[KyuJin Series] Daddy’s Little Prince


[KyuJin Series] When Mommy Isn’t at Home

-Daddy’s Little Prince-

Cho Kyuhyun | Cho Hyun Gi

PG-13

Day – 2

 

Kyuhyun mengetuk-ketukan jarinya diatas meja kaca yang dingin, berusaha mengalihkan perhatian dari ponsel yang tak berdering atau bergetar sama sekali sejak kemarin.

 

Sungguh sebenarnya apa yang Songjin lakukan hingga sanggup benar-benar melupakan Hyun Gi? Padahal Kyuhyun yakin, berbagai gambar wajah Hyun Gi dengan handuk kemarin terlihat menggemaskan. Memangnya kapan putranya terlihat tak menggemaskan? Dan memangnya sejak kapan Songjin menjadi tak tertarik oleh pesona bayi lelaki itu?

 

Sebenarnya, apa yang Songjin sedang lakukan dan apa pentingnya fashion week itu daripada mengurus, bermain dan menghabiskan waktu bersama Hyun Gi? Bukankah biasanya Songjin akan lebih memilih untuk bersama dengan Hyun Gi saja dirumah daripada berjalan-jalan tak tentu?

 

Belakangan ini, Kyuhyun mengira Songjin memang seperti itu. mungkin fase remaja labil yang haus akan popularitas serta berkumpul bersama kawanan mereka telah Songjin lewati— mengingat kini jumlah usia Songjin tak lagi sedikit, dan lagipula kini Songjin telah menjadi seorang Ibu.

 

Kyuhyun tak pernah menyangka bahwa gadis galak dan senang berlarian, melompat-lompat kesana kemari bagai bola basket itu kini telah menjadi seorang ibu. Yang lebih tak disangkanya, sebenarnya adalah dirinya sendiri menikahi gadis mengerikan itu. lalu mereka hidup bersama hingga memiliki anak. Itu.. sungguh tak pernah Kyuhyun bayangkan.

 

Kemudian Kyuhyun berhenti mengetukkan jari— matanya perlahan berangsur pada Hyun Gi dikarpet, dibawah kakinya, sedang menonton pororo si penguin biru pendek. Mata Hyun Gi terlihat begitu saksama memerhatikan pororo. Jika saja Kyuhyun sanggup membaca isi kepala bayi ompong itu, pasti Kyuhyun akan mengerti mengapa Hyun Gi kini menggerak-gerakkan tubuh dikursi duduknya beriringan dengan music yang mengalun— anggap saja itu tarian walau terlihat lebih pantas seperti robot konslet.

 

Bersama dengan music yang terus mengalun, lantas semakin lama berkurang volumenya, acara televisi anak itu telah habis. Hyun Gi sadar akan hal tersebut. Dia menoleh pada Kyuhyun, seperti bertanya, ‘jadi setelah ini, apa yang akan kita lakukan?’ menggunakan matanya yang sangat besar— satu kali lagi Kyuhyun menemukan Songjin didalam tubuh putranya. Satu kali lagi pula Kyuhyun mengeluarkan dengusannya.

 

Songjin ada dimana-mana. Itu adalah hal yang paling menyebalkan dari situasi ini. itulah masalahnya.

 

Kyuhyun menoleh kebelakang. Cuaca sedang terlalu dingin, dan gerimis turun sejak pagi tadi hingga siang ini. sepertinya tak ada tanda-tanda bahwa cuaca akan membaik hingga malam hari. Kyuhyun menghela napasnya. Turun dari kursi sofa, duduk bersisian dengan Hyun Gi.

 

“kau lapar tidak?” tanyanya sambil mengambil kotak biscuit cokelat bagi bayi pada usia +7bulan. Kyuhyun mengacungkan satu biscuit cokelat berbentuk oval-panjang tersebut didepan wajah Hyun Gi. Bayi lucu itu tak merepons banyak.

 

Kening Hyun Gi kadang berkerut seperti sedang berbicara pada dirinya sendiri, meruntuk kebodohan ayahnya pada pertanyaan miliknya tadi. acara penguin kesukaannya sudah berakhir, lalu setelah ini, apa yang akan mereka lakukan? Bukan makan!

 

Ah, andai saja Hyun Gi sudah dapat berbicara. Sayang saja saat ini hanya penggalan kata sederhana yang baru sanggup dikeluarkannya. Dan satu tambahan kata penolakan, entah darimana dipelajarinya, yang membuat Kyuhyun lebih sering menjadi jengkel kala mendengar Hyun Gi mengucapkannya. ‘NO!!’

 

Kyuhyun menggoyang-goyangkan biscuit itu lagi, dan lagi, Hyun Gi tampak tak tertarik. “sayang sekali,” kata Kyuhyun bernada sedih, “padahal Appa juga suka biscuit ini.” ujarnya kemudian memasukan biscuit itu kemulutnya sendiri. “kau harus beritahu aku dimana eomma membeli biscuit ini! Appa akan membeli satu lusin untuk Appa sendiri.”

 

“Pa?”

“iya. Bukan untukmu. Untukku.” Kyuhyun terlihat pongah akan biscuit bagi bayi berusia 7 bulan keatas itu. seleranya semakin hari semakin jatuh saja. sungguh menyedihkan.

 

Kyuhyun sibuk mengunyah biscuit itu, tak sadar air wajah Hyun Gi berubah masam. Lalu tak lama, suara tangisan terdengar semakin kencang dan kencang membuat Kyuhyun panic. “Yah! Ini hanya biscuit! Appa hanya meminta satu buah saja bukan satu kotak!!”

 

Hyun Gi tak peduli. Tangisannya semakin kencang. tangan kecil, gemuk dan pendek miliknya merentang bergoyang-goyang diudara. Seperti meminta diangkat atau semacamnya, namun Kyuhyun sedang sibuk mempermasalahkan betapa kikir putranya ini, bahkan biscuit pun tak ingin berbagi. Sungguh Park Songjin sekali.

 

“PAAAAA~”

“Hanya satu saja! ya ampun!”

“PAAAAAAA!!!!!!”

 

Hyun Gi sudah melompat-lompat dikursi duduknya. Wajahnya putih, kini telah memerah seperti tomat karena menangis. Matanya yang lucu digenangi air pada sudut-sudutnya. Napasnya tak beraturan. Dia sudah tak ingin duduk dikursinya, Cho Kyuhyun bodoh!!

 

** **

 

“sudah jangan menangis lagi.” Kyuhyun menepuk-tepuk bokong Hyun Gi yang sedang bersandar lemas dibahunya – bayi itu lelah karena baru menangis kencang sekali, seperti kegiatan itu baru saja menyedot seluruh energinya— dan Kyuhyun sedang berusaha mendiamkannya dengan menepuk bokong gempal Hyun Gi berlapis popok sambil berjalan menyusuri rerumputan halaman belakang rumah dengan kaki telanjang yang penuh dengan becekan air bekas hujan. “Appa tidak akan mengambil biskuitmu lagi. Appa akan membeli sendiri dan kau tidak akan kuberi.” Lanjutnya— dipikirnya Hyun Gi tak akan mengerti atau apa, namun Kyuhyun menjerit kencang ketika merasakan perih dibahunya.

 

“YAAAH! CECUNGUK INI!” omelnya pada Hyun Gi— baru saja mencoba menjadi kanibal dengan mengunyah daging bahu Kyuhyun. Kyuhyun segera mengubah posisi Hyun Gi, tak lagi membiarkan bayi itu menyandarkan pipi mahaberat itu dibahunya. “jangan tiru eomma! Biar saja eomma jadi kanibal. Kau tidak boleh!” larangnya begitu bodoh.

 

Kyuhyun tak percaya, bahkan kebiasaan menyebalkan ini pun Songjin berikan pada putranya. Entah mengapa Songjin senang mengigiti tubuh Kyuhyun. Dalam kondisi apapun, dalam keadaan apapun, dimanapun— kini putra mereka mulai mengikutinya.

 

Atau mungkin, sebenarnya daging Kyuhyun rasanya memang lezat? Tapi seberapapun lezatnya daging manusia.. bukankah.. “benar-benar tidak bisa dipercaya!” Kyuhyun menggeleng takjub. Dia tak ingin memikirkan hal lain yang lebih buruk daripada itu, walau percaya, satu persatu sifat buruk Songjin yang lain, bisa jadi akan putranya munculkan lagi.

 

“coba perlihatkan gigimu!” tanpa mau menunggu apakah Hyun Gi mengerti atau tidak apa yang Kyuhyun maksud, Kyuhyun menarik bibir bawah Hyun Gi. Dia memandangi lekat calon gigi 2 buah yang masih berupa garis putih disana.

 

Mengerikan. Hanya baru berjudul calon-gigi saja, gigitannya terasa begitu perih. Kalau ada kejuaraan Nasional gigit mengigit, Kyuhyun tak akan segan memasukan Hyun Gi kedalamnya. Dia akan menjadi bayi pertama yang memenangkan kejuaraan dengan calon gigi sialan itu karena sanggup mengigit apapun, mungkin juri di kejuaraan itu pun akan habis digigiti oleh putranya ini nanti.

 

“ini baru dua.”

“wa.” Hyun Gi mengikuti apa yang Kyuhyun katakan dan Kyuhyun mengangguk, “iya. Dua. Tapi sakit sekali kalau digunakan. Pasti gatal sekali ya sekarang rasanya?”

 

sebenarnya Kyuhyun merasa tak tega dengan penderitaan bayi botak nan ompong ini, tapi memangnya apa yang dapat dilakukannya? Mengunyah biscuit itu adalah salah satu cara yang Kyuhyun tahu cukup membantu. Setidaknya Hyun Gi tidak mengunyah benda yang salah. Tapi sayangnya, bersama dengan seluruh bantuan-kunyahan-biskuti pemberiannya, membuat bayi ini terlihat semakin gempal saja.

 

lihat saja sendiri, tangannya telah berisi lipatan-lipatan lemak. Pipinya terlihat sangat menjuntai berisi, dan perutnya, tak perlu ditanya lagi. Bagai bayi bunting.

 

Kyuhyun mengusap perut besar itu dengan tangannya sambil mendecak heran, “berapa banyak sebenarnya eomma memberimu makan selama satu hari? Apa eomma memberimu makan anak gajah disetiap waktu makanmu?” katanya iba memperhatikan perut Hyun Gi, menyembul dibalik pakaian yang dipakainya. “ayo makan! Appa lapar!” usai membayangkan anak-anak gajah malang yang menjadi menu santap putranya Kyuhyun tak lagi sanggup melanjutkan hal tersebut.

 

“makan apa kita kali ini?” tanyanya sambil berjalan masuk kedalam rumah. Hyun Gi duduk disalah satu lengannya. Tangan Kyuhyun yang satu, digunakannya untuk memegangi punggung Hyun Gi— walau bagaimanapun, Hyun Gi masih belum sanggup duduk tegap seorang diri. Masih memerlukan bantuan siapapun yang menggendongnya.

 

“huh?”

“bukan gajah.” Kyuhyun menggeleng-geleng. Hyun Gi terlihat bingung memerhatikan wajah Kyuhyun. “kau bisa dipenjara karena memakan binatang yang dilindungi.”

 

** **

satu porsi spaghetti carbonara untuk Kyuhyun, dan semangkuk nasi tim berisi bayam, wortel, ikan tuna, tahu, dan telur, yang dicampur dan dihancurkan menjadi berbentuk bubur super-lembut menjadi makan malam Hyun Gi.

 

Songjin telah menyimpan seluruh makanan mengerikan (menurut Kyuhyun) itu, dilemari pendingin dengan jumlah cukup banyak. Cukup untuk selama Songjin tak berada dirumah. Dan Songjin juga telah menyiapkan botol-botol berisi asi begitu banyak ditempat yang sama. Jadi, sebelum pergi Songjin telah memastikan asupan gizi tak akan berkurang sedikitpun bagi putranya.

 

Kyuhyun merasa tersisihkan lagi, “kau harus tahu, eomma bahkan tidak menyediakan apapun untukku. Tidak satupun. Dan seluruh kotak dilemari pendingin itu, adalah untukmu. Hanya untukmu!”

 

Kyuhyun menatap iba piringnya. Sphagetti ini adalah hasil pesan antar dari bistro, dengan cibiran diakhir kala seluruh makanan itu datang, Hyemi putri pemilik bistro menggoda Kyuhyun, “sedang mencoba menjadi single parent pak tua?” itu terdengar cukup menyebalkan.

 

Pada bagian single parent karena Kyuhyun tak pernah berencana menjadi seorang Orang tua tunggal, apalagi pak tua! Siapa yang dibilang tua itu? dirinya? Cih! Seharusnya Hyemi berhenti sejenak menggeluti televisi dan mulai memerhatikan Koran atau majalah-majalah. Sepertinya Hyemi tak tahu bahwa Kyuhyun masuk dalam daftar jajaran 50 pria muda berpengaruh di Korea Selatan versi majalah Times!

 

Slogan di majalah itu bahkan menuliskan Kyuhyun sebagai muda, berbakat, tampan dan mapan. Apalagi yang kurang memangnya? Oh— benar! Keluarga yang normal. Benar sekali. Sangat benar. Kyuhyun tak pernah tahu rasanya memiliki keluarga yang ‘Normal.’

 

Seluruh ingatan ulang itu tak lagi Kyuhyun lanjutkan ketika tangannya mendapatkan tepukan Hyun Gi— sengaja atau tidak, tapi bayi itu sudah membuka mulutnya seperti lumba-lumba siap dilempari ikan sarden. Kyuhyun mendelik tak percaya. Sudah nyaris satu mangkuk Hyun Gi melahap nasi tim miliknya. Sebelumnya bahkan dia telah meminum susu terlebih dulu. “kau masih lapar juga?” pekik Kyuhyun terkejut. “astaga! Kau ini penyedot debu atau apa?” Kyuhyun mengeluh— sambil mengambil satu sendok kecil makan makan Hyun Gi dan menyuapinya. “Benar-benar Park Songjin sekali.”

 

Sungguh, yang tak Kyuhyun sadari, ada atau tidak wanita barbar itu disekitarnya, ternyata Songjin memang akan selalu membekas dimana-mana. Mungkin, itulah yang membuatnya kini merasa cukup kosong, kala Songjin tak ada.

 

Apa mungkin, yang seperti ini adalah makanan sehari-hari Songjin saat dirinya tak bisa pulang cepat dari kantor? Apa terasa sehampa ini walaupun Hyun Gi tak berhenti menjerit sekalipun?

 

** **

“STOP!” Kyuhyun setengah berteriak, dan Hyun Gi benar-benar berhenti merangkak dengan langkah terhuyungnya. Kyuhyun meletakkan boneka anpaman diatas punggung, yang tadi hanya Hyun Gi genggam erat saja selagi lututnya mencoba untuk merangkak dalam jumlah lebih banyak daripada hanya 1 atau 2 langkah saja yang biasanya Hyun Gi lakukan.

 

Kyuhyun lalu mengacungkan ponselnya. Mengambil gambar tersebut cepat-cepat, lalu menjentikkan jarinya didepan wajah Hyun Gi, “yow bro! Kau boleh jalan lagi. Ini temanmu” boneka anpaman itu Kyuhyun berikan lagi pada Hyun Gi “saranku, jangan cekik temanmu. Dia tidak bisa bernapas karena jarimu gemuk-gemuk. Pasti sakit sekali rasanya.”

 

Kyuhyun tertawa sambil mengetikkan pesan singkat kepada Songjin. Mengirimkan gambar tersebut lagi pada istrinya yang tak tahu sedang melakukan apa saat ini. namun dapat dipastikan, mulai saat ini, Cho Kyuhyun pasti akan bermusuhan dengan sesuatu bertema ‘Fashion Week!’. Siapa penciptanya? Sudah bosan hidup ya?

 

Playing around with Mr. Anpaman.

 

 

** **

 

“Hey captain!” Kyuhyun melap tangan basahnya ditubuhnya sendiri, tak menggubris serbet diatas meja. Berjalan mendekati Hyun Gi dikursi duduk, lalu membopongnya. “Let’s sleep.”

 

Sepertinya Hyun Gi sadar, kali ini dia tidak dibawa keruang yang semestinya— biasanya dipakainya saat malam tiba. Atau kata-kata ‘Let’s sleep’ telah Songjin kumandangkan.

 

Mata Hyun Gi mengedip banyak sekali memerhatikan pintu kamarnya dilewati, lalu Kyuhyun meletakkannya diatas ranjang berbeda. Ranjang ini jauh lebih besar daripada yang biasanya dipakainya. Selepas Kyuhyun meletakkan Hyun Gi disana, bayi itu langsung berguling-guling kesana kemari bagai babi yang baru dilepas dari kandang.

 

“Yah Yah!! Diam saja ditempatmu!!” perintah Kyuhyun pun tak Hyun Gi dengar sama sekali. Akui saja, tempat ini lebih menyenangkan karena sangat besar!

 

Setelah ikut menjatuhkan diri diranjang yang sama Kyuhyun menangkap Hyun Gi dengan kaki kirinya. Dia menghadang langkah Hyun Gi begitu mudah hingga Hyun Gi berhenti berguling kekiri. Dia mendongak memandang Kyuhyun— sedang tersenyum sinis padanya, berkata, “Appa menang.”

 

Tak berapa lama, Hyun Gi berputar menggelinding kearah kanan. Bayi itu sungguh licik— tak perlu dipertanyakan, kita semua tahu darimana Hyun Gi mendapatkannya!

 

“Appa menang lagi!” adalah kalimat yang Kyuhyun katakan lagi saat kaki kanannya sanggup menghadang kesenangan berguling-guling putranya. Hyun Gi terlihat tak senang. Dia berputar untuk bangkit menggunakan salah satu sisi tubuhnya terlebih dulu lalu tengkurap. Selanjutnya, Kyuhyun sudah lebih dulu menarik bayi hiperaktif itu sebelum Hyun Gi benar-benar akan melakukan pose gulatnya. Biasanya Songjin akan menjerit saat melihat Hyun Gi melakukannya. Kini, didalam kepala Kyuhyun, dia baru saja mendengar wanita barbar itu menjerit berkata, “Cho Hyun Gi, tidak boleh begitu!” hingga membuatnya langsung reflex menarik Hyun Gi membawa bayi itu kedalam pelukannya.

“tidak boleh begitu.” Kata Kyuhyun pada Hyun Gi dengan tepukan bersahabat dipunggung, “kau senang sekali membuat eomma menjerit.” Desahnya, kemudian tak seberapa lama terkekeh. Ada pikiran kotor yang baru melintas dikepalanya, “sama sepertiku” lanjutnya setelah itu, “dalam arti yang lain.” Kyuhyun berkedip jahil sambil meleletkan lidah.

 

Kyuhyun meletakkan Hyun Gi disisinya. Tempat yang biasanya diisi oleh Songjin, kini berubah berisi makhluk dengan panjang tak lebih dari 1 meter, pendek, lebih pendek dari pemilik tempat sebelumnya. Gemuk, lebih gemuk dari pemilik tempat sebelumnya.

 

Botak— um, tidak, maksudnya sedikit ‘berambut’, chubby, dan ompong. Kyuhyun tersenyum pada Hyun Gi. Dia mengamit ponselnya, mengambil gambar Hyun Gi 2x dalam waktu sangat cepat lalu mengirimkannya kepada Songjin lagi.

 

Itu seperti laporan personal seorang pengasuh bayi pada majikannya. Sebenarnya terlihat seperti itu, namun yang sebenarnya, Kyuhyun hanya ingin memamerkan ‘kekompakan’ para lelaki ini saja. Songjin sering mengeluh mengenai betapa tak akurnya ayah-anak ini, dan berandai-andai kapan mereka akan menjadi ayah-anak sungguhan. Rasanya kini Songjin harusnya boleh tertarik dengan issue ini. bukankah mereka sudah akur dalam beberapa hari belakangan ini?

Potatoes sleep next to me tonight^^

 

“kita akan membuat eomma kembali lebih cepat daripada semestinya. Eomma memang keras kepala, tapi Appa mengenal eomma dengan baik. Park Songjin tidak akan bisa menolak pesona lelaki tampan. siapa yang bisa menolak pesona lelaki tampan seperti kita, iyakan?” ujar Kyuhyun pongah pada awalnya. Kemudian sadar terdapat yang salah didalam kalimatnya, dia melirik Hyun Gi, “bukan, maksudku, pesona lelaki tampan, APPA—“ dia menunjuk dirinya sendiri, “dan bayi separuh kanibal, cukup menggemaskan, cukup lucu— KAU. cukup standar.” Lanjutnya.

 

Ah, Kyuhyun seperti lupa bahwa dirinya turut andil dalam pembuahan bayi menggemaskan ini.

 

Usai pesan singkat itu terkirim, Kyuhyun meletakkan ponsel miliknya dinakas. Dia mengambil benda lain yang telah dibawanya tadi, “SUSU!!” Kyuhyun berseru menggunakan nada-sok-terlampau-bahagia-buatan, kepada Hyun Gi. Menggoyang-goyangkan botol susu berukuran 200 ml dengan senyuman mengerikan.

 

Kyuhyun berusaha menyodokkan dot kedalam mulut Hyun Gi. Lucunya, Hyun Gi berulang kali membuang wajah kekiri dan kanan untuk menghindari serangan dot tersebut. Kyuhyun mengerutkan kening memerhatikan bayi pemakan segalanya ini. biasanya nafsu makan Hyun Gi seperti penyedot debu. Apa saja diserbu, sama seperti ibu-nya.

 

“kau kenyang?” Kyuhyun mencoba memasukan kembali dot kedalam mulut Hyun Gi namun terlalu lama, Hyun Gi malah menunjukkan wajah ingin menangis karena mendapatkan paksaan tanpa henti.

 

“baiklah bailkah. Tidak ada susu, Appa mengerti.” Kyuhyun menutup botol susu itu bersamaan dengan helaan napas panjang. Dia memerhatikan Hyun Gi saksama, bayi itu, perlahan-lahan mengurangi air wajah sedihnya, lalu berguling mendekat padanya.

 

Hyun Gi mengulur tangan, merentangkan jemari-jemarinya dan menepuk-tepuk wajah Kyuhyun lalu tertawa dengan gusi saja. belum ada gigi yang bisa dipamerkan bayi itu saat ini. Kyuhyun tersenyum karenanya.

 

“kau ingin menidurkan ku? Memangnya kau bisa?” Kyuhyun membiarkan Hyun Gi menepuki wajahnya sambil tertawa-tawa, entah apa yang lucu dari hal tersebut. Kyuhyun memejamkan mata.

 

Sama halnya dengan Hyun Gi— menepuki wajahnya, Kyuhyun menepuki punggung serta bokong bayi itu. “seperti itu yang kau ingat saat eomma menidurkanmu ya?” Kyuhyun membuka mata sedikit, lantas sedikit terkejut mendapati wajah Hyun Gi hanya berjarak beberapa centi saja dari wajahnya.

 

Hyun Gi kembali tengkurap, dia merangkak sedikit berjalan menuju Kyuhyun lalu menjatuhkan tubuh diatas dada Kyuhyun— dia meletakkan kepalanya sendiri persis dibawah dagu Kyuhyun.

 

Kyuhyun diam. Tak lagi menepuki punggung Hyun Gi atau bokongnya. Perlahan dia teringat, Songjin kerap kali melakukan hal yang sama, seperti yang sedang Hyun Gi lakukan saat ini. Kyuhyun hanya tak percaya saja bahwa bayi 7 bulan bahkan belum bisa bicara, berjalan apalagi berlari, ternyata memiliki ingatan begitu baik— melampaui bayi-bayi seusianya.

 

Kyuhyun mulai sadar, mungkin Hyun Gi sering memerhatikan hal serupa karena Songjin kerap membawanya untuk tidur bersama. Mungkin, Hyun Gi memang merindukan Songjin. Sayang saja dia masih belum bisa mengatakan hal tersebut karena satu dan lain hal.

 

Ada hal lain yang kemudian Kyuhyun rasakan. Dia menghela napas panjang, mulai menepuk-tepuk punggung serta bokong Hyun Gi lagi dan memejamkan mata, “Hyun Gi-ya~” katanya lirih, “don’t grow up too fast.” Lalu memberikan pesan penuh permohonan.

 

134 thoughts on “[KyuJin Series] Daddy’s Little Prince

  1. nama’a jg anak songjin kyuu mka’a baby hyun cerminan songjin jg hhhh kn cerminan kmu jg kyuuuu deuuuh gmn sih
    yg bodoh kyuhyun sndr napa nyalahin songjin -__- aneh. kn klian pasangan bodoh jd ga ush sling tuduh www ^^V
    deuuuh seorang kyu sang CEO cemilan’a ngambilin biskuit bayi anak’a sndr o.O ckckck
    iya gigit aja terus biar nyaho tuh kyuhyun, baby hyun good boy :*
    jng sebut baby hyun bayi botak nan ompong kyuu tp bayi luuc pinter nan gemesin :*
    pinter bgt ih baby hyun 😀
    yyyy panggil kyu pak tua aj hhhhh. Pak Tua! 😛
    baby hyun bagai babi krn kyujin’a jg bagai babi hhhh
    lucu bgt ih baby hyun gi >o< makin cinta ❤
    ttp y kyu gengsian mw blg kangen aj ga mw ngaku. zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

  2. hari k 2dah trlwati…kyu jd tau..sprti ap rasany..tnggal b’2an shrian..wlo brsma hyun gi..ttep brasa krng lngkap kena ga da songjin…wlopun klo ada biasany sllu ribut..n kdng sling cela..hyun gi pun kdng klo da eommany sllu jd skutuny
    hyun gi anteng” ajj..ga nangis”an nyariin eommany..pa mgkin sama my appany y..gengsi..kyu kan gtu..kangen ajj ssah wat ngakuinny..
    hyun gi mkin gemesin..

  3. kyuhyun tega banget anaknya di bilang robot konslet wkwk….
    hyun gi mirip songjin, dia gak sadar aja kalau ada yg mirip dengannya,ya iyalah hyun gi anaknya dan kyuhyun appanya…..

  4. kyuhyun tega banget anaknya di bilang robot konslet wkwk….
    hyun gi mirip songjin, dia gak sadar aja kalau ada yg mirip dengan kyuhyun, ya iyalah songjin ibunya dan kyuhyun appanya…..

  5. Kyumbul… Demi apa itu bang Hyun Gi anak lu bukan robot korslet bang 😂😂😂
    Nak Hyun Gi mohon bersabar ini ujian, ujian dari Allah SWT 😂😂
    Mohon bersabar karena punya babeh yang suka ngebully anaknye sendiri 😂😂

  6. Hyun gi jgn tumbuh terlalu cepat ..keinginan kyuhyun aneh2 aja ..
    Tpi klo anakny semenggemaskan dan selucu hyun gi .. rasanya wajar juga sih

  7. rasanya kaya ga mungkin ada hyun gi kalo ngeliat gimana kelakuan kyuhyun-songjin di ff missing. Ini kayak keajaiban mungkin ya, betapa bahagianya ada bayi ditengah2 keluarga mereka walaupun saat ini songjin minus dr keluarga itu kk~ kalo aku jd kyuhyun jg mungkin sama; enek sama acara fashion week lol. Bagi semua orang tua juga mungkin sama ya, gamau anaknya cepat beranjak besar

  8. Anak sendiri aja di bully😏😏😏😏
    Appa kyu so sweet banget
    Dan pas bagian akhir itu bener” sweet dan mengharukan ‘don’t grow up too fast’

  9. Meskipun jarang kompak ….. mereka akan akur pada hal2 tertentu. Kyu juga jadi appa dan suami yg baik untuk anak dan istrinya ….

  10. Pingback: Kumpulan FF Kyuhyun Wordpress Terbaru - Triknesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s