[KyuJin Series] 10 Reasons To Love You (Cho Kyuhyun) — 3


10 REASONS TO LOVE YOU

5 – 6

The Way He Get Jealous

Tepat pukul 12:00 Cho Kyuhyun bersama Henry dan Siwon melakukan makan siang— sekaligus mengadakan sebuah pertemuan dengan pemilik taman bermain terbesar di Korea Selatan. Lotte World.

Semuanya berjalan baik-baik saja pada mulanya, sampai ketika tanpa sengaja Kyuhyun, menemukan wajah tak asing ditempat dimana dirinya juga melakukan makan siang kali ini. Orang itu berada tepat disatu lantai diatas dirinya.

Yang membuatnya terkejut dan membeku ditempat, adalah fakta, bahwa kejadian tak sedap dipandang kali itu berkaitan dengan keluarganya. Benar. Kyuhyun menemukan Park Songjin juga melasungkan makan siang— yang parahnya, adalah bersama dengan orang yang paling ingin dilenyapkannya dari peradaban.

Jadi ketika Cho Kyuhyun merasa kesabarannya telah benar-benar habis, dia segera beranjak pergi dari mejanya. Berpamitan dengan sopan kepada Mr. Lee dan berpesan pada Henry dan Siwon, bahwa mungkin setelah ini dirinya akan kembali ke kantor. Mungkin.

Dia tidak tahu. Yang Kyuhyun tahu, dia harus segera menaiki tangga dihadapannya untuk memastikan bahwa kelangsungan hidupnya akan tetap baik-baik saja.

** **

“Jadi, karena kali ini kau yang mengajakku, apa itu artinya kau yang akan membayar seluruh pesanan kita?”

Park Songjin tersenyum sembari mengusap serbet pada mulutnya. Dia bisa melihat Pria dihadapannya, Shim Changmin langsung mendesah panjang; bahunya yang semula tegap menjadi kendur membuat dirinya tertawa lebih renyah daripada semula. Reaksi Changmin sungguh menggemaskan.

“Kenapa aku sangat yakin kalau total seluruh makanan ini bisa melebihi jatah uang sakuku selama satu minggu, ya?”

Songjin tertawa kemudian bertanya, “uang saku?” keningnya berkerut “jadi arsitek terkenal sepertimu saja, masih menggunakan strategi ‘uang saku’?”

“Kalau tidak begitu bagaimana aku bisa membayar cicilan mobil dan apartementku, Songjin~!”

Songjin mengusap perutnya yang baru saja diisi oleh banyak sekali menu lezat siang itu sambil tak berhenti tertawa. Rasanya tenggorokannya bisa kering karena dirinya tak bisa berhenti tertawa setiap kali Changmin membuka mulut.

Kepalanya mengangguk-angguk, setelah dia menenggak jus jeruk terakhir miliknya, “baiklah” katanya memulai, “kita bagi dua. Karena kau yang mengajak, dan aku pencetus ide tempat. bagaimana?” Kedua mata cokelat Songjin seolah ikut mengejek— menertawai konsep penyimpanan uang Casanova satu ini, “cukup adil bukan?”

“Lumayan.”

“Jadi katakan padaku, apa kau selalu melakukan ini pada semua gadis yang kau ajak makan bersama?”

Changmin tersenyum menggeleng, “tidak juga” akunya. “hanya saja, aku tidak perlu merasa cemas saat pergi bersamamu karena aku pergi bersama istri pemilik reso—“

“Oh, tutup mulutmu” Sela Songjin kesal sebelum Changmin menyelesaikan kalimatnya lalu dia menarik serbet makannya.

Tepat ketika dirinya melempar serbet makan kepada Changmin, Songjin baru menyadari ada sepasang mata yang semenjak tadi memerhatikannya.

Sebenarnya, dia cukup terkejut karena tak pernah menyadari meja itu terisi. Sebelumnya dia cukup yakin bahwa meja itu kosong. Cho Kyuhyun muncul seperti hantu. Matanya berkilat dengan kening berkerutan menatapnya. Jadi, apakah ini satu pertanda buruk?

** **

Tidak ada satupun kata. Atau kalimat, yang terdengar dari meja nomor 8 disana. Hening. Hanya terdengar suara denting sendok yang sesekali menggesek dinding cangkir keramik.

Saat itu, Songjin tahu, dialah orang yang seharusnya mengakatakan sesuatu. Bukan Kyuhyun. Melihat dari ekspresinya saja, sepertinya dia bisa menebak bahwa Kyuhyun marah padanya. Jadi untuk percobaan awal, Songjin berdehem dan bertanya, “apa kau sudah makan siang?”

Kyuhyun mengangguk untuk menjawab. Pria itu memegangi cangkir kopi miliknya dengan kedua tangan seolah mencoba mencari kehangatan karena diluar butiran salju sedang turun cukup deras.

“aku bertemu dengan Eun Soo di swalayan tadi, jadi aku menitipkan Hyun Gi padanya. Sepertinya Hyun Gi juga terlihat senang sekali dititipkan kepada wanita cantik dan seksi.” Songjin terkekeh geli “Renacanya akan kuambil setelah makan siang.”

Kyuhyun menarik kedua sudut bibirnya— yang sepertinya penuh paksaan lantas mengangguk. “Ya.” jawabnya tenang. Kini Songjin mengerti bahwa peruntungannya akan selalu gagal jika Cho Kyuhyun telah benar-benar marah padanya. Dan apalagi alasannya jika itu tidak berhubungan dengan Shim Changmin?

Seperti tidak tahu saja bagaimana sikap Kyuhyun setiap kali Shim Changmin berada disekitarnya. Maka dari itu Songjin kemudian menarik napas panjang dan mundur;  menyadarkan tubuh pada punggung kursi.

Dia lalu memandang lurus-lurus wajah Kyuhyun kemudian berkata, “kami hanya makan siang bersama Kyuhyun-ah. Tidak lebih daripada itu. Aku tahu posisiku.” jelasnya. Kecurigaan Kyuhyun sudah jelas-jelas membuatnya merasa disudutkan.

Namun kali ini Kyuhyun tampak mulai tertarik. Pria itu mulai menggeser wajahnya dari dinding kaca besar disampingnya, menuju etalase berisi tarlet beberapa meter disampingnya, lalu kepada Songjin.

Kyuhyun sempat memberi senyuman sinis sebelum membalas berkata “Bukan itu masalahnya.” Telunjuknya berputar diatas bibir cangkir miliknya berkali-kali. Kyuhyun memandang nanar kopinya. Jika matanya memiliki sinar laser, maka cangkir kopinya pasti telah berlubang hingga menembus meja.

“Kenapa kau tidak bertanya padaku dulu. Itulah masalahnya”

“Bertanya tentang apa?”

“Bahwa kau akan bertemu dengan Changmin.”

“Dan untuk alasan apa kira-kira aku perlu melakukannya?”

Bahu Kyuhyun bergerak pelan bersama bibir bawahnay yang mencebik, “entahlah,” tukasnya ringan “mungkin untuk sekedar bertanya dan memastikan apa kira-kira aku akan baik-baik saja jika kau bertemu dengannya? apa… kira-kira aku mengizinkanmu pergi atau tidak. ”

Songjin segera mendenguskan napas kecang— merasa tak percaya bahwa Kyuhyun benar-benar segila itu padanya. Baiklah, pria dihadapannya sedang cemburu. Songjin tahu itu. Dia menyaadarinya tepat setelah meja didekatnya terisi dan mendadak, ada sepasang mata yang selalu mengawasi gerak-geriknya.

Itu terus terjadi sampai Shim Changmin pergi berpamitan usai makan siang mereka. Tapi bukankah reaksi Kyuhyun kali ini sungguh tidak wajar? Ini cukup berlebihan bagi Songjin.

Dan cukup membuatnya malu kepada Changmin ketika pria itu terkejut menyadari keberadaan Kyuhyun, lalu setelah itu selalu mendapatkan tanggapan dingin dari Cho Kyuhyun hingga mau tak mau Shim Changmin akhirnya berpamitan untuk pulang.

“Jadi sejak kapan aku memerlukan izinmu untuk bertemu dengan teman-temanku? aku tidak pernah melarangmu bertemu dengan teman-temanmu!”

“Benar.” angguk Kyuhyun cepat. “Tapi aku selalu memberitahukanmu dimana aku berada. Kemana aku pergi dan dengan siapa aku pergi. Jadi kau tidak perlu repot-repot untuk merasa khawatir.”

“Aku khawatir?” Songjin melempar tawa penuh paksaan selagi dirinya memutar memori, pernahkah dirinya merasa khawatir ketika Kyuhyun pergi bersama teman-temannya? lalu memutuskan untuk memergoki dan memberi wajah penuh peperangan kepada teman-teman Kyuhyun?

Oh itu terlalu berlebihan. Dia tidak pernah seperti itu… kan?

“Ya. Dan kau tidak pernah melakukannya. Aku tahu itu.”

“Dengar, kupikir sekarang kau sedikit berlebihan Kyuhyun-ah. Kau sedang merasa cemburu karena aku pergi bersama Changmin Oppa. Jadi hentikan sampai disitu saja dan lupakan semuanya. Aku merasa bedebat denganmu membuatku lapar lagi.”

Udara desember sedang terlalu dingin, tetapi entah bagaimana Songjin merasa hari ini terasa panas. Atau dirinya saja yang menjadi panas karena ulah Kyuhyun. Songjin mengibaskan selembar tissue didepan wajahnya berharap mendapatkan sedikit udara segar dari sana.

“Aku ingin pulang.” Songjin bicara tegas dengan sangat ketus. “Apa kau tetap ingin berada disini dan meneruskan rasa kesalmu pada sendok dan gelas ini, atau pulang bersamaku?”

Kyuhyun berhenti memainkan bibir cangkirnya. Tubuhnya mundur lalu bersandar pada kursi sambil melipat tangan, memandangi Songjin saksama, lantas tersenyum hampa. “Pulang.” jawabnya kemudian. “setelah kau menjawab pertanyaanku kali ini.”

“Lagi?” Songjin membelak terkejut.

“Aku berjanji ini yang terkahir.”

Bibir Songjin mengerucut ketika Kyuhyun memberinya senyuman tulus “Okay kalau begitu. Apa?” putusnya walau merasa jengkel.

“— Seperti yang kau ketahui, aku pernah bersama dengan Gyuwon. Jadi aku hanya berpikir apa kira-kira yang akan kau lakukan jika suatu saat sengaja atau tanpa sengaja kau menemukanku sedang menghabiskan pagiku, siangku atau malamku bersama dengannya?”

Untuk sepuluh detik pertama Songjin hanya terdiam mengigiti bibir. Wanita itu baru membuka suara namun hanya berkata bahwa “itu omong kosong.”

Dan Kyuhyun hanya menggerakkan bahu perlahan menjawab “aku hanya membuat sebuah analogi. Dan itu cukup masuk akal mengingat kau dan Changmin sama-sama memiliki memori. Sama halnya denganku dan Gyuwon.”

Songjin kembali diam. Dia mengerutkan kening tidak mengerti. Tidak tahu sebenarnya, harus menjawab apa ketika disaat yang sama dirinya tahu Kyuhyun terus mengawasinya. Pria itu juga terus menerus mendesaknya berkata “jawab pertanyaanku.” membuat isi kepala Songjin semakin buntu saja.

“Kurasa…” gumam Songjin pelan mengigiti bibir. Kakinya bergoyang goyang dibawah meja tak bisa tenang. “Kurasa sebaiknya aku pulang degan taksi.” lalu kemudian langkahnya bergerak ringan menuju pintu utama meninggalkan Kyuhyun ditempatnya seorang diri yang sedang puas memberi senyuman sinis.


His Too Honestly side

“sebentar, aku tidak mengerti, coba jelaskan lagi bagaimana kau bisa mendapatkan luka-luka ini?” Mata Songjin bergerak cepat keseluruh titik lebam diwajah Kyuhyun.

Di pelipis, di tulang pipi, di hidung, dagu, bahkan mata sebelah kanan Kyuhyun ikut berubah warna menjadi keunguan. Songjin benar-benar tidak memiliki gagasan apapun mengenai alasan keributan Cho Kyuhyun dengan biang kerok sekolah mereka, Jung Dong Wook.

“Kami bertengkar.”

“ya aku bisa melihatnya.” Desis Songjin memandangi lebam diwajah Kyuhyun. Luka-luka keparat itu membuat wajah si tampan ini menjadi buruk. Sangat sangat buruk. Walau harus diakuinya, Cho Kyuhyun masih saja tampak memesona walau kepayahan. “Aku ingin tahu apa ini semacam perkelahian antar pria karena seorang gadis?”

Cho Kyuhyun terdiam. Dia tidak mungkin mengatakan kepada Songjin bahwa alasan perkelahiannya adalah karena dirinya telah muak mendapati cecunguk itu selalu mempermainkan gadis-gadis disekolah mereka. Songjin adalah salah satu korban rutinnya.

Mendapati diamnya Kyuhyun, Songjin mengambil sebuah kesimpulan bahwa gagasannya adalah benar. Dia mengangguk paham berkata, “aku mengerti sekarang.” lalu Kyuhyun segera menyipitkan matanya bertanya, “apa yang kau mengerti?”

“Kau memperebutkan seorang gadis dengan Dong Wook.”

Songjin segera pergi menuju dapur usai mengatakannya. Tidak menggubris Kyuhyun yang berteriak bertanya “Kenapa kau terlihat yakin sekali bahwa tipe wanitaku sama sepertinya?”

Sepuluh menit kemudian gadis itu kembali dengan sebuah baskom dan sapu tangan. Setelah mencelupkan sapu tangan tersebut Songjin kembali mengurusi wajah hancur Kyuhyun.

Songjin menepuk pangkuannya dua kali sembari bertanya, “Jadi siapa kali ini?” Sesungguhnya dia merasa begitu gusar. Dia tidak ingin Kyuhyun jatuh cinta pada gadis manapun. Jantungnya terasa bagai diremas ketika menyadari gagasan utama mengapa Kyuhyun berkelahi. Dia ingin Kyuhyun menyukainya tapi memaksakan sesuatu juga tidak benar.

“Apa?”

“Gadis itu.”

“Bukan urusanmu.” Jawab Kyuhyun pendek meletakkan kepalanya ditempat dimana Songjin memerintahkannya tadi lalu memejamkan mata. Dia baru membuka matanya ketika menyadari wajahnya belum tersentuh sapu tangan basah sedikitpun.

“Apalagi?” Kyuhyun menggerutu. Tetapi gerutuan Songjin tampak lebih nyata sebenarnya. Wajah gadis itu kusut lengkap dengan bibir mengerucut, “kalau bukan urusanku, kenapa kau tidak pulang kerumahmu? kenapa kemari? kau ingin memamerkan hasil perkelahianmu padaku atau apa?”

“Ya.”

“Ya?”

“Ya.” Ulang Kyuhyun kembali memejamkan mata. “Supaya kau berterimakasih padaku karena untuk pertama kalinya aku mendapatkan skors karenamu.”

“Skors? Karenaku?”

Kyuhyun menghela napasnya. Dia harus memikirkan cara untuk menjelaskan kepada Songjin bahwa dia menyukai gadis itu tanpa benar-benar mengatakannya bahwa dia menyukainya. Tapi gagasan seperti itu semakin membuat kepalanya pusing karena harus berpikir keras selagi wajahnya terasa perih dan berdenyut— sakit bukan main.

Terkadang Kyuhyun harus mengakui, urusan wanita akan selalu lebih merepotkan daripada kalkulus. Dia bisa menyelesaikan perhitungan matematika serumit apapun itu, tetapi Songjin? mengapa jatuh cinta pada sahabatnya sendiri terasa begitu salah untuknya?

kyuhyun masih belum memiliki gagasan lain jika nanti— suatu saat nanti, Siwon akan menyadari segalanya. Ayahnya, Ibunya. Ah, hidupnya…. mungkin akan berakhir sampai disana.

“Seseorang harus memberi tahu cecunguk itu mengenai sikapnya selama ini. Karena tidak ada yang tertarik untuk melakukannya, maka aku mengajukan diri. Seperti itulah.”

Alasan yang Kyuhyun buat sebenarnya masih cukup masuk akal. Jung Dong Wook memang menyebalkan dan nyaris seisi sekolah tak menyukainya kecuali tiga orang pengikutnya. Mengenai ulahnya yang kerap kali keterlaluan, apalagi Dong Wook hanya berani melakukan itu terhadap wanita— dan akan melakukan aksi keroyokan ketika sudah berhadapan dengan lelaki itu adalah urusan lain yang juga membuat kesal banyak orang.

Kyuhyun melihat Songjin mengangkat sebelah alisnya usai mencerna alasan yang diberikannya. Gadis itu tampak menggumam dengan volume sangat kecil hingga Kyuhyun menggerutu. “Jadi bukankah seharusnya aku mendapatkan sesuatu seperti kalimat ‘terimakasih karena telah membelaku. Apa yang bisa kulakukan untuk membalas kebaikanmu?’ begitu?”

Songjin diam tidak menanggapi Kyuhyun. Gadis itu mulai membersihkan luka disudut bibir Kyuhyun yang masih menyisakan darah kering. “Hallo, woman! aku sedang berbicara!”

“Bagaimana kalau aku memiliki gagasan lain mengapa kau berkelahi?”

“Seperti?”

“Kau tahu kemarin Dong Wook mencari Gyuwon eonni. Kudengar, katanya dia ingin mengajak Gyuwon Eonni datang ke prom night sekolah?”

“Ohya?”

Songjin segera mengerlingkan mata tajam pada balasan ‘Ohya’ Kyuhyun yang terdengar begitu meremehkan pendapatnya. “kau pikir aku sedang bergurau atau menggodamu?” omel Songjin kemudian.

“Semua orang tahu kalian pernah bersama, jadi aku—“

“Itu sudah lebih dari delapan bulan yang lalu, Songjin.” sela Kyuhyun tampak tenang. Lama Songjin tak bekerja, dia segera menarik tangan Songjin untuk kembali menyeka lukanya. “jadi, itu terdengar tidak masuk akal, karena kami sudah berpisah.”

“Atau, aku yakin kau mendengar gossip tentang Seohyun. Seharusnya dia berada satu tingkat dibawahku. Tapi karena prestasi dan kecerdasannya yang menurut kepala sekolah, diatas rata-rata, sekarang dia berada satu tingkat diatasku. Lucu.”

Kyuhyun tertawa pelan mendengar gerutuan Songjin. Dia menggerakkan kedua alis untuk menjawab “Ya. aku pernah bertemu dengannya satu kali di lapangan. Dia sedang berlatih cheers bersama kawanannya.” Kyuhyun tersenyum tipis setelahnya menggumamkan kata “si gadis baik-baik.”

“Yeah. Jadi hampir seluruh pria sekarang berebut untuk mencari perhatiannya. Kau tahu, mereka ingin membawa Seohyun ke pesta prom. Jadi mari kita bicara jujur, apa kau adalah salah satunya?”

“Aku?” Kyuhyun membuka matanya cepat-cepat. Keningnya mengerut berpikir bagaimana bisa Songjin berpendapat seperti itu ketika mereka telah berteman sangat lama dan seharusnya, Songjin mengerti bahwa Seohyun bukanlah tipenya.

Seohyun terlalu… terlalu baik-baik. Dia gadis baik yang penurut dan Kyuhyun selalu merasa gadis penurut bukanlah tipenya. Setidaknya, untuk saat ini. Dia sedang tertarik pada gadis yang senang melompat-lompat seperti monyet dan tergila-gila dengan warna merah muda.

“apa menurutmu Seohyun tertarik dengan pria nakal dengan luka lebam dan sedang di skors satu minggu?”

“Omong kosong dengan skors. Kau bahkan tidak memiliki jadwal kelas yang penting sejak satu bulan lalu. Kehadiran murid grade akhir di sekolah hanya formalitas saja.”

“Jadi menurutmu, aku bisa berkencan dengan Seohyun?”

“Kenapa tidak?”

“Apa yang harus kukatakan nanti?”

Songjin membilas sapu tangan dan menempelkannya lagi pada wajah Kyuhyun. Kini pada hidung mancungnya. Songjin melakukannya dengan begitu lembut seolah kulit Cho Kyuhyun terbuat dari tissue. “entahlah—“ katanya setelah berpikir panjang. “Mungkin seperti…. ‘hai, aku tidak tahu apa kau ingat atau tidak tapi kita sudah pernah bertemu sekali. Pertemuan kedua sudah pasti jodoh’.”

Kyuhyun segera menyemburkan tawa kencang “Itu apa??” tanyanya masih dalam tawa memegangi perutnya, “omong kosong lagi.”

“itu bukan omong kosong! wanita senang dengan hal-hal manis jadi kau bisa mencobanya supaya kau bisa membawanya ke pesta prom.”

“Kalau begitu bagaimana denganmu? Kalau pertemuan kedua sudah pasti jodoh, lalu denganmu bagaimana? apa kau pernah menghitung sekarang adalah pertemuan kita yang keberapa? Ini sudah lebih dari dua dan kalau menganut teorimu, itu artinya kita bukan lagi berjodoh. Aku tidak tahu lagi apa namanya. Dengar woman, kau, berhentilah menonton drama! isi kepalamu itu sudah—“

Belum sampai Kyuhyun berhenti berbicara, sapu tangan basah Songjin telah menyentuh tulang pipi Kyuhyun berkali-kali begitu kencang. Rahang Park Songjin mengeras kala gadis itu berbicara, “YAAA! Aku kan hanya berpendapat!!” dengan sangat kencang.

Dia menekan sekencang mungkin luka Kyuhyun supaya pria itu tak sampai melihat seperti apa wajahnya kini. Songjin tidak tahu pasti tetapi rasa panas itu telah menjalar sampai keseluruh tubuhnya. Dia merasa malu dan senang disaat yang sama. Cho Kyuhyun tidak boleh melihat seperti apa rupanya saat ini. Kyuhyun tidak boleh tahu bahwa Songjin sedang tinggi— hanya karena pernyataan terlalu jujurnya.

“Tapi pendapatmu terdenggar kony—“

“Kau akan selalu menganggap pendapatku konyol, ‘kan?”

“Nah! beginilah, lihat! pantas saja Seohyun melompati grademu”

“YAAA!!” Songjin menekan lebih kencang hidung Kyuhyun.

“Astaga Songjin! Kau ingin membunuhku? sakit!”

“tutup mulutmu Cho!”

Dan mulai pada detik itu, teriakan kencang penuh rasa sakit terdengar menggema didalam ruang santai kediaman Park.


PS: Giveaway sudah resmi ditutup ya. Jadi yang kirim lewat dari tanggal 15 tidak bisa saya ikut sertakan. Ada yang lucu disini. Awalnya, saya pikir yang tertarik dengan books giveaway ini sedikit. Perkiraan saya paling sekitar 30-50 orang saja. Padahal buku yang saya sediakan hanya 5. Tapi ternyata banyak sekali pesertanya -___- saya mabok baca emailnya satu-satu lol.

Sejak awal informasi books giveaway sampai 15 November pukul 00:00, ternyata sudah ada 300an email yang masuk. Ini timpang banget sama jumlah komen asli. Dan malam ini keseluruhan ada 406 email. Jadi saya minta waktu 2 sampai 3 minggu ya untuk baca dan menentukan siapa yang terpilih. Saya usahakan, semoga akan kurang dari itu waktunya. 

By the way, saya perhatikan kok kayaknya silent readers nya balik lagi ya? atau… malah nambah nih? Jadi mohon maaf ya, mulai saat ini, akan saya protect postingan- postingan saya untuk memperkecil rasa sedih saya karena siders.

and this is just a lil bit of our cutie pie comics. By the way again, now he can talk more than “Ma, Pa, wowofu, peeee, nyo, down, up, and bik-kuit.” I’ll share another part of Cho Hyun Gi on the next chapter.

Thank You all 🙂

139 thoughts on “[KyuJin Series] 10 Reasons To Love You (Cho Kyuhyun) — 3

  1. Sama sama pasangan pencemburu. Songjin ga bisa jawab apa apa wktu disruh jwab pertnyaan Kyu yg trakhir. Hyun Gi, long time no see. Ditunggu ff selanjutny ya kak

  2. Kyuhyun jelas – jelas cemburu tapi gak mau terang – terangan bilang ke songjin kalo dia cemburu malah balikin keadaan kalo songjin diposisinya,hahhahaha…
    Mereka ini jelas – jelas saling suka tapi gengsian ngakuin perasaan masing – masing

  3. 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂 Cho Kyuhyun sampe segitu nya langsung duduk di kursi sebelah Songjin dan Changmin yg beda meja ckck bilang cemburu aja susah banget

  4. Gemesin banget si cemburunya mereka berdua. Aku kangen bgt sm kyujin sm hyungi jg sm kak galuh jg *loh haha . Kak galuh semangat terus !!

  5. Kemarin postingan ini di pw, eh pas buka lagi ternyata udah engga. Kekekeke.. terimakasih kak galuh udah di buka pw nya.
    Selalu begitu , kyuhyun si pencemburu. Orang yg tergila-gila banget sama SongJin mulai sejak dulu. Sweet banget aduh.
    Dan seperti biasa bikin senyum2 greged semdrian. 😀 😀
    406 email, satu di antaranya ada email aku. Hihihihihi. 😀
    Wah bener kata kak galuh, ga sesuai sekali sama comen T.T
    Siders again, T.T kak galuh don’t be sad kak. Kalo mau di PW kasih tau caranya juga buat dapetin pw ya kak. 😀 😀

    Ps : i luv u cho kyuhyun

    Another ps : Kak galuh fighting!!!!

  6. Kak galuh next kak!!!!
    Pelis kakak buat KyuJin story, drabble, ficlet atau apa gitu yang sweet banget kak. 😀 😀
    Kangen moment sweet nya KyuJin. :* :* :*

  7. itu changmin masih ada aja kkkk udah tau kyu cemburu banget sama dia eh songjin malah enak2an makan siang berduaan pula ampun dah

    ini yg bikin geregetan susah banget pada jujur sama perasaan masing2 juga

    keren ditunggu cerita cerita lainnya author-nim^^

  8. Ya ampun rasanya lama bgt ga main ke blog km…

    Hhahah, songjin kenapa juga mesti pulang pake taksi??? Jealous atau apa??? Dasar songjin, kena batunya sendiri

    Kyu percuma beranalogi2, songjin ga bakal peka ;D
    Blm lagi gengsinya yg selangit, ya Tuhan..ntah knp bibir ku mkin melar kalo baca mereka..
    Trims galuh 😉

  9. Wahhhh…Long time no see. Aq lama tak brkunjung ke blogmu gal. hehee.. Dan tertinggal byk cerita sepertinya. huhuuu… aq kangen sama ff series mu yg per partnya yg panjang panjang itu.. hehee.. tp gpp deh. ini sebagai pengobat rindu ku sama kyujin.

  10. lompat-lompat seperti monyet +_+ hahahahahha perempuan penurut bukan tipe nya. apaan coba hahahahha

    ngehibur bgt bayanginnya. cinta memang buat eoh

  11. Bolak balik entah udah ke berapa dalam beberapa minggu tp blm dipost..
    Pas udah beneran putus asa..
    Nengok ada ff terbaru…
    Hehe…senang tak terhingga..😉😉

  12. ayayayayayayayayayayayyyayayaa gemasssss sekaliiii aaaaaaakkkkkk ga ngerti lagi aaaaakkk debat mulu tp debat sweet gitu deeehhh hahahah as always this couple aaahhh iriii. baru sempet baca ini hahah

  13. Kyu cemburunya ga hbs2 klo sma changmin,,,,.dn sayangnya songjin ga penah mngerti itu,,,haha
    baby hyun gi sweet dn ngegemesin bgt!!

  14. Ceritanya keran. Yang bagian his too honestly side ada yg membuatq bertanya2, ndk situ ada gyuwon berarti SMA kan ya, seohyun itu adik tingkat kyu ma songjin ndk SMA tw? Aq kira ndk universitas. Trus kyuhyun emang suka ma songjin dari dulu setelah putus dr gyuwon pindah ke songjin. Tp songjin kan sampai kyuhyun lulus masih suka ma changmin. Malah dy patah hati gara2 gak di ajak ke prom ma changmin. Trus ndk sini kok songjin udh suka ya ma kyu?. Apa aq aja yg gak ngeh ma cerita sebelumnya atau Apa ada masih ada kisah lg kapan tepatnya songjin suka ma kyu😊.

  15. Back back.. cihuy 2 manusia ricuh ini kembali lagii..
    Skrg lagi mbahas masalah asmara yg intinya mah muter2 nya diantara mereka berdua juga..

  16. Finally!!!! Aku pikir ka galuh gk nulis lagi..tapi oas liat email ada notifnya yeyyyyyy
    Seperti biasa, seneng bacanya gk pernah gk gregetan sama kyujin couple ini hehehe
    Keep writing ya ka^^

  17. malah jadi kepikiran ,sbenernya kyu itu suka cwe macem apa. kkkk
    aku sih yakin dia udah punya cewe cmn masi disembunyyiin. tinggal tunggu tanggal rilisnya

  18. kyuhyun cemburuan songjin pun sama😂😂,

    kyuhyun bikin muka songjin kebakaran api cinta:v dgn kata² itu😂😂

  19. honestly
    aku suka banget kyujin before missing terutama waktu mereka lagi SMA
    manis2 gimana gitu
    mulai ada bentuk perhatian lbh dari sekedar teman dekat dr kyu atau songjinnya..
    ee iya
    itu jung dong wook apa jung dong sun ya kak ?
    hehe
    biasanya tukang onar sama bully di sma mereka kan dong sun,
    apa ada tambahan karakter baru ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s