[KyuJin Series] Work With Daddy


[KyuJin Series]

Work With Daddy

Cho Kyuhyun | Cho Hyun Gi | Park Songjin |

Oneshot

Kyuhyun menahan napas sejenak. Lalu perlahan-lahan dia mengembuskan napas dan menoleh pada Hyun Gi. “Hyun Gi-ya~” Kyuhyun mengusap peluh. “kembalikan kunci mobil Appa.” Pria itu kini tampak telah kehilangan kekuatannya.

Lemas. Begitu yang Kyuhyun rasakan setelah mengejar putranya mengelilingi ruang makan. Mereka bukan sedang bermain. Tetapi Hyun Gi— si gempal itu merampas kunci mobil Kyuhyun dan tidak mau mengembalikannya.

Tadi, ketika Kyuhyun sedang menerima telepon, tidak sengaja dia menjatuhkan kunci mobilnya. Dan Hyun Gi langsung dengan sigap menyambar benda perak itu, lalu membawanya kemanapun.

Sudah lebih dari 20 menit lamanya Kyuhyun bersitegang dengan si karung beras itu. Pakaiannya tak lagi serapih tadi— ketika dirinya akan berangkat ke kantor. Kini, dasi dilehernya pun telah merenggang. Jangan tanya bagaimana kondisi rambutnya saat ini.

“Hyun Gi-ya, Appa harus pergi.” lirih Kyuhyun, “kembalikan kunci mobil Appa.” namun tidak ada tanda-tanda bahwa Hyun Gi akan keluar dari gua-nya. Dari bawah meja makan.

Bayi itu malah tertawa senang melihat sang ayah tampak kepayahan. Seolah melihat Kyuhyun seperti itu, adalah sebuah hiburan. Bayi itu mengentak-hentakkan kaki dalam duduknya.

Kedua tangan mengepal— disebelah kanan, ada kunci mobil incaran Kyuhyun. Namun pria itu langsung berteriak “JANGAN MASUKAN KE—AHH!!” terlambat. Hyun Gi telah memasukannya kedalam mulut. Dia mengulum kunci itu seperti mengulum permen.

Kyuhyun segera mendesah kuat-kuat. Paginya selalu saja kacau. Kalau bukan Songjin yang berulah, ya pasti putra mereka ini. Selalu begitu dari hari ke hari. Bukan masalah besar kalau itu hari libur.

Dia senang-senang saja meladeni semua ke konyolan anak atau istrinya. Hanya saja ini hari kerja. Dan dalam satu jam, entah bagaimana caranya, Kyuhyun harus sudah berada diruang kerjanya untuk rapat bersama para relasi.

Jadi percayalah, saat ini, kepala Kyuhyun sudah berdenyut kencang nyaris pecah. Dan coba bayangkan, disaat seperti ini, Songjin masih tetidur seperti babi diranjang mereka. Benar-benar istri yang baik!

Kyuhyun berusaha merenggangkan tangan untuk menggapai Hyun Gi. Namun semakin tangannya maju, semakin mundur duduk putranya. “Sayang~” pinta Kyuhyun lebih lirih. Dia sudah setengah putus asa.

“Setidaknya jangan masukan itu ke mulut. Itu kotor. Please”

“Peee?”

“Yeah. Please. Don’t” Kyuhyun menggeleng-geleng kepala. Tangannya menggerakkan sesuatu dari mulutnya, lalu keluar. Seperti tutorial mengulum permen.

Bicara tentang makanan, mendadak Kyuhyun teringat sesuatu. Sesuatu yang pasti putranya tidak akan tinggal diam ketika makanan ini ada didepan matanya, “you wanna some biscuit?” katanya riang.

“Bik-kuit?”

“Yeah. Biscuit. Wanna some?”

“Hehe—“

Dan seperti itulah cara Cho Hyun Gi keluar perlahan dari persembunyiannya.

** **

“Give it back” Kyuhyun berusaha mengamit kunci mobilnya lagi. Hyun Gi sudah mendapatkan biskuitnya. Bahkan tidak tanggung-tanggung. Pria itu memberikan bersama dengan kotaknya. Tetapi Hyun Gi masih belum mau memberikan kunci mobil sang ayah.

Hyun Gi malah cepat-cepat memasukan kunci mobil Kyuhyun kedalam popoknya. Yah, kunci mobil mewah itu kini telah bercampur bersama air seni dan mungkin juga kotoran putranya.

Dan Kyuhyun benar-benar kehabisan kata-kata karenanya. Sungguh.

Disaat genting, ponselnya berdering. “ya Henry ya. Aku akan segera dat—“ ucap Kyuhyun langsung menempelkan benda tipis itu disamping telinga.

“Hyung, Mister Kang memajukan janji karena memiliki janji mendadak lain. Dia meminta kita untuk memajukan pertemuan karena—“

 

“Yang benar saja! Mana bisa begitu! Apa kau tidak bisa mengaturnya??”

“Bisa. Tentu bisa.” Jawab asisten-nya itu cepat “Tapi mungkin pertemuan kalian baru akan terjadi dua bulan lagi Karen—“

“DUA BULAN?! NO NO NO.”

Mata Kyuhyun langsung membulat lebar. Dua bulan adalh waktu yang lama. Persoalan akusisi pusat perbelanjaan itu harus segera beres sebelum keberangkatan mereka menuju Roma dengan Poseidon esok hari. HARUS.

Kyuhyun tidak ingin berlibur dengan bayangan pekerjaan. Itu bukan pilihannya. Itulah mengapa dirinya menyibukan diri sebelum keberangkatan. Semua kesibukan ini, tentu ada artinya.

Pria tinggi itu lantas menatap putranya. Si ompong itu tidak lagi tampak sibuk mengunyah. Alih-alih menghabiskan seluruh snack-nya, Hyun Gi malah sedang memandangi dirinya lumat.

Hyun Gi tersenyum lebar. Kepalanya miring ke kiri “nyo nyo nyo!” Bocah itu mengulang kata-kata Ayahnya tadi. Dia menjadikan biscuit sebagai alih-alih dari ponsel. Diletakkan tepat dipipinya. Bukan telinga.

Sejenak Kyuhyun menarik napas. Matanya terpejam saat dirinya menarik oksigen banyak-banyak. Mulutnya terbuka kemudian “aku akan datang. Sekarang.” ucapnya pelan.

Tidak ada pilihan lain. Benar-benar tidak ada. Pria itu langsung menyambar Hyun Gi— membawa bayi itu ke dalam kamarnya. Sepertinya hari ini dia tidak akan ke kantor seorang diri.

** **

Suasana Millennis sedang hening ketika itu. Kegiatan bekerja, terjadi seperti biasa. Cho Kyuhyun berhasil membuat suasana hening— nyaris membosankan itu menjadi riuh.

Seluruh pegawai segera bangkit dari kursinya ketika melihat atasan mereka melintas. Mereka bukan ingin mencari perhatian kepada bos tampan itu. Masalahnya saat ini, atasan tampan mereka datang membawa asisten dipelukannya.

“You must be kidding!!” Begitu seruan Siwon ketika mereka bertemu tepat didepan lif ketika melihat keponakan-nya berada ditempat yang sama dengannya, adalah hal yang nyaris tidak pernah terjadi. Maka tentu kehadiran Hyun Gi di Millennis membuat gempar.

“Tidak ada pilihan lain. Aku memiliki janji dengan Mr. Kang dan si tua itu memajukan pertemuan yang—“ Kyuhyun berhenti bicara. Melihat Siwon dan Gyuwon berada dihadapannya, dirinya seperti baru tersambar petir rasanya.

Sebuah ide brilliant baru saja melintas dikepala cerdasnya “aku tit—“ tetapi sebelum dia melanjutkan perkataannya, Siwon dan Gyuwon sama-sama menggelengkan kepala, “Oh tidak-tidak. Tidak bisa. Kami harus bertemu dengan Seohyun dan Mister Jung.. Kami akan membicarakan laporan keuangan Lyx untuk tri semester ini.”

“tapi tidak masalah kan bekerja membawa batita?”

“Tentu saja tidak!” Gyuwon menepuk bahu Kyuhyun kencang “Kau akan beruntung memiliki dua asisten pribadi hari ini!”

Anggukan setuju juga muncul dari Siwon. Pasangan suami istri itu terkekeh— saling lempar tatap ketika tahu betapa repotnya bekerja membawa bayi terlebih dibawah tiga tahun. Lagipula siapa yang menyuruh Kyuhyun untuk membawa Hyun Gi kemari??

“tapi—“

“Aku tidak bisa Kyu.” tolak Siwon “Aku harus segera pergi.” Katanya ketika pintu lift terbuka untuknya, “good luck!” dan kedipan penuh arti diberikannya kepada si ayah muda disana.

Sumpah, Kyuhyun begitu yakin dia mendengar suara gelak tawa dua keparat itu ketika pintu lift tertutup!! Sialan! Sungguh sialan!!

Dan bahu Kyuhyun segera melemas. Ide brilliant itu memang brilliant. Namun tetap saja gagal. Mata Kyuhyun beralih ke jam digital diatas lift. Sialan. Untuk rayuan gagal itu saja dia baru saja menyia-nyiakan 20 menit waktunya!

“SHIIIIII—“ nyaris saja Kyuhyun akan mengutuk. Dia langsung menjadikan kutukan itu terdengar hanya berupa desisan ketika sadar sedang menggendong siapa.

Dan tentu. Benar saja. Hyun Gi lagi-lagi terlihat memandanginya lumat. Bayi itu tersenyum padanya lalu berkata “Shiiiii” mengikuti apa yang Kyuhyun katakan.

Untung saja umpatan kotor itu tidak jadi dimuntahkannya. Tidak ada dipelosok dunia manapun bayi 1 tahun mengumpat “shit!”.

Atau, setidaknya, itu tidak boleh terjadi pada putranya.

** **

Masuk ke dalam ruang rapat, Kyuhyun langsung memberikan bungkukan 180o kepada lelaki separuh baya— sepertinya telah berada disana sebelum dirinya bahkan sampai digedung ini.

Kyuhyun tersenyum kecut, “maaf” katanya terengah-engah. Sebenarnya ada yang lebih sibuk daripada dirinya saat ini. Yaitu Hyun Gi. Dibawa sang ayah didalam gendongan dan langsung merunduk serendah itu, membuat topinya terjatuh.

Bayi itu segera menyentuh kepalanya ketika merasakan udara dingin menyapu kulit kepalanya, “AH!” ucapnya melihat sesuatu yang tadi Appa pasangkan dirumah, ada dilantai.

Kyuhyun segera menoleh. Bukan hanya Kyuhyun. Tetapi Henry dan seluruh isi ruang rapat itu ikut menoleh. Mereka sama-sama memandang batita lucu digendongan Kyuhyun terkejut.

Rasa terkejut itu kemudian berganti menjadi senyuman, “topimu jatuh ya?” seseoang yang Kyuhyun sapa pertama kali tadi berdiri untuk mengambil topi milik Hyun Gi.

Pria itu kemudian memasangkannya ke kepala nyaris botak Hyun Gi, “Cha~ sudah tampan lagi sekarang.” dia tersenyum ramah tetapi Hyun Gi tidak mengenal Ahjussi itu. Tangan-tangan kecilnya segera meremas dasi Kyuhyun. Dan Kyuhyun cukup sadar bahwa putranya sedang ketakutan.

“Astaga, kau seharusnya mengatakan ‘terimakasih paman’, begitu.” runtuk pria 28 tahun itu— tersenyum lagi merasa tidak enak hati. “Maaf.” katanya kemudian.

Pria itu menggeleng santai, “putramu?” tanyanya. Kyuhyun mengangguk tersenyum. Dia mempersilakan siapapun yang berdiri saat itu untuk kembali duduk. Dan dirinya sendiri mengambil salah satu kursi untuknya.

Hyun Gi diletakkannya disebuah kusi tinggi. Kyuhyun tidak peduli darimana Henry mendapatkan atau bahkan membelinya. Tadi dijalan, Kyuhyun memberi tahu Henry bahwa dirinya membawa Hyun Gi.

Jadi Kyuhyun meminta segala perkakas batita yang semoga saja dapat mengurangi kesibukannya hari ini. Kursi itu diletakkan tepat disebelah kursinya. Tingginya sejajar dengan kursinya.

“Maaf, aku tidak bermaksud membawanya, tapi—“

“Tidak apa-apa. Aku suka anak-anak.”

“Oh yeah—“ Senyum tinggi Kyuhyun tampak seketika. Siapapun akan menyukai anak-anak sampai mereka berhasil mengurus Hyun Gi dalam satu hari dan menyadari betapa melelahkannya meladeni bocah 1 tahun ini.

Dengan kondisi tubuh yang tidak lagi dapat disebut muda, Kyuhyun tidak cukup yakin akan sanggup mengikuti pola bermain Cho Hyun Gi. Jadi jangan coba-coba katakan aku menyukai anak-anak dihadapannya untuk saat ini.

Kyuhyun selalu teringat dengan kegiatan kejar mengejar kunci mobil antar dirinya dan Hyun Gi pagi tadi. Kalau lelaki tua ini yang berada dipoisinya tadi, mungkin si tua ini sudah pingsan atau mati terkena serangan jantung.

“Berapa usianya?”

“Hey, ada yang bertanya, berapa usiamu saat ini??” Sambil menerima beberapa tumpuk dokumen pemberian Henry, Kyuhyun menoleh sesaat melirik putranya.

Hyun Gi terlihat bingung. Batita itu lebih sibuk memandangi wajah-wajah pria berdasi dihadapannya daripada memusingkan pertanyaan Ahjussi tadi, atau Appa.

Mungkin dalam benaknya, Hyun Gi sibuk bertanya, ‘siapa Ahjussi-Ahjussi ini? kenapa pakaian mereka semua sama?’

Kyuhyun lantas tersenyum, “1 tahun. Baru 1 tahun tanggal 1 kemarin” Dia memanggil Henry dengan lambaian tangan— menunjuk sebuah kertas dihadapannya, “yang ini masih salah. Minta Naomi membenarkannya sekarang.” perintahnya. “Oh dan buku yang kuminta?”

“OH!” Henry segera ber ‘O’ ria dan buru-buru mengeluarkan sebuah tas kertas yang sejak tadi ditumpuknya didepan dada bersama beberapa map, “Naomi yang memilih, bukan aku.”

“Okay.” Angguk Kyuhyun. “dan juga— tolong beritahu Songjin aku membawa Hyun Gi. Dia pasti akan panic kalau melihat ranjang putranya kosong.”

Kepergian Henry untuk bertemu dengan sekertarisnya Kyuhyun gunakan untuk merogoh tas kertas pemberian Henry tadi. Pria itu mengeluarkan tiga buku sekaligus. Tiba-tiba saja dia mendengar teriakan “YAAA!!” dari sampingnya.

Kyuhyun tersenyum saja mendengarnya. Dia tahu siapa yang baru bersuara nyaring itu. Ada 3 hal yang bisa langsung membuat Hyun Gi menjerit-jerit kesenangan.

Pertama: Eomma.

Kedua: Biskuit.

Dan ketiga: Buku!!

** **

“Ah— tunggu sebentar. Aku tidak begitu yakin dengan bagian ini. Apa tanah ini juga harus kuambil? lokasi ini masalahnya agak sedikit—“

Kyuhyun menggaruki kepalanya. Dia memerhatikan laporan dari asisten Mr. Kang yang datang hari ini menemuinya. Keparatlah si tua itu. Mereka tetap tidak bertatap muka dan Mr. Kang malah mengirim asistennya untuk bernegosiasi kali ini.

Kalau saja si tua itu tahu hal-hal apa yang harus dilaluinya sebelum sampai ditempat ini. Sialan. Diam-diam Kyuhyun tidak meletakkan fokusnya pada laporan-laporan tebal tersebut. Dia malah sibuk memaki relasi bisnisnya— katanya kini sedang berada di Jeju.

Kyuhyun tidak begitu yakin Mr. Kang bahkan sedang bekerja. Pria itu mungkin sedang menyusuri pantai bersama wanita bayaran atau entahlah siapa.

Kyuhyun mendesah, menyandarkan kepala pada satu tangan berujar, “No no. I can’t.” Matanya terpaku pada kertas lain dengan banyak angka dan table diatasnya.

“Nyo nyo” tahu tahu suara riang itu terdengar kembali oleh semua telinga diruang rapat tersebut. Tak terkecuali Kyuhyun. Pria itu lantas tersenyum dalam diamnya. Senyumannya semakin berkembang menjadi tawa ringan.

No?” Dia mengangkat kepala memandang Hyun Gi. “Which one that you said no?” Kyuhyun menggeser satu tumpuk laporan dari hadapannya menuju pada hadapan Hyun Gi.

“this one?” Dia menunjuk sebuah gambar peta yang tampak seperti lingkaran, “or.. this one?” dan sebuah lagi berbentuk nyaris seperti bekas ompol Hyun Gi— jika batita itu tidak dipasangkan popok oleh Songjin.

Hyun Gi mengangkat kepala melihat wajah Kyuhyun. Kyuhyun sedang mengangguk-angguk padanya, “which one?” begitu Kyuhyun mengulang. Hyun Gi lalu kembali pada kertas dimeja.

Dia memandangi kertas tersebut, lucunya dengan kening yang semakin lama semakin mengerut. Dia tidak tahu itu apa. Buku milik Appa tidak ada yang menarik baginya. Semua terlihat sama. Itu tidak menyenangkan sama-sekali.

Maka dengan pulpen pemberian Kyuhyun tadi, Hyun Gi memukul-pukulkan benda tersebut pada salah satu gambar berbentuk ompol. Hyun Gi lalu tersenyum senang ketika Appa juga ikut berseru padanya.

Bukan Kyuhyun tidak tahu bahwa putranya hanya asal memilih saja. Siapapun diruangan itu juga tahu. Dia hanya jahil saja. Separuh dari tubuhnya sudah mulai merasa jengah dengan rapat ini.

“Oh Really?” Maka Kyuhyun tersenyum semringah. Ada yang lucu dari hal ini. Baru saja Kyuhyun berpikir untuk mengambil bagian lokasi yang sama dengan apa yang Hyun Gi tunjuk. Ini pasti hanya sebuah kebetulan.

Tapi kebetulan ini benar-benar mengejutkan baginya. Dia pikir telepati bocah ini hanya dimiliki antar dirinya dan Songjin saja. Bukankah Hyun Gi selalu saja bermusuhan dengannya? Bahkan begitu yang terjadi pagi tadi, ‘kan?

“Ya!”

“are you sure??”

“Ya!”

“Why?”

Hyun Gi diam. Dia melihat ke beberapa orang disana. Ada beberapa Ahjussi yang memandanginya sambil tertawa. “Why?” dia tidak tahu harus mengatakan apa. Hyun Gi hanya mengulang apa yang Appa katakan tadi padanya.

“I shouldn’t take this one? or take??”

“—Take”

“Take?”

Takeeeeeeee

“Okay Okay Okay” Kyuhyun tertawa. Hobi mengulang perkataan benar-benar sedang melekat pada tubuh putranya dalam waktu usia seperti ini. Menyadarinya, Kyuhyun merasa geli sendiri.

Diam-diam walau tolol rasanya jika dipikir, Kyuhyun tetap berharap Hyun Gi memahami arti dari seluruh kata yang dijiplaknya.

Kyuhyun memutar kursi. Kepalanya mengangguk-angguk. Wajahnya memasang senyum tak terbaca oleh siapapun disana. “well, Mr. Oh, like my son said, I’ll take this one.” katanya pada asiten Mr. Kang, “right, Hyun Gi-ya?”

“Hehe.” hanya tawa kecil itu jawaban Hyun Gi. Si ompong itu kembali bermain dengan buku-bukunya. Tidak ada siapapun yang membacakan buku bergambar itu. Tetapi Hyun Gi tetap tampak senang walau hanya membolak-balik asal.

“mengambil keputusan bersama bayi 1 tahun, Tuan Cho? saya baru melihatnya pertama kali sepanjang hidup.” Oh Tae Min sang asisten pengganti rapat itu nyaris tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut, serta hasrat tawanya.

“Hanya menuruti keinginan anak,” canda Kyuhyun menjawab.

“Pada keputusan ratusan juta dollar?”

well— entahlah. Semua orang berhak berpendapat.“

“Oh, ya ampun, uang anda pasti bertumpuk-tumpuk di Bank. Bukan begitu Tuan Cho?”

Kyuhyun ikut tertawa bersama beberapa orang lainnya. Hyun Gi juga tertawa. Tapi Kyuhyun merasa Hyun Gi hanya teratwa karena melihat sekitarnya tertawa saja. Namun apapun alasannya, baginya tawa Hyun Gi selalu terlihat menarik— setidaknya, untuknya.

** **

Hingga waktu makan siang— dan bahkan setelah makan siang, tawa Hyun Gi masih saja menggema di ruang kerja Kyuhyun. Ruang kerja itu tidak pernah terasa seramai ini. Itu membuat Kyuhyun merasa bukan seperti dikantor. Cho Hyun Gi benar-benar seperti pelangi.

Tadi, Hyun Gi sanggup menyihir seluruh orang diruang rapat untuk menjadikan pembicaraan penting tadi, seolah adalah pembicaraan keputusan perayaan acara ulang tahun, dan mereka sedang memilih warna balon apa yang akan dipakai.

Rapat tadi sungguh penuh warna, tawa serta canda. Rapat tentang ratusan juta dollar tak pernah terasa seceria itu.

Sekarang, sudah saatnya Cho Hyun Gi mendapatkan waktu istirahat seusai menghabiskan satu setengah mangkuk penuh bubur tuna. “Hehe? apa yang lucu? kenapa kau selalu ber-hehe hehe??” tanya Kyuhyun sambil berjalan.

Dia menggser semua pekerjaan diatas meja dan berjalan mendekati putranya. “tidak ada lagi ‘hehe’. Kau harus tidur siang!” lalu sekonyong tawa ceria Hyun Gi mendadak hilang.

wajah lucu yang selalu memamerkan 2 gigi susu itu langsung hilang karena wajah Hyun Gi segera menekuk. Hyun Gi mengigit bibir bawahnya. Alis tipisnya melengkung turun kebawah dan hidungnya sudah mulai berwarna merah. Tanda bayi itu akan segera menangis.

Dan Kyuhyun benar-benar menyadarinya. Entah apa yang ada didalam kepala Hyun Gi mengenai tidur siang— bayi itu penyuka tidur, tetapi setiap kali mendengar kata tidur siang pasti akan terdengar tangisan meraung.

Kyuhyun kerap menemukan Songjin kalang kabut karena Hyun Gi tak mau tidur siang— tepat ketika dirinya pulang, untuk mendapatkan makan siang dan sedikit kedamaian. Tetapi damai, tak pernah benar-benar terasa nyata dirumahnya ketika Kyuhyun harus menyadari, didalam rumahnya terdapat seekor anak gajah dan seorang monster.

Kyuhyun berhenti berjalan. Masih beberapa meter didepan sofa dimana Hyun Gi duduk disudut. Kyuhyun bertolak pinggang, “Tapi,” katanya perlahan-lahan, “mungkin kita bisa sedikit membaca sebelum tidur siang??”

Pria itu langsung menyadari lagi perubahan diwajah putranya. Tak ada lagi wajah tertekuk. Hyun Gi langsung melirik benda beberapa jengkal dihadapannya. Seluruh buku pemberian Appa semua tergeletak disana. Matanya seperti sedang memilih buku mana yang akan dibaca terlebih dulu.

Lagi-lagi Kyuhyun menyadarinya. Tawanya segera tumpah. Langkahnya dipercepat menuju sofa. “Jadi yang mana dulu?” tanyanya. Dia memandangi seluruh buku-buku tersebut, lalu menemukan sebuah buku bersampul kuning cerah dengan judul ‘The Lonely Duck.’

Dia segera meraih buku tersebut.

** **

“Oh ya? seperti itu tadi Appa?”

Sahut Songjin antusias. Wanita itu sedang meladeni putranya yang sedang mengoceh tak tentu. Sudah waktu tidur malam tetapi Hyun Gi masih belum terlihat memiliki tanda-tanda akan melakukannya.

Bayi itu malah merangkak kesana-kemari diatas ranjang Kyuhyun dan Songjin. Pria itu sudah tidak mau tahu lagi semenjak dirinya tiba dirumah— dan menyerahkan Hyun Gi sepebuhnya kepada Songjin, seolah adalah sebuah kepemindah tanganan.

Saat merangkak kesana kemari, Hyun Gi menyambar apa saja yang ada dihadapannya. Semua itu nyaris masuk kedalam mulutnya dan Songjin harus melompat kesana kemari untuk merebut benda-benda tersebut. Kaca mata milik Songjin adalah salah satunya. Namun setelah itu Hyun Gi yang sudah terlampau lelah tidak sanggup kesana kemari lagi, tetapi bayi itu malah memasang kaca mata itu tepat didepan mulutnya.

Songjin tertawa ketika mendapatinya. Dia segera merapikannya, meletakkannya tepat didepan mata Hyun Gi. Setelah itulah, kicauan Hyun Gi mulai terdengar ramai. Ruang tidur itu, mendadak diisi oleh bahasa alien.

“take!” Begtitu Hyun Gi menyuarakannya kencang berulang-ulang. Kening Songjin langsung berkerutan, “Take?” tanyanya tak mengerti, “begitu tadi Appa dikantor? iya??”

Hyun Gi tersenyum lebar. Songjin kemudian menoleh pada Kyuhyun disisi lain ranjang namun pria itu tampak tak terkesan pada keriangan putranya— yang jelas-jelas sedang membicarakan segala aktivitas mereka digedung tertinggi kedua di Korea Selatan itu.

“Sepertinya Hyun Gi senang sekali ikut kau bekerja.” kekeh Songjin, “Kau bisa melakukannya lagi lain kali, Kyu.”

Lirikan tajam segera Songjin dapatkan mentah-mentah dari sang suami secepat flash berlari. “lain kali apanya?!” Kyuhyun mendengus, “kalau pagi tadi kau tidak tidur seperti babi. Aku bisa bekerja dengan tenang hari ini.” protesnya.

“Memangnya kenapa? Tidak ada salahnya ‘kan bekerja membawa anak? Aku sering membawa Hyun Gi bertemu dengan—“ Suara Songjin berubah mengambang.

“Dengan?” sahut Kyuhyun tanpa menolehkan wajah. Dia masih saksama membaca buku-entah-itu-apa miliknya. Tidak mendengar apapun lagi dari Songjin dalam waktu lama, barulah Kyuhyun menoleh. “Dengan siapa, Songjin?” ulangnya mulai memicingkan mata.

“— dengan beberapa orang yang meminta sketch pa—kai—an” Senyuman penuh paksa kemudian segera menghiasi wajah Park Songjin. Wanita itu tahu bahwa Kyuhyun tidak pernah menyukai pekerjaannya. Pria itu tidak pernah melarang, tetapi entah mengapa taampak tidak terima ketika dirinya bekerja.

Selama ini Kyuhyun hanya mengetahui bahwa menggambar adalah hal kegemarannya. Kyuhyun nyaris tidak pernah tahu, bahwa terkadang, Songjin masih menggambar untuk beberapa orang. Tetapi wanita itu berani bersumpah. Belakangan ini pekerjaannya baru sampai sejauh itu.

Dia hanya membuat sketch, tidak lebih. “Hehehe” Tawa Songjin kaku terdengar hingga Kyuhyun buru-buru mendengus. Satu hari ini Kyuhyun sudah kenyang mendengar ‘hehe’ dari putranya. Kini pria itu mengerti darimana Hyun Gi mendapatkan ‘hehe’ menyebalkan itu.

“Duck!” Hyun Gi melepas kacamata Songjin lalu berguling. “Duck duck” katanya mengulang. Dia menunjuk buku bersampul kuning diatas nakas.

“Duck??”

“Kwek! Kwek!”

“Ahhh” Songjin tersenyum tipis mengangguk. Dia melirik Kyuhyun lagi. Dia tidak tahu seperti apa Kyuhyun membacakan cerita bagi putra mereka, tetapi sepertinya, Hyun Gi cukup terkesan.

Pria itu kini telah bersiap untuk tidur. Selimut sudah ditariknya setinggi dagu. “Hyun Gi-ya~ bagaimana kalau besok sebelum kita pergi dengan kapal, kau ikut Appa lagi ke kantor?” goda Songjin.

“Heeee?” Batita itu terdiam duduk diatas bantal. Kepalanya tiba-tiba saja langsung otomatis menoleh memandang Kyuhyun, ketika diwaktu bersamaan, pria itu pun sedang terkejut bukan main dengan ucapan Songjin.

Kedua alis Songjin bergerak naik dan turun mengejek Kyuhyun. Sedang Kyuhyun, perlahan melirik putranya. Wajah Hyun Gi sungguh tak terbaca. Ada senyuman lima jari diwajahnya. Ada suara kekehan, yang juga keluar dalam volume rendah. Juga, ada tepukan tangan dari Hyun Gi yang mendadak, dilakukan batita itu begitu saja tanpa perintah.

Sejenak Kyuhyun yang terdiam. Napasnya tertahan lama sebelum bahunya melemas, terkulai sempurna diranjang dan sebuah bantal besar membekap wajah tampanya ketika mulutnya berucap, “matilah aku.”

198 thoughts on “[KyuJin Series] Work With Daddy

  1. wkwkwk ngakak banget sumpah, bocah tengil diajak rapat wkwk. Yang paling bikin ngakak pas kyuhyun debat minta kunci mobil ke hyun gi, sumpah itu bikin ketawa hahaha xD

  2. Rasanya pengen ada di ruang rapat itu dan ngeliat interaksi hyungi sama kyuhyun pas si kyuhyun nanyain pendapat pasti lucu bangeeetttt wkwk

  3. Aahh cho hyun-gi… why so cute??? 😍😍😍😘😘😘…
    Sekali2 daddy cho emng pantes dikerjain. Kamu reseh diajarin mommy ya.. hahahah selalu menghibur luar biasa apalagi kalo ada hyungi bginii.. 😄

  4. udah gada duanya deh sama kyuhyun hyun gi moment. parah suka banget! hyungi yg kaya gitu dengan kyuhyun yg gitu haaaaahhh suka bgt itu yg kyuhyun cuek bgt sama hyun gi pas udah sampe rumah hahahaha suka bangetmgetttt!!!!

  5. duh duh yg pagi” udah main kejar-kejaran sma si gembul, cho hyungi bener-bener ngegemesin pinternya itu loh ngikutin gaya appanya yg lagi nelfon 😀
    so sweetnya moment kyuhyun bawa hyungi ke kantor, kayaknya ketagihan tuh ikut appanya kerja

  6. duh gemesnya. setiap kali aku mampir dan baca Hyun GI dan seluruh tingkah lucunya yang aku pikirkan adalah menikah dan mempunyai anak yang lebih menggemaskan daripada bayi itu >< gmesnya bnr2 bikin hatiku berasa diremes2

  7. Bener bener bener suka kalo liat Kyu sama Hyun Gi interaksi lucu bangeeeet bikin gemes ^^ , Songjin dasar istri durhaka suami kerepotan ngurus anak dia malah tidur kaya babi untung Kyu Cinta banget coba kalo engga Kyu pasti udah selingkuh sama aku :v

  8. Wkwk kyu mengalami krisis kecil..wkwk tapi kyuhyun tadi pas ada hyun gi srmangat kan kerjanya.. Istilah.a *Kyuhyun tau baju baru akan membuat dia semangat,Tapi sesering sering.a dia memakai rasa kesal muncul juga…Kaya hyun gi yg ceria tp lama” buat kesal.. Hhhhhh *ga nyambung…

  9. bener kan! d sogok biskuit aja baby hyun mah 😀
    jng ngmg mcm2 d dpn baby hyun! ntr d ikutin hhhh. kn followers kata2 org
    dan keempat : kunci mobil
    pinter banget ih baby hyun >o< :*
    bsk ikut appa lg y k kantor 😉

  10. Duhh papa muda bawa bayi 1 tahun buat rapat penting, Hebat. Trus hyun gi disuruh pilih pulau mana yg mau dibeli dengan harga puluhan juta. Wow hebat sekali papa muda ini hahaha. Ikut ke kantor setiap hari aja hyun gi, biar songjin bebas di rumah dan kyuhyun stres dikantor bareng hyun gi wkwk

  11. wkwkwk pagi2 kyu da dijahillin ma hyun gi bener2 deh anak ma appa persis tom and jerry,kyu super daddy deh kerja sambil bawa hyun gi acung jempol buat kyu

  12. Super dady kyu…..luar biasa sbarnya kyu mnghadapi klakuan hyun gi yg bnr2 mnguji kesabaran,,,smpae2 kyu bawa hyun gi ke kantor dn mngambil kputusan bersama……..klo ada hyun gi pasti lbh ramai dn slalu bkin gemes….
    Good job!!

  13. Wkwkwk makin gemes ih liat hyun gi, gileee bener si kyu duitnya gak berseri ya keputusan kerja sama ngikutin hyun gi haha ya walaupun dia blg sblmnya jg mau ambil gambar yg ditunjuk hyun gi haha… Duhhh gak emak gak anak seneng hehe hehe ya wkwk kasian kyunya tp gmn ya sekali2 gpp lah dia bawa hyun gi krj wkwk

  14. Kenapa gak dari dulu aja aku nemu blog ini.. 😦
    entah apa yg di pikirin kak galuh ide ceritanya keren2. Walaupun gak muluk2 kaya ff yg temanya reinkarnasi, thriller dll.. Tapi aku suka..
    ‘essipp’ bgt ini.. 😀

  15. Gak pernah bosen baca ceritanya😀😀😀😀😀 biarpun udah baca berulang kali tapi tetep pengen balik lagi……dan setelah sekian lama balik juga😂😂😂😂😂
    Entah udah berapa lama gak main kesini hehehe
    Ceritanya lucu” dan menarik terutama yg ada si anak gajah *katasikyulohhh*😂😂😂

  16. Hyun gi bisa teriak senang dan alasan pertamanya adalah eomma.. wuiih songjin ibu yg keren ya sekarang walaupun di awal setelah melahirkan hyun berasa songjin gak sayang banget sama anaknya. Cuma gendong banyak aja alasannya.. kyu appa menjadi pendongeng keren favorit hyu.. songjin tega bener pagi2 masih tidur dan dengan terpaksa kyu harus bawa hyun ke kantor. Tapi seru ceritanya. Hhh hyun anak yg cerdas

  17. Sumpah Hyun Gi bikin gemes pengen nyubit 😂😂… Dan siembul itu bener bener Super Daddy 😂😂😘.. Pasti greget banget tuh pas di kantor 😂

  18. ada aja tingkah mereka. yang berbuat ulah, kalau ga songjin, hyun gi atau kyuhyun. pokoknya beneran bikin ngakak. parah wkak

  19. wkwkk kyuhyun sampe kapanpun dia itu orangnya mesum plus licik yah. Juga kapan kira-kira songjin bisa masak dengan benar, ngerawat suami dan anaknya dengan tepat :3 dan hyun gi yang kece, semoga dia nantinya ga nurunin sifat songjin, kasian nanti kyuhyun stress hadepinnya :v

  20. Good daddy. ….

    Itu knp Songjin tidurnya kayak babi ….. sampe anak suami pergi ke kantor , dianya masih molor 😂😂😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s