[KyuJin Series] Scent


[KyuJin Series]

Scent

Cho Kyuhyun | Park Songjin |

Vignette

PS: Satu bulan lebih ini saya beneran kena writer’s block. Awalnya saya memang sengaja gak mau posting apa-apa karena masih kecewa berat dengan silent readers yang pernah saat itu saya bahas. Tapi dear, saya malah keasikan sampai lupa gimana caranya nulis. Lupa total gimana cara ‘menggambar’ keluarga absurd ini. Hal yang dulu asik buat saya, tiba-tiba jadi awkward. Jadi semoga yang seperti ini gak berlanjut. 

So here i am… sorry kalau kurang menarik atau malah gak menarik sama sekali. But the thing is, saya mencoba untuk memulai lagi. Ini murni hasil coba-coba. Bukan hal mudah sebenarnya~ doakan lah ya supaya mood nya cepat pulang. 

“Ugh!”

Kyuhyun mendengarnya lagi. Geraman tertahan kali ini membuatnya menoleh pada sumber suara. Park Songjin disampingnya sedang duduk melipat kaki. Wajahnya menekuk ketus memandang lapangan hijau, sambil menutupi hidung dengan tangan.

Untuk ketidak senangan kali itu, tampaknya tak hanya Kyuhyun seorang yang sadar. Seorang lelaki dengan seragam sama seperti Siwon saat ini ikut menoleh dan memerhatikan Songjin sambil mengerutkan dahi.

Wajahnya tidak tampak seperti bingung— lebih pantas disebut tersinggung sebenarnya karena Songjin terang-terangan menjauh darinya lengkap dengan wajah seolah dirinya adalah hama. Dan oh, tentu saja Park Songjin tidak menyadarinya. Jangan meminta gadis itu untuk peka terhadap sekitar.

“Kyuhyun-ah!”

“Hng?”

Ada keheningan yang terasa ketika Songjin tidak melanjutkan kata-katanya. Hanya terdengar suara teriakan kencang ketika kaki para pemain taekwondo itu berhasil menyentuh target kicking.

Tahu-tahu Kyuhyun merasakan sebuah tarikan pada lengan jaketnya. Ditemuinya, Songjin menarik kain jaket pada sikunya sambil berkata “lepaskan ini.” pun ditambah wajah panic. “aku tidak tahan lagi.”

“Kenapa?”

“Aku tidak suka aroma tempat ini.” Ujar Songjin berbisik. Dia mendekatkan bibir pada telinga Kyuhyun “ada apa memangnya dengan aroma tempat ini?!” namun Kyuhyun membalas menggunakan suara kencang.

Matanya hanya sebentar memerhatikan Songjin. Dia lebih tertarik menonton Siwon yang sedang beradu tendang dengan seorang lelaki dalam balutan body protector. Ada tepukan riuh ketika Siwon berhasil memberi tendangan kencang dengan punggung kaki pada dada lawannya.

“Yaah! cepat sedikit!!”

Alih-alih melepaskan jaket seperti permintaan Songjin, Kyuhyun malah berdecak membuang wajahnya. Memberi perhatian kepada Siwon lagi. “ini gedung olahraga Park Songjin. Tentu saja memiliki aroma lembab. Ditempat ini nyaris semua orang mengeluarkan keringat. Termasuk aku juga! kau tidak lihat ini?!”

Kyuhyun menyapu tengkuknya dengan telapak tangan dan menunjukkan kepada Songjin. “Basah.” katanya nyaris menempelkan bekas keringatnya pada wajah gadis berbando pink itu namun Songjin buru-buru melompat jauh dari jangkauannya.

“Ew!”

“Kau akan mengatakan ‘ew’ jutaan kali kalau terus disini. Tadi ‘kan aku sudah memberitahumu dirumah!”

“Tentu saja! aku mengerti! Tapi tidak dengan bau yang— aish, ew. Permisi, aku disini!!” Songjin berteriak kepada seorang lelaki yang baru melempar seragam taekwondo seenaknya.

Seragam basah itu mengenai tangan kiri Songjin hingga gadis itu kejang-kejang tak keruan. Tempat ini, sungguh benar-benar sebuah lading kuman. Bagaimana bisa orang-orang bertahan ditempat sekotor ini?? ew!

“Kyu!!”

“Iya berisik!” Kyuhyun mendelik. Tak sampai setengah menit jaketnya telah tanggal dan berpindah tempat menggantung pada bahu Songjin.

Kyuhyun melihatnya. Bahu Songjin yang semula kaku, kini perlahan turun melemas. Gadis itu tidak lagi menutupi hidung dengan tangan, namun sebagian dari jaket hitam Kyuhyun yang terlalu besar ditubuh Songjin, digunakan gadis itu untuk melindungi hidung dari serangan aroma tidak menyenangkan menurut Songjin.

Ada kekonyolan yang mendadak Kyuhyun rasakan, bersama dengan rasa malu serta debaran jantung. “aku juga berkeringat, kau tahu itu.” bisiknya merundukan kepala lalu menempelkan bibir dekat pada telinga Songjin.

“aku tahu. kau sama menjijikannya.” ujar Songjin mendesis merapatkan tubuh pada Kyuhyun ketika seorang lelaki lain dengan tumpukan kuman ditubuh melintas disamping kirinya. “tapi aromamu jauh lebih baik daripada aroma lembab disini.”

“Ohya?” Kyuhyun tersenyum sumringah, “memangnya seperti apa aromaku?”

Songjin diam merenungi aroma khas tubuh Kyuhyun— selalu membuatnya ingin menempel pada pria itu seperti nasi kering diserbet dapur. Secara keseluruhan, aroma Kyuhyun terasa menenangkan. Manis dan segar disaat yang sama.

Seperti lavender, tapi bercampur dengan pinus. Seperti kayu manis, tapi bercampur gula. Segar. Mungkin itulah penjelasan sederhana yang tepat.

“…… kayu manis? hutan pinus? entahlah” Bahu Songjin bergerak malas “aku tidak tahu” katanya jujur, lalu menjatuhkan kepala pada bahu Kyuhyun sambil menguap lebar. “aku tidak suka aroma lembab dimanapun itu.”

“kau ingin pulang?” Tawar Kyuhyun kemudian, membuat kepala Songjin segera terangkat. Kantuk gadis itu hilang seketika “boleh?” tanyanya polos namun Kyuhyun segera terkekeh sambil menggeleng. “ini baru babak penyisihan pertama. pertandingan yang sebenarnya belum dimulai!!”

“Payah.”

“kau yang payah!” Kyuhyun menjulurkan lidah sambil mengerutkan wajahnya.

“Aku bisa pingsan kalau berlama-lama ditempat ini. Seperti berada dipenjara.”

“Pingsan saja. Nanti kusadarkan kau dengan cara menjejalkan pakaianku ke hidungmu.”

“Ew!”

“Atau kau ingin dengan cara yang lain?!”

Alis Songjin meranjak naik seiring godaan Kyuhyun padanya terdengar semakin konyol, “aku bisa menciummu.”

“EW!!” Kuku cantiknya mengibas diudara. Tampak mengilat ketika terkena cahaya lampu sorot. “simpan itu untuk pacarmu nanti Cho. Aku tidak tertarik dengan bibirmu, ew!”

“Tapi kita bertunangan.” Kyuhyun tampak tergesa berbicara. Menarik tangannya dan Songjin dengan cincin serupa yang terpasang. Matanya memerhatikan teliti cincin dengan model serupa sama-sama terpajang damai dijari manis mereka. “bukankah itu artinya kau pacarku?!”

Oh dear, Cho Kyuhyun.

Percayalah. Tak ada satupun diantara keduanya yang sontak tak merasakan nyeri diperut. Songjin buru-buru mendesah selagi bibirnya menarik ulasan senyum tinggi disudut bibir. Dia mengusalkan separuh tubuh pada tubuh Kyuhyun supaya semu merah dipipinya tidak tertangkap basah.

Kyuhyun selalu tahu cara mencari gara-gara. Kalau-kalau pria itu lupa, mereka melangsungkan pertunangan itu bukan atas dasar inisiatif keduanya. Benar kan? Seketika itu pula panas diwajah Songjin meredup.

Orang-orang sering berkata ‘jangan terlalu senang karena kau akan bersedih’ itu benar adanya. Secepat itu rasa senang datang, secepat itu pula dia pergi. “sayang sekali kita dijodohkan.” desah Songjin lemas.

“Mungkin kau bisa mencari cara untuk menghentikannya, Kyu?”

Yang benar saja? membatalkan? gadis ini pasti sudah gila! tapi Kyuhyun lebih sadar bahwa Songjin tak tahu menahu mengenai kegiatan lamar-melamar yang baru dilakukannya secara empat mata dengan Park Seul Gi kemarin!

Rahang Kyuhyun sekonyong mengeras. Dia ingin marah. Tapi tak tahu harus marah kepada siapa. Menjelaskan kepada Songjin pun bukan solusi tepat. Gadis itu bisa saja mendadak menjauhinya seperti tadi ketika dia menjauhi seorang lelaki dengan segaram taekwondo penuh keringat.

Kyuhyun lantas membenamkan hidung dipuncak kepala Songjin. Memejamkan mata meredam kepanikan. Biasanya aroma strawberry shampoo Songjin cukup membantu. Oh, baiklah, aroma tubuh gadis itu selalu membuatnya merasa baru saja melakukan sesi refleksi dengan aroma therapy atau apa.

“aku suka aroma shampoo mu” Kyuhyun tersenyum kecil menghidu lebih lama. Pun, ketika dirinya mendengar Songjin membalasnya dengan dengusan.

“Kata eomma aku tidak normal. Tidak ada gadis seusiaku yang keramas dengan shampoo bayi.”

“Jadi ini shampoo bayi?”

Songjin cepat-cepat menarik diri. “aneh ya?” dia bertanya-tanya setengah panic. Kalau Kyuhyun sependapat dengan ibunya, tamatlah riwayatnya.

Namun saat itu Kyuhyun malah mencebikkan bibir bawah selama beberapa detik. Matanya bergerak keatas seolah berpikir keras. Kepalanya kemudian menggeleng sambil dirinya berkata “tidak.”

Kyuhyun tersenyum, “aku suka.” katanya santai. Napas Songjin kembali teratur. Pada dasarnya, dirinya akan melakukan apapun untuk membuat pria itu ‘menyukainya.’

“Kau menyukaiku??” Songjin terkekeh. Sebagian pertanyaannya adalah murni pernyataan miliknya. Sebagian lagi, karena dirinya harus melakukan sesuatu supaya tidak tertangkap basah terlihat terlampau senang.

“Ohyeah.” angguk Kyuhyun cepat. Pria itu menarik Songjin lagi kemudian merangkulnya kencang. Pun kembali menjejalkan hidung diantara helaian rambut cokelat Songjin.

“kau menyukaiku?!”

Tentu saja! “aromamu.”

“Hanya aromaku?”

“hey, kita tertinggal info! berapa score Siwon Hyung?!”

“Kau menyukaiku?” Songjin terus menggoda, sedang Kyuhyun buru-buru mengacak-acak rambut beraroma manis itu hingga kacau “Cih!” decahnya “jangan bermimpi!”


Anyone, ada yang rindu sama si not-so-botak ini? well, saya juga rindu sama dia. By the way kemarin tanggal 1 Agustus sebenarnya dia ulang tahun pertama. Sebenarnya juga saya mau posting cerita special buat rayain ulang tahun Hyun Gi. Tapi saya lagi stuck. Jadi sampai saat ini saya belum bisa janji apa-apa untuk cerita itu. Saya cuma bisa bilang, akan saya usahakan. Ini bukan janji, tapi saya usahakan.

Jadi, sebelum ceritanya benar-benar ada, saya selipkan bonus komik aja ya. Semoga menghibur juga 🙂

176 thoughts on “[KyuJin Series] Scent

  1. hmmm repot jg y klo bw songjin kmn2. k tmn brmain mabok, ntn baseball tdr, ntn wonppa taekwondo jijik sm kringet, hadeuuuuuuuuuuh jinnjinnn ckckck
    ciri khas aroma kyuhyun pasti beraromakan pinus, kayu manis, mint, awwwwwww pasti seger bkin pgn d apa2in rawwwrrr kkkke
    ya alooh knp hrs ada cwo cool semanis kyuhyun :* so sweet bgt sumpah!

    ka aq nemu bbrp kali kata “Pun”, klo d artiin scara harfiah aq ga mudeng mksd’a apa arti Pun itu, meskipun kah? ataupun kah? atau apa? hhehehe maap yak byk protes maklum istri kyu ini terlalu pinter :3

  2. Kali ini tentang “bau”, ya?
    Songjin emang aneh, jijik sm keringat. Emang sih keringat i2 bau, tp respon Songjin berlebihan bgt. Tp koq dy malah suka dgn keringat Kyuhyun sih? Ada2 aja nih Songjin. ^_^

  3. Udah lama ga main ke blog inii eh ceritanya udah banyaakkk hohohooo aku kira dicerita ini bakalan ada babynyaa ternyata enggaa tapi tetep aja ceritanya romantis kocak gitu wkwk^^~

  4. Kalau baca before storynya berasa gmna gitu, liat kyuhyun yg blom berani nyatain perasaanya, dan songjin yg manja”an sama kyuhyun itu berasa seneng bnget,..
    Jadi geli sendiri liat mereka berdua…wkwk

  5. ddduhhhhhh liat songjin nempel nempel ke kyuhyun kok suka banget hahaha kaya yg gabisa lepas dari kyuhyun gitu aaaakkkk btw ini sebelum nikah dong yah aaahhh manis bgt asli ngomong sampo aja kok kesannya romance bgttttt huhu

  6. Jadi penasaran ama bau sii kyu…
    Biarpun keringetan tapi tetep aja songjin mw nempel..
    Cinta kan buta,termasuk buta bau..

  7. aku makin suka sm cerita ini….before storynya aku suka banget, walaupun after storynya blm di baca semua karena ini…..next

  8. Aku bingung baca ini ff.. Gak urut soalnya. Tapi gak mengurangi kekerenan ni ff pasangan lawak.. Cuma ke tempat taman bermain yg bisa ngebuat songjin rada enjoy

  9. Before story kyuhyun dan songjin itu bikin baper sekaligus iri. Kapan ya aku dpt laki-laki yg watak dan rupanya menyerupai kyuhyun di ff ini. Semoga saja tuhan mendengar permintaanku. Aamiin

  10. Aku udh lama baca ff dari blog ini, dan bacanya ga berurutan, jadi ada yg udh kebaca, ada yg blum 😂😂😂😂 but nevermind, you stories always great anyway…

  11. ngakak pas songjin bilang ladang kuman😂😂
    ciee yg lagi kasmaran:v terlalu banyak ketakutan didiri kyuhyun maupun songjn, kalau mereka sampai mengakui perasaan masing-masing mereka takut orang yg mereka cintai pergi menjauh krn tau tentang perasaan mereka. ngak pernah bosen walupun baca ulang:v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s