[KyuJin Series] Worddiction — Yuanfen


[KyuJin Series] Worddiction

Yuanfen

Cho Kyuhyun | Park Songjin 

Sambil membawa sekantung keripik kentang dan mengunyahnya, Park Songjin menghampiri Kyuhyun yang sedang seorang diri duduk ditaman belakang rumahnya.

Mereka sama-sama menghindar dari keramaian.

Keramaian orang-orang yang sedang menjadikan mereka sebagai topic utama pembicaraan, namun tidak sekalipun mengajak mereka untuk setidaknya duduk bersama ikut dalam percakapan.

Mereka dibiarkan saja. Terserah ingin melakukan apa.

“Tidak adil ‘kan?” Songjin duduk pada sisi kosong kursi besi ditengah tamannya. Dengan cahaya tak seberapa ditengah temaramnya sekitar— nyaris hanya terdengar suara air dari kolam ikan tak jauh dari tempat mereka duduk saat ini.

Kyuhyun segera menoleh. Menggeleng ketika Songjin menawari kripik kentangnya. “apanya yang tidak adil?” Dia lebih tertarik pada pernyataan Songjin tadi.

Bahu gadis itu bergerak lamban. Selama beeberapa saat, Songjin menoleh pada pintu kaca besar yang terbuka. dari tempatnya, terlihat jelas punggung orang tuanya serta orang tua Kyuhyun sedang bercakap-cakap sambil tertawa. Mereka terlihat sangat um.. bagaimana menjelasakannya? Senang?

“Mereka merencanakan hidup seseorang, tanpa mengajak orang itu untuk setidaknya mengambil suara.”

Songjin mendesahkan napas berat dan panjang. Wajahnya tampak muram namun tangannya tidak berhenti bekerja merogoh kantung snacknya. “menikah itu ‘kan.. sakral. Aku ingin hanya terjadi satu kali saja, sepanjang hidupku. Kenapa tidak ada yang bertanya tentang pendapatku? apa aku setuju.. apa aku tidak setuju. Kenapa aku setuju, kenapa aku tidak setuju.”

Sambil mengunyah, Songjin merasakan desir angin menghempaskan rambutnya— “kau tidak mau? menikah.. denganku?”

Panik.

Kyuhyun harus mengatur suaranya setenang mungkin hingga tidak ada kepanikan yang tergambar. Matanya mengikuti kemana kepala Songjin bergerak-gerak bersama degub jantungnya, mulai terasa semakin tidak karuan.

Gadis itu seolah tak nyaman lagi ditempatnya karena mulai memperhatikan hal yang tak perlu untuk diperhatikan. Seperti ikan dikolam misalnya? atau… gerakan dedaunan dipohon?

Namun percayalah, disana, ada yang lebih sedang tidak nyaman diposisinya. Ingin segera bangkit dan mengoyak tubuh Park Songjin. Ingin tahu mengapa tampaknya, Songjin tidak menikmati perjodohan ini, padahal dirinya sengaja menjauhkan diri dari kerumunan agar tidak tertangkap basah tersenyum lebar pada tengah percakapan penting.

Biarlah para orangtua yang mengatur. Mereka tahu segalanya.

“Kau,” Songjin mendekatkan ujung bungkus snack kentangnya pada lengan Kyuhyun “tidak punya rencana lain untuk mengacaukan mereka disana, Kyuhyun-ah?”

“Huh?”

“Mereka serius sekali berbicara. Benar-benar membosankan.”

“Mereka bukan sedang berbicara omong kosong Park Songjin. Mereka sedang membicarakan masa depanmu.”

Perlahan tapi pasti, Songjin mengembangkan senyuman. Sinis. dan semakin menjadi tingkat sinisnya hingga Kyuhyun hanya dapat menelan ludahnya pahit.

Sepertinya, hari ini akan menjadi satu diantara kumpulan hari-hari buruk Park Songjin.

“Berhubung masa depanku, adalah aku yang menjalani, seharusnya, aku ikut disana.” komentarnya samar-samar “lucu sekali. Dilamar saja tidak pernah”

“Jadi kau mau apa?”

“huh?”

Mulut Songjin hanya dapat mengunyah sisa keripik kentang. Tangannya pun hanya mengaduk-aduk isi kantungnya. Tidak sekalipun dikeluarkan dengan membawa sejumput keripik yang baru.

Karena Kyuhyun tahu-tahu saja berdiri dihadapannya bertolak pinggang. Pria ini… seperti ingin memakannya atau apa. “Yah, kau kenapa Kyuhyun-ah?” pertanyaan itu bahkan Kyuhyun tak acuhkan. Pria itu malah mendengus memandangi gadis dihadapannya serta remah sisa snacknya disudut bibir.

Jika dipikir akan terjadi satu adegan manis, Kyuhyun membersihkan remah tersebut lalu mengecup bibir sang gadis, Oh, itu hanya ada didalam drama.

Melihat remah tersebut Kyuhyun malah mendengus lagi lalu berbicara “kau makan seperti tyrannosaurus!” cibirnya “seharusnya kau yang berpikir, betapa menyedihkannya diriku harus menikah dengan gadis sepertimu. Kau, mengurus diri sendiri saja sulit, apalagi mengurus orang lain??”

“Tyra— Tyran—“ ketika Songjin masih mencoba melafalkan salah satu jenis dinosaurus itu, Kyuhyun sudah mendahuluinya lagi “Pernah dengar tidak, hubungan ideal adalah yang dimulai dari persahabatan?”

“siapa bilang?!”

“Aku.” Kyuhyun menjawab tenang. Menghelakan napas panjang, melirik para orang tua— tadi, Siwon sempat menoleh padanya kemudian tersenyum aneh slash mesum, atau entah apa maksud senyuman mengerikan itu padanya. Masalahnya, senyuman itu jelas tertuju padanya. Itu menambah satu lagi beban, selain membuat gadis dihadapannya, jatuh cinta padanya. 

Kyuhyun menarik napas lagi lalu membuangnya perlahan-lahan kali ini, “kau harus mencobanya, Songjin. satu kali saja. kalau menurutmu, melakukan itu adalah salah, kau boleh… tidak melanjutkannya.”

Suara Kyuhyun terdengar samar. Namun tidak cukup samar untuk Songjin mendengar. Gadis itu segera mengerutkan kening, menangkap telapak tangan Kyuhyun diatas kepalanya.

Kyuhyun mengacak-acak rambutnya, seolah kepalanya hanya sebesar kepalan tangan, dan tangan pria itu sebesar tangan hulk atau apa. “mencoba apa?” Dia mencoba untuk menengadahkan kepala, namun Kyuhyun selalu menahan agar dirinya tidak benar-benar bisa memandang wajah pria tersebut.

“Mencintaiku. kau harus.. mencobanya dulu.”

“Huh? maksudnya—“

“Aku sedang melakukannya. Tidak sulit.. kalau.. dicoba perlahan-lahan.” Kyuhyun memutus dengan memberikan satu ketukan kencang tepat diubun-ubun Songjin kemudian berlalu meninggalkannya.

Mendorong pintu kayu setinggi lututnya untuk menuju garasi “Oh ya,” tiba-tiba Kyuhyun membalikkan badan menghadap Songjin lagi, “besok kau bisa ikut aku ‘kan?”

Ditangan sebelah kirinya, Kyuhyun memutar-putar kunci mobilnya, tepat ditelunjuk dan ya ampun, seharusnya bukan kunci sialan itu titik focus Songjin, melainkan wajah pria itu!!

“Keman—“ Songjin berdehem membersihkan tenggorokannya “kemana?” tanyanya. Dia juga sempat menoleh kebelakang berharap tidak ada siapapun yang mendengar teriakannya, namun rasanya memang sudah terlambat.

Hampir semua orang disofa panjang jauh disana, sudah memerhatikannya lumat. Bodohnya, Songjin— hanya sanggup memberikan senyuman kecut pada mata-mata haus akan moment-lebih-dari-sekedar-teman atas dirinya dan Kyuhyun.

“Membeli cincin.” Senyum Kyuhyun memang tampak sangat memesona. Kalau saja tidak ada mata-mata keparat itu, Songjin pasti sudah meleleh seperti ice cream ‘kepanasan’ ditempatnya.

“Eomma..” Songjin berdehem lagi. menoleh lagi kebelakang. ada 2 pasang mata yang paling terlihat bersemangat, hampir terlihat menyeramkan malah.

Adalah Choi Siwon dan Choi Ki Ho.

Karena ulah ayah anak itu, Songjin nyaris merasa ada yang salah dengan tenggorokannya. Mungkin karena keripik kentangnya ini. Seharusnya dia mendengarkan perkatan Ibunya tentang radang tenggorokan karena terlalu banyak mengonsumsi jenis makanan seperti ini.

Atau.. pandangan-pandangan keparat disana, membuat kerongkongannya tercekat. Entahlah mana yang benar. Toh keduanya memiliki efek yang sama.

“Apa eomma ikut?” Suaranya nyaris terdengar hanya bisikan, namun Kyuhyun sepertinya dapat mendengar jelas. Pria itu menggeleng, lalu tersenyum padanya, “Hanya kita.”

Baiklah. Hanya kita itu sebenarnya terdengar sangat— Oh ya ampun.. andai saja kumpulan orang tengik dibelakang itu tidak ada!

115 thoughts on “[KyuJin Series] Worddiction — Yuanfen

  1. kak aku mikirnya worddiction dr yang abience sampe yang ini dan mungkin selanjutnya itu ceritanya saling menyambung. Ternyata bukan ya? Atau aku salah baca urutannya?? Tp aku bacanya sesuai urutan yg ada di collection.

  2. yaelah sejak kapan songjin dekat dgn eommanya:v diajak kyu beli cincin tp malah nanya apakah dgn ibunya:v tumben banget songjin bergantung sm ibunya😂😂 songjin pasti bkl pingsan:v kalau ngak ada yg liat😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s