[KyuJin Series] 10 Reasons To Love You (Park Songjin) — 3


10 REASONS TO LOVE YOU

5 – 6

Her Innocence

Park Songjin mendesah panjang penuh kelegaan setelah berhasil memasuki mobil— juga setelah melihat ke kiri dan ke kanan dengan penuh kecemasan. Napasnya beradu dengan degup jantung yang terasa ingin melompat dari tempatnya.

“Ayo jalan!” perintahnya pada Kyuhyun— yang sejak tadi tak tahu harus mengomentari rambut lepek sang istri karena keringat, ditengah kondisi cuaca yang dingin kali ini. Pria itu diam— sibuk menerka kira-kira ketololan apalagi yang Songjin perbuat kali ini?

“Ayo!!” Suara wanita itu meninggi, lantas Kyuhyun merasa tak memiliki alasan lain selain menuruti. Menginjak pedal gas, melepaskan pedal rem.

Didalam perjalanan, Kyuhyun mendengar Songjin menggerutu sambil menggulung rambut panjangnya dan menjepit dengan ballpoint. Satu-satunya benda yang tergeletak tanpa tuan di dashboard di depannya. “Biar kutebak, kau baru saja melihat Barney dengan taring runcing dna tanduk?”

“ini lebih parah!”

Dua mata Kyuhyun membuka lebar. Alih-alih terkejut, pria itu lebih memilih untuk mencibir kecemasan sang istri. “Oh.” komentarnya tanpa peduli kemudian.

“Seseorang dari music department baru saja mengatakan kalau dia menyukaiku.” Kata Park Songjin tampak tidak terkesan. Dan semestinya, Cho Kyuhyun merasa panic kali ini. Tetapi pria itu ingat; juga sadar bahwa berita ‘seseorang menyukai Park Songjin’ bukanlah hal yang baru. Dia tahu— Karena itulah dia merasa harus buru-buru mengikat Songjin supaya wanita itu benar-benar menjadi miliknya saja.

“Ohya?”

Buru-buru Songjin melirik Kyuhyun sengit “ohya?” ulangnya tak senang. “apa itu tanggapan termeyakinkanmu pada berita tentang seorang lelaki menyukai istrimu?”

Dahi Kyuhyun berkerutan. Pria itu terdiam berpikir sejenak, kemudian bersuara, “lalu aku harus mengatakan apa?” tanyanya santai sambil mengemudi. Seolah hal tersebut bukan persoalan besar untuknya.

Dan Songjin segera menghelakan napas berat. Tentu saja dia tahu bahwa hal semacam ini bukan berita yang menarik bagi pemilik perusahaan terbesar di Asia saat ini. Seharusnya dia mengatakan bahwa ‘Pentagon menjual sebagian asetnya!’ mungkin Kyuhyun baru akan tertarik.

Duduk Songjin menjadi lebih merosot daripada semula. Dia menghimpitkan dagu di dada sambil mengerucutkan bibir, “tadi Jino Yamada mengatakannya diatas panggung. Tepat sebelum kelompoknya memainkan jingle mereka. Benar-benar memalukan. Semua orang memandangiku. Semuanya! seperti ada kotoran sapi yang menempel diwajahku atau apa—“

Songjin melirik Kyuhyun kesal dengan perlahan-lahan, “kau pasti tidak peduli, ‘kan?”

“Kau sudah menikah dan kau sedang mengandung anakku— kenapa harus memusingkan hal seperti itu?”

“Tidak semua orang tahu.”

“Kalau begitu beritahu mereka.”

“Kenapa harus aku?” Suara Songjin meninggi dengan cepat. Duduknya kembali tegap dan tangannya telah secara refleks mendorong tubuh Kyuhyun hingga pria itu memojok pada pintu kemudian memukulinya berulang kali. Menyisakan denyutan ringan pada lengan Kyuhyun. “itu bukan tugasku! Kau ini suami macam apa?!”

“Hei hei!” Tangan Kyuhyun segera menyingkirkan tangan Songjin yang masih memukulinya berulang kali, “aku sedang mengemudi. Jangan macam-macam—“ katanya hingga Songjin memberengut lagi kemudian mendesis dan melipat tangan di depan dada jengkel.

Kyuhyun melirik Songjin sekilas, pria itu lantas tertawa, “Baiklah, biar kusimpulkan dulu. Jadi, kau ingin aku mengatakan pada Jino Yamada bahwa kau telah menikah— denganku, dan kau sedang mengandung anakku, dan memberikannya pesan ‘jangan ganggu istriku, atau aku akan menghajarmu’ begitu.” tawa Kyuhyun semakin kencang.

Tubuhnya bergoyang keras. Melihat Songjin tempak kesal serta terkejut akan kepolosannya sendiri, pria itu menutup mulutnya dengan tangan kiri yang tidak digunakan untuk memegang kemudi. “kau baru saja menginginkan sebuah perkelahian ala serial drama dan menjadikan dirimu sebagai pemeran utama.”

Tawa Kyuhyun semakin pecah mengisi ruang hampa didalam kendaraannya. Dia lupa bahwa kepolosan Songjin terkadang sanggup melampaui batas orang normal kebanyakan. Sepanjang tawanya berkumandang, wanita itu terburu-buru menyumpalkan headset ke telinga— lalu tak lama mulai terdengar suara music yang kencang dan Kyuhyun mengurangi kadar tawanya menjadi cengiran.

Dia mengamati Songjin lekat. Ada semburat merah dipipi wanita itu. Sepertinya Songjin sendiri merasa malu baru saja mengatakan secara gamblang bahwa dirinya ingin diperjuangkan.

“Baiklah baiklah.” Kyuhyun menghela napas panjang. Memojokkan diri pada pintu ketika lampu lalu lintas menunjukan warna merah. Dia segera melepaskan satu headset yang menyumpak telinga Songjin. “aku akan mengatakannya.”

Tetapi Songjin mendengus ketus, “tidak perlu.” ujarnya hampir menyumpal telinganya lagi. Kyuhyun mengambil ipod Songjin— lantas memasukan kedalam mini dashboard dan meletakan lengannya diatas mini dashboard tersebut.

“Aku akan mengatakan pada Jino Yamada untuk tidak menyukaimu lagi— atau, setidaknya, berhenti mengganggumu, kalau besok saat mengantarmu, aku bertemu dengannya.”

Kali ini Songjin tak banyak menanggapi. Kini wanita itu merogoh tas dan mengeluarkan ponsel lalu menjadikan benda canggih itu titik fokusnya. Kyuhyun hanya tersenyum geli melihatnya. “atau kau bisa mengantarkanku untuk menemui—“

“Kubilang tidak perlu.”

“Aku bisa mencarinya sendiri kalau begitu.” balas Kyuhyun santai melepar pandang pada jalan raya saat Songjin tiba-tiba menoleh padanya. “Music department— Kukira aku mengenal beberapa orang dari jurusan itu.” kepalanya mengangguk-angguk beberapa kali. Telinganya mendengar Songjin mendesis lagi dan dirinya segera tertawa.

Kyuhyun menoleh sempurna, mendapati Songjin sedang bertopang dagu memerhatikan kendaraan lain dari jendela pintunya. Tawanya berubah menjadi senyuman lebar— “lucu sekali.” gumamnya kemudian mengacak rambut belakang Songjin. Mengabaikan gerutuan Songjin yang kembali datang untuknya.



Her Understanding

“Oh ya ampun. Astaga. Maaf. Aku benar-benar meminta maaf— terjadi sesuatu mendadak dikantor— tadi itu— aku— itu— Henry— Siwon Hyung“

Ujar Cho Kyuhyun panic panjang kali lebar— tetapi lidahnya benar-benar terlampau kelu untuk menjelaskan hal penting apa yang membuatnya terlambat datang tepat pada waktunya.

Dia pun telah memaki dirinya sendiri puluhan kali semenjak rapat mendadak yang ayahnya buat, tepat ketika dirinya baru akan melangkahkan kaki memasuki lift untuk pulang. Juga ketika diperjalanan dan tertahan oleh padatnya jalan raya.

Kembali memaki saat terpaksa harus mengikuti rambu lalu lintas— yang sama artinya dengan memakan waktu lebih lama, dan membiarkan Songjin mengunggunya seperti orang tolol.

Sesampainya di Platinum hall, Kyuhyun dapat dengan mudah menemukan dimana Songjin. Gadis itu praktis mudah terlihat dengan segala ke khasan nya. Jaket tebal shocking pink, long dress hitam yang panjangnya melebihi jaket dingin. Clucth bebatuan penuh kilau serta heels luar biasa tinggi.

Untuk beberapa detik ditengah buruan waktu, Kyuhyun masih menyempatkan diri untuk merasa terpukau pada penampilan gadis 22 tahun ini ketika awal melihatnya. Juga sempat merasa malu pada penampilannya yang hanya menggnakan stelan kemeja putih lusuh dan celana hitam kumal, jas hitam kotor dan tatanan rambut yang entahlah—.

Seseorang mungkin bisa mengira bahwa dirinya datang untuk menjemput majikan dari sebuah kencan buta dengan lelaki bangsawan atau apa. Kyuhyun membuang napas kencang membuang rasa kesalnya.

Sambil mengatur napas yang memburu, tak sedikitpun matanya bergeser dari gadis cantik berambut panjang didepan sana. Songjin menunggunya tepat didepan pintu kayu besar penuh ukiran.

Songjin tidak lagi mengamati sekitarnya. Entah apa yang menarik dari karpet merah dibawahnya— tapi itu, adalah yang Kyuhyun simpulkan sebagai arti dari kepasrahan karena menyadari, dirinya tak akan memenuhi perjanjian mereka untuk kesekian kalinya.

Demi Tuhan dirinya tak pernah mengerti mengapa sesuatu harus selalu terjadi pada hal-hal penting yang akan mereka lakukan bersama, seolah Tuhan tak pernah mengijinkan mereka berperan sebagai sepasang pengantin baru.

Atau pasangan yang telah menikah— walau baru 2 bulan saja.

Tapi…. percayalah, bukan hanya Songjin yang merasakan kekecewaan besar. Rasanya Kyuhyun ingin menenggelamkan diri sampai ke perut bumi bagian terdalam saat ini juga.

“Tidak apa-apa.”

Ujar Songjin menyudahi kalimat panjang tak menentu Kyuhyun. Gadis itu tersenyum pasrah, mengigit bibir bawahnya.

“Songjin. Aku—“

“Pulang?”

“Kita bisa masuk sekarang, ‘kan??”

Songjin menggeleng-gelengkan kepala perlahan “tidak.” lalu dirinya menjawab. “30 menit lagi pertunjukan selesai.” desahnya tampak muram— membuat hati Kyuhyun terasa semakin pedih.

“masih 30 menit lagi.” sela Kyuhyun terburu-buru membawa Songjin beranjak dari tempatnya menuju pintu besar lain disamping kanan mereka. Seorang petugas berpakaian serba hitam berjaga didepannya.

“Tidak boleh masuk saat pertunjukan berlangsung, Kyuhyun-ah.” beritahu Songjin menarik Kyuhyun untuk berhenti berjalan, tahu yang akan dilakukan pria itu pasti akan berujung kegagalan saja.

“Aku bisa membuat kita masuk ke dalam. Percaya padaku.”

“Tidak perlu.”

“Tidak apa-apa, ayo!” seretan tangan Kyuhyun mengencang, namun Songjin masih tak beranjak ditempatnya, “aku tidak mau.” katanya lirih menghentikan segala usaha Kyuhyun.

“aku ingin pulang.” pinta gadis itu kemudian ketika Kyuhyun menoleh setelah menggerakkan matanya kesana kemari, membuang napas tertahan dan mengigiti bibir kencang-kencang.

Songjin memberikan senyum seadanya. Gadis itu berjalan mendekati Kyuhyun, menggantungkan tangan disalah satu pundak tegap Kyuhyun. Tangan kanan gadis itu segera bergerak cekatan melepas sepatu berhak yang membungkus kakinya sambil menggerutu “seharusnya aku mendengarkan kata-katamu. Seharusnya aku memakai sneakers saja. Hak sepatu ini benar-benar membuat kakiku terasa ingin putus.”

Kyuhyun ikut merunduk. Melihat begitu jelas satu persatu sepatu cantik itu terlepas dari kaki Songjin hingga gadis tersebut bertelanjang kaki menginjak karpet. Dia lantas berjongkok dibawahnya, “ayo.” Kyuhyun menepuk punggungnya kencang.

Sepanjang perjalanan pulang pun, Kyuhyun masih dihantui rasa bersalah. Seharusnya malam ini menjadi malam yang berbeda bagi mereka. Tapi rencana hanyalah selalu tinggal rencana.

Matanya sesekali melirik pada Songjin. Takut-takut menemukan gadis tersebut sedang menangis atau apa, tetapi Songjin tampak baik-baik saja. Gadis itu duduk dikursinya dengan nyaman. Tubuhnya begoyang sesekali mengikuti irama music dari radio.

Terkadang, Songjin juga menjentikkan jemari. Sungguh tak terlihat raut kekecewaan— atau gadis itu hanya terlalu pintar menutupinya. Dulu sekali Kyuhyun pernah menemukan Songjin menangis setelah pria itu lupa pada janjinya untuk menemani gadis itu mencoba salah satu restoran baru dekat universitas mereka.

Kalau hanya karena persoalan sepele tadi saja Songjin bisa terlihat begitu menyedihkan, seharusnya kali ini gadis itu bisa menangis meraung-raung ‘kan?

“….. Ingin kesuatu tempat dulu?”

“Kemana?”

“Entahlah. Kemana kau ingin pergi?”

“Menonton Opera?” Tawa Songjin renyah “tapi kita terlambat, jadi yasudahlah—“

1-0. Kyuhyun mengangguk-angguk memandang jalan raya lagi sambil memikirkan pertanyaan selanjutnya. Setengah menit kemudian mulutnya bergerak, “Kau ingin memakan sesuatu?”

“Aku? aku sudah makan.” jawab Songjin menjadikan posisinya memegang score 2 dan Kyuhyun 0.

“Ingin…. membeli gelato? kupikir kedai gelato didekat taman kota itu belum tutup..”

“Kau yakin? tapi malam ini kurasa udara sedang terlalu dingin untuk menonsumsi jenis ice apapun.”

Sialan. 3 – 0!

Kyuhyun terburu-buru melemparkan pandangan pada jalan raya begitu ketus. Seharusnya dia tahu itu! kenapa malam ini dirinya menjadi begitu bodoh?!

Cho Kyuhyun kemudian menyandarkan punggung dikusinya. Dia tak tahu lagi harus berbicara apa kepada Park Songjin ketika rasa bersalah adalah satu-satunya hal yang tersisa didalam hati serta pikirannya.

Usai gambling tadi, Kyuhyun tak lagi bersemangat untuk membicarakan apapun karena pria itu segera mengunci mulut rapat-rapat sampai Songjin sendiri yang mencolek lengannya, memaksanya untuk melihat gadis itu lagi dengan lesu “Hei, aku hampir saja lupa.” ujarnya kencang. “Selamat ulang tahun, ke dua puluh empat Kyuhyun-ah!

“huh?”

“Selamat ulang tahun!”

“siapa yang ulang tahun?”

Songjin menatapnya dengan alis terangkat ragu, “liatlah! kau benar-benar sibuk sampai tidak mengingat ulang tahunmu sendiri.” Kyuhyun tidak menjawab— tetapi wajah kebingungan pria itu adalah jawaban lain bagi Songjin.

Gadis itu berdecak sambil menggelengkan kepala, juga merogoh clutchnya, “sebenarnya aku ingin memberikan ini didalam tadi.” katanya menggantung.

Saat Kyuhyun melirik, dirinya mendapati Songjin sedang memasangkan sebuah jam tangan pada pergelangan tangannya— mengganti yang lama dengan yang baru.

“tapi karena kita tidak jadi menonton opera itu, kuberikan disini saja. Toh tidak ada bedanya.” lanjutnya, “Nah, jauh lebih baik ‘kan?” dia berseru senang— yang tak Kyuhyun paham dari mana datangnya karena seingat pria itu, seharusnya Songjin sedang bersedih karena tiket premium operanya hangus begitu saja.

“Coba lihat wajahmu. Apa hari ini kau sudah memakan sesuatu Cho?”

“Huh?”

Songjin mendengus kencang lagi. Kepanikan kecil Kyuhyun adalah jawaban lain baginya, lagi. “Aku benar-benar meminta maaf. Seharusnya kau masuk saja lebih dulu tadi.”

“Dan menontonnya sendiri?”

“Aku menyusul.”

“Kubilang tadi, tidak boleh masuk ditengah pertunjukan, Kyuhyun-ah.”

“Dan kubilang tadi, aku bisa membuat penjaga pintu mengijinkanku masuk.” Balasnya bersungguh-sungguh. Kali ini, tak sedikitpun lelucon tampak akan menyembur setelahnya.

Songjin merunduk dengan bibir mengerucut berkata “seharusnya kita menonton bersama.” katanya lirih— tetapi Kyuhyun masih dapat mendengarnya. Karena itu kemudian Kyuhyun meminta maaf lagi. Namun Songjin kembali mengangkat kepala.

“Itu hanya opera.” ujarnya. “aku bisa mendapatkan tiketnya lagi dilain waktu kalau aku mau. Tapi coba lihat dirimu. Kau tampak kacau dan payah.”

Songjin mengamati lekat Cho Kyuhyun dari atas rambutnya hingga sampai ujung kaki dipedal kemudi. “Kau harus bersyukur kau memiliki wajah yang tampan. Kau tidak terlihat separah itu karenanya. Tapi kau masih kepayahan. Koreksi kalau aku salah.”

“Itu kan—“

“Kau melewatkan makan pagi, makan siang, dan makan malam. Kau juga hanya tidur beberapa jam saja— kadang, kau tidak tidur sama sekali, dan di pagi hari kau sudah berada dibelakang meja kerjamu dikantor. Kalau kali ini aku benar lagi, bukankah kau sedang flu? kalau makan saja bisa kau lewatkan, kau pasti juga melewatkan obatmu. Benar ‘kan?”

Bukan Songjin yang menghela napas panjang dan berat kali ini, melainkan Kyuhyun. Pria itu tak berkata apapun dan hanya tetap mengemudi dalam diam.

“Jadi, coba jelaskan padaku kenapa kau bisa merasa bersalah untuk datang terlambat pada sebuah pertunjukan opera, tapi tidak merasa bersalah karena telah memperlakukan tubuhmu diluar batas kemampuan?”

Kali ini Kyuhyun hendak menjawab namun segera diam ketika mendapati Songjin menatapnya lekat dengan mata menyipit padanya, “Malam ini…. kau akan memarahiku sampai kau merasa lelah, iyakan?” dia mendesah pasrah. “lanjutkan kalau begitu, kali ini aku tidak akan menyela.”


LOL itu yang terakhir sebenarnya terlalu panjang kalau harus disebut ficlet, tapi yasudahlah :p anyway, books giveaway nya masih berlangsung ya. Untuk yang belum tahu infonya silakan klik disini [x]

88 thoughts on “[KyuJin Series] 10 Reasons To Love You (Park Songjin) — 3

  1. Aiiih kapan sih kyuhyun gak ngeselin -___- rindu berat sama debat nya weird couple ini… omong omong kirain si casper aka hyungi bakal ditongolin ternyata masih di dalem perut.. hyungi kapan comeback???

  2. aduhh ni pasangan absurd emang selalu berhasil bikin orang lain meelting dengan cara mereka menyampaikan rasa cinta dan perhatiannya :*:*:*

    yang lucu yang pertama ya ketika seorang songjin ingin di perjuangkan oleh suaminya sendiri 😀 😀

  3. Kyuhyun nyeselin bnget sih bukannya marah krn ada yg berani nembak istrinya tpi dia malah ketawa keras2,, tpi yah sdhlah toh itu bukan gaya cho kyuhyun bnget klau smpai dia lakuin itu 😀

    Songjin tumben2 bnget ngk ngamuk dia nunggu smpai lma bnget dn batal nntnnya apa krna dia kasian sma suaminya apalgi pas lhat dandanan kyu pas tiba yg berntakan bnget krn lelah bekrja jdi amarahnya lngsung meluap bgtu aja ^^

  4. Holllaaaaaaa! ^^ Aaah Kangennyaaaaa
    Songjin sama Kyuhyun itu hiburan yg menenangkan dan menyenangkan 😀

    Ceritanya as always… disampaikan dengan baik menurut pendapat aku, bisa dibayangkan seperti apa semua adegannya dan…. entahlah.. ga pernah bosen hehe

    Big love and thanks buat Ka Galuh and billion love for cuttie pie HyunGi ^^ kanngen sama si embul cilik itu

  5. kyu pake baju lusuh keq ga pke baju keq *eh* ttp cinta koq :*
    kyu sll lp sm janji2’a sm songjin dh klo jnjian mw dating -_- kyu halbae dasdor

  6. Ini couple apalah apalah yg sllu ngangenin…
    Ya ampun songjin pengen banget dpt perhatiannya kyu, terkadang aq kasihan liat songjin, walau dia yg buat masalah dan nyusahin kyu tp ttp keknya dia ‘teraniaya’ hehehe…
    Tp songjin cinta banget sama kyu.

  7. Aaaaaaaa
    so sweeeeeeeeeet
    dasar si Kyuhyun
    dia menyingkirkan lelaki yang menyukai Songjin dengan cepat2 menikahinya pppffft
    kyuhyun tidak berbicara tapi langsung bertindak hahaha

    aduuuuh
    kencan batal
    waaa Kyuhyun harus bangga punya istri kayak Songjin
    enaknyaaaa
    kkkkk
    ulanh tahin gak iingat
    makan juga ckckckck
    benar2

    waaah tak apalah
    selusuh apapun pakaian Kyu dia tetap mempesona kok
    kekekeke

  8. pasangin ini ngeselin tapi bikin iri orang..

    songjin uda nikah aja masih ada yg naksir??? kerennnn

    songjin perhatian banget ya ama kyu^^ kyu beruntung pny istri kaya songjin yah walaupun ada jeleknya jg istrinya songjin si wanita barbar hohoho..

    ditunggu kelanjutannya^^

  9. Aku pkir nantinya bkalan ada drama menyesakkan hati ala cho songjin, tapi ternyta songjin lebih memikirkan keadaan kyuhyun, terkadang songjin bisa ya dewasa gitu…kkkk
    Pasangan satu ini emang wowww….

  10. Songjin, that’s not Kyuhyun style to tell everyone if u and him already married. Dan Kyu, dirimu terlalu sntai nanggepi ad org yg suka sama istrimu, mgkin krna org itu bukan Donghae ataupun Changmin kali ya. Hahahahaha

  11. Songjin itu pengertian banget y menunggu lama dengan heel tinggi pula gak marah kalo gw gondok setengah mati tuch tapi ini songjin malah lebih perhatiin kyuhyun. So…kyu terima nasibmu diomeli habis2an oleh songjin ini juga buat kebaikanmu

  12. yossss kapan seorang Cho Kyuhyun gg ngeselin…

    kenap sii pasangan ini bikin iri ajaaaa…
    Cho Kyuhyun Songjin.. 😭😭😭 suka banget sama mereka

  13. baru sempet baca..
    suka waktu kyuhyunnya ngelus kepala songjin. tp agak sebel juga karena kyuhyunnya kyk gak peduli. keep writing thor!!

  14. aku udha komen belom ya? suka lupa udah abisanya hahahaha astagaaaa itu cerita yg kedua kayanya mah ya…………… langka bgt songjin kaya gitu!! hahahahaha kyuhyun dibikin kicep sama songjin hahaha atulah pasangan ini emg selalu punya kejutan sendiri huh bikin iri selalu huhu

  15. Songjin I Love You..baca ff ini bikin hariku ditutup dgn manis. HBD Kyuhyun…semoga hadiah pahit dari “nitizen yg aneh ” hari ini cepat berlalu..So many reasons to love You Kyu!!!

  16. Saya agak2 amnesia nih jd lupa dulu udah pernah baca atau blm ya ??? Trs krn blm yakin ya saya comment deh hehehehehe kl dulu udah pernah comment ya dobel deh gak apa2 kan ?? Kyuhyun mah gitu sekali2 tunjukin kek kl Songjin sangat berarti buat dia tp tunjukan dengan nyata…….akhirnya Kyuhyun bisa kalah juga debat ama Songjin

  17. Ciyeee selametan buat couple ini…nggak ada perdebatan disana sini..
    Dan si cuyun kok manut banget..suami suami takut istri niyeee

  18. songjin ingin di perjuangkan:v 😂😂 so sweett wkwk dasr songjin
    songjin ingat ultah kyuhyun sdngkan yg ultah malah ngak inget saking sibuknya:v, songjin perhatian banget😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s