[KyuJin Series] 10 Reasons To Love You (Cho Kyuhyun) — 5


 

10 Reasons to Love You

(Cho Kyuhyun)

Park Songjin | Cho Kyuhyun | 

Good Daddy

“Jangan mendekat!”

Larang Kyuhyun berbisik pada Songjin. Mata keduanya tertuju pada Hyun Gi yang sedang mencoba berdiri dengan kedua kakinya sendiri namun belum terlalu kuat sehingga ia berkali-kali terjatuh.

Hyun Gi menoleh pada kedua orang tuanya. Dua orang itu terlihat tidak tertarik membantunya atau apa, maka ia kembali berjongkok mencari keseimbangan, lalu bangkit perlahan.

Namun gagal. Ia gagal lagi.

Hal tersebut membuat Songjin segera bergerak cepat menuju Hyun Gi, namun Kyuhyun kembali menarik pakaiannya hingga ia kembali ke tempat semula. Kyuhyun menggeleng, “Jangan.” katanya tegas.

Pria itu lantas berjongkok sebelum ia duduk bersila. Merogoh ponsel memainkan jari-jarinya sesaat kemudian layar ponselnya menunjukan gambar penguin biru sedang menari-nari. Hyun Gi segera tersenyum lebar menunjuk ponsel Kyuhyun berseru “powowow!”

“Kau ingin menonton ini?”

Hyun Gi mengangguk-angguk cepat. “Good.” Kyuhyun balas tersenyum. “Come to daddy.” Tangan Kyuhyun melambai. Memanggil putranya. Telunjuknya bergerak ke atas meminta Hyun Gi untuk kembali mencoba berdiri.

Melihat Hyun Gi mematuhi Kyuhyun, Songjin memberikan decak kagum pada sikap lelaki tinggi tersebut. Ia tahu, semestinya ia terpukau pada pemandangan kali pertama putranya berjalan, namun entah bagaimana, Cho Kyuhyun malah menyedot seluruh perhatiannya.

Sembari mengulum senyum Songjin memerhatikan Kyuhyun menyemangati Hyun Gi sambil mengacungkan ponsel dengan video pororo menari di dalamnya. Senyuman itu bahkan tak lenyap ketika Kyuhyun menyadari sedang diamati.

“Terpesona pada ketampanan suami sendiri lagi, nyonya?”

“Benar.” Kyuhyun nyaris melotot pada jawaban cepat Songjin tanpa malu-malu. Meski ia segera menutupinya dengan seringaian saja tanpa mengalihkan pandang dari Hyun Gi.

Ia sudah sepatutnya terkejut. Hal seperti ini nyaris tak pernah ditemuinya terang-terangan. Dan melihat kebiasaan Songjin, yang selalu menempatkan harga diri begitu tinggi, Kyuhyun pantas mencurigainya “definisikan terpesona.” Mulainya.

“Black credit card selama satu pekan?”

“Tidak.”

“Gelato?”

“Tidak.”

“Ah– strawberry satu container?”

Songjin tertawa kemudian, “Tidak juga.” tolaknya segera menggeleng kepala. “Aku sering menonton serial drama dimana para Ayah membantu anak-anak mereka melangkah untuk pertama kali. Tapi aku tidak menyangka saja kalau aku akan melihatnya secara langsung. Pemeran utamanya cukup tampan dan terlalu sayang untuk diabaikan.”

Celoteh Songjin mengejutkan Kyuhyun di minggu pagi kali ini. Menyisakan senyum malu pada wajah tampan Cho Kyuhyun kemudian.


Perfect Husband Material

“Kenapa aku baru tahu kau mengundurkan diri dari team football universitas?” tanya Songjin ditengah perjalanan pulang dirinya bersama Kyuhyun usai mengunjungi universitas mereka untuk menghadiri sebuah pertemuan entah itu apa– melibatkan beberapa perusahaan besar, dan Millennis adalah salah satunya.

Songjin menolak untuk ikut campur pada urusan Kyuhyun. Ia lebih memilih untuk mengelilingi cafetaria, lalu menuju perpustakaan. Disana ia menemukan koleksi majalah kampus dari tahun ke tahun didalam sebuah bingkai kaca. Betapa dirinya terkejut mendapati Kyuhyun pernah menjadi headline majalah kampus mereka dahulu.

Ia tidak pernah menyadarinya. Lucu.

“Entahlah. Mungkin saat itu kau sibuk dengan mengejar popularitas?” ledek Kyuhyun tak acuh. Ia terkekeh meski bagi Songjin ledekan itu terdengar tidak lucu sama sekali.

Satu tangan Kyuhyun memegang kendali penuh kemudi dan sisanya menggenggam perseneling kencang. Pria itu lalu menoleh pada wanitanya saat menyadari tidak ada balasan apapun dari gurauannya ia melepas kendali perseneling, mengganti jantung mobil itu dengan telapak tangan Songjin.

“Aku tidak tahu, mungkin saat itu kau sedang sibuk dengan anak baru dari Jepang itu siapa namanya? Hirano? Uchida? aku lupa.”

“Sato Hirano.”

“Yeah. Sato Hirano. Kau tergila-gila padanya seingatku.”

“Aku tidak tergila-gila padanya.” Tegas Songjin memukul dada Kyuhyun menggunakan kepalan tangan pria itu sendiri yang membungkus tangannya. “Aku mentornya di kelas live painting!”

Kyuhyun berdecak tak peduli, menggerakkan alis sekenanya sebagai reaksi alasan tak berbobot Songjin– menurutnya. Ditelinganya, mentor serupa dengan model. Jadi menurutnya, mungkin Songjin pernah telanjang bulat untuk menjadi model seni lukis hidup bagi lelaki Jepang itu.

“Tapi kau sangat menyukai football. Kenapa mengundurkan diri?”

“Kurasa saat itu aku harus memilih antara apa yang kusuka dengan apa yang kuinginkan.”

“Jadi kau lebih menyukai bekerja semalaman suntuk lalu mengikuti kelas dipagi hari, dan kembali bekerja di sore hari sampai malam, seperti itu terus menerus?”

“Itu tidak tepat. Tapi kurang lebihnya memang seperti itu.”

Songjin nyaris membelak tak mempercayai pola pikir aneh Kyuhyun selama ini. Ia tahu cara berpikir Kyuhyun terkadang berbeda dengan kebanyakan orang. Tetapi keputusan aneh seperti itu adalah keputusan gila yang pernah didengarnya.

“Bukankah kau satu satunya quarterback di team?”

“Yap.”

“Lalu?”

“Aku harus bekerja.”

“Kau sangat membosankan Kyuhyun-ah. Kau manusia paling membosankan dimuka bumi, kau tahu?”

“Prinsipku, aku harus mapan sebelum usiaku dua puluh empat.”

“Tapi kau kehilangan masa mudamu, kau juga tahu itu?”

Songjin bertutur kencang menyuarakan keterkejutan serta rasa panic yang terlambat. Bukankah seharusnya wanita itu melakukannya beberapa tahun yang lalu ketika hal itu benar-benar terjadi!

“Aku perlu uang.” kata Kyuhyun memulai. “Hidup di kota besar tidak murah. Aku perlu uang dalam jumlah yang banyak. Dan jumlah uang yang kuinginkan itu, tidak mungkin kudapatkan jika aku berkutat dengan football.”

“Ha! Sekarang kau terdengar serakah.” Komentar Songjin membuat Kyuhyun tersenyum simpul mengeratkan genggaman tangannya. Kyuhyun berdeham sebelum kembali berbicara, “Aku perlu rumah. Beberapa kendaraan. Pakaian. uang untuk sebuah acara pernikahan besar. Aku perlu membeli cincin. Mungkin juga bulan madu tetapi yang paling utama, aku harus meyakinkan ayah mertuaku– yang terkenal mengerikan jika sudah berurusan dengan siapapun laki-laki yang ingin berurusan dengan putrinya, jadi sebelum pria tua itu marah, aku harus meyakinkannya bahwa aku sanggup membiayai hidup putrinya secara layak.”

Kyuhyun tersenyum tetapi Songjin menyipitkan matanya, memberi respon pada penjelasan panjang Kyuhyun tadi. “Kau mulai terdengar serakah dan sombong” tuturnya tetapi Kyuhyun hanya tertawa renyah saat Songjin mulai merasakan debaran dijantungnya semakin menghentak-hentak.

Songjin menenggelamkan wajah pada shawl miliknya. Ia menghirup aroma pewangi beraroma buah melon sambil sesekali melirik Kyuhyun malu namun merasa iba padanya sekaligus. “Kau kehilangan masa mudamu, kau tahu itu?” ia mengulang pertanyannya selirih mungkin.


PS: By the way adakah disini sudah ada yang list video Hyun Gi belajar jalan di instagram saya? LOL yang udah liat saya rasa bakal wondering serupa dengan saya. “kayaknya anak ini kegedean perut deh. pantes gak bisa jalan, kakinya lemak semua. Tangannya bantet!” HAHAHA cute baby 😀

115 thoughts on “[KyuJin Series] 10 Reasons To Love You (Cho Kyuhyun) — 5

  1. Iiii, pasti lucu ya liat hyun gi belajar jalan. Gatau mau komen apaan di cerita yg kedua, terharu, sedih, seneng. Ah semuanya campur aduk

  2. yeyyyyy hyungi akhirnya belajar jalan pasti lucu banget pas jalan tuh keberatan perut ckckckc 😀
    Oh kyuhyun benar” ayah yg harus dicontoh dgan memutar video pororo akhirnya hyungi mau belajar jalan
    so swettt moment kyuhyun sama songjin jarang” bnget gtu

  3. Waaaaah…mereka manis sekali kali ini. Tumben – tumbenan songjin ngaku kalo dia terpesona dengan kyuhyun biasanya songjin selalu menyembunyikan rasa sukanya pada kyuhyun. Dan kyuhyun juga langsung saja mengatakan alasan keluar dari club football karena ingin segera melamar songjin,biasanya mereka kan selalu ngeles sana sini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s