubuhnya sebesar itu dapat berada diperut sekecil itu. dan lucunya, dia tidak mengingat apa-apa.

Alena menelengkan kepalanya ketika berpikir keras mengenai hal tersebut. Gaya berpikir Alena sungguh terlihat serupa seperti Songjin. Namun ada satu yang dapat Kyuhyun pastikan kali ini, putrinya itu mendapatkan otaknya. Syukurlah.

“tapi itu kecil sekali.” Alena terdengar seperti protes kepada Kyuhyun. Dan Kyuhyun tertawa karenanya, “karena kau juga dulu berukuran kecil sekali.”

“sekecil apa?” Alena terkejut. Dia mungkin tak pernah ingat kapan tepatnya dia pernah berukuran kecil sekali. “apa sekecil kacang polong?”

“itu.. terlalu kecil.”

“jadi, sekecil apa?”

Kyuhyun diam sesaat. Sudah tak ada lagi rasa penasaran dari bocah yang tadi menanyakan apakah hidup bahagia selama-lamanya itu ada karena kini Hyun Gi terlihat sudah memeluk gulingnya sambil mengisap ibu jari.

Songjin sedang merapikan selimut anak laki-laki itu lalu membungkuk mengecup keningnya sambil berkata ‘selamat malam, mimpi indah’ sedangkan Alena tampak masih penasaran dengan topic, tubuh yang kecil seperti kacang polong.

Ya Tuhan..!

Kyuhyun mengepalkan tangannya sendiri dan menunjukkannya dihadapan Alena “sekecil ini.” sambil berbicara dalam hati, ‘kau takkan ingat bagian itu karena kau bahkan belum memiliki tangan apalagi kaki. Aku saja tidak ingat kapan kau ada, tapi baiklah, aku akan menjelaskannya kalau kau benar-benar ingin tahu.’

“aku pernah sekecil… ini?” Alena ikut mengepalkan tangan. Kyuhyun tersenyum geli saat melihat perbandingan ukuran kepalan tangannya dan tangan Alena terlihat luar biasa jauh berbeda besarnya.

Dia menimbang kemudia mengangguk berkata, “mungkin kepalan tangan Appa. Bukan tanganmu.” Ujarnya lembut. Beberapa saat memandangi wajah Alena baru menyadari bahwa hidung, bibir dan mata milik balita lima tahun itu sama seperti miliknya.

Kini pertanyaan, ‘bagaimana bocah ini bisa berada disini?’ adalah pertanyaan bagi Kyuhyun juga. Dia tidak ingat apa-apa mengenai pembuatan balita ini. mengapa bisa begitu?

Ah baiklah, ini hanya mimpi. Kyuhyun perlu meluruskan lagi bahwa ini mimpi. Mimpi yang lucu karena dapat membuatnya berinteraksi dengan hal baru serta mengetahui masa depan. Ini sungguh lucu dan sangat menarik tentunya.

“—baiklah ini sudah sangat malam. Waktunya tidur.” Kyuhyun bangkit mengangkat Alena begitu mudah. Membawa balita perempuan itu bergerak bebas diudara sebelum meletakkannya diranjang, membungkusnya dengan selimut, dan memberikan ciuman selamat malam lalu berdiri diantara ranjang putra-putrinya.

“selamat tidur!!!” sapaan Songjin terdengar lebih pantas diucapkan untuk membangunkan seseorang dipagi hari, tapi begitulah Songjin. Tak perlu dipersoalkan lagi. “I love you!” lalu seolah sapaan kelewat riang itu masih kurang, Songjin memekik hingga suaranya menggaung diruang kamar tersebut.

Namun lucunya, hanya terdengar suara Hyun Gi menjawab walau kondisi bocah itu telah memejamkan mata. Masih saja menyempatkan diri mengucap “I love you too.” Untuk membalas Songjin, sedangkan Alena tidak. Balita perempuan itu memandangi Kyuhyun sambil memeluk guling. Memasang wajah paling menyedihkan yang pernah dimilikinya seraya berucap, “can I get more hugs daddy?” dengan pelafalan sangat kaku namun Kyuhyun segera tersenyum lebar, “sure!”

** **

“Kyuhyun-ah? Kyu!”

“Hm?”

“Kyuhyun-ah!”

Tendangan mahasuper kencang Songjin pada sofa-bed tempat Kyuhyun tertidur tanpa sengaja itu sanggup membangunkan Kyuhyun, serta merta duduk ditempat dengan wajah bantal. “APA?” wajahnya pun menjadi panic.

Seperti ada gempa, atau tsunami, atau kebakaran, atau apapun itu yang membuatnya harus buru-buru terbangun. “ada apa?” nyawa Kyuhyun— juga belum kembali sepenuhnya. Matanya bahkan masih mencari-cari dimana suara Songjin yang sedang nyaring meneriaki namanya.

“kau tertidur lagi?!!”

Kyuhyun menggaruk kepalanya. Matanya terasa perih dan sedikit membangkang, tak ingin terbuka, “kita tidak jadi mencari gelato?”

“huh?”

“gelato!”

“gelato?”

Kyuhyun diam. Gelato?? Gelatoooo…. Gelato itu apa?

Saat dirinya masih berpikir keras, suara hentakkan kaki terdengar lebih keras daripada otaknya yang baru berkerja lagi perlahan-lahan, dari istirahatnya. “kalau tidak jadi yasudah aku tidur siang saja!” runtuk Songjin sebal.

Sambil berjalan menuju kamarnya terus menerus Songjin meruntuk betapa membosankannya perjalanan mereka kali ini. jauh-jauh ke Italia hanya dihabiskan untuk tidur saja.

Songjin benar-benar menghempaskan tubuh diranjang bersiap tidur siang. Tidak ada yang dapat dilakukannya lagi mengingat dirinya tak mungkin berkeliaran seorang diri. Dia tidak memahami bahasa Italia sedalam itu walau pernah mengambil kursus bahasa Italia dulu. Dia juga tidak memiliki kemapuan bahasa Inggris yang benar, dan penduduk disini, tak ada yang memahami bahasa Korea.

Praktisnya, tidak ada harapan bagi Songjin dapat kembali secara utuh ke Hotel ini, tanpa Kyuhyun. Sedangkan Hyun Gi, nampaknya begitu menikmati ranjang barunya karena hanya membuka mata untuk makan saja, kemudian terlelap lagi.

Bayi itu bahkan tak terbagun ketika Songjin mengganggunya dengan menggelitiki atau mencubiti pipi gembilnya. Atau menyerangnya dengan banyak ciuman. Hyun Gi tetap tidur. Hal itu mengingatkan Songjin akan kebiasaan buruknya.

Tapi ada apa dengan para lelaki disini? mengapa mereka sangat senang tidur disaat tak tepat seperti ini sebenarnya? apa yang menarik dari tidur? Mengapa mereka dapat kompak menikmati tidurnya diwaktu bersamaan? Apa mereka tidak penasaran dengan hal menarik diluar sana?

Ada banyak makanan lezat direstoran-restoran sekitar sini! Atau wine! Italia adalah Negara penghasil anggur terbesar jadi seharusnya Kyuhyun bersemangat akan hal ini! bukannya malah menghabiskan waktu dengan… tidur!

“hei!” lalu disela kegeraman Songjin akan Kyuhyun, pria yang sedang menjadi momok penting itu hadir. Ikut masuk kedalam selimut Songjin dan meringkuk, “bisakah kita menundanya?”

Songjin hanya melirik Kyuhyun enggan, “jalan-jalannya? Gelato? Aku janji malam nanti kita akan pergi kemanapun kau mau, tapi bisakah biarkan aku tidur dulu untuk saat ini?”

Songjin mendengus kasar menarik selimut sampai dagu kemudian berbalik memunggungi Kyuhyun berucap, “terserah” begitu ketusnya.

Kyuhyun lebih merasa bimbang. Ada hal yang lebih menarik, yang ingin dirasakannya lebih lanjut kali ini namun Songjin yang mengamuk ditengah liburan mereka, adalah sebuah pertanda buruk sebuah perjalanan tak akan berjalan mulus. “Hei, aku janji. Sungguh!”

“aku tidak peduli.”

“ayolah~” Kyuhyun bergerak mendekati Songjin. Menangkup tubuh tak seberapa besar Songjin lalu memeluknya terlalu kencang sambil terkekeh, “aku baru menemukan hal menyenangkan dari tidur. Aku kira aku mulai mengerti mengapa kau sangat menyukai aktivitas membosankan itu. ternyata tidak terlalu buruk juga.”

Songjin masih tidak menggubris Kyuhyun sedangkan Kyuhyun mengerti, Songjin sedang kesal. Tapi ada hal lain yang benar-benar ingin diketahui dan dirasakannya lagi. Jika beruntung, mungkin saja Kyuhyun bisa mendapatkan mimpi ketiga mengenai kisah masa depan keluarga kecilnya walau mungkin itu tidak sepenuhnya akan terjadi seperti itu.

Namun jika dalam mimpi akan terasa begitu menyenangkan, pasti dalam praktek nyatanya dirinya mampu membuat sama menyenangkan, atau setidaknya nyaris mendekati seperti dimimpi itu bukan?

“kau bisa berbelanja kalau kau mau.” Kyuhyun tahu cara mengambil hati seperti ini adalah cara yang buruk namun disaat yang sama dirinya tahu Songjin tak akan bisa menolak tawaran menggiurkan ini.

benar saja. ranjang empuk itu bergerak rusuh kemudian tak lama, wajah Songjin telah berada dihadapannya hanya berjarak 5 centi saja jauhnya.

“benar?”

“Hmm.”

“apa saja?”

“iya. apa saja.”

“tanpa syarat?”

WOW. Kyuhyun terdiam. Ini lebih mengerikan sebenarnya. siapa yang tak tahu hobi mengerikan berbelanja Songjin mampu membuat jantung terlepas dari tempatnya? “Hmm, mungkin dengan sedikit persyaratan, tapi aku janji itu tidak akan menyulitkanmu.” Papar Kyuhyun lalu tersenyum.

Songjin mengulum lidahnya, masih memasang wajah ketus, walau kilat binar antusias terlihat jelas pada sepasang matanya. “Okay?” Kyuhyun tersenyum menggesek-gesekkan hidung mereka berulang kali. “boleh?”

“mengapa kau jadi menyukai tidur seperti ini?”

“Ah, aku baru menemukan hal menarik. Aku kira aku bisa menemukannya lagi kalau aku mencoba melanjutkan tidurku.”

“mimpi?”

“dikatakan seperti itu juga boleh—“

“kau bermimpi apa?”

Tentang kau. Hyun Gi. Dan anggota baru bernama Alena! Dan kau tidak akan mempercayaiku jika aku menceritakannya! Kau pasti akan menganggapku aneh, tapi aku benar-benar merasakannya seperti nyata— rasanya juga tidak buruk. Aku menyukainya! Sangat! dan saat ini aku merasa ketergantungan untuk merasakan hal itu berulang kali. Itu seperti Opium!

Kyuhyun menjawabnya lantang namun hanya bagi dirinya sendiri. pria itu tak tahu bagaimana mejelaskan kepada Songjin apa yang baru dialaminya belakangan ini. rasanya terlalu bodoh jika harus dijelaskan namun juga terlalu sayang untuk dipendam sendiri saja. tapi ini hanya mimpi. Apa yang bisa kau harapkan dari sebuah mimpi memangnya?

“mimpi indah.” Dan pada akhirnya Kyuhyun hanya dapat menjawabnya seringkas itu saja. mimpi indah. Itu memang mimpi yang indah. Keluarganya terlalu indah untuk dijadikan versi mimpi.

“wanita manalagi? Alena? Itu siapa?” mata Songjin menyipit curiga pada Kyuhyun yang sedang membelakkan mata “mengapa belakangan ini kau terlalu tertarik dengan nama Alena? Ada apa dengan wanita bernama Alena? Dia siapa? Mengapa kau selalu mengucapkan nama itu saat kau baru terbangun dari tidur? ada apa? Apa dia memiliki tubuh seksi? Dia lebih cantik dariku? Kau benar-benar penggoda kau tahu?!”

Kyuhyun sungguh tak dapat menghentikan keinginannya untuk tertawa. Menertawai Songjin yang sedang mencemburui putrinya sendiri, ini adalah kali kedua Kyuhyun menemukan Songjin melakukan hal seperti itu. sepertinya ketampanannya memang terlalu memukau, bukankah begitu?

Kyuhyun mengingat persis wajah bundar dan pipi penuh Alena serta semburat merah ketika balita itu tertawa, lantas kepalanya mengangguk tanpa disadarinya.

Alena seksi? Oh ayolah, tinggi bocah itu bahkan hanya sampai lututnya saja. namun dari mimpi sebelumnya, tubuh Alena memang tidak perlu diragukan lagi. Kim Eun Soo harus disisihkannya dalam urutan kepemilikan tubuh terseksi sepanjang masa, “yeah. Dia sangat seksi.”

Songjin mendelik geram, “dia siapa?” tuntutnya tempak telah kehabisan kesabaran namun Kyuhyun menanggapinya dengan cengiran santai seraya memeluk Songjin erat, alih-alih membuat Songjin berhenti menjadi detective dadakan kali ini.

Kyuhyun mendesakkan wajahnya pada kepala Songjin menghidu aroma strawberry dari rambut dan kulit kepala Songjin— aroma yang sama juga Alena miliki. Kyuhyun mengingatnya begitu jelas.

“kau mengenalnya.”

“aku tidak mengenalnya. Aku tidak memiliki teman bernama Alena.”

“kalau begitu kau akan mengenalnya.”

“kau akan mengenalkannya?” suara Songjin terdengar sinis, “simpananmu, huh? Dia cantik sekali sepertinya.”

Tubuh Kyuhyun berguncang kala dirinya tertawa. Tidak tahu lagi bagaimana caranya menjelaskan mimpinya kepada Songjin tanpa harus mendapatkan predikat aneh. Namun kali ini, Kyuhyun harus cukup bersabar dengan mengenalkan Alena sebatas simpanan.

Baikalah, setidaknya tidak ada simpanan dengan pipi menggemaskan seperti marshmallow seperti itu, dengan aroma manis dan kejutan-kejutan menyegarkan seperti menonton roman dewasa diusia belia ‘kan?

“Ohyeah.. dia cantik sekali.” Angguk Kyuhyun pasti. Wajah Alena diusia 5 dan 20 bertebaran didalam kepalanya, “dia sangat cantik sepertimu, kau harus mengenalnya suatu saat nanti. Kau akan menyukainya, aku jamin itu.”


Tadinya cuma mau bikin Vignette aja karena lagi gak mood nulis udah lama. tapi gak tau deh ini.. keterusan 😐

100 thoughts on “[KyuJin Series] Sweet Dreams

  1. Terkadang hidup bisa berawal dari mimpi , hehe … Aku yang cuma ngikutin alur ceritanya aja merasa itu mimpi kyuhyun adalah real life banget , kadang2 mimpi itu ada karena suara hati yang terdalam lho … Hehee

  2. Ahhhhhh mimpinya kyuhyun bener2 mimpi indah…..
    Ya ampun masak anak umur 5 thn udah nonton film romeo and juliet….
    Ahhhhh kyuhyun bener2 jadi sosok ayah yg bijak…
    Keren bgt…
    Ditunggu karya terbarunya…

  3. suka dengan mimpi kali ini. ada makna hidup yang diambil dari sini bahwa hidup harus seimbang, tak boleh ada yang betlebihan. terimakasih sist, untuk inspirasi akhir tahun ini..semoga tahun depan ide-ide semakin mengalir yang bisa menginspirasi kehidupan yang lebih bermakna..
    semalamt berkarya..n happy new year..

  4. alena keluarga baru cho..imutt nya penasaran hyun gi dewasa pas jdi pilot gmna mukanya…publis muka hyun gi versi dewasa doank eoni..heheh

  5. Ternyata Kyuhyun memang benar2 mencintai Songjin. Btw sifat Alena menyebalkan chingu. Padahal masih kecil. Good story as ever 🙂

  6. Semoga cpat dirilis foto hyungi n alena pas udh besar.. Ahh penasaran skali saya omong2, hahahaha..
    Gak minat nulis aj hasilnya begini, gmn klo lg minat nulis.. Huaa daebbak good writer i think
    Smngat eon buat nulisnya yah.. N ditunggu cerita lainnya.. 90 days maybe 😀

  7. Ahhhh sweet dream kyuhyun..
    Itu mimpi indah karna ada alena ,, tapi pertanyaan anak2 mereka bikin org tuannya kelabakan nyari jawaban.
    Alena lucuuuu bgt

  8. Ciee ciee yang penasaran sama kelanjutan mimpinya 😁 dan songjin cemburu sama anaknya sendirii ? Ck

    Semangat terus ya galuh buat ff nya 😉

  9. Lucu waktu alena tanya ‘apa sebesar kacang polong?’ aaa itu menggemaskan.Kyuhyun punya dunia lain ni kayaknya,jgn2 ntr malas kerja cuma pengen tidur dan ngelanjutin cerita di dunia lainnya itu.

  10. anak mereka kritis bgt ya. lucu banget.
    dan kyuhyun masih aja sukanya ngegoda songjin. ngasih tanda tanya ke songjin. hahaha
    ntar kalo songjin ngambek biar tau rasa tu!
    sukaaa. sweet family sweet dream

  11. ALENA-NYA LUCU BANGET SUBHANALLAH:(( jadi berasa ngaca pas liat fotonya #okignoreitguys ih kak galuh pinter bgt nyariin anak2 yg gen-nya top buat jadi ulzzang kyujin’s children hihi ini lama-lama kyu jadi cenayang ya kalo tiap hari mimpiin keluarga kecilnya lol anw untung otak kyu seenggaknya nurun lah ya ke dua anaknya. Ga kebayang kalo songjin yg nurunin…..mati muda kali kyu ngehadapin double or even more songjin haha tp kayaknya disini hyungi yg lebih condong ke songjin padahal waktu dulu lahir kan 3bln ga sama songjin but alena…..jadi nemplok sama kyu wkwk sumpah mau ganti kalimat “can I get more hugs daddy?” jadi “can I get more hugs, cho kyu?” dan itu aku sendiri yg ngomong begitu to him lolol ok throw away my cheesy mind hehe mianhaeyo for my dumb think /bow/ never get bored to say that i’ll always waiting for ur stunning fics esp for this lil cutie happy family♡

  12. Aaaa alena gemeeeesss =D
    omongannya masih blepotan gtu.. Bener deh jadi ikutan ngomong kayak alena pas baca geli sendiri hahhaa

    alena come on baby~
    jadi penasaran gmna caranya alena dibikin *loh
    bukan, maksudnya proses kelahiran alena. Kan pas songjin lahirin hyun gi nangis nangis tuh kita. Semoga pas alena lahir kita ketawa ngakak yaa 😀

  13. Wihhh cara penulisanya keren bgt kak. Berasa lagi baca novel….. keren!!
    Tp sejujurnya aku msh bingung harus baca crita kyujin dari mana:( boleh kasih petunjuk? Asal mulanya mreka hehe. Btw ini story pertama yg aku coment wkwk abis liat covernya kayak tertarik gitu

  14. aigo aigooo….pinter2 banget kyuhyyn juniornya…argh…cerdas bgt…brrti qt sbgai org tua hrs ekstra cerdas menanggapi anak2 seperti mrk
    hahahahaha
    q suka gaya oenulisannya. ..ngena juga feelnya

  15. haha… kyuhyun keterlaluan, kenapa asyik sendiri dengan mimpi masa depannya, song jin tau kenapa kyuhyun gak jujur saja tentang mimpinya. songjin kan jadi penasaran siapa alena itu sebenarnya..

  16. jangan lah kyu, masa satu keluarga hobi tidur semua, jangan ikut”an songjin sama hyun gi lah
    but its real sweet dream anyway
    melihat pertumbuhan anak lebih cepat lewat mimpi
    awalnya aku mikir, tumben kak galuh banyak typo, ternyata itu kecadelan alena, haha
    biasanya balita kan nyebut R jadi L, ini kenapa bisa jadi W coba?
    songjin cemburu sama alena, haha

  17. bukan’a Harry Potter and The Deathly Hallows? apa aq yg slh y wwwww^^V #abaikan
    Amiiiiiiiiiin~ baby hyun gi jd pilot terganteng d dunia 😀
    lucu ngmg’a P jd F, R jd W hhhh
    ada slh ktik dkit ka gal hhhe. hrs’a sepewti kn cadel alena hhhhe
    emg klewat pinter aja hyun gi sama alena! songjin ud pinter blm? 😛 pinter masak’a mksd’a www
    seSUJU! untung alena dpt otak cerdas kyu y bkn otak’a songjin wwwww :3
    d itali kyu ud 2x y mimpi alena? Amiiiiiiiin~ segera y alena hadir d antara kluarga kcil klian 😀 tp jng kaia hyun gi ketularan kebo’a songjin!!!!
    alena manis cantik lucu imut ❤

  18. Syng bgt cma mimpi,,seandainya jd knyataan psti akan lbh mnyenangkan,,sososk appa kyu terasa nyata,,,pkoknya salut buat penulisnya,,krna berhasil mnimbulkan gambaran sosok kyu sbgai seorang appa di imajinasiku…good job!!

  19. wooo…kyu lg” mmpi pi x ni mrk msh ank”..trus tu ank prmpuan brnma alena ada lg??? pakah hyun gi mmang akan pny adek??? ap kyu bnran akn pny ank prmpuan yg scra fisik n cra b’pkir mirip dgny???
    songjin mlai curiga ma kyu yg jd sering sebut” nm cwe cantik n ktny jg sexy…hee kyu mkin sneng ngerjain songjin yg ge cmburu gtu..wkkk

  20. Terus Alena kapan dibikin nya?? Supaya nggak cuman mimpi 😂😂 Sok atuhlah, Alena ditunggu kehadirannya 😂😂

  21. Masa anak 5thn di ajak nonton film romance 😂😂😂😂 berabeh kan Kyu .

    Mana lagi Songjin cemburu sama calon anaknya sendiri ….. btw mimpinya kayak nyata loch …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s