[KyuJin Series] Worddiction — Nedovtipa


[KyuJin Series] Worddiction

Nedovtipa

Cho Kyuhyun | Park Songjin

Oneshot

“YAAA!! Kau dengar aku atau tidak??” marah Kyuhyun kepada Songjin. sudah berpuluh menit mulutnya nyaris berbusa— gadis itu masih saja berkutat dengan majalahnya dan tak meletakkan ketertarikan sedikitpun pada pembicaraan mereka.

 

“dengar.”

“jadi bagaimana?”

“bagaimana apanya?” Songjin menjawab cepat dan santai. Matanya tak sekalipun bergeser dari majalah Vogue-nya. “bukankah kau bilang, semua yang datang membawa pasangan mereka masing-masing? Kenapa kau membawaku? Memangnya kita pasangan?”

 

Yeah! Oh tidak. Bukan. Belum. Tidak tidak. Bukan.

 

Didalam kepala Kyuhyun terjadi perdebatan sederhana antar dirinya, dengan dirinya. Lelaki muda itu tampak nyaris putus asa untuk menjelaskan bahwa yeah, dirinya dan Songjin memang bukan sepasang kekasih tapi siapa yang akan peduli?

 

Oh, baiklah— dirinya sendiri pasti akan peduli. Tapi siapa yang akan menaydari hal itu? didalam acara kemah keparat yang universitasnya adakan dihalaman belakang kampus nanti tidak akan ada yang menyadari apakah mereka berpasangan atau bukan.

 

Dan kalaupun ada, toh mereka pasti menyadari seberapa dekat hubungannya bersama Songjin. Kyuhyun yakin, populasi mahasiswa dikampusnya lebih meyakini bahwa terdapat sesuatu yang ‘janggal’ diantara mereka. Kalau ada yang belum sadar, dia pasti buta. Percuma saja mempunyai sepasang mata kalau begitu.

 

Kyuhyun lebih memilih untuk berpura-pura tak tahu saja, hanya untuk membuat Songjin tidak kabur darinya karena mengetahui bahwa ternyata, dirinya jatuh cinta kepada gadis yang sering dimakinya bodoh itu.

 

Baiklah baiklah, didalam hidup memang selalu terdapat dua kubu. Ying dan yang. Positive dan negative. Tapi membayangkan Park Songjin menyadari bahwa dirinya jatuh cinta padanya, sungguh Kyuhyun belum mendapatkan gambaran pada sisi positive dari hal yang banyak orang gambarkan bahwa jatuh cinta terasa menyenangkan.

 

Jika Songjin sampai tahu, gadis gila itu pasti akan mengejeknya habis-habisan. Menjadikan hal tersebut sebagai bahan lelucon sampai mati. Lebih parahnya, mungkin saja Songjin tidak akan memandangnya dengan cara yang sama lagi. gadis itu, bisa saja menjauh seketika atau perlahan-lahan.

 

Seketika atau perlahan-lahan, apapun caranya memiliki dampak terlalu mengerikan— setidaknya begitu yang Kyuhyun pikirkan. Belasan tahun si bodoh itu selalu berada disekitarnya. Mengganggunya, membantunya, mengisi hari-harinya, merusak rencananya, merengek padanya, berbagi ice cream bersama, menjadi bahu bagi satu sama lain. saling memuji dan mengolok.

 

Segala kumpulan keseharian itu tidak bisa mendadak lenyap begitu saja. bukankah begitu?

 

Jadi, bagi Cho Kyuhyun, jatuh cinta kali ini terasa begitu mencekik. Seolah napasnya ditentukan oleh hal sederhana seperti seberapa cerdas dirinya menutupi hal tersebut.

 

Dulu dia pernah mengolok Songjin karena menyukai Shim Changmin diam-diam. Sekarang, Kyuhyun tahu bahwa karma sungguh keparat, dia dapat menampar wajahmu sekuat tenaga tanpa ampun.

 

Tapi kali ini, hanya kali ini saja— Kyuhyun ingin tahu bagaimana rasanya menghabiskan malam bersama Songjin bukan sebagai sahabat— tunggu.. maksudnya setidaknya begitulah aturan yang berada diundangan miliknya.

 

Siapapun yang datang wajib membawa pasangan mereka. Pasangan yang dimaksud adalah pasangan dalam tanda kutip. Peraturan tolol itu dibuat oleh seorang pengurus club usai mereka bertaruh habis-habisan, malam tadi, dodgers atau giants yang akan menang dan secara mengejutkan giants— team football yang biasanya nyaris tak pernah sekalipun menang jika telah melawan dodgers, mendapatkan score 6.

 

1 point lebih tinggi dibandingkan dodgers yang hanya dapat 5 point. Dengan kemenangan itu, Jin-Yoo, begitu nama si keparat itu, menambahkan aturan konyol karena sadar, separuh dari club alam mereka tak memiliki pasangan.

 

Han Jin-Yoo sungguh tahu bagaimana cara membuat masalah.

 

Dan Cho Kyuhyun adalah satu dari sekian banyak orang yang harus mati kalang kabut mencari seseorang karena jika tidak membawa, kumpulan pecundang ini, begitu mereka akan disebut nanti, akan menjadi bulan-bulanan dalam masa perkuliahan yang masih sungguh lama ini.

 

“aku tidak suka kamping, Kyuhyun-ah! Itu artinya, aku harus tidur ditenda! Tidak ada kasur, banyak nyamuk, apa enaknya?” keluh Songjin dengan wajah gusar.

 

Didalam kepalanya sudah berputar potongan film mengerikan akibat bermalam ditenda kain. “hanya satu malam saja” timpal Kyuhyun buru-buru. “tidak akan lebih.”

 

“tapi kan—“

“ayolah~ tolong aku!”

“kenapa kau tidak ajak Harra saja? Dia menyukaimu setengah mati! Dia pasti tidak akan menolak kalau kau mengajaknya!”

 

“karena dia tidak akan menolak itu!!” seru Kyuhyun kencang berapi-api. Mulai kesal dengan Songjin karena berbelit-belit namun sadar bahwa yang dilakukannya, mungkin saja bisa membuat Songjin sadar apa yang terjadi diantara mereka, Kyuhyun langsung terburu-buru menurunkan suaranya hingga pada volume terbawah, “karena itu aku tidak mengajaknya. Didalam undangan tertulis harus membawa orang yang disukai.”

 

“apa?” Songjin mendekatkan telinga pada wajah Kyuhyun, “kau bilang apa?” tetapi Kyuhyun segera menggelengkan kepala panic, “bukan apa-apa.” Katanya dengan jantung berdebar-debar.

 

“kau jelas mengatakan sesuatu tadi!”

“tidak!”

“iya!”

“tidak penting.”

“kau pasti mengejekku lagi.” Songjin mendengus melipat tangan, “sudah meminta tolong, seharusnya kau memperlakukanku dengan baik!” ketusnya jengkel.

 

Kyuhyun menghela napasnya kencang lantas menjatuhkan tubuh disofa. Kaki panjangnya begitu saja dirinya letakkan diatas pangkuan Songjin, menyilang. “lagipula aku tidak mungkin bermalam satu tenda bersama orang asing.”

 

“he? Jadi kita akan satu tenda? Bermalam?”

“mm.”

“acara malam api unggun macam apa yang kampusmu adakan sebenarnya? itu tindakan asusila!”

 

mendadak Kyuhyun menyemburkan tawa, “bersamamu?” perut Kyuhyun terasa dipelintir karena tawanya sendiri “Itu tidak akan menjadi tindakan asusila! Kekerasan didalam tenda kain, mungkin bisa dikatakan lebih pantas.” Kyuhyun merunduk menatap Songjin dua tangannya telah menyilang didada, lengkap dengan ekspresi kalut yang berlebihan.

 

“berbahaya Kyuhyun-ah!”

“apanya?!”

“aku gadis lajang baik-baik dan kau—“ bibir Songjin mengerucut ketika Kyuhyun menyipitkan mata menatapnya memicing, “kau berkata, seolah-olah aku selalu menghabiskan waktu senggangku bersama wanita dibar malam.” Hantamnya tidak terima.

 

Seharusnya Park Songjin mengingat bahwa waktu senggang— dan tak senggang milik Kyuhyun selalu dihabiskan bersamanya. Tapi lupakanlah. Park Songjin tidak akan pernah mengingat ketika gadis itu menjajah satu-satunya waktu kosong Kyuhyun ditiap minggunya, hanya untuk mencicipi satu restoran pinggir jalan, ke restoran lainnya hingga petang.

 

“— lalu apa yang akan terjadi nanti?”

“tipikal malam kekerabatan. Kau tidak tahu?” kemudian Kyuhyun mendapati Songjin menggelengkan kepala tanpa berbicara apa-apa. Wajahnya tampak lugu mengatakan bahwa dirinya memang tak pernah berurusan dengan hal semacam ini, dan memang begitulah adanya.

 

“lalu?”

“games…”

“lalu?”

“makan malam, mengobrol—“

“lalu?”

“lalu? Lalu tidur! Kecuali kau masih ingin melakukan hal lain sendirian didepan api unggun!”

 

Kyuhyun bernapas tak beraturan lagi. dapat dihitung dengan jari ketika dirinya berada bersama Songjin, seberapa sering napasnya terhembus secara wajar. Sebagian besar, karena otak tak seberapa Park Songjin, dan sebagian lagi, anggapnya kebodohannya sendiri yang tidak bisa mengatur dengan baik degub jantungnya.

 

“kita tidur ditempat terpisah kan” Kyuhyun melirik Songjin sengit. Seolah mereka tak pernah menghabiskan tidur diranjang yang sama berghimpitan. Entah polos atau bodoh, kadang dua hal itu bisa menjadi begitu membingungkan bagi Kyuhyun.

 

“kita lihat nanti.”

“aku serius, Kyuhyun-ah! Sesuatu yang buruk bisa terjadi— kau lelaki normal, dan aku menyukai lelaki tampan.”

 

Dahi Kyuhyun mengerut kencang kala dirinya berpikir keras sambil memandangi langit-langit ruang santai kediaman Park Seul Gi, “kau tenang saja. aku tidak akan melakukan apapun.” Katanya seperti berbicara kepada dirinya sendiri “aku menghargaimu sebesar itu— kalaupun aku akan melakukannya, kau bisa pegang kata-kataku, aku akan melakukannya dalam tahap-tahap kuno. Aku harus menemui ayahmu, melamarmu, lalu menikahimu, dan baru—“

 

“apa?”

“huh?”

Kyuhyun mendapati mata besar Songjin mengerjab berkali-kali, masih dengan wajah lugu sialan itu. “kau bilang apa tadi? kalau bicara bisa lebih kencang sedikit tidak ‘sih?” Songjin mengeluh menggembungkan pipi “jangan berbisik-bisik begitu! Kita tidak sedang berada diruang ujian! Keraskan lagi suaramu!!”

 

Tanpa disadari Kyuhyun meracau dan tanpa disadarinya, seharusnya dirinya bersyukur dengan kebodohan Park Songjin— untuk kesekian kalinya! “tidak. Bukan apa-apa.”

 

“jelas apa-apa!” wajah Songjin tampak sebal setengah mati hingga memerah, “kau sedang membutuhkan bantuanku Cho! Berbaik hatilah padaku sekarang!! Apa yang kau katakan tadi huh? Apalagi? Aku pendek? Bodoh?”

 

“bukan!”

“kau jelas mengatakan sesuatu!”

“tidak.” Kyuhyun mengubah posisi, duduk kembali “yang aku dengar kau baru saja mengatakan aku tampan.”

 

“apa? Aku?” telunjuk Songjin mengarah pada wajahnya sendiri, dan Kyuhyun mengangguk menyengir lebar. Ada rasa senang dan geli, dan aneh, dan lucu yang sedang dirasakannya ketika mendapati reaksi panic Songjin— mulai gusar ditempatnya.

 

“aku dengar kau mengatakan, ‘kau lelaki normal, dan aku menyukai lelaki tampan’ jadi memangnya, aku ini seberapa tampan, huh?”

“huh?”

“hei, ayolah! Aku mendengarnya!!”

“Cih!”

“Jangan jual mahal begitu!” Kyuhyun mencolek dagu Songjin kemudian kedua alisnya naik dan turun bersamaan. Bibir bawahnya mencebik menggoda Songjin habis-habisan. “kau menyukaiku ya?”

 

“Cih! Dasar gila! Lebih baik kau pulang sekarang, dan kembali lagi besok dengan mobilmu karena aku akan membawa koper walau hanya 1 malam saja!!”

 

“aku bisa membawa mobil Appa. Bagasinya luas sekali. Kau bisa membawa seluruh isi lemarimu,” Kyuhyun tersenyum, “jadi ayo katakan! kau menyukaiku, huh?” godanya kembali memandangi Songjin menjadi uring-uringan meninggalkannya menuju dapur.

 

“kenapa wanita selalu seperti itu? sikap seperti itu akan menyulitkan banyak lelaki ‘kan? aku tidak mengerti!” Kyuhyun mendengus kesal dan mulai merepeti Songjin bersama dengan langkahnya menuju dimana motornya terparkir.

 

“aku kira dia menyukaiku! Rasanya iya, tapi bagaimana kalau tidak?” gumamnya pada diri sendiri. “tapi memuji seseorang tampan, belum tentu menyukai ‘kan?”

122 thoughts on “[KyuJin Series] Worddiction — Nedovtipa

  1. Kyuhyun oh kyuhyun…
    Kalu baca cerita mereka sbelum menikah, rasanya jadi geli geli gimna gitu….wkwk
    Kyuhyun jadi kyak orang bego kalau deket songjin, udah tau cinta tapi ttep aja diam dia…..hoho

  2. aaahahahahaha ini si kyuhyun bisaan aja ngebalikin jd kesannya songjin yg suka sama doa hahaha tp.ini mah bener udah keliatan duaduanya saling suka hihi gemes bgt sih dooohhhh lanjuttt

  3. Astaga….andai saja tlinga songjin lbh aktif,,,2 kali kyu kceplosan,,,dn jika songjin mndengarnya bs habis kyu di jadikan bahan ejekan songjin,,,hahahahhahahahaa

  4. Bacanya blm ada 10 menit habis..
    Agak pendek dari yg sebelum2 nya..
    Emang ff before (missing?)ini buatnya ga berurutan, jd agak susah menemukan adegan yg berkelanjutan kecuali kalo ada judul yg sama tapi dipenggal 2 bagian..
    Tapi dengan segenap hati,aku akan menyelsaikannya sekali lagi..

  5. kyuhyun disini jdi orng bodoh cmn cari alesan aja ssh bngt lucu sama tingkahnya songjin jga polos+bodoh..untung songjin gk dnger apa yg dibicarakan klo dngr panik parah dia (kyuhyun)

  6. kyuhyun mah banyak ketakutannya takut songjin tahu kalau dia sk sm songjin takut2 yg lain jg, tp kyuhyun pinter jg dia memanfaatkan keharusan “undangan ” dalam kesempatan dalam memaksa #ApaIni

  7. eaa eaaa kyuhyun knp tak terus terus terang aja sih😅😆, jadi repot sendirikan dlm mengatasi rasa cintanya sm songjin biar ngak ketahuan😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s