[KyuJin Series] Types Of Love — Unconditional Love


Types Of Love Series

1. Skinny Love | 2. Unconditional Love | 3. Unrequited Love | 4. Possessive Love | 5. Platonic Love | 6. Limerence

“Dia baik-baik saja.” putus Lee Donghae tegas untuk terakhir kalinya kepada Songjin. Berharap informasi tegasnya tadi dapat menurunkan kadar kekhawatiran ibu satu anak tersebut, namun pada kenyataannya tidak semudah itu.

Donghae hanya menghela napas pasrah sadar usahanya akan selalu berakhir sia-sia. “Dia menangis kencang sekali tadi, jadi kupikir sesuatu terjadi padanya. Dia menggelinding dari lantai tiga menuju lantai satu itu tidak bisa dikatakan dia akan baik-baik saja. Bagaimana jika–“

“Songjin.” Donghae melebarkan lima jari miliknya tepat didepan wajah Songjin untuk menghentikan rentetan kalimat panjang lain, yang mungkin akan Songjin muntahkan bagai air bah. “Songjin, tolong.” ucap dokter tampan itu lembut.

Donghae menarik napas dalam sebelum berkata lagi, “Hyun Gi baik-baik saja. Aku sudah memeriksanya. Aku bisa jamin itu. Dia menangis karena terkejut. Itu saja.” jelasnya kemudian lebih lembut, ditambah sebuah senyum mematikan namun Park Songjin sepertinya memiliki tameng super hingga aura positive yang Donghae coba berikan sekonyong luluh lantah begitu saja.

Bersama dengan itu dari ruang kamar Hyun Gi Kyuhyun muncul setelah beberapa menit Donghae keluar dari ruangan yang sama. Di kepala pria itu melingkar kasa menutupi kening.

Pun pada bahu yang entah dilingkarkan kemana. Songjin belum bisa melihatnya karena tertutup oleh kaos polos Kyuhyun. Pria itu berjalan seperti biasa menuju dapur, seolah tidak terjadi apa-apa padanya.

Seperti memahami pertanyaan Songjin, Donghae lalu membuka mulut, “Nah, itu yang tadi ingin kukatakan. Satu-satunya orang yang pantas kau khawatirkan adalah si tengik itu.”

“Apa yang terjadi dengannya?”

“Hanya terbentur.”

“Gegar otak?”

Donghae tertawa, “Tidak. Apa itu yang kau harapkan? Aku juga sebenarnya.” gurau Donghae mencoba mencairkan suasana meski gagal.

“Apa dia terluka?”

Well, teknisnya~”

“Ada apa?”

“Memar. Memar yang cukup mengerikan, tapi kupastikan dia akan baik-baik saja.”

Songjin nyaris menjatuhkan rahang. Matanya memandangi kemana punggung Kyuhyun pergi menghilang. Kakinya diseret begitu saja mengikuti kemana tadi Kyuhyun melangkah.

“Kau butuh sesuatu?” tanyanya sesampainya ia di dapur. Kyuhyun segera menoleh lalu menghela napas lega. Ia mengangguk-angguk. “Aku ingin mengambil mangkuk disana tapi tidak bisa.” nada suara Kyuhyun serupa mengadu.

Pada kesempatan itu Songjin mengamati bahu Kyuhyun lekat. Kasa disana sepertinya tersambung sampai ke pinggang, membebat perut pria itu. Sepertinya ada satu gulung kasa lainnya yang membalut bahu tegap Kyuhyun. Dia tidak yakin apa Kyuhyun baik-baik saja seperti yang Donghae katakan jika pada faktanya, ia tidak melihat Kyuhyun dalam kondisi seperti itu.

“Songjin?”

“Yeah?”

“Kau akan terus berdiri disana atau membantuku mengambil mangkuk??” tegur Kyuhyun menyadarkan Songjin dari lamunan.

Songjin segera bersingut menyeret kaki lagi menuju Kyuhyun. Menuju lemari piring kaca diatas kepala Kyuhyun sebenarnya. Ia sempat ingin mencoba meraih pintu kaca tersebut tetapi Songjin tidak bodoh. Ia sadar tingginya tak seberapa dibanding Kyuhyun. Dan Kyuhyun tidak bisa menggapai rak tersebut karena sesuatu yang buruk sedang terjadi pada tangannya.

“Kau tidak sampai, bodoh.” cibir Kyuhyun merasa heran bagaimana terbersit didalam benak Songjin untuk membuat rak setinggi itu jika ia tahu dengan berjinjit saja bahkan ia masih tidak bisa menggapai lemari kaca tersebut.

Kyuhyun merasa iba. Tetapi rasa iba itu tidak lebih banyak dari perasaan geli karena menyadari betapa bodoh wanitanya. Ia merunduk menahan tawanya, kemudian menepuk-tepuk kepala Songjin menyudahi usaha wanita itu sedari tadi, “sudahlah.” katanya santai. “tidak perlu repot-repot. Aku akan tidur saja.”

Kyuhyun berjalan dengan langkah kecil berbalik namun tak lama telinganya mendengar Songjin memanggil. “Tunggu. Kyuhyun-ah.”

“Hng?”

“Kau ingin apa?”

“Aku?” Kyuhyun menunjuk dirinya sendiri. Matanya bergerak kesana kemari namun kemudian ia tersadar maksud pertanyaan Songjin. Ia menjentikkan jemarinya “sereal. Aku ingin sereal.”

“A– aku buatkan kalau begitu. Ka– kau duduk saja. Sekarang. Disini.” pinta Songjin menarik kursi bar tak jauh darinya namun Kyuhyun malah mengerutkan kening seolah curiga bahwa Songjin baru saja berbuat kesalahan sepeti membakar psp-nya atau apa.

“Tidak perlu aku bisa–“

“Tidak apa-apa. Aku buatkan. Tunggu sebentar disini.”

Kyuhyun termangu melihat Songjin telah menarik kursi tinggi di depan meja bar dapurnya. Ia tahu, ada kepanikan besar didalam tubuh kecil itu, dan otak yang sempit disana. Dibayangan Songjin ia mungkin sudah berada pada posisi serupa tuna netra. Lagi-lagi Kyuhyun ingin tertawa hanya dengan memikirkannya saja.

Mengenal Park Songjin sepanjang hidupnya, membuat ia sadar bahwa Park Songjin memiliki kebiasaan buruk, yakni melebih lebihkan situasi. Tetapi Songjin adalah orang yang paling peduli pada sekitarnya. Kyuhyun tahu itu.

Maka alih alih menuruti perintah istrinya, Kyuhyun melengos menuju lemari pendingin mencari apapun yang bisa ia jadikan alat untuk menggoda Songjin, dalam mengulur waktu lebih lama karena ia tahu Songjin akan semakin panic ketika ia banyak menggunakan bagian tubuhnya yang sakit.

Mata Kyuhyun menangkap kotak transparent berisi anggur. Sepertinya semesta sedang membantunya dalam mencari perhatian serta menggoda wanita paling bodoh dimuka bumi ini. Iyakan?

“Bu–buah? kau ingin buah? aku bis–“

Kyuhyun mengangkat kelima jarinya cepat. Setelah mengeluarkan kotak buah tersebut ia berdiri bersebelahan dengan Songjin di depan dishwasher. “Aku bisa mengurus ini. Kau buatkan aku sereal.” perintah Kyuhyun saat tangan Songjin tampak sudah terangkat. Gatal ingin menyambar kotak anggur tersebut darinya.

“O–oke. Sereal.” angguk Songjin canggung, kaku, panic, takut, serta seribu perasaan kalut lainnya yang Kyuhyun dapati. Yang hanya bisa ia tonton dalam diam. Dalam tawa tertahan karena tak ingin kedoknya terungkap. Lihatlah betapa menggemaskannya Songjin kini.

Sambil mengeluarkan susu dari lemari pendingin dan kotak sereal di lemari lain, Songjin mulai bersuara “jadi, bagaimana keadaanmu tadi?” Kyuhyun tersenyum kecil sadar Songjin mulai menginterograsinya.

“Sakit.” Jawab Kyuhyun jujur apa adanya. “Sakit, tapi kurasa aku baik-baik saja.”

“Kau rasa? bagaimana dengan menurut Donghae Oppa?”

“Kupikir dia juga sependapat denganku. Aku baik-baik saja.”

Kyuhyun mulai memasukan sebutir anggur ke dalam mulut. Matanya tak sedikitpun bergeser dari menonton Songjin sibuk melakukan ini dan itu. Mengambil ini, menganbil itu. Meletakkan ini, meletakkan itu. Lingkar bibirnya tak berhenti melengkungkan senyum jahil. Dan, oh, senang sebenarnya jika ia boleh menambah sedikit kejujuran lagi.

“Kau pikir, kau rasa. Pikiran dan perasaanmu kadang justru sering salah ‘kan?”

“Tidak sesering kau setidaknya.”

“Apa ini sudah waktunya untuk mulai membandingkan siapa yang lebih baik?”

Bola mata Kyuhyun berputar jengah, “tapi, kupikir, itu yang kurasakan tadi.”

Sambil menumpahkan susu Songjin cepat membalas sahutan Kyuhyun, “bagaimana dengan sekarang kalau begitu?”

“Aku masih baik-baik saja.”

“Aku melihat lilitan kasa dibahumu. Sesuatu terjadi?”

Nah nah, Kyuhyun menyengir lebih lebar lagi. Ia memasukan satu butir anggur ke dalam mulut kemudian memutar tubuh menyandarkan punggung pada mesin pencuci piring otomatis dibelakangnya, “mari kita perjelas semua ini, okay? Apa kau sedang mengkhawatirkanku, Park Songjin?”

Songjin menghembuskan tawa pelan. Kepalanya menggeleng-geleng seolah pertanyaan Kyuhyun tadi adalah sesuatu yang lucu dan salah untuknya. “Aku ‘kan hanya bertanya apa sesuatu terjadi padamu? ada lilitan kasa dan kurasa jumlahnya cukup banyak. Apa itu salah?”

“Apa ini sudah waktunya untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar?”

Songjin melirik Kyuhyun sengit. Sepersekian detik kemudian wanita itu sudah kembali sibuk mengaduk susu dimangkuk. “Kau cerdas.” mulai wanita itu. “Setidaknya, itu yang kupikirkan. Tapi yang kulihat tadi, kau terjun bebas menuju anak tangga. Lucu sekali.”

Kyuhyun terdiam. Berhenti tersenyum. Berhenti memasukan butir anggur-anggur berikutnya ke mulut juga berhenti untuk tidak berusaha merasa geli pada sikap Songjin sedari tadi. Kegirangannya secepat kilat menyambar digantikan panik pada kapasitas rendah.

Sebaliknya, wajah ayah satu anak itu mendadak menjadi serius luar biasa. “Park Songjin,” mulai Kyuhyun setelah begitu lama ia mengerutkan kening karena merasa heran.

“Anakku yang akhirnya baru belajar berjalan, baru saja nyaris mati karena terpeleset dari tangga lantai tiga. Dia bisa berguling-guling di sana sampai ke lantai dasar lalu setelah itu kepalanya hancur atau tulang-tulang kecilnya remuk. Kau berharap aku akan diam saja melihat anakku bergulingan seperti kertas yang dilempar ke udara?”

Nada bicara Kyuhyun pebuh tanda tanya. Mulai meninggi meski tidak melengking. Dalam, penuh penekanan sesuai dan tegas. Lagi-lagi pria itu terlihat seperti ayahnya ketika ia mendapatkan nilai buruk pada akhir semesternya. Begitu pikir Songjin.

“Tapi sesuatu yang buruk juga bisa terjadi padamu.” lirih Songjin merasa takut salah bicara. Adukkan pada mangkuknya mulai melamban. Ia bisa mendengar Kyuhyun menyahut dengan dengusan seolah menjelaskan bahwa tadi adalah pernyataan paling tolol yang pernah pria itu dengar sepanjang hidupnya.

“Aku ayahnya, Songjin. Ayah macam apa yang akan diam saja melihat anaknya dalam bahaya? Kau juga orang tua kau tahu kau akan melakukan hal yang sama jika itu terjadi padamu!”

Kemudian suara Kyuhyun berubah menjadi lamban, lalu melembut pada kata-kata akhirnya. Pria itu mulai bisa tersenyum lagi ketika sadar Songjin hampir menangis hanya karena teguran sederhananya. Ia tahu bukan karena itu Songjin melayangkan protes padanya.

“Sekarang kau tahu seperti apa paniknya aku saat kau keras kepala ingin melahirkan normal bukan?” cengir Kyuhyun disudut bibirnya. Ia mulai memasukan anggur lagi ke dalam mulut. “Ini bahkan tidak sebanding dengan apa yang terjadi saat itu.”

Kyuhyun mengunyah anggurnya dalam perasaan senang berlebih, “kupikir kau takut kehilanganku saat aku menggelinding di tangga tadi. Kau pikir aku akan mati.”

Songjin mendengus, “jangan bicara omong kosong.”

“Omong kosong?” Kyuhyun membelak tak percaya. Terbawa suasana, mendadak menjadi tolol seperti sang istri. Syukurlah ketololan itu tak berlangsung lama. Ia lantas memberi lirikan curiga pada Songjin sambil menelan sebutir anggur.

“Jadi, omong kosong, huh.” komentarnya ringan. “Kalau begitu kupastikan hal serupa akan terjadi lagi. Bukan tidak mungkin di kali kedua aku tidak cukup beruntung, lalu kepalaku terbentur lebih keras berkali-kali. Atau ada pendarahan didalam otak karena aku menggelinding ditangga. Atau, aku koma bertahun-tahun. Atau aku akan lupa ingatan. Atau,  mungkin aku bisa mati ditempat dan–“

“YAAAH! CHO KYUHYUN!”

Kyuhyun menertawakan Songjin yang segera termakan godaannya. Kepanikan wanita itu naik berlipat-lipat. Sendok dimangkuk, kini digenggamnya erat menggunakan lima jari dan percayalah bahwa akan terlihat sangat aneh jika Songjin mengaduk dengan posisi tangan seperti itu.

“Kenapa sulit sekali berterus terang? Kau mengkhawatirkanku!” Kyuhyun berkata disela tawa. Ia mendekat menepuk kepala Songjin dengan tutup kotak buah anggur tadi. Mimik jahil pada wajahnya perlahan berangsur menguap.

“Aku baik-baik saja. Sungguh. Besok lagi, jika kau mengkhawatirkanku, katakan terus terang saja. Memangnya kau tidak bosan bertahun-tahun berpura-pura tidak jatuh cinta padaku, padahal sebenarnya jantungmu ingin meledak setiap ada didekatku?”

Songjin mendelik lebar terkejut akan cibiran lain Kyuhyun. Tidak mengindahkan tawa kencang pria itu untuknya. Entah mengapa Kyuhyun terlihat sesenang itu padahal putra mereka baru saja menggelinding dari tangga lantai tiga sampai tangga lantai satu, teknisnya. Meski secara praktek, satu-satunya yang menggelinding adalah Kyuhyun.

Hyun Gi baik-baik saja karena Kyuhyun cekatan menyambar bayi gempal itu lalu memeluknya. Tidak membiarkan tubuh mungil Hyun Gi menyentuh lantai anak tangga seujung kukupun. Rasanya Songjin paham bahwa Kyuhyun melakukan hal tersebut refleks dan tulus. Ia pun jika sedang berada didekat tempat kejadian mungkin akan menyerahkan diri semudah itu saja tanpa memedulikan nyawanya.

“Apa? Kau ingin apalagi?” Kyuhyun mengomentari masa pendelikan Songjin untuknya yang tak kunjung usai. “Aku mengatakan apa yang ingin dan tidak berani kau katakan padaku.” lanjut Kyuhyun.

“Sudahlah.” pria itu mendesah serta mengerang bersamaan. Malas sebenarnya. Kyuhyun lalu merunduk. Membungkuk sembari mengangkat wajah Songjin lebih tinggi mendekati wajahnya. “Aku cukup mengenalmu dan kekeras kepalaanmu untuk mengakui hal hal sederhana yang ingin kau akui, tapi kau terlalu malu mengakuinya.”

Suara Kyuhyun terdengar halus dalam dengungan telinga Songjin. Memabukkan seperti biasa, dan lagi-lagi Songjin tak ingin membuat Kyuhyun besar kepala karena baru mengakui hal semacam itu.

“Anak kita baik-baik saja. Aku baik-baik saja. Dan terima kasih karena kau repot-repot lebih mengkhawatirkanku dibanding mengkhawatirkan bocah gemuk itu.” Kyuhyun menjejalkan bibir miliknya pada milik Songjin lama namun tanpa lumatan seperti yang biasa ia lakukan. Hanya satu, dua kecupan kemudian melepaskan bibir Songjin begitu saja.

“Aku ingin melakukan lebih daripada ini, tapi masalahnya aku sedang cukup lapar. Aku takut tidak bisa memuaskanmu jika bercinta dalam kondisi perut kosong. Jadi bisakah kau lebih cepat membuatkan serealnya lalu temui aku dikamar tiga puluh menit setelah aku makan?”

“Huh?”

“Itu artinya ‘iya’ kan?”

“Ap–“ Kyuhyun mengecup Songjin kilat kembali. Tersenyum. Mengecup dan tersenyum, “Okay. Aku akan mengusir Donghae Oppa mu dulu. Kita bisa lanjutkan ini setelahnya ‘kan?”

“Tapi ak–“

“Okay bagus. Tiga puluh menit lagi, okay!”

130 thoughts on “[KyuJin Series] Types Of Love — Unconditional Love

  1. MWO?! menggelinding dr lt.3-lt.1?! koq bisa??????!!!!!!!!! :O :O :O
    ya ampun kyu jg sampe terluka gt demi melindungi baby hyun :”) y ampun ksian bgt kyu 😥 baby hyun jg psti shock bgt 😥
    msh mkir gmn tmpt’a gt itu gelinding dr lt.3-lt.1?
    haaaaah kumat gengsi tinggi songjin. jujur aj nape khawatir sm kyu ya elah susah amat ribet amet dahhhhhh
    OKAAAAAAAAAAAAY 30 menit lg post y eon apa yg mreka lakukan wwwww #kepo
    ada slh ktik dkit eon hhe

  2. Joahjoahjoah..
    Hyun gi bkal punya adik nih… Songjin juga wanita yg punya rasa kehawatiran lebih, apalagi menyangkut suami dan anak’y tercinta

  3. Akhirnyaaaaaaa bisa liat kyujin scene fulll yeayy kangen banget sama mereka apalagi sekarang si kyuhyun tambah romantis tapi kangen juga sihh sama hyunginyaa *banyak maunya emang aku haha*

  4. Percaya deh sama gue,30 menit yg kyu nantikan itu ga bakal jadi kaya diotak mesum nya kyu,konotasi bercinta akan jadi perang kata dan bantal walaupun dilakukan ditempat favorit kyu”ranjang cinta”

  5. ahhh kyuhyun appa pahlawannya hyun gi😄 seneng baca cerita ini, disini kyuhyun selalu bisa meluluhkan hati para wanita😍 klepek klepek tiap hari kalo jadi songjin deh😆
    songjin kenapa gak terus terang kalo khawatir sama kyuhyun? gak capek sembunyiin perasaannya kayak gitu ya?😅 aku aja capek *opss wkwk
    ditunggu cerita tentang keluarga yang satu ini ya😂 walaupun agak ‘aneh’ tapi mereka bisa menyampaikan bahwa keluarga mereka penuh cinta dan kasih sayang

  6. aku kira songjin mau jawab aku lagi datang bulan *upsss wkkwk.
    ternyata aku ketinggalan banyak cerita: ‘( banyak deadline ngga sempet buka wp nya kak galuh.
    udah banyak cerita yang dipost ternyata.
    kak galuh jadi bikin fanspage? nanti dikasih tau ya kalo udah jadi: ) bantu promote hehe aayang cerita bagus bagus gini

  7. Huh mengelinding o.sigemuk hyun gi gapap 😮 dan kok palah kakek kyu yang hancur badan.a??

    Dan wah cerita.a protective daddy yahh *-* hhh always songjin selalu gengsi dehh huhu

  8. Behhh si Kyuhyun bisa aja ngundangnya.. Hyun gi baik2 aja syukurlah bapaknya sigap banget kebayang kalau jatuh sampe 3 lantai.. ancur sudah mukanya bapak Cho

  9. Yg di maksudkan itu lantai 1-3 / anak tangga 1-3 ?? Kalau pernyataan ku yg pertama benar.. beuhhhh,, tinggi nya se konyong-konyong itu mah. Siapa yg gak bakal khawatir coba??

    Yak,, Kyuhyun.. kau ayah yg baik sekaligus suami yg jahil..kk

    Wah, waiting 30 minit lagi..kk

    Semangat kak^^

  10. Waktu Kyuhyun menyambar dan meluk Hyun Gi itu waktu dia mau jatuh atau udah jatuh? Sulit ngebayanginnya. Terus itu tangga di lantai 3 ke lantai dasar itu nyambung terus? maafkan aku yg lagi lemot hehe

  11. aduhhh kyuhyun dalam keadaan sakitpun kau masih memikirkan masalah “itu”
    inget loh punya anak yg lagi sakit harus di jagain bener bener,nanti hyungi nya malah kepeleset lagi dan jatuh lagi kalau gak di jagain. 😀

  12. Loh disini ada Hyun Gi tapi sebelumnya nda ada, kirain nih cerita sama, sekalinya cuma cerita oneshoot tapi berlanjut(?).
    Bingung, tapi biarlah. Cerita mantap.
    Peace…

  13. Loh disini ada Hyun Gi tapi sebelumnya nda ada, kirain nih cerita sama, sekalinya cuma cerita oneshoot tapi berlanjut(?).
    Bingung, tapi biarlah. Ceritanya mantap.
    Peace…

  14. Aku lupa udh baca ff yg ini apa belom karena udh beberapa minggu gak baca ff, jadi akhirnya memutuskan untuk komen aja hehe.
    Songjin songjin, susah bgt nunjukin rasa khawatirnya ke kyuhyun, tapi gapapa sih, itu cute bgt kkk, ditambah lagi si kyuhyunnya jahil malah buat songjin kelabakan sendiri sama gengsinya. Dasar pasangan aneh tapi menggemaskan hehe

  15. Haaahhh??? Bayi gempal imut dan lucu #hyungi mau terjun dari lantai 3 ke lantai satu?? 😱😱 Omo omo… tapi bayi gempalnya tak apa apakan.. kalau kyuhyun yg kenapa napa mah g apa apa hihi 😆 asal bayi gempal..imut dan lucunya sehat sehat ajah.. 😍😘😘 hyungiiii bogoshipeo..

  16. Yakali SongJin tnggal bilang khawatir sma keadaan kyu yg abisabis terjun mlah ngelas sana sini hahhahah Lucu banget merekmereka berdua hobi berdebat ini itu wkwk
    Itu Bisa kaliya kyu byuntae nya ilangin dulu lg sakit minta jatah ahahahha… pake adegan Dongekkk mao diusir sgala kasian ikan buntet

  17. Ngegelinding dri lantai 3 dan masih bilang gpp. Kamu super Hero kyuhyun …
    Dan terakhir masih sempet ngajakin bercinta … Ahhh Kyuhyun setrongggg

  18. Yaampun menggelinding dari lantai tiga sampai lantai satu ah kok bisa sih ?
    Dan akhirnya walaupun sedang sakit kyuhyun tetap mesum

  19. Jangan sampai setelah kejadian ini di hyungi jadi ngak mau jalan lagi…

    Ohhh ya ampun kyu…
    Masih aja memikirkan hal mesum disaat kondisimu sedang buruk…
    Bisa2 tulangmu jadi remuk kalo kau benar2 melakukannya…

  20. Mwo? Gelinding dr lantai 1 ke lantai 3? Kyuhyun akrobat ini mah… kasian kyu sampe memar memar bgtu. Hyungi jg kasian pasti kaget

  21. Astga mengglindingnya gak tanggung2 1-3, untung aja ada kyu appa.. jadi hyun gi gak kenapa napa.. udah mengglinding segitu tingginya kenapa otak yadong kyu masih bersemayam dikepalanya. Gengsi songjin kadarnya gak turun2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s