[KyuJin Series] Aghast


[KyuJin Series] Aghast

Cho Kyuhyun | Park Songjin | Cho Hyun Gi

Vignette

 

“I hope you grow up to become that everything you can be
That’s all I wanted for you young’n, like Father, like Son

But in the end I hope you only turn out better than me
I hope you know I love you young’n, like Father, like Son”

-The game busta rhymes, Like Father Like Son-

“Luar biasa.” ucap Songjin merasa tidak terkejut lagi saat mendengar suara tangis Hyun Gi dari ruang makan. Disana, Hyun Gi sudah duduk dikursi makan tingginya dengan wajah merah semerah tomat.

Ada air yang terus mengalir dari kedua matanya— sembari tangan kanan gemuknya memegang dua bongkah biscuit sekaligus. Tangan kiri Hyun Gi— telunjuknya, digunakan bayi itu untuk menunjuk sang ayah.

Tersangka utama masih diam ditempat; kedua tangannya diangkat tinggi seolah dirinya adalah penjahat dan bayi dihadapannya, adalah polisi sedangkan satu-satunya wanita disana, Park Songjin adalah kepala polisi galak dan kejam.

“Bik-kuit!”

Adu Hyun Gi menunjuk Kyuhyun kepada Songjin. Sesungguhnya bukan Kyuhyun. Tetapi kotak biscuit yang dipegang laki-laki itu. Keduanya baru saja berkelahi. Lagi. Dan apalagi alasannya jika bukan karena ulah konyol keduanya sendiri?

“A—aku mengatakan padanya, dia tidak boleh memakan banyak biscuit.” jelas Kyuhyun mengawali. Dia mengamati Songjin takut-takut karena wanita itu tampak telah mengeluarkan tanduk. Dan lagi, ada sebuah pisau buah ditangannya.

“— sebelum makan malam karena nanti dia tidak akan mau menghabiskan makan malamnya.”

“Nyooooo!!!”

“Ya.” Balas Kyuhyun tegas— segera menoleh pada putranya. Hyun Gi langsung diam membatu melihat wajah Appa tiba-tiba terlihat menyeramkan. Tadi Appa tidak terlihat seperti itu meski sepertinya Appa sedang kesal padanya.

“Itu yang Appa katakan tadi. Kau sedang mencoba membuat eomma memusuhiku?”

“Nyo!” kedua mata Hyun Gi berkedipan puluhan kali. Lugu tanpa dosa. Mengamati Kyuhyun seolah sedang menimbang, kemudian tangisannya pecah kembali. Mulut mungilnya meneriakkan kata “mineeeee” dan bergetar hebat.

Dia terus menangis dan menangis.

Menangis, hingga eomma menghampirinya. Memeluknya. Menciumnya. Lalu memberikan kotak miliknya yang tadi dicuri oleh Appa.

Dan seperti itulah kekesalan Kyuhyun malam itu terjadi.

Hanya… sesederhana itu saja.

Jadi, malam itu sebelum mereka tertidur, Kyuhyun melakukan aksi protes atas tindakan yang baginya sungguh semena-mena.

“Kau selalu memanjakannya.”

“Aku tidak memanjakannya.”

“Ya, kau jelas-jelas memanjakannya.” bantah pria itu bersuara meninggi. Memberi penekanan pada kata memanjakan seolah dia menikahi seorang ibu peri dan kini dirinya menyesal menyimpan ibu peri dirumahnya. “kau selalu memberikan apa yang diinginkannya.”

Songjin lantas tertawa. Tidak ada yang lucu dari majalah vogue yang sedang dibacanya. Kyuhyun lah yang lucu menurutnya kali ini. Pernah melihat perkelahian sengit antara laki-laki berusia 28 tahun melawan bayi 16 bulan?

Songjin baru melihatnya disini. Hari ini. Didepan matanya langsung.

“Kau tertawa.” tukas Kyuhyun tidak percaya pada penglihatannya. “dia memiliki ketertarikan yang aneh padaku. Terkadang dia menyukaiku, lalu kemudian memusuhiku. menyukaiku lagi, lalu menggangguku. Dan kau membelanya. Bagimu itu, lucu?”

Songjin tidak banyak menanggapi kekesalan Kyuhyun. Dia lebih memilih untuk bersiul pada sebuah lingerie serba pink milik victoria secret dan menunjukannya kepada Kyuhyun, “belikan aku ini. Aku akan memakainya setiap malam, aku janji.” dia malah merengek, lantas Kyuhyun segera mendengus bagai banteng.

“Kemarin dia menumpahkan kopi diatas laptopku!”

“Karena kau meletakannya diatas meja kerjamu, ‘kan?”

“Karena dia merangkak diatas meja kerjaku“

“Dan bagaimana caranya dia naik ke atas meja kerjamu? terbang?” satu alis Songjin naik ketika wanita itu memandangi Kyuhyun lekat. Bahu pria itu segera melesak turun kebawah– melemas, “aku yang membawanya.” 

“Nah.”

“Tapi itu karena–” telunjuk Songjin naik ketika wanita itu menunjukan gambar sebuah gaun pantai, “bagus tidak?” tanyanya lugu.

Lalu melihat wajah Kyuhyun yang tampak tidak bisa lagi diajak berkompromi, Songjin hanya menghela napas panjang; menutup majalahnya.

Dia meletakkan majalah itu pada nakas disampingnya— juga melepas jepit rambut—membiarkannya terurai ketika dirinya tidur nanti. Park Songjin lalu menarik selimut setinggi dada, kemudian memeluk pinggang Kyuhyun kencang sambil menarik napas panjang-panjang, lalu membenamkan wajahnya pada dada suaminya.

“Kalau anakmu sudah bisa berbicara lancar, dia pasti akan mengatakan ‘aku bosan bermain dengan eomma setiap hari. Kapan Appa akan berhenti bekerja dan mengajakku bermain?’ begitu.” kata Songjin terdengar samar karena suaranya terpendam tubuh Kyuhyun.

“Sepertinya dulu kau pernah berkata padanya untuk cepat keluar dari perutku karena kau ingin memeluknya. Aku tidak mengerti bagaimana bisa sekarang kalian selalu bertengkar.” Songjin menggeleng tidak habis pikir “dan alasan pertengkaran kalian, apa tidak ada yang lebih menarik?”

Dia mengangkat wajahnya hingga berhadapan dengan Kyuhyun, “biskuit?” Dia tertawa mencibir. “Dua hari lalu kalian berebut kakiku. Kemarin kalian memperebutkan kunci mobil. Hari ini kalian memperebutkan biskuit. Besok apa?”

“aku lebih dulu menggunakan kakimu sebagai guling. Bukan salahku jika tiba-tiba dia menginginkannya juga”

“Serius Cho Kyuhyun.” dengus Songjin malas. “lalu kunci mobil?”

“Terang saja! dia tidak bisa mengemudi!” Kyuhyun berapi-api namun Songjin segera tersenyum lebar. “itulah.” katanya segera menjentikkan jari didepan hidung Kyuhyun. “karena dia belum bisa mengemudi, suamiku yang tampan. Kalau putramu bisa mengemudi, kurasa dia sudah membawa kabur mobilmu— menubrukannya pada rambu lalu lintas atau menceburkannya ke sungai karena dia tahu cara terbaik untuk menarik perhatian Appa.” lanjutnya kemudian menekan bibirnya dalam-dalam pada bibir tebal Kyuhyun menyudahi perdebatan tengik tidak berbobot mereka.

Dia segera buru-buru berhenti sebelum Kyuhyun menyadari apa yang sedang terjadi padanya. Sebelum pria itu mengalungkan tangan dipinggangnya— kembali memeluk pria itu lagi sambil mengucapkan selamat malam untuknya

** **

“Aku memesan makan siang dan membuat makan siang untuknya. Kau bisa menjag—“

“kau bercanda.” Kyuhyun telah setengah jalan untuk menolak. Pria itu masih menyimpan sisa kekesalan kepada putranya; juga istrinya tentu saja karena selalu— tidak pernah tidak— berada dikubu lawan, menyisihkannya semudah itu. “dia bisa mengeja namanya sekarang. Baru bisa maksudku.”

“Lalu?”

“Cho Kyuhyun—“ Songjin memandangi suaminya dengan wajah datar. Rasa ingin mencekik pria itu akan selalu ada tetapi gila namanya jika dilakukan tepat dihadapan putra mereka.

Jadi alih-alih melakukannya, Songjin menggapai ponsel seraya bertanya “menu apa kali ini? Italia? China? Jepang? India?”

“Dia tidak menyukaiku!”

“sepertinya tidak juga.” Songjin memiringkan kepala mengintip Hyun Gi dari balik tubuh Kyuhyun. Bocah itu sedang bercakap-cakap menggunakan bahasa planet lain berbicara dengan guling kecil miliknya. Terkadang Hyun Gi juga menganggukan kepala lalu berkata “yes yes” entah apa maksudnya.

“Alphabet!” seru Songjin. “kau tahu dia sudah bisa mengeja alphabet ‘kan?— tidak seluruhnya memang. Tapi tetap saja” jemari Songjin mengibas diudara. Wanita itu jelas tampak bangga kepada putranya.

Putra mereka.

“huh?”

“Jadi kau belum tahu?”

“Bagaimana—“

“Tepat sekali! kalau begitu sana!”

“kau bercanda lagi.” Kyuhyun tampak terkejut. Berulang kali menoleh kebelakang untuk melihat wajah putranya karena sungguh dengan wajah seperti itu, Hyun Gi tidak terlihat sanggup melakukannya.

Bayi menggemaskan disana itu? yang benar saja! untuk menuju tempat yang diinginkannya saja Hyun Gi masih harus menggelindingkan tubuh.

“Oh aku tidak bercanda. Changmin oppa sering mengajar—“

“Changmin?” tiba-tiba radar Kyuhyun seolah menyala. Alarm berdering kencang didalam kepalanya hingga secara refleks tangannya terlipat didada dan matanya menyipit “Shim Changmin maksudmu?” ketusnya.

“Shim Changmin mengajari putraku alphabet?”

“Aku bisa apa? ayah kandungnya sibuk mencari uang dan menggoda gadis perawan warga negara China yang akan membuka restoran masakan Korea sebentar lagi.” balas Songjin mencebikkan bibir dan mengernyitkan wajah.

Tidak lama setelahnya wajah menyedihkan itu berubah menjadi ancaman berupa pendelikan dan bibir yang mengatup rapat. “Kita akan bertengkar lagi?” tebak Kyuhyun pelan.

“Ya.” balas Songjin langsung secepat kilat. “Ya, setelah aku memesan makan siang dan kau menemani putramu bermain.” katanya tanpa memberi jeda. Lalu Kyuhyun hanya menarik napas panjang dan menghelanya cepat.

Berjalan gontai mendekati Hyun Gi, tersenyum, mengerucutkan bibir kemudian duduk bersila berhadapan dengannya.

“jadi, putraku— sayang. Sebelum ayahmu dicincang habis oleh ratu kanibal—“ matanya mengelilingi sekitar meja bar, memilah satu diantara banyak buku disana, lalu pada akhirnya mengambil satu buku paling tipis.

“Bagaimana jika ini?” Dirinya memberi tunjuk buku bersampul merah dengan banyak gambar huruf-huruf bermain dipinggiran kolam. “amazing, right?”

“Amayzing”

“Ama—“ Kyuhyun nyaris membelakkan mata terkejut akan kemampuan meniru putranya kini meranjak naik menjadi copycat 2.0.

Perlahan terdapat senyuman tipis dari sudut bibirnya ketika dirinya mulai membuka buku bacaan milik Hyun Gi, dan menunjuk satu persatu huruf disana, lalu dengan mudahnya Hyun Gi menjawab sekaligus.

“Aei— Bi— Si—“

“wow.”

“Wooow.” dia kembali meniru hingga Kyuhyun tak bisa untuk tidak tertawa. “okay okay copycat, a, b, c, and then?”

“Si—Si—Si—“

“Yeah?”

“Si—Si—“Siiii—“

Hening.

.

.

“Bi—“

Bi? kening Kyuhyun segera mengerut seraya kembali bertanya “yeah B right. lalu?”

“Si—Bi—Si—Si”

“Iya benar B, C, lalu?”

Ada keheningan selama beberapa saat diantara ayah anak tersebut. Cho Hyun Gi diam ditempat memandangi buku miliknya yang dipegang oleh Kyuhyun.

Sedangkan Kyuhyun sama diamnya— memberi jeda bagi Hyun Gi untuk berpikir. Dan Hyun Gi memang terlihat berpikir sangat keras pada huruf yang Kyuhyun tunjuk dengan telunjuk. “eee?”

Nope. it’s not e.”

“Wai—”

“Wai?” Kyuhyun termenung lagi. “wai itu apa?” Kemudian dirinya sungguh-sungguh bertanya kepada Hyun Gi namun putranya malah memberikan senyum lebar sambil merentangkan tangan, sehingga Kyuhyun mau tak mau memberikan pelukan kilat padanya. “jadi wai itu apa?”

“Wai!”

“Wa—i??”

“Twooooo. Twiii Fou Five Six.”

Ah! Numeric!

Pantas saja sejak tadi mereka sama-sama saling tidak memahami. Terdapat perbedaan topic dasar disini. Tapi coba lihat putranya! Kyuhyun hampir tidak pernah melihatnya mengucapkan deretan numeric dihadapannya.

Dan seolah baru memenangkan judi, Kyuhyun merasa puas habis-habisan dengan kemampuan putranya.

“eomma berkata, kau mulai bisa mengeja namamu? benar?”

“Bik-kuit!”

“Okay.” satu keping biscuit cokelat berpindah tangan. Kyuhyun memberi jeda kepada Hyun Gi untuk menikmati snack bulat itu lalu kemudian satu menit setelahnya kembali bertanya. “bisa kita coba?” pintanya. “Siapa namamu?”

“Me.”

“Tentu saja kau. siapa lagi memangnya?!”

“Me. hehe.” kekeh Hyun Gi mengangkat tangan berisi satu keping biscuit cokelat tinggi-tinggi. Dia terlihat sangat senang— membuat 2 gigi bawah dan 2 bakal gigi diatasnya yang nyaris tumbuh lagi terlihat sangat jelas, “Hyun!” katanya kemudian.

“Hyun?”

telunjuk gemuk Hyun Gi kemudian mengarah pada Kyuhyun. Tidak berapa lama, bayi itu menjerit. “Cho!” lantas Kyuhyun diam ditempat lagi. “Baiklah, mari kita luruskan lagi. Kita sama-sama memiliki Cho dan Hyun— jadi katakan lebih terperinci.”

Lihat apa yang sedang Appa minta kali ini. Hyun Gi tidak bisa berhenti mematung ditempat berpikir keras hingga menggeram. Maka kemudian Kyuhyun segera mengubah pertanyaannya, kalau-kalau otak putranya tiba-tiba mengeluarkan asap.

“siapa namaku?” Kyuhyun menunjuk dirinya sendiri lantas dengan senyuman lebar, liur dipinggir bibir, malu-malu Hyun Gi menjawab “daddy.” ungkapnya merundukkan kepala menarik kedua sisi gulingnya kencang. “Cho– Kyu— daddy”

Dan Kyuhyun?

Entahlah, pria itu sedang tersenyum terlampau lebar kini. Tampak puas dan bangga disaat bersamaan.

170 thoughts on “[KyuJin Series] Aghast

  1. Ya ampun cho hyun gi gemesiiin sampe ingin aq uyet2 ni bayi saking lucunya author tolong di buat lagi yah kyujin story yg family ada hyun gi maksh

  2. Ngakak gara2 materi perdebatan kyu ma hyun yang terlalu konyol.. kaki pun juga jadi rebutan. Tapi hyun gi anak yang cerdas. Songjin eomma sayang banget hyun gi sampai kyu appa cemburu gila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s