[KyuJin Series] The Interview


After Story Of Missing

The Interview

Vignette

Cho Kyuhyun | Park Songjin | Cho Hyun Gi

PG-13

 

“Tidak. Dia tak sedikitpun mendapatkan ketampananku” Tawa Kyuhyun menggema diruang kerjanya. “sepertinya” Dia melanjutkan seolah sama saja tak yakinnya, dengan dua orang pewarta yang sedang mewawancarainya saat itu. Kyuhyun berbicara, sambil merunduk menggaruk kepala.

 

“putraku memiliki wajah bulat. Matanya juga bulat dan besar. Hidungnya kecil sekali. Bibirnya sangat mungil. Berwarna pink-oranye. Pipinya akan bersemu merah saat dia merasa kedinginan, atau tertawa. Dia baru akan memiliki gigi jadi saat ini dia seperti zombie— akan mengigiti apapun yang berada disekitarnya. Rambutnya baru saja tumbuh. Jauh lebih baik daripada tidak memiliki rambut sama sekali.”

 

Kyuhyun melipat kaki panjangnya berganti posisi. Tangan yang dirinya letakkan diatas pengkuannya kadang kala bergerak-gerak ketika dirinya berbicara. Suaranya tegas walau terdengar ramah. Senyumannya tak pernah sekalipun lepas.

 

Songjin bisa saja terpana karena pagi itu Kyuhyun terlihat mahatampan dengan penampilan sederhana saja: kemeja putih mencetak tubuh, jas hitam mengikuti lekuk pinggang, dasi hitam serta kaca mata baca yang sepertinya sengaja terus Kyuhyun kenakan, hanya untuk menggoda Songjin yang berdiri ditengah kerumunan crew, dan pegawainya. Songjin menolak mentah-mentah untuk ikut diwawancarai atas alasan tak masuk akal.

 

“dikeningku sedang ada satu jerawat besar. Kau pikir itu akan terlihat keren ditelevisi?” adalah sungutan Songjin saat Kyuhyun memberitahunya akan ada interview untuknya esok hari— pagi ini.

 

sedang Kyuhyun tak memiliki daya upaya lagi. Hanya dapat merepeti Songjin dan terus mengatakan “para jurnalis itu tidak peduli denganmu. Aku bintang utamanya~” namun Songjin tak kunjung bersedia menemaninya.

 

“berapa usianya saat ini?” presenter wanita nan cantik dengan rambut badai panjang sepinggang bertanya. Suaranya terdengar seksi, serak basah dan Kyuhyun tahu, Songjin sedang teramat jengkel hanya karena presenter itu terlihat sok-ramah, terus menerus menyentuh lengan Kyuhyun kala mereka berbicara.

 

Hanya ada dua kemungkinan yang tampak nyata— kesimpulan sementara Songjin. Mereka benar-benar memiliki percakapan semenarik itu, atau presenter keparat itu sedang mencoba menggoda Kyuhyun.

 

“7 bulan. Baru 7 bulan.” Jawab Kyuhyun ramah. “usianya baru 7 bulan tapi aku yakin sekali kemarin dia berteriak ‘No’ padaku saat aku mencoba mengambil biskuitnya.”

 

“bayi 7 bulan belum bisa berbicara apapun, Kyuhyun-ssi. Imaginasi anda benar-benar liar.”

Kyuhyun mengangguk. Tertawa sambil menunjuk Songjin. Oh— tunggu, bukan Songjin titik fokusnya. Namun bayi laki-laki yang sedang digendong oleh Songjin.

 

“kau tanya saja sendiri darimana dia belajar bicara secepat itu.” papar Kyuhyun pada Hyun Gi. Bayi itu terlihat super tertarik untuk mendekati musuh slash ayahnya, yang sedang diwawancarai oleh stasiun televisi mengenai pengusaha termuda dengan pendapatan fantastis.

 

“— yang perlu anda tahu, putraku pasti bukan belajar dari Ibunya. Aku bisa meyakinkan itu.” Kyuhyun menyeringai licik, melirik Songjin sekilas saja, kemudian kembali pada presenter disampingnya.

 

Diantara kerumunan crew dan pegawai Millennis, Songjin sungguh sedang mengepalkan tangan kuat-kuat. Kalau saja disekitarnya tak ada siapapun, Songjin yakin Kyuhyun sudah meluncur bebas dari lantai 30 melalui tembok kaca tebal yang dapat dipecahkan menggunakan hak sepatunya dalam waktu tak kurang dari 5 menit.

 

“— astaga, itu putra anda?”

“yeah.”

“dia benar-benar lucu sekali. Wajahnya.. maksudku—“ Han Byul. Wanita presenter itu kehabisan kata-kata mendeskripsikan Hyun Gi. Dia terus menerus memandangi Hyun Gi penuh ketertarikan. Tangannya bergerak-gerak mengepal, merasa gemas setengah mati ingin menyentuh bayi tersebut “boleh dia kubawa kemari?” ujarnya meminta izin pada akhirnya.

 

Kyuhyun menggerakkan bahu santai, “dia bersama istriku. Kau bisa membawanya juga kalau kau mau. Dia tidak ingin ikut diwawancarai karena sedang memiliki jerawat sebesar bongkahan batu dikeningnya, katanya sejak kemarin.”

 

Kejujuran Kyuhyun yang ditanggapi bagai lelucon menghasilkan tawa renyah seluruh ruangan tak terkecuali cameramen, Henry— asisten Kyuhyun, Siwon bahkan Gyuwon disana sungguh tidak sedikitpun membuat Songjin merasa ingin tertawa.

 

Songjin menutup matanya sesekali mengurai kemarahan yang mendidih. Membayangkan jika ruangan itu sepi, saat dirinya memiliki kesempatan untuk menendang-tendang Kyuhyun sampai puas. Lelaki tengik itu perlu diberi pelajaran. Songjin membatin membalas kerlingan genit Kyuhyun padanya dengan pendelikan besar-besar.

 

“oh, dia sekarang memelototiku.” Kyuhyun mengoceh lagi. Menunjuk Songjin. Semua orang kini memandangi Songjin dan Songjin hanya dapat merunduk mengutuk Kyuhyun untuk keseribu lima ratus sekiannya. “dia pasti sedang memikirkan cara untuk mencekikku dan melemparkanku dari jendela itu.” kata Kyuhyun penuh canda.

 

Seluruh ruangan riuh tertawa lagi.

 

“pasangan muda—“ seorang presenter lelaki yang sejak tadi terlalu banyak diam kemudian bersuara. “aku ingat saat aku dan istriku masih terlihat ‘panas’ dengan pernikahan awal kami” ungkapnya tertawa.

 

Sambil tertawa Kyuhyun melebarkan matanya besar, “Oh—aku yakin, pada kasusku hanya aku saja yang ‘panas’. Panas saat melihat dapur berantakan. Panas saat melihat meja makan kosong tanpa makanan. Panas saat bagian ranjang super besarku ikut dijajah dan aku hanya disisakan tak lebih dari seper-delapan saja.”

 

Candaan Kyuhyun menimbulkan tawa meriah lagi. Presenter wanita disana menutupi mulutnya agar tak terbuka terlampau lebar saat tertawa lepas sedangkan presenter pria, baru saja ber high-five dengan Kyuhyun, seolah mengalami penderitaan yang sama.

 

“— dan panas saat diranjang?”

“aku tidak tahu.” Kyuhyun menggeleng, “dibawah ranjangku bukan bara api. Hanya ada karpet bulu saja.”

“kau mengerti maksudku, Kyuhyun-ssi.”

 

“Oh!” Kyuhyun tersenyum. Melirik Songjin lagi, menggoda wanita itu terang-terangan. “entahlah.” Jawabnya masih memandangi Songjin, “istriku selalu menolak memakai lingerie. Padahal aku yakin dia terlihat sangat sexy saat memakainya. Benarkan, Tae-Wong Ahjussi?”

 

presenter lelaki itu terbahak dan mengangguk bersamaan. Park Songjin yang malang. Kemarahannya telah mencapai ubun-ubun. Sedikit lagi, pasti akan meledak bagai gunung merapi.

 

Han Byul presenter wanita disana berjalan menghampiri Songjin. Tersenyum manis, yang sayangnya disambut oleh senyuman tak bersahabat Songjin. Jadi, ada dua manusia yang saat ini sedang sangat ingin Songjin habisi, dan mendadak, presenter cantik ini adalah salah satunya.

 

“boleh kubawa?” pintanya sudah lebihdulu merentangkan tangan untuk menggendong Hyun Gi, sedangkan bayi laki-laki itu seperti tahu saja bahwa sedang terdapat seorang wanita cantik dan seksi yang ingin membawanya, lalu bersedia dengan tanpa perlawanan, malah ikut merentangkan tangannya untuk segera digapai.

 

“Yeah.”

“terimakasih.”

dan dia bahkan tidak menawariku untuk bergabung, sialan. juga merupakan gerutuan Songjin dalam diam kala Han Byul membawa Hyun Gi dan mendudukkan dipangkuannya.

 

“ya ampun Paman, lihat tangannya!” Han Byul menarik tangan pendek Hyun Gi lalu mengangkatnya tinggi. Menunjukkan kepada Tae-Wong betapa mungil, dan menggemaskannya tangan milik Hyun Gi.

 

“jarinya pendek-pendek.” Tawa Han Byul terus menerus terurai.

“itu pasti gen istriku. Jariku tidak ada yang pendek-pendek begitu.” Imbuh Kyuhyun sungguh yakin.

 

“pipinya~”

“itu juga dari istriku. Kau lihat saja sendiri bagaimana menggelembungnya pipi istriku.”

 

Songjin tak sanggup lagi berada diruang kerja Kyuhyun. Harga dirinya telah habis tak bersisa karena Kyuhyun menjatuhkannya berulang kali. Telinganya masih sempat mendengar jawaban Kyuhyun menceritakan Hyun Gi bahwa “belakangan ini putraku sedang gemar dengan kegiatan berbau gulat.”

 

“kau yakin itu dari istrimu juga?”

“aku rasa begitu. Karena aku tidak terlalu menyukai olahraga penuh kekerasan semacam itu— Songjin semacam Cyclops dan Hulk jika disatukan.“

 

dan tawa orang-orang sekitar mengisi sepanjang lorong. Para pegawai yang tak bisa menonton secara langsung, berkerumun menyempatkan untuk menonton melalui televisi diberbagai sudut ruangan.

 

Terang saja sepanjang lorong, tawa tak henti Songjin temukan. Seharusnya Kyuhyun bukan menjadi seorang pengusaha. Seharusnya, Kyuhyun menjadi celebrity saja. celebrity komedi, yang sering muncul distasiun televisi KBS dalam acara Gag-Concert.

 

Dalam keriuhan dan suara samar interview keparat yang masih berlangsung, yang mau tak mau Songjin ikut dengar karena well, seluruh ruangan dilantai ini sedang heboh menonton atasan mereka mendapat interview eksklusif dari sebuah stasiun televisi luar dengan berita utama yang begitu menarik, namun entah bagaimana pembahasan malah bukan mengenai seputar bisnis, malah menjadikannya bahan lelucon.

 

Songjin memilih untuk menyendiri diruang rapat besar. Ruangan ini tak sepenuhnya kosong. Ada 3 orang pegawai, 2 pria, 1 wanita yang menonton Kyuhyun dari televisi diruangan ini.

 

Mereka sempat akan bubar saat Songjin mendadak masuk, namun Songjin meyakinkan mereka bahwa dia tak mempermasalahkan hal tersebut. Setidaknya, diruangan ini terdapat paling sedikit manusia. Setidaknya, tawa mereka tak lebih besar daripada seluruh ruangan lainnya.

 

“kau yakin?” Kyuhyun terdengar tak percaya, “matanya seperti mataku?” dia tertawa, “kalaupun benar, lebih baik jangan. mata istriku lebih indah daripada milikku.” Kyuhyun menjawab pasti kemudian menggantungkan suaranya lama. Hening.

 

Lima detik selanjutnya, pun masih berisi keheningan. Seolah candaan tadi yang sempat dimuntahkan heboh telah lenyap. Songjin tak tahu menahu lelucon macam apalagi yang Kyuhyun keluarkan saat dirinya tidak menonton wawancara keparat itu.

 

Dia sengaja memperlambat langkahnya karena tak merasa tertarik mendengar wawancara tersebut. Dia pasti baru saja tertinggal beberapa percakapan— pastinya menjatuhkan harga dirinya lagi.

 

“— aku lebih senang dengan fakta lain. berlawanan dengan itu. aku ingin putraku menjadi seperti istriku saja. aku ini, orang yang terlalu egois. Aku membosankan. Cukup menyebalkan. Aku tidak sehebat yang kalian bicarakan saat ini— aku tidak benar-benar sanggup melakuan banyak hal. Aku bahkan tidak sanggup mengatakan aku mencintai istriku saat awal aku jatuh cinta dengannya. sungguh. Ekspektasi orang lain saja yang membuatku tampak sangat tinggi. Kalau aku bisa memilih, lebih baik putraku mendapatkan segala apa yang istriku miliki. mungkin dengan sedikit otakku,” Kyuhyun tertawa. “tapi sungguh, istriku jauh lebih baik daripada 10 orang Cho Kyuhyun jika digabungkan. Aku bisa menjamin itu.”

 

“cukup melankolis.” Han Byul terdengar kaku pada awal keheningan akan ditubruknya. “Cho Kyuhyun-ssi, ini adalah segment terakhir. Bisa kau jawab secara cepat seluruh pertanyaanku?”

 

“oke.”

 

“Money?”

“living.”

“life?”

“family.”

“Sea?”

“cannot swim.”

“Rain?”

“Cuddle.”

“Rainbow?”

“Cho Hyun Gi.”

“Food?”

Pasta.”

“Blue?”

“favorite.”

“Black?”

anger.”

“Pink?”

“Park Songjin.”

“Night?”

“more cuddle.”

“Noon?”

“work-time.”

“Morning?”

kiss!”

“paradise?”

“………. well, this morning, with her having coffee~”

136 thoughts on “[KyuJin Series] The Interview

  1. Huaaa so sweetnya. Walupun diawal kyu nyebelin rasanya pengen nenggelemin tuh orng di laut tp pas diakhir akhir dy bikin ilang semua mrahnya songjin.. ahh cho kyuhyun saranghae..

  2. bayangin kyuhyun interview pasti keren banget, cakep, berwibawa
    awalnya ngakak tapi juga sebel, kenapa songjin jadi bahan ketawaan?
    terus hyun gi juga, lihat cewek cantik sexy, ibunya langsung ditinggal, haha
    tapi pas diakhir terharu sama kata” kyuhyun, romantisnya
    ini bukti dia cinta banget sama songjin

  3. songjiiiiiiiinnnn kamu beruntung banget punya suami kaya Kyuhyunnnn

    Ya Allah boleh aku tukar semua penderitaan yang ada sama suami macam Kyuhyun dengan karakter buatan Ka Galuh? ^^ boleh yaaaa ^^ amiiinnn

    sumpah sesi wawancara terakhir bikin bahagia…padahal aku bukan SongJin 😀 hahahahaha kereeenn
    ga tau mau bilang apa

  4. Gu mowning^^
    Aahh as expected it works! KyuJin make me feels good~
    Ck kyuhyun tuh yaa sengeselin nya dia ampe narik urat leher tetep aja ada romantis nyaa.. dan yeaah UNEXPECTED COUPLE ini emg selalu menghibur sama karakter nya yg bertolak-belakang.. dan berharap hyungi setampan kyuhyun!! Itu harus lah yaa wqwqwq mengingat songjin itu cantik, jd jgn lah ampe mirip bgt ama songjin hihi

  5. Aaaaaaaa 😥 walaupun sering bikin pengen nyekik, kenapa dia tetep loveable begini 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 huhuhu. Penggambaran idaman sekali 😭

  6. kyaaaaaaaaa sweet abissss melting aku bacanya hahahaha ngakak sih itu dijatohin bener2 pas awal eeehh pas songjin pergi malah dinaik2in huhu itu pas jawab cepet ituuuuuuuuu huhu seneng bgt aakkk

  7. Baca ini setelah Kyu menang di GDA..makin tersedu saking senengnya…alur cerita ini banyak di ff lain tapi kenapa ketika Kyu dan Songjin yang jadi lakonnya semua alur serasa nyata dan menyentuh..,how lucky you are..Cho Song Jin!!! Congratulation Baby Kyu ..Good Job!!!

  8. kebayang betapa ganteng’a nan sexy’a kyu :* switswiw
    iih baby hyun sifat’a jng kaia kyu egois membosankan menyebalkan y! ambil sifat kyu & songjin yg baik2’a aj y baby hyun 😉
    pasti gendok bgt tuh songjin d jadiin bahan guyonan kyu d interview hhhhh
    awal’a kterlaluan pedes kata2’a pgn nyumpel mulut kyu rasa’a ehhhhh tp ending’a sweet bgt rasa’a pgn kecup bibir kyu :* itulah cho kyuhyun. si pedas yang manis ❤

  9. Sungguh waktu awal2 rasanya pengen melakukan sesuatu yg bs bkin cho kyu diam,,dy mnjadikan songjin bahan tertwaan,,,pi pas bagian akhirnya rasanya pngen peluk kyu,,,aigooo sweeettt bgt,,,sisi romatisnya muncul!! Good job!!

  10. ck…songjin pham g jwban kyu yg sesi trkhir tu??
    pi mngkin dah kesel dl-an krn dy d jdiin bhan b’candaan ma suaminy..
    cm dgr ga y..wkt kyu bilang bhwa 10 kyuhyun ga bs d bandingkan dg seorg songjinny..kkk hrusny songjin trsanjung..pi ga tau gmn tnggapanny..coz d awal dy mrsa d permlukan..wlo sbnarny bkan tu mksd kyu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s