[KyuJin Series] Worddiction – Euneirophrenia


[KyuJin Series] Worddiction

Euneirophrenia

Cho Kyuhyun | Park Songjin

Oneshot

Songjin ingat mimpinya akan Italia yang hingga kini belum kunjung tercapai. Harapan mengenai menempuh pendidikan dan mendapatkan gelar dari Negara favoritnya tersebut— sedikit menjadi angin lalu baginya kini.

 

Songjin masih ingat betapa dirinya ingin merasakan tinggal ditempat penghasil anggur terbesar itu— biarpun hanya sementara. hari-hari sarapan dengan pasta di Roma, mandi matahari di Genoa, menghirup aroma roti langsung dari pemanggang di Turin, menikmati sepanjang malam dengan mendengarkan music jazz di Perugia, menonton Opera serta berbelanja sampai kaki terasa ingin lepas dari tempatnya di Milan, dan terakhir bermalam dibawah kerlip bintang di Florence.

 

Entah mengapa, sejak dulu hingga kini— harapannya masih sama saja. Italia. Pokoknya, Italia sampai mati. Hanya membayangkannya saja dengan mata terpejam diatas ranjang, Songjin sudah seperti dibawa terbang tinggi.

 

Suasana hatinya pasti akan membaik seribu persen usai membayangkan banyak hal itu. Damai, tenang, ringan. jadi coba pikirkan, apa yang akan terjadi dengannya ketika harapan itu ternyata menjadi nyata?

 

Baiklah, harapan mendapatkan pasangan hidup berasal dari Negara seni itu mungkin telah pupus. Lelaki bernama Cho Kyuhyun yang kebetulan juga adalah teman kecilnya, selalu berada didepan mata entah mengapa dan bagaimana. Kemanapun, dimanapun.

 

Ditambah hadirnya Hyun Gi— Cho Hyun Gi, si mungil penyuka biscuit cokelat itu, semakin memupuskan saja harapannya. Setidaknya Kyuhyun dengan sukarela membawanya ke Italia.

 

Seolah hal tersebut punah karenanya, lalu untuk tanda permintaan maaf karena dirinya sadar telah merusak mimpi seorang gadis baik-baik tak bersalah dan lugu— Kyuhyun bersedia membawa Songjin ke Italia untuk satu pekan penuh.

 

Dan seolah itu belum cukup, kini Songjin menemukan sederet gambar bangunan tua, yang dirinya yakin pernah melihat dari Internet— tempat dimana dirinya dapat leluasa menjelajahi negeri pasta tersebut tanpa perlu datang langsung kesana— disebuah white board kecil dibelakang meja kerja Kyuhyun.

 

Dan seperti hal itu masih belum cukup, beberapa gambar gedung bertingkat itu juga tertempel di sudut monitor computer miliknya. Mata Songjin berkilat-kilat kala menemukan kertas berukuran kecil dengan tinta berwarna merah disamping gambar 3 gedung tua tersebut ‘MUST-HAVE-ITEMS. NEW RESORT RESOLUTION’.

 

Tidak tanggung lagi, dibawahnya terdapat kertas berukuran lebih kecil dengan tulisan tangan sama juga tinta serupa bertuliskan, ‘2015. No excuses’

 

Baiklah, Songjin menyadari dirinya memang tidak fasih berbahasa asing. Satu-satunya bahasa yang dipahaminya amat sangat baik hanyalah bahasa ibu yaitu bahasa yang selama ini digunakannya untuk bercakap dengan banyak penduduk Korea Selatan lainnya.

 

Namun dia tidak bodoh. walau diartikan sepenggal demi sepenggal, pada intinya tulisan pertama kurang lebih memiliki arti: ‘resolusi resort baru’.

 

‘must have items’ tak perlu dipermasalahkan lagi. Songjin selalu ingat dengan tiga kata itu karena dia kerap kali menemukannya dalam web ketika berbelanja online, atau mendatangi toko-toko langganannya. Diletakkan didepan tas atau sepatu, atau baju-baju.

 

‘2015- tidak ada alasan.’

 

Tanpa disadarinya Songjin mengerutkan kening ketika dirinya berpikir keras. Iya, dirinya memang tahu bahwa tingkat pariwisata di Italia tumbuh begitu pesat. Bukan tidak mungkin seseorang membuka hotel berbintang atau tempat wisata lain disana.

 

Uang, pasti mengalir deras. Pasti.

 

Namun disaat yang sama, Songjin begitu tak mengerti mengapa harus Italia? Cho Kyuhyun bukan tipe orang dengan pemikiran dangkal yang tidak akan merencanakan sesuatu sebelumnya masak-masak.

 

Dan Songjin ingat, Kyuhyun bersama Siwon lebih sering membicarakan mengenai kemungkinan membuat satu-dua resort di Bahama. Tidak pernah telinganya mendengar Italia— sekalipun disebut-sebut.

 

Dan jika terdapat perubahan rencana, seharusnya dirinya tahu—mengingat berapa banyak jam yang dirinya sering habiskan bersama dua lelaki tampan itu.

 

Ini lucu. Dan… aneh sebenarnya. terlalu aneh.

 

** **

“Kyu~”

“Hng?” Kyuhyun hanya menggerakkan kedua alisnya tanpa mengalihkan wajah dari tablet yang menampilkan pergerakan saham di bursa saham— dan sebuah koran pagi— yang sayangnya baru sempat dibacanya ketika jam makan siang saat ini.

 

Songjin diam, sesaat sebelum benar-benar mengatakan apa yang ingin dikatakannya. Dia baru membuat banyak sekali asumsi dan entah bagaimana dirinya begitu yakin, bahwa 50% dari asumsi tersebut adalah benar.

 

Songjin tidak pernah merasa secerdas ini disepanjang hidupnya sebelumnya.

 

Mata Songjin memerhatikan seksama mulut penuh Kyuhyun. Pria itu baru saja mengigit sepotong besar pepperoni cheese pizza, menu makan siang mereka.

 

Tadi Kyuhyun berkata bahwa tanpa sengaja dirinya menemukan sebuah restoran Italia ketika sedang berjalan menuju Itaewon bersama Henry untuk bertemu kolega. Kyuhyun bahkan menambahkan, dekorasi restoran tersebut tampak berbeda dengan restoran Italia manapun yang pernah dikunjunginya sejauh ini.

 

Demi Tuhan! Pria itu hanya melewati tempat makan ini tak lebih dari 2 detik, namun sangat percaya diri mengatakan bahwa tempat ini tampak sungguh indah!

 

“ya, sayang?” Kyuhyun tersenyum simpul jahil, menggoda Songjin mengangkat wajahnya sesaat untuk melirik Istrinya. menyadari bahwa wanita itu akan langsung mendadak mual mendengarnya bermanis-manis ria untuknya.

 

“aku boleh… bertanya?”

“yeah. Dan sebentar, itu…. sudah termasuk pertanyaan kalau kau belum tahu, sayang.”

 

Songjin membuang muka cepat-cepat. Tentu saja dia akan menjadi mual jika Kyuhyun mengatakannya dengan nada penuh penekanan menggelikan seperti itu! dan semakin sering mendengarnya, telinganya terasa semakin panas. “bagaimana dengan Bahama?”

 

“Bahama?”

 

“Yeah— kudengar kau dan Siwon Oppa ingin membuka cabang Lyx?”

“Oh—“ senyum Kyuhyun mengembang dengan kepala terangguk “itu hanya sekedar percakapan ‘bagaimana jika’. Belum dipastikan keputusannya.” Jelas Kyuhyun masih membuang matanya kesana-sini, namun tak sekalipun kepada Songjin.

 

usai keheningan yang Songjin buat, barulah Kyuhyun mengangkat wajahnya penasaran “kenapa bertanya? Ada apa memangnya?”

 

Songjin menggeleng kemudian, meletakkan tangan didepan piring dengan isi pasta hanya tinggal separuh porsi, “lalu Florence?”

 

“Florence?” kening Kyuhyun mengerut beberapa saat sampai wajahnya mengencang kembali dan kepala lagi-lagi terangguk, “Oh yeah benar. Henry memberitahumu tadi? well—kukira itu keputusan yang tepat. bukankah begitu, sayang?”

 

“sayang-sayang!” Songjin telah sampai pada batasnya mendengar kata ‘sayang’ seolah menyayat telinganya. Matanya mendelik tajam kepada Kyuhyun namun lelaki itu hanya menanggapi santai berupa tawa renyah gelinya sambil menutup tablet dan menyingkirkan koran miliknya.

 

Mengerjai Songjin masih semenarik itu bagi Kyuhyun. Ditambah suasana makan siang mereka yang mulai sedikit membosankan. kekesalan Songjin akan menjadi warna tersendiri yang akan membuat suasana mencair— begitu menurut Kyuhyun.

 

Kyuhyun melipat tangan didepan dada diatas meja memerhatikan lawan bicaranya kali ini. akhirnya. “ada apa?” tanpa membubuhkan kata ‘sayang’ khusus kali ini.

 

“Ba-ha-ma?” Songjin mengulangi. Kali ini dia memberikan intonasi lebih dalam, huruf per huruf. Lalu bahunya bergerak bersama dengan kedua tangannya, mengisyaratkan dirinya tak perlu berbicara panjang lebar untuk mendapatkan penjelasan lengkap Kyuhyun.

 

“itu hanya topic pembicaraan sederhanaku dengan Siwon Hyung, sayangku. Tidak ada satupun diantara kami yang telah bulat ingin melakukannya! Atau setidaknya, belum ada untuk sampai saat ini.”

 

Kyuhyun tersenyum sebelum menyeruput lime-nya. Anggaplah senyuman tadi berupa godaan lain bahwa kali ini, suasana hati Kyuhyun memang sedang cukup baik untuk menggoda sang istri habis-habisan. “tapi kenapa harus Florence?” lempar Songjin cepat, “kenapa harus Italia? Kenapa tidak— Jepang? Atau… Korea saja misalnya? Bukankah belakangan ini kau sering mengatakn prospek pariwisata di Negara kita meningkat tajam? bukankah itu peluang bisnis juga? Kenapa Florence? Tahu apa kau tentang tempat itu?”

 

Bola mata Songjin berputar keatas menyadari perkataannya terdengar memusingkan bahkan untuknya sendiri, “yeah, selain dari buku-buku dan beberapa kali kunjungan kita kesana—“ jemari lentiknya bergerak diatas lampu menghasilkan kilauan mengilat dimata Kyuhyun.

 

Kunyahannya menjadi memelan memikirkan alasan baginya— yang dianggapnya termudah untuk dijelaskan kepada Songjin. namun, lucunya seberapapun kerasnya Kyuhyun mencoba mencari, dirinya tak menemukan alasan semudah itu.

 

Seharusnya itu pertanyaan yang mudah baginya. Dan itu memang jenis pertanyana mudah. Hanya saja semua pertanyaan dengan awalan ‘kenapa?’ pasti memiliki penjelasan panjang diakhir berisi pendapat pribadi sedangkan kini kepalanya mendadak mampet untuk mencari alasan jelas pertanyaan ‘kenapa’ itu?

 

Lantas menyadari kepalang menang akan asumsinya, Songjin mengulaskan senyuman tinggi pada sudut bibir. Sebenarnya itu bukanlah sebuah wujud dari rasa menang yang sesungguhnya. Dia baru saja merasa menjadi orang paling jahat sedunia karena tanpa sengaja atau memang sengaja, telah memaksakan keinginannya kepada orang lain.

 

“kau pasti punya alasan lebih masuk akal dari karena aku menyukai Italia. Kau pasti punya. Iyakan?” Songjin memaksa.

 

Kyuhyun menelan pizza didalam mulut yang baru dikunyahnya beberapa kali lambat-lambat itu sekaligus. Menyodoknya dengan lime lagi lalu berdehem membersihkan tenggorokan “itu—“

 

“Jangan konyol Kyuhyun-ah!”

“tunggu dulu—“

“itu mimpiku bukan milikmu. Tidak ada kewajiban untukmu mewujudkannya, kau tahu itu. kau lebih cerdas daripada aku. kau bilang begitu.”

 

Benar. Asumsi sederhana Songjin benar. Itu bukan perkiraan 50:50 lagi melainkan 90:10 kini. dan tahu yang paling menyedihkan? 10% itu bisa membaur bersama 90 tadi jika Kyuhyun benar-benar membenarkan secara terang-terangan asumsinya.

 

Lucu sekali mengingat Cho Kyuhyun yang Songjin kenal, adalah lelaki dengan segudang mimpi dan harapan. Kini harus repot-repot menyingkirkan mimpinya sendiri untuk mewujudkan mimpi orang lain? itu terdengar terlalu baik hati kalau seperti itu adanya.

 

Dan hal ini telah membuat sebagian diri Songjin marah entah kepada siapa. Mungkin kepada dirinya sendiri. tapi bagaimana caranya menghukum diri sendiri? itu tidak akan terasa adil.

 

Mulut Kyuhyun lantas terbuka. Sepertinya pria itu telah siap memberikan penjelasannya. Dia juga mengangkat telunjuknya setinggi wajah untuk memberi tanda agar Songjin tidak meneruskan ceramah panjangnya, namun usai hal tersebut mulutnya malah tertutup rapat.

 

Beberapa menit lamanya keduanya terdiam, sampai Kyuhyun menggosoki tengkuk menggunakan telapak tangan sambil tertawa tersendat-sendat; entah menertawai apa. Kepalanya tertunduk kebawah, dan jelas, dibawah sana tidak ada yang menarik selain kaki mereka berdua.

 

Diantara mereka pun sedang tak ada Hyun Gi yang biasanya senang membuat ulah mencari perhatiannya dengan menggigiti lengan Kyuhyun dengan dua giginya saja, atau menetesi tangan Songjin dengan liurnya hingga Songjin menjerit kesal.

 

Hyun Gi sedang bersama dengan Siwon dan Gyuwon sejak pagi tadi. mereka bertiga akan melakukan kencan buta ditaman bermain. Begitu kata Siwon tadi.

 

Songjin diam ditempatnya dan hanya menaikan satu alis tinggi ketika Kyuhyun menatapnya juga dengan tawa aneh yang tak dipahami alasannya oleh Songjin. “jadi?”

 

“jadi…?” Kyuhyun menghela napas pelan lalu membuangnya sedikit menyentak dari lubang hidung. Tawanya masih tersisa, entah kapan akan habis. “jadi sebenarnya, kau mau tahu yang sebenarnya?”

 

yeah. Pertanyaan tolol dari Cho Kyuhyun hari ini. jarang-jarang si tampan ini memberikan pertanyaan semacam itu karena biasanya, Songjin lah yang memiliki tugas itu. dan Kyuhyun bertugas memberikan jawaban panjang penjelasan atas pertanyaan tolol Songjin seperti seorang ayah kepada putrinya.

 

Kini Kyuhyun menemukan jawaban termudah dan tercepat— paling tidak untuk saat ini. ini mengenai apa yang dirinya rasa selama ini “aku bahkan tidak tahu apa yang kuinginkan Songjin.” ucap Kyuhyun mengawali.

 

“aku tidak tahu apa kau pernah mengalami hal ini, tapi aku sering sekali— saat merasa bahwa kerja keras dan satu persatu mimpi jangka pendekku terwujud. Yaitu saat melihat orang yang kuanggap penting merasa senang.” Kyuhyun tersenyum kecut “apa kau pernah merasa senang saat melihat Hyun Gi bisa tertawa-tawa lepas?”

 

“yeah. Tentu saja.”

 

Senyuman Kyuhyun berangsur melebar. Tangannya, masih menggosoki tengkuk, dan wajahnya terlihat malu “sama sepertiku. Aku selalu menemukan kepuasan tersendiri saat bisa membuatmu menjadi bodoh setengah mati setiap kali melihatku. Kau akan terpana karena aku sanggup melakukan apa saja— dan apa saja itu, kadang termasuk dalam hal yang kau sukai, yang tidak sadar juga kusukai tanpa aku tahu kenapa. Belakangan ini, aku baru tahu bahwa mimpi jangka pendekku sebenarnya sangat sederhana sekali. Dan Lyx berada disetiap negara tidak termasuk— lucunya.”

 

“— tapi?”

 

“tapi kau.”

“huh?”

“aku baru sadar bahwa mimpiku hanya berputar disekelilingmu saja.” papar Kyuhyun santai, “kau—“ katanya menunjuk Songjin dengan sebuah garpu, “kau pasti tahu kalau efek jatuh cinta akan separah itu ‘kan?”

133 thoughts on “[KyuJin Series] Worddiction – Euneirophrenia

  1. Aduh ini sumpah sweet bnget.. songjin beruntung bnget punya suami kya kyu.. emng efek jatuh cinta itu ajaib.. contohnya bikin kyu yg super dingin jadi super romantis.. huaaa 😍😍😍😍

  2. Gatau mesti ngomong apa. Tapi serius cho bener2 bikin ngefly mampus ;;__;;
    Cakep, tajir, pengertian, cinta mati sama bininya. Doh jadiin akoh istri keduamu yaaaanq

  3. Jujur ,aku ga ngerti arti kata yg jadi judulx

    Wah…kyuhyun
    efek cinta ke songjin
    bikin dia bego yah
    ha..GA ada hyun Gi deh!

  4. Demi apa…
    Sudah berbulan” ga baca fanfiction
    Sibuk baca di wattpad.. Hihi kangen jg sama couple ini…
    Yg mudah”an kedepannya ada perkembangan lagi selain kata” gombal tp jujur Kyuhyun di part ini…

  5. ffnya bagus tapi ko aku merasa ffnya kaya ke gantung gt eonnie.
    ini cuman pendapat ku aja ya eonnie .kyuhyun baik bangetttt. so sweet dehhh

  6. efek jatuh cinta separah itu kan? kyaaaaaakkkk apa apaan ini so sweet banget aaaaahhhhhhhhh geter2 selalu bacanya feh awalanys debat kaya apa endingnya sweet bgt gahhh bakal gimana itu songjin abis kyuhyun ngomong begitu hahahah lanjutttt

  7. bersyukur songjin kmu th dpt kyu & pny baby kyu!
    tumben manggil songjin sayang sayang o.O gt dongse drpd manggil barbar/bodoh kn ga uenak di denger
    y ampyuuuuunnn kata2 kyu pedes tp manis lg ❤ make me melted :*

  8. Ahhhh sweeett kyu,,,,,mimpi kyu harus seputaran ttg songjin….suami macam kyu apa ada lgi ya????pengen satu jg!!heheheheehheeeeee
    good job!!

  9. cari jawaban aja tnggal blang gk perlu putar2 nanti songjin malah nambah bingung,tpi jujur aku di part ini kyuhyun rada2 so sweet lucu kyk prtama kli jatuh cinta

  10. Ahhh tumben disini mrk gak ada ribut teriak2 heehhe seneng liatnya, giliran kyu manggil sayang songjin malah mual hahaha couple ini emg cocoknya adu mulut kyanya wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s