[KyuJin Series] Strong Baby


When Mommy Isn’t at Home

-Strong Baby-

-Cho Kyuhyun | Cho Hyun Gi-

Ficlet

PG-13

Day – 3

Ada genangan air dimata Hyun Gi pagi itu. Pagi itu, Kyuhyun berencana untuk membawa Hyun Gi ke kantornya, mengingat masa liburnya telah habis dan bekerja harus terus dilakukan seperti apapun kondisinya.

 

Maka pagi itu, sebelum ke kantor, Kyuhyun membawa Hyun Gi memasuki salah satu supermarket terdekat. Kala itu ketika Kyuhyun sedang berada disalah satu counter makanan bayi, Hyun Gi yang berada didalam baby carrier didada Kyuhyun mendadak memukul punggung salah seorang wanita dihadapannya sambil berteriak “MA!”

 

“Itu bukan eomma!” kata Kyuhyun menjelaskan pada Hyun Gi setelah wanita yang Hyun Gi tepuk punggungnya menoleh, tersenyum dan menyapanya. Wanita itu pun memuji betapa menggemaskannya Hyun Gi— berkata bahwa dirinya sempat melihat wawancara Kyuhyun ditelevisi beberapa hari silam, tak lupa turut memuji Songjin yang keberadaannya sedang entah dimana tak dilihatnya ketika itu.

 

Perlahan, ada gumapalan air mata dimata besar Hyun Gi. Bayi itu tak langsung meraung, apalagi melonjak-lonjak kala merasakan kecewa, seperti bayi pada umumnya. Hyun Gi kecil hanya mengepalkan tangan dengan bibir bergetar dan mata semakin lama semakin basah.

 

Jika saja sudah sanggup berbicara, Hyun Gi mungkin sudah mengatakan pada Kyuhyun bahwa dia merindukan Songjin. Atau mungkin pertanyaan lain seperti kemana eomma? Mengapa eomma tak berada bersama mereka beberapa hari ini? apa eomma bosan dengannya? Apa itu karena selama ini dirinya terlalu nakal? Sulit diatur? Terus menerus menggigiti apa saja yang eomma katakan tidak boleh? Mengapa eomma pergi?

 

Pagi itu adalah kali pertama Kyuhyun dilanda kegetiran usai Songjin pergi. Mungkin, sudah saatnya Kyuhyun sadar bahwa Hyun Gi memang merindukan Songjin. Memangnya apa yang seorang bayi dapat lakukan selain menangis saat orang yang selalu bersama dengannya mendadak hilang? Wanita gila itu pergi dan tak memberi kabar sekalipun hingga hari ini. Mungkin sudah saatnya bagi Kyuhyun mengambil sikap. Ini tak bisa dibiarkan. Mungkin disana, Songjin lupa bahwa dirinya telah memiliki ‘buntut’ yang membutuhkan perhatian khusus.

 

Bukan, ini bukan mengenai Kyuhyun. Ini mengenai Hyun Gi. Putra sematawayang pasangan gila ini.

 

“Hey!” Kyuhyun menepuk bahu Hyun Gi. Melanjutkan jalannya menuju counter buah. “kau mau buah apa?” tanyanya mengurai aura kelabu bocah 7 bulan itu dengan cara memandangi banyak sekali buah-buah berwarna-warni dihadapannya. pun sesekali masih melirik wajah Hyun Gi yang terpantul dari kaca dietalase buah tersebut.

 

Hyun Gi masih saja bermuram durja. Seolah warna-warni buah tak begitu dipedulikannya. Seolah itu sama sekali tak menarik. Seolah tak ada yang lebih penting dariapda meratapi ketiadaan Songjin diantara mereka kali ini. Semakin hari, semakin tampak saja bahwa kadang Hyun Gi sering bertindak tak sesuai dengan usianya. Kembali Kyuhyun dirundung gelisah— masalahnya bertambah satu. Putranya baru berusia 7 bulan, namun telah bertingkah seolah berusia 1 tahun. Jika dipikir-pikir, rasanya itu cukup mengerikan, bukan?

 

“Cherry! Kau pernah mencoba cherry tidak?” satu kotak Cherry merah mengilat dijamin akan menarik minat siapapun berada ditangan Kyuhyun. Dia mengkocok-kocok kotak tersebut agar menarik perhatian Hyun Gi. Namun rupanya Hyun Gi tak seberapa tertarik. Hanya menoleh memerhatikan suara berisik dari dalam kotak ditangan Ayahnya tanpa mengatakan apapun.

 

Seperti sedang mencari buah mana yang akan dipilihnya, Hyun Gi mengedarkan matanya kesana kemari diantara puluhan jenis buah, sembari mulut mungil berwarna pink tersebut sibuk melumat ibu jarinya.

 

“Ah!” Kyuhyun tersenyum. Mengulur tangan menggapai sebuah buah dengan rambut-rambut tipis dikulitnya, “Kiwi!” serunya. Kyuhyun ingat dulu dirinya dan Songjin pernah memberikan Hyun Gi kiwi, setelah lemon.

 

Dulu reaksi Hyun Gi pun sama lucunya saat mereka memberikan Hyun Gi kiwi. Pada dasarnya rasa buah kiwi adalah asam— nyaris sama walau tak seasam lemon.

 

Kyuhyun memberikan kiwi tersebut kepada Hyun Gi, agar Hyun Gi menyentuhnya. Namun usai berada ditangan Hyun Gi, buah tersebut malah dilemparnya kelantai. Ada suara rintihan pelan yang lalu Hyun Gi keluarkan. Kyuhyun hanya bisa menarik napas saja, tanpa membuangnya kasar. Kalau saja Songjin ada, dia benar-benar ingin menjedukkan kepala wanita itu saat ini juga.

 

“Okay.” Kyuhyun membungkuk memungut kiwi tak bersalah itu dari lantai. “mungkin tidak kiwi.” Lanjutnya mengusap kepala nyaris-plontos Hyun Gi— melanjutkan jalan.

 

Mata Kyuhyun menangkap tomat cherry. Tanpa pikir panjang langsung mengambilnya saja, berkata “kau akan suka buah ini” pun tanpa memberikan buah tersebut kepada Hyun Gi karena tak ingin buah itu berakhir mengenaskan seperti kiwi tadi, akibat kebrutalan putranya. Lagipula sebenarnya ritual berbelanja ini telah terasa tak nyaman lagi, ketika dirinya malah menjadi tontonan besar beberapa wanita didalam supermarket.

 

Mereka secara terang-terangan menghentikan aktivitas berbelanja mereka dan membelokkan troli mengekori Kyuhyun hanya untuk memperhatikan pemuda yang kemarin sempat masuk kesalah satu acara televisi mengenai pebisnis muda, sukses, mapan dan tampan.

 

Ditambah dengan embel-embel keluarga bahagia karena interview ketika itu entah bagaimana malah lebih banyak menanyakan keberlangsungan keluarga kecilnya. Bukan langkah-langkah yang selama ini Kyuhyun lakukan hingga dirinya dapat dinobatkan sebagai salah satu dari 50 pria terkaya di Korea selatan.

 

Para wanita itu tak tanggung-tanggung melakukannya. Mengekor secara dekat, terkadang terang-terangan pula menunjuk, pura-pura melewati dari arah berlawanan, atau malah ada yang terang-terangan memanggil nama Kyuhyun dan Hyun Gi.

 

Sungguh, jika ada Songjin disini, wanita itu pasti tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi semacam ini. namun Kyuhyun rasanya telah terlalu malas dan sebagian besar adalah perasaan jengah atas situasi canggung seperti ini. Dikenal banyak orang tak seberapa menyenangkannya ternyata. “seharusnya kau tidak boleh bersedih saat ini.” gumam Kyuhyun pada Hyun Gi— mendekatkan mulutnya pada kepala nyaris plontos Hyun Gi. Mengecupinya lembut berulang-ulang, mengusapinya, hanya untuk membuat aura kelabu Hyun Gi segera pergi— dan mengesampingkan seruan “awww” dari pada wanita-wanita disana ketika melihat Kyuhyun melakukan hal tersebut.

 

“semua wanita-wanita itu baru saja berkata kalau kita tampan.” Kyuhyun menyeringai pongah. Melanjutkan lagi setelah melemparkan senyuman keparat kepada salah seorang wanita berusia 30-an didepan counter sayur segar. “tapi itu pun kalau kau dengar…” Kyuhyun menghela napas, melenturkan bahu yang kaku— Hyun Gi, masih saja tak mendengarkannya.

 

Hanya kaki Hyun Gi diudara yang menendang-nendang entah apakah itu, yang membuat Kyuhyun sadar bahwa putranya belum tidur, dan dirinya tak sedang berbicara pada udara sekitar.

 

Berbelanja tak lagi semudah dulu. Sungguh jika saja tidak terpaksa, Kyuhyun tak akan sudi melakukannya. Tapi Gyuwon berkata berikan Hyun Gi buah-buahan saja sebagai cemilan saat dirinya sedang bekerja nanti. Itu jauh lebih sehat dibandingkan biscuit!

 

Lalu sambil menodorong troli, Kyuhyun mencoba tak terlalu memerhatikan atau merasa terganggu oleh orang-orang disana. Tak hanya wanita kali ini. beberapa pekerja lelaki pun ikut berhenti menyusun kaleng-kaleng sadren hanya untuk menoleh memerhatikan Kyuhyun ketika Kyuhyun berjalan melewatinya. Yang dapat Kyuhyun lakukan hanyalah terus berjalan, sesekali tersenyum canggung pada mereka, lalu berjalan, tersenyum canggung, berjalan dan berhenti didepan etalase buah ketika Hyun Gi menjerit, “Nyaa!!”

 

‘Nyaa!’ yang dimaksudkannya, mungkin adalah lemon! Telunjuk gemuk Hyun Gi mengarah pada buah berwarna kuning itu, dan kakinya menendang-nendang udara. Sontak saja Kyuhyun terkejut. Yang benar saja, itu lemon! “itu lemon, kalau kau lupa, kau pernah memiliki kenangan tidak menyenangkan dengan buah itu ‘kan?”

Kyuhyun menelengkan kepalanya memandangi buah kuning—sialan, yang dulu pernah menjadi sekutunya dalam menjahili bocah digendongannya ini. Namun agaknya Hyun Gi memang telah jatuh cinta pada buah asam itu. Hyun Gi tetap menunjuk tunjuk lemon sambil menendang-tendang udara. Kakinya yang gemuk terus bergerak, membuat lemak-lemak dikaki tersebut ikut bergerak tak karuan. “Nyaaaaaa!!” dan mulut kecilnya terus berteriak, dibarengi batukan sesekali karena terlalu bersemangat menjerit.

 

Hyun Gi seperti sedang berbicara, ‘aku mau itu! belikan aku itu saja!! sekarang!’ atau entah seperti apa, namun Kyuhyun hanya sanggup membuat imaginasi sebatas itu saja. Kyuhyun menangkap teriakan ‘Nyaaa’ milik Hyun Gi, hanya sejauh sorak sorai menyuarakan keinginan saja.

 

Kyuhyun lantas menghela napas, “baiklah-baiklah, lemon!” ujarnya pasrah— mengamit sekotak lemon, meletakkannya didalam troli. Usai hal tersebut, teriakan Hyun Gi sontak berubah menjadi tawa.

 

Tawa? Lima detik lalu Kyuhyun yakin Hyun Gi sedang bermuram durja. Lalu kini mendadak aura kelabu itu lenyap digantikan pelangi usai hujan.

 

Sungguh, suasana hati Hyun Gi, tak ubahnya seperti Songjin. Dapat berubah tiap lima detik sekali. Mendadak sedih, lalu senang. Ingin membanting kulkas, namun lima detik setelahnya ingin tidur memeluk kulkas.

 

Namun ada yang lebih penting daripada permasalahan suasana hati ala rollercoaster itu. Satu kali lagi Kyuhyun hanya dapat tercengang tak percaya— sekaligus memendam perasaan miris pada putranya. Kalimat “don’t grow up too fast” nya kemarin malam itu nyata. Kyuhyun tak pernah ingin Hyun Gi tumbuh begitu cepatnya. Hal itu semakin menghantuinya saja hari demi hari.

Sambil menelan kekecewaannya, Kyuhyun kemudian berlalu. Hari menjadi semakin siang omong-omong.

 

** **

 

“dia makan dengan lahap.” Jelas Gyuwon pada Kyuhyun. Gyuwon bertugas menjaga Hyun Gi ketika Kyuhyun sedang rapat sengit diruang sebelah tadi. satu mangkuk berisi pure alpukat dan papaya habis Hyun Gi lahap tanpa bersisa.

 

Kyuhyun yang ketika itu telah usai memimpin rapat berdiri termangu memandangi Hyun Gi dikursi duduknya. Sambil melepas dasi, serta kancing teratas kemejanya Kyuhyun kemudian berjalan mendekati kursi Hyun Gi— berjongkok dihadapannya.

 

“Hai,” sapanya membersihkan kotoran sisa makan diwajah Hyun Gi menggunakan tissue basah— tersenyum, kemudian mengacak rambut tipis-tipis putranya, “makan siangmu lezat?”

 

terdengar helaan dibelakang punggung Kyuhyun dalam waktu bersamaan. Tampaknya Gyuwon tak mampu lagi hanya diam dan tidak bertanya, hal macam apa yang sanggup membuat bayi hiperaktif semacam Hyun Gi seperti ini, mendadak tampak seolah seperti bayi robot.

 

Sepanjang menyuapi makan siang Hyun Gi tadi, Gyuwon tak mengalami kesulitan sedikitpun. Hyun Gi menerima saja selurun sendok yang disodorkan untuknya. melahapnya tanpa banyak protes dan berhenti, ketika dirinya berkata, “makan siangmu sudah habis semua Hyun Gi! Kau hebat” pun tak melonjak kegirangan seperti biasanya, setiap dirinya dipuji.

“Songjin sedang pergi untuk fashion week selama satu pekan di Jeju. Sejak kemarin Hyun Gi menghabiskan waktu hanya denganku saja. sepertinya aku ini ayah yang kurang menarik atau apa—“ tawa Kyuhyun terdengar parau. Dia membuang napas panjang tersenyum canggung kepada Hyun Gi lalu menoleh pada Gyuwon, “— semakin hari Hyun Gi terlihat semakin bosan denganku. Semalam dia hanya tidur beberapa jam saja. seluruh malamnya lebih banyak dihabiskan untuk menonton video pororo, aku bahkan tidak tahu apa dia benar-benar menontonnya atau tidak. Setelah itu aku harus menggendongnya semalaman, mengelilingi koridor yang dipenuhi oleh foto-foto kami. Aku, Songjin dan Hyun Gi. Lalu sekarang, makan adalah kegiatan favoritnya. Tapi ini adalah kali pertamaku melihat wajahnya tampak datar-datar saja, usai menghabiskan makanannya semangkuk penuh.”

 

Dan siang itu, aura kelabu tak hanya menjadi milik Cho Hyun Gi. Ada lelaki lain yang mau tak mau, akhirnya tersengat suasana mengenaskan itu juga. Cho Kyuhyun. Dua laki-laki tersebut, agaknya tak ingin lagi berlagak baik-baik saja. Akui saja, mereka memang merindukan Songjin. lagipula, merindukan orang terdekat tidak ada larangannya ‘kan?

“dia menangis?”

“akan lebih mudah jika seperti itu. tapi tidak.” Kyuhyun menggeleng cepat, “sama sekali tidak.”

 

satu kali lagi Kyuhyun membuang napasnya panjang. Dia menggosoki tengkuknya– terasa dingin, dan tak nyaman disaat bersamaan. kembali Kyuhyun mengingat aksi-nyaris-menangis-Hyun Gi, disupermarket pagi tadi. semua yang Hyun Gi lakiukan adalah nyaris– nyaris marah, nyaris menangis– namun pada dasarnya, Hyun Gi tidak benar-benar merealisasikannya. “— jadi,” ujar Kyuhyun menggantung. tampak terlalu berhati-hati untuk berbicara lagi, “sekarang aku.. harus bagaimana?”

 

132 thoughts on “[KyuJin Series] Strong Baby

  1. Ya ampun sebegitu besar y pengaruh songjin buat 2 pria berbeda usia ini.. gk kebyang klo mimpi kyuhyun yg kehilangan songjin terealisasi skrng.. ayo songjin cepat pulang dong.. gak kanģen ap sma 2 pria itu..

  2. Jadi ngebayangin Kyuhyun gendong bayi beneran.,, serius bisa kaya gtu?
    Wkwkwk masih inget pas waktu ada anak” kecil naek kepanggung oppadeul,, dan Kyuhyun cuma bilang haaa haaa.. Wkwkwk ya jelas aja anak kecilnya ga mau ngomong…
    Kan qm pernah post itu di ig kan gal?
    Balik lagi ke cerita nih,,
    Serius Songjin ga ngabarin sm sx?
    Ada bagus juga sih Songjin ninggalin Hyun gi sm Kyu,, kan biar mereka akur kaya waktu Songjin koma dulu,, tapi bukan ga ngasi kabar juga kan…

    • Iya waktu itu pernah post di ig haha kyuhyun-nya bego banget asli anak kecil mah harusnya dibujuk bujuk.

      Kyuhyun mah keliatan gak expert ngebujuk anak-anak. Kebanyakan clubbing kali ini orang sering ngegodain jeng jeng pake rok mini :p

  3. Maigaddddd.. Ga bs bayangin kyu gendong anak.. Diluar ekspektasi nahh.. huahaaaaa..
    songjin.. Km lg fashion week atw ditelen bumii? ‘buntut’ mu kasian tuhh.. Bpkny buntut jg kasian. wkwkwk..

  4. kasian hyun gi, ditinggal eomma seminggu kayanya sedih banget. jadi bayangin waktu songjin ngelahirin hyun gi dan gk bisa selamat gimana nasib hyun gi sama kyuhyun ya?
    apa selama pergi songjin gk ngasih kabar sama sekali? songjin udah keasikan dengan dunia nya kali ya

  5. Yaelah jadi makin sendu dan mendung bin gelap ditinggal songjin eomma:( baliknya jangan lama2 pls:( kalo boleh dititipin, aku bersedia nampung bayi lucu bin ajaib itu kok plus bapaknya:-) walaupun barbar, pesona songjin emang paling cetar~

  6. mengharukan, entah kenapa ikut kecewa tentang hyun gi yang terlalu dewasa
    entah dia tau atau tidak, tapi hyun gi kaya udah bisa ngontrol emosinya
    mungkin dia suka lemon karena mengingatkan dia sama songjin
    songjin udah kaya 75% hidup mereka berdua, bukan hanya separuh aja
    dan ini kenapa songjin gak ngabarin sama sekali? terlalu sibuk sampai melupakan 2 laki laki tampannya kah? keterlaluan

  7. woah… ini keren mungkin lebih tepatnya sangat nyaman untuk dibaca dan dinikmati….ceritanya pure berjalan kaya bener2 kejadian…

    aku ga tau mau ngomong apa…dari tadi aku cuman mikir mau ngomong apa dikolom ini sambil baca ulang cerita ini berkali-kali karna kagum ngebayangin semua kata jadi adegan…ya walaupun mungkin khayalan aku ga sekeren Ka Galuh…. tapi itu keren banget…jadiin film aja Ka 😀

    Songjiiiinn aku gemes sama kamu… kemana aja Bu? kasian itu anakmuuuuuuuuuu

    terima kasih sudah mau bikin dan post cerita yang bagus tentang keluarga ini 😀

    stay healthy,happy,and have a good mood ^^

    Semangat terus Ka Galuh !! 😀

  8. Entah itu pujian atau singgung-an… tentang wanita wanita itu! Saya juga melakukan hal yang sama buakakakak bedanya mereka udah 30an 😁 ngebayangin kyuhyun gendong anak pake cara yg kayak gitu.. bener bener extraordinary >< di sjm guest house wkt kyuhyun juga gendong anak kecil, dia malah ikut loncat loncatan haurrrr kan bocah banget, tapi disini kebapakan sangat duh enak banget jadi hyungi kepalanya dielus-elus gitu

  9. btw day-2 nya apaaaa?? aku kan baca ngikutin sesuai aluran tapi kok ini lgs day 3 ada yg kelewatkan sama aku huhu iya sihhhhh gimanapun gada ibu pasti kesepian, yah walaupun ibunya sejenis songjin hahaa kesian anaknya kesian appanya jugam ini baru hari ketiga tapi mereka udah kaya gitu hahahah gemes bgt sih

  10. tuh hyun gi aja jelas kangen songjin masa kyu engga?! gengsian dasdor
    knp pgn jedukin pala songjin? jedugin aj pala kmu sndr kyu biar rada so sweet gt sifat’a www
    pko’a klo hyun gi sedih sogok lemon aj y biar hepi lg lpa sm mslh’a sndr hhh goood
    ksian pasti rindu berat baby hyun sm songjin 😥 ga seceria biasa’a soal’a. kn klo duo itu bersatu berisik bgt hhhhh oon vs genius
    ada slh ktik dkit ka gal hhhhhe^^v

  11. Hyun gi lagi kangen ma ommanya tu maka’e ga semangat seperti biasanya,songjin sibuk banget apa sampai ga sempat kasih kabar kasihan kan hyun gi ma kyu

  12. Aigoo uri hyun gi grow up too fast…kasian skali dy…..rasanya pngen narik songjin biar cpat plang atau pling ga mnghubungi kyu dn hyun gi…..
    Good job!!

  13. d saat ky gni..peran songjin sngguh bru brasa..ga da dy mnjlni hri” trsa hambar..dah brulang” np ta da blas 1 pesan pun..ckck
    hyun gi mpe jd pendiem, murung ga semngat gtu..waahh..ge kngen berat ma eommany..pa kyu ga nyoba tlfn..or tlfn yg kirany bareng songjin d sna..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s