[KyuJin Series] Obvious


[KyuJin Series]

-Obvious-

-Cho Kyuhyun | Cho Hyun Gi | Cho Songjin-

 

“I’m the one who’s in control, now i’m acting like a fool. Do my feelings show? is my face aglow? isn’t it obvious?” 

-Christina Aguliera, Obvious-

“Brrrrrrrrr!”

Songjin menekan bibirnya pada leher Hyun Gi. Gerakannya menyapa permukaan kulit leher Cho Hyun Gi— menyebabkan rasa geli teramat sangat hingga bayi itu tertawa sejadi-jadinya.

Tangan mahagemuk Hyun Gi mencengkram lutut ayahnya berbalut sebuah piyama celana panjang polos ketika wajah bulat dan lucu miliknya tak henti memamerkan tawa dimulut— mempertontonkan gusi dengan bakal gigi 2 buah.

Kyuhyun hanya memberikan senyuman alakadarnya seolah berkata ‘ya, bermainlah bersama eomma dengan senang, lalu pergi tidur!’ dan kembali menekuni berkas-berkas ditangan. Sudah sejak 3 jam lalu Kyuhyun melakukan itu.

Mungkin karena pergi mendadaknya menyusul Songjin, ternyata mengorbankan banyak hal termasuk pekerjaan hingga terbengkalai. Kemudian dihari-hari sebelumnya ketika Kyuhyun belum memiliki ide untuk menyusul Songjin, ternyata hari bersama Hyun Gi sanggup menguras seluruh perhatiannya.

Hampir satu jam lamanya Park Songjin melakukan hal seperti itu. hingga Hyun Gi lelah tertawa, terkulai lemas lengkap dengan mata sebesar biji kenari mulai terlihat sayu. Kemudian jemari gemuknya mulai mencengkram dada Songjin, tanda meminta susu sebelum tidur, lantas usai menyantap menu malamnya sampai puas, Cho Hyun Gi jatuh tertidur begitu saja.

Sekembalinya dari ruang kamar Hyun Gi, Songjin masih menemukan Kyuhyun duduk diranjang mereka, menyandarkan punggung santai pada headboard— kaca mata berbingkai hitam masih menggantung diata hidung Kyuhyun, tangan kanannya memegang pulpen lalu tangan kiri memegang tumpukan kertas.

“aku lelah—“ Songjin berkomentar sambil menjatuhkan diri— sebenarnya duduk dengan seenaknya diatas pangkuan Kyuhyun. Nyaris menduduki beberapa dokumen lainnya milik Kyuhyun jika pria itu tidak cekatan memindah tempatkan kertas-kertas itu ke lahan kosong.

Songjin mulai bersikap manja, cukup menjijikan, jika wanita itu tidak dalam posisi super lelah setelah dihajar habis-habisan oleh Park Aeri— ibunya didapur sejak tadi pagi, mungkin kewarasannya akan lebih banyak, dan tidak mungkin sudi bersikap seperti ini pada Kyuhyun. Namun kepalang lelah, Songjin melingkarkan tangan pada leher Kyuhyun dan mulai meletakkan kepala dibahu tegap disana.

Kyuhyun sendiri sepertinya masih tak begitu peduli karena tangan kanan yang semula memegang pulpen telah berganti tugas menjadi mesin robot pengusap punggung, walau ditangan kiri masih berisi dokumen miliknya.

Mata Kyuhyun masih bekerja ekstra ditengah waktu tidur yang telah menghimpit— membaca dokumen bawaannya kemarin dari kantor sebelum dirinya pergi ke Jeju, tetapi akhirnya dokumen itu ditinggal juga dirumah karena rasanya percuma membawa dokumen semacam itu saat isi kepalanya sedang dipenuhi akan memberi pelajaran kepada Park Songjin karena telah pergi semaunya.

“kalau begitu tidurlah.” Saran Kyuhyun berbicara ditelinga Songjin. Sesekali mengubah formasi dari mengelus menjadi menepuk-tepuk punggung Songjin seperti yang tadi wanita itu lakukan kepada putra mereka. Songjin mengerang dalam kekungan hangat itu, “kau?” tanyanya melirik dokumen sisa yang belum sempat Kyuhyun sentuh.

Namun jawaban Kyuhyun seperti yang telah dibayangkannya, “nanti” begitu ujar Kyuhyun singkat hingga Songjin mendengus kencang. dalam kondisi mata yang telah menjadi rendah dan semakin rendah, Songjin bergumam— terdengar malas, namun sepertinya bersungguh-sungguh “aku ingin pergi. berlibur. Jauh. Ke suatu tempat. Entahlah, pokoknya jauh.” Katanya memainkan rambut Kyuhyun dengan tangannya.

Napasnya beraturan menghembus. Bibirnya mengerucut ketika mengatakannya, “kau mau juga tidak?”

“hmm” hanya suara mendengung Kyuhyun berikan sebagai jawaban. “tapi kau terlihat sibuk sekali?” kertas kertas dokumen itu adalah gambaran sederhana bagi Songjin menjadikan rencananya sudah lebih dulu gugur sebelum terlaksana. Dan Kyuhyun menggumam lagi, “hmm” sebagai jawabannya.

“kalau aku pergi berdua saja dengan Hyun Gi, pasti kau tidak akan mengijinkan!” dengus Songjin ingat betapa Kyuhyun kadang bisa sama pelitnya seperti sang Ibu.

Kyuhyun mengangguk kali ini. terasa jelas karena kepala Songjin ikut bergerak sedikit-sedikit. Gumaman juga terdengar diakhir Kyuhyun berikan, “mm.”

Cukup.

Songjin sudah merasa cukup. dia sedang berbicara dengan manusia atau robot sebenarnya? kenapa sebegitu panjang dan banyak kata-katanya, hanya mendapatkan balasan hmm, mm, hmm, itu apa?

Maka Songjin mengeluarkan dengusan lebih kencang, membawa kepala beratnya terhuyung untuk menjadi tegap. Dia memicingkan mata memandangi kepala Kyuhyun yang merunduk. “Yaa! Aku sedang bicara denganmu Cho Pabo Kyuhyun!” bentak Songjin tak sopan.

Kalau-kalau wanita ini lupa, perbedaan usia dan posisi saat ini adalah alasan masuk akal mengapa Songjin seharusnya bersikap seikit lebih… pantas, kepada pria dihadapannya tersebut. Namun Songjin, adalah Park Songjin. Seperti tidak tahu saja!

Perlahan dengan sedikit enggan dan terpaksa Kyuhyun mengangkat wajah. Langsung menemukan mata cokelat madu dihadapannya dan menganggukan kepala “iya, tidak boleh.” Katanya tegas, singkat, padat, tanpa bisa diselipkan kata ‘tapi…’ khas Park Songjin.

Sambil kemudian wajah rupawan itu turun kembali, terdengar Kyuhyun bicara lagi, “aku tidak mempermasalahkan liburannya. Tapi kau akan kerepotan kalau ingin berlibur, hanya seorang diri—“

“dengan Hyun Gi!”

“dengan bayi.” Ralat Kyuhyun memandang dokumennya. “sebaiknya tunggu aku saja. atau kau bisa pergi dengan Siwon Hyung nanti. Tapi saat ini kami sedang sama-sama sibuk. Mungkin setelah itu.” tambah Kyuhyun panjang.

Memberikan pendelikan yang benar saja kau? kepada Songjin untuknya tanpa pria itu sadari. Sepertinya dokumen itu masih lebih menggoda dibandingkan tubuh Songjin yang mulai merapat hingga membentur dada bidangnya, kemudian membuat napas Kyuhyun tak lagi bisa biasa-biasa saja, karena perlahan, otaknya tak lagi sinkron ketika merasakan sesuatu yang kenyal menghimpit dadanya.

“aku sedang bekerja, Songjin.” Adalah peringatan Kyuhyun sekaligus permohonan agar diberi waktu sedikit saja untuk focus pada kertas-kertas ditangannya.

Atau sebenarnya itu hanya pikirannya saja yang sudah kemana-mana, padahal Songjin sebenarnya tidak memilki niat seperti yang kepalanya pikirkan sejak tadi. kotor.

Songjin menghela napas sebal menjatuhkan kepalanya kembali dibahu Kyuhyun dengam bibir mengerucut “aku juga tahu. Aku tidak buta.” Keluhnya sebal. Tetapi kemudian, Songjin mencium aroma mint bercampur permen— didalam penciumannya. Terasa segar, manis dan menarik perhatian hidungnya untuk menyapu rambut Kyuhyun.

Songjin mendesakkan hidung kedalam helaian rambut Kyuhyun disamping telinga. Aroma manis serta mint itu kembali menghantamnya. Matanya memejam tanpa sadar kala menikmati aroma tersebut.

“kalau Siwon Oppa dan kau sibuk, boleh dengan yang lain?”

“siapa?” napas Kyuhyun mulai menjadi berat. Tanpa disadarinya, matanya tak lagi focus pada lembar-lembar miliknya, “tapi kusarankan sebaiknya jangan.”

“entahlah. Eun Soo eonni misalnya?”

“tidak mungkin dia sempat.” Itu sudah jelas. mantan Miss Korea itu memiliki kesibukan seperti presiden saja jika sedang benar-benar memiliki jadwal padat, walau saat sedang off, Eun Soo akan tampak seperti pengangguran, hanya tidur, makan dan berjalan-jalan saja pekerjaannya.

“Donghae Oppa?”

“kau tahu dia juga sibuk.” Sahut Kyuhyun dengan wajah tidak suka “kau akan menjadi orang jahat karena memonopoli waktu yang seharusnya bisa didedikasikan untuk kesembuhan banyak orang.” Walau hanya beralasan saja, namun ini terdengar sangat masuk akal, bahkan jika sampai ditelinga para peneliti sekalipun.

“masalahnya,” ujar Songjin dengan mata berkilat, “kalau bukan mereka siapa lagi?” kesalnya— seluruh kandidat darinya ditolak mentah-mentah, “Changmin Oppa?”

lantas mata Kyuhyun membuka lebar-lebar. Seperti baru saja menemukan nominal tak wajar didalam dokumennya— seolah dia baru saja menemukan aktivitas janggal, korupsi misalnya— dan harus.segera.ditindak lanjuti. detik ini juga.

Mendadak, tubuhnya terasa dingin. Seolah baru saja terdapat angin besar menghempaskannya. Atau sesuatu yang membuat bulu kuduknya meremang. Tapi lucunya, Shim Changmin masih bernyawa. Jadi tidak mungkin Casanova itu menjadi setan, atau hantu.

Atau.. belum. Pikir Kyuhyun didalam hati.

Hening.

Untuk sepuluh menit selanjutnya, Songjin merasa sungguh terabaikan. Mungkin dia memang kelewat jahil. Dia tahu Kyuhyun begitu tidak menyukai teman lamanya itu secara berlebihan, entah bagaimana dan mengapa.

Atau itu bukanlah sebuah kejahilan. Itu hanya tanda bahwa dirinya ingin mendapatkan perhatian lebih. Itu saja. bukan hanya gumaman atau penolakan berupa kata ‘tidak bisa’, ‘jangan’, atau ‘tidak boleh’.

“maksudku—“

“tidak lucu Songjin.” Kyuhyun lebih dulu menyahut. “itu bukan lelucon.”

Tanggapan dingin Kyuhyun membuat atmosfer menjadi berbeda. Suasana tak lagi menyenangkan mulai keruh sebenarnya. kepala Songjin terjatuh lebih lemas, tangannya memilin-milin ujung-ujung rambut Kyuhyun dalam diamnya.

Dia lalu membuang napas panjang dan beranjak pergi. Kyuhyun tidak lagi menyenangkan untuk diajak bermain apalagi bercanda kalau sudah menjadi sangat serius. kalau sudah berkutat dengan pekerjaan dan segala dokumen keparat, pasti akan selalu seperti ini jadinya.

Tetapi tangan robot dipunggung Songjin itu menahan tubuh Songjin untuk tetap bertahan ditempat. Dari sana Songjin bisa mendengar suara napas yang menderu. Dari dorongan kencang didada, Songjin bisa merasakan degub jantung bertubi-tubi berlomba. Seperti Kyuhyun baru saja terjembab diselokan atau apa.

“kalau aku berkata, aku akan ke Lyx dan bertemu Seohyun, menghabiskan waktuku disana selama satu pekan penuh. Mengelilingi pantai, menghabiskan waktu bersama. Kau kesal tidak? Menurutmu itu lucu tidak? Menurutmu itu gurauan yang bagaimana?”

Seohyun?

Ini sebenarnya apa? Perkacakapan ini bukankah mulanya berasal hanya-dari-sebuah-liburan saja? mengapa tiba-tiba Seohyun bisa muncul seperti hantu atau sejenisnya?

Tidak ada gerakan lesu dari Songjin ketika tidak lagi tertarik pada dekapan hangat Kyuhyun. Tak lagi tertarik pada usapan lembut atau suara berat candu itu ditelinganya. Yang ada adalah gerakan terburu-buru, tak ingin berada lebih lama ditempat yang tadinya terasa begitu nyaman.

“tidak tahulah!” Songjin mendengus. “kau tidak seru lagi.” Gerutunya merosot kelahan miliknya. Membuang berkas-berkas Kyuhyun sembarangan dan seenaknya kembali pada pemiliknya.

Kyuhyun mengamati punggung Songjin— pemandangan baru yang disodorkan wanita itu untuknya. terkadang, mudah sekali untuk kesal pada wanita bodoh ini. semudah membalikkan telapak tangan saja. sungguh.

“jadi ‘tidak seru’ menurutmu adalah membuat penyataan aneh dengan konotasi membuat orang lain merasa tidak nyaman, begitu?”

“bicara saja dengan bokongku.” Mulut Songjin mulai merepeti Kyuhyun semaunya, saat tangannya sibuk menulis sesuatu didalam note ponselnya, namun hanya bertuliskan ‘aku sebal, aku sebal, aku sebal’ saja berulang-ulang.

“tidak. Aku ingin bicara dengan wajahmu tentu saja.” geleng Kyuhyun. “tapi bokongmu boleh juga.” Lanjutnya mengusap bongkahan bulat tersebut kemudian meremasnya kuat-kuat sambil mengeluarkan suara lenguhan panjang— mungkin berniat menggoda namun usai keujahilannya, setengah detik setelahnya Kyuhyun malah dihadiahi tendangan kencang dikaki, dan diberi pemandangan punggung lagi.

Kyuhyun tertawa geli pada ulah Songjin. Mudah saja sebenarnya untuk wanita ini mendapatkan perhatiannya. Tak perlu membawa-bawa Changmin, Donghae atau orang lain lagi kedalam percakapan mereka— namun rasanya, hanya cara singkat itu saja yang Songjin punya dan tahu sejauh ini. dan sepanjang itu dilakukan oleh Songjin, pada akhirnya Songjin sendiri yang akan berakhir kesal, entah bagaimana.

Kyuhyun menghela napas panjang lalu membuangnya perlahan-lahan. Semudah itu kesalnya tersulut, semudah itu pula kesal itu hilang. Dia menarik selimut dikaki mereka, menyampirkannya hingga menutupi separuh lengan Songjin. Tak lupa menyambar ponsel tipis canggih yang sedang mendapat perhatian penuh istrinya sambil memberikan senyuman lagi kepada Songjin ketika mendelik tak suka padanya. “mungkin aku bisa mempertimbangkan liburan kalau kau memasang alat pencengah kehamilan. Bagaimana?”

Tawaran ini cukup masuk akal jika dipikirkan lagi. Terlebih 9 bulan bukanlah waktu yang sebentar. Dulu Kyuhyun bersedia melakukannya, karena pada usia kehamilan tua sebaiknya memang disarankan untuk tidak melakukan hubungan suami istri mengingat kegiatan tersebut akan membahayakan janin. Namun setelah putranya kini berusia 7 bahkan nyaris 8 bulan, bukan itu lagi kecemasan Kyuhyun, namun pada pembuahan yang kini terdengar seperti menusukkan belati ditubuhnya.

Belum lagi kemungkinan preeclampsia Songjin dulu, bisa saja kembali mencuat. 3 bulan pasca kelahiran Hyun Gi kemarin Kyuhyun kira sudah lebih dari cukup untuk sebuah cambukkan. Dia meyakinkan dirinya sendiri agar tak lagi ada kejadian serupa dikemudian hari.

Namun agaknya Songjin tidak memahami hal tersebut. Itu semakin ditunjukkannya, dengan segala penolakan atas saran Kyuhyun bahwa untuk sementara waktu, memasang alat pencegah kehamilan adalah solusi paling masuk akal bagi mereka. Bukan hanya sekedar kodom atau pil-pil saja.

Kali itu tawaran Kyuhyun terasa bagai angin lalu. Seperti biasa, Songjin tak akan pernah menanggapi lebih lanjut ketika percakapan ini mulai naik. wanita ini akan menjadi sibuk, pura-pura sibuk, atau bahkan tidak menanggapinya sama sekali secara terang-terangan seperti kali ini, Songjin mendengus sambil menendang selimut ditubuhnya. Matanya memejam sarat akan pemberitahuan bahwa ini sudah waktu tidur, dan kau mengganggu kepada Kyuhyun.

Sedang Kyuhyun ditempatnya tak banyak mengeluh lagi. Dia sudah cukup hafal bahwa Songjin memang akan seperti ini, selalu. Pada akhirnya dia hanya menggerakkan bahu tanda tak peduli lagi pada percakapan mengenai alat pencegah kehamilan itu dan mengulur kesabarannya lagi saja. itu adalah satu-satunya pilihan baginya. Tidak ada yang lain untuk saat ini.

“sleep thight, then” ucapnya begitu lembut usai menarik selimut lagi dan memberikan kecupan sederhana bagi Songjin dikepala, tetapi telinganya mendengar Songjin berkata “sleep tight my ass” padanya. Membuat separuh tubuhnya merasa seperti baru disetrum voltase paling tinggi.

“kau tidak mengerti Songjin.” Hela Kyuhyun pelan sembali merapikan dokumennya, dan diletakkan diatas nakas, lalu memasukkan tubuhnya kedalam selimut hangat disana memeluk tubuh Songjin kencang hingga setidaknya wanita barbar ini tak mencoba meloloskan diri, “kadang kau bisa menjadi keras kepala, tidak sopan dan sangat keterlaluan.” keluhnya terdengar putus asa. “jadi hebat sekali kalau aku tidak mati muda karena sikap-sikapmu selama ini.”

satu kali lagi Kyuhyun menyuarakan kegusarannya. Sungguh, siapapun yang mengenal Cho Kyuhyun, akan begitu paham kepada siapa pengusaha muda ini terus menerus membanting harga diri, menggeser kepentingan pribadi jauh-jauh untuk memenuhi kepentingan orang lain, dan membuang arogansi susah payah— hanya untuk alasan-alasan sederhana. Sungguh, jika itu telah sampai pada batasnya, Kyuhyun tak akan tahu lagi harus bersikap seperti apa.

dan sungguh wanita, memang selalu lebih sulit untuk dipahami iya‘kan?

109 thoughts on “[KyuJin Series] Obvious

  1. Lagi2 berdebat dr masalah kecil trs ribut adu mulut jd besar meski ujung2nya mrk baik2 lg hehehe… Si kyu tetep kekeh ya mau songjin pasang alat pencegah kehamilan wkwk udahlah songjin ngalah aja toh hyun gi msh kexil jg blm waktunya punya ade lg kasian hehe

  2. ada2 aja kelakuan songjin spy dpt perhatian dr kyu. kyu jg sih slu pekerjaan trs yg diurus. kyk akn jth miskin aja kalo ngeladenin istrinya

  3. Makin kesini aq rasa sifat kyuhyun yang semakin berubah ..
    Tapi klo liat sifat songjin kesannya kok kaya ga ada perubahan ..

  4. songjin buruan napa kb kasian kyuhyun wkwk…. kyuhyun sabar banget ngadepin songjin yg mulai keras kepala…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s