[KyuJin Series] Worddiction — Viridity


[KyuJin Series] Worddiction

Viridity

Cho Kyuhyun | Park Songjin | Park Seul Gi

Ficlet

“Y—YAH! YAAAH! YAAAH! SIALAN CHO KYUHYUNNNN! ITU MILIKKU YAAAAAH!!”

dua anak muda itu berlarian mengitari meja makan memperebutkan satu-satunya kepiting goreng yang tersisa dipiring saji. Seolah lupa akan usia serta orang-orang lain, yang juga ikut dalam makan malam bersama saat itu.

“kau kan sudah makan banyak sekali! Aku baru satu, Songjin! Jangan serakah begitu!!!” teriak Kyuhyun—kedua tangannya terangkat keatas. Ditangan kirinya, terdapat makanan utama, alasan keributan tersebut terjadi yang diangkatnya tinggi-tinggi— cara tepat karena Songjin tak akan sanggup menggapainya, jika mengandalkan tinggi badan yang tidak seberapanya itu.

“ini untukku!!” tambah Kyuhyun lagi dengan napas tersengal. Tampaknya berlarian kesana kemari telah membuatnya kepayahan hingga kemudian Kyuhyun berhenti, lantas menyebabkan Songjin langsung menubruk punggungnya dan jatuh tersungkur dilantai— meringis, menggosoki bokongnya yang nyeri.

Sementara itu dimeja makan, Para orang tua sedang saling menatap gelisah, meratapi sikap putra-putri mereka yang tampak tak semestinya.

Dua minggu lagi, keduanya bahkan akan menikah! Namun saat ini, yang mereka lakukan adalah berkelahi memperebutkan sepotong kepiting goreng. Hanya kepiting goreng!

** **

“Sebentar, kukira tadi aku mendengar Songjin memanggil Kyuhyun dengan—“ Park Aeri berhenti mengaduk syrup pada gelas-gelas dihadapannya. matanya menerawang jauh mengingat keributan tak pantas tadi.

“Cho Kyuhyun?” Park Aeri dan Park Seul Gi menjawab bersamaan, lalu saling memandang dalam diam. Seperti dalam satu pandangan, terdapat puluhan percakapan telepati antar suami istri berusia lanjut tersebut.

Keduanya lantas mendesahkan napas kekhawatiran begitu panjang. Park Seul Gi melipat koran sambil melirik putrinya dimeja sudut. Masih sibuk dengan keripik kentang— entah kapan akan merasa kenyang.

“Sayang,” ujarnya berjalan menghampiri Songjin. meletakkan sebuah gelas dimeja, lalu duduk berhadapan dengan Songjin, “tolong berikan ini untuk Kyuhyun.”

Ada raut tak senang saat Songjin mendengar nama Kyuhyun. mendengar nama itu, membuat gadis berambut panjang ini ingat akan nasib kepiting gorengnya yang kandas dicuri oleh si tengik tampan itu!

Songjin lantas mendesis, merapatkan punggung pada kursinya lagi, “dia tidak perlu dibuatkan minuman. Kalau dia mau, dia bisa mengambilnya sendiri.” jawab Songjin ketus.

“mengapa begitu?”

“karena dia bukan tamu!”

kening Park Seul Gi mengerut sesaat, lantas menjadi kencang ketika pria separuh baya itu tersenyum, “yeah! Tentu saja. kalian akan menikah. Tentu saja dia bukan tamu!”

“APPA!”

sang ayah tertawa senang melihat wajah putri semata wayangnya mendadak memerah bagai kepiting rebus, “ayo berikan ini!” bujuknya lagi, “kali ini lakukan dengan sopan. Meningat Kyuhyun lebih tua darimu, bukankah sebaiknya kau memanggilnya dengan sebutan Oppa?”

“heeee?”

“benarkan?” alis mata kiri Park Seul Gi terangkat tinggi saat Songjin terlihat luar biasa panic. kunyahannya tak secepat tadi lagi. mata Songjin bergerak kesana kemari seakan berpikir untuk kabur melalui jendela disampingnya atau apa.

Kini Songjin tampak sungguh tak bersahabat. Mungkin baginya, insiden kepiting goreng itu adalah fatal. Atau mungkin, itu hanya karena dirinya sekarah. Atau, terdapat kemungkinan lain yang membuat gadis cantik itu tampak enggan memanggil Kyuhyun pada sebutan semestinya.

Namun hal pasti yang tak dapat Songjin lakukan adalah menolak atau menunda permintaan sang ayah, entah mengapa— padahal, gadis ini selalu menyingkirkan jauh-jauh perintah Park Aeri.

Paham betul akan posisinya, agaknya Park Aeri cukup cerdas meminta sang suami untuk berbicara kepada putri mereka kali ini. jika dengannya, mungkin pertumpahan darah sajalah yang akan terjadi.

Sambil mendengus, langkah menghentak, bibir mengerucut jengkel, Songjin menghampiri Kyuhyun diruang santai. Pemuda itu sedang begitu seksama bermain psp— Songjin sempat melirik kebelakang dimana sang ayah sedang menunggu, duduk dikursi barnya dengan kepala mengangguk-angguk menyemangati.

“Op—op—Opp” bukannya terbuka, bibir Songjin malah terkatup, dan terus terkatup semakin rapat semakin dirinya ingin memanggil Kyuhyun dengan sebutan ‘oppa’ yang diusung sang ayah, adalah panggilan tersopan, dan terpantas bagi putrinya, kepada lelaki yang lebih tua darinya.

“APA?” mata Kyuhyun menyalak tajam. kepalanya hanya diangkat sedikit. Matanyalah yang melirik keatas, dimana Songjin berdiri dengan sebuah nampan dan gelas diatasnya. “OP OP APA?” katanya begitu ketus.

“OPPPPP” Songjin meringis— keningnya mengerut. Gadis itu segera menoleh kebelakang namun sang ayah memberikan gesture tangan agar Songjin segera melanjutkan apa yang diperintahkannya.

Maka Songjin kembali berbalik badan. Kyuhyun masih memandanginya galak, seolah ingin memakannya bulat-bulat atau apa. Membuat kejengkelan Songjin semakin menjadi saja. pria ini sungguh keterlaluan! Apa dia tidak tahu kalau saat ini dirinya sedang mati-matian mencoba bersikap manis? Kenapa dengan wajah keparat yang dipertontonkannya saat ini?

“ini” tanpa mengatakan hal semestinya, perintah Park Seul Gi, Songjin memberikan gelas ditangannya kepada Kyuhyun begitu saja. tentu saja, hal itu menjadikan Kyuhyun semakin terkejut, dan panic diwaktu bersamaan “ini apa?” tanyanya begitu lugu.

Terlalu lugu hingga membuat Songjin semakin jengkel.

“minuman tentu saja! kau tidak buta kan?!”

Kyuhyun mengernyit seketika. Menjulurkan leher memandangi isi gelas ditangan Songjin— sama sekali belum diraihnya. Mungkin saja gadis gila ini memasukan sesuatu berbahaya kedalam minuman ini karena persoalan mereka tadi? iyakan?

“untukku?” Kyuhyun bertanya. Matanya memandangi air berwarna merah gelap didalam gelas tersebut. “benar… untukku?” dia bertanya lagi curiga, kini mendongakkan kepala memandang Songjin takut.

“memangnya untuk siapa lagi?” balas Songjin kesal. Dia melirik Siwon disamping Kyuhyun tertidur dengan psp menutupi wajah. Mungkin pria itu tak sengaja tertidur ketika sedang bermain. Jadi untuk apa minuman itu diberikan kepada pria yang tak sengaja tertidur saat ini?

heee— kau masukan apa kedalam air ini? racun tikus?” tuduh Kyuhyun langsung, namun wajahnya tak sekalipun menampakkan kelicikan.

Kyuhyun sungguh sedang terkejut. Sangat terkejut, hingga kemudian sanggup bertanya begitu polosnya. Terlalu polos untuk sebuah tuduhan sebenarnya. “obat nyamuk?” tebaknya lagi.

Songjin menghela napas panjang. Kesabarannya telah habis kali ini. tepat ketika Kyuhyun nyaris menggapai gelas diatas nampannya. “kau masukan apa, huh? Lotion?” Kyuhyun masih merepeti Songjin dengan berbagai tuduhan lugunya.

Mata Kyuhyun mengerjab puluhan kali kala pemuda itu memandangi Songjin “kau tidak sedang berencana untuk meracuniku kan? kalau iya, dua minggu lagi kau gagal menikah kau tahu tidak?”

Kini dibelakang sana, Park Seul Gi lah yang sedang berusaha untuk tak menjedukkan kepala ketembok, menonton percakapan lugu nan tolol Songjin bersama Kyuhyun.

Songjin tampak tak lagi berselera untuk terus berada dihadapan Kyuhyun hingga kemudian pergi meninggalkannya meski Kyuhyun memanggilnya berulang kali dan berseru panik bahwa pemuda tersebut hanya sedang bercanda. Selebihnya, dirinya memang benar terkejut karena dalam keadaan ‘waras‘ apakah pernah Songjin melakukan hal itu? karena itu, kali ini, tentu saja pantas untuk dipertanyakan. Hanya itu saja, tidak lebih.

“sekarang, Appa tahu—“ Songjin berkata tersendat sesampainya gadis itu dihadapan sang ayah. Air mata nyaris menggumpal dipelupuk matanya, “…A—apa a—aku salah lagi kali ini?”

108 thoughts on “[KyuJin Series] Worddiction — Viridity

  1. yaelah kyuhyun bikin anak orang nangis:v mana di depan ortunya lagi:v bercanda sih tp ngak sampai segitunya juga kali wahai kyuhyun:V

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s