[KyuJin Series] Everything is Mine!


[KyuJin Series] Baby Development Stages

Stage 2

Oneshot

“Everything is Mine!”

Cho Kyuhyun | Park Songjin | Cho Hyun Gi 

 

“Teritorial. Hyun Gi sudah berada pada usia dimana dia telah mengetahui apa-apa saja miliknya. Mereka di usia ini bisa menjadi begitu terikat, ketat, mendominasi bahkan memperjelas hak milik pada siapapun yang mencoba mengganggu teritorialnya. Kalian contohnya. Menurutnya kalian adalah miliknya, jadi tentu saja dia akan marah saat kalian mengacuhkannya dan sibuk pada hal lain. Seperti itu penjelasan sederhana yang bisa kuberikan.”

Kata-kata Eunhyuk diputar lagi didalam kepala Songjin. Bahkan juga Kyuhyun yang sedang mengemudi; hanya diam mengerutkan kening memerhatikan jalan. Terkadang merasa aneh, namun terkadang juga tersenyum.

Aneh karena Cho Hyun Gi nya bukan tipe pecemburu jika itu telah berurusan dengan dirinya. Maka dari itu Kyuhyun akan selalu tersenyum jika membayangkan keributan konyol ditaman restoran China siang tadi.

Begini, jadi, hari ini 12 februari, adalah hari ulang tahun Hong Seok Cheon— ayah Kim Eun Soo. Pria itu mengadakan makan siang besar besaran sekaligus penggalangan dana bagi anak-anak jalanan dan kurang mampu. Tiga panti asuhan diboyong seluruh isi personelnya dalam acara makan siang tersebut.

Jadi, bisa dibayangkan betapa ramainya acara makan siang tersebut, bukan? Kyuhyun datang bersama Songjin dua jam lebih awal. Mereka sengaja melakukannya supaya tidak menjadi focus utama daripada orang yang semestinya menjadi bintang pada siang itu.

Mengingat beberapa waktu lalu mereka hangat dibicarakan diberbagai media terkait kencan buta tolol dan ciuman panas apalah itu di Namsan Tower, ulah kakak beradik Cho dan Choi— rasanya kali ini pun mereka pasti akan menjadi sorotan, cepat atau lambat.

Lagipula Kyuhyun datang dengan membawa banyak perkakas. Dia membawa lusinan pakaian layak pakai untuk wanita, pria dan anak-anak, serta mainan anak; boneka, robot, barbie, lego, puzzle dan sebagainya. Terang saja kehadirannya langsung disambut meriah— terlebih anak-anak disana.

Kyuhyun dan Songjin langsung diserbu bagai gula ditengah kubangan semut. Sambil membagikan mainan Kyuhyun dan Songjin terkadang mengajak berbicara satu persatu dari mereka. Mereka bertanya. Menanyakan apa saja yang bisa ditanyakan. Nama, usia, hobi, perkembangan sekolah mereka dan sebagainya.

Sibuk mengurusi anak lain, mereka tak menyadari bahwa Hyun Gi dipangkuan Kim Hanseo, ibu Eun Soo sudah menekuk wajah, memandang orang tuanya masam. Puncaknya adalah ketika Hyun Gi dikerubungi oleh Donghae, Eun Soo dan Eunhyuk.

Sesungguhnya meski Hyun Gi tak sedang mendapatkan perhatian penuh Kyuhyun maupun Songjin, bocah itu tetap menjadi pembicaraan utama tamu-tamu. Atau Eun Soo dan Donghae yang sangat menyukai anak-anak dan menginginkannya namun terhalang banyak hal.

Contoh, status misalnya? Sebagai informasi saja, super model seksi itu tidak pernah mengakui Lee Donghae sebagai kekasihnya didepan khalayak umum. Donghae cukup menyadari posisi Eun Soo dan tak pernah sekalipun mempermasalahkannya.

Lee Hyuk Jae— Eunhyuk, pria itu adalah dokter anak jadi terang saja dia juga menyukai anak-anak. Apalagi saat disodori bayi gemuk penuh lipatan disekujur tangan dan kaki. Pipi besar seakan ingin tumpah, mata bulat cokelat madu, dan sedang dalam posisi dimana dia akan meniru seluruh perkataan juga tingkah orang disekitarnya— Eunhyuk tidak bisa untuk tidak berpikir bahwa menikah adalah ide yang tidak terlalu buruk pada akhirnya. Dia hanya perlu menemukan wanita yang sesuai, untuk dinikahi.

Kim Hanseo— ibu Kim Eun Soo sendiri telah mengidamkan saat dimana dirinya bisa terbangun dipagi hari dan mendengar tangis bayi. Wanita itu adalah supporter utama Lee Donghae dalam menarik perhatian putrinya.

Dan Hong Seok Cheon, ayah Eun Soo— dia menyukai Hyun Gi karena menurutnya Hyun Gi adalah bayi cerdas. Mengingatkannya akan Eun Soo dahulu. Sambil duduk ditempatnya Seok Cheon tak bisa menutupi lengkungan senyum saat terkadang ketika Eunhyuk dan Donghae melakukan hal konyol, lalu Hyun Gi tertawa.

Ketika Hyun Gi diajak berinteraksi— berbicara dengan berbagai bahasa, Korea dan Inggris, dia memahaminya. Dapat memberikan respon. Sadar Hyun Gi tidak kesulitan dalam mencerna dua bahasa tersebut, Donghae lantas segera mencekokinya dengan bahasa Jepang membuat Hyun Gi hanya bisa mengikuti penggalan-penggalan kata tidak terdengar sempurna.

Tetapi keceriaan Hyun Gi hanya bertahan beberapa saat saja. Eunhyuk adalah orang yang pertama sadar ketika focus Hyun Gi tak lagi disana. Kepalanya bergerak kesana kemari, matanya sibuk menjelajah ruangan, mencari sesuatu.

Lalu ketika Hyun Gi menemukan orang tuanya sibuk bercengkrama dengan orang lain, seolah patah hati, dia langsung mengerutkan bibir. Menangis. Bibir kecil itu awalnya hanya bergetar saja. Yang paling menunjukan kesedihan adalah bola matanya.

Kedua bola mata Hyun Gi mendadak berkaca-kaca. Tak lama, air mata mulai menumpuk disudut-sudutnya, kemudian tangisan itu pecah. Hyun Gi menangis sambil berteriak “mineeee” seperti biasa— sama halnya ketika dia berebut biscuit dengan Kyuhyun maupun Siwon.

Saat Kyuhyun dan Songjin belum menyadari bahwa Hyun Gi menangis karena mereka, lalu tangisan Hyun Gi semakin kencang dan mengencang, Kim Hanseo menyerah menangani Hyun Gi. Begitupun Eun Soo, Seok Cheon, serta Donghae, hanya Eunhyuk sajalah yang telah terbiasa menangani air mata sendu para bayi.

Kaki Hyun Gi menendang-tendang udara ketika dia berada didalam gendongan Eunhyuk. Masih menangis, Hyun Gi menunjuk pada arah dimana Kyuhyun dan Songjin berada. Mulut yang tadi berteriak “mine” sekarang berubah menjadi panggilan sehari-hari, “ma” dan “pa.”

Saat itulah Eunhyuk sadar Cho Hyun Gi sedang mendeklarasikan kecemburuannya. Itu ialah kejadian singkat reka ulang penjelasan mengapa hingga detik ini wajah Hyun Gi ketus baik kepada Kyuhyun, apalagi Songjin.

Ketika menoleh dan mendapati wajah putranya masih terang-terangan mengibarkan bendera peperangan Songjin menghela napas panjang dan berat. Dia menyenggol lengan Kyuhyun disampingnya. Memberi isyarat mata kepada Kyuhyun untuk ikut melihat seperti apa rupa Hyun Gi.

Kyuhyun terkikik geli saat melihat wajah Hyun Gi dari spion tengah. “aku ingat wajah seperti itu.” ujar Kyuhyun dengan cengiran. “Ah!” dia menjentikkan jemari “itu wajah yang kau berikan dimalam ulang tahun perusahaan! saat kau mengatakan kau ingin mengenakan gaun malam lama milikmu tapi ketika kau pakai gaun itu tidak cukup lagi.”

Cengiran Kyuhyun berubah menjadi gelak tawa besar. Suaranya membahana didalam kendaraan miliknya. Dia melirik Hyun Gi lagi dari spion tetapi wajah putranya masih belum berubah. Seolah lelah dengan kehidupan— tak ingin ikut campur dalam basa-basi orang disekitarnya.

“Dari semua hal dimalam ulang tahun perusahaan, kau hanya ingat bagian itu saja, kenapa aku tidak terkejut.” gerutuan Songjin terdengar bersamaan dengan tubuh wanita itu yang melesak turun semakin kebawah. Bahunya mengendur lemas, bibirnya mencebik seperti bebek.

“Aku tidak hanya ingat bagian itu. Aku juga ingat kau menolak untuk berdansa denganku.”

“Aku tidak bisa dansa.”

“Tapi tiga puluh menit kemudian kau berdansa dengan Siwon Hyung.”

“Dia memaksaku.”

Kyuhyun berdecak sebal, “seharusnya aku juga memaksamu saat itu.” ungkapnya jujur terdengar lebih seperti gerutuan daripada pernyataan menyesal. “Tapi aku juga ingat setelah malam itu dipagi hari aku terbangun dengan pinggang pegal-pegal.”

Wajah Songjin segera merona. Dia ingin tertawa namun terlalu malu untuk melakukannya. Oh yeah, dia juga mengingat apa yang terjadi dimalam itu secara mendetail. Semuanya.

Kini Songjin bisa mendengar suara Kyuhyun tertawa menggoda. Alih-alih memerhatikan wajah Kyuhyun, Songjin menoleh untuk melihat kondisi Hyun Gi. Dia terkejut mendapati Hyun Gi itu masih saja dalam posisi yang sama. Bahkan dalam raut wajah yang kini tampak lebih menyeramkan.

— — — — —

“Kiri.” Songjin setengah berteriak. Kyuhyun memandangnya penuh tanya dengan satu alis terangkat, “yakin?” tanyanya mencoba menghancurkan keyakinan Songjin.

Songjin segera menelan ludah. Dia ingin mengangguk tetapi sesungguhnya dia juga tidak begitu yakin apakah strawberry miliknya terdapat didalam genggaman tangan kiri Kyuhyun. Dia tidak terlalu percaya pada matanya yang sering rabun jika sudah berhadapan dengan si rupawan tengik ini.

“Aku bisa melakukan apa saja saat kau salah menebak— kau ingat itu ‘kan?”

Songjin mendengus. Kyuhyun menekankan kalimat bagian apa-saja terlalu bersungguh-sungguh. Tentu saja dia mengingatnya. Itu adalah peraturan permainan mereka sejak awal tadi. Itu peraturan buatannya memngingat hasrat untuk menjahili Kyuhyun sedang dalam kondisi mengerikan didalam kepalanya.

Tiba-tiba saja Songjin ingin melihat Kyuhyun mengenakan salah satu gaun malamnya. Songjin sangat yakin bahkan gaun itu hanya akan bisa masuk sampai dadanya saja. Kyuhyun memiliki bentuk perut yang tidak bisa disebut langsing meski tidak menggelembung besar seperti lelaki menikah pada umumnya.

Ini hanyalah sebuah pembalasan dendam sederhana ciptaannya. Setelah itu dia bisa dengan bebas mengolok betapa tubuhnya jauh lebih ramping daripada milik Kyuhyun.

“Kanan kalau begitu.”

“Huh?”

“Aku pilih kanan.”

Kyuhyun menyeringai lebar. Melihat seringai keparat itu Songjin segera menggeleng hebat, “tidak—tidak. Kiri.” ralatnya sangat cepat sekali. Kyuhyun cenderung mengeluarkan raut wajah seperti itu saat dirinya tahu dia telah menang sepuluh langkah lebih terdepan dibanding siapapun.

Kyuhyun mengangguk santai mengacungkan tangan kirinya sambil mengatakan “okay kiri.” terlampau santai. Songjin mengamati gerak-gerik pria itu saksama.

“Yakin sekali kau tangan kiriku berisi sesuatu.” komentarnya sarkas dan tidak bisa menutupi cengiran jahil saat dia berhasil membuat Songjin ragu lagi. “kiri atau kanan?” Kyuhyun menggoda sekali lagi untuk terakhir kalinya.

Songjin menarik napas dalam-dalam “memangnya apa yang akan kau lakukan saat kau menang?” tanya Songjin memerhatikan Kyuhyun peluh selidik.

Dia sudah memiliki beberapa gambaran kotor— dia tidak bisa menahannya karena Kyuhyun akan selalu seperti itu ketika tahu dia memiliki kesempatan untuk melakukannya. Dia seolah enggan menyia-nyiakannya.

“tapi aku lelah sekali Kyuhyun-ah”

“Oh yeah?”

Kepala Songjin mengangguk-angguk. “kakiku pegal.”

Well, itu artinya kita tidak bisa melakukannya berdiri. Benar bukan?”

Kyuhyun menyimpan tawanya rapat-rapat saat Songjin terlihat sangat terkejut. “aku ingat kau pernah berkata ‘aku sangat lelah’ tetapi saat aku melakukannya— bahkan hanya dengan jari-jariku, kau sudah menjerit kencang sekali. Jadi sepertinya—“

“YAAAA!!!” Songjin mendelik “dasar mesum!”. Dia melompat pada Kyuhyun membawa bantalan sofa dalam pelukannya. Seluruh bantal-bantal itu menghantam sempurna kepala serta wajah Kyuhyun tetapi pria itu tak tampak kesakitan.

Alih-alih mengerang sakit Kyuhyun malah memeluk Songjin. Sebelumnya dia memeriksa Hyun Gi dari balik tubuh Songjin, kemudian merasa tenang saat melihat putranya sibuk bermain puzzle balok sambil memiringkan kepala— mengerutkan kening berpikir keras.

Setelah merasakan lega, dia lantas mengusapkan punggung tangannya yang terkepal pada punggung wanita itu sambil tertawa sekenanya “jadi kiri atau kanan?” dia bertanya mengingatkan Songjin. Sontak menghentikan kekerasan yang sedang wanita itu lakukan.

Songjin termangu ditempatnya mengigiti bibir, memainkan kancing piyama Kyuhyun seraya berpikir “Kiri. Tidak. Kanan. Umm—“

“Hng?”

“Kanan.”

“Kanan?”

Songjin hampir mengangguk namun tidak dilakukannya. “Kanan.” Kyuhyun menegaskan pilihan Songjin. Dia mengangguk saat kepala Songjin terkulai lemas dibahunya sambil menggerutu berkata hidupnya akan tamat kali ini. Dia sudah pasrah meski Kyuhyun tidak mengerti mengapa Songjin selalu bertingkah seolah dia tidak menginginkannya padahal dia akan selalu menikmati apapun yang mereka lakukan, bersama.

Kyuhyun membuka kepalan tangan Kanannya tersenyum kering pada udara hampa. Dia membuka telapak kirinya, sebutir strawberry diatasnya. Dia segera memindahkan buah kesukaan Songjin tersebut ke dalam kepalan tangan kanan nya. Tangan kanan kosong itu kemudian dimundurkannya, diperlihatkan kepada Songjin.

“Kau benar.”

“He? Aku apa?” Songjin terlonjak menegapkan tubuh, “Kanan?”

“Yeah. aku menyimpannya ditangan kananku.” Kyuhyun tersenyum getir. Songjin terlihat luar biasa senang mengepalkan tangan bersorak “yeah” berkali-kali.

“Aku tahu aku akan menang.”

“Benarkah?” Kyuhyun meragukan kepercayaan diri Songjin. Tadi dia ingat betul Songjin telah pasrah sepasrah pasrahnya. Jadi saat Songjin mengangguk menjawab “hmm.” lalu strawberry tersebut masuk ke dalam mulut Songjin tak sampai lima detik Kyuhyun hanya bisa menyengir masam menggumamkan ‘betapa menggemaskannya istriku’ yang tak sudi disuarakannya.

Dia tidak mendengar apa yang Songjin ucapkan sebagai kalimat lanjutan atas kepercayaan diri yang mendadak muncul. Dia melirik Hyun Gi di kursi duduknya. Bayi itu masih seperti tadi, seperti beberapa menit sebelumnya. Berpikir keras mengapa puzzle balok berbentuk bulan ditangannya tidak bisa masuk pada lubang berbentuk hati.

Hyun Gi sama sekali tidak mengangkat wajah untuk mencari pertolongan. Dia memaksakan balok bulan itu pada lubang hati terus menerus dan nyaris menangis saat balok ditangannya tidak kunjung dapat masuk.

Tetapi dia tidak meminta bantuan siapapun. Itu membuat Kyuhyun terlihat bingung. Dia behenti menepuk punggung Songjin. Berhenti mengamati putranya— berganti focus mengamati Songjin. Dia merasa lucu ketika dapat menemukan raut wajah kesal dan penuh tanya Hyun Gi pada wajah Songjin.

Kyuhyun mengulang seluruh kejadian yang pernah dilaluinya bersama Songjin. Saat wanita itu mengerjakan tugas matematika sambil menggerutu karena tidak satupun soal dimengertinya. Saat Songjin protes mengapa dirinya tak kunjung mahir berenang.

Ketika Songjin memaksa masuk dalam kelompok team sorak di sekolah menengah mereka lalu mengeluh bahwa dia tidak bisa melakukan hampir semua gerakan teamnya. Dan saat Songjin mengerang sebal karena dia tidak bisa meniru gambar pohon yang terlihat hidup diatas kertas buatan dosen life paintingnya.

Kyuhyun menggumamkan kata “menarik” dalam kerutan kencang diwajahnya. Berpikir. Seluruh keserupaan itu tidak mungkin hanya kebetulan semata.

Dia baru sadar bahwa dirinya sedang melamun saat pukulan kencang bantal sofa menghantam wajahnya lagi. Kyuhyun menarik napas panjang, dalam-dalam memerhatikan Songjin saksama.

Alih-alih marah, dia menyentil ujung hidung Songjin lalu berkata “jangan melakukan itu saat Hyun Gi ada disekitar kita. Dia sedang dalam tahap meniru kau tidak ingin melihat putramu menjadi pegulat bayi pertama di dunia ‘kan?”

Tegur Kyuhyun tegas namun berbahasa santun serta dengan nada lembut. Perlahan tapi pasti dia mengambil senjata Songjin— bantal, lalu membuangnya sembarang.

“Sorry.” Songjin santai mengatakannya santai seolah dia tak peduli pada teguran serius Kyuhyun. Kyuhyun yakin bahwa Songjin masih mengincar bantal sofa lain disekitar mereka jadi dia segera mengamit tangan-tangan Songjin. “Jangan macam-macam Park Songjin. Aku serius dengan peringatanku.”

“Sejak kapan kau berubah menjadi Cho membosankan Kyuhyun?”

“Jika menjadi membosankan adalah harga yang harus dikeluarkan untuk memiliki anak-anak dengan tatakrama berkelas, aku akan dengan senang hati mengatakan aku adalah Cho membosankan Kyuhyun sejak menjadi ayah.”

“Cih.”

“Bayangkan jika dia menjadi presiden tetapi memiliki perilaku buruk seperti Donald Trump. Aku akan menyesal pernah menyebutnya sebagai putraku.”

“Kau ingin Hyun Gi menjadi presiden?”

“Jika. Kubilang tadi jika.”

Songjin tertawa “aku lebih suka dia menjadi pilot.”

“Atau professor” sela Kyuhyun. “Tidak dengan kepala botak, kurasa.”

“Atau dokter?”

“Atau designer, sepertimu.”

“Ah tidak—tidak.” Songjin mengerang cepat. Dia mengenal banyak pendesain dan sebagian dari mereka jika lelaki, dia harus benar-benar meyakinkan kejantanan mereka. Dan Songjin menolak untuk memikirkan hal semacam itu menjadi nyata.

“Dia bisa menjadi apa saja yang dia mau.” Songjin meralat seluruh angannya dan Kyuhyun menjadi satu kesimpulan sederhana lantas Kyuhyun tersenyum mengangguk setuju.

Dia memberi kecupan super kilat dibibir Songjin lalu memiringkan kepala sesaat “kenapa akhir-akhir ini kupikir kau menjadi sedikit lebih pintar daripada sebelumnya ya?”

“Mungkin karena setiap hari aku harus mengurus satu bayi gemuk dan satu bayi besar.”

“Atau mungkin karena kau menjadi penurut belakangan ini.”

“Cih! Mungkin karena aku malas berdebat denganmu lagi.”

“Mungkin karena kau jatuh cinta padaku.” Kyuhyun terkekeh. Kekehannya semakin puas saat Songjin diam tidak tahu harus mengatakan apa. Hanya wajahnya saja terpasang angkuh.

Cho Kyuhyun semakin puas mengamati wajah rupawan Songjin— baginya tanpa cela. Memberi senyum berbagai makna, meski yang Songjin pikirkan hanya ‘mungkin pria itu sedang memikirkan cara untuk menyeretku ke ranjang’ namun Kyuhyun merasa tak terganggu pada asumsi konyol Songjin.

Dia menegapkan punggung. Merapatkan tubuh, mendorong punggung Songjin perlahan-lahan. Kyuhyun tersenyum tepat ketika ujung bibirnya menyentuh bibir Songjin. Berkata “kurasa aku jatuh cinta lagi padamu” membuat bibir mereka saling bergesekan sebelum melumat lembut bibir Songjin.

Mata Kyuhyun terpejam menikmati sensasi ketika bibirnya menggesek halus dinding bibir Songjin. Menekan kepalanya semakin dalam untuk menjejalkan lidahnya— pun dilakukan sangat lambat, perlahan-lahan. Dia mengulaskan senyum saat menyadari tidak ada reaksi penolakan apapun yang Songjin berikan padanya kali ini.

Senyuman senangnya mendadak berakhir ketika dia membuka mata, lantas mendapati Hyun Gi tengah meremas selimut yang tadi Songjin letakkan membungkus bahu sampai dada Hyun Gi.

Bibir mungil Hyun Gi menggumamkan kata “ma” berulang kali. Matanya berkaca-kaca. Tangannya meremas selimut seolah sedang menyalurkan amarah hingga Kyuhyun segera mendorong Songjin melepaskan ciuman mereka.

“Kupikir Hyun Gi tidak suka saat aku mencium mu.”

“Huh?”

“Dia marah dan menangis.”

Kyuhyun menunjuk Hyun Gi ditempatnya. Songjin menoleh mendapati Hyun Gi melompat-lompat didalam kursi duduknya. menjerit “no no no no. mine mine mine mine.” namun malah membuat Songjin tertawa terbahak-bahak.

160 thoughts on “[KyuJin Series] Everything is Mine!

  1. Tumben kyujin bisa akur… yg dulunya songjin kayak ogah2an gitu ngurus hyun gi, eh sekarang hyun gi malah berlaku kalau eommanya itu cuma miliknya seorang, tidak mau membagi miliknya sama seperti kyu gitu sifatnya. Owwh donghae eun so udah resmi pacaran..

  2. Yang terakhirnya bikin greget 😂😘….Hyun Gi bikin gemes gemes pengen nyubit gw ..
    Dan itu Song Jin tumben mau nurut sama kyuhyun 😂😂

  3. iya iya songjin eomma cma milikmu hyun gi. ibu yg super idiot tpi udh mulai pinter smnjk ada anak. hahaha kok sifatnya lbh byk ke songjin dr kyu. dan itu sifat buruknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s