[KyuJin Series] 10 Reasons To Love You (Cho Kyuhyun) — 1


10 REASONS TO LOVE YOU

Cho Kyuhyun

 

 

  1. His Ambition

 

“Jadi seperti ini Poseidon—“ ucap Songjin bersama langkah kakinya perlahan tapi pasti masuk lebih dalam ke tengah ballroom kapal. Melangkah kesana, membuatnya benar-benar mengingat film Titanic dan segala dekorasi vintage kapal fenomenal tersebut.

Bukan Kyuhyun tidak menyadarinya. Pria itu hanya sedang menikmati lumat wajah terpukau Songjin— yang mana adalah inti dari segala kerja keras, omong kosong mengenai kapal pesiar mewah ini. Senyumnya lantas terulas puas diwajah.

Mata Songjin kemudian berkeliling ke segala penjuru. Ada banyak lukisan tua— yang Songjin tahu keasliannya hanya dari satu kali pandang. Lagi-lagi Kyuhyun membuatnya berhasil terpukau. Dia tidak memiliki ide dari mana Kyuhyun sanggup mendapatkannya. Dia cukup memiliki ilmu untuk mengenal mana karya seni murahan dan berkelas. Segala lukisan itu, tidak bisa di dapat dengan uang recehan. Dia bahkan tak berani bertanya berapa banyak Kyuhyun harus menguras brankas hanya untuk dekorasi lukisan saja.

Sebuah tangga berukuran lima kali lipat dari besar tangga rumahnya tampak luar biasa mewah. Diatasnya terdapat karpet tak kalah megah yang mengikuti lekuk tubuh tangga. Yang Songjin sukai lagi, adalah paduan warna merah dan emas dari kapal pesiar ini membuat kesan mewah semakin menjadi saja.

Dia masih berusaha menerka-nerka berapa harga tiket per satu perjalanan. Mungkin, bisa jadi akan sama mahalnya dengan harga Lamborghini terbaru. Mungkin bisa juga lebih. “ini cukup mengesankan.” pujinya setengah hati karena tak ingin membuat Kyuhyun terbang terlalu tinggi entah mengapa.

Dia tahu itu hanya omong kosong. Sepertinya, Kyuhyun juga menyadarinya— dengan cengiran menilai pria itu tadi, Songjin dapat mengiranya cepat. Kapal ini lebih dari sekedar hanya mengesankan. Bagian favoritnya tadi adalah ketika dirinya disambut oleh enam pemain biola klasik di depan pintu ketika akan menaiki kapal ini. Mereka semua berpakaian formal seolah dirinya adalah tamu penting atau apa.

Dirinya bahkan bukan ibu negara atau cucu presiden. Apalagi anggota kerajaan. Segala sambutan tadi, terasa cukup berlebihan bagi orang biasa sepertinya. Pikir wanita itu tak berani disuarakannya.

Songjin berputar arah— keluar ballroom menuju sky deck. Dari sana dia bisa melihat apa saja bagian pada kapal ini. Kolam renang, lapangan bola buatan, playing area, gymnasium, longue, Party deck, dan masih banyak lagi. Tangannya segera mencengkram erat besi tralis yang terhubung dengan kaca tebal lining kapal.

Senyumnya perlahan merekah saat isi kepalanya mulai kesana kemari, “Ini— hebat sekali.” katanya lirih pada akhirnya tak sanggup berbohong lebih lama. Cho Kyuhyun selalu akan seperti itu. Mentidak acuhkannya beberapa saat lantas BOOM! hal mengejutkan pria itu tunjukkan padanya kemudian. Songjin masih begitu ingat ketika Kyuhyun memberi unjuk Lyx padanya pertama kali. Cho Kyuhyun selalu penuh ambisi dan kejutan. “apalagi yang harus kukatakan? kau selalu tahu cara-cara terbaik untuk mendapatkan keinginanmu. Kau selalu mendapatkannya, bukankah begitu? ”

Well, tidak juga, meski pada akhirnya mungkin yeah—kau benar juga.“

Bahu Kyuhyun bergerak halus ketika Songjin memandangnya tak mengerti. Mulutnya bergerak kembali, “aku harus menunggu sangat sangat sangat sangaaaat lama untuk seks—“

“Ya ampun.” desah Songjin buru-buru tak sampai Kyuhyun menyelesaikan kata-katanya. Wanita itu segera memutar bola mata— dan segera disambut tawa jahil Kyuhyun. “Aku hanya beruntung.” katanya tak melepaskan sedikitpun pandangan dari wanitanya. Hatinya ikut bergumam, “aku hanya beruntung.” puluhan kali.

“Aku juga beruntung.” yang tak disangka Kyuhyun, bahwa Park Songjin mengulang kalimatnya setelah itu. Wanita itu tersenyum padanya lembut. Walau terkesan canggung, Songjin perlahan menangkup punggung tangan Kyuhyun yang berada di lining serupa dengan tangan wanita itu. Songjin mengamitnya, seperti cara dia melakukannya pada wanita itu— ketika wanita itu sedang merajuk padanya.

Rasanya sangat hangat.

Kyuhyun menyipitkan mata, kemudian mengulas senyum disudut bibir, “Oyeah. kau wanita paling beruntung di dunia Park Songjin.” Yakin nya pasti. “Wanita lain tidak akan menikah dengan lelaki sangat tampan sepertiku. Hanya ada satu Cho Kyuhyun di dunia.”

“Kau—“ Songjin tertawa pelan. Sangat sangat pelan— juga langsung merunduk memandang ujung sepatunya, untuk menyamarkan tawa. Dia baru bisa mengangkat kepala saat rasa geli hasil lelucon murahan Kyuhyun lenyap separuh, “kau pria paling percaya diri dan ambisius yang pernah ku kenal.”

“Tentu saja! memangnya, ada berapa banyak lelaki yang kau kenal?”

“Kau tidak bisa merendahkanku kalau standarmu hanya mengenal. Aku kenal banyak lelaki dan sebagian dari mereka jelas-jelas jauh lebih tampan darimu.

“Okay, ralat. berapa banyak teman lelakimu?”

Umm–“

“Aku mungkin satu-satunya yang ada sejak awal dan berani melakukan hal ekstrem selain hanya menghabiskan waktu denganmu. Menikahimu. Menidurimu. Menghamilimu. Menidurimu lagi. Mungkin menghamilimu lagi~ entahlah”

“Menjijikan”

“Aku mencintaimu.”

“Cih.”

“Aku mungkin pernah merasa ragu dengan hal ini tapi sepengetahhuanku, sejak terakhir kali kau mabuk parah, kau juga mencintaiku habis-habisan.” itu bukan pertanyaan dan Songjin kehabisan kata untuk mendebat. Wanita itu tahu bahwa Kyuhyun benar. Tidak tidak. Kyuhyun memang selalu benar. Jadi daripada melakukan gambling, Songjin menggerakkan telunjuknya mengikuti bentuk tulang dipunggung tangan Kyuhyun— menggelitiknya lembut, “Jadi, setelah kapal pesiar, apalagi yang kau ingin dapatkan presdir?”

“Entahlah—” Kyuhyun membalas sangat cepat. “tergantung.” lanjutnya menggerakkan bahu naik dan turun lalu memutar tubuh bersandar pada tralis kaca— memandang mata cokelat madu Park Songjin lumat. “Apa lagi yang kau inginkan nyonya Cho?”

“Aku?”

“Mm.”

“Ken— kenapa aku?” wanita itu menunjuk wajahnya sendiri segera. Kedua matanya membulat sangat besar. Masih dalam ketidak pahamannya, dan dahi berkerut, Songjin berkata, “entahlah. Pesawat?” candanya. “Maskapai perbangan? Pulau pribadi? Gunung Everest? Menara Eiffel di halaman rumahku? Roket ke bulan? ” tawanya menggelegar kencang sarat akan kesinisan, “kenapa bertanya padaku? ini hidupmu. Apa yang kau inginkan Cho?”

“Kau.”

“Huh? Aku?? Kau terlalu banyak bicara omong kosong.”

“Kau harus berhati-hati dengan permintaanmu, nyonya.”

“Karena? karena kau akan mendapatkannya? omong kosong lagi. Kau tidak bisa membeli gunung itu, bodoh. Kau bisa mendapatkan banyak hal. Tapi tidak semuanya.”

Well—“ Kyuhyun tampak ragu memandang lautan lepas, bibirnya mencebik membuat lengkungan turun kebawah “Kapal ini awalnya juga terdengar omong kosong. Lalu kemudian aku baru tersadar, kalau itu tentangmu, tidak ada omong kosong untukku.”

Songjin lantas hening tertegun. Mulutnya hanya bergerak bagai ikan di dalam akuarium tanpa sanggup mengeluarkan suara apapun, “kau mulai terdengar seperti psycho.”

“Jadi maskapai penerbangan?

“……”

“Gunung Everest?”

“Berhenti bicara omong kosong.”

“Roket ke bulan?”

“Cih.”

“Pulau pribadi?”

“Yaa!”

“Dan menara Eiffel dihalaman rumah? Sebentar, biar kupikir dulu bagaimana caranya—“

“Cho Kyuhyun!!”

 


 

  1. His Doesn’t Make Sense Overprotective side

 

“TIDAK! KAU! TURUN! SAAT INI JUGA!!”

Begitu teriak Cho Kyuhyun dari tempatnya. Memerintah Songjin untuk turun dari punggung seekor kuda pacu besar berwarna hitam mengilat. Jantung pria itu berdebar tak keruan melihat sang istri bersama kuda terbaik tempat pacu itu— menurut pelatih setempat, berlarian kesana kemari melesat luar biasa cepat.

Dia bisa melihat dengan jelas seperti apa Songjin melompat-lompat di duduknya diatas pelana. Tubuh tipis Songjin seperti menari diatas angin ketika kuda pacu itu berlari dalam kecepatan tidak masuk akal— baginya. Baginya lari Blackie, nama kuda tersebut— lebih cepat daripada mobil balap disirkuit. Kalau saja tangannya sampai, Kyuhyun benar-benar sudah menarik wanita itu turun dari atas sana dan memukuli bokongnya berulang kali. “SEKARANG! PARK SONGJIN!”

“Kenapa kau begitu membosankan? ini hanya kuda!”

“Itu tidak—“ Kyuhyun menarik napas kesal memandang wajah polos Songjin, rasanya ingin meremas sekuat tenaga hingga sampai pada gulungan paling kecil. Paling kecil sekecil kecilnya. “Turun!” perintahnya tanpa bisa di debat lagi. “SEKARANG!!”

Dan sambil mengerucurkan bibir— penuh runtukan serta makian, Park Songjin melompat turun dari pelananya. Pun Kyuhyun berjaga— mengangkat tangan untuk menggapai pinggul wanitanya membantu Songjin turun, yang mentah-mentah tak Songjin hiraukan. Wanita itu bisa turun seorang diri tanpa kesulitan. Dan catat, dia sedang luar biasa kesal pada Cho Kyuhyun.

“Kenapa kau harus disini?” dengus Songjin menghentakkan kaki diatas rumput— berjalan menuju meja kayu dimana hampir semua orang berkumpul disana berpesta apel serta buah lainnya hasil ladang perkebunan disini. “Itu berbahaya! Kau tahu itu!”

“Aku tidak melihat dimana letak bahayanya! Itu hanya kuda! dan itu adalah keahlianku selain melukis. Jangan salahkan aku kalau kau tidak bisa menungganginya! Kau tidak tahu rasanya!!”

“Oh percayalah. Aku tahu.”

“Oh yeah. Aku tahu kau terjatuh saat kali pertama mencoba menunggangi kuda dan kau tidak pernah mencobanya lagi sampai saat ini. Dan coba tebak! ketakutanmu sama sekali bukan urusanku Kyuhyun-ah! Itu hanya karena kau yang bodoh dan penakut! itu-hanya-kuda!”

“Sesuatu bisa terjadi saat kau menungganginya. Larinya cepat sekali dan—“

“Blablablabla” Begitu Songjin menyela Kyuhyun. Berbicara sambil menggerakkan tangan yang membentuk sebuah kerucut. Dia langsung menghempaskan bokong sesampainya dikursi kayu panjang.

** **

Pukul 11 malam. Songjin baru keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah dan sebuah kimono. Wanita itu sempat terkejut saat tak menemukan siapapun diranjangnya. Bahkan ranjang Hyun Gi pun kosong. Ini sudah lewat dari jam tidur Cho Hyun Gi.

Kakinya lalu bergerak kesana kemari mengelilingi kamar penginapan nya. Mungkin Hyun Gi bersama dengan Siwon dan Gyuwon tetapi diluar sana, Ayah ibu mertua nya, Siwon dan Gyuwon duduk santai tanpa ada Kyuhyun ditengah mereka. Begitupun Hyun Gi.

Beberapa puluh menit berlalu. Songjin mendengar gelak tawa familiar dari halaman samping— disamping kamarnya. Dari sebuah pohon maple besar lebih tepatnya. Matanya membulat melihat Kyuhyun berada disalah satu dahan disana. Nyaris 4 meter diatasnya. Pria itu duduk santai bersandar bersenda gurau bersama Hyun Gi.

“Yaa! Apa tidak ada tempat yang lebih pantas kau pakai untuk bersantai selain dahan itu???”

“Kenapa?”

“Itu terlalu tinggi.”

“Aku baik-baik saja.”

“Kau bisa terjatuh. Dan lihat! kau memangku seorang bayi.”

“Hyun Gi tidak apa-apa.” Bantah Kyuhyun cepat. Dia lalu mengangkat Hyun Gi setinggi wajahnya bertanya, “Kau tidak takut kan Hyun Gi-ya?” membuat jantung Songjin berdebum kacau.

“Kyuhyun-ah. Turun.”

“Kenapa? ini hanya dahan pohon.”

“kumohon. Turunlah saja. Aku takut— kau—“

“Aku tidak apa-apa.”

“Kumohon.” Ada isak parau yang kemudian Kyuhyun dengar. Dia merunduk, dan melihat betapa wajah Songjin sudah dialiri air mata. “tolong.” pinta wanita itu mengiba.

Meski jengkel, Kyuhyun menghela napas panjang memasang baby carrier didada dan memasukan Hyun Gi ke dalamnya. Turun dari anak tangga terakhir dan menginjak daratan, pria itu hanya diam memandang sang istri datar. Sedang Park Songjin sudah mengharu biru. Wania itu segera melompat memeluk Kyuhyun.

“Kau membuatku takut. Jangan naik kesana lagi!!”

“Itu hanya dahan pohon.”

“kau membawa bayi!!”

“Baiklah-baiklah, lain kali aku akan naik tanpa Hyun Gi. Senang?”

“Lalu bagaimana denganmu? Kau bisa terjatuh.”

“Itu hanya pohon. Apa hal paling menyeramkan yang bisa terjadi? mungkin hanya patah tulang. Kepalaku tidak mungkin lepas karena hal konyol seperti itu.”

“Itu—“ Songjin diam. Tenggorokannya mendadak tercekat. Kini wanita itu mengerti seberapa menyebalkan dirinya siang tadi. Mulutnya segera menggumam kata “maaf.” bersama tangisan lebih kencang. Songjin menjejalkan hidung pada dada Kyuhyun dalam-dalam.

“Maaf?”

“Aku tidak akan naik kuda lagi.”

“Kenapa?”

“………”

Kyuhyun menarik udara panjang dan mengembuskannya perlahan. Dia menepuk paling atas kepala Songjin membiarkan wanita itu menangis selama beberapa saat. “Kenapa tidak?? kau bisa menungganginya lagi. Kenapa harus berhenti?”

Songjin menggeleng-geleng kaku. “Baiklah, mungkin nanti kau bisa menungganginya bersamaku?”

“Huh??” Songjin mengangkat wajahnya. Hidungnya merah semerah tomat. Kyuhyun tertawa geli melihatnya. Pria itu mengusap wajah layu Songjin menggunakan telapak tangan kemudian mengecup bibir Songjin cepat dua tiga kali.

“kau bisa mengajariku ‘kan?”

Umm—“

“Itu hanya kuda.”

“……………”

“Dengar, aku merasa sangat  sangat tenang saat kulitmu tidak menggores apapun. Kau menyadarinya ‘kan? Tapi aku juga sadar bahwa itu terdengar mustahil. Dan kalau diberi pilihan buruk lain, menurutku, akan lebih aman untukmu, dan untukku, saat kau jatuh bersamaku. Kenapa harus sendiri saat kau memiliki teman untuk berbagi?”

163 thoughts on “[KyuJin Series] 10 Reasons To Love You (Cho Kyuhyun) — 1

  1. Wkkwkwk cara ampuh nya kyu, gara” Songjin naek kuda terbaik dan gak mao songjin kenapa”, eh bles sma kyu yg naek dahan bwa bayi lagi
    Intinya sih kyu gak mao songjin terluka bgtu pula sebaliknya manis skali Kyujin

  2. Ngebayangin Kyuhyun naek pohon sambil gendong Hyun Gi pasti konyol abis ya apalagi naeknya pas malam hari untung rambut Kyuhyun gak gondrong coba kalo gondrong pasti dikira kuntilanak abis nyolong anak hahahahahah

  3. Kyuhyun bijak banget ya ngebales perlakuan Songjin wktu naik kuda, skrg Kyuhyun yg giliran buat Songjin khawatir.. yaampunn kata2 terakhir Kyuhyun itu loh sweeeetttttt

  4. dasar egok tinggi udh jelas2 terkagum kagum msh jg sok sok biase aje😅😅 songjin,,, songjin…

    oh, kata2 di oart akhirnya bikin meleleh😗😗 iyakan hyungi….

  5. Tumben gak ada debat panjang diantara mereka. Dan kyu bijak banget buat ngasih pengertian ke songjin. Untung aja songjin peka dan langsung minta maaf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s