[KyuJin Series] First Curse Word


[KyuJin Series] Baby Development Stages

Stages 1

Vignette

“First Curse Word”

Cho Kyuhyun | Park Songjin | Cho Hyun Gi 

Mencoba mengisi kegiatan di akhir pekan Songjin menyibukan diri membuat semangkuk masker alami berbahan dasar alpukat, telur dan madu.

Tidak hanya mengoleskan pada wajahnya, Songjin juga membuat Kyuhyun— orang pertama yang langsung menolak mentah-mentah saat Songjin mulai menghampiri ruang santai berjalan mengindik—akhirnya turut serta dalam praktek uji coba masker baru.

Kyuhyun merasakan dingin disekitar wajahnya. Itu bagus. Terasa nyaman, tetapi dia tidak menyukai perkakas wanita seperti, pewarna kuku, alat pengeriting rambut, lipstick, mascara, dan juga masker adalah salah satu dari sekian banyak contoh.

“Sudah selesai?” desahnya pasrah. Kyuhyun hanya bisa meremas tablet erat. Tadi dia sedang membaca koran digital saat Songjin datang menyergap. Bagian terburuknya, ini bukan menyergap dalam arti menyenangkan seperti pikirannya selama ini.

Songjin mengangguk-angguk tetapi Kyuhyun tidak dapat melihatnya karena kedua mata pria itu ditutupi oleh timun. “Sedikit lagi.” jawab Songjin tersenyum puas pada mahakaryanya. Jelas ini adalah sebuah mahakarya. Siapa lagi yang bisa mengolesi wajah Cho Kyuhyun dengan masker alpukat selain dirinya?

Dia bisa berbangga hati, mungkin terdapat ratusan wanita yang mengenal Cho Kyuhyun dan sedang membayangkan seperti apa rasanya bermain-main bersama pria ini alih-alih hanya bermanja-manja ria menghabiskan waktu.

“Selesai.” Songjin menegapkan tubuh tersenyum lebar. Wajah rupawan Kyuhyun kini tertutup rapat oleh sesuatu, semacam lendir, tampak seperti bubur namun lebih kasar, terbuat dari alpukat telur dan madu, berwarna hijau muda— dan menjijikan.

Catat. Menjijikan.

Kyuhyun mengerang di dalam hati. Berteriak. Kesal. Jengkel. Dia begitu membenci hal semacam ini tetapi lihatlah ketika cinta menjadi alasan. Tiba-tiba kau memiliki banyak toleransi bagi kebencian itu. Bukankah itu terdengar lucu?

“Selesai?”

“Yeah.” Angguk Songjin cepat. Kyuhyun mencolek pipinya yang terasa lembab. Telunjuk— tersangka utama yang digunakannya tadi lantas terkena lendir hijau, slime sialan tersebut dan yang bisa dilakukannya hanya mengernyit serta mendesah panjang.

Kyuhyun menyingkirkan Songjin dari pangkuannya. Mendudukan wanita itu disofa disampingnya dengan hati-hati lalu mengambil cermin, segera memandangi wajahnya sendiri lagi-lagi mengerang pedih “kau apakan wajahku?” desahnya lirih. Sedih.

“Itu masker untuk wajah berminyak. Jika kau rutin menggunakannya, Wajahmu tidak akan berminyak lagi. Jumlah jerawat diwajahmu juga akan berkurang drastis, percaya padaku. Aku pakarnya”

Jelas Songjin menepuk bahu Kyuhyun beberapa kali lalu pergi begitu saja meninggalkan pria itu dalam kesengsaraannya. “Aku bisa menghapusnya sekarang?”

“Tidak.”

“Kenapa?”

“Jangan!”

“Jangan kenapa?”

“Jangan coba-coba!”

Songjin muncul bertolak pinggang dengan ponsel ditangan. Wajahnya masam. Mengerut kencang. Bibirnya mengerucut. Jika wajah cantik Songjin tidak sedang ditutupi lendir-entah-apa-namanya itu garis-garis amarah pada dahinya akan terlihat jelas saat ini.

Tetapi Kyuhyun tidak terlalu mempedulikannya. Dia ingin segera menyudahi acara pesta masker wanita ini dan bersiap-siap untuk datang ke arena bowling— dan bukankah Songjin juga harus bersiap-siap? Mereka akan datang bertiga sore ini, menghabiskan akhir pekan bersama bermain bowling atau hanya menonton sekelompok orang bermain di dalam arena— apapun itu asal bukan memainkan perkakas wanita seperti ini.

Semenjak Songjin menemukan situs beauty with nature secara tak sengaja wanita itu mendadak menjadi pengggila masker alami dan Kyuhyun akan selalu, catat, se-la-lu menjadi tester seolah tikus putih dalam laboratorium.

Sesungguhnya tidak hanya Kyuhyun. Songjin memaksa semua orang didalam rumah untuk ikut serta uji cobanya. Semua. Ya. Termasuk putra mereka yang tak tahu apapun selain pesawat, pororo, biscuit dan elmo yang belakangan ini menjadi idola terbarunya.

“Aku tidak pernah terlihat sepayah ini dalam hidupku.” Desah Kyuhyun putus asa menempelkan kembali timun pada matanya, bersandar disofa berharap tidak mendapatkan satupun tamu hari ini karena tidak mungkin dirinya melayani tamu dengan wajah menjijikan seperti ini.

Saat suara satu-satunya di dalam ruang santai tersebut hanyalah detak jam, Kyuhyun mulai mendengar sayup tambahan suara tawa— rasanya tidak berasal jauh darinya. Dia juga mengenal jelas pemilik suara tersebut.

dia semakin yakin saat suara itu memanggilnya “daddy,”

“Hng?”

“Pa!

“Hng?”

“Daddy!”

“Apa?!”

Kyuhyun duduk tegap lalu secara otomatis timun dimatanya terjatuh. Kyuhyun tidak terkejut saat melihat Hyun Gi tertawa. Ralat. Menertawainya. Yang membuatnya terkejut adalah ketika Hyun Gi, tidak dalam lendir hijau yang sama sepertinya— kecurangan Songjin kali ini yang patut dipertanyakan, tidak memperlakukan mereka rata seperti biasanya— bayi itu tertawa sambil mengunyah irisan timun seolah itu adalah biscuit.

Satu-satunya perkakas masker yang dipakai olehnya saat ini, pada akhirnya hilang juga.

“Daddy no no no no” Hyun Gi terkikik geli menggelengkan kepala.

“Jangan makan timun mu!” tegur Kyuhyun terkejut mencari sisa irisan timun disekitarnya namun dia tidak menemukan satupun kecuali miliknya diatas karpet.

Telunjuk Hyun Gi mengarah padanya. Bayi satu tahun tujuh bulan itu tertawa geli begitu lepas seperti ketika dirinya menonton pororo. Atau elmo. “Daddy—“ ujarnya pada Kyuhyun. Seolah wajah Kyuhyun terlihat sangat lucu dengan lendir hijau, tetapi yang tidak disadari oleh bayi itu, dia sendiri juga terlihat sama mengenaskannya sebagai lelaki.

“Kau menertawaiku?” Kyuhyun mendengus. Tidak tahu harus membela diri seperti apa jika berhadapan dengan seorang bayi dibawah dua tahun. Pada akhirnya dia hanya menghela napas lagi seraya mengambil tabletnya.

Namun belum sampai tablet itu menyala, Kyuhyun mendengar Hyun Gi tertawa lagi. Menertawainya. “Funny.” ucapnya menyengir lebar. Tiga gigi susu terlihat jelas— sesungguhnya itu tampak amat sangat menggemaskan, tetapi saat ini Kyuhyun menolak untuk merasa terpesona pada putranya sendiri.

“I am funny?”

“Yes.” aku Hyun Gi. “Daddy-Funny“ terang bocah itu tampak senang. Terlebih saat sang ayah terlihat merana. Kyuhyun hanya menarik sudut bibirnya memberi seringaian lalu beralih pada tabletnya lagi. Dia membiarkan tawa Hyun Gi membahana sampai telinganya mendengar jelas apa yang putranya katakan, jelas hanya untuknya mengingat posisi mereka sedang berhdapan.

“Ugly.”

“What?”

“Ugly.”

Kedua mata Kyuhyun mengerjab; dia seolah tak percaya putranya baru saja menghinanya. Yang lebih parah, Songjin berada tak jauh darinya, hanya berdiri dibelakang sofa tempat Hyun Gi duduk dan malah ikut tertawa tanpa mencoba memberitahu putra mereka mengenai hinaan yang baru dilemparkan Hyun Gi untuknya.

“What did you say?”

“Ugly.” ulang Hyun Gi “daddy- so- ugly.”

Kyuhyun diam. Berhenti menyentuh tablet, beralih pada bayi laki-laki menggemaskan tersebut. Dia tersenyum lebar, alih-alih marah, Kyuhyun tampak terlalu tenang untuk disebut seperti itu. Dia mengetukkan jemari pada badan sofa ketika dirinya berpikir sejenak sambil mengamati putranya dan Songjin bergantian.

Kyuhyun tidak tahu apakah kata ‘ugly’ yang ditujukan bagi seseorang dapat dikategorikan sebagai kutukan tetapi jika itu diucapkan dari seorang anak yang belum genap berusia dua tahun, bukankah itu artinya dia harus menjadi guru dadakan sore ini sebelum kata kutukan lain mulai didengarnya?

Orang tua muda ini harus sadar bahwa putra mereka memiliki perkembangan cukup berbeda dibanding bayi pada umumnya. Hyun Gi boleh saja memiliki tubuh mungil tak serupa pada bayi diusianya namun mulut Hyun Gi bekerja lebih cepat dibanding kakinya. Jauh lebih cepat dari bayi rata-rata. Bukan sebuah kejutan lagi jika saat Hyun Gi genap dua tahun, dia sudah mulai bisa membaca atau paling tidak sanggup mengidentifikasi kata per kata dari buku-buku cerita miliknya.

“Well, at least now we have something to do rather than bowling games.” Kyuhyun mengubah duduk menjadi bersila. Tersenyum pada Songjin menepuk lahan kosong disampingnya meminta wanita itu segera mendudukinya.

“Someone needs to learn about manner, right, Cho Hyun Gi? It’s okay I’m not mad at you but don’t you think, you have to learn about curse words earlier?”

Seolah mengerti seluruh perkataan sang ayah Cho Hyun Gi sontak mengentikan tawanya. Bersuara “oops” dengan nada bertanya lalu melirik pada Songjin tetapi Songjin ikut menggeleng padanya seperti menandakan bahwa dia pun tidak bisa melakukan apa-apa kali ini.

“I said i’m not mad at you.” Ujar Kyuhyun. “you just need to learn something.”

“No.”

“Yes.”

“No.”

“Yes i’m your daddy i can do whatever i want.”

“No no!”

“Yes, yes bumble bee, now crawl to me. Now.”

135 thoughts on “[KyuJin Series] First Curse Word

  1. Hahahahahhahaa….nyebayangin cho kyu pake masker bnr2 pengen ketawa!!parahnya lagi hyun gi blang funny!!waahhhhhh kpn hyun gi bsa muji kyu ya!!hahahahah

  2. Kyuhyun selalu jadi korban tp ya demi cinta mau diapain juga gakpapa lah ya sebahagia songjin aja. Yaampun hyungi emang mengejutkan sih dia nih cepet bgt nangkep semua hal2 baru mau yg baik maupun gak but kyuhyun tiba2 jiwa daddy keluar. I know he was a great daddy^^

  3. astagaaa siapa yang ngajarin hyun gi ngomong gitu hahaha btw kyuhyun keren juga disini kalo pake masker gitu, pasti lucyu 😀 dan seneng banget ada pict hyun gi di akhir yang selalu bikin gemes.. ahh semoga ada video nyaaa, pasti lucyu.. btwe tumben juga kyuhyun nurut, tadi juga di part sebelum baca ini si kyu rela songjin menang pas main tebak-tebakan. kesambet apa si kyu hahah..

  4. YA AMPUN BARU SEMPET BUKA BLOG HAHA .. Bayangin kyu muka.a berminyak trusjerawatan gimana gitu ya haha ancur imaginasinya..kalo bayangin kyu perutnya kotak” lebih ancur

    Parahnya bayangin kyu ngajarin hyun gi haha ya ampun suami idaman bgt 💕 ditambah ppunya suami pasrah.. Ahh songjin mah kdrt mulu haha

  5. YA AMPUN BARU SEMPET BUKA BLOG HAHA .. Bayangin kyu muka.a berminyak trusjerawatan gimana gitu ya haha ancur imaginasinya..kalo bayangin kyu perutnya kotak” lebih ancur

    Parahnya bayangin kyu ngajarin hyun gi haha ya ampun suami idaman bgt 💕 ditambah ppunya suami pasrah.. Ahh songjin mah kdrt mulu haha… Kenapa anak 17 bulan udh pinter gtu? Apa gennya kyu kuat.a bgt haha.. Itu foto hyun gi tuh mbayanginya kaya lg nyolot nglawan kyuhyun trus bilang NO NO sambil mengeram haha

  6. yaampun kelakuan keluarga ini memang luar biasa aneh nya 😀

    aduhh kangen sama hyungi,tinggah dia makin lucu aja,apalagi kalau udah sama ayahnya. 😀

  7. Hahaha…belom genap 2 tahun hyun gi udah diajarin manner,good job kyu…
    Hyun Gi-ya…walaupun kini eommamu tak memihak dirimu kau tenang saja ya sayang karena imo akan selalu berada di pihakmu

  8. waduh… waduh… lama gak main ke rumah hyun gi, ekh udah tambah pinter aja ni anak,, makin seneng liatnya ❤❤

  9. Joahjoahjoah..
    Hyun gi blum gnap 2 thun udh pinter b.inggris… Btw udh bisa bhasa korea blum tuh…? Seru Daebak!

  10. Kayaknya ….. Hyun gi bakalan lebih pinter dari kyuhyun dan lebih berisik aka cerewet dari Songjin.
    Keluarga yang …… ahhhhhhhhh ngegemesin 😊😊😊😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s